Tensi Semakin Tinggi, Beringin Terancam Rontok?

Photo (Ilustrasi)
JAMBI - Suksesi DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi yang rencananya dilaksanakan Februari ini ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi menguntungkan, karena semua kandidat yang maju adalah kader terbaik (kepala daerah) dan maju sebagai bakal calon gubernur (balongub) Jambi.  Disisi lain, Musda juga memicu perpecahan yang  bisa merontokkan kekuatan beringin rindang di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi September mendatang.

Seperti diketahui,  empat kader Golkar yang masuk bursa kandidat ketua juga maju dan bersaing di Pilgub Jambi. Yaitu Bupati Sarolangun Cek Endra (CE), Walikota Jambi Syarif Fasha, Bupati Merangin Al Haris, dan Bupati Tebo Sukandar. Aroma persaingan keempat tokoh Golkar ini sudah tercium dengan memanasnya suhu politik para kandidat di bumi Sepujuk Jambi Sembilan Lurah.

Selain itu, ada nama lain, seperti Pinto Jayanegara Abidin, putra mantan Wakil Gubernur Jambi Anthoni Zeidra Abidin yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi.  Lalu, mantan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) yang kini duduk di DPR RI. Namun, kans dua nama terakhir sepertinya kurang kuat dibandingkan empat kader yang maju di Pilgub.

Pengamat Politik Jambi, Dori Efendi menilai Musda Golkar kali ini sangat penting bagi kader yang bakal maju di perebutan BH 1 mendatang. "Musda akan menentukan siapa pucuk pimpinan tertinggi. Artinya, mampu meraih ketua DPD Golkar, maka dia akan memiliki perahu politik yaitu 7 kursi Golkar di parlemen," katanya.

Menurut Dori, melalui Musda yang melahirkan pemimpin baru yang akan menahkodai partai, maka partai sebagai mesin politik akan memberi keuntungan bagi ketua baru yang mau mencalonkan diri sebagai gubernur Jambi mendatang. "Musda juga merupakan alat untuk meraih legitimasi politik bagi figur kandidat balongub dari Golkar. Oleh sebab itu, Musda ini amat penting bagi semua kader Golkar," jelasnya.

Dori mengatakan Musda tentu tidak hanya membahas ketua DPD. Suksesi kali ini juga berkaitan dengan kader-kader Golkar yang maju di ajang paling bergengsi lima tahunan nanti. "Ini jelas, Golkar di 2020 ini adalah pemain inti dan memiliki kader-kader emas untuk memimpin Jambi. Karena, dari semua kandidat yang maju, nama-nama kader Golkar masuk sebagai pasangan calon," sebutnya.

Dori juga tidak menampik  ada potensi perpecahan di partai yang identik dengan warna kuning ini. Ini karena setiap tokoh Golkar memiliki kader masing-masing yang loyal terhadap mereka. Akan tetapi, lanjut dia, kalau empat tokoh Golkar itu masuk dalam kontestasi 2020, apa pun hasilnya, mereka tetap menjadi pimpinan di eksekutif.

"Atas dasar ini tidak ada masalah bagi partai Golkar jika terjadi perpecahan dalam Pilkada. Karena mereka berhasil menciptakan road map politik Jambi dalam pusaran politik Golkar," jelasnya.

Lalu, mengenai peluang kemungkinan mantan gubernur Jambi HBA ikut berkompetisi di perebutan pucuk pimpinan Golkar, Dori mengatakan hal itu bisa saja terjadi. Namun, dia menegaskan, HBA sebagai tokoh besar dan politisi yang disegani ada baiknya menjadi penyeimbang dalam musda tersebut. Bukan malah menjadi petarung merebut kekuasaan.

"Terutama ini menyangkut nama baik beliau (HBA) sebagai negarawan partai. Meski demikian, jika beliau diminta oleh semua kader Golkar untuk memimpin kembali dengan aklamasi, tentu ini juga baik beliau dan partai Golkar itu sendiri. Kalau aklamasi martabat politik beliau tetap terjaga bukan bertarung merebut kekuasaan," pungkasnya.

Terpisah, salah seorang kader Golkar mengakui  potensi perpecahan dalam Golkar di pilgub nanti cukup besar. Karena, menurut dia, masing masing kandidat punya kader dan simpatisan yang loyal. Di pilgub mendatang dia meyakini kader dan simpatisan masing masing kandidat tidak akan mengikuti garis partai semua. 

‘’ Tolong garis bawahi ya..perpecahan yang saya maksud adalah dukungan di Pilgub ya… bukan yang lain.  Kan wajar saja, kader dan simpatisan yang sudah banyak dibantu, tentu akan mendukung idolanya masing masing. Toh semua kandidat adalah kader Golkar,’’ katanya.

Untuk diketahui, dalam Musda nanti, CE disebut-sebut sebagai calon  kuat pengganti alm Zoerman Manap memimpin Golkar Provinsi Jambi. Hal ini bukan tanpa alasan, CE yang menyatakan bakal menggandeng Bupati Tebo Sukandar sebagai wakilnya di Pilgub Jambi, seakan mengunci dukungan Golkar.

Bahkan, sebelumnya saat mendaftar di penjaringan Bacagub PDIP, CE terlihat dikawal penuh oleh Fraksi Golkar Provinsi Jambi dan sejumlah ketua DPD Ii Golkar kabupaten dan kota.(ald)

Related Posts

0 Comments:

Post a Comment


Recent Posts

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Privacy Policy | Disclaimer | Peta Situs