Harga Sawit di Batang Hari Mulai Naik, TBS Pabrik Dekati Rp3.000 per Kilogram

Harga TBS sawit di sejumlah pabrik mulai naik dan mendekati Rp3.000 per kilogram, disambut positif pelaku usaha yang berharap tren tersebut tetap stabil. (Ist)

MUARA BULIAN – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah pabrik mulai menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa hari terakhir, Minggu (31/5/2026).

Kenaikan tersebut disambut positif oleh pelaku usaha yang berharap harga dapat terus stabil di tengah meningkatnya harga kebutuhan pokok.

Pelaku usaha sawit sekaligus pemilik Ramvino Sawit di Kabupaten Batang Hari, Raden Jufri, mengatakan harga sawit mengalami kenaikan secara bertahap dalam dua hari terakhir.

"Saat ini harga di tingkat pabrik sudah mendekati Rp3.000 per kilogram. Sementara untuk pembelian di tempat usaha kami, harga TBS berada di kisaran Rp2.850 per kilogram," katanya.

Ia menjelaskan, kenaikan harga terjadi dalam dua tahap. Dua hari lalu harga sawit naik sebesar Rp200 per kilogram, kemudian kembali mengalami kenaikan sebesar Rp40 per kilogram pada malam harinya.

"Saat ini harga sawit memang mulai merangkak naik. Dua hari lalu naik Rp200, kemudian tadi malam naik lagi Rp40," jelasnya.

Menurutnya, harga sawit di tingkat pabrik saat ini sudah mendekati Rp3.000 per kilogram, meski masih terdapat perbedaan harga antar-pabrik.

"Untuk saat ini memang mulai naik, tetapi tetap tergantung kebijakan masing-masing pabrik," ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap tren kenaikan harga sawit dapat terus berlanjut dan bertahan dalam jangka panjang.

Menurutnya, kestabilan harga sangat dibutuhkan petani mengingat berbagai kebutuhan hidup saat ini juga mengalami kenaikan.

"Harapan kami ke depan harga ini bisa stabil seperti biasanya. Karena sekarang semua harga bahan pokok dan kebutuhan lainnya juga ikut naik," pungkasnya.(*adz)

Harga Sawit TBS Turun, Masyarakat Jambi Menjerit: Di Mana Peran Pemerintah?

Merdekapost.com | Jambi - Turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit saat ini kembali menjadi pukulan berat bagi masyarakat Jambi, khususnya para petani kecil yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil kebun sawit. Ironisnya, di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit, belum terlihat langkah nyata dan tegas dari pemerintah untuk melindungi kesejahteraan petani.

Sawit selama bertahun-tahun disebut sebagai tulang punggung ekonomi Jambi. Namun ketika harga TBS jatuh, masyarakat kecil justru menjadi pihak yang paling menderita. Pendapatan petani menurun drastis, sementara harga kebutuhan pokok tetap tinggi. Banyak keluarga petani mulai kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, membayar cicilan, hingga membiayai pendidikan anak.

Yang paling memprihatinkan adalah lemahnya pengawasan terhadap harga di tingkat pabrik dan tengkulak. Tidak sedikit petani mengeluhkan harga pembelian yang jauh di bawah ketetapan pemerintah daerah. Dalam situasi seperti ini, petani berada pada posisi yang lemah karena tidak memiliki kekuatan menentukan harga. Mereka terpaksa menjual hasil panen demi memenuhi kebutuhan hidup meskipun dengan harga rendah.

Kondisi ini menunjukkan bahwa ekonomi masyarakat Jambi terlalu bergantung pada sektor sawit tanpa adanya perlindungan ekonomi yang kuat. Ketika harga naik, pemerintah sering menjadikan sawit sebagai simbol keberhasilan ekonomi daerah. Namun saat harga turun dan masyarakat mulai tertekan, solusi yang diberikan justru lambat dan tidak menyentuh akar persoalan.

Dari sisi ekonomi moneter, penurunan harga sawit jelas berdampak besar terhadap perputaran uang di desa-desa. Daya beli masyarakat melemah, usaha kecil mulai sepi, dan aktivitas ekonomi menurun. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan terjadi peningkatan pengangguran dan kemiskinan di wilayah perkebunan.

Lebih jauh lagi, pemerintah seharusnya mulai menyadari bahwa ketergantungan berlebihan terhadap sawit merupakan kebijakan ekonomi yang berisiko. Hingga hari ini, diversifikasi ekonomi daerah masih berjalan lambat. Sektor pertanian pangan, industri kecil, dan usaha produktif masyarakat belum mendapat perhatian maksimal. Akibatnya, masyarakat terus berada dalam lingkaran ketidakpastian ekonomi setiap kali harga sawit bergejolak.

Masyarakat Jambi tidak membutuhkan janji atau sekadar pernyataan prihatin. Yang dibutuhkan adalah kebijakan nyata, pengawasan harga yang ketat, keberpihakan kepada petani kecil, dan strategi ekonomi yang mampu melindungi masyarakat dari gejolak pasar. Jika tidak, maka setiap penurunan harga sawit akan terus menjadi ancaman besar bagi kestabilan ekonomi daerah dan kesejahteraan rakyat kecil.(*)

Tim Penulis : M.Hazzel Alfarizi,Nena Anggraini,Dwi Lestari,Kurnia Asa,Citra Agung,Putri Seragih,Ulfa Nurhayati (Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Jambi), Dr. Iwan Putra, S.E. M.S.Ak, Novia Sri Dwijayanti, M.Pd

Review Minggu ke III Maret 2025: Harga Kopi, Gula dan Kakao Semua Turun!

 

Harga Kopi, Gula dan Kakao Semua Turun, Review Minggu ke III Maret 2025

Merdekapost – Review Harga Minggu ke III Maret 2025 Kopi- Gula – Kakao , Harga kopi – gula dan kakao semua turun . Harga kopi turun karena menguatnya indeks dolar AS. Harga gula turun karena menguatnya indeks dolar memicu likuidasi di  pasar gula berjangka. Harga kakao turun karena persediaan melimpah, Dilansir dari Vibiznews – Commodity. 

KOPI 

Harga kopi Arabika  Mei di ICE New York turun 75 sen (0.19%) menjadi $391.40. Harga kopi Robusta Mei di ICE London naik $18 (0.33%) 

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat beragam. Menguatnya indeks dolar ke tertinggi 2 minggu sehingga harga komoditas menjadi mahal bila dibeli dengan mata uang diluar dolar. 

Harga kopi Robusta naik karena kekhawatiran cuaca di Vietnam setelah Laporan Dak Lak pada hari Jumat bahwa di daerah produksi kopi di Vietnam, Central  Highlands, diperkirakan cuaca panas dan kurangnya curah hujan di 21-31 Maret.    

Kenaikan persediaan kopi Robusta membuat harga turun setelah laporan dari ICE bahwa persediaan kopi robusta naik ke tertinggi 6 minggu pada hari Jumat sebesar 4,360 lot. Sedangkan persediaan kopi Arabika turun ke terendah 1 bulan pada hari Jumat sebesar 777,708 kantong. 

Kurangnya hujan di Brazil menyebabkan tanaman kopi terganggu dan menaikkan harga kopi. Laporan Somar Meteorologia pada hari Senin  curah hujan di Minas Gerais sebesar  30.8 mm pada minggu ini berakhir 15 Maret, atau 71% dari rata-rata. 

Harga kopi Arabika naik pada hari Kamis setelah Cooxupe, perusahaan besar kopi Arabika  Brazil  mengatakan bahwa suhu panas dan curah hujan dibawah normal pada bulan lalu di Brazil memberikan efek berkurangnya produksi kopi tahun ini. 

Harga kopi naik karena kekhawatiran persediaan berkurang. Pada hari Kamis lalu  Cecafe melaporkan bahwa ekspor kopi hijau Brazil pada bulan Februari  turun 12% dari tahun lalu menjadi 3  juta kantong. 

Pada 28 Januari Conab memperkirakan hasil panen Brazil 2025/26 turun 4.4% dari tahun lalu mencapai jumlah terendah 3 tahun menjadi 51.81 juta kantong. 

Conab juga menurunkan perkiraan hasil kopi di tahun 2024 sebesar 1.1%  menjadi 54.2 juta kantong dari perkiraan September 54.8 juta kantong. 

Harga kopi turun karena kekhawatiran kenaikan pada persediaan kopi, setelah Laporan dari Marex Solutions perkiraan bahwa kopi global surplus di 2025/26 naik menjadi 1.2 juta kantong dari 200,000 kantong di 2024/25. 

Harga kopi Robusta juga tertekan karena Vietnam’s General Statistics Office melaporkan pada 6 Maret bahwa ekspor kopi Februari naik 6.6% dari tahun lalu 169,000 MT. 

Pengaruh kekeringan dari cuaca El Nino tahun lalu akan membuat kerusakan tanaman kopi di Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Curah hujan yang dibawah rata-rata sejak April lalu merusak pohon kopi selama proses berbunga sehingga mengurangi buah kopi sehingga panen Brazil 2025/26 akan berkurang. 

Brazil menghadapi masalah cuaca kering sejak 1981, menurut pengamat kerusakan alam Cemaden. 

Colombia, negara penghasil kopi Arabika terbesar ke dua di dunia  juga mengalami pemulihan yang lambat dari kekeringan akibat cuaca  El Nino tahun lalu. 

Pada 4 Februari Conab melaporkan bahwa ekspor kopi Brazil di  2024 naik 28.8% dari  tahun lalu sehingga mencapai rekor 50.5 juta kantong. 

Pada 6 Februari Vietnam’s General Statistics Office melaporkan bahwa ekspor kopi Vietnam di bulan Januari turun 6.3% dari bulan lalu menjadi 134,000 MT. 

The International Coffee Organization (ICO) melaporkan pada 6 Februari  lalu  bahwa ekspor kopi global di bulan Desember turun 12.4% dari tahun lalu menjadi 10.73 juta kantong dan ekspor dari Oktober – Desember turun 0.8% dari tahun lalu menjadi 32.25 juta kantong . 

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika 

support pertama di $366 dan berikut ke $354 

resistant pertama di $396 kemudian ke $408 

GULA 

Harga gula Mei di ICE New York turun 28 sen (1.40%) menjadi  $19.72 . Harga gula Mei di ICE London turun 11.60  sen (2.06%)  

Harga gula pada penutupan pasar hari Jumat turun karena menguatnya  indeks dolar ke kurs tertinggi 2 minggu sehingga terjadi  likuidasi di gula berjangka.  

Harga gula naik selama 2 minggu dengan harga gula naik  ke tertinggi 3 minggu pada hari Selasa dan harga gula di London naik ke tertinggi 3 ½ bulan karena produksi  gula turun. 

Pada hari Kamis lalu Unica melaporkan hasil gula kumulatif pada tahun 2024/25 di  Amerika Tengah dan Selatan sampai bulan Februari turun 5.6% dari tahun  lalu menjadi 39.822 MMT.   

Pada hari Rabu the Indian Sugar and Bio-energy Manufactures Association mengurangi perkiraan produksi gula India di tahun 2024/25 menjadi 26.4 MMT dari perkiraan Januari 27.27 MMT karena berkurangnya hasil tanaman tebu. 

Pada tanggal 6 Maret the International Sugar Organization (ISO) meningkatkan  perkiraan defisit gula global 2024/25 menjadi   4.88 MMT dibanding perkiraan  Nopember sebesar 2.51 MMT.    

Memperlihatkan pasar lebih ketat dari  surplus gula global di 2023/24 sebesar 1.31 MMT   

The ISO juga menurunkan produksi gula global 2024/25 menjadi 175.5 MMT dari perkiraan Nopember sebesar 179.1 MMT pada har Kamis lalu 

Green Pool Commodity Specialist pada 5 Februari memperkirakan bahwa pasar gula global beralih ke surplus 2.7 MMT di 2025/26 dari perkiraan defisit 3.7 MMT di 2024/25. 

Harga gula turun pada hari Rabu karena perkiraan Datagro produksi di tahun 2025/26 di Brazil Tengah dan Selatan sebesar 42.4 MMT naik 6% dari tahun lalu. 

Pada 27 Februari   pedagang gula Czarnikow memperkirakan bahwa produksi gula Brazil di 2025/26 naik mencapai rekor 43.6 MMT karena memproduksi gula lebih menguntungkan dibanding memproduksi etanol. 

Pada 20 Januari lalu pemerintah India hanya mengijinkan pabrik gula mengekspor 1 MMT gula untuk musim ini, menggantikan peraturan ekspor gula di tahun 2023. Pembatasan ekspor gula India berlaku sejak Oktober 2023 untuk menjaga  persediaan gula domestic. India mengijinkan pabrik gula untuk mengekspor 6.1 MMT gula selama 2022/23 sampai 30 September setelah ekspor gula mencapai rekor 11.1 MMT pada periode sebelumnya.    

The Indian Sugar  Mills Association (ISMA) memperkirakan produksi gula India di 2024/25 turun 17.5% menjadi 26.4 MMT, jumlah terendah 5 tahun. Centrum melaporkan produksi gula India dari 1 Oktober sampai 31 Januari turun 12.2 % dari tahun lalu menjadi 16.5  MMT. 

Kekeringan dan panas pada tahun ini menyebabkan kebakaran di pekebunan gula di Brazil sehingga merusak pohon tebu dan merusak hasil panen gula di daerah penghasil gula di Sao Paulo.   

Orplana group dari industri gula tebu di Brazil  ada 2.000 kebakaran yang merusak 80,000 ha perkebunan tebu di Sao Paulo. Green Pool Commodity Specialist mengatakan kerugian dari kebakaran sebesar 5 MMT gula. 

Conab, Brazil menurunkan perkiraan produksi gula Brazil dari 21 Nopember turun menjadi 44 MMT dari perkiraan sebelumnya 46 MMT, karena hasil gula turun akibat cuaca panas dan kering.   

Laporan tahunan dari USDA pada 21 Nopember produksi gula global 2024/25 diperkirakan naik 1.5% dari tahun lalu sehingga mencapai rekor di 186.619 MMT.  

Konsumsi gula global di 2024/25 naik 1.2% dari tahun lalu mencapai rekor di 179.63 MMT.  

Sehingga persediaan akhir gula global di 2024/25 turun 6.1% menjadi 45.427 MMT.  

Analisa tehnikal untuk gula   

support pertama di $19.40 dan berikut ke $18.50   

Resistant pertama di $20.30 dan berikut ke $ 20.90 

 KAKAO 

Harga kakao Mei di ICE New York turun $306 (3.79%) menjadi $7,765 per ton. Harga kakao Mei di ICE London turun $162 (2.60%) 

Harga kakao pada penutupan pasar hari Jumat turun ke terendah 4  ¼ bulan dan ditutup  turun tajam .  Harga kakao turun selama 5 minggu karena persediaan meningkat  

Pada 28 Februari the International Cocoa Organization (ICCO)  memperkirakan akan surplus 142,000 MT di tahun 2024//25 , inilah surplus pertama di pasar kakao selama 4 tahun. ICCO juga memperkirakan produksi kakao di 2024/25 naik 7.8% menjadi 4.84 MMT. 

Persediaan kakao dalam pengawasan ICE meningkat kembali  di pelabuhan AS membuat harga kakao  turun. Sejak  ke terendah 21 tahun di 1,263,493 kantong pada  24 Januari, Tetapi jumlah persediaan kakao meningkat kembali  ke jumlah tertinggi 4 1/2 bulan  menjadi 1,784,552 kantong pada hari  Jumat. 

Juga Nigeria pada 27 Februari melaporkan ekspor kakao di bulan Januari naik 27% dari tahun lalu menjadi 46,970 MT.  

Kekhawatiran hasil di Ivory Coast pada pertengahan tahun membuat penurunan harga kakao terbatas.  Panen kakao di pertengahan tahun lebih kecil dari panen tahunan dan dimulai di bulan April. Perkiraan rata-rata hasil kakao di Ivory Coast 400,000 MT turun 9% dari tahun lalu  di 440,000 MT 

Kekhawatiran bahwa ekspor akan menurun membuat harga kakao meningkat. Pemerintah Ivory Coast melaporkan pada hari Senin bahwa petani mengirimkan  1.41 MMT kakao ke pelabuhan Ivory Coast  dari 1 Oktober sampai 16 Maret  naik   12% dari tahun lalu . Jumlah ini turun dari kenaikan  35% dari bulan Desember.    

Pada 3 Februari harga kakao turun ke harga terendah 3 ¼ bulan karena eksekutif dari pabrik coklat Hershey dan Mondelez memperingatkan bahwa harga kakao yang tinggi akan membuat permintaan berkurang   

Pada 4 Februari pabrik coklat Mondelez International mengatakan potensi penurunan  permintaan coklat terutama di Amerika Utara dimana konsumsi coklat menurun. Juga pada 18 Februari  perusahaan ini mengatakan harga coklat akan naik 50% karena kenaikan harga kakao, sehingga permintaan akan berkurang.   

Pabrik Coklat Hersey mengatakan pada 6 Februari tingginya harga kakao membuat perusahaan terpaksa membuat resep baru dengan mengganti kakao dengan bahan lain. 

Harga kakao yang tinggi membuat permintaan kakao di kuartal ke 4 turun.  

Pada 9 Januari Laporan Penggilingan kakao di kuartal 4 di Eropa, Asia dan Amerika Utara    

Kakao yang digiling di Eropa turun 5.3% dari tahun lalu menjadi 331.853 MT terendah dalam 4 tahun.  

The Cocoa Association of Asia melaporkan kakao yang digiling di kuartal 4 turun 0.5% dari tahun lalu menjadi 210,111 MT juga terendah 4 tahun.  

The National Confectioners Association melaporkan kakao  yang digiling di Amerika Utara turun 1.2% dari tahun lalu  menjadi 102,761 MT  

The International Cocoa Organization (ICCO) pada 28 Februari 2025 bahwa defisit kakao global di 2023/24 sebesar 441,000 MT defisit terbesar dalam 60 tahun . ICCO mengatakan produksi kakao di 2023/24 turun 13.1% dari tahun lalu menjadi 4,380 MMT. Ratio persediaan kakao dengan kakao yang digiling sebesar 27% terendah dalam 46 tahun. 

Analisa tehnikal untuk kakao di New York  

Support pertama di $ 7,760 dan berikut ke $6,670 

Resistant pertama di $8,780 dan berikut ke $9,140  

(Merdekapost / Sumber: Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting)  

Minyak Dunia Mahal, Pertamina Naikkan Harga Gas LPG 5,5 Kg & 12 Kg Hari Ini

Tabung Bright gas 5,5 kg yang mengalami kenaikan harga. (ist) 

PT (Persero) menaikkan harga  nonsubsidi rumah tangga untuk jenis Bright Gas 5,5 kg, Bright Gas 12 kg, dan Elpiji 12 kg mulai hari ini, Minggu (27/2). Sementara harga LPG 3 kg yang disubsidi tidak mengalami kenaikan. 

Ini merupakan kenaikan yang kedua kalinya. Sebelumnya, pada 25 Desember 2021, Pertamina juga menaikkan harga gas LPG nonsubsidi.

Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading Pertamina Irto Ginting menjelaskan, penyesuaian ini dilakukan mengikuti perkembangan terkini dari industri minyak dan gas. 

Tercatat, harga Contract Price Aramco (CPA) mencapai USD 775 per metrik ton, naik sekitar 21 persen dari harga rata-rata CPA sepanjang tahun 2021. 

"Harga baru seluruh produk LPG non subsidi ini berlaku mulai tanggal 27 Februari 2022," kata Irto dalam keterangan tertulis. 

Dengan adanya penyesuaian, harga LPG nonsubsidi yang berlaku saat ini sekitar Rp 15.500 per kg. Menurutnya, kenaikan harga ini telah mempertimbangkan kondisi serta kemampuan pasar LPG nonsubsidi, selain itu harga ini masih paling kompetitif dibandingkan berbagai negara di ASEAN.

 Penyesuaian harga hanya berlaku untuk LPG nonsubsidi seperti Bright Gas atau sekitar 6,7 persen dari total konsumsi LPG nasional per Januari 2022 ini. 

"Untuk LPG subsidi 3 kg yang porsinya lebih dari 93 persen tidak mengalami perubahan harga, harga tetap mengacu kepada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat,” tambah Irto.

Sementara untuk harga LPG ukuran 50 kg dan konsumen industri sudah lebih dulu naik. Untuk informasi lengkap mengenai seluruh harga LPG nonsubsidi terbaru, masyarakat dapat langsung menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135.

Berikut Daftar Harga Gas Elpiji non subsidi yang naik hari ini:




Sumber: kumparan.com/hza/merdekapost.com

Data BPS, Tingkat Pengangguran Di Provinsi Jambi Turun 0,03 Persen

 

Data tingkat pengangguran terbuka Provinsi Jambi. Foto: BPS

Merdekapost.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mengeluarkan data Keadaan Ketenagakerjaan di Provinsi Jambi, jum'at (5/11/2021). Data tersebut disampaikan langsung oleh Plt Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Provinsi Jambi.

Sisilia Nurteta mengatakan, Jumlah angkatan kerja di Jambi Agustus 2021 sebanyak 1,84 juta orang, bertambah 7,6 ribu orang dibanding Agustus 2020 dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 67,17 persen atau turun 0,62 poin.

"Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2021 sebesar 5,09 persen turun 0,03 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2020," ujarnya.

Sisilia Nurteta menerangkan, Penduduk bekerja sebanyak 1,747 juta orang, meningkat sebanyak 7,8 ribu orang dari Agustus 2020. Jika dibandingkan dengan Agustus 2020, sektor yang mengalami penurunan terbesar adalah pertanian (turun 1,48 persen poin), sedangkan sektor yang mengalami kenaikan terbesar adalah sektor perdagangan besar.

"Sebanyak 1,08 juta orang (62 persen) penduduk bekerja pada kegiatan informal," bebernya.

Dijelaskan lagi oleh Sisilia, Selama setahun terakhir, pekerja informal turun sebesar 0,72 persen poin dibanding Agustus 2020. Dalam setahun terakhir persentase pekerja setengah pengangguran turun sebesar 1,5 persen poin, sedangkan pekerja paruh waktu naik 1,72 persen poin.

"Terdapat 177,9 ribu orang terdampak covid-19 atau 6,49 persen. Terdiri dari pengangguran karena covid-19 (10,24 ribu orang), BAK karena covid-19 (3,82 ribu orang), sementara tidak bekerja karena covid-19 (12,54 ribu orang) dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena covid-19 (151,34 ribu orang)," ungkapnya. (064)

Pertumbuhan Ekonomi Jambi Meningkat

 

Data pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi triwulan ketiga. Foto: BPS Prov. Jambi

Merdekapost.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, merilis data tingkat pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi triwulan ketiga, data per bulan november 2021, jum'at (5/11/2021).

Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis yang akan menyampaikan Pertumbuhan ekonomi, Kusriatmi mengatakan bahwa Perekonomian Provinsi Jambi berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2021 mencapai Rp60,69 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp39,42 triliun.

"Ekonomi Provinsi Jambi triwulan III-2021 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 2,73 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 19,68 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 7,87 persen," paparnya.

Sedangkan Ekonomi Jambi triwulan III-2021 terhadap triwulan III-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 5,91 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 22,84 persen. 

"Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,71 persen," ujar Kusriatmi.

Untuk Ekonomi Jambi kumulatif triwulan III-2021 terhadap kumulatif triwulan III2020 mengalami pertumbuhan sebesar 3,66 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 12,05 persen. 

"Sementara dari sisi pengeluaran semua komponen tumbuh positif, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 11,31 persen," jelasnya.

kusriatmi menambahkan, Pertumbuhan (y-on-y) triwulan III-2021 terjadi pada semua Provinsi di Sumatera.

"Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 6,11 persen dan diikuti oleh Provinsi Jambi sebesar 5,91 persen," ungkapnya. (064)

Nilai Ekspor Provinsi Jambi pada bulan September Turun Sebesar 0,21 Persen

 

Ilustrasi Ekspor

Merdekapost.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi merilis data Nilai Ekspor asal Provinsi Jambi, data per bulan September 2021, senin (1/11/2021).

Koordinator fungsi statistik distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Toto Abdul Fatah mengatakan, Nilai ekspor asal Provinsi Jambi pada bulan September 2021 turun sebesar 0,21 persen.

"Dibandingkan bulan sebelumnya yaitu dari US$ 241,27 juta pada bulan Agustus 2021 menjadi US$ 240,77 juta pada bulan September 2021," ujarnya.

Lima negara tujuan ekspor terbesar pada Bulan September 2021 adalag Singapura, Cina, Jepang, Amerika Serikat, dan Thailand.

"Sampai dengan bulan September 2021, kelompok pertambangan memberikan kontribusi terbesar terhadap total ekspor di Jambi, yaitu sebesar 53,45 persen," ungkapnya.

Kemudian diikuti dari kelompok Industri sebesar 37,94 persen, dan kelompok pertanian sebesar 8,62 persen," ungkapnya. (064)

2021 Karyawan Bakal Terima BLT Tidak 100 Persen Lagi, Ida Fauziyah: Ini Penyebabnya

FOTO || Ilustrasi rupiah, ilustrasi penyaluran BLT UMKM 

MERDEKAPOST.COM || JAKARTA - Hal itu ditegaskan oleh Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama Hubungan Industrial Kemnaker Aswansyah saat dihubungi Kompas.com, Kamis (17/12/2020).

"Sudah (disalurkan). Nanti tinggal disampaikan ke bank dan bank memproses kepada penerima," kata dia dikutip via Kompas.com dengan judul "BSU Termin II Tahap 6 Sudah Cair, Ini Penjelasan Kemnaker..."

Saat ini, imbuhnya pihak bank masih melakukan proses penyaluran kepada penerima bantuan langsung pekerja ini.

Dirinya berharap, semua penyaluran BSU ini dapat 100 persen tersalurkan tanpa adanya rekening bermasalah atau terkendala.

"Kalau tidak ada masalah, kami berharap ada 12,4 juta rekening tersalurkan semua," katanya lagi.

Aswansyah menjelaskan, pada termin I (penyaluran periode September-Oktober 2020) ditargetkan bantuan subsidi pekerja dapat disalurkan sebanyak 12,4 juta rekening.

Namun, dalam penyaluran sempat terdeteksi rekening yang bermasalah sebanyak 151.000, yang menyebabkan pemilik rekening ini terhambat mendapatkan bantuan langsung.

Kemudian, untuk termin II (penyaluran periode November-Desember 2020) juga ditargetkan bantuan dpat tersalurkan ke 12,4 juta rekening penerima.

"Jadi, intinya sudah kita salurkan semua (termasuk BSU termin II tahap VI)," lanjut dia.

Mengapa BLT Karyawan Gelombang 2 Belum Cair?

Aswansyah mengatakan, harapannya penyaluran BSU yang belum tersalurkan karena pemadanan data dapat rampung di termin II tahap 6.

"Kita penginnya tahap (gelombang) 6 ini tahap pencairan terakhir, biar cepet beres penyalurannya," ujar Aswansyah saat dihubungi terpisah Kompas.com, Kamis (3/12/2020).

Selain itu, terdapat 151.123 pekerja yang tercatat pada termin I yang belum menerima bantuan BSU, lantaran adanya kendala.

Menurut Aswansyah, penyaluran bantuan dari 151.123 rekening dengan BSU termin II tahap 6 nantinya akan dipisah.

Targetnya sebelum 2021, proses penyaluran BSU pekerja ini harus selesai ketika tutup tahun.

Sebelumnya, Kemnaker menyebutkan, mereka yang belum mendapatkan BSU pekerja/buruh kemungkinan termasuk dalam mekanisme pemadanan data yang dilakukan antara Kemenaker dan BPJS Ketenagakerjaan dengan Ditjen Pajak.

Adapun pemadanan data yang dilakukan yakni mengenai kriteria besaran upah. Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, (27/11/2020), sebanyak 1.198.539 rekening yang tercatat belum mendapatkan BSU lantaran masuk pemadanan data.

Akankah BLT Karyawan Diperpanjang?

Sementara pertanyaan soal BLT karyawan diperpanjang jadi sorotan masyarakat terutama pekerja yang terdampak virus corona atau Covid-19.

Menanggapi hal itu, Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker) berharap program bantuan subsidi gaji atau upah tersebut bisa terlaksana kembali tahun 2021.

"Kemenaker selaku kementerian teknis mengharapkan subsidi ini terus bisa berlanjut.

Namun, secara policy atau kebijakan itu kami mengikuti dari keputusan KPCPEN (Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional)," ujar Staf Khusus Kemenaker Reza Hafiz melalui tayangan Youtube FMB9," Kamis (10/12/2020).

Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Soal Kelanjutan Program Subsidi Gaji, Kemenaker Tunggu Keputusan KPCPEN'

Menurut Reza, keputusan BLT karyawan diperpanjang akan tergantung dengan kondisi perekonomian Indonesia.

Menurut dia, kondisi perekonomian pada 2020 juga akan berpengaruh terhadap besaran dana yang akan disalurkan kepada calon penerima bantuan subsidi gaji.

"Karena ini kan diobrolin setingkat menteri, policy-nya seperti apa. Pertumbuhan ekonomi dan kondisi ekonomi tahun depan juga seperti apa," kata dia.(*)

Baca Berita Lainnya :

Hati-hati, Beredar Kontak Whatsapp Palsu Dengan Nama Sofyan Ali

Ditetapkan Tersangka, 5 Pelaku Penggelembungan Suara CE-Ratu di Sungai Penuh Kabur

PKB Peduli, Gus AMI Instruksikan Kadernya Bantu Korban Musibah di Sulbar dan Kalsel

Tega, Seorang Ayah Perkosa Anak Tiri Hingga Hamil 6 Bulan


Sumber : Kompas.com || Editor: Nurfuadi Muhammad || MERDEKAPOST.COM 




Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs