Ternyata, Dana Desa Bisa Dialokasikan Untuk Pembinaan Olahraga Usia Dini

Foto Ilustrasi
MERDEKAPOST.COM - Selama ini dana desa yang dibersumber dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) melalui Kementerian Desa , lebih banyak dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, sanitasi, saluran air dan lain sebagainya.

Namun sebetulnya selain untuk infrastruktur juga dapat dialokasikan untuk pembinaan olahraga. Hal itu sesuai dengan Undang-undang desa nomor 6 tahun 2014, peraturan pemerintah nomor 60 tahun 2014 tentang dana desa bersumber dari APBN sebagaimana diubah dalam peraturan pemerintah nomor 8 tahun 2016, dan Permendes nomor 16 tahun 2018 tentang penetapan penggunaan priortias dana desa tahun 2019.

Dalam permendes yang terakhir itu menyebutkan desa dapat membangun sarana atau menyediakan sarana dan prasarana olahraga yang dikelola oleh Bumdes.

Dan di bidang pemberdayaan dalam permendes tersebut disebutkan desa dapat memberikan bantuan dalam kegiatan atau even-even olahraga bisa dibiayai oleh APBDes.

Analisis Desa dan Kelurahan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsospermades) Kabupaten Banyumas, Bambang Junaedi menjelaskan, meskipun di permendes itu sudah jelas bunyinya, tapi penggunaan dana desa tidak lepas dari rencana pembangunan jangka menengah desa yang dilaksanakan enam tahun sekali yang disusun ketika kepala desa itu dilantik.

Jadi acuan dari APDes tersebut, lanjutnya, RPJMdes, RTPdes, APBdes, dan melibatkan masyarakat dalam penyusunan dan pengusulan anggaran.

“Ketika misalnya dari SSB ingin mengusulkan dana atau kegiatan yang ada di desa untuk pengembangan pembinaan olahraga untuk anak usia dini itu harus terlibat dalam kegiatan Musdes itu. Jadi kita gak bisa hanya usulkan ke kades saja proposalnya tetapi harus dikawal sampai ke musdes. Karena hasil forum musdes itulah kesepakatan dalam musdes itulah yang tertera dalam APBdes, tidak bisa kita misalnya sudah usul terus gak dikawal, harus dikawal sampai ke Musdesnya”, ungkapnya.

Menanggapi hal itu, ketua Paguyuban Sekolah Sepak Bola (SSB) Satria Jawa Tengah Selatan, Kuat Santoso menyambut baik dan perlu ada sosialisasi terhadap anggotanya atau masyarakat sepak bola di desa-desa.

”Seandainya ini bisa mungkin ada sosialisasi ke masyarakat bola agar mereka tidak takut untuk mengajukan proposal agar dana ini bisa turun, sehingga pembinaan untuk sepak bola itu tidak akan terpotong atau tidak terputus”, tandasnya.

Karena itu, dia berharap kepada para Kepala Desa bisa ikut membangun sepak bola tidak saja untuk prestasi Banyumas tapi untuk anak-anak agar dapat sehat selalu melalui olahraga. (hza)

Related Posts

0 Comments:

Post a Comment


Recent Posts

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Privacy Policy | Disclaimer | Peta Situs