128 Jamaah Haji Kota Sungai Penuh 2026 Dijadwalkan Tiba Pada hari Minggu

128 Jamaah Haji Kota Sungai Penuh Dijadwalkan Tiba pada hari Minggu.(Ist)

SUNGAI PENUH - Sebanyak 128 orang Jemaah Haji asal Kota Sungai Penuh yang tergabung dalam Kloter BTH 23 dijadwalkan tiba di Jambi pada Sabtu 27 Juni 2026.

Berdasarkan jadwal pemulangan, rombongan dijadwalkan berangkat dari Tanah Suci dan tiba di Debarkasi Batam, sebelum terbang ke Jambi pada 27-28 Juni 2026.

Jamaah Haji Bakal disambut Wawako Azhar di Asrama Haji Jambi

Tamu Allah ini akan disambut oleh Wakil Walikota Azhar Hamzah, di asrama Haji Jambi. 

Setelah itu, jamaah Haji akan melanjutkan perjalanan pulang ke Kota Sungai Penuh Via jalan darat.

Baca Juga: 

Kemenhaj Kerinci: "Jamaah Haji Kloter BTH 19 hingga 25 Segera Kembali ke Tanah Air"

Tindak Tegas Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Satreskrim Polres Kerinci Amankan 59 Jerigen Solar di Sungai Penuh

Pertahankan Opini WTP, Wako Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

“Insya allah, Minggu jamaah haji asal Kota Sungai Penuh sudah tiba di tempat masing-masing” ujar Kepala Bagian Kesra Setda Kota Sungai Penuh, Kamis (25/6/2026).

Ia menambahkan, alhamdulillah 128 orang yang berangkat dan kembali sesuai jumlah yang berangkat.

Kepulangan ini menjadi penutup perjalanan Haji di Arab Saudi. Para jemaah telah menyelesaikan seluruh rukun dan wajib haji, mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, hingga melontar jumrah yang menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji. (adz)

Kemenhaj Kerinci: "Jamaah Haji Kloter BTH 19 hingga 25 Segera Kembali ke Tanah Air"


Kemenhaj Kerinci H Reflisman menyebutkan Jamaah Haji Kloter BTH 19 hingga 25 Segera Kembali ke Tanah Air. segera bisa berkumpul dengan keluarga.(adz)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Kabar gembira bagi keluarga jamaah haji asal Kabupaten Kerinci. 

Jamaah haji Kerinci yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BTH 19, BTH 22, BTH 23, BTH 24, dan BTH 25 dijadwalkan mulai kembali ke Tanah Air pada Minggu, 21 Juni 2026 dan diperkirakan kelompok besar (puncak kepulangan) beberapa kloter akan kembali ke Jambi pada Jum'at, Sabtu-Minggu 26-28 Juni melalui embarkasi Batam.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kerinci, H. Reflisman, S.PdI, M.PdI. , yang menyebutkan bahwa proses pemulangan jamaah akan dilakukan melalui Bandara Madinah, Arab Saudi.

Baca Juga: Al Haris: 10 Muharram Mengajarkan Kami untuk Memuliakan Anak Yatim, Menebar Kasih Sayang dan Menguatkan Kepedulian Sosial di Jambi

Menurut H Reflisman, seluruh jamaah saat ini masih menjalani rangkaian ibadah dan kegiatan pasca-puncak haji sebelum memasuki jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Jamaah haji Kerinci yang tergabung dalam kloter BTH 19, 22, 23, 24, dan 25 dijadwalkan mulai kembali ke Indonesia dari Bandara Madinah pada Minggu, 21 Juni 2026,” ujarnya saat dikonfirmasi Media Andalas Group.

Ia berharap seluruh jamaah dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar serta tetap menjaga kesehatan hingga tiba kembali di daerah asal.

Baca Juga: Wako Alfin dan Ketua PKK Sungai Penuh Hadiri Malam Pergelaran Seni Budaya Kenduri Sko Enam Luhah

Pihak Kementerian Agama Kabupaten Kerinci juga terus berkoordinasi dengan petugas haji dan keluarga jamaah terkait perkembangan proses pemulangan tersebut. Masyarakat diimbau untuk menunggu informasi resmi mengenai jadwal kedatangan jamaah di daerah guna menghindari kesalahpahaman terkait waktu penjemputan.

Dengan dimulainya jadwal pemulangan tersebut, keluarga jamaah di Kerinci dan Kota Sungai Penuh diharapkan dapat mempersiapkan penyambutan bagi para tamu Allah yang telah menyelesaikan ibadah haji di Tanah Suci.

“Himbauan untuk keluarga jamaah supaya tidak menjemput ke asrama haji embarkasi haji antara jambi, tapi cukup di kabupaten yang direncanakan titik lokasi penjemputan di kantor kementerian haji dan umrah kabupaten kerinci di sebukar”. Pungkasnya.(adz)

Kabar Duka, Jemaah Haji Merangin Meninggal Dunia di Makkah Usai Cuci Darah

Seorang jemaah haji asal Kabupaten Merangin, H Jafri S Salim (49), meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi, pada Kamis, 11 Juni 2026 pukul 18.38 Waktu Arab Saudi (WAS).

MERDEKAPOST.COM - Kabar duka menyelimuti Provinsi Jambi. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Merangin, H Jafri S Salim (49), meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi, pada Kamis, 11 Juni 2026 pukul 18.38 Waktu Arab Saudi (WAS).

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya almarhum. Ia berharap almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Almarhum yang tergabung dalam Kloter BTH 19 Embarkasi Batam diketahui sempat menjalani perawatan intensif di Al Noor Specialist Hospital, Makkah.

Kondisi kesehatannya mulai menurun sejak akhir Mei 2026. Dengan riwayat hipertensi dan diabetes melitus, almarhum awalnya dirujuk dari Poskes Sektor 3 Makkah ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) setelah mengalami sesak napas, batuk, serta pembengkakan di seluruh tubuh.

Dari hasil pemeriksaan laboratorium, USG, dan rontgen, dokter menemukan adanya gangguan serius pada fungsi ginjal. Almarhum kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lanjutan, termasuk tindakan cuci darah.

Dokter KKHI, dr. Fuji Ramadhani, menjelaskan bahwa kondisi ginjal pasien memerlukan penanganan lebih intensif di rumah sakit Arab Saudi.

Semoga almarhum husnul khotimah dan seluruh amal ibadah hajinya diterima Allah SWT.(aDZ)

Kepulangan Jemaah Haji Diperketat, Keluarga Dilarang Menjemput di Asrama

PPIH Provinsi Jambi melarang keluarga menjemput langsung jemaah haji di Asrama Haji Jambi untuk menjaga ketertiban proses pemulangan.Hal ini disampaikan dalam rapat kepulangan jemaah haji, Selasa (9/6/2026).(Ist)

JAMBI | Merdekapost.com - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jambi menegaskan aturan ketat terkait proses pemulangan jemaah haji Jambi.

Aturan ketat yang dimaksud ialah keluarga jemaah dilarang keras untuk melakukan penjemputan langsung di Asrama Haji Jambi.

Kebijakan itu diambil, mengingat kompleksitas fase pemulangan yang dinilai lebih rumit dibandingkan fase keberangkatan.

Pihak Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jambi menyatakan, tantangan utama dalam pemulangan adalah kondisi psikologis jemaah serta tingginya antusiasme keluarga.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kanwil Kemenhaj Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, dalam pengarahannya dalam Rapat Persiapan Pemulangan Jemaah Haji Debarkasi Haji Antara di Asrama Haji Jambi bersama para stakeholder, Selasa (9/6/2026).

"Pemulangan haji ini penyelenggaraannya lebih rumit daripada pemberangkatan," ujarnya.

Dia mengatakan, berkaca pada pengalaman sebelumnya terdapat jemaah yang langsung dibawa pulang oleh keluarganya secara mandiri.

Sehingga, hal itu menyulitkan pendataan petugas saat bus akan diberangkatkan ke kabupaten/kota.

Untuk mengantisipasi kerumunan, PPIH akan menutup dan mengunci akses pintu samping asrama dua jam sebelum kedatangan jemaah.

Panitia juga dilarang keras membawa orang luar atau ‘penumpang gelap’ ke dalam area asrama, guna memastikan situasi tetap kondusif.

"Maka panitia kami ingatkan untuk tidak membawa penumpang gelap ya dalam tanda kutip, supaya lebih aman dan tertib," tegasnya.

Wahyudi menjelaskan, selain pengaturan alur masuk melalui empat pintu teknis, perhatian khusus juga diberikan pada pengelolaan bagasi jemaah.

Tas bagasi baru akan diserahkan kepada pihak kabupaten/kota dua jam setelah jemaah meninggalkan asrama untuk menghindari kericuhan dan risiko barang tertukar antar daerah.

Panitia menekankan pentingnya menjaga agar jangan sampai tas jemaah dari satu kabupaten terbawa ke kabupaten lain yang jaraknya berjauhan.

Mengenai kondisi kesehatan, apabila terdapat jemaah yang perlu diobservasi atau dirujuk ke rumah sakit.

Koordinasi akan dilakukan secara terpusat melalui tim medis BKK agar informasi yang sampai ke keluarga tetap satu pintu dan tidak memicu kepanikan.

"Kita akan koordinasikan dengan cukup baik dengan suasana yang lebih tenang supaya tidak ada semacam persoalan-persoalan," jelasnya.

Seluruh prosesi penerimaan di asrama akan dilakukan secara efisien sebelum jemaah diserahkan kepada pemerintah kabupaten/kota masing-masing untuk dipulangkan ke daerah asal. 

Panitia berharap suasana penerimaan tetap tenang agar jemaah tidak merasa lelah atau emosional setelah perjalanan panjang. (Adz)

Seorang Jamaah Haji Asal Merangin Meninggal di Makkah Akibat Serangan Jantung

Seorang jamaah haji asal Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi bernama Imam Suwarno Kariyo Rejo (65) dikabarkan meninggal dunia saat menjalani rangkaian ibadah di Makkah, Arab Saudi, Rabu, pukul 13.00 waktu Arab Saudi (WAS).

Jambi - Seorang jamaah haji asal Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi bernama Imam Suwarno Kariyo Rejo (65) dikabarkan meninggal dunia saat menjalani rangkaian ibadah di Makkah, Arab Saudi, Rabu, pukul 13.00 waktu Arab Saudi (WAS).

"Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala khilafnya, diterima segala amal ibadahnya, serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Bagi keluarga besar yang ditinggalkan di tanah air, semoga senantiasa diberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini,” kata Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi Wahyudi Abdul Wahab.

Berdasarkan dokumen resmi Surat Kematian (Certificate of Death) yang dikeluarkan oleh Misi Medis Haji Indonesia (Indonesian Medical Mission), jamaah tersebut tiba di Tanah Suci pada 13 Mei 2026.

Dia tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 19.

Kepala Kemenhaj Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab.(Ist)

Almarhum mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 3 Juni 2026, pukul 19.00 waktu Arab Saudi (WAS) di akomodasinya yang berlokasi di Moro Al Alameyah Hotel, Makkah.

Saat kejadian duka tersebut berlangsung, penanganan jamaah didampingi langsung oleh pihak mutawwif atau pembimbing ibadah setempat (mas'adi).

Merujuk pada data medis yang ditandatangani oleh dokter pemeriksa Rizky Ramadhani, penyebab utama kematian almarhum disebabkan oleh beberapa diagnosis klinis yang saling berkaitan yaitu Syok Kardiogenik (Cardiogenic Shock - ICD-10: R57) sebagai kondisi langsung yang memicu kegagalan fungsi jantung.

Lalu Infark Miokard Akut (Acute Myocardial Infarction - ICD-10: I21) atau serangan jantung akut yang menjadi penyebab awal, serta Penyakit Jantung Iskemik (Ischemic Heart Disease - ICD-10: I25) sebagai penyakit dasar almarhum.

Selain itu, tim medis juga mencatat adanya kondisi signifikan lain berupa Hipergliseridemia Murni (Pure Hyperglyceridemia - ICD-10: E78.1) yang turut berkontribusi memperberat kondisi kesehatan fisik almarhum.

Terkait peristiwa duka ini, perwakilan dari pihak Misi Medis Haji Indonesia memberikan pernyataan resmi bahwa almarhum wafat di Makkah karena mengalami kegagalan fungsi jantung akut.

"Semua dokumen administrasi dan sertifikat kematian telah diterbitkan secara resmi oleh Misi Medis Haji Indonesia agar proses pemulasaran serta pemakaman almarhum di tanah suci dapat segera dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku," ungkap Rizky. (*)

3 Jamaah Haji Jambi Wafat di Tanah Suci, Kemenhaj Jambi Pastikan Ibadah Haji Jemaah Wafat Ditunaikan Lewat Badal

3 Jamaah Haji asal Provinsi Jambi Wafat di Tanah Suci, Kemenhaj Jambi Pastikan Ibadah Haji Jemaah yang Wafat Ditunaikan Lewat Badal.(Ist)

Jambi - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jambi memastikan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melakukan penggantian ibadah haji (Badal) bagi jemaah yang wafat saat melaksanakan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Kewajiban ibadah haji yang belum terlaksana sepenuhnya ditanggung pemerintah. 

"Insyaallah, haji almarhum akan dibadalkan oleh PPIH," kata Kepala Kanwil Kemenhaj Jambi Wahyudi, dilansir dari Antara, Jumat, 29 Mei 2026. 

Tercatat tiga haji asal Jambi dikabarkan meninggal dunia. Terbaru, seorang haji bernama Nasrullah Ismail Sabri (54) dilaporkan wafat di Markaz 70 Mina pada Rabu, 27 Mei 2026, pukul 11.45 Waktu Arab Saudi (WAS).

Calon Haji Asal Kerinci Wafat di Arafah Akibat Serangan Jantung

Almarhum merupakan jemaah yang tergabung dalam Kloter BTH-24 Embarkasi Batam. Almarhum berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Berdasarkan dokumen resmi Certificate of Death (Surat Keterangan Kematian) yang dikeluarkan oleh Misi Medis Haji Indonesia (Indonesian Medical Mission), almarhum mengembuskan napas terakhirnya akibat komplikasi penyakit jantung kronis. Kondisi itu memicu kegagalan fungsi organ tersebut secara mendadak.

Dokter yang memeriksa almarhum Melly Suryani, menjelaskan dalam dokumen tersebut penyebab langsung (direct cause) kematian almarhum adalah Acute Decompensated Heart Failure atau Gagal Jantung Dekompensasi Akut (Kode ICD-10: I50).

Baca Juga:

Nasrullah Jemaah Haji Asal Tanjabbar Wafat di Mina, PPIH Pastikan Almarhum Dibadalkan

Jemaah Haji Asal Kerinci Meninggal di Arafah Arab Saudi, Ini Identitas dan Kronologinya

Kondisi kritis ini terjadi ketika jantung tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk memompa darah secara efektif, yang umumnya memicu penumpukan cairan di paru-paru.

Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Jambi Wahyudi Abdul Wahab pastikan petugas PPIH melakukan Badal untuk calon haji wafat. Pernyataan itu disampaikan di Kota Jambi, Kamis, 28 Mei 2026.(Ist)

Sehari sebelumnya, kabar duka datang dari seorang calon haji asal Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, atas nama Khairusni Bilal Usman (67) yang tergabung dalam Kloter BTH-19 dilaporkan meninggal dunia di tenda pemondokan Arafah, Arab Saudi akibat serangan jantung.

Berdasarkan lembar kronologis, almarhumah wafat pada Selasa, 26 Mei 2026, sekitar pukul 21.30 WAS (Waktu Arab Saudi). Saat itu ia sedang bersama suaminya di dalam tenda maktab di Arafah. Tiba-tiba almarhumah mengeluhkan lemas dan sesak napas, hingga kemudian tidak sadarkan diri.

Sebelumnya, seorang calon haji asal Jambi atas nama Asniyati Ahmad Bawari (52) meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) King Faisal, Makkah, Arab Saudi, pukul 22.35 Waktu Arab Saudi (WAS), Sabtu, 23 Mei 2026. Asniyati Ahmad Barawi berasal dari Kelompok Terbang (Kloter) BTH 24 asal Kabupaten Sarolangun, Jambi.

Berdasarkan surat kematian (certificate of death) yang dikeluarkan oleh Indonesian Medical Mission, almarhumah meninggal dunia akibat syok kardiogenik (gagal pompa jantung).(*)

Nasrullah Jemaah Haji Asal Tanjabbar Wafat di Mina, PPIH Pastikan Almarhum Dibadalkan

Seorang jemaah haji Indonesia asal Provinsi Jambi, Nasrullah Ismail Sabri (54 tahun), dilaporkan wafat di Markaz 70 Mina pada Rabu, 27 Mei 2026, pukul 11.45 Waktu Arab Saudi.(Ist)

MERDEKAPOST.COM — Kabar duka kembali menyelimuti pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Seorang jemaah haji Indonesia asal Provinsi Jambi, Nasrullah Ismail Sabri (54 tahun), dilaporkan wafat di Markaz 70 Mina pada Rabu, 27 Mei 2026, pukul 11.45 Waktu Arab Saudi (WAS). 

Almarhum merupakan jemaah yang tergabung dalam Kloter BTH-24 Embarkasi Batam, berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Total telah 3 Jemaah asal Provinsi Jambi yang wafat. 

Komplikasi Gagal Jantung

Berdasarkan dokumen resmi Certificate of Death (Surat Keterangan Kematian) yang dikeluarkan oleh Misi Medis Haji Indonesia (Indonesian Medical Mission), almarhum mengembuskan napas terakhirnya akibat komplikasi penyakit jantung kronis yang memicu kegagalan fungsi organ tersebut secara mendadak.

Baca Juga: Jemaah Haji Asal Kerinci Meninggal di Arafah Arab Saudi, Ini Identitas dan Kronologinya

Dokter yang memeriksa almarhum, dr. Melly Suryani, menjelaskan dalam dokumen tersebut bahwa penyebab langsung (direct cause) kematian almarhum adalah Acute Decompensated Heart Failure atau Gagal Jantung Dekompensasi Akut (Kode ICD-10: I50). Kondisi kritis ini terjadi ketika jantung tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk memompa darah secara efektif, yang umumnya memicu penumpukan cairan di paru-paru.

Kondisi akut tersebut dilaporkan sebagai konsekuensi beruntun dari adanya gangguan irama jantung atau Aritmia (Kode ICD-10: I49.9). Kelainan irama ini pada akhirnya dipicu oleh penyakit dasar kronis yang telah lama diidap almarhum, yakni Congestive Heart Failure atau Gagal Jantung Kongestif (Kode ICD-10: I50.9). Tim medis juga mengonfirmasi tidak ditemukan adanya penyakit penyerta (comorbid) signifikan lainnya di luar komplikasi jantung tersebut.

Baca Juga: Sembelih Hewan Qurban di Masjid Raya, Wako Alfin: Dengan Ibadah Kurban Kita belajar Arti Keikhlasan

Haji Almarhum Dibadalkan

Pemerintah dan seluruh petugas haji menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya almarhum ke rahmatullah di tanah suci. Doa terbaik dipanjatkan agar almarhum diterima di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan.

"Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala khilafnya, diterima amal ibadahnya, serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan," kata Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi, Dr. H. Wahyudi Abdul Wahab, M.Fil.I, Kamis (28/05).

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan bahwa kewajiban ibadah haji almarhum yang belum terlaksana akan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah melalui program badal haji resmi.

"Insyaallah, haji almarhum akan dibadalkan oleh PPIH," tegasnya. (Adz)

Jemaah Haji Asal Kerinci Meninggal di Arafah Arab Saudi, Ini Identitas dan Kronologinya

JEMAAH HAJI - Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi, Selasa (26/5/2026). 

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Jemaah haji asal Kerinci, bernama Khairusni Bilal Usman (67) meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi, Kamis (28/5/2026).

Ia dilaporkan meninggal dunia di dalam tenda pemondokan Arafah, Arab Saudi.

Khairusni Bilal Usman tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH-19 Embarkasi Batam.

Ucapan Berbela sungkawa diunggah akun Kemenhaj Kerinci: Innalillahi wainnailaihirojiun, Keluarga Besar Kantor Kementerian Haji dan Umrah Turut Berduka Cita atas meninggal Dunia Ibu Khairusni Bilal Usman alamat Sumur Jauh Tanjung Pauh Mudik. Rombongan Kloter BTH 19 dari Kabupaten Kerinci. Meninggal pada Tanggal 26 Mei 2026 Sekitar Pukul 21.00 waktu Arab Saudi. Beliau meninggal Dunia di tenda Arafah 1 jam sblm berangkat ke Muzdalifah.

Semoga Almarhumah Husnul Khatimah dan Di tempatkan dintempat terbaik disisi Allah SWT. Aamiin.

Kronologi

Berdasarkan Lembar Kronologis Jemaah Wafat, pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 21.30 WAS, Khairusni Bilal Usman berada  di dalam tenda maktab di Arafah.

Secara tiba-tiba, almarhum mengeluhkan kondisi lemas dan sesak napas. Tak lama kemudian, almarhum tidak sadarkan diri. 

Kemudian, setelah Mendapat laporan dari jemaah lain, tenaga kesehatan kloter langsung bergegas menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.

Namun saat tiba di lokasi, denyut nadi pasien terpantau sudah tidak teraba.

Tim medis segera melakukan tindakan penyelamatan darurat.

“Saat tenaga kesehatan kloter tiba dan langsung dilakukan pemeriksaan awal, pasien tidak teraba nadinya dan dilakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) sebanyak tiga siklus, namun tidak merespons,” tulis tim kesehatan dalam laporan kronologis.

Tak berselang lama, Tim Kesehatan Sektor dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) tiba di lokasi untuk memberikan bantuan tambahan.

Langkah penanganan lanjutan pun dilakukan, termasuk penggunaan alat Automated External Defibrillator (AED).

Meski upaya maksimal telah dikerahkan, pasien tetap tidak memberikan respons.

Almarhum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di hadapan pihak keluarga pada pukul 21.30 WAS.

Penyebab Kematian

Merujuk dokumen resmi Certificate of Death (Surat Kematian) dengan standar medis internasional ICD-10 yang dikeluarkan Tim Medis Kedutaan Besar Republik Indonesia, penyebab utama kematian almarhum adalah gangguan jantung akut.

Rincian penyebab medis kematian almarhum yakni, penyebab langsung berupa Acute Myocardial Infarction atau infark miokard akut (serangan jantung).

Penyebab antara atau antecedent cause adalah Ischemic Heart Disease atau penyakit jantung iskemik.

Faktor penyerta, almarhum memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Sebelum memasuki puncak haji di Arafah, almarhum masuk dalam kategori jemaah Risiko Tinggi (Risti) ringan.

Suasana di Dalam Tenda Jemaah Haji Indonesia di Arafah.(Istimewa)

Untuk mengontrol kesehatannya, almarhum secara mandiri rutin mengonsumsi obat hipertensi jenis Amlodipin 1 x 5 mg.

Catatan medis di Arab Saudi menunjukkan almarhum sempat dua kali melakukan kontak pelayanan kesehatan dengan tenaga kesehatan kloter.

  • Kontak pertama dilakukan pada Sabtu (16/5/2026) dengan keluhan dispepsia atau gangguan pencernaan.
  • Kontak kedua terjadi pada Jumat (22/5/2026) akibat keluhan low back pain atau nyeri punggung bawah.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan pelayanan kepada jemaah yang wafat sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan ibadah haji almarhum Khairusni akan dibadalkan oleh petugas yang ditunjuk secara resmi.(*) 



Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs