Astaga, Setubuhi 2 Putri Kandungnya, Seorang Ayah di Tebo Ditangkap

Ilustrasi disetubuhi. (Ist)

MERDEKAPOST.COM – Seorang ayah di Kabupaten Tebo, insial JS (39), tega merudapaksa anak kandungnya sendiri. Bahkan, dua putrinya menjadi korban ayah bejat ini.

Dilansir laman Sidakpost.id (media partner Jambiseru.com), pelaku JS sudah lama memperkosa dua putrinya itu. Aksi bejat pelaku dilakukannya saat sang istri sedang tidur dan saat tak berada di rumah.

BACAAN LAINNYA:

RSUD MH Thalib Diusulkan Sebagai Rumah Sakit Rujukan Covid Provinsi Jambi

Perbaikan Jalan Pungut-Renah Pemetik Menuai Apresiasi dari Warga, "Terimakasih Pak Dewan, Bupati dan Dinas PUPR Kerinci"

Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Mahara Tua Seregar melalui KBO Ipda Sri Yanto menjelaskan, JS mengakui sudah lama mnyetubuhi kedua putrinya itu. Semua itu dilakukan karena tak bisa mengontrol nafsu birahi terhadap kedua anak putrinya itu.

“Pelaku juga mengancam putrinya bila tidak melayani nafsu birahinya maka ia akan kabur dari rumah. Kedua putrinya itu inisial SR (20) dan RA (16),”ujar KBO.

Dikatakan, pelaku berhasil diamankan berkat laporan dari anak kandung dari pelaku sendiri dengan LP/B/53/ VIII/2021/ SPKT/ POLRES TEBO/POLDA JAMBI.

Baca Juga:

Gelapkan Mobil, Pria Asal Manjuto Lempur Ditangkap Polisi

“Kedua korban mengakui kalau ayahnya berulang kali menyetubuhi. Bahkan SR mengakui telah disetubuhi sejak kelas 1 SMP hingga ia menikah,” ujarnya.

Pelaku dijerat Pasal 81 ayat 1,2,3 Jo pasal 76 D dan Pasal 72 ayat 1 dan 2 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang – undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang. (red) 

Sumber: Sidakpost.id

Setubuhi Pacar Hingga Hamil, Pria di Sungai Penuh Ditangkap Polisi


Merdekapost.com – Seorang pria di Sungai Penuh, AR (19), ditangkap polisi setelah dilaporkan pacarnya ke Polres Kerinci.  Penyebabnya, ia menyetubuhi pacarnya itu rutin hingga 2 kali seminggu sampai korban hamil. Tetapi, AR malah tak mau bertanggungjawab atas perbuatannya.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Kerinci, Iptu Edi Mardi Siswoyo, pelaku AR sudah diamankan polisi. AR adalah warga salah satu desa di Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi.

“Pelaku diduga telah melakukan tindak kejahatan pencabulan. Pelau ditangkap oleh Tim Tungau Satreskrim pada Rabu (23/06/2021) sekira pukul 18.00 WIB, di Lapangan Pemda Kota Sungai Penuh,” ungkap Edi, Kamis (24/6/2021).

Pesan Singkat Berujung Hamil

Diceritakan Kapolres Kerinci melalui Kasatreskrim Polres Kerinci Iptu Edi Mardi Siswoyo, kejadian itu berawal sekitar awal bulan November 2020 lalu.

Pada 09 November 2020 sekira pukul 10.00 WIB, AR mengirim pesan singkat via ponsel kepada korban. Isi  pesan singkat itu:

Pelaku: “Ayo kita naik (maksudnya melakukan hubungan badan)”

Korban: “Nanti kalau hamil bagaimana?”

Pelaku: “Kalau kamu hamil saya siap tanggung jawab, kan kita maunya nikah, kalau tidak begini caranya, tidak ada diijinkan”

Mendengar keterangan tersangka, korban mau dan mengiyakan. “Ya, saya mau melakukannya,” jelas Kasat.

Setelah pesan singkat itu, hari itu juga sekira pukul 12.00 WIB, tersangka menjemput korban di depan sekolahnya. Lalu pelaku membawa korban ke arah Bukit Tangis yang di Desa Koto lolo, Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi.

Selanjutnya, di lokasi itu, tersangka menyetubuhi korban untuk pertama kalinya dengan diawali bujuk rayu “maut”.

Setelah berhasil menyetubuhi korban, pelaku terus mengajak korban untuk melakukan persetubuhan badan.

“Berlanjut dua kali dalam satu minggu, hingga korban diketahui telah hamil 6 bulan,” tutupnya.(fad)

Wartawan 'Bodrex' Jadi Perbincangan, Zoni: Jurnalis Harus Punya Karya Tulis


MERDEKAPOST.COM | SUNGAIPENUH - Wartawan merupakan pilar utama dalam menyampaikan informasi kepada publik melalui suatu pemberitaan.

Dalam merangkai suatu pemberitaan harus sesuai dengan fakta dan sumber barulah nantinya diterbitkan. Sebagai seorang penulis tidak lah semudah dan segampang apa yang di bayangkan. Bahkan tulisan para jurnalis penuh dengan resiko dan tantangan. 

Tulisan atau berita yang disampaikan wartawan dirangkai dalam kata-kata sehingga pembaca mengerti akan pemberitaan sesuai dengan 5W-1H.

Baca Juga: 

• Oknum Guru Olaraga Bejat! Dengan Aksi Tipu Daya Cabuli Siswi Selama 2 Tahun

• Diduga Mencabuli Putri Kandung, AS Ditangkap Polisi

Wartawan atau para pemburu berita saat ini tengah ramai jadi perbincangan dan gunjingan. Pasalnya semakin menjamurnya wartawan dengan hanya  bermodalkan KTA serta Surat Tugas dari media tanpa ada menyajikan berita karya tulis sendiri atau dikenal dengan istilah wartawan 'Bodrex'. 

Wartawan tanpa berita yang lagi viral dengan kata wartawan bodrex atau Muntaber (Muncul Tanpa Berita) hanya bermodalkan KTA serta keberanian hilir mudik masuk Kantor Dinas Pemerintahan atau lembaga. 

Zoni Irawan selaku senior direktur Media Gegeronline dan Koran Geger saat bincang-bincang mengatakan. "cacatnya nama seorang wartawan dikarenakan ulah mereka oknum yang hanya bermodalkan KTA dan Surat tugas dengan keberanian mendatangi setiap pejabat diinstansi Pemerintah maupun swasta". 

BERITA TERKAIT LAINNYA: 

• Ini Data Keberadaan Media Online Terbaru di Jambi

"Bahkan, lanjut Zoni,  ada yang tidak segan-segan minta uang beli rokok dan minyak motor.  Berbagai alasan dibuat agar yang ditemui dapat mengeluarkan uang", Sindir Zoni.

Zoni menambahkan. " jika ingin dikenal dan dihargai sebagai jurnalis bersikaplah profesional. Jangan hanya bisa berceloteh di media sosial (Medsos), Jadi seorang jurnalis tidak butuh gaya. yang dibutuhkan adalah karya, berita atau tulisan"

• Ikuti Vaksin Covid 19, ini Kata Ketua DPRD Kota Sungai Penuh

"Jadi, Jangan pernah mengaku jurnalis kalau tidak punya karya tulis". Pungkas Zoni salah satu Pendiri Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi. (adz)

Penolakan AZAS di Tanah Kampung Berbuntut Panjang, FIYOS di Tolak di Pondok Tinggi

Dampak dari Penolakan Paslon AZAS di Tanah Kampung oleh Tim 02, akhirnya membuat warga Pondok Tinggi dan Lembaga Adat Depati Payung menolak blusukan yang akan digelar oleh Fikar-Yos di Wilayahnya dengan alasan kenyamanan dan keamanan. (adz)
SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Penolakan kedatangan Paslon 01 Ahmadi–Antos di Tanah Kampung oleh tim Fikar – Yos beberapa waktu lalu menimbulkan kekecewaan bagi warga Pondok Tinggi. 

Pasca kejadian penolakan Ahmadi-Antos di Tanah Kampung oleh sebagian tim nomor urut 2, ternyata berdampak pada masyarakat Pondok Tinggi, khususnya warga Karya Bakti dan Koto Lebu, mereka menyatakan menolak paslon 02 Fikar–Yos yang akan melakukan blusukan di wilayah Depati Payung Pondok Tinggi. 

Pada hari yang sama, yaitu pada tanggal 31 Oktober lalu, saat Paslon AZAS di tolak di Tanah Kampung, dan pada hari itu juga, dikarenakan jadwal Blusukan dan Kampanye Fikar-Yos di Desa Lawang Agung, warga ingin menghadang dan menolak Paslon 02 ini berkampanye di Desa mereka akan tetapi dikarenakan hujan lebat, maka warga membubarkan diri.  

Pasca kejadian itu, Lembaga Adat Depati Payung Pondok Tinggi mengeluarkan pernyataan akan menolak kedatangan paslon 02 Fikar-Yos di Wilayah adat Depati Payung Pondok Tinggi. 

Surat Keputusan Lembaga Adat Depati Payung Pondok Tinggi

Penolakan ini adalah keputusan Depati 11 Perut wilayah Depati Payung Pondok Tinggi dan di ketahui oleh ninik mamak berempat dan lembaga adat depati payung pondok tinggi.

Sebagaimana diketahui Paslon Fikar-Yos akan mengadakan blusukan dan kampanye pada hari Selasa (10/11/2020) didesa Karya Bakti. oleh karena itu warga setempat memasang spanduk penolakan. 

Keputusan rapat lembaga adat depati payung bukan tanpa alasan, ini setelah sebelumnya memperhatikan dan mempertimbangkan adanya penolakan dari warga setempat yaitu Lawang Agung yang masuk dalam wilayah adat Depati Payung Pondok Tinggi terhadap Cawako dan Cawawako nomor urut 2 yang dilakukan pada tanggal 31 oktober 2020 lalu saat Paslon tersebut blusukan di Desa Lawang Agung, yang mana desa tersebut termasuk dalam wilayah adat depati payung pondok tinggi.

Lihat : https://youtu.be/IbJDTrEN7do


 

Maka berdasarkan hal tersebut kami selaku lembaga adat dan ninik mamak berempat wilayah depati payung pondok tinggi kami berharap agar kegiatan yang direncanakan atau akan dilaksanakan oleh pasangan cawako dan cawawako nomor urut 2 di wilayah lembaga adat depati payung pondok tinggi agar ditunda sampai situasi normal kembali.

Hal ini kami lakukan dengan alasan kenyamanan keamanan masyarakat diwilayah lembaga adat depati payung pondok tinggi apabila kegiatan tersebut tetap dilaksanakan kami khawatir akan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan kenyamanan di wilayah adat yang kami pimpin.

Surat dari lembaga adat depati payung pondok tinggi tersebut diperuntukkan Kepolisian Resor (Polres) Kerinci yang di tanda tangani Dpt Hendri jaya rio singaro Dpt Atriswan Rio mandaro, Rio Sepirman Rio Pati dan Syamsu Rizal Rio Tumenggung dan diketahui oleh Ketua Umum Lembaga Adat Pondok Tinggi Dpt H. Livta Warman S.Sos.

Masyarakat membenarkan penolakan tersebut mengatakan, "kami atas nama masyarakat karya bakti dan koto lebuh menolak tim FIYOS karena sudah menjadi keputusan lembaga adat depati payung pondok tinggi, ini adalah daerah dan wilayah kawasan kami. Kami tetap pada pendirian ujar masyarakat". (adz)

Usai Nonton Video Porno, Seorang Ayah Nekat Perkosa Anak Kandungnya

Ilustrasi
MERDEKAPOST.COM - Kasus pemerkosaan yang melibatkan keluarga dekat kembali terjadi di Ternate Provinsi Maluku Utara. Kali ini korban yang berinisial SL (16 tahun) diperkosa oleh ME (40) yang merupakan ayah kandungnya sendiri.

Tindakan bejat itu dilakukan ME sebanyak dua kali. Pertama pada 18 Mei 2020, kemudian yang kedua pada 2 Juni 2020.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pemuda Pelaku Pencabulan Terhadap Seorang Siswi di Merangin

Kapolsek Ternate Selatan, IPTU Supriadi mengatakan, pemerkosaan itu bermula ketika ME menonton video porno. Karena sudah dikuasai hawa nafsu, ME kemudian memuaskan nafsu bejatnya itu kepada SL. Saat itu ibunda korban sedang tak berada di rumah yang terletak di Kelurahan Kayu Merah, Ternate Selatan.

"ME melakukannya dengan cara mengancam akan memukul jika SL melawan atau melapor ke orang lain," kata Supriadi, Rabu (10/6).

Baca Juga: Cabuli Beberapa Bocah, Kakek 74 Tahun di Muaro Jambi Ditangkap Polisi

Namun akhirnya korban melaporkan apa yang dialaminya kepada ibundanya. Mendengar cerita SL, ibundanya langsung mendatangi Mapolsek Ternate Selatan guna melaporkan tindakan suaminya itu.

Saat ini ME sudah ditahan di Mapolsek Ternate Selatan. Atas tindakannya itu, ME dijerat dengan pasal 81 ayat junto pasal 76d UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun. (Arg/Kumparan.com)

OKP Cipayung Berikan Catatan Penting Terkait Kebijakan Pemprov Jambi


MERDEKAPOST.COM, JAMBI - Dalam kegiatan daring dengan Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus yang terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Persatuan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI),  Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) tingkat Provinsi Jambi akan menggelar kegiatan Ngobrol Daring, yang berlangsung Kamis malam (4/6) lalu, melahirkan beberapa catatan.

Baca Juga: Istri Gubernur Jambi Laporkan Ketua Badko HMI Ke Polda, Andri; Kecewa, Tokoh Publik Ingin Membungkam Aktivis, Sedangkan Korupsi Mereka Tutup Mata

Kegiatan daring yang mengangkat tema catatan dalam penanganan Covid dan konsep new normal, mendapat perhatian khusus dari para ketua yang tergabung Cipayung Plus ini.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Ketua DPD IMM Provinsi Jambi Muhammad Awal. “Betul, beberapa hari yang lalu, kami baru selesai mengadakan kegiatan daring bersama ketua-ketua OKP Cipayung Plus, dari diskusi daring tersebut, melahirkan beberapa catatan sesuai dengan tema daring,” ujarnya.

Baca Juga: HBA Kembali Tegaskan Sikapnya Terkait Pilgub Jambi, Ini Pernyataan Resminya

Dijelaskannya, dari catatan daring tersebut, ada beberapa point yang menjadi fokus diskusi, pertama mengenai bantuan sosial dan jaringan pengaman sosial dan kedua adalah mengenai konsep new normal, serta yang ketiga adalah harus ada grand desain dalam penanganan Covid-19. “Artinya dalam hal penyaluran bantuan sosial atau bantuan jaringan pengaman sosial (JPS) harus diawasi dan perlu adanya keterbukaan informasi, guna penyaluran ini bisa tepat sasaran, walaupun kita nilai penyalurannya terkesan lambat,” jelasnya mewakili OKP Cipayung Plus.

Selain itu, Ketua OKP Cipayung ini juga mengingatkan adanya potensi atau dugaan korupsi dalam penyaluran bantuan. “Potensi ini perlu kami ingatkan sebagai salah satu fungsi sosial kontrol kami dari aktifis dan mahasiswa kepada pemerintah, agar pandemi ini dan bantuan sosial tidak dipolitisasi demi kepentingan pribadi dan kelompok tertentu, apalagi di tengah tahun Pilkada,” ingatnya.

Ia juga mengingatkan masalah konsep penerapan dalam new normal ini. “Dalam penerapan new normal ini, pemerintah diminta untuk melakukan kajian secara ilmiah dan secara sains, jangan sampai new normal ini menjadi gelombang besar kedua dalam potensi bertambahnya korban yang terpapar Covid-19, salah satu contoh adalah yang terjadi di Korea Selatan, bisa menjadi salah satu rujukan dalam upaya penangana Covid-19,” tambahnya.

Sementara itu, OKP Cipayung Plus Jambi juga meminta agar ada konsep grand desain dalam menangani Covid-19 secara keseluruhan, agar tidak banyak yang menjadi korban. “Ini penting, sebagai upaya pencegahan yang harus dilakukan, agar terarah dan tersistematis dalam menangani percepatan penanganan Covid-19, jangan sampai memakan korban lebih banyak lagi,” ucapnya.

Baca Juga: Masalah Banjir Kerinci-Sungai Penuh, Ketua PMII Komsat IAIN Minta Pemerintah Segera Normalisasi Sungai

Dalam kesempatan tersebut, Ketua-Ketua OKP Cipayung Plus Jambi memberikan doa dan support kepada Ketua Badko HMI Iin Habibi, atas kejadian yang menimpannya. “Sebagai bentuk solidaritas para ketua-ketua OKP terhadap kasus yang dilaporkan ke Polda Jambi, adalah saudara Iin Habibi, kami meminta agar kasus ini bisa segera diselesaikan, jangan sampai kalangan aktifis di bungkam, dalam menyampaikan aspirasi dan stop kriminalisasi terhadap para aktifis di Jambi,” tambahnya lagi.

Dikatakannya, setelah dilakukan koordinasi dan komunikasi dengan Ketua-Ketua OKP Cipayung Plus Jambi ini, bisa melaksanakan kegiatan daring ini. “Seperti Ketua IMM Muhammad Awal, Ketua PMII  Hengky Tornado, Ketua GMKI Eko Saputra Marbun, Ketua KAMMI Nurhasan Dani, Ketua HMI Iin Habibi, Ketua GMNI Eldaniel Siallaga, dan Ketua PMKRI Kresensia Simanjuntak,” katanya.

Ia juga berharap dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara. “Inilah bentuk wujud peduli kami serta perhatian kami kepada masyarakat, bangsa dan negera, semoga masukan dan saran nantinya bisa berguna demi kemaslahatan bersama,” harapnya. (hza)

Viral Seorang Ayah Perkosa Anak Sampai Hamil, Modus Pura-pura Tes Keperawanan

Foto Ilustrasi Korban Pemerkosaan. (/ist/ant)
MERDEKAPOST.COM – Seorang ayah inisial RS (34), ditangkap polisi dengan tuduhan memperkosa anak kandungnya sendiri yang masih berusia 17 tahun berinisial J. Ironisnya, perilaku bejat pelaku membuat korban hamil dua bulan.

Kasus ini terungkap setelah perut korban membesar dan mengalami gejala seperti orang hamil. Korban mengadu ke ibunya. lalu oleh ibunya diperiksa ke bidan. Saat itulah korban diketahui positif mengandung janin dua bulan.

Setelah didesak, korban menceritakan kejadian yang dialaminya. Tak terima, ibu korban melaporkan kasus itu ke polisi dan akhirnya pelaku diringkus tanpa perlawanan.

Perkosaan itu berawal saat pelaku mengajak korban menemaninya menyadap karet di kebunnya di Kecamatan Talang Ubi,

Baca juga: Pamit Mandi ke Sungai, Wanita Lansia di Tebo Hanyut di Sungai Batanghari

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, Maret 2020. Pelaku sempat bertanya kepada korban perawan atau tidak dan dijawab belum berhubungan badan dengan siapapun.

Tak percaya, pelaku membujuk anaknya itu untuk membuktikan omongannya atau mengetes keperawanan. Permintaan pelaku ditolak dan korban melarikan diri karena ketakutan.

Tetapi tangan korban berhasil ditarik ayahnya dan terjadilah perkosaan. Sukses di aksi pertama dan korban diam saja, pelaku mengulangi perbuatannya di tempat yang sama, Jumat (17/4/2020).

Baca juga: Bikin Terharu, Nenek 67 Tahun Tolak Terima BLT, Ini Alasannya

Kapolres PALI, AKBP Yudhi Suhariyadi mengatakan, tersangka berdalih tak mampu menahan nafsu melihat pertumbuhan yang mulai beranjak dewasa. Tersangka pun merencanakan perkosaan dengan mengajak korban ke kebun dan berpura-pura menanyakan keperawanan korban.

“Tersangka memperkosa korban atau anaknya dua kali dan diperiksa sudah hamil dua bulan,” ungkap Yudhi, Jumat (5/6).

Sebelum perkosaan itu terjadi, tersangka sempat berbuat tak senonoh kepada korban. Dia mengeluarkan kemaluannya dan meminta korban memegangnya namun ditolak korban.

“Semuanya diakui tersangka. Dia kami kenakan Pasal 81 ayat (3) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkasnya. )*

Sumber : Beritaviral.asia | Editor: oga oktavora | Merdekapost.com

Viral... Gadis 21 Tahun yang Rela Dinikahi Seorang Kakek 60 Tahun, Segini Maharnya!

Ilustrasi Pernikahan
MERDEKAPOST.COM - Pernikahan antara gadis 21 tahun dan duda di Pangkep jadi perbincangan hangat, ini alasannnya!

Sebab gadis 21 tahun menerima pinangan pria berstatus duda berusia 60 tahun. Selisih umur hampir 39 tahun tak menjadi kendala gadis asal Pangkep, Sulawesi Selatan ini untuk dinikahi duda.

Pernikahan Aman dan Sartika yang unik ini langsung viral di media sosial. Banyak yang merasa penasaran alasan gadis asal Pangkep ini mau menikah dengan pria yang berusia jauh lebih tua darinya.

Rupanya ada alasan tertentu yang membuat Sartika akhirnya bersedia menerima pinangan Aman. Tak hanya itu, mahar dan uang Pinai yang diberikan Aman ternyata tak main-main.

Berikut fakta-fakta pernikahan yang menjadi perhatian warga Kecamatan Minasatene Pangkep itu dan viral di media sosial Sulsel.

Pernikahan pria duda asal Kabupaten Maros Sulawesi Selatan dan gadis 21 tahun, viral di media sosial. Bagaimana tidak, mempelai pria dan wanita memiliki selisih usia 39 tahun.

Dia adalah Aman, duda berusia 60 tahun, mempersunting Sartika, gadis 21 tahun. Pasangan tersebut ternyata sudah saling kenal dua bulan lalu sebelum akhirnya mereka menikah di rumah mempelai perempuan. Lokasinya di Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Saat ditemui awak media, Kamis (4/6/2020), pasangan suami istri ini terlihat sangat senang usai melangsungkan akad nikah yang digelar sederhana karena adanya pandemi Covid-19.

Meski begitu, mereka yang melangsungkan akad nikah pada Rabu (3/6/2020) kemarin, mendadak menjadi tenar setelah foto pernikahan mereka viral di media sosial.

Pasangan ini awalnya bertemu di rumah ibu tiri mempelai laki-laki yang juga tetangga mempelai perempuan. Saat itulah, Aman yang sudah menduda selama dua tahun setelah istrinya meninggal dunia, jatuh hati ke Sartika.

Baca Juga: Begini Cara Pengembalian 'Refund' Dana Haji Reguler dan Haji Plus, dan Pelimpahan Porsi Jika Calon Jemaah Wafat

“Saya jatuh cintalah pada pandangan pertama waktu saya pertama kali bertemu di rumah Ibu Tiri saya. Kebetulan kan juga tetangga istrinya saya,” ujar Aman.

Setelah sekian lama memendam rasa, Aman memberanikan diri untuk meminta ibu tirinya datang meminang Sartika ke keluarganya. Bak gayung bersambut, pinangan itu lalu diterima oleh keluarga Sartika dengan permintaan uang panai sebesar Rp 20 juta.

“Yah yang namanya kalau sudah cinta. Saya beranikan diri meminta ibu tiri saya pergi bertanya-tanya. Apakah memang dia dan keluarganya ini mau menerima saya karena kan saya ini statusnya sudah duda. Ternyata diminta untuk datang melamar,” lanjutnya.

Setalah kedua belah pihak sepakat, pihak keluarga laki-laki pun datang melamar. Alhasil, uang panai yang awalnya diminta oleh keluarga perempuan sebesar Rp 20 juta, disepakati menjadi Rp 15 juta dengan mahar empang seluas 20 are.

“Ia awalnya minta panai itu Rp 20 juta, tapi karena sanggupnya Rp 15 juta, yah kita terima, yang beginikan tidak harus dipersulit,” kata orangtua Sartika, Dahlia.

Dahlia mengaku tidak pernah menyoal status menantunya yang duda itu. Apalagi, perkawinan terdahulunya tidak dikarunia anak. Begitu pula soal umur yang terpaut jauh, karena kakak kandung Sartika juga dipersunting oleh pria yang umurnya juga terpaut jauh dan tetap bahagia hingga sekarang.

“Yah tidak masalah soal itu (status). Kakaknya Sartika juga kan menikah sama orang yang umurnya juga jauh. Tapi Alhamdulillah sampai saat ini tetap bahagia. Yah harapannya juga InsyaAllah seperti itu,” katanya.

Baca Juga: Pamit Mandi ke Sungai, Wanita Lansia di Tebo Hanyut di Sungai Batanghari

Rencananya, Sartika yang merupakan anak kedua dari 10 orang bersaudara itu, akan dibawa oleh suaminya yang tinggal di Kecamatan Lau, Kabupaten Maros dan bekerja sebagai petani empang.

Mempelai perempuan, Sartika, mengaku ikhlas menjalani rumah tangganya dengan Aman. Kendatipun ada perbedaan usia 29 tahun. Apalagi keluarga juga," kata Sartika.

Sumber : tribunstyle.com | Penulis: arg | Editor: heri | Merdekapost.com

Menghilangkan Ego Sektoral dan Upaya Terintegrasi Menjinakkan Banjir Kerinci - Sungai Penuh

Wakil Bupati Kerinci dan Plt Kadis PUPR saat meninjau banjir di Kerinci. (ald)

Menghilangkan Ego Sektoral dan Upaya Terintegrasi Menjinakkan Banjir Kerinci - Sungai Penuh

Oleh :  Hefri Oktoyoki, S.Hut, M.Si.

HARI-HARI terakhir ini masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh tidak hanya disibukkan dengan masalah Pandemi Covid-19 tetapi juga soal banjir yang melanda daerahnya. Dalam kurun waktu lima bulan ini saja sudah terjadi tiga kali banjir besar.

Bumi Kerinci sesungguhnya merupakan wilayah yang sangat subur, dikelilingi oleh barisan perbukitan dan pegunungan. Curah hujannya tergolong tinggi mencapai 3.085,5 mm/tahun. Kerinci memiliki danau terluas yang dinamai danau Kerinci. Masyarakat memanfaatkan danau tersebut sebagai sumber air persawahan dan pertanian, ikan tangkap dan pembesaran ikan serta sebagai lokasi objek wisata yang menakjubkan. Rawa-rawanya mereka jadikan areal persawahan yang membentang luas dan menghijaukan kota Sungai Penuh. Alam Kerinci merupakan surga bagi para petani.

Keindahan dan pesona alam Kerinci itu seringkali dinodai oleh rajinnya banjir mendatangi daerah ini. Bahkan akhir-akhir ini banjir betambah rajin menjenguk Kerinci. Tahun 80-an Kerinci hanya mengalami banjir sekali dalam setahun, namun di tahun-tahun belakangan ini mengalami peningkatan menjadi 3 kali dalam setahun.

Di Kabupaten Kerinci daerah yang paling rawan banjir terjadi di Kecamatan Gunung Kerinci, Air Hangat Timur dan Depati Tujuh, sedangkan di Kota Sungai Penuh yaitu di Kecamatan Hamparan Rawang, Tanah Kampung, Koto Baru, Pesisir Bukit, Sungai Penuh. Sebagai kawasan resapan daerah aliran sungai (DAS), desa-desa yang tercakup rawan banjir mencapai 244 desa. Demikian pula, sekitar 180.305 hektar lahan pertanian dan pemukiman menjadi langganan banjir.

Hal ini mengakibatkan rusaknya harta benda, kegagalan panen, ancaman gangguan kesehatan, mendatangkan kerugian materi sungguh besar, bahkan mengancam hidup dan mengembalikan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh nyaris ke titik nol setiap kali banjir datang. Mau sampai kapan kehidupan kita dihantui banjir? pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus bergerak bersinergi mengatasi banjir. Untuk itu, tulisan ini mencoba membantu mengungkap penyebab sekaligus solusi mengatasi banjir di Kerinci dan Sungai Penuh.

Penyebab Banjir Kerinci-Sungai Penuh

Banyak pihak yang mengatakan banjir adalah bencana alam. Tapi Benarkah banjir di Kerinci dan Sungai Penuh adalah bencana alam? Banjir seperti banyak bencana lainnya belakangan ini tidak lagi sekadar fenomena alam yang biasa. Berbagai penelitian dan kajian akhir-akhir ini menunjukkan, berbagai bencana tersebut semakin merupakan hasil dari perbuatan manusia, yang tidak bersahabat dan tak sensitif terhadap alam. Begitu pula dengan banjir yang terjadi di Kerinci dan Sungai Penuh.

Sesungguhnya Banjir Kerinci maupun Sungai Penuh adalah bukti sebuah kegagalan kolektif. Ia adalah buah dari pohon yang kita tanam sendiri. Ia adalah konsekuensi tata kelola kota dan gaya hidup kita yang abai pada lingkungan dan ini telah berlangsung sejak lama.

Banjir adalah bukti ketidakmampuan kolektif seluruh elemen (hampir tanpa kecuali) dalam memelihara, mengelola, dan melakukan konservasi lingkungan. Kita tidak perlu saling menyalahkan. Nyaris setiap kita, tanpa kecuali, punya sumbangan di dalamnya. Fenomena banjir merupakan fenomena yang sangat krusial dalam proses pembangunan. Secara teoritikal, Fenomena banjir merupakan fenomena saling terkait antara variabel sosial, alam dan lingkungan. Penyebab banjir hampir selalu melibatkan alam dan manusia.

Banjir di Hamparan Rawang Kota Sungai Penuh (4/6)
Sesungguhnya kejadian banjir adalah hasil interaksi manusia dan alam yang keduanya saling memengaruhi dan dipengaruhi (antropogenik). Ini relevan dengan penyebab banjir di Kerinci dan Sungai Penuh. Setidaknya ada tiga penyebab utama terjadinya banjir di Kerinci dan Sungai Penuh.

Pertama, banjir Kerinci dan Sungai Penuh disebabkan kegiatan manusia yang menyebabkan terjadinya perubahan tata ruang dan berdampak pada perubahan alam. Jika kita perhatikan daerah hulu Kerinci (kawasan hutan di kaki Gunung Raya, dan Kerinci mudik) telah mengalami degradasi lingkungan karena rusaknya hutan pada catchment area.

Rusaknya kawasan lindung itu akibat adanya illegal logging, galian illegal, pembukaan lahan untuk pertanian dan perkebunan oleh masyarakat desa maupun pendatang. Dengan pokok pangkal yang sama, yaitu sangat tergantung pada kebijakan-kebijakan publik yang ditelurkan oleh lembaga-lembaga publik.

Bentang alam kabupaten Kerinci terdiri dari pegunungan dan perbukitan pada bagian atas, pemukiman masyarakat pada bagian tengah (lembah), dan danau pada bagian terendah (pegunungan-pemukiman-danau). Maka jika hutan pada bagian atas rusak dan curah hujan tinggi akan sangat berdampak terhadap daerah pemukiman, air hujan yang turun tidak dapat ditampung oleh hutan menjadi air tanah.

Berkurangnya tutupan hutan mengakibatkan hilangnya kemampuan Daerah Aliran Sungai (DAS) menyerap air hujan (presipitasi) karena run off atau aliran permukaan menjadi tinggi, sehingga terjadi pendangkalan sungai akibat sedimentasi, penyempitan alur sungai dan sebagainya. Derasnya aliran permukaan tidak hanya akan mengakibatkan banjir pada daerah resapan (Lembah Kerinci/Sungai Penuh) tetapi juga akan mengakibatkan tanah longsor pada daerah pegunungan.

Kedua, berkurangnya luasan daerah resapan perkotaaan. Persawahan yang terhampar mengelilingi Kota Sungai Penuh yang sebelumnya berfungsi sebagai daerah resapan, perlahan-lahan telah berubah menjadi perumahan maupun pertokoan. Termasuk pula pembangunan jalan yang melintas daerah rawa, sehingga air yang mengalir tidak selancar sebelumnya. Berkurangnya daerah resapan ini mengakibatkan air hujan akan lebih lama menggenangi pemukiman karena air dari permukaan tanah tersebut tidak dapat masuk ke dalam zona jenuh air sehingga tidak dapat membentuk suatu aliran air di dalam tanah. Hal ini tidak hanya menyebabkan banjir di Kerinci dan Sungai Penuh, tapi juga memicu kekeringan dikala musim kemarau, akibat berkurangnya cadangan air tanah yang amat dibutuhkan untuk keberlangsungan kehidupan ekologi dan ekosistem (tidak hanya manusia).

Ketiga, adalah menyempitnya sungai-sungai, baik sungai besar maupun sungai kecil. Pesatnya pembangunan di Kerinci dan Sungai Penuh yang dilakukan tanpa memperhatikan konservasi lingkungan mengakibatkan menjamurnya permukiman di sepanjang sisi aliran sungai, bahkan menutup sungai dan diperparah oleh drainase perkotaan yang buruk. Maka ketika musim penghujan tiba dan mengalami debit puncak, sungai tidak lagi dapat mengikuti keseimbangan alam untuk menampung aliran dari hulu, akibatnya air sungai meluap menghantam pemukiman warga dan tidak dapat kembali ke sungai. Ada juga tumpukan sampah yang tertahan di aliran sungai. Itu menjadi faktor yang memperparah banjir.

Banjir Kerinci (4/6) (ald)
Rekomendasi Solusi Mengatasi Banjir

Uraian penyebab banjir di atas memperlihatkan kepada kita bahwa sebenarnya manusialah penyebab hilangnya keseimbangan alam. Maka, solusi utamanya pun adalah dengan mengatur dan mengelola manusianya. Kerusakan hutan di daerah hulu misalnya, jika kita telusuri lebih dalam penyebabnya adalah pertumbuhan penduduk Kerinci yang begitu pesat, sehingga kebutuhan akan lahan semakin meningkat. Pada dasarnya, merusak hutan bukanlah genetik orang kerinci. Yang dibutuhkan adalah pengaturan spasial lahan-lahan yang boleh diperuntukkan sebagai lahan pertanian dengan tetap mempertahankan fungsi hutannya. Solusi lainnya adalah mempercayakan masyarakat mengelola lahan dengan mekanisme Hutan Desa (HD). Cara ini terbukti berhasil dilakukan Kabupaten Bantaeng dalam mengatasi kerusakan hutan di hulu.

Perlu diketahui bahwa di masyarakat sendiri, ada aturan yang tertulis (written rules) dan ada yang tidak tertulis (unwritten rules) dan biasa aturan tidak tertulis cenderung lebih ditaati oleh masyarakat. Sehingga Pemerintah juga mesti bersinergi dengan lembaga informal (lembaga adat) dalam memproteksi hutan lindung. Memperbanyak penetapan hutan adat adalah solusi lainnya, karena kebijakan kejelasan kepemilikan hutan (property right) mendorong masyarakat menjaga hutannya.

Kedua, mempertahankan luasan daerah resapan bisa dilakukan dengan mencarikan lahan yang sesuai (kompensasi lahan) di luar areal persawahan bagi pembangunan perumahan dan pertokoan baru. Menerapkan regulasi agar tiap-tiap rumah yang dibangun meyediakan areal serapan air, membuat lubang biopori dan sejenisnya. Memperbanyak taman-taman kota sebagai ruang terbuka hijau (RTH).

Ketiga, persoalan penyempitan badan sungai bisa diatasi dengan renaturalisasi sungai, mengembalikan belokan-belokan sungai yang sebelumnya terluruskan oleh bangunan-bangunan. Menghidupkan bekas potongan sungai lama dengan membuka tanggul pelurusan sungai, memelihara kealamiahan sungai-sungai level menengah dan parit, serta melakukan penanaman pada daerah hulu dan sepanjang aliran sungai. Metode ini menawarkan penyelesaian alamiah yang komprehensif terintegrasi tanpa mengorbankan unsur ekologi lainnya Renaturalisasi sungai ini memang tidak mudah, dibutuhkan kepiawaian pemerintah kabupaten kerinci dan sungai penuh untuk membujuk dan meyakinkan warga yang telah terlanjur mendirikan rumah di sisi kiri kanan sungai agar rela sedikit digusur. Menumbuhkan kesadaran kota yang bebas banjir menjadi sebuah keniscayaan dan mesti dilakukan sejak dini sebelum kota ini menjadi semakin padat.

Banjir di Kerinci 4/6 (ald)
Kemauan Politik

Untuk mewujudkan Kerinci yang bebas banjir dibutuhkan kemauan dan kesadaran politik yang kuat, tidak hanya dari eksekutif tetapi juga legislatif. Euforia perilaku mengedepankan kepentingan ekonomi, terutama kepentingan ekonomi individual, telah menjerumuskan masyarakat yang harus selalu berhadapan dengan bencana alam dan banjir. Selayaknya analisis dampak setiap rencana pembangunan dilakukan atas dasar untung rugi nilai rupiah dan tangibilitas nilai lingkungan (benefit-loss analysis), termasuk analisis kondisi sosial-ekonomi dan budaya masyarakat yang harus dibangun lebih baik. Dinamika pembangunan harus dikawal ketat meski akan tampak tidak populer. Banjir di Kerinci dan Sungai Penuh, sekali lagi, adalah bukti kesalahan kolektif dalam pengelolaan lingkungan. kita tidak perlu saling tuding siapa yang salah, kita semua harus terlibat untuk mengatasinya. Tetapi, harus diakui bahwa tetap ada porsi besar dan kemauan politik yang kuat yang harus diambil Pemerintah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci secara terintegrasi untuk meyelesaikan persoalan banjir yang membuat traumatis warga tersebut.

Belajar dari Succes Story Daerah Lain

Selain mengelola daerah hulu, mengatur pola pembangunan pemukiman dan sarana publik, dan renaturalisasi sungai, tidak sedikit daerah yang punya cerita sukses mengatasi banjir dengan program-program ambisiusnya. Kabupaten Bantaeng misalnya, berhasil mengatasi banjir dengan membuat dam di hulu. Kota Curitiba di Barazil memakai pola pembangunan “radial segaris-bercabang” (radial linear-branching pattern). Kota Tokyo dengan membuat terowongan deep tunnel. Bangkok berhasil mengatasi banjir dengan program penampungan air sistem “pipi monyet”. Semua cerita sukses itu tidak bisa serta merta langsung diadopsi oleh Kerinci dan Sungai Penuh. Kota-Kota di atas memutuskan kebijakan itu dengan kajian mendalam terlebih dahulu. Saya menganjurkan Kerinci dan Sungai Penuh juga melakukan kajian-kajian ilmiah yang komprehensif untuk mengatasi banjir.)*

Penulis : Hefri Oktoyoki, S.Hut, M.Si. (Menekuni Keahlian Bidang Sosial Ekonomi dan Kebijakan Kehutanan)

Kerinci, Heboh Penemuan Mayat Wanita di Pinggir Sawah

Mayat wanita yang ditemukan dipinggir sawah di Semerap Kabupaten Kerinci. (ald)

Kerinci, Merdekapost.com – Pagi ini Masyarakat Desa Semerap kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci dihebohkan dengan penemuan mayat jenis kelamin perempuan di pinggir sawah, Jum’at (17/4/2020).

“Iya, ada salah seorang warga kami yang ditemukan meninggal dunia di sawah,”kata salah seorang warga Semerap.

Ia juga menambahkan, mayat Perempuan inisial AI yang ditemukan pagi ini adalah sosok warga yang hilang sejak kemaren belum pulang. Pagi ini ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Dari petang belum pulang, pagi ini ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,”jelasnya.

(ald)

Waspada : Gunung Kerinci Sempat Keluarkan Semburan Asap Putih Kemerahan


KERINCI, Merdekapost.com - Gunung Kerinci dengan ketinggian  (3805) Mdpl sempat mengeluarkan asap putih kemerahan, pada Jum'at (10/04/20)

Menurut, Sumber data KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Kerinci berada pada Level II dengan status (Waspada).

Rekomendasi, Sebaiknya jalur penerbangan disekitar gunungapi kerinci dihindari karena sewaktu-waktu masih memiliki potensi letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan.

Kepada Masyarakat disekitar gunung Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak Gunung kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktifitas didalam radius bahaya/KRB III).

Informasi yang didapatkan dari BMKG Kerinci Mardiansyah, untuk soal erupsi/aktivitas Gunung Merapi lebih tepatnya tanya sama pengamat gunung atau pos pengamat gunung yang ada di kayu Aro," ungkapnya.

"kalau kaitannya dengan cuaca itu sangat mengganggu aktivitas penerbangan, karena sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan, " ungkapnya.

Terpisah, Pusat Informasi Absolut Polisi Kehutanan pos jaga pendakian kaki Gunung Kerinci Mas Dudung dikonfirmasi merdekapost.com, pada Minggu (12/04) melalui Whatsapp Membenarkan informasi tentang gunung Kerinci yang mengeluarkan asap kemerahan pada hari Jum'at (10/04) sekitar pukul 9.18 Wib Pagi.

"Asap Putih Kemerahan dengan intensitas condong ke arah Utara, sayangnya alat sesmograf dalam kondisi rusak jadi hanya bisa kita lakukan dengan menggunakan alat digital, namun masyarakat sekitar tidak perlu panik," Katanya. (TM)

Kendaraan Sembako Tak Bisa Lewat, Longsor Timbun Jalan Sungai Penuh-Tapan

Sungai Penuh-Tapan: Titik longsor di antara jembatan pertama dengan jembatan kedua sekitar KM 40-45 masuk kawasan Jambi. (ald/ist)
MERDEKAPOST.COM, SUNGAIPENUH - Hujan deras yang mengguyur Kota Sungaipenuh dan Kerinci, membuat tebing di jalan Puncak Sungaipenuh-Tapan Pessel Longsor, Minggu (12/4/2020) malam.

Alven salah satu sopir mengatakan, ada 2 titik longsor di jalan puncak Sungaipenuh-Tapan Pesisir Selatan, sehingga mobil tak bisa lewat.

“Mobil dari Padang-Pessel semua kembali ke Sako, karena ada titik longsor di antara jembatan pertama dengan jembatan kedua sekitar KM 40-45 masuk kawasan Jambi,” kata Alven kepada indojatipos.com.

Sementara hingga pukul 22.00 WIB belum ada kendaraan bisa lewat, karena tanah yang longsor sekitar 5 meter.

Hingga berita ini dipublis, belum dapat tanggapan dari pihak penanganan tanah longsor di Jalan Nasional tersebut.(*)

Editor: Aldie Prasetya | Merdekapost.com
Sumber : INDOJATIPOS.COM

Hati-hati, Satu Warga Sungai Penuh Tertipu, Kenalan di FB Dihipnotis Hingga ATM dan Isi Dompet Terkuras

Akun  Facebook atas nama Serin Serin dan Bukti Transfer yang dilakukan Korban setelah dihipnotis. (ald)
Sungai Penuh, Merdekapost.Com - Satu orang warga Kota Sungai Penuh asal Kecamatan Tanah Kampung GN mengaku dihipnotis hingga dirinya menyerahkan seluruh isi dompet dan ATM-nya sampai terkuras habis.

Seperti diceritakan GN (nama inisial) kepada Merdekapost bahwa awal mula dia berkenalan dengan akun Facebook atas nama Serin Serin, tukar nomor HP kemudian nomor HP tersebut dibagikan dengan Cowok yang mengaku bernama Riki, kemudian janjian ketemuan dan diduga setelah bersalaman, Dirinya (GN) tidak sadarkan diri seperti terhipnotis, hingga menuruti saja kemauan Riki sampai ATM dan isi dompet terkuras.

Begini penuturan GN menceritakan awal mula kejadiannya hingga dirinya menyerahkan ATM dan seluruh uang yang ada dompetnya kepada si pelaku.

Diungkapkan GN, "Cerito nyo begini, mulai pertamo saya berkenalan dengan akun Facebook atas namo Sherin sherin, chatting-chatting dan teleponan, dio ngajak kito ketemuan siangnya, tapi sebelum ketemu harus transfer uang 250 Ribu dulu, nanti pas ketemu uang tersebut akan diganti katanya".

Kemudian, karena saya keberatan dan tidak mau transfer, nomor hp saya dikasihnyo ke Jantan (laki-laki) yang mengaku bernama Riki, dan Riki langsung telepon aku pada hari Sabtu sore (04/04/2020) dan ngajak aku ketemu nanti malamnya (red_malam minggu 04/04/2020)". Ungkap GN

"dan habis magrib malam tadi (malam Minggu) akun atas nama Sherin sherin kembali chat ngajak ketemu dan minta ditransfer uang 500 Ribu".

Dan pada saat yang hampir bersamaan, laki-laki atas nama Riki ini langsung nelpon Saya lagi mengatakan bahwa dia sudah nunggu di simpang jalan kampus STIE Sekungkung, kemudian saya langsung menemui Riki ini disimpang kampus STIE Sekungkung dan setelah sampai di situ kita ketemu dan langsung bersalaman dan berkenalan.

Saya ingat, setelah bersalaman, saat itu Riki ini mengatakan kita langsung ke ATM BNI Semurup untuk transfer uang untuk atas nama Dewi Puspita yang Merupakan pemilik akun Sherin sherin, selanjutnya Saya merasa aneh dan antara sadar dan tidak, Saya menurut saja apa yang dikatakan Riki, kami ke ATM di Semurup mentransfer sejumlah uang untuk Dewi Puspita, dan isi dompet pun habis diambil pada saat kami di semurup". tutur GN.

"Selama kejadian itu Saya tidak sadar alias terhipnotis, apapun yang diminta Saya ikuti, hingga semuanya diambil dan Saya baru sadar saat sudah sampai di Sungai Penuh di bantu kawan saya bernama Edo Kirai, setelah saya dikasih minum air putih barulah saya sadarkan diri".

"Saya menceritakan kejadian ini tidak ada maksud apa-apa, hanya ingin mengingatkan kepada masyarakat, agar berhati-hati dan waspada, kasus penipuan saat ini bermacam-macam modusnya, hendaknya kejadian ini menjadi pelajaran bagi saya dan kita semua". Pungkas GN.

Jika dilihat inti dari kronologis cerita GN ini, bisa diambil kesimpulan, bahwa akun sherin sherin itu hanyalah modus atau akal-akalan dari laki-laki yang mengaku bernama Riki,ini bisa saja komplotan, setelah membuat janji dan ketemuan, maka dia bisa melangsungkan aksinya untuk menghipnotis korban. setelah korban terhipnotis dan tidak sadar, maka dengan mudah Pelaku melangsungkan aksinya karena korban sudah menuruti semua kemauan dan perintahnya.

Akhir-akhir ini penipuan dengan modus menggunakan medsos Facebook sangat marak, memalsukan akun, menggandakan akun dengan menggunakan foto profil orang lain dan selanjutnya meminta ditransfer sejumlah uang, kepada sahabat Facebook dengan dalih macam-macam, untuk itu hati-hati dan waspadalah menggunakan media sosial. (ald)

Tiga Hari Tiga Malam Jelajahi Hutan Manjuto Lempur, 3 Utusan Akhirnya Pulang, Namun Almughonni Belum Juga Ditemukan

KEMBALI : 3 Utusan yang menjelajahi hutan Manjuto Lempur selama tiga hari tiga malam  pagi tadi telah kembali ke Desa Lempur. (doc/ist) 

KERINCI, MP - Sebagai salah satu upaya dan wujud keprihatinan dalam mencari Keberadaan Almughonni yang dinyatakan hilang di kawasan Danau Kaco Lempur, Lembaga Kerapatan Adat Lekuk Lima Puluh Tumbi Lempur mengirimkan 3 orang yang diyakini selama ini mengenal dan paham betul seluk beluk hutan Lempur (Manjuto) untuk melaksanakan pencarian.

Selama tiga hari tiga malam ketiga utusan tersebut berada dihutan belantara, dan hari ini mereka bertiga sudah kembali, meskipun belum berhasil menemukan Almughonni.

Sebagaimana diungkapkan oleh, Syafruddin, di akun facebooknya.

"Alhamdulillah sdr kita Bpk Chan ( Ayah Wiwit ) kembali dengan selamat setelah berjuang dalam upaya pencarian Sdr Al. Beliau telah berjuang mencari Al selama 3 hari 3 malam dlan hutan manjuto. Pagi ini diistirahatkan oleh masyarakat lempur di simp. 4 lempur sambil menunggu 2 org rekan lainnya yang sedang dijemput ke danau kecik.

Informasi yang berhasil dihimpun, bahwa 3 orang yang dikirim oleh Depati Agung lekuk 50 Tumbi tersebut adalah orang-orang yang selama ini sangat mengenal seluk beluk hutan Lempur (Manjuto).

Meskipun belum berhasil menemukan Almughonni, akan tetapi upaya ini adalah bentuk kepedulian dan rasa prihatin masyarakat Lekuk Lima Puluh Tumbi atas hilangnya Almughonni di Kawasan Danau Kaco Lempur.

Hari ini memasuki hari ke-13, tim sudah menjelajahi sebagian besar hutan dikawasan Danau Kaco, Manjuto dan sekitarnya, bahkan telah ada yang sampai ke wilayah tetangga Muko-Muko.

Untuk diketahui bahwa upaya pencarian Almughonni sampai saat ini masih terus dilakukan, baik oleh Pihak Keluarga, relawan, Masyarakat maupun Pihak aparat TNI dan Polri. (ald).

Syafruddin (Baju Hitam) bersama Utusan khusus Adat lekuk 50 Tumbi yang pagi tadi telah kembali dari pencarian Almughonni selama tiga hari tiga malam dihutan Manjuto Lempur (doc/mp/ist)

Hari Ini Terakhir, Tim SAR Gabungan Hentikan Operasi Pencarian Almughonni

Upaya pencarian Ikhsan Al Mughoni (17) yang hilang saat perjalanan pulang dari Lokasi Wisata Danau Kaco Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, sejak Rabu (01/01) hingga hari ke-10 sesuai SOP Tim SAR resmi dihentikan. (doc/mp)

KERINCI, MP – Upaya pencarian Ikhsan Al Mughoni (17) yang hilang saat perjalanan pulang dari Lokasi Wisata Danau Kaco Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, sejak Rabu (01/01), hingga hari ke sepuluh pencarian oleh tim SAR gabungan belum juga membuahkan hasil, Sabtu (11/01/2020).

Tim gabungan yang terdiri dari Tim POS SAR Kerinci, Kepolisian, Kodim 0417/Kerinci, BPBD, Damkar, Tagana Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh, Komunitas Pecinta Alam, RAPI dibantu Warga serta relawan hingga hari ke sepuluh telah melakukan pencarian korban Al Mughonni.

Koordinator Pos SAR Kerinci, Nurhasni mengatakan selama sepuluh hari pencarian Tim SAR Gabungan sudah melakukan berbagai upaya penyisiran secara merata, tetapi belum membuahkan hasil.

Baca Juga : Hari Ke-10, Almughoni Belum Juga Ditemukan

“Selama 10 hari sudah kita melakukan operasi SAR, kita sudah melakukan berbagai upaya penyisiran secara merata terutama di tempat dan tanda-tanda yang dicurigai, tapi hasilnya masih nihil,” ucap Nurhasni.


Ditambahkannya, setelah dilakukan koordinasi dengan instansi dan berbagai pihak-pihak yang aktif terlibat dalam operasi ini, maka mulai hari ini operasi pencarian atas korban hilang Ihsan Almughoni ini dinyatakan dihentikan.

“Meskipun operasi ini telah dihentikan, tetapi dari pihak keluarga dan masyarakat setempat akan terus melakukan pencarian sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan,” tuturnya.

Untuk diketahui sesuai SOP Tim SAR proses pencarian dilakukan pada 7 (tujuh) hari, namun kemarin karena ditemukan petunjuk dan tanda-tanda baru, maka ditambah 3 (tiga) hari, dan hari ini telah berakhir dan genap 10 hari pencarian dan dinyatakan ditutup. (ald/hza)

Baca Juga : Viral, Status Instagram Almughonni Aktif? Semoga Ini Jadi Petunjuk Baru

Peduli Almughoni, GEMA Al Haris Serahkan Bantuan Logistik ke Posko Pencarian di Lempur

Direktur Logistik GEMA Deka Afriawan serahkan bantuan Logistik yang diterima oleh relawan di Posko Pencarian Almughonni di Lempur. (doc/mp)

KERINCI, MP - Memasuki hari ke-11 hilangnya Ihsan Almughoni di kawasan wisata Danau Kaco hutan Lempur Lekuk lima puluh tumbi semakin mengundang rasa prihatin dan kepedulian dari berbagai kalangan.

Kali ini, GEMA (Gerakan Millenial Alharis) Kerinci - Sungai Penuh serahkan bantuan untuk membantu logistik di Posko Pencarian di Lempur.

Bantuan diserahkan oleh Direktur Logistik GEMA Deka Afriawan dan diterima oleh Dina Firmanasari selaku relawan di Posko Pencarian.

Disampaikan Deka, Penyerahan bantuan ini adalah sebagai bentuk kepedulian terhadap Sahabat Al Mughoni yang telah dinyatakan hilang sejak 1 Januari 2020.

Disampaikannya, "semoga bantuan yang tidak seberapa banyak ini bisa bermanfaat, harapan kita semua tentu saja semoga Al dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat, Salam dari Bang Haris untuk kita semua terutama keluarga besar Almughonni, semoga selalu sabar menghadapi musibah ini". Ujar Deka.

Dina sebagai penerima bantuan tersebut mengungkapkan sangat berterima kasih atas adanya bantuan dan kepedulian dari Millenial Alharis.

"Terima kasih banyak kepada kawan-kawan millenial yang telah berpartisipasi dan peduli dengan sahabat Almughoni". Ujar Dina.

Dilanjutkannya, "Selanjutnya disampaikannya bahwa meskipun proses pencarian oleh Tim akan berakhir sebagaimana jadwal sesuai SOP, namun dari masyarakat Lempur upaya pencarian masih akan tetap dilakukan selagi logistik untuk proses tersebut masih tersedia". Kata Dina. (hza)

Ratusan Orang Lakukan Pencarian, namun Hingga Hari ke-5 Al Belum Ditemukan

Lokasi Benteng Danau Kaco yang merupakan Pusat berkumpulnya para petugas, masyarakat dan warga yang mencari korban hilang Al Mughoni. (doc/ist)
KERINCI, MP - Sudah masuk hari ke-5 upaya pencarian Al Mughoni yang hilang jejak pada tanggal 1 Januari 2020 di jalur Danau Kaco, Lempur, Kabupaten Kerinci belum membuahkan hasil.

Sudah lebih 500 orang turun ke lokasi Danau Kaco untuk pencarian Al, namun  hingga minggu 05/01/2020 pukul 12.30 belum ditemukan.

Segala upaya sudah dilakukan oleh Masyarakat setempat, rekan survivor, TRC, Tagana, Basarnas, BPBD, komunitas pencinta alam, anggota pramuka, dan masih banyak yang lainnya, namun masih belum ditemukan adanya tanda-tanda keberadaan Al.

“sudah tercatat 500 orang lebih yang ikut membantu pencarian survivor atas nama Al Mughoni namun belum membuahkan hasil, semoga rekan kita, sahabat kita, saudara kita segera ditemukan dalam keadaan selamat” ungkap Saka Anyana Nugraha.

Ditambah lagi setelah adanya pemukulan “Tabuh Larangan” oleh Depati ninik mamak Pondok Tinggi pagi minggu 05/01/2020, mengisyaratakan perintah adat agar semua masyarakat Pondok Tinggi lakukan pencarian Al Mughoni di kawasan Danau Kaco Lempur Kerinci. (ald)

BUMDes Taman Pertiwi Pentagen Rekrut Ratusan Karyawan

Wisata Taman Pertiwi Pentagen

Kerinci. MERDEKAPOST.NET - Perekrutan ratusan karyawan yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Wisata Pentagen Kecamatan Danau Kerinci menjadi proses perekrutan terbanyak di tahun 2019.

Jumlah karyawan yang direkrut direncanakan 110 orang pekerja untuk di tempat berbagai posisi pintu tiket masuk, parkir motor, parkir mobil, flying fox, sepeda kabel, bebek dayung, penjualan pakan ikan dan sebagainya. Jumlah tersebut adalah perekrutan terbesar yang dilakukan oleh Bumdes Desa Wisata Pentagen selama ini, kata Direktur Bumdes Abdul Basit di Merdeka Post, Minggu.

Ia menyebutkan, perekrutan karyawan besar-besaran itu terutama untuk mengurangi pengangguran serta memberi kesempatan para Masyarakat, pemuda, pelajar maupun mahasiswa untuk memanfaatkan hari libur di hari Raya Idul Fitri di Taman Pertiwi Pentagen.

Perekrutan itu dilakukan untuk memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) BUMDes dan menambah perekonomian sesuai dengan rencana yang akan dijalankan BUMDes Desa Wisata Pentagen.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pentagen telah menerima mandat dari Kepala Desa Pentagen (Usman) untuk merekrut masyarakat, pemuda, pelajar, dan mahasiswa untuk memberi kesempatan bekerja di taman pertiwi pentagen di hari raya Idul fitri.

"Keadaan pada lebaran tahun sebelum adanya taman pertiwi ini di buka yang mana para pemuda dan remaja desa Pentagen berekreasi dan memebelanjakan uang yang ia miliki, dan di bandingkan dengan keadaan para pemuda setelah terbentuknya taman pertiwi mereka tidak lagi menghabiskan uang pada saat lebaran bahkan mereka sudah bekerja menghasilkan uang di wisata mereka sendiri, dengan maksud untuk menunjukan manfaat yang diberikan BUMDes Taman Pertiwi Pentagen sudah menjadi pembeda terhadap  pola pikir Masyarakat dari pola pikir konsumtif menjadi pola pikir produktif" ujar Kades Pentagen.

Menurut bagian pengelolaan unit usaha wisata pentagen (Rasimin) rekrutmen diutamakan berasal dari Desa Pentagen yang ingin bersungguh - sungguh bekerja sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh BUMDes Pentagen, dan melakukan tes wawancara dan menandatangani surat kontrak kerja selama lebaran.

Abdul Basit menjelaskan Proses seleksi dimulai satu minggu sebelum lebaran dengan membuat surat lamaran yang di serahkan kepada Direktur BUMDes Desa Wisata Pentagen.(003)

Murady Dampingi Sandi Kunjungi Petani Karet dan Sawit di Muhajirin

Sandi menyadap Karet warga didampingi H Murady di arela perkebunan petani di Ness Desa Muhajirin Muaro Jambi (ist) 

JAMBI, MERDEKAPOST.NET - Kunjungan Cawapres Sandiaga Salahudin Uno di Provinsi Jambi Kemarin (25/11) disambut antusias masyarakat Jambi, tidak hanya di kota Jambi saja, bahkan sampai ke warga petani karet dan sawit di seputaran Ness, desa Muhajirin Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro jambi.

Dalam kunjungannya itu, Sandi menegaskan bahwa dirinya akan memperjuangkan harga karet agar naik dan petani sejahtera.

"Kita akan fokus memperjuangkan ekonomi masyarakat, jangan sampai petani sengsara". ujar sandi dihadapan para petani.

Dikatakan Sandi, soal harga karet harus diperhatikan serius,  "Kita harus bela petani, harga karet harus naik pak Murady". Ujar Sandi sambil menyadap karet disaksikan oleh para petani di Desa Muhajirin. (ald)

Si Jago Merah Mengamuk di Kersik Tuo, Zainal - Arsal Turun ke Lokasi

Kerinci, Merdekapost.net - Kerinci kembali berduka, kali ini rumah milik warga Desa Kersik Tuo Kecamatan Kayu Aro dilahap si jago merah.

Peristiwa ini terjadi pada ( 25/3 ) sekitar Jam 12.30 Wib saat warga sedang malaksanakan Shalat Dzuhur di Masjid setempat. Warga yang melihat kejadian ini langsung bergegas ke lokasi untuk membantu memadamkan kobaran api yang semakin membesar, tidak beberapa lama kemudian pihak Damkar yang mendapatkan informasi kejadian langsung turun ke lokasi.

Sementara itu Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kerinci Nomor Urut 3 ( Tiga ) Zainal Abidin, SH, MH - Arsal Apri yang  pada saat kejadian berada tidak jauh dari lokasi lansung bergerak cepat untuk membantu memadamkan kobaran api bersama masyarakat.

Kepada keluarga yang ditimpa musibah kebakaran Zainal menyampaikan rasa duka cita yang mendalam dan berpesan agar tetap bersabar serta tawakkal kepada Allah SWT.

" Kejadian ini sudah Takdir-Nya dan ini merupakan suatu peringatan untuk kita semua agar selalu berhati-hati terhadap hal-hal yang memungkinkan terjadinya kejadian seperti ini. Dan saya bersama Pak Arsal Apri turut berduka cita yang mendalam atas musibah ini, kepada keluarga tetaplah bersabar dan tawakkal kepada Allah SWT. Saya dapat merasakan perasaan Ardi dan keluarga, mari kita petik Hikmah dari musibah ini ". Ujarnya.

Seperti biasanya, kehadiran Zainal - Arsal yang sebelumnya blusukan di Pasar Bedeng Delapan juga didampingi oleh Isteri dan Tokoh Kerinci diantaranya Drs. H. Ilyas Adnan, H. Candra Purnama, SH, MH dan Syamsir Alam serta hadir Tokoh Kayu Aro Sabar Ar, Reno Efendi, ST serta yang lainnya. 

Kejadian ini menghanguskan rumah milik Ardi, beruntung api dapat dipadamkan dengan cepat, sehingga tidak merembet ke rumah lainnya, atas kejadian ini kerugian ditaksir mencapai Ratusan Juta Rupiah.

Sementara itu, penyebab terjadinya kebakaran diperkirakan berasal dari Kompor yang Meledak. 

( 14n )


Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs