Wartawan 'Bodrex' Jadi Perbincangan, Zoni: Jurnalis Harus Punya Karya Tulis


MERDEKAPOST.COM | SUNGAIPENUH - Wartawan merupakan pilar utama dalam menyampaikan informasi kepada publik melalui suatu pemberitaan.

Dalam merangkai suatu pemberitaan harus sesuai dengan fakta dan sumber barulah nantinya diterbitkan. Sebagai seorang penulis tidak lah semudah dan segampang apa yang di bayangkan. Bahkan tulisan para jurnalis penuh dengan resiko dan tantangan. 

Tulisan atau berita yang disampaikan wartawan dirangkai dalam kata-kata sehingga pembaca mengerti akan pemberitaan sesuai dengan 5W-1H.

Baca Juga: 

• Oknum Guru Olaraga Bejat! Dengan Aksi Tipu Daya Cabuli Siswi Selama 2 Tahun

• Diduga Mencabuli Putri Kandung, AS Ditangkap Polisi

Wartawan atau para pemburu berita saat ini tengah ramai jadi perbincangan dan gunjingan. Pasalnya semakin menjamurnya wartawan dengan hanya  bermodalkan KTA serta Surat Tugas dari media tanpa ada menyajikan berita karya tulis sendiri atau dikenal dengan istilah wartawan 'Bodrex'. 

Wartawan tanpa berita yang lagi viral dengan kata wartawan bodrex atau Muntaber (Muncul Tanpa Berita) hanya bermodalkan KTA serta keberanian hilir mudik masuk Kantor Dinas Pemerintahan atau lembaga. 

Zoni Irawan selaku senior direktur Media Gegeronline dan Koran Geger saat bincang-bincang mengatakan. "cacatnya nama seorang wartawan dikarenakan ulah mereka oknum yang hanya bermodalkan KTA dan Surat tugas dengan keberanian mendatangi setiap pejabat diinstansi Pemerintah maupun swasta". 

BERITA TERKAIT LAINNYA: 

• Ini Data Keberadaan Media Online Terbaru di Jambi

"Bahkan, lanjut Zoni,  ada yang tidak segan-segan minta uang beli rokok dan minyak motor.  Berbagai alasan dibuat agar yang ditemui dapat mengeluarkan uang", Sindir Zoni.

Zoni menambahkan. " jika ingin dikenal dan dihargai sebagai jurnalis bersikaplah profesional. Jangan hanya bisa berceloteh di media sosial (Medsos), Jadi seorang jurnalis tidak butuh gaya. yang dibutuhkan adalah karya, berita atau tulisan"

• Ikuti Vaksin Covid 19, ini Kata Ketua DPRD Kota Sungai Penuh

"Jadi, Jangan pernah mengaku jurnalis kalau tidak punya karya tulis". Pungkas Zoni salah satu Pendiri Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi. (adz)

Ketua MPR: IWO Mampu Menjembatani Informasi dari Pusat ke Daerah Dengan Baik

MERDEKAPOST.COM - Pengembangan nilai-nilai kebangsaan di tanah air, menjadi fokus bahasan antara Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) bersama Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) pada Selasa (12/1/2021) di Jakarta.

Ketua MPR Bambang Soesatyo mengapresiasi keberadaan IWO, karena menurutnya sebagai perhimpunan profesi wartawan IWO menjadi garda terdepan dalam penyebaran fakta dan informasi. 

"IWO bisa menjadi jembatan penyampai informasi dari lembaga kenegaraan di pusat ke daerah dan sebaliknya," ujar Ketua MPR, dalam pertemuan dengan PP IWO, di ruang Ketua MPR, Senayan, Jakarta.

Ketua MPR yang juga Politisi Golkar ini menilai wartawan media online harus lebih professional dalam melakukan tugas-tugas jurnalistik.

"Wartawan media online harus bekerja sesuai dengan kode etik jurnalistik, untuk mengangkat kebenaran dari suatu peristiwa," paparnya.

Selanjutnya, pria yang biasa disapa Bamsoet ini membuka tangan untuk bekerja sama lebih lanjut dengan PP IWO. 

Bamsoet menilai IWO menjadi wadah yang tepat bagi penyebaran atau diseminasi informasi program empat pilar MPR, yakni; sosialisasi nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Tak hanya itu, MPR dan PP IWO sepakat untuk menjabarkan sosialisasi nilai empat pilar tersebut dalam program kerja yang membumi dan menyentuh masyarakat banyak. 

"MPR siap bekerja sama dengan IWO. Kami sudah banyak membuat program bersama perhimpunan profesi dan ini saatnya IWO berkiprah bagi bangsa lebih dalam lagi," harap Bamsoet yang pernah meniti karir sebagai wartawan.

Setali tiga uang, Ketua Umum PP IWO Jodhi Yudono menjelaskan IWO akan terus menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dalam memberitakan fakta dan peristiwa.

"Kami ingin agar nilai-nilai yang MPR sosialisasikan, dapat diterima masyarakat dengan baik. Kami memiliki pendekatan yang berbeda dengan organisasi profesi kewartawanan lain," ungkap Jodhi.

Pengembangan peradaban dan pendekatan kemanusiaan, nilai Jodhi akan mendekatkan pejabat dan rakyat. 

Pengurus IWO baik dari pengurus pusat, pengurus wilayah hingga pengurus daerah kabupaten/kota pun diminta mampu menjalankan rencana program yang akan dijalankan.

Rencana perjanjian kerja sama (PKS) antara MPR dan PP IWO diharapkan mampu dijalankan sesuai roda organisasi. 

"Saya nilai kesepahaman antara MPR dan PP IWO bisa menjadi pemicu kinerja teman-teman dalam berorganisasi," jelas Jodhi.

Dalam pertemuan dengan Ketua MPR, Ketua PP IWO didampingi oleh Sekjen Dwi Christianto, Bendum Lia Nathalia dan Ketua bidang Hubungan Antar Lembaga Subhan Taher. 

Seperti diketahui, Ikatan Wartawan Online (IWO) merupakan Organisasi Profesi Wartawan Online pertama di Indonesia. Organisasi IWO berdiri pada 08 Agustus 2012 yang diinspirasi oleh beberapa wartawan media online di Jakarta. 

Sekjen PP IWO dalam kesempatan tatap muka tersebut menjelaskan bahwa organisasi profesi wartawan online ini, telah memiliki kepengurusan di lebih dari 20 provinsi dan 70 kabupaten/kota di Seluruh Indonesia.

"Langkah sederhana yang telah dilakukan untuk mengawal profesionalitas anggota IWO dapat dilihat dari beberapa tagline IWO sudah mewakili prinsip dasar dari kode etik jurnalistik seperti No hoax, no SARA serta Think before Click, yang diharapkan dapat dijiwai dan diaplikasi oleh setiap anggota IWO di seluruh Indonesia," jelas Bendum PP IWO yang diapresiasi positif oleh Ketum MPR. (064)

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs