Satu PDP di Jambi Meninggal, Dimakamkan Pakai Protokol Covid

Proses pemakaman pasien PDP yang meninggal di RSUD Raden Mattaher. (Foto: Oga/Biru)
MERDEKAPOST.COM – Satu pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di rumah sakit umum daerah Raden Mattaher Jambi (RSUD) meninggal dunia, Kamis (15/5/2020) sekitar pukul 03.15 dini hari.

Informasi yang didapat Jambiseru.com Media Partners pasien PDP yang meninggal dunia tersebut bernisial P (53) seorang perempuan. Pasien juga merupakan warga Desa Simpang Limo, Kecamatan Jaluko, Muaro Jambi.

Baca : Satu Warga di Tungkal Mendadak Jatuh dan Meninggal Dunia, Medis Lakukan Evakuasi Pakai APD Covid-19

Juru bicara (Jubir) tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Muaro Jambi, M Fadhil Arief membenarkan.

“Jenazah itu merupakan pasien PDP. Pasien pun belum dilakukan uji swab,” kata Fadhil Arief, Kamis malam.

“Untuk mengantisipasi, jenazah kita makamkam menerapkan protokol Covid-19. Pasien dimakamkan di KM 36, Desa Bukit Baling,” tambahnya.

Dikatakan Fadhil, pasien itupun dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi lantaran yang bersangkutan alami penyakit Hipertensi.

“Pasien dirawat karena sakit Hipertensi,” ujarnya.

Baca : Ini Hasil Rapid Test Massal Satgas Covid-19 Jambi

Hal senada juga dibenarkan Kepala Desa Simpang Limo, Kecamatan Jaluko, Muaro Jambi, Jamel. Ia mengatakan bahwa, jenazah merupakan warganya.

“Setau saya almarhumah tidak pernah berpergian,” sebutnya kepada wartawan, Kamis malam.

Jamel juga menyebutkan bahwa, jenazah tidak makamkan di desanya. Melainkan pula dimakam di Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan.

“Di desa kita saat ini sedang banjir. Jadi tidak bisa dimakamkan di sini dan juga atas permintaan Pemkab Muaro Jambi,” jelasnya.

Baca Juga: Dua Dusun Bentrok, Satu Unit Rumah Belasan Motor Dibakar Massa

Untuk diketahui, pemakaman jenazah tersebut sempat viral di media sosial. Di dalam video tersebut warga setempat sempat menolak jenazah dimakamkan di sana.

Akan tetapi, penolakan itu cepat dilerai oleh pihak Kepolisian resort (Polres) Muaro Jambi, Koramil Sekernan dan BPBD Muaro Jambi.

“Tadi awalnya memang ada penolakan dari warga setempat, tapi setelah diberikan pengertian dan penjelasan akhirnya warga menerima,” kata Kepala BPBD Muaro Jambi, Zakir.)*

Penulis: Oga Oktavora | Editor : Herizaldi | Merdekapost.com

Related Posts

0 Comments:

Post a Comment


Recent Posts

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Privacy Policy | Disclaimer | Peta Situs