![]() |
| Soal Video Tim Gabungan Polri Dihadang Massa di Lokasi PETI, Ini Kata Kapolres Merangin.(Ist) |
BANGKO, MERDEKAPOST.COM - Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Efendi, S.I.K., M.H. membenarkan tim gabungan dari Bareskrim Polri dan Polres Merangin sempat dihadang sekelompok masyarakat saat akan melakukan penindakan terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin beberapa hari lalu.
Menurut AKBP Kiki, sebelum pelaksanaan operasi, tim dari Bareskrim Polri telah berkoordinasi dengan Polres Merangin untuk meminta perbantuan personel.
"Terkait dengan adanya informasi kegiatan penindakan PETI oleh tim gabungan dari Bareskrim dan jajaran Polres Merangin, bahwa sebelum melakukan penindakan tim Bareskrim telah melakukan koordinasi untuk perbantuan personel dalam melakukan penindakan," katanya.
Video Lihat di : Instagram Facebook
Namun, setibanya di lokasi, tim mendapati jumlah masyarakat yang berada di area penambangan cukup banyak. Selain itu, massa juga sempat melakukan perlawanan sehingga situasi dinilai tidak kondusif.
![]() |
| Tangkapan layar video warga menghadang tim gabungan dari Mabes Polri dan Polres Merangin saat hendak melakukan penindakan aktifitas PETI di Merangin. (Istimewa) |
"Namun, setelah di lapangan melihat situasi bahwa jumlah masyarakat yang cukup banyak, dan sedikit melakukan perlawanan sehingga tim gabungan kembali untuk melakukan konsolidasi," ujarnya.
Sebelumnya, video berdurasi 1 menit 54 detik yang beredar memperlihatkan sejumlah personel kepolisian bersenjata laras panjang mengenakan rompi bertuliskan 'Polisi' berhadapan dengan sekelompok warga di lokasi yang diduga merupakan area PETI. Di lokasi juga terlihat satu unit alat berat jenis ekskavator dan bekas galian tanah.
Untuk diketahui, Kepolisian bersama Pemkab Merangin saat ini sedang gencarnya melakukan penertiban PETI dan bahkan Pemkab telah membentuk Tim Terpadu dalam upaya mensterilkan Kawasan Geopark Merangin dari PETI menjelang kunjungan UNESCO.(Red)

