Data BPS, Tingkat Pengangguran Di Provinsi Jambi Turun 0,03 Persen

 

Data tingkat pengangguran terbuka Provinsi Jambi. Foto: BPS

Merdekapost.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mengeluarkan data Keadaan Ketenagakerjaan di Provinsi Jambi, jum'at (5/11/2021). Data tersebut disampaikan langsung oleh Plt Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Provinsi Jambi.

Sisilia Nurteta mengatakan, Jumlah angkatan kerja di Jambi Agustus 2021 sebanyak 1,84 juta orang, bertambah 7,6 ribu orang dibanding Agustus 2020 dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 67,17 persen atau turun 0,62 poin.

"Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2021 sebesar 5,09 persen turun 0,03 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2020," ujarnya.

Sisilia Nurteta menerangkan, Penduduk bekerja sebanyak 1,747 juta orang, meningkat sebanyak 7,8 ribu orang dari Agustus 2020. Jika dibandingkan dengan Agustus 2020, sektor yang mengalami penurunan terbesar adalah pertanian (turun 1,48 persen poin), sedangkan sektor yang mengalami kenaikan terbesar adalah sektor perdagangan besar.

"Sebanyak 1,08 juta orang (62 persen) penduduk bekerja pada kegiatan informal," bebernya.

Dijelaskan lagi oleh Sisilia, Selama setahun terakhir, pekerja informal turun sebesar 0,72 persen poin dibanding Agustus 2020. Dalam setahun terakhir persentase pekerja setengah pengangguran turun sebesar 1,5 persen poin, sedangkan pekerja paruh waktu naik 1,72 persen poin.

"Terdapat 177,9 ribu orang terdampak covid-19 atau 6,49 persen. Terdiri dari pengangguran karena covid-19 (10,24 ribu orang), BAK karena covid-19 (3,82 ribu orang), sementara tidak bekerja karena covid-19 (12,54 ribu orang) dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena covid-19 (151,34 ribu orang)," ungkapnya. (064)

Pertumbuhan Ekonomi Jambi Meningkat

 

Data pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi triwulan ketiga. Foto: BPS Prov. Jambi

Merdekapost.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, merilis data tingkat pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi triwulan ketiga, data per bulan november 2021, jum'at (5/11/2021).

Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis yang akan menyampaikan Pertumbuhan ekonomi, Kusriatmi mengatakan bahwa Perekonomian Provinsi Jambi berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2021 mencapai Rp60,69 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp39,42 triliun.

"Ekonomi Provinsi Jambi triwulan III-2021 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 2,73 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 19,68 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 7,87 persen," paparnya.

Sedangkan Ekonomi Jambi triwulan III-2021 terhadap triwulan III-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 5,91 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 22,84 persen. 

"Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,71 persen," ujar Kusriatmi.

Untuk Ekonomi Jambi kumulatif triwulan III-2021 terhadap kumulatif triwulan III2020 mengalami pertumbuhan sebesar 3,66 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 12,05 persen. 

"Sementara dari sisi pengeluaran semua komponen tumbuh positif, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 11,31 persen," jelasnya.

kusriatmi menambahkan, Pertumbuhan (y-on-y) triwulan III-2021 terjadi pada semua Provinsi di Sumatera.

"Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 6,11 persen dan diikuti oleh Provinsi Jambi sebesar 5,91 persen," ungkapnya. (064)

Nilai Ekspor Provinsi Jambi pada bulan September Turun Sebesar 0,21 Persen

 

Ilustrasi Ekspor

Merdekapost.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi merilis data Nilai Ekspor asal Provinsi Jambi, data per bulan September 2021, senin (1/11/2021).

Koordinator fungsi statistik distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Toto Abdul Fatah mengatakan, Nilai ekspor asal Provinsi Jambi pada bulan September 2021 turun sebesar 0,21 persen.

"Dibandingkan bulan sebelumnya yaitu dari US$ 241,27 juta pada bulan Agustus 2021 menjadi US$ 240,77 juta pada bulan September 2021," ujarnya.

Lima negara tujuan ekspor terbesar pada Bulan September 2021 adalag Singapura, Cina, Jepang, Amerika Serikat, dan Thailand.

"Sampai dengan bulan September 2021, kelompok pertambangan memberikan kontribusi terbesar terhadap total ekspor di Jambi, yaitu sebesar 53,45 persen," ungkapnya.

Kemudian diikuti dari kelompok Industri sebesar 37,94 persen, dan kelompok pertanian sebesar 8,62 persen," ungkapnya. (064)

2021 Karyawan Bakal Terima BLT Tidak 100 Persen Lagi, Ida Fauziyah: Ini Penyebabnya

FOTO || Ilustrasi rupiah, ilustrasi penyaluran BLT UMKM 

MERDEKAPOST.COM || JAKARTA - Hal itu ditegaskan oleh Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama Hubungan Industrial Kemnaker Aswansyah saat dihubungi Kompas.com, Kamis (17/12/2020).

"Sudah (disalurkan). Nanti tinggal disampaikan ke bank dan bank memproses kepada penerima," kata dia dikutip via Kompas.com dengan judul "BSU Termin II Tahap 6 Sudah Cair, Ini Penjelasan Kemnaker..."

Saat ini, imbuhnya pihak bank masih melakukan proses penyaluran kepada penerima bantuan langsung pekerja ini.

Dirinya berharap, semua penyaluran BSU ini dapat 100 persen tersalurkan tanpa adanya rekening bermasalah atau terkendala.

"Kalau tidak ada masalah, kami berharap ada 12,4 juta rekening tersalurkan semua," katanya lagi.

Aswansyah menjelaskan, pada termin I (penyaluran periode September-Oktober 2020) ditargetkan bantuan subsidi pekerja dapat disalurkan sebanyak 12,4 juta rekening.

Namun, dalam penyaluran sempat terdeteksi rekening yang bermasalah sebanyak 151.000, yang menyebabkan pemilik rekening ini terhambat mendapatkan bantuan langsung.

Kemudian, untuk termin II (penyaluran periode November-Desember 2020) juga ditargetkan bantuan dpat tersalurkan ke 12,4 juta rekening penerima.

"Jadi, intinya sudah kita salurkan semua (termasuk BSU termin II tahap VI)," lanjut dia.

Mengapa BLT Karyawan Gelombang 2 Belum Cair?

Aswansyah mengatakan, harapannya penyaluran BSU yang belum tersalurkan karena pemadanan data dapat rampung di termin II tahap 6.

"Kita penginnya tahap (gelombang) 6 ini tahap pencairan terakhir, biar cepet beres penyalurannya," ujar Aswansyah saat dihubungi terpisah Kompas.com, Kamis (3/12/2020).

Selain itu, terdapat 151.123 pekerja yang tercatat pada termin I yang belum menerima bantuan BSU, lantaran adanya kendala.

Menurut Aswansyah, penyaluran bantuan dari 151.123 rekening dengan BSU termin II tahap 6 nantinya akan dipisah.

Targetnya sebelum 2021, proses penyaluran BSU pekerja ini harus selesai ketika tutup tahun.

Sebelumnya, Kemnaker menyebutkan, mereka yang belum mendapatkan BSU pekerja/buruh kemungkinan termasuk dalam mekanisme pemadanan data yang dilakukan antara Kemenaker dan BPJS Ketenagakerjaan dengan Ditjen Pajak.

Adapun pemadanan data yang dilakukan yakni mengenai kriteria besaran upah. Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, (27/11/2020), sebanyak 1.198.539 rekening yang tercatat belum mendapatkan BSU lantaran masuk pemadanan data.

Akankah BLT Karyawan Diperpanjang?

Sementara pertanyaan soal BLT karyawan diperpanjang jadi sorotan masyarakat terutama pekerja yang terdampak virus corona atau Covid-19.

Menanggapi hal itu, Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker) berharap program bantuan subsidi gaji atau upah tersebut bisa terlaksana kembali tahun 2021.

"Kemenaker selaku kementerian teknis mengharapkan subsidi ini terus bisa berlanjut.

Namun, secara policy atau kebijakan itu kami mengikuti dari keputusan KPCPEN (Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional)," ujar Staf Khusus Kemenaker Reza Hafiz melalui tayangan Youtube FMB9," Kamis (10/12/2020).

Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Soal Kelanjutan Program Subsidi Gaji, Kemenaker Tunggu Keputusan KPCPEN'

Menurut Reza, keputusan BLT karyawan diperpanjang akan tergantung dengan kondisi perekonomian Indonesia.

Menurut dia, kondisi perekonomian pada 2020 juga akan berpengaruh terhadap besaran dana yang akan disalurkan kepada calon penerima bantuan subsidi gaji.

"Karena ini kan diobrolin setingkat menteri, policy-nya seperti apa. Pertumbuhan ekonomi dan kondisi ekonomi tahun depan juga seperti apa," kata dia.(*)

Baca Berita Lainnya :

Hati-hati, Beredar Kontak Whatsapp Palsu Dengan Nama Sofyan Ali

Ditetapkan Tersangka, 5 Pelaku Penggelembungan Suara CE-Ratu di Sungai Penuh Kabur

PKB Peduli, Gus AMI Instruksikan Kadernya Bantu Korban Musibah di Sulbar dan Kalsel

Tega, Seorang Ayah Perkosa Anak Tiri Hingga Hamil 6 Bulan


Sumber : Kompas.com || Editor: Nurfuadi Muhammad || MERDEKAPOST.COM 


Meski Hanya Lulusan SD, Pria Ini Sukses Jadi Miliarder Berkat Ternak Sapi

Saipol Azmir Zainuddin. Dokpri
MERDEKAPOST.COM - “Jika kamu tidak mempunyai gelar, maka kamu tidak akan sukses di masa depan,” anggapan seperti itu umumnya masih berlaku di masyarakat, namun ternyata tak semuanya benar, karena kesuksesan punya caranya sendiri untuk masing-masing orang.

Hal tersebut dibuktikan oleh seorang pria asal Malaysia bernama Saipol Azmir Zainuddin yang sukses menjalani bisnis dengan keuntungan lebih dari Rp 1 miliar per bulan dari ternak sapi.

Melansir dari Worldofbuzz, setelah tamat di bangku kelas 6 SD Saipol memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikannya tersebut, bukan tanpa alasan yang jelas melainkan ia sudah mempunyai tujuan sebagai petani yang dilihat mempunyai prospek menjanjikan di masa depan.

“Meskipun saya putus sekolah lebih awal dari teman-teman saya, hal itu tak mematahkan semangat, karena impian saya adalah menjadi petani,” ungkapnya.

Sebelum sukses seperti sekarang, Saipol pernah melakoni profesi sebagai pekerja kontruksi. Saat itu ia menerima gaji 750 Ringgit atau setara dengan Rp 2,6 juta.

Uniknya karena tujuan Saipol sangat jelas untuk jadi peternak, uang yang ia hasilkan tidak dihabiskan begitu saja, melainkan sebesar RM450 selalu ia sisihkan untuk membeli satu ekor anak sapi. Hal itu ia lakukan sepanjang tahun dan berlanjut sampai ia berusia 18 tahun.

"Saat usia saya menginjak 18 tahun, saya sudah memiliki 300 ekor sapi. Waktu itulah saya dan ayah mengembangbiakkan sapi-sapi tersebut dan menjualnya ke penduduk setempat. Keuntungan yang didapat selalu saya simpan karena saya ingin suatu hari nanti bisa memiliki peternakan sendiri," ujar Saipol.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, ketika umur 19 tahun lahan yang ia miliki sudah dipenuhi dengan sapi peliharaan bahkan ia sudah mempunyai keuangan yang stabil di usia muda hingga cukup untuk Saipol membeli mobil dan rumah.

Untuk memperluas bisnisnya, Saipol mengajukan pinjaman RM 100.000 melalui Farmer’s Organization Authority Malaysia (LPP). Dari pinjaman itu, Saipol pun dapat memperluas pasarnya ke seluruh negara.

Setelah beberapa tahun mengumpulkan uang dari ternak sapi, lantas ia membeli lahan kembali seluas 0,8 hektar untuk mengembangkan bisnisnya itu.

Kini, selain fokus beternak sapi, Saipol juga fokus menjaga agar ternaknya tetap dalam kondisi sehat dan bebas penyakit. Di usianya yang ke 33 tahun Saipol sudah memiliki 700 ekor sapi, 150 kambing dan 30 kerbau.

Pada 2017 lalu bahkan ia berhasil mengantongi pendapatan I juta Ringgit atau Rp 3,6 miliar.

Karena kesuksesan besarnya, di Malaysia ia bersedia mengajarkan anak muda yang tertarik menjadi pengusaha dan peternak secara suka rela.

Sumber : Kumparan

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Sejarah Kerinci | Peta Situs