Inilah Sederet Keuntungan Kehadiran Kodam Baru di Jambi: Keamanan dan Ekonomi

Pemerintah Provinsi Jambi melalui Gubernur Jambi, Al Haris menyerahkan hibah lahan untuk pembangunan markas Kodam baru di Provinsi Jambi.(Ist) 

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Rencana pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) mandiri di Provinsi Jambi tidak sekadar mengenai perluasan struktur organisasi militer.  

Kehadiran markas komando teritorial baru ini diproyeksikan akan membawa keuntungan multi-sektoral yang masif, mulai dari penguatan sistem pertahanan, percepatan penanganan bencana, hingga pemicu roda ekonomi hilir masyarakat daerah. 

Guna memuluskan langkah besar ini, Pemerintah Provinsi Jambi telah resmi menyerahkan hibah lahan bersertifikat seluas 13,408 hektare. 

Lokasinya berasa di Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi kepada Korem 042/Gapu, Jumat (22/5/2026).  

Baca Juga: Jambi Siapkan Lahan 13,4 Hektare untuk Bangun Kodam Baru

Penyerahan aset ini disaksikan langsung oleh Pangdam Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., dan Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, S.I.P, M.M. 

Tidak tanggung-tanggung, Pemprov Jambi juga mengucurkan dana hibah Rp2,5 miliar untuk pembangunan dan pengawasan teknis rumah dinas pimpinan Korem sebagai fasilitas penunjang awal.

Akselerasi Penanganan Karhutla dan Konflik Lahan 

Salah satu keuntungan paling konkret dari berdirinya Kodam Jambi adalah terpangkasnya birokrasi kendali operasional saat terjadi situasi darurat di lapangan.  

Karakteristik wilayah Jambi yang kerap menghadapi tantangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kerawanan konflik agraria memerlukan respons cepat dari aparat keamanan. 

Gubernur Jambi, Al Haris, menekankan bahwa status Jambi sangat layak ditingkatkan menjadi Kodam mengingat banyaknya tugas-tugas strategis teritorial yang harus dihadapi. 

Menurutnya, kesiapan lahan yang diserahkan ini menjadi bukti sukacita dan keseriusan pemerintah daerah agar jajaran petinggi TNI pusat tidak ragu untuk segera mematangkan keputusan tersebut. 

Hal senada diamini oleh Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Mayjen TNI Arief Gajah Mada.  

Ia menegaskan bahwa pembentukan Kodam Jambi akan secara otomatis memotong rantai komando.

Efeknya, koordinasi keamanan, pengendalian wilayah, hingga mobilisasi pasukan saat penanganan bencana alam dapat berjalan jauh lebih efektif, taktis, dan cepat tanpa harus menunggu instruksi dari markas komando provinsi tetangga.

Dampak Ekonomi dan Lompatan Infrastruktur Baru 

Keuntungan lain yang tidak kalah penting adalah efek domino (multiplier effect) terhadap perekonomian lokal.  

Pembangunan markas militer skala besar dipastikan akan memicu pertumbuhan kawasan baru di sekitar titik lokasi pertahanan. 

“Dengan dibangunnya KODAM Jambi nanti, kita optimis bahwa peran strategis TNI di Provinsi Jambi akan semakin optimal. Tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga dalam mendukung stabilitas sosial, ketahanan wilayah, serta pembangunan yang berkelanjutan." 

"Keberadaan KODAM Jambi juga diharapkan memberikan multiplier effect yang positif. Pembangunan fasilitas militer tentu akan diikuti dengan pembangunan infrastruktur pendukung, peningkatan konektivitas wilayah, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di sekitar kawasan tersebut,” ujar Gubernur Al Haris.

Peluang Emas Konektivitas Lintas Trans Sumatera 

Melihat besarnya potensi keuntungan ini, Pemprov Jambi bahkan sudah bergerak mencari lahan alternatif cadangan di koridor Mendalo-Pijoan.  

Lokasi ini dibidik karena dinilai jauh lebih strategis di masa depan, mengingat posisinya berada di sekitar pintu keluar (exit) jalan tol Trans Sumatera rute Jambi-Merlung yang sedang digarap tahun ini. 

Jika kelak titik utama Kodam atau fasilitas militer seperti Resimen Induk Kodam (Rindam) berdiri di sana, Jambi akan memiliki integrasi pertahanan yang terhubung langsung dengan urat nadi transportasi logistik Sumatera.  

Ditambah lagi, rencana ini berjalan simultan dengan persiapan lahan Pangkalan Udara (Lanud) untuk mengimbangi target peningkatan status Bandara Jambi menjadi bandara internasional. 

Menutup arahannya, Mayjen TNI Arief Gajah Mada menyatakan rasa bangganya atas atensi luar biasa dari Pemprov Jambi terhadap kesejahteraan prajurit.  

Ia menyebut rencana strategis TNI AD pada tahun 2027 memang mengagendakan penambahan empat Kodam baru, dan dengan modal kesiapan ini, Jambi menjadi kandidat terkuat yang siap melompat maju menuju wilayah yang lebih aman dan mandiri. 

Kodam Baru di Jambi

Kehadiran Kodam baru di Jambi diproyeksikan membawa keuntungan multi-sektoral masif.

Rantai komando terpotong, percepat respons penanganan karhutla dan konflik lahan.

Infrastruktur militer memicu multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi sekitar.

Lahan alternatif disiapkan dekat exit tol guna integrasi taktis Trans Sumatera.

Pemprov kucurkan tanah 13,4 hektare dan Rp2,5 miliar demi kejar target jatah Kodam 2027.

(Adz)

Jambi Siapkan Lahan 13,4 Hektare untuk Bangun Kodam Baru

Pemerintah Provinsi Jambi menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung penguatan sistem pertahanan nasional dengan menghibahkan lahan seluas 13,4 hektare guna mempercepat realisasi pembentukan markas Kodam tersebut. Proses penyerahan aset daerah ini diresmikan melalui penandatanganan berita acara serah terima oleh Gubernur Jambi Al Haris bersama Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin.(Istimewa) 

MERDEKAPOST.COM, JAMBI – Langkah Provinsi Jambi untuk memiliki Komando Daerah Militer (Kodam) sendiri kini semakin dekat. 

Pemerintah Provinsi Jambi menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung penguatan sistem pertahanan nasional dengan menghibahkan lahan seluas 13,4 hektare guna mempercepat realisasi pembentukan markas Kodam tersebut.

Proses penyerahan aset daerah ini diresmikan melalui penandatanganan berita acara serah terima oleh Gubernur Jambi Al Haris bersama Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin. 

Momentum bersejarah ini disaksikan langsung oleh Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Arief Gajah Mada, pada Jumat (22/5/2026).

Lahan yang diserahkan tersebut dipastikan telah memiliki sertifikat resmi atas nama Pemerintah Provinsi Jambi. 

Letaknya dinilai sangat mumpuni dari sisi taktis, yakni berada tepat di depan pangkalan SPN Polda Jambi, kawasan Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.

Gubernur Jambi, Al Haris menjelaskan bahwa penyediaan lahan seluas kurang lebih 13,5 hektare ini merupakan langkah awal persiapan Jambi menuju pembentukan Kodam. 

Posisi lahan tersebut dinilai sangat strategis lantaran berhadapan langsung dengan SPN, serta dikelilingi oleh kompleks pendidikan dan kawasan perkantoran.

Tidak berhenti di situ, Al Haris membeberkan Pemprov Jambi saat ini tengah bergerak mencari lahan alternatif di koridor Mendalo-Pijoan yang diproyeksikan sebagai pusat pengembangan pertahanan masa depan. 

Kawasan tersebut dinilai krusial karena terhubung langsung dengan akses jalan tol Jambi-Merlung-Rengat.

Jika kelak kawasan itu berkembang menjadi persimpangan perlintasan utama, keberadaan Kodam di sana akan menjadi sangat strategis. 

Sementara itu, lahan di Pondok Meja yang diserahkan saat ini nantinya dapat dialihkan fungsinya untuk pembangunan Resimen Induk Kodam (Rindam) atau fasilitas militer pendukung lainnya. 

Beriringan dengan rencana tersebut, pemerintah daerah juga mulai membidik lahan untuk pembangunan Pangkalan Udara (Lanud) guna mengimbangi target peningkatan status bandara Jambi menjadi bandara internasional.

Target Realisasi 2027 dan Respons Positif TNI

Proses penyerahan aset daerah ini diresmikan melalui penandatanganan berita acara serah terima oleh Gubernur Jambi Al Haris bersama Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin.(Ist)

Al Haris menaruh harapan besar agar pada tahun 2027 mendatang, Jambi sudah masuk dalam daftar perencanaan pembentukan Kodam baru sesuai skema strategis TNI Angkatan Darat. 

Pemerintah daerah menyatakan kesiapan penuh untuk berkolaborasi dengan institusi TNI demi mempercepat proyek ini, yang diyakini mampu mendongkrak pelayanan keamanan serta membantu kebutuhan masyarakat secara maksimal.

Langkah responsif Pemprov Jambi ini menuai apresiasi tinggi dari pimpinan TNI. 

Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Arief Gajah Mada, mengaku sangat terkejut sekaligus terharu atas atensi besar yang diperlihatkan pemerintah daerah terhadap pengembangan satuan TNI.

Arief Gajah Mada mengaku sangat terkejut dan berterima kasih kepada Gubernur atas pemberian lahan yang dinilai sangat bagus dan strategis tersebut. 

Dokumentasi hibah ini akan segera dilaporkan ke Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) sebagai bagian dari rencana pengembangan instansi.

Peluang Emas Penambahan Kodam Baru

Berdasarkan cetak biru rencana strategis TNI AD pada tahun 2027, memang akan dilakukan penambahan empat Kodam baru di seluruh Indonesia, dan Jambi menempati posisi peluang yang sangat besar. 

Arief Gajah Mada optimistis jika Kodam Jambi resmi berdiri, maka rantai komando pertahanan, koordinasi keamanan, hingga penanggulangan bencana alam di daerah akan berjalan jauh lebih cepat dan efisien.

Di akhir pertemuan, Pangdam kembali menegaskan rasa bangga dan harunya atas kepedulian Al Haris yang tidak hanya menghibahkan lahan, tetapi juga merencanakan perbaikan rumah dinas serta fasilitas penunjang bagi para prajurit TNI. 

Sinergi ini diharapkan terus kokoh demi mewujudkan Jambi yang maju dan aman.(*)

Sejarah Baru! Jambi Resmi Jadi Bagian Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Dipimpin Mayjen Arif Gajah Mada

Mayjen TNI Arief Gajah Mada ditunjuk sebagai Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol membawahi Sumatera Barat (Sumbar) dan Jambi. (Instagram/@ariefgajahmada92)

MERDEKAPOST.COM - Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan punya enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru yang tersebar di sejumlah wilayah. 

Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer sekaligus peresmian enam Kodam baru itu akan dilaksanakan pada 10 Agustus 2025, di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung, Jawa Barat.

"Iya (benar)," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi seperti dikutip dari kompas.com, Jumat (8/8/2025). 

Enam Kodam baru akan tersebar di sejumlah daerah, meliputi: 

1. Kodam XIX/Tuanku Tambusai - meliputi wilayah Riau dan Kepulauan Riau. 

2. Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol - meliputi wilayah Sumatera Barat dan Jambi. 

3. Kodam XXI/Raden Inten - meliputi wilayah Lampung dan Bengkulu. 

4. Kodam XXII/Tambun Bungai - meliputi wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. 

5. Kodam XXIII/Palaka Wira - meliputi wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. 

6. Kodam XXIV/Mandala Trikora - berpusat di Merauke, Papua Selatan.

Berkaitan dengan itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi terhadap 44 Perwira Tinggi (Pati) TNI tertanggal 6 Agustus 2025. 

Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1033/VIII/2025 tanggal 6 Agustus 2025. 

"Iya benar," kata Mayjen Kristomei Sianturi dikonfirmasi Kompas.com terkait surat tersebut, Jumat (8/8/2025).

Mayjen Kristomei Sianturi sendiri masuk dalam mutasi tersebut. Ia mendapatkan promosi sebagai Panglima Kodam (Pangdam) XXI/Radin Inten. 

Sementara, lima Pangdam yang akan menduduki jabatan di Kodam baru. 

Masing-masing adalah Kodam XIX/Tuanku Tambusai meliputi Riau-Kepulauan Riau: Mayjen TNI Agus Hadi. 

Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol meliputi Sumatera Barat-Jambi: Mayjen TNI Arif Gajah Mada. 

Kodam XXII/Tambun Bungai meliputi Kalimantan Tengah-Kalimantan Selatan: Mayjen TNI Zainul Arifin. 

Kodam XXIV/Mandala Trikora meliputi Merauke Papua Selatan: Mayjen TNI Lucky Avianto. 

Kodam XXIII/Palaka Wira meliputi Sulawesi Tengah-Sulawesi Barat: Mayjen TNI P. Binsar Sianipar.(adz/sumber: kompas.com)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs