Haris vs Romi: Siapa yang Akan Merebut Hati Golkar?

Haris vs Romi: Siapa yang Akan Merebut Hati Golkar?
Oleh: Dr. Jafar Ahmad
*Pengamat Politik, Idea Institute / Akademisi IAIN Kerinci

Fenomena politik Jambi satu minggu terakhir sangat dinamis, terutama terkait Pilgub Jambi November 2024 mendatang. Setelah riuh minggu lalu apakah Haris akan melawan kotak kosong, muncul reaksi yang terlihat cukup serius dari Romi, sang calon penantang Haris di Pilgub nanti. Kita melihat dua pasangan calon yang sama-sama kuat: Haris-Sani dan Romi-Saniatul. Dalam kontestasi ini, dukungan partai menjadi faktor kunci. Saat ini, Haris-Sani terlihat berhasil mengamankan dukungan dari PAN, PPP, PKS, PKB, dan Demokrat. Di sisi lain, Romi-Saniatul juga sudah mendapatkan dukungan dari NasDem. Namun, yang menarik adalah posisi tiga partai besar—PDIP, Golkar, dan Gerindra—yang belum mengeluarkan rekomendasi resmi mereka.

Informasi yang beredar menunjukkan bahwa Haris-Sani sedang gencar melobi Gerindra dan PDIP. Sebaliknya, Romi-Saniatul tampaknya tidak menunjukkan upaya yang sama intensif untuk melobi kedua partai tersebut. Dalam situasi ini, perhatian publik Jambi kini tertuju pada keputusan Golkar, yang menjadi penentu arah pertarungan politik ini.

Mengapa dukungan Golkar begitu penting?

Jika Haris berhasil mengamankan dukungan Golkar, besar kemungkinan ia akan melawan kotak kosong, mengingat dukungan partai yang sudah solid di belakangnya. Sebaliknya, jika Romi berhasil meraih dukungan Golkar, maka kita akan melihat pertarungan politik yang lebih sengit dan kompetitif.

Dari perspektif kader partai, Saniatul memiliki peluang signifikan untuk mendapatkan dukungan Golkar, mengingat rekam jejaknya sebagai anggota DPR RI dari Golkar selama dua periode. Pengalaman dan jaringan internal yang dimiliki Saniatul memberikan modal politik yang kuat bagi Romi-Saniatul dalam merebut hati para petinggi Golkar. Namun, jangan lupakan bahwa Golkar juga memiliki kedekatan historis dengan Haris di Jambi. Cek Endra, ketua Golkar Provinsi Jambi, adalah kolega Haris saat dulu menjadi wakil bupati di Sarolangun. Kedekatan ini memberikan keunggulan tersendiri bagi Haris dalam upaya memobilisasi dukungan Golkar.

Dalam memahami dinamika ini, teori mobilisasi sumber daya yang dikemukakan oleh Mc Carthy dan Zald (1977) sangat relevan. Teori ini sebenarnya lebih sering digunakan untuk menjelaskan keberhasilan dalam gerakan sosial. Dalam konteks politik, teori ini menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah gerakan politik sangat bergantung pada kemampuan aktor untuk memobilisasi sumber daya yang tersedia—baik itu uang, para tokoh, dukungan politik, maupun akses ke media.

Haris-Sani telah menunjukkan kemampuan mereka dalam membangun jaringan politik yang luas dan aliansi strategis dengan berbagai partai. Dukungan dari PKB, partai berbasis massa Islam, menunjukkan kemampuan mereka untuk mengakses basis pemilih yang signifikan di Jambi.

Kedekatan personal Haris dengan Cek Endra juga memberikan keunggulan dalam mendapatkan dukungan Golkar. Rekam jejak pemerintahan Haris-Sani yang stabil dan harmonis menambah kredibilitas mereka, sebuah sumber daya simbolis yang penting dalam menarik dukungan partai dan pemilih. Di sisi lain, Romi-Saniatul juga memiliki kekuatan tersendiri dalam upaya merebut dukungan Golkar.

Saniatul, dengan pengalamannya sebagai anggota DPR RI dari Golkar, memiliki akses dan jaringan internal yang kuat dalam partai.

Kemampuan Romi-Saniatul untuk menggalang dukungan dari kalangan internal partai tidak bisa dianggap remeh. Selain itu, mereka juga memiliki kapasitas untuk menggalang dana dan mengelola kampanye dengan efektif.

Kemampuan berkomunikasi secara efektif dengan pemilih dan membangun narasi yang kuat juga menjadi faktor kunci. Haris-Sani tampaknya unggul dalam hal ini, dengan strategi komunikasi politik yang efektif yang berhasil meraih simpati dan dukungan dari berbagai kalangan. Namun, Romi-Saniatul juga memiliki kemampuan komunikasi yang juga potensial memperkuat posisi politiknya.

Dari analisis ini, jelas bahwa baik Haris-Sani maupun Romi-Saniatul memiliki keunggulan tersendiri dalam hal mobilisasi dukungan politik dan sumber daya yang diperlukan untuk memenangkan Pilgub Jambi. 

Namun, keputusan Golkar akan tetap menjadi faktor penentu yang signifikan. Apakah Golkar akan mendukung Haris dan memastikan kemenangan mereka, ataukah Golkar akan mendukung Romi-Saniatul dan memperpanjang pertarungan politik di Jambi? Hanya waktu yang akan menjawabnya.

Golkar sedang berdiri di tengah dua dilema. Satu sisi ingin membuktikan sebagai partai kader, di sisi lain, Golkar juga kelihatan mempertimbangkan kekuatan petahana.

Tentu, Golkar punya rumus sendiri dalam menentukan pilihannya. Kita tunggu saja!

(editor: Aldie Prasetya / Sumber: Jambilink)

PAN Usung Al Haris di Pilgub Jambi, ini "Dosa-dosa" Romi di PAN


 Merdekapost.com - Keputusan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk kembali mendukung Al Haris dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 2024 menjadi pukulan berat bagi Romi Haryanto, Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur).

Kegagalan Romi mendapatkan dukungan PAN dikarenakan beberapa faktor yang menjadi sorotan publik.

Faktor-Faktor Penyebab

Kurangnya Kepedulian dalam Mengurus PAN Tanjab Timur

Romi Hariyanto, yang telah menjabat Ketua DPD PAN Tanjung Jabung Timur selama 10 tahun, dikritik karena tidak mampu membangun kantor PAN di daerah tersebut.

Hingga kini, kantor PAN Tanjab Timur masih menyewa dari pihak ketiga. Berbeda dengan partai Golkar dan PDI-P yang memiliki kantor tetap meskipun hanya memiliki beberapa anggota di DPRD Tanjab Timur.

Pemasukan Uang Partai

Banyak pemasukan uang partai yang berasal dari sumbangan Fraksi PAN yang beranggotakan 17 orang dan bantuan keuangan parpol dari APBD yang bernilai ratusan juta rupiah per tahun, semuanya masuk ke kas DPD PAN Tanjab Timur.

Namun, manajemen dana ini dipertanyakan oleh banyak pihak. Karena tidak digunakan untuk membangun kantor permanen.

Pencalonan Independen dalam Pilbup Tanjab Timur

Ketika maju dalam Pilbup Tanjab Timur, Romi lebih memilih jalur independen tanpa mempedulikan marwah PAN, padahal saat itu dia masih menjabat sebagai Ketua PAN Tanjab Timur.

Langkah ini dinilai mencederai kepercayaan partai dan anggotanya.

Pendapat Pengamat Politik

Dr. Dedek Kusnadi, akademisi dari UIN STS Jambi, menilai bahwa untuk memudahkan Romi mendapatkan dukungan partai lain dalam Pilkada Gubernur Jambi 2024, ia harus segera mengambil keputusan untuk mundur dari PAN.

"Romi harus cepat ambil keputusan mundur dari PAN jika ingin mendapatkan perahu untuk maju di Pilgub Jambi. Langkah ini bisa membuka peluang bagi Romi untuk mencari dukungan dari partai lain yang mungkin lebih bersedia mendukung pencalonannya," ujar Dr. Dedek Kusnadi.

Dengan mundur dari PAN, kata Dr Dedek, Romi dapat menghindari konflik internal yang bisa merugikan posisinya.

Dr. Dedek Kusnadi menyoroti ketidakmampuan Romi dalam membangun kantor PAN di Tanjung Jabung Timur meskipun telah menjabat sebagai Ketua DPD PAN selama 10 tahun.

"Ini bukan hanya masalah simbolik, tetapi juga mencerminkan manajemen yang kurang efektif dan komitmen yang dipertanyakan terhadap pengembangan partai di daerah," ujar Dr. Dedek.

Pengelolaan dana partai, yang berasal dari sumbangan fraksi dan bantuan APBD, dinilai tidak optimal.

"Ada pertanyaan serius tentang bagaimana dana tersebut dikelola dan digunakan. Ini menimbulkan ketidakpercayaan di antara anggota partai dan konstituen," jelasnya.

Kemudian, Langkah Romi untuk maju sebagai calon independen dalam Pilbup Tanjab Timur tanpa melibatkan PAN menunjukkan kurangnya kesetiaan dan menghargai marwah partai.

"Ini memberikan sinyal negatif kepada partai bahwa Romi mungkin tidak sepenuhnya berkomitmen kepada PAN," kata Dr. Dedek.

Keberhasilan Al Haris dalam mendukung caleg PAN dan memenangkan kursi Ketua DPRD Provinsi Jambi menunjukkan kepemimpinan yang efektif dan berdampak positif bagi partai.

"Al Haris memberikan contoh yang kuat tentang bagaimana kepemimpinan yang baik bisa memperkuat posisi partai di tingkat provinsi," tambahnya.

Dr. Dedek Kusnadi merekomendasikan agar Romi mempertimbangkan untuk mundur dari PAN jika ingin meningkatkan peluangnya dalam Pilkada Gubernur Jambi 2024.

"Langkah ini bukan hanya tentang mengambil keputusan yang cepat, tetapi juga tentang membangun kembali kepercayaan dan aliansi yang lebih kuat," ujarnya.

Dengan mundur dari PAN, Romi dapat menghindari konflik internal dan membuka peluang untuk mencari dukungan dari partai lain.

"Ini bisa menjadi langkah strategis untuk menunjukkan bahwa Romi serius dalam memperbaiki posisinya dan mendapatkan dukungan yang lebih luas," kata Dr. Dedek.

Romi harus segera membangun komunikasi dan aliansi dengan partai-partai lain yang mungkin lebih bersedia mendukung pencalonannya.

"Dia harus menunjukkan komitmen yang kuat dan visi yang jelas untuk masa depan Jambi. Ini bisa membantu mendapatkan dukungan yang diperlukan untuk maju," jelasnya.

Memperbaiki Citra dan Manajemen

Romi perlu memperbaiki citra dirinya dengan menunjukkan keberhasilan dalam manajemen dan pengembangan infrastruktur partai.

"Langkah-langkah konkret dalam memperbaiki manajemen dan infrastruktur partai dapat membantu mengembalikan kepercayaan dan mendukung ambisi politiknya," tambah Dr. Dedek.(

Sumber : Jambilink.com

https://jambilink.com/pan-usung-al-haris-di-pilgub-jambi-romi-melawan-pan/

Ketakutan dan Panik, Buzzer Romi Sebar Hoax di Medsos

 

Merdekapost.com - Beberapa hari terakhir, buzzer yang diduga tim Romi Hariyanto, sebar video hoax soal Al Haris di media sosial. Isi kontentnya tak berdasar, terkesan penuh hujatan dan kebencian. 

Ketua Forum Masyarakat Peduli Pilkada Jambi (FM2PJ), Syaiful Bakri, menilai bahwa langkah tim Romi yang mainkan video hoax itu adalah bentuk kepanikan dan ketakutan.

Apalagi, sampai hari ini belum ada partai yang tertarik dengan Romi Hariyanto untuk mendukung di Pilgub Jambi 2024.

"Makin jelas dia panik dan ketakutan. Malah nyebar fitnah dan hoax di medsos. Oi Bro, apa ndak takut dipidana dengan UU ITE? Ciyeee panik ni yeeee..." ungkap Syaiful Bakri kepada media, Selasa (21/5/2024).

Menurutnya, video video hoax semacam ini sudah banyak tersebar di medsos, tanda Romi tak bisa "dijual".

"Romi itu apa yang bisa dijual dari dia? Ngurus jalan saja di Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim, red) tak bisa. Pembangunan macet. Partai banyak tak tertarik dengan dia. Apalagi dia pernah menghianati partai yang membesarkannya sendiri, PAN, ya partai mana yang mau ambil manusia tak komit semacam itu," beber Syaiful.

Karena itu, Syaiful mengingatkan agar bijaksanalah bermedsos. Karena akun medsos tak ada lembaga hukum seperti media, berarti langsung yang nyebar bisa dipidana UU ITE.

"Kami sudah kumpulkan konten konten hoax yang diduga dari tim Romi inisial B dan S itu, kebanyakan di TikTok. Tinggal lapor ke Polda, otaknya si B dan S itu bisa langsung dikurung," ujarnya.

Sementara, hingga saat ini, belum ada satu partai pun yang tertarik dukung Romi.

"Sudahlah Romi, urus saja jalan di Tanjabtim itu, kasihan rakyatmu menderita. Malah mau maju Pilgub, apa kemampuan Romi itu," tutup Syaiful.

Selain itu, ia menilai Romi sok sok kuat. 

"Kuat dari mana, partai aja belum ada. Jalan di Sabak banyak rusak tak diurusnya. Sudahlah sok sok kuat, sok sok jadi korban," tutupnya.

Sementara, Udin (50), warga Desa Sungai Itik, Kecamatan Sadu, memastikan bahwa jalan di Sadu rusak parah. 

"Kami masih merasa belum merdek sejak Romi jadi Bupati Tanjabtim. Apa kerj Romi? Kayak orang "mabuk" bae mimpin, dak tau apo nak digawe. Yang cam ko nak jadi gubernur? Hancur Jambi," tutupnya.(

Sumber : Jambiseru.com

Romi Makin Lemah, Basisnya Hancur Lebur Dikepung Keluarga Laza dan Dilla Hich

  

Bupati Tanjung Jabung Timur, Romi Hariyanto. Foto: Ist

Merdekapost.com - Dinamika politik di Kabupaten Tanjung Jabung Timur semakin memanas. Perebutan basis suara terlihat pada Pilbup 2024 kali ini. 

Betapa tidak, beberapa kandidat yang akan berkontestasi pada Pilbup Tanjab Timur nanti diantaranya Zumi Laza, Dilla Hich, dan Wirdayanti, Istri sang Bupati Tanjabtim Romi Hariyanto. 

Ketua Lembaga Keadilan Peduli Masyarakat Indonesia (LKPMI) Provinsi Jambi, Dedi Yansi mengatakan, para kandidat yang akan ikut berkontestasi di Pilkada Tanjab Timur masing-masing memiliki basis yang kuat dengan kebesaran nama keluarga. 

"Kita bisa lihat, Zumi Laza merupakan anak dari mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin dan Dilla Hich merupakan anak dari mantan Bupati Tanjab Timur Abdullah Hich. Almarhum pak Zul dan Hich adalah dua keluarga yang amat disegani di Tanjab Timur dan memiliki basis masa yang cukup kuat," ungkap Dedi. 

Dengan hal itu, kata Dedi, membuat Romi Hariyanto menjadi lemah untuk memperjuangkan istrinya Wirdayanti dalam memenangkan Pilbup mendatang. 

"Kita ketahui, orang tua dari Zumi Laza dan Dilla Hich merupakan orang kuat di Tanjab Timur. Dan Romi dipastikan akan terlihat lemah untuk memperjuangkan istrinya menggantikan dirinya menjadi Bupati Tanjab Timur. Karena basis Romi hancur lebur," jelas Dedi. 

Tak hanya di Pilbup, dengan adanya Zumi Laza yang membangkitkan kembali trah Nurdin Hamzah, bisa menghancurkan basis suara Romi Hariyanto di Tanjab Timur pada Pilgub Jambi nanti. 

"Dengan adanya Zumi Laza yang diusung PAN pada Pilbup nanti, otomatis akan menghancurkan suara Romi Hariyanto di Tanjab Timur. Karena PAN akan habis-habisan akan merebut kemenangan Al Haris kembali pada Pemilihan Gubernur dan Pemilihan Bupati 2024 mendatang," jelas Dedi.

Sumber: Pemayung.id

Pilbup Tanjabtim: Romi Panik, Dukung Laza, Dillah Hich atau Isteri Sendiri

    

Zumi Laza, Dillah Hick dan Wirdayantu. Foto: ist

Merdekapost.com - Pilkada 2024 yang hanya beberapa bulan lagi menarik perhatian. Saat ini, peta politik untuk Pilkada di Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dilanda kepanikan.

Bupati Tanjabtim Romi Haryanto sekaligus Ketua DPD PAN Tanjabtim panik. Ia dilema dukungan untuk membantu antara Zumi Laza, Dillah Hich atau Isterinya sendiri.

Romi Haryanto berada di posisi yang sulit sebagai tokoh kunci dalam PAN dan kepala daerah. Ia harus memilih antara mendukung Zumi Laza merupakan adik kandung mantan Gubernur Jambi dan mantan Bupati Tanjabtim Zumi Zola, atau Dillah Hich, seorang politisi dengan basis kuat, atau istrinya sendiri, yang juga memiliki aspirasi politik.

Mendukung istrinya tentu saja memiliki keuntungan dari segi keluarga dan dapat memperkuat kekuatan internal di lingkup pribadi. Namun, hal ini juga bisa menimbulkan persepsi negatif di kalangan pendukung PAN dan masyarakat, terkait dengan nepotisme dan konflik kepentingan.

Di sisi lain, Dillah Hich, sebagai putri mantan Bupati Tanjab Timur, memiliki basis politik yang kuat dan pengalaman dalam dunia politik.

Mendukung Dillah Hich bisa memperluas dukungan PAN di kalangan pendukung tradisional dan memastikan kestabilan politik dalam partai.

Namun, memilih mendukung Dillah Hich juga berarti Romi harus menghadapi tantangan internal dan mungkin ketidaksepakatan dalam keluarganya sendiri.

Zumi Laza, adik dari Zumi Zola, membawa pengaruh keluarga yang besar dalam kontestasi politik di Tanjab Timur. Zumi Zola, yang pernah menjabat sebagai Gubernur Jambi dan Bupati Tanjab Timur, memiliki rekam jejak yang kuat di daerah ini.

Keterlibatan keluarga Zola dalam politik lokal memberikan Zumi Laza modal sosial dan politik yang tidak bisa diabaikan.

Keluarga Nurdin Hamzah, yang diwakili oleh Zumi Laza dalam Pilkada kali ini, memiliki rekam jejak yang sangat kuat di Tanjab Timur. Nurdin Hamzah, yang merupakan konglomerat berpengaruh di masa lalu, membangun fondasi yang kokoh dalam politik daerah ini.

Pengaruh dan kontribusinya dalam pembangunan Tanjab Timur masih dikenang oleh banyak warga, menjadikan nama keluarganya sebagai simbol stabilitas dan kemajuan.

Sebagai calon yang diusung dalam Pilkada 2024, Zumi Laza membawa visi untuk melanjutkan warisan politik keluarganya.

Dengan modal dukungan dari basis pemilih yang loyal kepada keluarga Nurdin Hamzah, Zumi Laza diharapkan dapat meneruskan program-program pembangunan yang telah dirintis oleh pendahulunya.

Pengaruh kuat keluarga ini di Tanjab Timur memberikan Zumi Laza keunggulan tersendiri dalam meraih simpati dan dukungan masyarakat.

Meskipun memiliki kekuatan keluarga yang kuat, Zumi Laza harus menghadapi berbagai tantangan dalam Pilkada kali ini.

Persaingan dengan kandidat lain yang juga memiliki basis dukungan kuat, serta dinamika politik internal partai, akan menjadi ujian tersendiri bagi Zumi Laza. Namun, dukungan dari keluarga dan warisan politik yang kokoh memberikan Zumi Laza modal yang signifikan untuk bersaing.

Tantangan itu datang pula dari Romi Haryanto, yang konon memilih untuk tidak mendukungnya dalam Pilkada 2024.

Keputusan ini menandakan adanya strategi politik yang berbeda dan mungkin pertimbangan khusus yang hanya diketahui oleh Romi Haryanto. Hal ini juga menciptakan ketidakpastian dan dinamika baru dalam peta politik Tanjab Timur.

Menurut Dr. Dedek Kusnadi, akademisi dari UIN STS Jambi, peta politik di Tanjab Timur menjelang Pilkada 2024 menunjukkan persaingan yang ketat dan kompleks.

“Kekuatan keluarga Zumi Zola masih berpengaruh besar di Tanjab Timur. Meskipun Zola memiliki catatan kasus hukum, basis pendukungnya masih solid dan loyal. Ini memberikan keuntungan tersendiri bagi Zumi Laza,” kata Dr. Dedek.

Dr. Dedek juga menyoroti dilema yang dihadapi Romi Haryanto sebagai faktor yang dapat mempengaruhi stabilitas dukungan politik di PAN.

“Romi Haryanto harus membuat keputusan strategis tentang dukungannya. Jika ia mendukung istrinya, ini bisa memperkuat posisi keluarga dalam politik lokal, tetapi bisa juga menimbulkan konflik kepentingan.

Sementara mendukung Dillah Hich dapat memperluas basis dukungan PAN, namun bisa melemahkan kekuatan internal jika tidak dikelola dengan baik,” jelasnya.

Dengan kekuatan keluarga yang diusung Zumi Laza dan dilema dukungan dalam PAN, dinamika politik di Tanjab Timur akan terus berkembang.

Kandidat lain harus memperkuat strategi kampanye mereka untuk bersaing dengan kekuatan tradisional dan basis dukungan yang kuat.

Pilkada 2024 di Tanjab Timur tidak hanya menjadi ajang kontestasi politik biasa, tetapi juga sebuah arena untuk menguji kekuatan pengaruh keluarga dan keputusan strategis para pemimpin partai.

Masyarakat Tanjab Timur akan menjadi saksi bagaimana berbagai faktor ini akan mempengaruhi hasil akhir pemilihan kepala daerah mereka. (*)

Sumber: Jambilink.com

Dulu Tak Butuh Parpol, Kini Romi Merengek Minta Dukungan Maju Pilgub Jambi

 

Merdekapost.com - Romi Haryanto, Bupati Tanjab Timur itu tentu tak bisa melupakan langkah beraninya lima tahun silam. Saat itu, sebagai Bupati yang sedang menjabat, Romi memutuskan untuk mencalonkan diri untuk kali kedua, tanpa dukungan partai politik.

Langkah nekatnya tersebut, memang membuatnya terpilih kembali sebagai Bupati melalui jalur independen. Namun, kemenangan tersebut tidak tanpa harga. Partai Amanat Nasional (PAN), yang sebelumnya menaungi Romi, sempat mencopotnya dari posisi Ketua DPD PAN Tanjab Timur.

Meski akhirnya posisinya di PAN kembali dipulihkan, hubungan Romi dengan partai politik tetap tidak berjalan mulus. Romi kini dihadapkan pada kenyataan pahit di mana partai-partai yang dulu diabaikannya, kini meragukan komitmennya. Keputusan Romi yang independen telah meninggalkan luka yang dalam di antara elite-elite politik.

Kini, menjelang Pemilihan Gubernur Jambi 2024, Romi tampak berbeda. Tidak lagi berdiri tegak dengan keyakinan tanpa partai, Romi kini tampak mengemis-ngemis dukungan dari partai-partai politik.

Perubahan sikap ini tidak luput dari pengamatan Dr. Dedek Kusnadi, akademisi dari UIN STS Jambi.

"Romi telah menunjukkan sikap yang tidak konsisten terhadap partai politik, yang membuat partai-partai ragu untuk kembali mendukungnya," ujar Dr. Dedek.

Langkah Romi menuju Pilgub Jambi 2024 semakin terjal dengan adanya pesaing kuat, Al Haris, petahana yang memiliki hubungan solid dengan partai-partai politik. Para partai kini lebih memilih mendukung Al Haris yang terbukti konsisten dan kooperatif. Dari kacamata dan pengamatan Dr Dedek, PAN dan partai-partai lain lebih memilih Al Haris karena rekam jejaknya yang positif dalam berkoalisi.

Sejak dicalonkan kembali sebagai Ketua DPD PAN, Romi mencoba merajut kembali jalinan yang terputus. Namun, sejarah tetap menjadi pengingat. Partai-partai yang pernah dikecewakan tetap berhati-hati.

Mereka melihat ke belakang, pada saat Romi memilih berjalan sendiri tanpa sandaran partai. Kecurigaan dan ketidakpercayaan menjadi bayang-bayang yang sulit dihilangkan.

"Partai politik tentu mempertimbangkan rekam jejak dalam memberikan dukungan. Sikap Romi yang sebelumnya mengabaikan peran partai menjadi salah satu alasan kuat partai-partai memilih Al Haris yang lebih konsisten," tambah Dr. Dedek Kusnadi.

Romi kini berada di persimpangan. Pilgub Jambi 2024 bukan hanya tentang memenangkan suara rakyat, tetapi juga tentang merebut kembali kepercayaan partai-partai yang pernah dia abaikan.

Apakah Romi akan mampu meyakinkan kembali partai-partai politik untuk mengusungnya, ataukah sejarah akan mengulang dirinya sendiri, meninggalkan Romi di tepi panggung politik Jambi? Hanya waktu yang akan menjawab.(*)

Jalan di Simbur Naik Tanjabtim Bak Kubangan Kerbau

 

Kondisi jalan di Desa Simbur Tanjabtim. Foto: Ist

Merdekapost.com - Jalan di Desa Simbur Naik, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) bak kubangan kerbau. Ini adalah wilayah kekuasaan Bupati Romi Hariyanto. 

Jalan yang menghubungkan tiga desa ini, banyak kendaraan yang terpuruk di jalan yang berlubang itu.

Jalan rusak ini pun tampak tak kunjung berakhir. Kerusakan yang terlihat di beberapa titik jalan tersebut, menjadi hambatan serius bagi warga yang hendak melintas.

Pantauan di lokasi, terlihat sebuah truk bermuatan sawit terpuruk di salah satu lubang yang berada di tengah jalan. Bahkan, mengakibatkan kendaraan roda empat lainnya tak bisa melintas.

Hardian, salah satu pengendara yang ingin melintas sempat kesal karena sempat terpuruk. 

"Ada tiga titik yang paling parah, kalau mau melintas menggunakan kendaraan pribadi mikir 10 kali lah. Saya pastikan terpuruk. Ini untung saja ada yang bantu narik mobil. Ini bak kubangan kerbau, " katanya dengan nada kesal.

Dikatakan Hardian, dalam waktu setahun belakangan ini, ia sudah tiga kali ke Desa Simbur Naik. Namun selalu menemukan permasalahan yang sama yaitu jalan hancur. 

"Ini yang ketiga kalinya ke Simbur, tapi selalu aja ada kendala jalan-jalan yang hancur dan berlubang," tutupnya. (*)

Romi Maju Pilgub Jambi, Warga : Ngurus Jalan Tanjabtim Saja Tak Beres

 

Bupati Tanjung Jabung Timur, Romi Rariyanto. Foto: Ist

Merdekapost.com - keinginan Romi untuk maju di Pilgub Jambi 2024, mendapat tanggapan negatif dari warga Tanjabtim khususnya wilayah Kecamatan Sadu.

Menurut seorang warga Kecamatan Sadu, Udin (46), Romi Haryanto belum pantas untuk maju di Pilgub Jambi 2024.

Baca Juga: Ahmadi Turun Bersama Pendukung & Simpatisan Lengkapi Berkas Pendaftaran di Partai Gerindra

Alasannya, Romi belum berhasil memperbaiki semua jalan kabupaten di Tanjabtim, terutama di Kecamatan Sadu.

Jalan kabupaten penghubung desa-desa di kecamatan Sadu, diakuinya masih banyak yang rusak berat bahkan ada yang tak bisa dilalui kendaraan.

“Romi mau maju Pilgub? Ngurus jalan kabupaten saja ndak beres,” jelas Udin kepada media, Minggu (12/5/2024).

Baca Juga: Bacabup yang Daftar di PAN Kerinci Klaim Dapat Rekomendasi, Muksin: Bukan, Itu Surat Tugas

Menurut Udin, jalan tak layak dilalui itu adalah fakta terutama di Kecamatan Sadu.

“Bagi yang tak percaya silakan kunjungi langsung lihat langsung di lapangan semua orang di satu tahu kok keadaannya,” tutup Udin. (Red)

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs