Unesco Segera Turun ke Geopark Merangin, Al Haris Minta Tambang Emas Ilegal Ditindak Tegas

GEOPARK: Aktivitas arung jeram di Geopark Merangin.(Ist)

JAMBI – Gubernur Jambi, Al Haris, meminta aparat penegak hukum mengambil langkah tegas terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), yang diduga mulai mendekati kawasan Taman Bumi (Geopark) Merangin. 

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga status Geopark Merangin menjelang proses revalidasi oleh UNESCO pada Agustus 2026.

Al Haris mengatakan, tim UNESCO dijadwalkan turun langsung ke Kabupaten Merangin untuk melakukan proses revalidasi sekaligus menilai kondisi kawasan Geopark Merangin. 

Penilaian tersebut menjadi bagian penting dalam mempertahankan status Geopark Merangin sebagai UNESCO Global Geopark.

"Agustus nanti UNESCO akan turun ke lapangan untuk meninjau apakah situs Geopark itu masih terawat dan terpelihara dengan baik atau tidak. Tim dari Korea dan Prancis sudah memiliki jadwal untuk datang," kata Al Haris, Kamis (9/7).

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi di sekitar kawasan Geopark mulai mengkhawatirkan. 

Air di sejumlah lokasi dilaporkan sudah keruh akibat aktivitas tambang emas ilegal. Bahkan, aktivitas PETI disebut mulai mendekati kawasan situs Geopark.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Jambi telah meminta aparat kepolisian bersama instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan sekaligus menindak para pelaku tambang ilegal yang beroperasi di sekitar kawasan tersebut.

Baca Juga: Vonis Banding Korupsi DAK SMK Disdik Jambi Berubah, Uang Pengganti Terdakwa Dipangkas dari Rp6,5 M Jadi Rp2,3 M

"Saya mendapat informasi airnya sudah keruh, aktivitas PETI sudah banyak. Saya minta aparat, termasuk kepolisian, mengawal kawasan itu dan menindak para pelakunya," tegasnya.

Saat ditanya apakah aktivitas PETI telah masuk ke dalam kawasan Geopark, Al Haris tidak menjelaskan secara rinci. 

Namun, ia mengakui telah menerima laporan bahwa aktivitas tambang ilegal sudah bergerak mendekati area yang menjadi bagian penting dari situs Geopark Merangin.

"Saya tidak bisa menyebut secara detail, tetapi informasinya aktivitas itu sudah sampai ke arah kawasan situs tersebut," ujarnya.

Bacaan Lainnya: Prabowo Minta Ferbrie Mengundurkan Diri dari Jampidsus: "Mundur dulu Baru Ditangkap!

Al Haris menambahkan, pengawasan terhadap kawasan Geopark akan dilakukan secara rutin melalui tim monitoring agar kondisi kawasan tetap terjaga menjelang proses penilaian UNESCO.

Ia mengingatkan, apabila UNESCO menilai kawasan Geopark Merangin tidak lagi terawat atau mengalami kerusakan akibat aktivitas masyarakat, termasuk pertambangan ilegal, maka status sebagai UNESCO Global Geopark dapat dicabut.

"Kalau situs itu dinilai tidak terpelihara, bahkan terganggu oleh aktivitas masyarakat, status Geopark dunia bisa dicabut. Itu tentu menjadi kerugian besar bagi Provinsi Jambi," pungkasnya.(Red)

Vonis Banding Korupsi DAK SMK Disdik Jambi Berubah, Uang Pengganti Terdakwa Dipangkas dari Rp6,5 M Jadi Rp2,3 M

Sidang kasus korupsi DAK SMK di Disdik Provinsi Jambi.(Ist)

JAMBI – Pengadilan Tinggi (PT) Jambi resmi menjatuhkan putusan banding terhadap tiga terdakwa kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

Dalam putusan tersebut, majelis hakim tetap menyatakan para terdakwa bersalah, namun terdapat perubahan pada besaran pidana tambahan berupa uang pengganti.

Perubahan paling mencolok terjadi terhadap terdakwa Wawan Setiawan, di mana nilai uang pengganti yang semula mencapai sekitar Rp6,58 miliar dikurangi menjadi Rp2,351 miliar.

Sementara itu, hukuman penjara terhadap para terdakwa pada umumnya tidak mengalami perubahan dibanding putusan di tingkat pertama.

Kasi Penkum Kejati Jambi, Noly Wijaya, mengatakan amar putusan banding tersebut telah ditetapkan oleh Pengadilan Tinggi Jambi pada 30 Juni 2026.

"Pengadilan Tinggi Jambi telah memutuskan amar putusan banding perkara korupsi DAK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi," kata Noly saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 9 Juli 2026.

Menurut Noly, terdapat perubahan putusan terhadap terdakwa Rudy Wage dan Wawan Setiawan, sedangkan putusan terhadap Endah Susanti tetap dikuatkan.

Untuk terdakwa Rudy Wage, majelis hakim mempertahankan hukuman 7 tahun penjara serta denda sebesar Rp200 juta, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 80 hari.

Selain itu, Rudy tetap diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp1,681 miliar.

Namun terdapat perubahan terkait pidana pengganti apabila uang tersebut tidak dapat dibayarkan.

Dalam putusan banding, apabila uang pengganti tidak dilunasi dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya akan disita dan dilelang. Jika hasil penyitaan tidak mencukupi, terdakwa menjalani pidana penjara selama 1 tahun.

"Kalau di putusan Pengadilan Negeri sebelumnya, pidana pengganti apabila tidak mampu membayar adalah satu tahun enam bulan penjara," jelas Noly.

Perubahan paling signifikan terjadi terhadap terdakwa Wawan Setiawan.

Majelis hakim tetap menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp400 juta subsider 120 hari kurungan.

Namun, pidana tambahan berupa uang pengganti dikoreksi menjadi Rp2,351 miliar, jauh lebih rendah dibanding putusan Pengadilan Tipikor tingkat pertama yang mencapai sekitar Rp6,58 miliar.

Jika uang pengganti tersebut tidak dibayarkan dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka aset terdakwa akan disita dan dilelang. Apabila hasil penyitaan tidak mencukupi, akan diganti dengan pidana penjara selama 360 hari.

Sementara itu, untuk terdakwa Endah Susanti, Pengadilan Tinggi Jambi menerima permohonan banding yang diajukan Jaksa Penuntut Umum.

Meski demikian, majelis hakim memutuskan tetap menguatkan seluruh amar putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jambi.

Dengan putusan tersebut, ketiga terdakwa tetap dinyatakan terbukti bersalah dalam perkara korupsi Dana Alokasi Khusus SMK pada Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

Meski putusan banding telah dibacakan, proses hukum belum sepenuhnya berakhir.

Noly mengatakan, Jaksa Penuntut Umum masih memiliki waktu 14 hari sejak menerima salinan resmi putusan untuk menentukan langkah hukum berikutnya, termasuk kemungkinan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

"Untuk hasil banding tersebut, jaksa masih pikir-pikir untuk langkah hukum selanjutnya," pungkasnya.*

Daftar 3 Besar Lelang 5 Jabatan Pemprov Jambi, Gubernur Akan Pilih yang Akan Dilantik

Jambi, Merdekapost.com - Daftar 3 besar peserta lelang jabatan di Pemerintah Provinsi Jambi tahun 2026.

Pengumuman ini dikeluarkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi.

Pengumuman 3 peserta terbaik seleksi terbukla Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemprov Jambi ini bernomor 018/Pansel.JPT/Jambi/2026 dan mengacu pada Surat Rekomendasi Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor: 33654/R-AK.02.03/SD/F/2026 tanggal 1 Juli 2026 hal Rekomendasi Hasil Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Provinsi Jambi. 

Berikut daftar nama 3 terbaik lelang 5 jabatan di Pemprov Jambi:

1. Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi

drg. Iwan Hendrawan, MARS. (83,663)

NS. Aliyardi, S.Kep., M.M., M.K.M. (80,018)

Florensi Sihombing, SKM., M.Si. (79,155)

2. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk

H. Verry Ardiansyah, S.Sos., M.Si. (83,283)

Drs. Atma Jaya, M.Si. (83,028)

Drs. Amidy, M.Si. (82,783)

3. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan

Nasrul, S.T., M.T. (81,928)

Desmarita, ST., M.Eng. (81,013)

Budi Saputra, S.IP. (79,768)

4. Kepala Dinas Pendidikan

M. Umar My. S.E., M.M. (81,543)

Hendri Yulianto, S.Pd. (80,413)

Hj. Euis Novitasari, S.E., M.M. (78,523)

5. Kepala Biro Administrasi Pimpinan

Bustanul Aripin, S.E., M.E. (81,053)

Padli Saleh, S.STP., M.Si (80,988)

Drs. Revo Anhar, M.Si. (80,643)

Pada pengumuman yang dikeluarkan, ketua panitia seleksi Sukamto Satoto memberi keternagan dapat direkomendasi.

Hasil seleksi ini akan diserahkan kepada Gubernur Jambi selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Peta

Nantinya Gubernur Jambi akan memilih satu nama yang akan dilantik untuk masing-masing jabatan. (*)

Gubernur Al Haris Imbau Putra Daerah Dokter Umum ikut Program PPDS Gratis

Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH bersama Bupati Monadi saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bukit Tengah Kabupaten Kerinci.(Adz)

Kerinci, Merdekapost.com – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bukit Tengah Kabupaten Kerinci, Minggu (05/07/2026). Kegiatan yang berlangsung di area Rumah Sakit Umum Bukit Tengah ini menandai dimulainya pengerjaan fisik proyek yang diharapkan meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Kerinci dan sekitarnya.

Gubernur Al Haris didampingi Bupati Kerinci Monadi, Wakil Bupati Kerinci Murison, Sekda Kerinci Zainal Efendi, SP, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Kerinci H. Hermendizal, SE, SKM, MM, dan unsur Forkopimda Kabupaten Kerinci, OPD Provinsi Jambi dan OPD Kabupaten Kerinci, camat dan tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menyatakan bahwa pembangunan rumah sakit ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dan Kabupaten Kerinci untuk memperkuat kapasitas fasilitas layanan kesehatan di daerah dan wilayah perbatasan.

Baca Juga: Gubernur Jambi Letakkan Batu Pertama RSUD Kerinci, Bupati Monadi: Tonggak Baru Pelayanan Kesehatan Dimulai

“Pembangunan Rumah Sakit Bukit Tengah akan memperpendek akses layanan kesehatan, mengurangi rujukan ke luar daerah, dan meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat Kerinci,” ujar Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris menceritakan proses panjang yang membawa proyek ini sampai pada tahap pembangunan. “Pada saat kami baru dilantik tahun lalu saya mengajak langsung Bupati dan perwakilan daerah bertemu Menteri Kesehatan untuk menyampaikan kebutuhan fasilitas kesehatan Kerinci. Alhamdulillah, setelah melalui proses, yang begitu panjang permintaan kami disetujui,” kata Gubernur.

Gubernur menjelaskan bahwa meskipun Kerinci merupakan daerah induk, layanan rumah sakit sebelumnya terdampak pemekaran sehingga sebagian fasilitas berada di Kota Sungai Penuh. Kehadiran RSUD Bukit Tengah diharapkan menutup kekurangan layanan tersebut. “Kita berharap proyek ini berjalan cepat, Juli kita mulai, Desember target selesai bersamaan dengan pengadaan alat kesehatan (alkes),” tambahnya.

Gubernur Al Haris menegaskan komitmen pemantauan agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan dan menyatakan bahwa pemerintah provinsi akan membantu menutup kekurangan yang diperlukan sebagai wakil pusat di daerah. Selain fasilitas bangunan dan alat, Gubernur juga menyoroti pentingnya sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. RSUD nantinya direncanakan memiliki layanan hemodialisis (cuci darah), pusat jantung, dan kemoterapi, sehingga diharapkan warga tidak perlu lagi berobat ke luar daerah seperti Sumatera Barat atau Kota Jambi.

Untuk ketersediaan dokter spesialis, Gubernur menyebut program PPDS (Pendidikan Dokter Spesialis) sebagai jalur untuk meningkatkan jumlah dan kualitas dokter di daerah. Gubernur optimis setelah fasilitas lengkap dan SDM terpenuhi, pelayanan kesehatan di Kerinci akan memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“ada 3 PPDS yang diprogramkan dari jambi yakni Anestesi, Bedah dan Paru, Kuliahnya dijambi bekerjasama dirumah sakit jambi, palingan ada Zoom, silakan kalo ada yang siap program ini gratis, ” Tutupnya.(Adz)

Ketika Adat, Pemimpin dan Harapan Bertemu di Kenduri Sko 5 Desa Tanjung Pauh Mudik

Kerinci - Langit cerah menaungi Lapangan Bola Kaki Bukit Pulai, Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, Minggu (5/7/2026) sore. Ribuan masyarakat memadati lokasi Kenduri Sko Lima Desa, sebuah perayaan adat yang hanya digelar sekali dalam lima tahun.

Momentum sakral ini bukan sekadar ajang berkumpulnya anak jantan dan anak batino yang pulang ke kampung halaman. Kenduri Sko juga menjadi ruang pertemuan antara masyarakat adat dan para pemimpin daerah. Tiga kepala daerah hadir langsung dalam perhelatan tersebut, yakni Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. bergelar Datuk Mangkubumi Setio Alam bersama istri Hj. Hesnidar Haris, S.E. bergelar Karang Setio, Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., dan Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H.

Turut hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Kerinci Novra Wenti Monadi, S.Pd., Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ners., Wakil Bupati Kerinci, Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Sekda Kabupaten Kerinci, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, anggota DPRD Provinsi Jambi Daerah Pemilihan Kerinci-Kota Sungai Penuh, jajaran OPD Provinsi Jambi dan Kabupaten Kerinci, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Baca Juga:Merinding! Langit nan Kelabu jadi saksi, Pengasungan Sko Menyatukan Ingatan pada Leluhur

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa Kenduri Sko bukan sekadar perayaan budaya, melainkan momentum untuk merawat sejarah, adat istiadat, dan identitas masyarakat Kerinci.

“Hidup dengan sejarah panjang, budaya, kemudian juga adat istiadat yang hari ini kita kumpulkan di lima tahun sekali,” ujar Al Haris.

Menurutnya, tradisi yang berlangsung secara berkala ini menjadi kesempatan istimewa untuk menghidupkan kembali nilai-nilai leluhur agar tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Para Pemimpin Negeri saat berfoto bersama penari massal yang ikut mensukseskan acara Festival Kenduri Sko 5 Desa Tajung Pauh Mudik.(Ist)

Di tengah kemeriahan Kenduri Sko, masyarakat juga menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, terutama ancaman banjir dan kondisi infrastruktur di Tanjung Pauh Mudik. Menanggapi hal itu, Gubernur Al Haris berjanji akan memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan instansi terkait untuk segera melakukan kajian serta menyusun langkah penanganan.

“Kalau tidak ada dana di daerah, kita akan mengajukan ke pusat. Kalau perlu, kami tangani secara bertahap dari anggaran provinsi. Meski pelan-pelan, insya Allah akan kami upayakan,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Gubernur Al Haris juga menyerahkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jambi sebesar Rp25 juta untuk lima desa di Tanjung Pauh Mudik.

Baca Juga: Perkuat Komitmen Lestarikan Budaya: Dari Tanah Mendapo Sunge Pnoh 4 Gelar Adat Kehormatan Dianugerahkan

Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi mengajak masyarakat untuk terus menjaga pusat-pusat adat yang menjadi identitas dan kekuatan sosial masyarakat Kerinci.

“Adat lamo, pusako, dan tradisi turun-temurun yang diwariskan oleh nenek moyang merupakan identitas dan kekuatan sosial kita. Kita harus bersama-sama menjaganya agar nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Baca Juga: Lantunan Syair Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako Hipnotis Ribuan Pengunjung pada Kenduri Sko Tanjung Pauh Mudik

Monadi juga mengapresiasi kekayaan ungkapan adat yang masih terpelihara di tengah masyarakat, mulai dari Iyo-Iyo, Nek Mamak, Depati, Kato Rajo, hingga Kato Melimpah, yang selama ini menjadi peneguh tata kehidupan adat di desa-desa.

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan tantangan zaman. Perkembangan teknologi, katanya, menghadirkan kemudahan sekaligus ancaman, seperti maraknya judi online dan peredaran narkotika yang dapat merusak sendi keluarga dan kehidupan bermasyarakat.

“Kepada para orang tua, khususnya anak batino dan anak jantan di Tanjung Pauh, tunjukkan teladan yang baik. Ajarkan mereka kearifan lokal, disiplin, serta kemampuan menghadapi godaan teknologi,” pungkasnya.

Di bawah langit cerah Tanjung Pauh Mudik, Kenduri Sko Lima Desa kembali membuktikan dirinya bukan sekadar seremoni adat. Ia menjadi ruang pulang bagi ingatan kolektif, tempat bertemunya pemimpin dan masyarakat, sekaligus panggung untuk memastikan warisan leluhur tetap hidup di tengah arus perubahan zaman.(Adz)

Perkuat Komitmen Lestarikan Budaya: Dari Tanah Mendapo Sunge Pnoh 4 Gelar Adat Kehormatan Dianugerahkan

SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperkuat pelestarian adat dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah. Komitmen itu terlihat dalam pelaksanaan Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh di Tanah Mendapo, Sabtu (4/7/2026), dengan mengusung tema "Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab."

Prosesi adat berlangsung khidmat saat Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh menganugerahkan gelar kehormatan kepada sejumlah kepala daerah dan pimpinan pemerintahan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam menjaga nilai-nilai adat serta membangun daerah.

4 Gelar adat Kehormatan:

  • Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H. menerima gelar kehormatan adat Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh. 
  • Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian menerima gelar Depati Setyo Negroi Tanoh Sunge Pnoh. 
  • Gubernur Jambi Al Haris menerima gelar Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh
  • Bupati Kerinci Monadi menerima gelar Depati Sinaro Bumi Sakti.

Penganugerahan gelar berlangsung secara sakral dengan mengikuti tata cara adat yang diwariskan secara turun-temurun. Gelar tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus amanah untuk menjaga kelestarian adat, memperkuat persatuan, dan mendorong pembangunan yang berpijak pada nilai-nilai budaya.

Wali Kota Alfin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan para pemangku adat. Menurutnya, gelar yang diterimanya merupakan amanah besar untuk terus menghidupkan nilai-nilai adat di tengah masyarakat.

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H. menerima gelar kehormatan adat Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh.

"Gelar adat ini bukan sekadar penghormatan bagi pribadi saya, tetapi amanah untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan adat istiadat yang menjadi jati diri masyarakat Sungai Penuh. Pemerintah Kota Sungai Penuh akan terus bersinergi dengan lembaga adat dalam membangun daerah tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur," ujar Alfin.»

Alfin menegaskan pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya. Menurutnya, adat merupakan fondasi yang membentuk karakter masyarakat sekaligus menjadi identitas Kota Sungai Penuh di tengah perkembangan zaman.

Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian menerima gelar Depati Setyo Negroi Tanoh Sunge Pnoh

Kenduri Sko 6 Luhah juga menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya tradisional yang menggambarkan kekayaan warisan leluhur masyarakat Sungai Penuh. Ribuan warga memadati lokasi kegiatan dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias.

Gubernur Jambi Al Haris menerima gelar Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, Bupati Kerinci Monadi, Ketua dan Anggota DPRD Kota Sungai Penuh,  jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Sungai Penuh, para pemangku adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta ribuan masyarakat dari berbagai wilayah.
Bupati Kerinci Monadi menerima gelar Depati Sinaro Bumi Sakti.

Melalui Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh, Pemerintah Kota Sungai Penuh kembali menegaskan komitmennya menjadikan adat dan budaya sebagai pilar utama pembangunan daerah. Sinergi antara pemerintah, lembaga adat, dan masyarakat diharapkan terus memperkuat persatuan, menjaga warisan budaya, serta mewujudkan Sungai Penuh yang maju, berbudaya, dan tetap berakar pada nilai-nilai luhur.(*) 

Dinas PUTR Provinsi Jambi: Progres Jalan Renah Pemetik Capai 45 persen

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Workshop dan Peralatan (WDP) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bersama tim teknis turun langsung meninjau lokasi proyek di Kawasan Renah Pemetik Kabupaten Kerinci.Progres Jalan Renah Pemetik Capai 45%. (Istimewa)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan proyek pemeliharaan ruas jalan di kawasan Ranah Pemetik. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 45 persen, sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Dilansir dari laman Dinas PUTR Provinsi Jambi menuliskan, Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target dan memenuhi standar kualitas, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Workshop dan Peralatan (WDP) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bersama tim teknis turun langsung meninjau lokasi proyek di Kawasan Renah Pemetik Kabupaten Kerinci.

Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Gubernur dan Kepala Dinas PUTR agar pelaksanaan pekerjaan terus dikawal secara intensif. Selain memantau perkembangan fisik di lapangan, kunjungan ini juga bertujuan mengidentifikasi berbagai kendala sehingga dapat segera ditangani tanpa menghambat proses pengerjaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Workshop dan Peralatan (WDP) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bersama tim teknis turun langsung meninjau lokasi proyek di Kawasan Renah Pemetik Kabupaten Kerinci.Progres Jalan Renah Pemetik Capai 45%. (Istimewa)

"Sesuai arahan Bapak Gubernur dan Kepala Dinas PUTR, kami berkomitmen untuk terus mengawal proyek ini agar berjalan optimal. Saat ini progres pekerjaan telah mencapai 45 persen," ujar Plt Kepala UPTD WDP saat melakukan peninjauan di lokasi.

Saat ini, pekerjaan pemeliharaan berkala difokuskan pada ruas jalan yang menghubungkan Desa Pungut Mudik hingga Desa Pasir Jaya. Setelah segmen tersebut rampung, pengerjaan akan langsung dilanjutkan menuju Lubuk Tabun guna memastikan seluruh ruas jalan Ranah Pemetik dapat segera difungsikan secara optimal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Workshop dan Peralatan (WDP) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bersama tim teknis turun langsung meninjau lokasi proyek di Kawasan Renah Pemetik Kabupaten Kerinci.Progres Jalan Renah Pemetik Capai 45%. (Istimewa)

Seluruh pekerjaan dilaksanakan secara swakelola oleh Dinas PUTR melalui UPTD Workshop dan Peralatan. Skema ini dipilih untuk mengoptimalkan efisiensi anggaran, memaksimalkan pemanfaatan alat berat milik pemerintah, serta memberikan fleksibilitas dalam mempercepat penanganan titik-titik jalan yang menjadi prioritas.

Pemerintah daerah berharap percepatan pemeliharaan jalan ini dapat segera menghadirkan akses transportasi yang lebih aman, nyaman, dan fungsional bagi masyarakat. Jalan yang semakin baik diyakini akan memangkas waktu tempuh, memperlancar arus logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung perekonomian wilayah tersebut.(Adz)

Al Haris: 10 Muharram Mengajarkan Kami untuk Memuliakan Anak Yatim, Menebar Kasih Sayang dan Menguatkan Kepedulian Sosial di Jambi

Al Haris: 10 Muharram Mengajarkan Kami untuk Memuliakan Anak Yatim, Menebar Kasih Sayang, dan Menguatkan Kepedulian Sosial di Jambi

Bismillahirrahmanirrahim. Setiap datangnya bulan Muharram, hati saya selalu diingatkan bahwa pergantian tahun dalam kalender Hijriah bukan hanya tentang bergantinya angka, tetapi juga tentang memperbarui niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi sesama. Di antara hari-hari istimewa pada bulan ini, 10 Muharram memiliki makna yang sangat dalam karena menjadi momentum untuk lebih dekat dengan anak-anak yatim, mereka yang membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan uluran tangan kita bersama.

Bagi saya, kebahagiaan seorang pemimpin bukan hanya ketika melihat pembangunan fisik berjalan dengan baik atau roda pemerintahan bergerak sesuai rencana. Kebahagiaan yang sesungguhnya adalah ketika saya dapat menyaksikan senyum anak-anak yang merasa diperhatikan, dipedulikan, dan diyakinkan bahwa mereka tidak pernah sendiri dalam menjalani kehidupan.

Pada peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah tahun ini, Pemerintah Provinsi Jambi kembali menggelar kegiatan santunan kepada 2.000 anak yatim dan penyandang disabilitas di Lapangan Kantor Gubernur Jambi. Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, mulai dari BAZNAS Provinsi Jambi, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Korpri, dunia usaha, perbankan, hingga para dermawan yang memiliki kepedulian yang sama.

Saya meyakini bahwa kebaikan akan terasa lebih besar ketika dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah tentu memiliki peran sebagai penggerak, tetapi keberhasilan sebuah gerakan sosial tidak mungkin tercapai tanpa dukungan masyarakat, lembaga keagamaan, organisasi sosial, pelaku usaha, serta seluruh elemen yang memiliki semangat berbagi.

Saya sangat bersyukur karena semangat gotong royong di Provinsi Jambi masih tumbuh dengan baik. Banyak pihak hadir tanpa diminta, membawa bantuan sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang memberikan santunan, ada yang menyediakan makanan, ada pula yang ikut melayani dan mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung. Semua itu menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan masih hidup di tengah masyarakat kita.

Momentum ini juga menjadi bagian dari kegiatan nasional bertajuk “Lebaran Yatim dan Disabilitas” yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dan diikuti secara serentak oleh berbagai daerah melalui konferensi daring. Kehadiran Jambi dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen kami untuk terus memperkuat kepedulian kepada anak-anak yatim dan penyandang disabilitas.

Saya merasa bersyukur ketika Provinsi Jambi memperoleh apresiasi dari Menteri Agama karena dinilai mampu mengoordinasikan berbagai potensi untuk memberikan santunan kepada sekitar 6.700 anak yatim dan penyandang disabilitas yang terdata di seluruh kabupaten dan kota. Namun bagi saya, penghargaan tersebut bukanlah tujuan utama. Yang paling penting adalah memastikan bahwa semakin banyak anak-anak yang merasakan perhatian dan kasih sayang dari lingkungan sekitarnya.

Saya selalu mengatakan bahwa anak-anak yatim adalah anak-anak kita semua. Mereka mungkin kehilangan sosok ayah, tetapi mereka tidak boleh kehilangan harapan. Mereka harus tumbuh dengan keyakinan bahwa masih banyak orang yang peduli terhadap masa depan mereka.

Karena itulah saya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menjadikan kepedulian kepada anak yatim hanya sebagai kegiatan seremonial yang dilakukan setiap 10 Muharram. Semangat berbagi seharusnya menjadi budaya yang terus hidup sepanjang tahun. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, apabila dilakukan dengan tulus, insyaallah akan menjadi amal yang sangat bernilai di sisi Allah SWT.

Saya juga merasa terharu melihat keterlibatan para pelaku UMKM, pemilik hotel, restoran, serta berbagai instansi yang ikut menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak. Ada yang menyediakan ribuan paket makanan, ada yang membuka layanan gratis, dan ada yang memberikan berbagai bentuk dukungan lainnya. Semua itu menunjukkan bahwa pembangunan karakter masyarakat yang peduli jauh lebih penting daripada sekadar pembangunan fisik semata.

Sebagai pemerintah, kami akan terus berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada kelompok rentan, termasuk anak-anak yatim dan penyandang disabilitas. Mereka memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, pelayanan kesehatan, perlindungan sosial, dan kesempatan berkembang agar mampu menjadi generasi yang mandiri.

Saya percaya bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi atau panjangnya jalan yang dibangun. Keberhasilan juga dapat dilihat dari seberapa besar kepedulian masyarakat terhadap mereka yang membutuhkan uluran tangan.

Muharram mengajarkan kepada kita bahwa berbagi bukan berarti mengurangi apa yang kita miliki. Sebaliknya, berbagi justru memperkaya hati, mempererat persaudaraan, dan memperkuat persatuan. Ketika masyarakat saling membantu, maka berbagai persoalan akan terasa lebih ringan untuk dihadapi bersama.

Harapan saya, semangat yang lahir dari peringatan 10 Muharram ini terus tumbuh di seluruh pelosok Provinsi Jambi. Saya ingin budaya gotong royong, kepedulian sosial, dan kasih sayang terhadap sesama menjadi identitas masyarakat Jambi yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Saya juga mengajak seluruh orang tua untuk terus menanamkan nilai empati kepada anak-anak sejak dini. Mengajak mereka berbagi kepada sesama bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga membentuk karakter yang penuh kasih sayang dan rasa syukur.

Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah, setiap senyum anak-anak menjadi keberkahan, dan setiap langkah kebaikan yang kita lakukan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT.

Mari kita jadikan bulan Muharram sebagai awal untuk memperkuat kepedulian, memperbanyak berbagi, dan terus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Insyaallah, dengan kebersamaan dan keikhlasan, kita dapat mewujudkan Jambi yang semakin maju, harmonis, dan penuh keberkahan bagi seluruh masyarakat. Aamiin. (*)

* Al Haris, Gubernur Jambi

Layanan M-Banking Bank Jambi Segera Beroperasi, Al Haris Minta APH Sikat Pelaku

Gubernur Al Haris dan Bank Jambi. Pemerintah Provinsi Jambi bersama jajaran manajemen Bank Jambi tengah bergerak cepat mengupayakan agar layanan mobile banking (M-Banking) milik bank daerah tersebut dapat segera kembali beroperasi normal.(Ist) 

JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi bersama jajaran manajemen Bank Jambi tengah bergerak cepat mengupayakan agar layanan mobile banking (M-Banking) milik bank daerah tersebut dapat segera kembali beroperasi normal. 

Langkah konkret yang saat ini sedang dilakukan adalah mengajukan permohonan pembukaan kembali layanan digital itu kepada Bank Indonesia (BI).

Layanan transaksi daring ini sebelumnya terpaksa dihentikan menyusul adanya dugaan serangan siber yang melumpuhkan sistem teknologi informasi Bank Jambi. 

Demi memberikan kenyamanan bagi para nasabah, Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong percepatan pengaktifan kembali sistem tersebut ke Bank Indonesia.

Syarat Ketat Pemulihan Sistem dan Hasil Audit Forensik

Seperti diketahui, sejak sistem digital Bank Jambi mengalami gangguan fatal pada awal 2026, ribuan nasabah mengeluhkan hambatan dalam bertransaksi menggunakan aplikasi ponsel. 

Akibatnya, masyarakat harus kembali mengandalkan mesin ATM, CRM, hingga mengantre di layanan kantor cabang konvensional untuk kebutuhan transaksi sehari-hari.

Sebagai bagian dari pemulihan pasca-insiden, sebuah audit forensik mendalam telah dilakukan untuk memeriksa celah keamanan. 

Hasil audit tersebut resmi diterbitkan pada 3 Juni 2026 sebagai landasan utama penguatan sistem perbankan ke depan.

Al Haris membeberkan bahwa sebelum layanan m-banking diaktifkan kembali oleh Bank Indonesia, terdapat sejumlah persyaratan regulasi ketat yang wajib dipenuhi. 

Bank Jambi diwajibkan melakukan peningkatan instrumen keamanan serta mengganti sejumlah perangkat teknologi informasi yang dinilai belum memadai agar pertahanan digital mereka semakin tangguh. 

Penguatan ini dianggap krusial demi menjamin rasa aman bagi nasabah sekaligus memastikan keluhan serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Gubernur Desak Penegak Hukum Tindak Tegas Temuan Siber

Tidak hanya fokus pada pemulihan pelayanan perbankan, Gubernur Jambi juga mengambil sikap tegas terhadap dalang di balik kelumpuhan sistem ini. 

Al Haris meminta secara langsung kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menindaklanjuti poin-poin temuan yang tertuang di dalam hasil audit forensik per 3 Juni lalu.

Ia menegaskan, siapa pun pihak yang terbukti terlibat atau bertanggung jawab atas persoalan yang menyebabkan runtuhnya sistem pertahanan siber Bank Jambi harus diproses secara hukum tanpa pandang bulu. 

Instruksi keras pun dilayangkan kepada APH untuk langsung menyikat pihak-pihak terkait apabila terbukti melakukan pelanggaran hukum.

Audit Forensik Diharapkan Bantu Penyidik

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi masih melakukan proses penyelidikan kasus dugaan peretasan Bank Jambi yang telah menyebabkan kehilangan saldo nasabah beberapa waktu lalu.

Terbaru, diketahui audit forensik dari pihak Bank Jambi telah rampung dilakukan.

Di mana diketahui, Otoritas Jaksa Keuangan (OJK) Jambi sendiri telah menerima surat audit forensik sejak awal Juni 2026 ini.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji mengungkapkan bahwa pihaknya yang dalam hal ini Direktorat Reserse Kriminal Khusus masih melakukan penyelidikan.

Dia mengatakan dengan adanya audit forensik ini diharapkan mampu membantu proses penyelidikan.

"Dengan adanya (hasil audit forensik) tentunya akan membantu dan proses penyidikan nantinya. Dan saat ini proses penyidik masih melakukan proses penyidikan," jelasnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian sendiri telah memeriksa puluhan orang yang dipangggil sebagai saksi.

Saksi-saksi tersebut termasuk Direktur Bank Jambi hingga staf dan pihak ketiga yang berhubungan dengan Bank Jambi.

Pihak kepolisian sendiri memperkirakan kerugian dari peristiwa peretasan ini mencapai Rp143 miliar dengan perkiraan 6.000 rekening nasabah Bank Jambi yang dibobol.

Untuk layanan Bank Jambi sendiri hingga saat ini masih berjalan meski dalam kondisi terbatas. 

Layanan mobile banking diketahui belum bisa diakses. Sementara Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dapat digunakan di waktu tertentu saja.

Masyarakat berharap, pemulihan pelayanan Bank Jambi bisa segera pulih dan kembali normal.

DPRD Provinsi Jambi: Masyarakat Menunggu, Segera Ditindaklanjuti

DPRD Provinsi Jambi menyebut pihaknya telah mendapatkan kabar terkait hasil forensik Bank Jambi dan diserahkan ke Polda Jambi.

Informasi tersebut didapatkan dari pihak terkait, satu diantaranya Direktur Utama Bank Jambi.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz Fattah. Sehingga, dia berharap agar permasalahan tersebut segera ditindak lanjuti, sebab masyarakat sudah menunggu terkait permasalahan itu.

“Masyarakat menunggu bagaimana pelayanan mobile banking dapat berjalan lancar seperti sebelumnya. Masyarakat menunggu silakan ditindaklanjuti dan diumumkan,” harapnya.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi masih melakukan proses penyelidikan kasus dugaan peretasan Bank Jambi yang telah menyebabkan kehilangan saldo nasabah beberapa waktu lalu.

Terbaru, diketahui audit forensik dari pihak Bank Jambi telah rampung dilakukan. 

Diketahui, Otoritas Jaksa Keuangan (OJK) Jambi sendiri telah menerima surat audit forensik sejak awal Juni 2026 ini.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji mengungkapkan bahwa pihaknya yang dalam hal ini Direktorat Reserse Kriminal Khusus masih melakukan penyelidikan.(Adz)

Pertamina Sebut Stok Cukup, Tapi Antrean Panjang BBM Masih Terjadi, Al Haris: Ada apa Ini?

Gubernur Jambi, Al Haris, mempertanyakan panjangnya antrean, sebab informasi yang ia dapatkan, stok BBM aman dan tercukupi.(Foto: Ilustrasi) 

JAMBI, MERDEKAPOST.COM – Gubernur Jambi, Al Haris, menanggapi antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam beberapa waktu terakhir.

Al Haris mengatakan dirinya telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk memastikan kondisi pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Jambi.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, stok BBM di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman dan tidak mengalami gangguan.

“Kemarin saya tanya ke Pertamina, katanya tidak ada masalah. Mungkin ada keterlambatan distribusi atau masuknya minyak ke SPBU,” katanya, Ahad (14/6/2026).

Meski mendapat penjelasan bahwa pasokan BBM masih tersedia, Al Haris mengaku heran melihat antrean kendaraan yang tetap panjang, terutama untuk BBM jenis solar.

Menurut dia, kondisi tersebut terlihat langsung saat dirinya melakukan perjalanan menuju Kabupaten Merangin dan Kerinci.

Antrean kendaraan, kata dia, bahkan masih terjadi dari malam hingga pagi hari.

“Saya tanya, stok masih aman atau tidak. Tapi kenapa antreannya panjang sekali.

"Saya lihat waktu perjalanan ke Merangin dan Kerinci, dari malam sampai pagi antreannya masih panjang. Ada apa ini?” ujarnya.

Ia menilai perlu dilakukan penelusuran lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU tersebut.

“Apa memang stok solar kita sedikit? Nah, ini yang akan saya tanyakan lagi kepada Pertamina. Kenapa bisa terjadi seperti ini,” jelasnya.

Untuk memastikan kondisi di lapangan, Pemerintah Provinsi Jambi akan kembali berkoordinasi dengan Pertamina sekaligus melakukan pengecekan terkait ketersediaan BBM subsidi.

Langkah itu diharapkan dapat mengurai persoalan antrean yang dikeluhkan masyarakat di berbagai daerah.

Kenaikan Pertamax Dikeluhkan

Selain panjangnya antrean BBM jenis solar subsidi, kenaikan harga BBM jenis Pertamax yang mulai berlaku sejak 10 Juni 2026 mendapat respons dari sejumlah pengguna kendaraan di Kabupaten Merangin.

Dampaknya, antrean kendaraan yang mengisi Pertalite tampak memanjang.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Endang, Rabu kemarin, mengaku belum mengetahui adanya kenaikan harga Pertamax 92 saat mengisi bahan bakar di SPBU tersebut.

"Belum tahu, untuk informasi kenaikan harga BBM jenis Pertamax 92 ini, jujur setelah mengetahui informasi ini. Saya sempet kaget dengan adanya kenaikan harga Pertamax 92 ini, saya merasa berat aja secara ekonomi," kata Endang.

Ia menjelaskan, sebelum terjadi kenaikan harga, dirinya biasa mengisi penuh tangki sepeda motor dengan biaya sekitar Rp45 ribu.

"Tapi setelah ada kenaikan harga Pertamax 92, untuk mengisi full tank untuk kendaraan sepeda motor, saya harus mengeluarkan biaya 60 ribu rupiah. Saya berharap agar Pertamina dan Pemerintah menurunkan harga BBM jenis Pertamax 92 ini, karena kami ini hanyalah rakyat biasa," ungkap Endang.

Keluhan serupa disampaikan Nofrizal, pengendara mobil yang ditemui saat mengisi BBM jenis Pertamax.

Ia mengaku terkejut setelah mengetahui harga Pertamax naik dari Rp12.600 menjadi Rp16.650 per liter.

"Ya, dengan kenaikan Pertamax 92 ini tentunya berdampak pada ekonomi, pemerintah dan pertamina seharusnya mengerti kondisi ekonomi dari masyarakatnya," jelas Nofrizal.

Pengendara lainnya, Jonlesvik Sinaga, juga mengaku baru mengetahui adanya kenaikan harga tersebut saat berada di SPBU.

Ia mengakui kenaikan harga BBM turut memberikan beban tambahan bagi masyarakat.

"Dengan adanya kenaikan BBM jenis Pertamax 92 ini, ya, kalau dibilang keberatan ya agak keberatan secara ekonomi, yang penting jangan ada kelangkaan BBM di Merangin," ungkap Jonlesvik Sinaga.(adz/sbr:tribunjambi)

Antrean Panjang BBM Solar di Jambi, Al Haris Akan Panggil Pertamina

ANTREAN PANJANG - Gubernur Jambi Al Haris mempertanyakan penyebab antrean panjang kendaraan di SPBU meski Pertamina menyatakan stok BBM di wilayah Jambi masih aman.(iST)

JAMBI - Gubernur Jambi, Al Haris, menanggapi antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Terkait hal itu, dia menyebut telah telah menanyakan kondisi pasokan BBM kepada pihak Pertamina. Berdasarkan informasi yang diterimanya, stok BBM di wilayah Jambi disebut masih dalam kondisi aman.

 “Kemarin saya tanya ke Pertamina, katanya tidak ada masalah. Mungkin ada keterlambatan distribusi atau masuknya minyak ke SPBU,” katanya.

Al Haris merasa heran terkait antrean kendaraan BBM solar, sebab antrean itu masih terlihat panjang di sejumlah daerah.

 “Saya tanya, stok masih aman atau tidak. Tapi kenapa antreannya panjang sekali. Saya lihat waktu perjalanan ke Merangin dan Kerinci, dari malam sampai pagi antreannya masih panjang. Ada apa ini?,” ujarnya.

Dia menjelaskan, fenomena itu perlu ditelusuri lebih lanjut. Hal itu bertujuan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

 “Apa memang stok solar kita sedikit? Nah, ini yang akan saya tanyakan lagi kepada Pertamina. Kenapa bisa terjadi seperti ini,” jelasnya.

 Dia menerangkan, Pemerintah Provinsi Jambi akan melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan Pertamina. Hal itu bertujuan untuk memastikan pasokan BBM subsidi tetap tersedia bagi masyarakat, serta mencari solusi atas antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU.(*) 

Tumpukan Uang Rp400 Juta di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Ternyata Pengganti Penipuan Catut Nama Al Haris

Foto tumpukan uang tunai senilai Rp400 juta di Rumah Dinas Gubernur Jambi mendadak viral di media sosial. Uang itu disebut-sebut muncul dalam proses mediasi antara korban penipuan dengan terduga pelaku Titin Marleni yang mencatut nama Gubernur Jambi, Al Haris.(Adz) 

JAMBI - Foto tumpukan uang Rp400 juta tunai senilai Rp400 juta di Rumah Dinas Gubernur Jambi mendadak viral di media sosial.

Uang tersebut disebut-sebut muncul dalam proses mediasi antara korban penipuan dengan terduga pelaku Titin Marleni yang mencatut nama Gubernur Jambi, Al Haris.

Foto tumpukan uang itu diunggah di Instageam cakapcuap.newsroom pada Selasa (27/5/2026) sekira pukul 19.00 WIB.

Dalam kasus ini, pelaku menjanjikan kelulusan ASN hingga penerimaan jaksa dengan mencatut nama Gubernur Jambi, Al Haris. Namun, setelah menyerahkan uang, korban jadi seperti yang dijanjikan pelaku.

Terkait tumpukan uang Rp400 juta tersebut, pengacara korban, Putra Tambunan, menuturkan dirinya hadir langsung dalam proses mediasi antara pelaku dan korban yang berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Jambi pada Minggu (10/5/2026).

Baca Juga: Harga Sawit TBS Turun, Masyarakat Jambi Menjerit: Di Mana Peran Pemerintah?

Mediasi itu dilakukan setelah pihaknya menerima kuasa hukum dari korban penipuan yang dijanjikan bisa masuk sebagai jaksa.

"Benar, setelah kami menerima kuasa dari korban, tepat pada Minggu itu kami dihubungi tim Pak Gubernur Jambi dan diajak ke rumah dinas untuk proses mediasi," ujar Putra.

Menurut Putra, mediasi difasilitasi langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris sebagai upaya penyelesaian awal antara korban dan pelaku pertama.

Seorang ibu rumah tangga di Jambi, Halatun (50) melaporkan dugaan tindak pidana penipuan yang mencatut nama Gubernur Jambi ke Polda Jambi, Jumat (22/5/2026).(Sumber foto:TribunJambi)

Dalam kesempatan itu, Putra Tambunan mengaku melihat langsung tumpukan uang tunai yang telah disiapkan.

“Saya melihat dengan mata kepala sendiri ada tumpukan uang di rumah dinas. Saya ikut menghitung, jumlahnya Rp400 juta,” kata Putra.

Putra menyebut, dari tim kuasa hukum korban hadir dua orang saat mediasi berlangsung.

Dia mengapresiasi sikap Gubernur Al Haris yang bersedia memfasilitasi pertemuan tersebut demi membantu korban mendapatkan kejelasan.

Lapor ke Polisi

Seorang ibu rumah tangga, Halatun (50) melaporkan dugaan tindak pidana penipuan yang mencatut nama Gubernur Jambike Polda Jambi, Jumat (22/5/2026).

Dalam laporannya, Halatun mengaku mengalami kerugian hingga Rp115 juta setelah diajak berinvestasi oleh terlapor bernama Titin Marleni.

Halatun datang membuat laporan didampingi kuasa hukumnya.

Ia menyebut awalnya ditawari untuk ikut dalam proyek pengadaan barang rumah dinas Ketua DPRD Merangin.

Menurut Halatun, terlapor meyakinkannya untuk menanamkan modal dengan menyebut memiliki kedekatan dengan pejabat penting di Jambi.

“Dia meyakinkan saya untuk berinvestasi kepada dia dengan membawa-bawa kedekatan dia dengan gubernur,” kata Halatun usai membuat laporan.

Halatun menjelaskan beberapa kali melakukan transfer uang kepada terlapor.

Transfer pertama dilakukan sebesar Rp50 juta, kemudian berlanjut Rp30 juta, Rp15 juta dan terakhir Rp20 juta.

“Total kerugian saya Rp115 juta,” ujarnya.

Sebelum melapor ke polisi, Halatun mengaku telah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan agar uangnya dapat dikembalikan.

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil sehingga ia memilih menempuh jalur hukum.

Untuk diketahui, laporan terhadap Titin Marleni disebut bukan kali pertama.

Sebelumnya, terdapat korban lain yang mengaku menjadi korban penipuan dengan modus menjanjikan kelulusan ASN hingga penerimaan jaksa.

Baca Juga: Pengusaha Cafe dan Billyard di Sungai Penuh-Kerinci di Laporkan ke Polisi, Dugaan Penipuan Berkedok Investasi

Belakangan, kasus tersebut diketahui berakhir damai setelah adanya pengembalian uang kepada korban.

Halatun berharap persoalan yang dialaminya juga dapat diselesaikan dengan pengembalian uang miliknya.

“Kami dengar bahwa ada perdamaian yang dibantu oleh bapak gubernur. Saya juga berusaha mencari keadilan. Saya berharap ada perhatian juga dari pak gubernur,” pungkasnya.

Pekan lalu, terkait penipuan itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Ariansyah, membantah adanya istilah "jatah gubernur" yang sempat dijanjikan TT kepada sejumlah korban.

Ia menegaskan tindakan pelaku TT merupakan perbuatan pribadi.

"Terkait perdamaian di rumah dinas, saya tidak tahu. Tempatnya saya tidak tahu, harinya saya tidak tahu. Itu urusan pribadi si TT dengan korban,” ujarnya.

Ariansyah menambahkan, Gubernur Jambi sama sekali tidak terkait dengan praktik penipuan tersebut.

Menurutnya, nama Al Haris dicatut tanpa sepengetahuan maupun persetujuan pihak Pemerintah Provinsi Jambi.(*Sumber: TribunJambi.com/doc.cakapcuap.newsroom) 

Inilah Sederet Keuntungan Kehadiran Kodam Baru di Jambi: Keamanan dan Ekonomi

Pemerintah Provinsi Jambi melalui Gubernur Jambi, Al Haris menyerahkan hibah lahan untuk pembangunan markas Kodam baru di Provinsi Jambi.(Ist) 

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Rencana pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) mandiri di Provinsi Jambi tidak sekadar mengenai perluasan struktur organisasi militer.  

Kehadiran markas komando teritorial baru ini diproyeksikan akan membawa keuntungan multi-sektoral yang masif, mulai dari penguatan sistem pertahanan, percepatan penanganan bencana, hingga pemicu roda ekonomi hilir masyarakat daerah. 

Guna memuluskan langkah besar ini, Pemerintah Provinsi Jambi telah resmi menyerahkan hibah lahan bersertifikat seluas 13,408 hektare. 

Lokasinya berasa di Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi kepada Korem 042/Gapu, Jumat (22/5/2026).  

Baca Juga: Jambi Siapkan Lahan 13,4 Hektare untuk Bangun Kodam Baru

Penyerahan aset ini disaksikan langsung oleh Pangdam Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., dan Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, S.I.P, M.M. 

Tidak tanggung-tanggung, Pemprov Jambi juga mengucurkan dana hibah Rp2,5 miliar untuk pembangunan dan pengawasan teknis rumah dinas pimpinan Korem sebagai fasilitas penunjang awal.

Akselerasi Penanganan Karhutla dan Konflik Lahan 

Salah satu keuntungan paling konkret dari berdirinya Kodam Jambi adalah terpangkasnya birokrasi kendali operasional saat terjadi situasi darurat di lapangan.  

Karakteristik wilayah Jambi yang kerap menghadapi tantangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kerawanan konflik agraria memerlukan respons cepat dari aparat keamanan. 

Gubernur Jambi, Al Haris, menekankan bahwa status Jambi sangat layak ditingkatkan menjadi Kodam mengingat banyaknya tugas-tugas strategis teritorial yang harus dihadapi. 

Menurutnya, kesiapan lahan yang diserahkan ini menjadi bukti sukacita dan keseriusan pemerintah daerah agar jajaran petinggi TNI pusat tidak ragu untuk segera mematangkan keputusan tersebut. 

Hal senada diamini oleh Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Mayjen TNI Arief Gajah Mada.  

Ia menegaskan bahwa pembentukan Kodam Jambi akan secara otomatis memotong rantai komando.

Efeknya, koordinasi keamanan, pengendalian wilayah, hingga mobilisasi pasukan saat penanganan bencana alam dapat berjalan jauh lebih efektif, taktis, dan cepat tanpa harus menunggu instruksi dari markas komando provinsi tetangga.

Dampak Ekonomi dan Lompatan Infrastruktur Baru 

Keuntungan lain yang tidak kalah penting adalah efek domino (multiplier effect) terhadap perekonomian lokal.  

Pembangunan markas militer skala besar dipastikan akan memicu pertumbuhan kawasan baru di sekitar titik lokasi pertahanan. 

“Dengan dibangunnya KODAM Jambi nanti, kita optimis bahwa peran strategis TNI di Provinsi Jambi akan semakin optimal. Tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga dalam mendukung stabilitas sosial, ketahanan wilayah, serta pembangunan yang berkelanjutan." 

"Keberadaan KODAM Jambi juga diharapkan memberikan multiplier effect yang positif. Pembangunan fasilitas militer tentu akan diikuti dengan pembangunan infrastruktur pendukung, peningkatan konektivitas wilayah, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di sekitar kawasan tersebut,” ujar Gubernur Al Haris.

Peluang Emas Konektivitas Lintas Trans Sumatera 

Melihat besarnya potensi keuntungan ini, Pemprov Jambi bahkan sudah bergerak mencari lahan alternatif cadangan di koridor Mendalo-Pijoan.  

Lokasi ini dibidik karena dinilai jauh lebih strategis di masa depan, mengingat posisinya berada di sekitar pintu keluar (exit) jalan tol Trans Sumatera rute Jambi-Merlung yang sedang digarap tahun ini. 

Jika kelak titik utama Kodam atau fasilitas militer seperti Resimen Induk Kodam (Rindam) berdiri di sana, Jambi akan memiliki integrasi pertahanan yang terhubung langsung dengan urat nadi transportasi logistik Sumatera.  

Ditambah lagi, rencana ini berjalan simultan dengan persiapan lahan Pangkalan Udara (Lanud) untuk mengimbangi target peningkatan status Bandara Jambi menjadi bandara internasional. 

Menutup arahannya, Mayjen TNI Arief Gajah Mada menyatakan rasa bangganya atas atensi luar biasa dari Pemprov Jambi terhadap kesejahteraan prajurit.  

Ia menyebut rencana strategis TNI AD pada tahun 2027 memang mengagendakan penambahan empat Kodam baru, dan dengan modal kesiapan ini, Jambi menjadi kandidat terkuat yang siap melompat maju menuju wilayah yang lebih aman dan mandiri. 

Kodam Baru di Jambi

Kehadiran Kodam baru di Jambi diproyeksikan membawa keuntungan multi-sektoral masif.

Rantai komando terpotong, percepat respons penanganan karhutla dan konflik lahan.

Infrastruktur militer memicu multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi sekitar.

Lahan alternatif disiapkan dekat exit tol guna integrasi taktis Trans Sumatera.

Pemprov kucurkan tanah 13,4 hektare dan Rp2,5 miliar demi kejar target jatah Kodam 2027.

(Adz)

Jambi Siapkan Lahan 13,4 Hektare untuk Bangun Kodam Baru

Pemerintah Provinsi Jambi menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung penguatan sistem pertahanan nasional dengan menghibahkan lahan seluas 13,4 hektare guna mempercepat realisasi pembentukan markas Kodam tersebut. Proses penyerahan aset daerah ini diresmikan melalui penandatanganan berita acara serah terima oleh Gubernur Jambi Al Haris bersama Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin.(Istimewa) 

MERDEKAPOST.COM, JAMBI – Langkah Provinsi Jambi untuk memiliki Komando Daerah Militer (Kodam) sendiri kini semakin dekat. 

Pemerintah Provinsi Jambi menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung penguatan sistem pertahanan nasional dengan menghibahkan lahan seluas 13,4 hektare guna mempercepat realisasi pembentukan markas Kodam tersebut.

Proses penyerahan aset daerah ini diresmikan melalui penandatanganan berita acara serah terima oleh Gubernur Jambi Al Haris bersama Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin. 

Momentum bersejarah ini disaksikan langsung oleh Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Arief Gajah Mada, pada Jumat (22/5/2026).

Lahan yang diserahkan tersebut dipastikan telah memiliki sertifikat resmi atas nama Pemerintah Provinsi Jambi. 

Letaknya dinilai sangat mumpuni dari sisi taktis, yakni berada tepat di depan pangkalan SPN Polda Jambi, kawasan Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.

Gubernur Jambi, Al Haris menjelaskan bahwa penyediaan lahan seluas kurang lebih 13,5 hektare ini merupakan langkah awal persiapan Jambi menuju pembentukan Kodam. 

Posisi lahan tersebut dinilai sangat strategis lantaran berhadapan langsung dengan SPN, serta dikelilingi oleh kompleks pendidikan dan kawasan perkantoran.

Tidak berhenti di situ, Al Haris membeberkan Pemprov Jambi saat ini tengah bergerak mencari lahan alternatif di koridor Mendalo-Pijoan yang diproyeksikan sebagai pusat pengembangan pertahanan masa depan. 

Kawasan tersebut dinilai krusial karena terhubung langsung dengan akses jalan tol Jambi-Merlung-Rengat.

Jika kelak kawasan itu berkembang menjadi persimpangan perlintasan utama, keberadaan Kodam di sana akan menjadi sangat strategis. 

Sementara itu, lahan di Pondok Meja yang diserahkan saat ini nantinya dapat dialihkan fungsinya untuk pembangunan Resimen Induk Kodam (Rindam) atau fasilitas militer pendukung lainnya. 

Beriringan dengan rencana tersebut, pemerintah daerah juga mulai membidik lahan untuk pembangunan Pangkalan Udara (Lanud) guna mengimbangi target peningkatan status bandara Jambi menjadi bandara internasional.

Target Realisasi 2027 dan Respons Positif TNI

Proses penyerahan aset daerah ini diresmikan melalui penandatanganan berita acara serah terima oleh Gubernur Jambi Al Haris bersama Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin.(Ist)

Al Haris menaruh harapan besar agar pada tahun 2027 mendatang, Jambi sudah masuk dalam daftar perencanaan pembentukan Kodam baru sesuai skema strategis TNI Angkatan Darat. 

Pemerintah daerah menyatakan kesiapan penuh untuk berkolaborasi dengan institusi TNI demi mempercepat proyek ini, yang diyakini mampu mendongkrak pelayanan keamanan serta membantu kebutuhan masyarakat secara maksimal.

Langkah responsif Pemprov Jambi ini menuai apresiasi tinggi dari pimpinan TNI. 

Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Arief Gajah Mada, mengaku sangat terkejut sekaligus terharu atas atensi besar yang diperlihatkan pemerintah daerah terhadap pengembangan satuan TNI.

Arief Gajah Mada mengaku sangat terkejut dan berterima kasih kepada Gubernur atas pemberian lahan yang dinilai sangat bagus dan strategis tersebut. 

Dokumentasi hibah ini akan segera dilaporkan ke Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) sebagai bagian dari rencana pengembangan instansi.

Peluang Emas Penambahan Kodam Baru

Berdasarkan cetak biru rencana strategis TNI AD pada tahun 2027, memang akan dilakukan penambahan empat Kodam baru di seluruh Indonesia, dan Jambi menempati posisi peluang yang sangat besar. 

Arief Gajah Mada optimistis jika Kodam Jambi resmi berdiri, maka rantai komando pertahanan, koordinasi keamanan, hingga penanggulangan bencana alam di daerah akan berjalan jauh lebih cepat dan efisien.

Di akhir pertemuan, Pangdam kembali menegaskan rasa bangga dan harunya atas kepedulian Al Haris yang tidak hanya menghibahkan lahan, tetapi juga merencanakan perbaikan rumah dinas serta fasilitas penunjang bagi para prajurit TNI. 

Sinergi ini diharapkan terus kokoh demi mewujudkan Jambi yang maju dan aman.(*)

Wujud Nyata Perang Melawan Narkoba, Polda Jambi Musnahkan 20 Kg Sabu, 20 Ribu Butir Ekstasi dan Ribuan Cartridge Etomidate

Wujud Nyata Perang Melawan Narkoba, Polda Jambi Musnahkan 20 Kg Sabu, 20 Ribu Butir Ekstasi dan Ribuan Cartridge Etomidate.(Istimewa)

JAMBI | MERDEKAPOST.COM – Polda Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia terkait pemberantasan narkoba dengan memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus jaringan lintas provinsi, Kamis (21/5/2026).

Pemusnahan barang bukti yang dilaksanakan di halaman Mapolda Jambi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar bersama Gubernur Jambi Al Haris, unsur Forkopimda, Kajati Jambi, TNI, BNN Provinsi Jambi, tokoh agama, tokoh masyarakat, insan pers, akademisi, pimpinan perbankan, perwakilan mahasiswa hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.

Pada kegiatan tersebut digelar juga deklarasi Gerakan Jambi Anti Narkoba yang ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama sabagai bentuk komitmen seluruh elemen dalam memerangi peredaran narkotika.

Barang bukti yang dimusnahkan

Dalam kegiatan tersebut, barang bukti yang dimusnahkan berasal dari tiga laporan polisi dengan total enam orang tersangka. Barang bukti narkotika yang dimusnahkan meliputi sabu seberat 20.378,169 gram atau sekitar 20 kilogram, 20.237 butir ekstasi dengan berat sekitar 9,1 kilogram, serta 1.970 cartridge etomidate (CE) sebanyak 4.332,5 mililiter.

Sebelum dimusnahkan, barang bukti narkoba dilakukan pengujian keasliannya oleh tim Biddokkes Polda Jambi dengan mengambil sampel yang dipilih secara acak oleh Gubernur Jambi, forkopimda, LSM dan perwakilan media. Sebelumnya seluruh barang bukti Narkoba tersebut telah diuji juga keasliannya oleh Tim Labfor Polri Polda Sumatera Selatan. Pemusnahan dilakukan menggunakan metode aman dan ramah lingkungan, di mana sabu, ekstasi dan etomidate dibakar menggunakan insinerator tertutup agar tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan sekitar.

Prosesi pemusnahan diawali secara simbolis dan dipilih oleh Gubernur Jambi, Kapolda Jambi serta unsur Forkopimda sebagai bentuk transparansi dan komitmen bersama dalam memerangi peredaran narkotika di Provinsi Jambi.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar dalam sambutannya menegaskan bahwa pemusnahan barang bukti narkoba bukan sekadar agenda seremonial, namun menjadi simbol nyata perjuangan panjang melawan ancaman narkotika yang merusak generasi bangsa.

Gubernur Jambi Al Haris ikut hadir dalam kegiatan pemusnahan BB narkoba di Mapolda Jambi.(Ist)

“Di balik setiap gram sabu dan butir ekstasi yang dimusnahkan hari ini, terdapat potensi kerusakan yang sangat besar terhadap masa depan anak-anak bangsa, kehancuran keluarga, hingga hilangnya harapan generasi muda,” ujarnya.

Kapolda juga menegaskan bahwa peredaran gelap narkoba merupakan ancaman serius yang kerap terhubung dengan jaringan kejahatan terorganisir lintas wilayah bahkan lintas negara sehingga membutuhkan penanganan bersama secara serius dan berkelanjutan.

“Polda Jambi tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh stakeholder, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, media hingga masyarakat luas untuk bersama-sama memerangi narkoba,” tegas Kapolda.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan apresiasi kepada jajaran Ditresnarkoba Polda Jambi atas dedikasi dan konsistensinya dalam mengungkap jaringan narkotika di wilayah Jambi.

“Pemberantasan narkoba harus menjadi perhatian bersama. Penegakan hukum penting, namun pencegahan, edukasi dan pemberdayaan masyarakat juga harus diperkuat agar generasi muda Jambi terlindungi dari bahaya narkoba,” katanya.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya menciptakan Provinsi Jambi yang bersih dari narkoba melalui berbagai program preventif, termasuk pembentukan Desa Bersinar (Bersih Narkoba).

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar mengatakan bahwa Polda Jambi menjadi leading sector dalam membangun kekompakan dan sinergisitas bersama Forkopimda serta seluruh elemen masyarakat dalam pemberantasan narkoba.

“Pemusnahan barang bukti ini merupakan bentuk nyata komitmen Polda Jambi dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI terkait pemberantasan narkoba. Kami ingin menunjukkan bahwa negara hadir dan tidak memberi ruang bagi peredaran narkotika di Provinsi Jambi,” ujar Kapolda Jambi.

“Perang terhadap narkoba bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab bersama. Karena itu Polda Jambi akan terus memperkuat sinergi dengan Forkopimda, BNN, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga generasi muda agar tercipta Jambi yang aman dan bersih dari narkoba,” tutupnya.

Sementara itu Kapolda Jambi melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengajak seluruh masyarakat Provinsi Jambi untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang saat ini menjadi ancaman serius bagi generasi muda dan masa depan bangsa.

“Kami juga mengimbau agar masyarakat tidak takut melaporkan ke layanan 110 apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan sekitar.” ujar Kabid Humas.(Adz/humas)

Al Haris Ungkap Dukungan Kemenhub Wacana Jalur Kereta Api Batu Bara Jambi Rute Bungo-Sarolangun-Kemingking

Gubernur Jambi Al Haris melakukan audiensi bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan di Jakarta, Selasa (19/5/2026).  Dia mengungkap rencana pembangunan jalur kereta api batu bara Bungo-Sarolangun-Kemingking Muaro Jambi. (Ist)

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Wacana jalur kereta api (KA) batu bara di Provinsi Jambi rute Bungo-Sarolangun menuju Pelabuhan Kemingking, Kabupaten Muaro Jambi, sampai ke Kementerian Perhubungan.

Gubernur Jambi Al Haris melakukan audiensi bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan di Jakarta, Selasa (19/5/2026). 

Pertemuan tersebut membahas rencana pembangunan jalur kereta api batu bara rute Bungo-Sarolangun menuju Pelabuhan Kemingking, Kabupaten Muaeo Jambi.

"Jalur kereta api batu bara rute Bungo, Sarolangun menuju Pelabuhan Kemingking," ujar Al Haris, Gubernur Jambi. 

Haris menyampaikan pembangunan jalur kereta api batu bara menjadi langkah strategis untuk mendukung kelancaran distribusi hasil tambang di Provinsi Jambi.

Langkah itu sekaligus menekan biaya logistik perusahaan tambang.

"Bersama Dirjen Perkeretaapian membahas rencana untuk membangun kereta api batu bara rute Bungo, Sarolangun menuju Pelabuhan Kemingking. Langkah ini memiliki peluang karena pembangunan kereta api Trans Sumatera menjadi program Presiden Prabowo Subianto,” lanjutnya.

Pembangunan jalur kereta api, kata Al Haris, juga diharapkan mampu mengurangi beban angkutan batu bara di jalan raya serta meningkatkan efisiensi transportasi logistik di daerah.

Dukungan dari Kementerian Perhubungan menjadi sinyal positif bagi percepatan realisasi proyek strategis tersebut.

“Kemenhub mendukung dan mereka siap berkolaborasi dengan Pemprov Jambi mewujudkan pembangunan kereta api batu bara di Provinsi Jambi,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi Jambi berharap pembangunan jalur kereta api batu bara dapat menjadi bagian dari penguatan konektivitas dan pengembangan infrastruktur transportasi di Sumatera, khususnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Wacana Rel Kereta Api di Jambi Pernah Mengemuka

Pada 2018, wacana pembangunan rel kereta Api Trans Sumatera di Jambi pernah mengemuka.

Saat itu, selain jalur Jambi-Palembang, Dinas Perhubungan Provinsi Jambi pernah menyampaikan pembangunan jalur Jambi-Rengat.

Pernah disebutkan bahwa pembangunan rencananya dimulai pada 2019.

Penetapan trase telah dilakukan oleh kementerian. Sesuai dengan studi detail engineering design (DED) jalur kareta api yang disiapkan sesuai trase Jambi- Pekanbaru melaui Rengat sepanjang 224 Km.

Namun, koordinat trase yang DED ditetapkan  hanya sepanjang 120 Km. Artinya, itu ada  kekurangan 104 Km.

Kala itu, rencananya ada 12 stasiun kareta api antara Jambi dengan Rengat. 

Sedangkan untuk  pola operasi untuk trase dan DED pembangunan jalur kareta api lintas Jambi dengan Rengat di Sumatra antara Stasiun Pematang  Gajah sampai dengan Stasiun Batang Asam. (*)

Gubernur Al Haris Sebut Program MBG Bukan Sekadar Gizi, Tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Jambi - Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berkembang menjadi kekuatan baru yang tidak hanya menyasar persoalan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah secara nyata.

Pernyataan itu disampaikan Al Haris saat menghadiri rapat konsolidasi pelaksanaan MBG yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN) di BW Luxury Hotel Jambi, Sabtu (2/5/2026). Forum ini mempertemukan berbagai pihak, mulai dari kepala SPPG, mitra, yayasan, pengawas gizi, hingga pelaku lapangan dan juru masak.

Di hadapan peserta, Al Haris memaparkan capaian konkret program MBG di Jambi. Hingga saat ini, terdapat 205 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan rincian 173 unit telah beroperasi dan 32 unit siap operasional. Selain itu, sebanyak 302 SPPG masih dalam tahap persiapan dan survei lapangan.

Baca Juga: Kendalikan Sabu Asal Lapas Jambi, Supir Ekspedisi Diringkus Satreskrim Polres Kerinci

“Program ini menyasar anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui yang mengalami kekurangan gizi. Namun dampaknya tidak berhenti di situ, tetapi merambah ke sektor ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Al Haris menilai, kehadiran program MBG telah menciptakan perubahan pola ekonomi, khususnya di sektor pertanian, peternakan, dan usaha kecil. Produk-produk lokal kini memiliki pasar yang jelas dan berkelanjutan.

“Dulu banyak hasil produksi kita dijual keluar daerah. Sekarang, dengan adanya MBG, cukup di Jambi saja sudah terserap. Ini memberi kepastian pasar bagi petani dan pelaku usaha,” katanya.

Baca Juga: Menanam Pohon di Buku, Menebang Hutan di Realita

Ia menegaskan bahwa program ini menciptakan efek domino ekonomi, di mana rantai pasok mulai dari produksi hingga distribusi ikut bergerak.

Namun di sisi lain, Al Haris juga mengingatkan adanya tantangan serius, khususnya pada sektor pangan. Ia menyebut, saat ini Jambi baru mampu memenuhi sekitar 71 persen kebutuhan beras secara mandiri, sementara sisanya masih harus dipasok dari luar daerah.

“Kita harus meningkatkan produksi, terutama beras. Ini penting agar kebutuhan program bisa dipenuhi dari dalam daerah sendiri,” tegasnya.

Di tengah tantangan tersebut, Al Haris melihat program MBG telah membuka peluang besar dalam penyerapan tenaga kerja. Ribuan masyarakat kini terlibat dalam berbagai sektor, mulai dari dapur produksi, distribusi bahan pangan, hingga jasa pendukung lainnya.

“Kita ingin program ini membawa kebahagiaan bagi semua. Bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga pengelola, petugas lapangan, hingga pelaku usaha,” ujarnya.

Data yang dipaparkan dalam rapat menunjukkan, sebanyak 446 ribu penerima manfaat telah terdata di Jambi, dengan 545 supplier yang terlibat dalam rantai pasok program.

Setiap harinya, sekitar Rp7,2 miliar anggaran berputar di daerah. Dana tersebut mengalir ke berbagai sektor, mulai dari pekerja dapur, pemasok bahan pangan, hingga pelaku usaha kecil. Secara keseluruhan, program ini telah menyerap sekitar 9.635 tenaga kerja.

Bagi Al Haris, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik. Ia melihatnya sebagai indikator bahwa MBG mulai membentuk ekosistem ekonomi baru di Jambi.

Bacaan Lainnya:

Oknum Dosen yang Digerebek Dikaitkan Sebagai Staf Ahli Gubernur, Kadiskominfo: Itu Hoaks!

Ini Daftar Nama Ketua DPW dan DPD PAN Provinsi Jambi yang Dilantik Ketum Zulkifli Hasan

“Ini bukan hanya soal makan bergizi, tetapi bagaimana kita membangun ekonomi dari bawah, dari dapur ke desa, dari petani ke pasar,” katanya.

Al Haris juga menegaskan pentingnya menjaga agar manfaat ekonomi dari program ini tetap berada di dalam daerah. Ia mendorong seluruh pihak untuk memperkuat rantai pasok lokal agar tidak bergantung pada daerah lain.

Dengan konsolidasi yang terus dilakukan dan dukungan lintas sektor, Al Haris optimistis program MBG akan menjadi salah satu pilar penting pembangunan Jambi ke depan.

Di tengah upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, program ini kini tidak hanya memberi makan—tetapi juga menghidupkan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan perlahan mengubah wajah kesejahteraan masyarakat di daerah. (*)

Gubernur Al Haris Tinjau dan Serahkan Bantuan Korban Terdampak Banjir Sarolangun

  

Merdekapost.com - Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, turun langsung meninjau kondisi korban terdapak banjir yang melanda sejumlah wilayah, Gubernur menyerahkan bantuan secara simbolis Desa Lubuk Resam Ilir, Kecamatan Cerminan Gedang  Kabupaten Sarolangun, Sabtu (02/05/2026).

Banjir bandang melanda Kabupaten Sarolangun, Jambi, sejak sepekan  mengakibat luapan Sungai Batang Asai naik  karena curah hujan tinggi. Sebanyak 26 desa di beberapa kecamatan terdampak, dan sebanayak  1.552 rumah  masyarakat yang terendam dengan ketinggian air mencapai 50 cm hingga lebih. Banjir juga menyebabkan satu jembatan roboh. 

Gubernur Al Haris  meninjau lokasi banjir untuk. memastikan percepatan penanganan dampak bencana dan menyerahkan bantuan darurat langsung kepada warga terdampak. Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok (beras, makanan), perlengkapan sandang/selimut. Fokus utama adalah memastikan keamanan warga dan distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Gubernur Al Haris sampaikan ucapan rasa prihatin yang mendala atas musibah banjir melanda daerah disarolangun ini, " musibah seperti ini, itu Allah yang mengatur semuanya tapi juga faktor manusia juga, ada andilnya yang hutannya ditebang, sungai nya sudah mendengkal dan sebagainya, ini juga masalah kita semuanya, karena itu sekarang kita ambil langkah-langkah untuk memulihkan kondisi yang ada di lapangan," ucap gubernur Al Haris 

“Ini musibah yang tentu menjadi perhatian kita bersama. Selain faktor alam, kita juga harus menyadari adanya dampak dari aktivitas manusia, seperti kondisi sungai yang mulai rusak dan penebangan hutan,” lanjut Gubernur Al Haris 

" Mulai banjir disarolangun ini saya terus pantau , juga BPBD Provinsi Jambi dan Dinas Sosial catatan sipil provinsi Jambi sudah turun dilapangan untuk memantau dan kondisikan termasuk mengevalusi keluarga yang terdampak banjir." Sambung Gubernur Al Haris.

Dikatakan Gubernur Al Haris dalam kondisi pasca banjir adanya beberapa penyakit, itu Perlu kita waspadai, juga troma bagi kita semua apa lagi anak anak," pada saat paska banjir, kita perlu waspada dengan adanya penyakit, bersama kita atasi permasalahan , mulai dari rumah yang basah, perbaikan rumah yang hanyut, perlu kita baikan bersama sama baik pemerintah provinsi juga kabupaten Sarolangun," kata Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris, mintak bupati Sarolangun untuk mendata semua rumah yang terdampak banjir juga jembatan yang roboh agar segera bisa kita tangani bersama," saya minta Bupati segera buatkan surat keprovinsi boleh segera kita tangani bersama, apalagi ada jembatan yang putus, ini bagai mana anak anak kita kesekolah, mari bersama kita kerjakan, Pinta Gubernur Al Haris. 

Pada kesempatan ini Gubernur Al Haris menyerahkan bantuan Pemerintah Provinsi Jambi   secara simbolis  Paket sembako 

1. Indomie 10 bungkus

2. Sarden 1 kaleng

3. Minyak 1 liter

4. Kecap 1 botol

5. Teh celup 1 kotak

6. Gula pasir 1 kg

Beras 600 kilo, 60 bungkus

Dari BPBD Provinsi Jambi Mei Instan 2.200 Kotak, sarden 24 Kaleng, minyak goreng 24, Gula pasir 60 bungkus, kopi 25 kotak, teh 48 kotak, makanan bayi 22 kotak, Family kit 20 Kotak dan Matras 30 lembar, Air mineral 225 dus.

Ditempat yang sama Bupati Sarolangun Hurmin menyampaikan, ucapan terima kasih kepada gubernur Al Haris, dimana kita tahu bersama begitu padat acara beliau dijambi dengan banyaknya kedatangan Mentri kejambi, beliau masih menyempatkan diri melihat secara langsung kondisi kita disini. Dengan membawa bantuan untuk masyarakat di Sarolangun. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Al Haris, 

Hurmin menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mencari langkah penanganan yang komprehensif pasca bencana. “Kami ingin memastikan kondisi masyarakat secara langsung, sekaligus merumuskan langkah terbaik ke depan agar penanganan banjir ini lebih efektif,” ujarnya.

Gubernur Al Haris didampingi Bupati Sarolangun Hurmin dan Forkompinda Sarolangun, Kepala Dinas Sosial catatan sipil Edi Kusmiran, Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyumi  Dalinasyah Kepala Dinas Diskominfo Provinsi Jambi Ariansyah, serta para tokoh masyarakat Sarolangun. (*)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs