JAMBI – Yenny Wahid, Putri Mantan Presiden RI, Gus Dur prihatin dengan sejumlah kelompok yang mengatas namakan agama untuk melakukan kekerasan terhadap orang lain, seperti pengeboman yang terjadi dibeberapa wilayah Indonesia saat ini. Ditegaskannya hal ini tidak dibenarkan dalam agama.“Cuci otak ataupun doktrin untuk melakukan kekerasan seperti yang terjadi saat ini tidak dibenarkan dalam agama,” tegasnya ketika menjadi narasumber pada dialog Rossy Goes to Campus, di Balairung Universitas Jambi (Unja) Kampus Mendalo, pada Sabtu (30/4) kemarin.
Yenny juga mengingatkan mahasiswa untuk mengantisipasi terhadap maraknya “cuci otak” seperti yang terjadi di bneberapa kampus sakhir-akhir ini. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan tindakan yang keliru. “Indonesia akan tangguh ketika kita menghargai keragaman. Karena itu tidak dibenarkan adanya kekerasan atas nama agama” tegas Yenny.
Sementara gubernur Jambi, juga mengatakan hal serupa. Menurutnya masih banyak hal yang positif bisa dilakukan mahasiswa untuk membangun Jambi lebih baik. Salah satunya yakni berpartisipasi pada pengawasan terhadap program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi.“Saya sudah buat program, SKPD tinggal menjalankan. Nah peran mahasiswa adalah sebagai pengawasan. Laporkan jika adanya kekurangan dalam program tersebut, inilah yang menjadi bahan masukan kita,” katanya ketika menghadiri,
Setiap tahunnya, gubernur berjanji akan melakukan evaluasi terhadap kinerja SKPD. Ini dilakukan agar program yang dibuat tepat sasaran dan berjalan sesuai harapan. “Saya sudah beberapa kali di demo mahasiswa, seperti pada penerimaan CPNS kemarin, tapi tidak masalah itu kritik yang membangun bagi kita, asalkan tidak anarkis,” katanya.Selain itu, gubernur juga berkomitmen mewujudkan Jambi tangguh seperti layaknya talkshow Indonesia Tangguh yang di bawakanRosiana Magdalena Silalahi tersebut. Ini dilakukan dalam bentuk perbaikan, pembenahan, dan peningkatan kualitas Provinsi Jambi di segala bidang.
Komitmen itu misalnya, dalam bentuk peningkatan infrastruktur, khususnya jalan merupakan langkah penting dan sangat mendasar dalam mendorong geliat aktivitas masyarakat, terutama aktivitas perekonomian. Selain itu juga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan pembangunan sektor pendidikan, baik peningkatan kualitas yang dididik maupun peningkatan kompetensi yang mendidik atau tenaga pengajarnya, jelas gubernur. “Tapi tidak segampang membalikan telapak tangan, semuanya butuh proses. Yang jelas dalam waktu 5 tahun ini harus terwujud,” katanya.
Sementara Menteri Kehutanan (Menhut) RI, Zulkifli Hasan meminta mahasiswa senantiasa meningkatkan kualitas diri. Pesannya, jangan pernah menyerah dengan keadaan, justru dengan kekurangan dan keterbatasan tersebut harus memunculkan semangat juang yang gigih.Disisi Hutan, jelasnya, mahasiswa juga diminta melestarikan hutan salah satunnya dengan menghentikan penebangan liar atau illegal. (ald)