Hamas Sebut Kemenangan Putin di Pilpres Rusia Penting bagi Perjuangan Palestina

Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Reuters)

GAZA – Kemenangan Vladimir Putin di Pemilihan Presiden (Pilpres) Rusia 2024 dinilai memenuhi kepentingan strategis rakyat Palestina dan seluruh Timur Tengah. 

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Hubungan Internasional Biro Politik Hamas, Basem Naim, kemarin. “Terpilihnya kembali Presiden Putin penting bagi perjuangan Palestina,” ujar Naim kepada kantor berita Sputnik, Selasa (19/3/2024). 

Dia menuturkan, Putin dikenal karena dukungannya yang teguh terhadap masalah Palestina dan hak rakyat Palestina untuk menolak pendudukan Israel. Tak hanya itu, masyarakat dunia baru-baru ini juga menyaksikan sikap konsisten Rusia di Dewan Keamanan PBB dalam membela Palestina.  

“Kemenangan Presiden Putin adalah demi kepentingan strategis Palestina dan seluruh kawasan,” kata Naim. 

Dia lantas menyebut konflik Palestina-Israel yang sedang berlangsung saat ini jadi berlarut-larut karena keterlibatan Amerika Serikat dengan Israel. Dia menuduh Washington DC selama beberapa dekade mencegah segala kemungkinan penyelesaian konflik Israel-Palestina. 

Tindakan AS menurutnya telah merusak iktikad internasional untuk mengakhiri perang di Gaza. 

“Ada kepentingan Palestina yang mengakar dalam melemahkan kehadiran AS di kawasan dan memulihkan keseimbangan sistem internasional, yaitu menghilangkan tatanan dunia unipolar dan unilateralisme,” kata Naim. 

Pilpres Rusia 2024 diselenggarakan pada Jumat (15/3/2024) hingga Minggu (17/3/2024) lalu. 

Hasilnya, Putin memenangkan pemilihan itu dengan perolehan 87,28 persen suara, menurut penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat Rusia setelah memproses 100 persen surat suara yang masuk pada Senin (18/3/2024). 

[ Sumber: iNews.id | Editor: Admin | Merdekapost.com ]

Viral!!! Gambar & Emoji Semangka Palestina Ini Lho Arti dan Sejarahnya

VIRAL : Foto, emoji hingga animasi semangka yang disandingkan dengan objek lain sebagai bentuk dukungan kepada Palestina. (Ilustrasi)

Merdekapost - Beberapa hari ini, foto, emoji hingga animasi semangka yang disandingkan dengan objek lain sebagai bentuk dukungan kepada Palestina, viral di media sosial. Banyak yang penasaran apa arti semangka Palestina ini? Berikut penjelasannya.

Arti Semangka Palestina Ini

Secara filosofis, warna buah semangka menggambarkan elemen-elemen bendera Palestina. Yakni hijau pada kulitnya dan merah di dalamnya ketika dikupas. 

Baca juga : 

Ternyata! Semangka jadi Simbol Palestina Kenapa Israel Sangat 'Alergi' ?

Bagian biji hitam dan daging putihnya juga merepresentasikan warna-warna bendera Palestina. 

Hal ini menjadikan semangka simbol kuat solidaritas dan dukungan terhadap Palestina. Menjadi ikon paling mencolok di antara buah-buahan lainnya seperti jeruk, zaitun, dan terong, yang juga kerap dijadikan simbol oleh warga Palestina.

Sejarah Semangka Palestina

Penggunaan semangka sebagai simbol perlawanan tidaklah baru. Semangka Palestina ini muncul setelah perang 6 hari pada tahun 1967.

Ketika itu, Israel melarang penggunaan bendera Palestina di wilayah pendudukan, sehingga semangka diadopsi sebagai simbol perlawanan terhadap tindakan penindasan Israel terhadap identitas Palestina. 

Semangka kemudian dianggap sebagai simbol perlawanan yang sering muncul dalam berbagai bentuk seni, kemeja, grafiti, dan poster. 

Bahkan, pada tahun 1980, karya seniman Palestina seperti Sliman Mansour, Nabil Anani, dan Issam Badr disensor oleh tentara Israel karena dianggap mengandung unsur politis dan warna bendera Palestina. Sebanyak 79 galeri yang sedang memamerkan karya seniman tersebut, ditutup paksa.(*)

Ini 14 Negara yang Menolak Gencatan Senjata Israel-Hamas

Sidang Umum PBB bahas soal perang Israel dan Hamas. (AP/Bebeto Matthews)

Jakarta | Merdekapost.com - Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan agar segera dilakukan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Selain itu, Majelis Umum PBB juga menuntut akses bantuan ke Jalur Gaza.

Lihat Juga :

Ternyata! Semangka jadi Simbol Palestina Kenapa Israel Sangat 'Alergi' ?

Dalam pemungutan suara yang digelar di New York pada Jumat (3/11), sebanyak 120 negara sepakat mendukung dilakukannya gencatan senjata seperti Brazil, Argentina, Prancis, Rusia dan Indonesia.


Sementara sebanyak 45 negara abstain (tidak memberikan suara), dan 14 negara menyatakan menolak, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Kanada menjadi salah satu negara yang abstain lantaran telah memperkenalkan amandemen yang akan secara lebih eksplisit mengutuk Hamas atas serangan "teroris" terhadap Israel pada 7 Oktober.

Kanada juga mendesak agar warga yang disandera segera dibebaskan.

Baca Juga: 

Ini Para Tokoh yang Ikut Aksi Bela Palestina di Monas, Puan hingga Anies

Berikut daftar 14 negara yang menolak gencatan senjata Israel:

1. Austria

2. Kroasia

3. Ceko

4. Fiji

5. Guatemala

6. Hongaria

7. Israel

8. Kepulauan Marshall

9. Mikronesia

10. Nauru

11. Papua Nugini

12. Paraguay

13. Tonga

14. Amerika Serikat

(adz | Sumber: aljazeera)

Ternyata! Semangka jadi Simbol Palestina Kenapa Israel Sangat 'Alergi' ?

Para pedemo menampilkan simbol semangka menentang aksi agresi Israel ke Gaza. (DOC | AFP)

Jakarta | Merdekapost.com - Akun media sosial beberapa hari ini dibanjiri oleh emoji semangka untuk menunjukkan solidaritas masyarakat dunia kepada Palestina atas serbuan Israel ke Jalur Gaza.

Buah ikonik di Palestina yang tumbuh dari Jenin hingga Gaza ini digunakan sebagai simbol perlawanan terhadap Israel.

Lihat Juga :

Ini Para Tokoh yang Ikut Aksi Bela Palestina di Monas, Puan hingga Anies

Dilansir dari The Washington Post, penggunaan emoji semangka dimaksudkan untuk menghindari sensor online dan moderasi konten atas peningkatan penegakan hukum karena perang Hamas dengan Israel.

Penggunaan emoji, gambar, dan karya seni dapat menggambarkan sikap aktivisme dan solidaritas di luar batas politik serta geografis.

Seorang seniman asal Palestina, Khaled Hourani, mengatakan terkadang seni bisa lebih bersifat politis daripada politik itu sendiri.

Semangka sebagai simbol perlawanan rakyat Palestina pertama kali dicetuskan pada tahun 1960-an. Saat Perang Enam Hari 1967 terjadi, Israel melarang pengibaran bendera Palestina di perbatasan. Pengibaran bendera Palestina dikhawatirkan akan membangkitkan rasa nasionalisme warga Palestina dan Arab.

Gerakan masyarakat pendukung Palestina berinisiatif untuk mencari pengganti bendera Palestina dan memutuskan menggunakan semangka. Para demonstran membawa irisan semangka untuk menggantikan bendera Palestina.

Semangka dipilih karena semua unsur warnanya serupa dengan bendera Palestina. Saat buah semangka dibelah, akan terlihat warna merah, kulit hijau-putih, dan biji hitam.

Pemerintah Israel ternyata tidak hanya sensitif menindak penggunaan bendera Palestina, tetapi juga dengan warna yang serupa. Dilansir dari Time News, seorang seniman Sliman Mansour mengatakan bahwa pejabat Israel pernah 79 galeri di Ramallah pada 1980.

"Mereka mengatakan kepada kami bahwa mengecat bendera Palestina itu dilarang, tapi warnanya juga dilarang. Maka Issam berkata, 'Bagaimana jika saya membuat bunga berwarna merah, hijau, hitam dan putih?', dan petugas itu menjawab dengan marah, 'Ini akan disita. Bahkan jika Anda mengecat semangka, itu akan disita,'" ungkap Mansour.

Para pemuda di Gaza juga pernah ditangkap oleh petugas keamanan karena membawa irisan semangka sebagai bentuk protes.

Penggunaan simbol semangka sempat mereda saat tercipta Perjanjian Oslo 1993 yang mencantumkan pengakuan timbal balik antara Israel dengan Organisasi Pembebasan Palestina.

Semangka kembali ramai digunakan pada 2021 saat pengadilan Israel memutuskan bahwa keluarga Palestina yang tinggal di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur akan diusir dari rumah mereka.

(Sumber: CNN Indonesia)

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs