Indonesia Punya 38 Provinsi Sekarang, Ini Yang Terbaru dan Profilnya

Foto: Peta Indonesia (Dok: Istimewa)

Jakarta | Merdekapost - Saat ini Indonesia memiliki 38 provinsi. Wilayah terbaru yang disahkan sebagai provinsi adalah Papua Barat Daya.

Sebelum Papua Barat Daya, pemerintah juga meresmikan tiga provinsi terbaru di Papua. Yakni Papua Selatan, Papua Tengah serta Papua Pegunungan.

Untuk Papua Barat Daya, pemekarannya terdapat dalam Undang-undang (UU) Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya yang disahkan dalam rapat paripurna oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Kamis (17/11/2022), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Berikut ini daftar 38 provinsi di Indonesia:

1. Nanggroe Aceh Darussalam (Ibu Kota Banda Aceh)

2. Sumatera Utara (Ibu Kota Medan)

3. Sumatera Selatan (Ibu Kota Palembang)

4. Sumatera Barat (Ibu Kota Padang)

5. Bengkulu (Ibu Kota Bengkulu)

6. Riau (Ibu Kota Pekanbaru)

7. Kepulauan Riau (Ibu Kota Tanjung Pinang)

8. Jambi (Ibu Kota Jambi)

9. Lampung (Ibu Kota Bandar Lampung)

10. Bangka Belitung (Ibu Kota Pangkal Pinang)

11. Kalimantan Barat (Ibu Kota Pontianak)

12. Kalimantan Timur (Ibu Kota Samarinda)

13. Kalimantan Selatan (Ibu Kota Banjarbaru)

14. Kalimantan Tengah (Ibu Kota Palangkaraya)

15. Kalimantan Utara (Ibu Kota Tanjung Selor)

16. Banten (Ibu Kota Serang)

17. DKI Jakarta (Ibu Kota Jakarta)

18. Jawa Barat (Ibu Kota Bandung)

19. Jawa Tengah (Ibu Kota Semarang)

20. Daerah Istimewa Yogyakarta (Ibu Kota Yogyakarta)

21. Jawa Timur (Ibu Kota Surabaya)

22. Bali (Ibu Kota Denpasar)

23. Nusa Tenggara Timur (Ibu Kota Kupang)

24. Nusa Tenggara Barat (Ibu Kota Mataram)

25. Gorontalo (Ibu Kota Gorontalo)

26. Sulawesi Barat (Ibu Kota Mamuju)

27. Sulawesi Tengah (Ibu Kota Palu)

28. Sulawesi Utara (Ibu Kota Manado)

29. Sulawesi Tenggara (Ibu Kota Kendari)

30. Sulawesi Selatan (Ibu Kota Makassar)

31. Maluku Utara (Ibu Kota Sofifi)

32. Maluku (Ibu Kota Ambon)

33. Papua Barat (Ibu Kota Manokwari)

34. Papua (Ibu Kota Jayapura)

35. Papua Tengah (Ibu Kota Nabire)

36. Papua Pegunungan (Ibu Kota Jayawijaya)

37. Papua Selatan (Ibu Kota Merauke)

38. Papua Barat Daya (Ibu Kota Sorong)

Foto Peta Papua dan Papua Barat (GOOGLE MAP)

Ini Profil 3 Provinsi Baru di Papua 

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meresmikan tiga provinsi baru Papua, Jumat (11/11/2022). Adapun tiga provinsi baru yang dimaksud, yakni Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Tiga provinsi baru itu merupakan pemekaran dari Provinsi Papua.

Berikut profil provinsi baru Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan: 

1. Provinsi Papua Selatan 

Provinsi Papua Selatan mempunyai nama adat Anim Ha dengan Merauke sebagai ibu kotanya. Provinsi ini meliputi Kabupaten Merauke, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, dan Kabupaten Boven Digoel. Suku yang mendiami wilayah Papua Selatan adalah Marind Anim, yang terdiri dari tujuh marga besar.

Ketujuh marga tersebut adalah Gebze, Kaize, Samkakai, Ndiken, Mahuze, Balagaize, dan Basik-basik. Hingga kini, masyarakat Marind Anim masih mempertahankan pola kehidupan berburu, meramu, dan bercocok tanam. Suku Marind Anim sendiri menjadikan sagu sebagai makanan pokok.

Tak hanya itu, sagu juga digunakan dalam berbagai ritual, mulai dari peradilan adat, musyawarah, dan perkawinan. 

Selain Marind Anim, Provinsi Papua Selatan juga ditinggali oleh Suku Asmat yang terbagi menjadi dua, mereka yang tinggal di pesisir pantai dan di bagian pedalaman. 

Perbatasan Provinsi 

Provinsi Papua Selatan atau Anim Ha berbatasan langsung dengan Papua Nugini di Timur dan Laut Arafuru di Selatan. 

Berikut rincian wilayah perbatasan Provinsi Papua Selatan: 

Utara: Papua Pegunungan 

Barat: Papua Tengah dan Laut Arafuru 

Selatan: Laut Arafuru 

Timur: Papua Nugini 

Komoditas keunggulan 

Suku Marind Anim yang menghuni wilayah Provinsi Papua Selatan terkenal pandai meracik makanan khas yang berasal dari sagu. 

Mereka juga memanfaatkan pohon sagu untuk membuat perahu dan sebagai bahan bangunan rumah. 

Sebagai sumber makanan pokok dan komoditas unggulan, tak heran jika pohon sagu sangat dihormati dan dijaga oleh suku ini. 

Sementara itu suku lain di provinsi ini, Suku Asmat, terkenal dengan hasil ukiran kayu yang unik. 

2. Provinsi Papua Tengah 

Provinsi Papua Tengah memiliki nama adat Mee Pago dan beribu kota di Kabupaten Nabire. Provinsi baru ini terdiri dari Kabupaten Nabire, Kabupaten Mimika, Kabupaten Paniai, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deyiai, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak, dan Kabupaten Puncak Jaya.

Mayoritas suku yang mendiami Provinsi Papua Tengah adalah Mee. Selain Mee, provinsi ini juga ditempati oleh suku lain, seperti Damal, Dani, Moni, dan Nduga. 

Suku Mee memiliki mata pencaharian utama bertani dan beternak. Meski demikian, mereka masih melakukan kegiatan lain seperti di bidang perikanan dan perdagangan. 

Perbatasan provinsi 

Provinsi Papua Tengah berbatasan langsung dengan provinsi lain di Pulau Papua. 

Berikut rincian wilayah perbatasan Provinsi Papua Tengah: 

Utara: Papua 

Barat: Papua Barat 

Selatan: Laut Arafuru 

Timur: Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan 

Komoditas unggulan 

Wilayah Mee Pago memiliki sejumlah komoditas unggulan. Misalnya, Kabupaten Dogiyai dan Paniai dikenal unggul dalam memproduksi kopi dan ubi jalar. 

Kabupaten Nabire unggul dengan jeruk, peternakan babi, dan padi. Kabupaten Intan Jaya terkenal dengan komoditas gaharu. 

Sementara itu, Kabupaten Mimika ditetapkan sebagai daerah pengembangan tambang tembaga dan batu bara. 

3. Provinsi Papua Pegunungan 

La Pago adalah nama adat dari Provinsi Papua Pegunungan. Kabupaten Jayawijaya merupakan ibu kota provinsi ini. 

Provinsi Papua Pegunungan terdiri dari Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Mamberamo Tengah, Kabupaten Nduga, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Yalimo, Kabupaten Pegunungan Bintang. 

Setidaknya ada 23 suku yang mendiami wilayah Provinsi Papua Pegunungan, antara lain Dani, Dem, Ndugwa, Ngalik, Ngalum, Nimbora, Pesekhem, Pyu, Una, dan Uria. 

Ada juga Suku Himanggona, Karfasia, Korapan, Kupel, Timorini, Wanam, Biksi, Momuna, Murop, Sela Sarmi, Nayak, Nduga, dan Yali. 

Sebagian besar Suku Nayak memiliki mata pencaharian sebagai petani ubi dan keladi. Mereka juga memiliki makanan pokok berupa ubi, sayur, serta babi, yang dimasak dengan cara ditimbun dengan batu panas. 

Sementara itu, Nduga, suku lain di provinsi ini mempunyai perkebunan dan kawasan khusus untuk berburu sebagai modal memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Perbatasan provinsi 

Papua Pegunungan menjadi satu-satunya provinsi yang terkunci daratan atau landlocked. Artinya, wilayah provinsi ini tidak berbatasan dengan perairan maupun laut. 

Berikut rincian perbatasan wilayah Provinsi Papua Pegunungan: 

Utara: Papua 

Barat: Papua Tengah 

Selatan: Papua Selatan 

Timur: Papua Nugini 

Komoditas unggulan 

Wilayah yang berada di pegunungan, membuat komoditas unggulan provinsi ini tak lepas dari tanaman-tanaman dataran tinggi. 

Beberapa komoditas unggulan Provinsi Papua Pegunungan atau La Pago adalah kopi, ubi jalar, buah merah, bawang, garahu, karet, nanas, jeruk, dan sayuran. 

(Sumber: Kompas.com) 

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar





Berita Terpopuler

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs