Elviana : PPP Partai Islam Tulen

MUARA BUNGO, MP – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bungo harus bekerja keras untuk bisa mengantarkan kader-kadernya agar bisa duduk di gedung DPRD kabupaten Bungo pada tahun 2014 mendatang setelah berhasil mengantarkan 2 orang kadernya yang saat ini menjadi wakil rakyat.

Saat ini PPP Bungo sedang mempersiapkan berbagai taktik dan strategi jitu agar bisa meraup suara dalam pemilu legislatif 2014 nanti sama halnya dengan peroleyhan suara pada tahun 2006 silam.

Berkenaan dengan hal tersebut, maka dari itu PPP kabupaten Bungo mengambil langkah untuk segera mempersiapkan kader-kadernya untuk menjadi calon legislatif (Caleg) pada tahun 2014 nanti. Bahkan awal 2012 nanti, caleg-caleg PPP sudah mulai disebarkan untuk meraih simpati masyarakat kabupaten Bungo.

“Apapun yang terjadi, PPP harus kembali menjadi salah satu partai bersar dikabupaten Bungo ini. Maka dari itu, persiapan pilleg 2014 sudah mulai dilakukan pada awal 2012 ini, “ungkap Ayatul Farid, ketua DPC PPP Bungo.

Tekad DPC PPP Bungo yang ingin mentargetkan 4 kursi DPRD Bungo pata tahun 2014 nanti bukanlah ujaran bibir saja. PPP benar-benar berupaya bagaimana supaya target mereka dalam pilleg 2014 mendatang bisa mendapatkan 4 kursi di gedung DPRD Bungo.

Demi mewujudkan hal tersebut, PPP tidak akan menunda-nunda peluang karena saat ini peluang PPP jadi partai pemenang Pemilu 2014 terbuka lebar. Karena di tengah masyarakat, PPP bukanlah partai yang penuh dengan intrik dan kamuplase semata. Hal ini diungkapkan pula oleh Elviana, wasekjen DPP PPP.

“PPP Bungo akan menjadi salah satu partai pemenang Pemilu 2014 nanti. Keyakinan tersebut bukan karena PPP memang partai yang besar. Selain itu, masyarakat pun menyadari bahwa PPP adalah satu-satunya partai yang berazazkan Islam dan partai yang selalu setia mendampingi umat, “paparnya. (her)

6 Bulan Uang Sayur Belum Cair

RIMBO BUJANG, MP – Para guru dan kepala sekolah di Kecamatan Rimbo Bujang dan Rimbo Ulu mengeluhkan belum cairnya uang sayur yang merupakan hak mereka. Ironisnya uang sayur ini belum cair untuk 6 bulan terakhir. Hal ini diungkapkan Wais, salah satu guru di SD Rimbo Ulu.

Menurut dia, uang sayur terakhir cair pada bulan Maret, untuk triwulan pertama tahun ini, bulan Januari, Februari, dan Maret. Sejak saat itu, hingga sekarang belum pernah cair lagi. Padahal seharusnya uang sayur diterima oleh guru setiap triwulan sekali.

“Sebelum lebaran kemarin untuk kentor sudah cair untuk triwulan kedua, tapi untuk guru hingga sekarang belum juga cair,” ungkap Wais.

Belum cairnya uang sayur yang menjadi hak setiap PNS ini juga dibenarkan oleh Jumadi, kepala sekolah SD. Menurut dia, seperti pada pencairan triwulan pertama, uang sayur yang

dibagikan sebesar Rp 15 ribu perguru, dihitung hari masuk.

“Untuk tahun sebelumnya cuma diberi tujuh ribu lima ratus. Tahun ini diberikan penuh Rp15 ribu, tapi untuk enam bulan terakhir belum cair,” katanya.

Senada diungkapkan oleh Heri Priyanto, Kepala Sekolah SMAN 9 Tebo. Untuk kalangan guru PNS di tingkat SMA juga bernasib sama. Bahkan menurut Heri, bukan hanya uang sayur yang belum cair, dana rutin untuk sekolah tingkat SMA juga belum ada yang cair.

“Sebelum lebaran kemarin cuma cair untuk gaji,” ungkap Heri. Belum cairnya beberapa hak para guru PNS tersebut, dinilai mengurangi kesejahteraan para guru. Bagaimana tidak, kebutuhan rumah tangga para pengabdi negara ini tidak diterima sepenuhnya. Padahal adanya uang sayur, menurutnya untuk mencukupi kebutuhan setiap hari.

“Kita minta agar pemerintah serius memperhatikan kesejahteraan para pegawai di lingkungan pemerintah Kabupaten Tebo,” kata Heri penuh harap. (ald)

Beredar Rumor WEP Suap Seorang Pejabat

Kasus Guru Tanpa Akta IV

MUARA TEBO, MP - Kasus kelulusan Wahyu Eka Putri (WEP) tanpa akta IV pada formasi guru penerimaan CPNS 2008 hingga kini masih terus bergulir. Baru-baru ini beredar rumor ditengah masyarakat, bahwa WEP lulus sebagai PNS Kabupaten Tebo karena menyuap seorang pejabat tinggi Tebo senilai Rp150 juta.

Rumor itu mengatakan, sogokan diakui langsung oleh WEP, namun hingga kini belum terbukti kebenarannya. Kasat Reskrim Polres Tebo AKP, Ernis Sitinjak ketika dikonfirmasi terkait rumor tersebut mengatakan, hingga kini pihaknnya belum mendapat kabar soal suap oleh WEP.

“Saya belum mendapat kabar. Soal WEP buka mulut kita juga belum tahu,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk kasus kelulusan WEP, Polres Tebo terus melakukan penyidikan dan bahkan sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli hukum pidana beberpa waktu lalu.

“Saksi ahli sudah diperiksa oleh Tipikor beberapa waktu lalu. Dalam waktu dekat sejumlah pihak terkait juga akan kita lakukan pemanggilan kembali,” katanya.

Ia menjelaskan, besar kemungkinan kasus kelulusan WEP ini melibatkan sejumlah pejabat tinggi Tebo. Namun untuk menetapkan siapa tersangka perlu pemeriksaan dan pendalaman. “Ada beberapa pihak terkait yang akan kita periksa kembali, diantaranya Kabid Mutasi BKD Tebo serta sejumlah nama lainnya untuk dimintai keterangan sebagai saksi,” ujar Kasat.

Ia menegaskan, kasus WEP dalam waktu dekat akan segera dituntaskan dan nantinya siapa yang akan ditetapkan menjadi tersangka juga akan diketahui dan akan bertanggungjawab atas persoalan ini. (ald)

Diduga Pengalihan Anggaran BPMPD Tanpa Persetujuan Dewan

MUARA TEBO, MP - Realisasi anggaran PMT-AS di Badan PMPD Tebo bakal dilaporkan LSM ke penegak hukum. LSM menuding ada enam paket kegiatan di pos anggaran BPMPD yang dipimpin Drs. Jumrah, MM ini diduga fiktif dan pengalihan anggaran tanpa melalui persetujuan dewan.

“Anggaran itu dialihkan Bupati Madjid Mua’z kala itu, tanpa disetujui dewan Tebo. Diduga ada penggunaan anggaran untuk suksesi Pemilukada Gubernur waktu itu,” kata Direktur Eksekutif DPD LSM Toppan RI Tebo, Mukhlisin Harahap, kepada Bute Ekspres, Selasa (13/9).

Menurut Harahap, memang kepala Badan PMPD yang tidak mengetahui realisasi pemberian makan tambahan anak sekolah (PMT-AS) anggaran tahun 2010 sebesar Rp. 691.000.000 itu. Dari informasi yang diterima pihaknya, dana itu dialihkan ke pos yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“ Toppan RI akan melayangkan surat ke Kejaksaan Tinggi Jambi untuk menindaklanjuti dengan laporan resmi. Terkait ada enam kegiatan besar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di pos anggaran Badan PMPD. Salah satunya adalah Pos Anggaran Pemberian Makanan Tambahan Untuk Anak Sekolah (PMT-AS) dan pembinaan gender perempuan senilai 1,2 milyar pada tahun anggaran 2010 yang diduga fiktif,” kata Harahap.

Seperti diberitak sebelumya, menurut Kepala BPMPD Tebo, H. Jumrah, MM, tidak semua sekolah menerima dana tersebut. Ada surat keputusan Bupati tentang sekolah penerimanya. Anggaran itu sengaja dialihkan melalui anggaran perubahan (APBDP) untuk pembelian modil dinas dan ke bagian pemberdayaan perempuan pada pos anggaran PKK.

“ Di APBD tahun anggaran 2009, memang tidak ada anggarannya untuk pembelian mobil, jadi memang sengaja dialihkan ke pembelian mobil dan PKK. Tahun 2010 memang tidak turun sama sekali bahkan Sampai tahun 2011 ini anggaran kita dipangkas total karena Pilkada dua kali, ” jelasnya.

Oknum DPRD Tebo Dipolisikan

Terkait Jual Beli Kebun Karet

MUARA TEBO, MP - Oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Tebo berinisial HM dilaporkan warga ke Mapolsek Tebo Ilir, pada Sabtu, (10/9). Terkait masalah jual-beli sebidang kebun karet yang terletak dusun Sungai Banyu desa Tuo Ilir, kecamatan Tebo ilir.

Menurut informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan bahwa lahan kebun tersebut pada Maret 2011 lalu telah dijual kepada seorang yang bernama Samlawi, warga RT 7 desa Peninjauan kabupaten Batanghari oleh pemilik kebun Sumiatun (45) warga RT 11 Desa Peninjauan seharga delapan puluh juta rupiah yang telah diketahu kepala desa Tuo Ilir M. Asyik pada 15 Maret 2011 lalu.

Namun kemudian, Arif anak dari Sumiatun menjual kembali kebun tersebut seharga 55 juta kepada HM pada bulan Juni 2011. Namun pembayarannnya belum lunas. Sengketa kemudian muncul, ketika kuli sadap karet yang merupakan anak buah HM menyadap kebun dan berakhir dengan laporan Samlawi ke pihak polisi.

Kapolsek Tebo Ilir, AKP. M. Sukri kepada wartawan menyatakan membenarkan bahwa ada laporan warga Desa Paninjauan terkait masalah kebun karet. Sejauh ini pihaknya masih mempelajari laporan yang dilaporkan Samlawi. Namun Kapolsek mengelak mengatakan yang dilaporkan warga itu adalah HM.

“Bukan HM, soalnya masalahnya belum jelas. Memang ada laporan tentang lahan kebun. Untuk lebih jelasnya sebaiknya konfirmasi saja ke Polres Tebo,” kata Kapolsek AKP. Sukri via ponselnya, kemarin.

Sementara secara terpisah HM yang dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya dilaporkan ke mapolsek Tebo Ilir. Masalahnya terjadi ketika dirinya membeli lahan kebun karet dari anak Sumiatun yang bernama Arif, sebelumnya dirinya tidak tahu sama sekali bahwa sebelumnya Sumiatun telah menjual kebun itu.

Menurut HM, memang Samlawi memiliki surat jual-beli dan sporadik yang dikelurakan dan diketahui kepala desa Tuo Ilir. HM malah balik menuding bahwa dalam pembuatan surat-surat tersebut ada unsur rekayasa yang dilakukan kepala desa.

“Iya, memang saya dilaporkan ke polisi soal jual beli lahan kebun itu. Saya meyakini tanggal surat-surat itu sengaja dimundurkan. Ini ada unsur rekayasa dalam pembuatannya,” kata HM, kemarin. (ald)

Bupati Harus Cari Solusi, Banyak PNS Tebo Sekedar Cari NIP

MUARA TEBO, MP - Bupati Tebo Sukandar mengakui tingginya angka pengajuan pindah dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dijajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo. PNS yang mengajukan pindah tersebut tidak hanya pejabat eselon II dan III dijajaran Pemkab Tebo. Tapi juga PNS yang baru saja diangkat juga banyak yang mengajukan pindah.

“Memang saya ada mendapatkan laporan banyak PNS yang dibaru diangkat juga ikut mengajukan pindah, terutama tenaga pendidik guru dan tenaga medis khususnya bidan, salah satu kasusnya yang terjadi di SD dan SMP satu Atap Suo-suo, akibatnya siswa yang menjadi korban sekarang ini,”Ujar Sukandar kepada koran ini kemarin.

Bupati secara tidak langsung membenarkan bahwa apa yang terjadi di SD dan SMP satu atap Desa Suo-suo kecamatan sumay hanyalah merupakan puncak gunung es terkaitnya banyaknya tenaga pendidik dan kesehatan di Kabupaten Tebo yang mengajukan pindah setelah diangkat menjadi PNS.

“Oleh karena itu sekarang ini saya sedang memikirkan kebijakan apa yang harus diambil untuk mengatasi masalah ini, dan kebijakan tersebut haruslah tidak bertentangan dengan kebijakan pemerintah pusat,”katanya.

Dikatakannya lagi, bahwa PNS yang baru diangkat dan mengajukan pindah tersebut adalah mereka yang berasal dari luar Kabupaten Tebo, hal tersebut terjadi dikarenakan setiap penerimaan CPNS, kebanyakan mereka yang lolos seleksi CPNS adalah pelamar yang berasal dari luar Kabupaten Tebo.

Sehingga timbullah tren sekedar mencari Nomor Induk Pegawai (NIP) di Kabupaten Tebo, setelah diangkat menjadi PNS langsung mengajukan pindah meskipun sudah menandatangi surat pernyataan diatas materai bersedia untuk ditempatkan dimana saja dan tidak akan mengajukan pindah sebelum 10 tahun berdinas.

“Kedepannya kita akan mencoba meningkatkan kualitas SDM putra putri Kabupaten Tebo, sehingga mampu bersaing dengan pelamar dari luar setiap penerimaan CPNS, kalau perlu kita akan menggelar try out penerimaan CPNS untuk pelamar dari Kabupaten Tebo, ”lanjutnya lagi.

Mengenai untuk memenuhi kekurangan guru di SD dan SMP satu atap desa Suo-suo, Sukandar mengatakan bahwa dirinya sudah memerintahkan kepada Kadis Dikbudpora Tebo untuk meninjau ulang Surat Keputusan (SK) pindah guru PNS disekolah tersebut.

“Kita akan kembalikan kesekolah tersebut guru PNS yang telah pindah, dan kedepannya untuk penempatan guru disekolah tersebut akan diprioritaskan mereka yang berasal dari desa tersebut atau desa disekitarnya,”pungkasnya. (ald)

Gubernur Sumbar Akui Padat Karya Gagal Total

JAKARTA - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno, mengatakan berbagai program padat karya yang dilakukan di Sumbar tidak ada yang berhasil. Penyebab utama dari berbagai kegagalan program padat karya, menurut gubernur karena orang Minang ternyata tidak berminat terhadap sektor padat karya yang menempatkan masyarakat lokal sebagai buruh.


"Investasi padat karya dari dulu hingga sekarang di Sumatera Barat selalu dan pasti akan sia-sia karena orang Minang itu tidak berminat mencari nafkah di sektor padat karya," kata Irwan Prayitno, saat membuka Sumatera Barat Expo 2011, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (15/9).

Fakta tersebut, lanjut gubernur, berbeda dengan berbagai program padat karya yang dilakukan di hampir seluruh provinsi yang terbilang berhasil. "Di Jawa Timur dan Jawa Tengah berbondong-bondong masyarakat ikut program padat karya. Tapi di Sumbar tidak karena masyarakatnya lebih memilih untuk kerja mandiri dalam skala sekecil apapun asal tidak berstatus buruh."

Menurut politisi PKS itu, sikap untuk mengelak dari status buruh itu jangan dipandang sebagai kelemahan. "Itu sebuah sikap hidup yang punya nilai positif, hingga di hampir seluruh kota dan kabupaten home industry berkembang dan bisa dijadikan sumber penghidupan yang lebih layak dibanding menerima upah dari sektor informal padat karya," ungkap Irwan Prayitno.

Sikap untuk mandiri dalam hidupnya juga terlihat dari pola pengelolaan rumah makan di Sumatera Barat. Para karyawan rumah makan Padang, lanjutnya, rata-rata tidak berstatus sebagai buruh tapi mereka bekerja dalam sistem bagi hasil dan sistem itu juga berlaku secara efektif di berbagai daerah rantau.

"Memahami karakter masyarakat Minang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang tidak mau jadi buruh upah tersebut, maka kegiatan Sumbar Expo yang dilakukan secara mandiri ini oleh para perantau ini mempunyai arti yang sangat strategis karena secara aktif ikut berkontribusi memperkenalkan berbagai produk home industry kepada masyarakat di Ibukota Jakarta ini," ujar gubernur.

Selain itu, dia juga mengungkap bahwa diantara puluhan ribu tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terkatung-katung dan dinilai bermasalah oleh pemerintahan Arab Saudi tidak satupun diantara mereka berasal dari Sumatera Barat.

"Saya cek langsung ketika kapal laut yang membawa ribuan TKI dari Timur Tengah itu mampir di Teluk Bayur. Petugas memastikan tidak satupun para TKI tersebut berasal dari Sumatera Barat, baik yang sudah mereka bawa maupun yang masih tersisa di Arab Saudi, tidak satupun orang Minang. Warga semua provinsi pasti ada, kecuali dari Sumatera Barat, tidak ada," tegas Irwan Prayitno.

Irwan juga menjelaskan soal tingginya serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dialokasikan pemerintah untuk Sumbar. "KUR terserap secara maksimal bahkan disejumlah daerah kota dan kabupaten yang home industrynya sudah berkembang mengindikasikan bahwa alokasi KUR buat mereka sangat kurang."

Sumatera Barat Expo 2011, di Jakarta Convention Center (JCC), berlangsung dari tanggal 15 hingga 18 September, diikuti oleh sejumlah kota dan kabupaten di Sumatera Barat yang membawa sejumlah pengusaha home industry yang sudah berkembang dan layak untuk diusung ke tingkat nasional. "Pada even berikutnya, pemerintah provinsi sangat berharap agar semua pemerintah daerah tingkat II bisa mengirim pengusaha home industrynya ke even promosi tingkat nasional ini," harap Irwan Prayitno. (ald/ant)

Hoax Penampakan Hantu di Mobil Saiful Jamil Pasca Kecelakaan

Saiful Jamil tak kuasa menahan tangisnya

Hoax yang dihebohkan sebagai penampakan

Mobil maut Saiful Jamil


foto istri Saiful Jamil pasca Kecelakaan

“All, zoom sebanyak-banyaknya dan perhatikan gambar di jok belakang mobil Saiful Jamil itu. Ada penampakan hantunya (perhatikan wajah muka misterius di jok belakang)…!!”

Begitulah bunyi pesan di beberapa forum Blackberry Messenger (BBM). Di beberapa forum dan website pun tersiar kabar serupa. Ini adalah contoh link dari website yang ter-record oleh google dengan kata kunci “penampakan hantu di mobil Saiful Jamil” : http://besteasyseo.blogspot.com/2011/09/foto-penampakan-wanita-di-mobil-saipul.html. Di website itu tidak digambarkan secara jelas di mana rincian penampakannya. Penulisnya juga meragukan kabar itu.

Saya penasaran, berusaha mencari informasi yang sebenarnya: apakah betul ada penampakan itu atau sekadar hoax. Dengan berbekal pengetahuan pada software Adobe Photoshop saya berusaha menzoom sampai pada titik maksimal. Terus memelototinya tiap susunan pixel pada foto itu. Kurang lebih 30 menit menghabiskan waktu untu itu. Tapi nihil, tidak ada penampakan itu. Saya perbesar lagi di bagian yang katanya penampakannya di jok belakang. Tapi tetap tidak dapat menemukannya.

Perhatikan foto di atas hasil penelusuran saya yang saya bikin keterangannya agar mempermudah pemahaman. Di foto itu meskipun dizoom seberapa kalipun tidak akan nampak penampakan dalam bentuk orang. Ada sedikit tapi setelah saya perbesar itu hanya ruang celah jendela kiri mobil dipadu dengan hijau dari pepohonan di samping jalan.

Akhirnya saya menyimpulkan bahwa pesan berantai itu adalah “HOAX”. Jangan mudah percaya pada pesan ini jika Anda menerimanya.

Ada-ada saja memang ulah orang. Orang lagi musibah kecelakaan, mbok ya didoakan agar ditabahkan, eh ini malah nyebar yang macam-macam. Menulislah yang bermanfaat bagi orang lain. Sajikan data yang lengkap, jangan sepotong-potong. Apalagi yang disebarkan hanya kabar bohong. Harga bandwidth dan pulsa sudah mahal, nulis kok yang bohong. “Lho, ini juga bermanfaat untuk dunia per-isu-an..”..bermanfaat opone..kalau betul ada bisa jadi bermanfaat, orang tidak ada apa-apa kok. Nyebut-nyebut…jaman opo iki rek..**[harja saputra]

————-

Tambahan info: posting ini dimuat pada jam 02-an. Pagi ini jam 07-an saya cek, isu penampakan ini makin heboh dan sudah meluas kemana-mana. Ke forum kaskus, bahkan Profesor Blogernas (EA) pun menyinggung isu ini. Isunya bahkan sudah bertambah, penampakan itu menyerupai wajah Virginia, istri Saiful Jamil..hallaaah, isu apa lagi ini..semoga posting ini dapat dijadikan rujukan bahwa itu semua HOAX bin palsu binti bohong.

Wakil Ketua DPRD Bungo Tolak Mobnas Baru

Syarkoni : Mobnas Saya Masih Layak

MUARA BUNGO – Meski bupati Sudirman Zaini, wakil bupati Mashuri dan ketua DPRD Bungo M Mahilli serta satu wakilnya Andriansyah telah menerima jatah mobil baru Pajero Sport dari pemkab Bungo sebelum lebaran lalu. Satu wakil DPRD Bungo yakni Syarkoni Syam masih tetap menggunakan mobil lama.

Meski demikian, wakil ketua DPRD Bungo Syarkoni Syam, ketika dihubungi diruang kerjanya, Senin kemarin menyatakan sama sekali tidak mempermasalahkannya.

Menurut Syarkoni, meskipun mobil Nissan Terrano yang dipergunakannya saat ini merupakan mobnas yang dibeli pada tahun 2005 lalu dikatakan bekas. Namun mobil tersebut masih layak dipergunakan untuk mendukung aktifitas kerja di DPRD.

“Saya memang dari dulu menolak menerima mobil baru. Selain masalah kondisi keuangan di Pemkab Bungo masih minim, juga karena mobil dinas saya yang lama masih layak dipergunakan,” kata Syarkoni memberikan alasan.

Ia mengatakan, tetap konsisten dengan ucapannya sebelumnya yakni menolak untuk mendapatkan jatah mobnas baru. Walaupun mobil yang akan diberikan jauh lebih bagus dari mobil yang dipergunakannya saat ini.

Ditanya apakah dirinya merasa iri dengan apa yang dipergunakan oleh dua rekannya di DPRD Bungo yang telah mempergunakan mobil baru sekelas Pajero Sport. Dengan tegas Syarkoni mengaku sama sekali tidak ada rasa seperti itu.

“Tidak jadi masalah. Mobil yang ada saat ini masih bagus, ”ujarnya.
Untuk diketahui, sebelum lebaran 1432 H, Bupati mendapat jatah mobnas baru yakni mobil Fortuner, wakil bupati mendapat jatah mobil Pajero Sport, dan ketua DPRD serta wakilnya juga mendapat jatah mobil Pajero Sport.

Anggaran mobnas tersebut dianggarkan di APBD 2011. Saat itu pemkab Bungo menganggarkan dana sebesar Rp 2,1 Milyar untuk mobnas pimpinan daerah tersebut.

Menurut Kabag Umum Setda Bungo M Zen, sebelum pembelian dilakukan pihaknya terlebih dahulu harus melakukan konsultasi dengan bupati. Hal itu sebutnya untuk mengetahui mobil apa yang akan dibeli bagi pimpinan daerah itu.

“Mobil yang dibeli telah sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan, yakni tidak boleh lebih dari Rp 500 juta untuk satu mobil, ”sebutnya.(Ald)

Sidak Hari Pertama Kerja Bupati Tebo

Bupati dan Wabup Tebo Sidak ke Dinas dan Instansi

136 PNS Tebo tak Masuk Kantor

MUARA TEBO - Hari pertama masuk kantor pasca dilantik dan lebaran Idul Fitri, Bupati Tebo Sukandar didampingi Wakil Bupati Hamdi, langsung melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) ke berbagai dinas dan instansi yang berada dilingkupan pemda kabupaten Tebo.

Sidak pada hari pertama Sukandar dan Hamdi menjalani tugas setelah jadi bupati dan wabup ini dilaksanakan usai melaksanakan apel pagi senin, setelah hari pertama masuk kerja usai cuti bersama hari raya Idul Fitri 1432 H.

Hasilnya, Bupati dan Wabup menemukan sebanyak 136 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak masuk kantor dan mengikuti apel pagi pada hari pertama masuk kerja tersebut, dan 9 diantara tanpa keterangan alias bolos masuk kerja.

Asisten III Setda Tebo Drs Asraruddin dalam laporannya kepada Bupati dan Wabup menerangkan, Sembilan orang PNS yang bolos kerja pada hari pertama berdasarkan rekap absensi antara lain Halim Jati Wibowo (BKD), Sukarji (Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika), Herly Dedy Eka Putra (Dinas PU), Bahman (Dukcapil), Nining Susanti (Inspektorat), Hatta (Kantor LH), Jasman (Sekretariat KPU), Desiana (Sekretariat KPU), dan M.Zulham Halman (Sekretariat KPU).

“Laporan ketidak hadiran pegawai tersebut termasuk 51 yang izin, 20 orang yang sakit, 34 orang Cuti, 16 orang piket, 4 orang Dinas dan 2 orang kursus pendidikan, dan ini akan kita laporkan kepada Bupati untuk ditindak lanjuti, ”Ujar Asraruddin kepada wartawan kemarin (05/09).

Sementara itu Bupati sendiri menanggapi positif mengenai prosentase kehadiran PNS dijajaran Pemkab Tebo dihari pertama masuk kerja tersebut.

“Prosentase kehadirannya cukup bagus, yang 9 orang ini nanti akan dipanggil terlebih dahulu untuk dimintai keterangan apa alasan tidak masuk kerja, selama masih bisa kita bina akan kita usahakan untuk membinanya, kalau tidak bisa dibina lagi baru diberikan sanksi dan teguran,”kata Bupati kemarin.

Bupati juga menegaskan bahwa semua pegawai harus meningkatkan kedisiplinan. Sehingga mampu menciptakan profesionalisme, kreatifitas dan, menciptakan inovasi baru dalam memberikan pelayanan bagi mayarakat.

“Harapan kita kedepannya para pegawai dapat lebih disiplin dan menghargai waktu sebaik-baiknya,” pungkasnya. (ald)

SBY Pulang Karena Malu Dengan Ulah Suporter

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meninggalkan Gelora Bung Karno saat tim merah putih tertinggal 0-2 melawan Bahrain. Ternyata SBY pulang karena perasaan malu dan kecewa. Bukan kepada perjuangan Bambang Pamungkas dkk, tapi akibat ulah suporter yang dinilai memalukan.

Ulah suporter yang melempar petasan bahkan ke arah lapangan meski sudah diingatkan beberapa kali oleh panitia, membuat SBY jengah. SBY pun lantas meninggalkan tribun utama VVIP saat laga akhirnya sempat ditunda oleh panitia penyelenggara pra kualifikasi Piala Dunia 2014.

"Ya (karena) malu suporter kita seperti itu. Kita sebagai tuan rumah harusnya bisalah menjaga ketertiban. Semua ya kecewa (termasuk Presiden) dengan tingkah laku suporter kita," kata Mensesneg, Sudi Silalahi pada wartawan saat ikut meninggalkan GBK, Selasa (6/9).

Sudi mengaku SBY enggan berkomentar resmi, namun jika melihat ulah suporter yang tidak tertib dan membuat suasana tidak aman baik bagi penonton ataupun pemain, tentu siapapun bisa meninggalkan stadion.

"Tadi kan lihat sendiri seperti itu. Petasan sudah diimbau tetap tidak mau berhenti. Saya tanya wartawan, nyaman gak dengan seperti itu?," kata Sudi balik bertanya.(ald/ant)

Polisi Jaga Ketat Pelantikan Bupati Tebo

MUARA TEBO, MP – Aparat Kepolisian Resort Tebo dibantu pasukan dari beberapa Polres Tetangga dan Tim Penjinak bom dari Polda Jambi sukses amankan Acara Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Tebo Sukandar dan Hamdi.

Aparat Kepolisian terlihat melakukan pengawasan ekstra ketat bagi para tamu undangan yang akan menghadiri acara pelantikan, puluhan anggota stand bye di depan pintu masuk utama komplek perkantoran bupati Tebo Seentak Galah Serengkuh Dayung km 12.

Setiap kendaraan baik roda empat maupun roda dua yang akan memasuki komplek perkantoran diperiksa petugas apakah penumpangnya memang mempunyai undangan untuk menghadiri acara pelantikan atau tidak, dan bagi yang tidak memiliki undangan maka mau tidak mau harus tertahan beberapa saat hingga ada undangan atau kartu tanda hadir.

Pantauan MP, memang ada beberapa orang undangan yang tertahan mengaku kecewa karena tidak dapat mengikuti acara, namun, sesuai dengan perintah Kapolres Tebo sebagai penanggung jawab keamanan selama proses berlangsungnya tahapan Pemilukada Kabupaten Tebo.

Salah seorang petugas yang berhasil dikonfirmasi Koran ini menyebutkan bahwa siapapun yang akan menghadiri acara pelantikan harus membawa undangan atau kartu hadir, itu sudah keputusan dan kami harus menjalankannya. Ungkapnya singkat. (ald)

Gubernur Lantik Sukandar – Hamdi

Jadi Bupati dan Wakil Bupati Tebo

MUARA TEBO, MP – Gubernur Jambi H Hasan basri Agus melantik Pasangan H.Sukandar, S.Kom, M.Si dan Hamdi, S.Sos, MM sebagai Bupati dan wakil Bupati Tebo periode 2011-2016.

Acara yang dimulai pada pukul 10.00 WIB itu berlangsung sukses tanpa ada kendala atau gangguan sebagaimana isu-isu yang berkembang, dalam acara ini panitia pelaksana menyiapkan 1500 kursi untuk tamu undangan, namun kelihatannya tidak cukup untuk menampung massa yang jumlahnya diperkirakan mencapai 3000 orang baik yang merupakan undangan dari luar Kabupaten Tebo maupun para simpatisan dan tim pemenangan pasangan Suka-Hamdi.

Dalam sambutan Gubernur jambi H Hasan Basri Agus (HBA) menyampaikan bahwa Sukandar dan Hamdi adalah Bupati dan Wakil Bupati yang dipilih oleh rakyat dan tentunya harus didukung penuh oleh rakyat.

HBA menghimbau kepada pasangan yang dilantik agar betul-betul menjalankan amanat dan kepercayaan rakyat, sebab, selain ada ujian kepemimpinan selama kita didunia, diakhirat nanti kita juga akan dimintai pertanggungan jawab oleh Allah SWT.

HBA juga menghimbau agar seluruh komponen masyarakat dapat bersatu membangun Kabupaten Tebo menuju masyarakat yang sejahtera baldatun toyyibatun warabburngafur, dikatakannya, “mari kita lupakan perbedaan pendapat selama proses pemilukada, Kabupaten Tebo sudah memiliki pemimpin yang definitive dan mari bersama-sama kita bangun Kabupaten Tebo sehingga sejajar dengan Kabupaten-Kabupaten yang lain,”. Ungkap HBA.

HBA juga mengharapkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Tebo agar mengedepankan kepentingan rakyat diatas segalanya. “saatnya untuk membuktikan visi dan misi sewaktu proses kampanye beberapa waktu yang lalu, rakyat menunggu bukti nyata dan Saya yakin Bupati dan Wakil Bupati Tebo yang baru ini mampu untuk mewujudkan cita-cita pembangunan masyarakat Kabupaten Tebo”. Ungkap HBA.

Selain itu, HBA juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Penjabat Bupati Tebo H. Haviz Husaini yang telah menjalankan tugasnya di Kabupaten Tebo dengan penuh keikhlasan.

“Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Haviz Husaini yang telah menjalankan tugas sebagai Penjabat (Pj) Bupati Tebo selama lebih kurang dua bulan, semoga pengabdiannya menjadi amal ibadah dan mendapat pahala yang setimpal dari yang maha kuasa Allah SWT”, Ungkap HBA.

Pada acara tersebut tampak hadir Wakil Gubernur Jambi H. Fachrori Umar, mantan Bupati Tebo H A Madjid Mu’az, Bupati Sarolangun Drs.H. Cek Endra, Bupati Bungo H Sudirman Zaini, Bupati Merangin H Nalim, SH, MM, Wakil Walikota Sungai Penuh Ardinal Salim, Ketua AMPG Provinsi Jambi Sy Fasya, SE, unsur Muspida dan para kepala dinas dilingkungan Pemkab Tebo. (ald)

Suka-Hamdi Pastikan Belum Ada Perombakan Kabinet

Sukandar dan Hamdi Saat Gladi Bersih Acara Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Tebo Terpilih

Kita Fokus Dulu Untuk Pembangunan yang Menyentuh Masyarakat

RIMBO BUJANG – Pasangan Bupati Tebo dan Wakil Bupati Tebo terpilih periode 2011-2016, dijadwalkan Sabtu ini (27/8) dilantik oleh Gubernur Jambi HBA atas nama Mendagri Gamawan Fauzi.

Menurut Bupati Tebo terpilih Sukandar, Pemilukada Tebo yang sempat digelar dua kali putaran sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) menyusul adanya salah satu pasangan calon Bupati Tebo melakukan gugatan ke MK, sempat membuat suasana politik di Kabupaten Tebo memanas.

Namun ucap Sukandar, situasi yang sempat memanas serta isu-isu atau teror yang dilontarkan oleh para tim-tim sukses selama berlangsungnya proses demokrasi itu telah dapat diredam. Disebutkan Sukandar lagi, adanya teror dan isu-isu tersebut karena adanya Politik yang tak menentu kemarin dan sekarang situasi politik tersebut telah selesai dan sudah saatnya kita memikirkan pembangunan Kabupaten Tebo.

“Tim sukses calon Bupati yang lain menyatakan genderang perang telah selesai,” jelas Bupati Tebo terpilih ini, via Ponsel kemarin (26/8).

Disinggung apakah setelah dirinya dan duetnya yakni Hamdi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tebo periode 2011-2016 akan merombak Kabinet peninggalan mantan Bupati Tebo H A Madjid Mu’az, Sukandar menegaskan, dalam waktu dekat ini tidak akan dilakukan.

“Belum berfikir kearah situ, yang jelas dalam waktu dekat ini tidak ada perombakan Kabinet, karena posisi sekarang ini pada waktu akhir tahun dan akan fokus mengerjakan rencana RAPBD 2011,” lanjutnya.

“Sekarang ini kita akan fokuskan terlebih dahulu baik itu di Internal maupun eksternal,” kata Suami dari ibu Saniatul Lativa.

Masih menurut Sukandar, pemikiran tersebut sesuai dengan janjinya ketika masa kampanye dulu. Suka-Hamdi akan melakukan survey dikalangan masyarakat, meskipun dirinya sudah tahu bagaimana situasi ditengah masyarakat yang saat ini terjadi.

“ Prioritas dari program Suka-Hamdi, sesuai dengan janji saya dulu ketika kampanye yang disampaikan kepada masyarakat,” katanya. Sudah diketahui, menurutnya keluhan-keluhan yang terjadi dimasyarakat seperti sarana jalan yang sampai saat ini masih butuh perhatian, begitu pula pembangunan yang lainnya yang menyentuh langsung ke masyarakat,” kata Sukandar. (pri)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs