JAKARTA - Nama calon pimpinan KPK sebentar lagi akan diumumkan. Tetapi, WAkil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso menyakini sudah ada dua nama yang sudah sesuai dengan keinginan DPR.
"Saya lihat ada satu dua nama dari calon pimpinan KPK yang sudah sangat tertarik dan connect dengan suasana hati DPR. Sudah nyetrum," katanya, Selasa petang, (16/8).
Sayangnya, ia enggan menyebutkan nama yang dimaksud. Menurutnya, untuk menjadi pimpinan KPK, kriteria dan impian yang selalu diusung adalah mereka bisa menjadi manusia setengah dewa.
Kalaupun ada sejumlah pihak yang menyatakan ada sejumlah nama yang tidak kompeten untuk menjadi calon pimpinan KPK, sebaiknya disuarakan pada pansel KPK. Termasuk desakan untuk mempertimbangkan keterwakilan institusi hukum yang lain seperti kejaksaan dan kepolisian.
"Jangan sembarangan menilai kejaksaan atau kepolisian itu memiliki kasta yang lebih rendah," katanya mengingatkan.
Politisi dari Partai Golkar ini memiliki, pendapat KPK akan lebih lengkap jika memiliki pimpinan yang dilatarbelakangi berbagai institusi yang sama-sama memiliki nafas untuk pengentasan hukum di Indonesia.
Menurutnya, ada formula yang tersirat dalam UU untuk mewakili dari unsur insitusi hukum yang lain yakni kepolisian dan kejaksaan. "Tapi itu sifatnya nggak wajib," katanya.
Hanya saja, hal itu bisa menjadi bahan pertimbangan di DPR untuk melihat kompetensi calon pimpinan KPK ke depan tanpa mengikuti dan mendapat tekanan dari pihak luar. (ald/rep)
Dua Nama Calon Pimpinan KPK Sudah Sesuai dengan DPR
SBY: Indonesia Bukan Negara Gagal!
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa Indonesia bukan negara yang berada di bibir jurang kegagalan dan kebangkrutan. "Persepsi diri tentang negara gagal sesungguhnya telah sirna, setelah kita berhasil sepenuhnya keluar dari krisis multi-dimensional yang berlangsung selama 1998-1999," kata Presiden dalam sidang paripurna bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung MPR/DPR Senayan Jakarta, Selasa.
Menurut Presiden, saat ini Indonesia memiliki peluang untuk menjadi negara dengan skala ekonomi sepuluh terbesar di dunia dalam dua hingga tiga dasawarsa mendatang.
"Semua prestasi yang kita capai dalam tahun-tahun terakhir ini menegaskan satu kepercayaan, bahwa jalan menuju masa depan yang lebih baik itu berada di depan kita, untuk kita jalani bersama," katanya.
Indonesia, kata Presiden, juga tercatat sebagai negara dengan skala ekonomi terbesar di Asia Tenggara. "Kini, banyak pihak menyebut Indonesia sebagai emerging economy, bukan ekonomi dunia ketiga yang selama lebih dari 60 tahun selalu diasosiasikan dengan negara kita," katanya.
Pada kesempatan itu Presiden merujuk periode 1998-1999 sebagai saat yang sangat kritis dalam sejarah Indonesia. Menurut Presiden, fenomena negara gagal dan bangkrut berada di depan mata di masa itu sebab pertumbuhan ekonomi saat itu negatif karena mengalami kontraksi, serta hampir semua lembaga keuangan dan perbankan kehilangan kepercayaan dari pelaku pasar dalam dan luar negeri.
"Kita juga menghadapi konflik komunal berbasis etnik dan agama di sejumlah daerah dan sama seriusnya dengan semua itu, kita juga menghadapi ancaman disintegrasi teritorial," katanya.
Namun, kata dia, dalam sepuluh tahun era reformasi, Indonesia berhasil melewati arus sejarah yang tidak mudah.
"Kita mampu menjawab tantangan jaman dan tuntutan rakyat untuk melakukan perubahan-perubahan yang fundamental," katanya.
Saat ini, lanjut dia, Indonesia telah tampil sebagai salah satu negara demokrasi yang paling stabil dan mapan di Asia. Indonesia juga tercatat sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. (ald/ant)
Gaji PNS Naik Tidak Masalah, Asal...
Photo : Presiden SBY saat menyampaikan pidato kenegaraan sehubungan peringatan HUT RI 17 Agustus di Jakarta kemaren
JAKARTA – Pemerintah memastikan akan menaikkan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI dan Polri pada tahun 2012 mendatang. Dalam pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang RAPBN 2012 beserta Nota Keuangannya di hadapan anggota DPR, Selasa (16/8), presiden menyatakan kenaikan gaji PNS, TNI dan Polri rata-rata sebesar 10 persen.
Anggota Fraksi PDIP, Sukur Nababan, menyambut baik rencana kenaikan gaji PNS tersebut. Selama tujuannya untuk peningkatan kesejahteraan rakyat dan pegawai, kenaikan gaji bukanlah suatu hal yang tabu dan perlu dipermasalahkan.
Hanya saja, kata Sukur, kenaikan gaji PNS hendaknya dibarengi dengan upaya nyata pemerintah dalam meningkatkan penghasilan negara untuk menyeimbangkan struktur anggaran. "Karena kalau pemerintah hanya bisa berwacana soal peningkatan pendapatan APBN, maka defisit anggaran akan selalu besar," ujarnya, Rabu (17/8).
Selain mendongkrak penghasilan negara dari sektor pajak dan nonpajak, pemerintah harus menghentikan kebiasaan membentuk satuan tugas setiap ada masalah krusial yang muncul. Satgas-satgas baru yang kini banyak bermunculan akan membebani anggaran negara yang cukup besar. Terlebih, kontrol kerja dan sinergi antara satgas dan lembaga fungsional yang sudah lebih dulu ada tidak pernah terbukti efektif.
"Satgas-satgas itu yang mesti dipangkas karena menggerogoti anggaran dan cenderung hanya memfasilitasi orang-orangnya SBY yang tidak dapat jabatan," imbuh Sukur.
Sukur menambahkan, berbagai satgas dan badan atau lembaga nonkementerian seperti Satgas TKI, Satgas Mafia Hukum, BNP2TKI, dan satgas-satgas lainnya memakan anggaran negara triliunan rupiah.
Jika saja pemerintah bisa mengefisienkan pengeluaran negara dari borosnya penggunaan anggaran dari sektor tersebut, maka pos pengeluaran negara termasuk anggaran pembangunan dan anggaran kenaikan gaji pegawai, bisa lebih besar lagi. "Intinya harus dongkrak penghasilan dan efisiensi pengeluaran," tegas Sukur.(ald/rep/ant)
Mega Bilang Indonesia Negara tanpa Tujuan
JAKARTA - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) Megawati Soekarnoputri menilai negara Indonesia yang tidak memiliki Garis Besar Haluan Negara (GBHN) sehingga seperti negara tanpa tujuan.
"Arah pembangunan negara Indonesia hanya disasarkan oleh visi tahunan pemimpinnya," kata Megawati usai menghadiri upacara peringatan hari ulang tahun kemerdekaan ke-66 Republik Indonesia di halaman kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Rabu.
Upacara tersebut dihadiri para pengurus DPP PDI Perjuangan antara lain Sekjen Tjahjo Kumolo, Ketua-ketua yakni Puan Maharani, Maruarar Sirait, dan Trimedya Panjaitan serta kader PDIP dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Menurut Mega, pemerintah terlalu banyak berbicara tapi tanpa memiliki landasan landasan GBHN sehingga arah pembangunan Indonesia tidak jelas. Presiden periode 2000-2004 ini menegaskan, arah pembangunan negara besar seperti Indonesia seharusnya memiliki perencanaan yang jauh ke depan, paling tidak selama 50 tahun.
"Perencanaan tersebut dibagi ke dalam perencanaan jangka pendek, jengka menengah, dan jangka panjang," kata Megawati. Menurut dia, dengan adanya perencanaan yang panjang dan dituangkan melalui ketetapan MPR maka hal itu akan menjadi landasan arah pembangunan Indonesia ke depan.
"Pemimpin Indonesia saat ini harus introsepeksi dan koreksi diri terharap arah pembangunan Indonesia, agar bisa terarah," katanya. (ald/ant/rep)
Kopi Kurangi Resiko Kanker Kulit
Ada berita gembira bagi para penggemar kopi. Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika Serikat, kopi menunjukkan tanda dapat mengurangi resiko kanker kulit dengan membantu membunuh sel-sel yang rusak yang berpeluang dapat berubah menjadi tumor.
Temuan yang diterbitkan pada Senin itu, menunjukkan bahwa minum kafein secara wajar, atau bahkan menggunakan kopi di kulit, dapat berguna dalam menangkal kanker non-melanoma, diagnosis kanker kulit yang paling sering.
Dengan menggunakan tikus yang secara genetik telah dipengaruhi untuk menekan produksi enzim protein, ATR, dalam tubuhnya, para peneliti membuktikan bahwa tikus itu mampu menangkis kanker bahkan bila terkena sinar ultraviolet.
Penelitian sebelumnya telah menyarankan bahwa minum sekitar satu cangkir kopi berkafein per hari memiliki efek menekan ATR dan memicu kematian sel yang rusak oleh sinar UV.
Tikus itu pada akhirnya menderita kanker, namun itu terjadi setelah tiga pekan, dibandingkan dengan tikus yang normal, menurut penelitian yang diterbitkan dalam Laporan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional.
Setelah 19 pekan terpapar sinar ultraviolet, tikus yang direkayasa itu menunjukkan 69 persen lebih sedikit tumor dan empat kali lebih sedikit tumor invasif dibandingkan kelompok normal.
Namun, efek perlindungan hanya selama itu, setelah lebih dari 34 pekan terpapar sinar ultra violet, seluruh tikus menderita tumor.
"Akhirnya, jika anda memamar mereka dengan sinar ultra violet cukup lama, semua tikus akan menderita kanker sehingga hal itu tidak 100 persen memberikan perlindungan selamanya," kata Allan Conney, salah satu penulis, kepada AFP.
"Sungguh, dengan hampir semua jenis karsinogen, pada akhirnya semua hewan akan menderita tumor," kata Conney, yang merupakan direktur dari Laboratorium Penelitian Kanker Susan Lehman Cullman di Universitas Rutgers, New Jersey.
Conney dan timnya mampu mengkonfirmasi hipotesis mereka bahwa kafein -ketika dikonsumsi atau dioleskan pada kulit - bekerja dengan cara menghambat ATR. Sekarang mereka mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat bagaimana teori yang sama mungkin dapat juga bekerja pada manusia.
"Kami ingin melihat apakah kafein memiliki efek pada manusia bila diberikan secara berkala," katanya.
"Kafein mungkin menjadi senjata dalam pencegahan karena mampu menghambat ATR dan juga bertindak sebagai tabir surya serta langsung menyerap sinar UV yang merusak."
Kanker kulit adalah kanker paling umum di Amerika Serikat, dengan lebih dari satu juta kasus baru setiap tahun, menurut Institut Kanker Nasional.
Kanker kulit jenis non-melanoma, termasuk jenis sel basal dan sel skuamosa, adalah jenis kanker kulit yang paling sering didiagnosis dan sering dapat diobati jika terdeteksi di tahap awal.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan peminum kopi cenderung memiliki resiko lebih rendah menderita kanker payudara, rahim, prostat dan usus besar, namun efek yang bermanfaat tidak terlihat pada orang yang minum kopi tanpa kafein.(infokesehatan)
Bambang Soesatyo: Rakyat Tunggu Gebrakan KPK untuk Nazaruddin
JAKARTA - KPK merencanakan pemeriksaan terhadap mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin Kamis (18/8/2011). Sementara kuasa hukumnya, OC Kaligis, mengungkap Nazar akan lakukan aksi bisu saat diperiksa KPK. Nazar akan pasang badan untuk keselamatan istrinya yang kini menjadi buruan KPK.
"Kita berharap KPK mampu mengungkap apa sesungguhnya yang terjadi. Publik meyakini Nazar tidak mungkin bermain sendiri. Karena Kejahatan korupsi tidak mungkin terjadi tanpa ada campur tangan kekuatan politik dan kekuasaan," kata anggota DPR RI Bambang Soesatyo, Rabu (17/08/2011).
Ditegaskan, kalau hanya sekedar menjebloskan Nazar ke penjara dengan tuduhan puluhan bahkan ratusan kasus dengan kerugian trilyunan bahkan puluhan trilyun sekalipun, tidak perlu KPK.
"Rakyat menunggu gebrakan KPK yang memiliki kekuasaan demikian besar yang diberikan UU. Serta mampu mengungkapkan "those (elites) who are behind the gun"," Bambang menandaskan.(ald/ant)
Mega Kritik SBY: Bilang Indonesia Negara tanpa Tujuan
JAKARTA - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) Megawati Soekarnoputri menilai negara Indonesia yang tidak memiliki Garis Besar Haluan Negara (GBHN) sehingga seperti negara tanpa tujuan.
"Arah pembangunan negara Indonesia hanya disasarkan oleh visi tahunan pemimpinnya," kata Megawati usai menghadiri upacara peringatan hari ulang tahun kemerdekaan ke-66 Republik Indonesia di halaman kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Rabu.
Upacara tersebut dihadiri para pengurus DPP PDI Perjuangan antara lain Sekjen Tjahjo Kumolo, Ketua-ketua yakni Puan Maharani, Maruarar Sirait, dan Trimedya Panjaitan serta kader PDIP dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Menurut Mega, pemerintah terlalu banyak berbicara tapi tanpa memiliki landasan landasan GBHN sehingga arah pembangunan Indonesia tidak jelas. Presiden periode 2000-2004 ini menegaskan, arah pembangunan negara besar seperti Indonesia seharusnya memiliki perencanaan yang jauh ke depan, paling tidak selama 50 tahun.
"Perencanaan tersebut dibagi ke dalam perencanaan jangka pendek, jengka menengah, dan jangka panjang," kata Megawati. Menurut dia, dengan adanya perencanaan yang panjang dan dituangkan melalui ketetapan MPR maka hal itu akan menjadi landasan arah pembangunan Indonesia ke depan.
"Pemimpin Indonesia saat ini harus introsepeksi dan koreksi diri terharap arah pembangunan Indonesia". Ucapnya. (ald/ant)
Angelina Sondakh TerbukaTentang Hubungannya Dengan Mudjie
Jakarta - Kabar kedekatan artis dan politisi Angelina Sondakh dengan kakak iparnya, Mudjie Massaid bukanlah isapan jempol belaka. Bahkan, kini Angelina Sondakh sudah berani tampil berdua di hadapan publik. Ya, Angie dan Mudjie tampak akrab saat menjadi bintang tamu acara musik Dahsyat, RCTI dengan menyanyikan lagu berjudul Do’a. Lantas bagaimanakah sebenarnya hubungan mereka?
"Kedekatan kami sudah lama. Sejak kami di Belanda itu, Kak Muji paling banyak meluangkan waktunya untuk saya dan Mas Adjie. Kak Muji memang diamanahkan Mas Adjie untuk jadi kakak saya dan menjaga saya, Keanu, Zahwa dan Aaliyah,” tutur Angie di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (15/8/2011).
Puteri Indonesia 2001 ini menegaskan, kedekatannya dengan Mudjie hanyalah sebatas kedekatan antara kakak dan adik, bukan seperti yang banyak diperbincangkan jika mereka sudah menjalin kasih. Dan bukan hanya kakak iparnya tersebut yang menaruh perhatian terhadap dirinya, bahkan keluarga besar (alm) Adjie pun sering mengunjungi Angelina Sondakh hanya sekedar memberikan dukungan moril.
“Keluarga yang di Belanda itu selalu datang memberikan semangat bagi kami setelah Mas Adjie pergi. Keluarga Belanda itu benar-benar ingin menjagaku. Setelah Kak Mudjie pulang (ke Belanda), mama akan datang. Begitu mama pulang, ada paman yang datang ke Indonesia, lalu Kak Mudjie akan datang lagi. Begitu seterusnya," terang Angie. (ald/ant)
Ini yang Membuat Nazaruddin Terlihat Linglung
OC Kaligis: Nazaruddin Dicuci Otak Saat di Pesawat
Nazaruddin Tertangkap karena Mampir ke Bali?
Andi Malarangeng Bicara Pasca Nazaruddin Tertangkap
Satu Lagi, Pejabat Tebo Masuk Sel
Terkait Kasus Pengadaan Pakan Ikan Fiktif
MUARA TEBO, MP – Setelah sekitar satu bulan yang lalu Assisten II Setda Kabupaten Tebo Drs.H.Bukhari Usman ditahan di Lapas Muara Tebo terkait kasus pengadaan alat kontrasepsi sewaktu dirinya menjabat kepala Dinas KB PKS beberapa tahun yang lalu, kali ini satu lagi Kepala Dinas dilingkungan Pemkab Tebo dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Muara Tebo yaitu Ir.H.M. Eka Wijaya.
Eka Wijaya yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Tebo ini ditahan atas kasus dugaan pengadaan pakan ikan fiktif di Dinas Peternakan perikanan beberapa waktu yang lalu dan pada saat itu dirinya menjabat sebagai PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan).
Ditahannya Eka Wijaya dibenarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Muara Tebo melalui Kasi Pidsus Romi Azriyanto, SH, menurutnya Eka mulai ditahan secara resmi di Lapas Muara Tebo pada Senin sekitar pukul 15.00 WIB.
Dikatakannya, “memang benar, Eka Wijaya sejak Senin sore kemaren sekitar pukul 15.00 WIB sudah berada di lapas Muara Tebo, Dia ditahan atas kasus dugaan proyek fiktif pengadaan pakan ikan TA. 2007 senilai 730 juta dan dirinya selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada waktu itu dan telah ditetapkan sebagai tersangka”. Ungkapnya singkat.
Untuk diketahui pada kasus yang sama, Ir. Irwan Nefi (Kepala Dinas terkait pada saat itu) dan satu orang stafnya sudah menjalani hukuman tahanan badan di LP Muara Tebo sejak Agustus 2009 yang lalu sebagaimana putusan pengadilan Negeri Muara Tebo yang mana dirinya dijatuhi hukuman penjara satu tahun, denda 50 juta dan subsider 6 bulan.
Sementara itu, Pihak LSM TOPPAN DPD Tebo yang selama ini getol menyuarakan kasus ini, saat ini bisa bernapas sedikit lega, sebagaimana diungkapkan oleh M.Harahap selaku direktur eksekutifnya. Menurutnya, Pihaknya menyambut baik upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak kejari Muara Tebo, dengan ditahannya Saudara Eka Wijaya, maka satu persatu pelaku koruptor di Bumi seentak Galah Srengkuh Dayung ini akan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Dikatakannya, “Kami menyambut baik apa yang dilakukan oleh Aparat Kejaksaan atas penahanan Saudara Eka Wijaya, supaya dia bisa mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukannya, namun, kami masih menunggu para tersangka-tersangka lainnya yang selama ini menikmati uang hasil korupsi uang rakyat Tebo”. Ungkap Harahap.
“Dan perlu diingat, kami akan terus menyuarakan aspirasi rakyat, kami tidak segan-segan untuk melaporkan ke Kejagung atau Presiden sekalipun jika di tingkat Kabupaten Tebo atau Provinsi Jambi tidak menindaklanjuti suatu kasus sesuai dengan prosedur”. Tegas Harahap. (ald)