Mengapa Kartu Prakerja Tak Sepenuhnya Tunai? Ini Alasan Pemerintah


Pemerintah tak memberikan sepenuhnya bantuan tunai dalam program kartu prakerja karena sesuai amanat Perpres 36/2020. Ilustrasi. (ANTARA).
Jakarta, Merdekapost.com - Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja menjelaskan alasan program tak sepenuhnya diberikan dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) di tengah pandemi virus corona.

Salah satunya, sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja Melalui Program Kartu Prakerja.

Namun, Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja Panji Winanteya Ruky bilang porsi insentif tunai pun diperbesar. Sebaliknya, biaya pelatihan dipangkas. Hal ini guna menyesuaikan program dengan situasi penyebaran penyakit covid-19.

"Di perpres, harus ada komponen pelatihan dan ini saya rasa tidak apa apa. Ada komponen pelatihan, tetapi social safety net (jaring pengaman sosial) diperbesar," jelasnya melalui video conference, Kamis (23/4).

Lihat juga: Pemerintah Respons Keluhan Masyarakat Soal Pelatihan Prakerja

Selain itu, ia menilai anggaran program kartu prakerja yang sebesar Rp20 triliun itu sudah mencakup pelatihan dan insentif uang. Bandingkan dengan program dana perlindungan sosial lainnya yang tidak menyertakan pelatihan.

Secara porsi, anggaran program kartu prakerja berkisar 5 persen dari total tambahan belanja APBN 2020 sebesar Rp405 triliun untuk penanggulangan dampak kesehatan, sosial dan ekonomi akibat penyebaran virus corona.

"Jadi, tidak terlalu besar, dan tentunya ada pelatihan kerja. Dengan orang di rumah diharapkan belajar. Sebentar lagi, ada lulusan SMA dan kuliah, sambil menunggu covid-19 (reda) bisa belajar dengan materi yang tidak terlalu berat," terang Panji.

Terkait BLT, ia melanjutkan pemerintah telah menganggarkan program lainnya, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), pemberian paket sembako dan BLT senilai Rp600 ribu per kepala keluarga (KK) per bulan selama tiga bulan ke depan, dan program lainnya.

"Memang, kebutuhan dari masyarakat menghadapi covid-19 adalah uang tunai, maka pemerintah dengan instrumen lain, seperti BLT dan kartu sembako, bisa menggunakan anggaran dan mempercepat implementasi," imbuh dia.

Saat ini, pemerintah telah menyelesaikan kartu prakerja gelombang I yang berlangsung sejak 11-16 April. Tercatat sebanyak 5,96 juta mendaftar program tersebut. Namun, hanya 168.111 peserta yang berhak mengikuti pelatihan gelombang I.

Hari ini, PMO kartu prakerja telah mentransfer seluruh dana insentif sebesar Rp3,55 juta. Namun, dana awal yang bisa dipakai hanya Rp1 juta untuk biaya pelatihan.

Sumber: CNNIndonesia | Editor: HZA | Merdekapost.com

Pemerintah Respons Keluhan Masyarakat Soal Pelatihan Prakerja

Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (PMO) merespons keluhan masyarakat terkait pelatihan yang disediakan oleh lembaga pelatihan. (ANTARA).
Jakarta, Merdekapost.com - Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (PMO) menjawab keluhan masyarakat terkait pelatihan yang disediakan oleh platform pelatihan online. Sebagian masyarakat menilai pelatihan yang disediakan oleh platform pelatihan online serupa dengan pelatihan melalui Youtube maupun pelatihan online yang bisa didapat secara gratis.

Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja Panji Winanteya Ruky menjelaskan meskipun ada pelatihan serupa yang ditawarkan, namun pelatihan di program kartu prakerja telah memiliki standar.

"Kalau ada pelatihan serupa meski tidak mungkin sama karena pelatihan-pelatihan itu ada standar-nya, ada silabus, tenaga pengajar, dan sertifikat, jadi tidak sekadar menonton seperti di Youtube sebagaimana yang dibilang," ujarnya melalui video conference, Kamis (23/4).

Oleh sebab itu, ia mempersilakan masyarakat memilih jenis pelatihan sesuai dengan kebutuhannya. Dalam kartu prakerja, ia mengklaim pemerintah telah menyediakan pelatihan beragam mulai dari pelatihan ringan hingga tingkat lanjut (advance).

"Karena pilihan ada di masyarakat dan masyarakat sendiri yang akan menimbang dan menggunakan kebijakan itu. Tugas pemerintah adalah menyediakan pilihan sebesar-besarnya," imbuhnya.

Selain itu, pemilihan program pelatihan menganut selera pasar. Itu berarti, jika program dari sebuah lembaga pelatihan tidak dipilih oleh peserta, maka mereka gagal menawarkan program yang sesuai dengan kebutuhan peserta atau harga pelatihan yang tidak sesuai. Di samping itu, ia menyatakan PMO akan mengevaluasi pemberian program tersebut secara berkala.

"Jadi kami tidak mendikte apa yang harus dilakukan lembaga pelatihan," ujarnya.

Senada, Asisten Deputi Ketenagakerjaan Kemenko Bidang Perekonomian Yulius menyatakan pemilihan lembaga telah melalui proses seleksi dari mitra platform.

"Yang kami lihat adalah manfaatnya, jadi itu sudah di-screening oleh lembaga dan platform," ujarnya.

Untuk diketahui, setiap peserta mendapatkan total insentif bantuan pelatihan sebesar Rp3,55 juta. Dana itu terdiri dari biaya pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif pasca pelatihan Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp50 ribu untuk tiga kali.

Peserta yang lolos gelombang I akan mendapatkan transfer dana sebesar Rp3,55 juta mulai hari ini, Rabu (22/4). Namun, dana awal yang bisa dipakai hanya Rp1 juta. (*)

Sumber: CNNIndonesia | Editor: HZA | Merdekapost.com

Registrasi Kartu Pra Kerja Ditutup 16 April, Buka Lagi untuk Pekan Depan

Ilustrasi Kartu Prakerja
Jambi, Merdekapost.com – Pendaftaran kartu prakerja untuk kuota minggu ini, ditutup per hari ini pukul 16.00 WIB. Bagi yang sudah terlanjur mendaftar, bisa cek lagi akun Anda pada esok hari.

Informasi yang dirangkum, setiap pekan diberi kuota sebanyak 164.000 orang untuk menerima kartu prakerja ini. Untuk sepekan ini, sudah lebih dari 5 juta pendaftar yang masuk database prakerja.go.id.

Sementara, hingga malam ini, Kamis (16/4/2020), pendaftaran masih banyak masuk ke situs prakerja.go.id. Situs itu masih bisa diakses, bahkan masih bisa mengikuti ujian online.

Cuma, setelah ujian online dilaksanakan, akan muncul menu bahwa gelombang tidak ditemukan. Itu artinya, gelombang untuk daerah pendaftaran sudah tutup dan akan dibuka lagi esok hari untuk kuota minggu ke-2.
Untuk diketahui, setiap penerima kartu prakerja akan mendapat dana intensif sebesar Rp 3,550 juta.

Baca Juga : Terkuaknya Misteri Pembunuhan Keji Pria-Wanita Telanjang

Tapi tunggu dulu, tak semua uang itu akan diterima oleh pemilik kartu prakerja. Pemilik kartu hanya berhak menerima sebesar Rp 2,550 juta. Karena, Rp 1 juta akan dialokasikan membayar uang kursus atau pelatihan online.

| Editor: HZA | Merdekapost.com

Website Eror, Pendaftaran Kartu Pra Kerja Diundur

Ilustrasi Kartu Pra Kerja

Jakarta, Merdekapost.com - Project Management Office (PMO) program Kartu Pra Kerja memastikan pendaftaran program dimundurkan menjadi tanggal 11 April 2020 dari yang semula dijadwalkan hari ini Kamis (9/4).

Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja, Panji Winanteya Ruky mengatakan keputusan tersebut demi memastikan situs www.prakerja.go.id handal dan aman.

"Kami tidak ingin nantinya ada pendaftar yang kecewa karena kendala teknis. Kami saat ini juga aktif berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait di pemerintahan tentang perubahan jadwal ini," ujar Panji dalam dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Kendati terdapat perubahan tanggal, Panji menegaskan pembukaan pendaftaran yang mundur ke 11 April masih sesuai rencana awal yakni beroperasi secara menyeluruh pada minggu kedua April.

Baca Juga: Dear Korban PHK, Ini Kabar Baiknya, Kartu Pra Kerja Diluncurkan Hari Ini

"Sesuai dengan arahan Pak Presiden Joko Widodo, program Kartu Prakerja ini akan menjadi program bantuan bagi mereka yang kehilangan pekerjaan atau mengalami penurunan pendapatan akibat pandemik COVID-19," jelasnya.

"Kami mengajak masyarakat untuk menyiapkan informasi seperti data diri, NIK, no HP, email dan sebagainya agar dapat sukses mendaftar di situs resmi tanggal 11 April nanti," tambahnya.

Baca Juga: Mau Tau, Begini Cara Daftar Kartu Pra Kerja

Program Kartu Pra Kerja untuk 5,6 juta peserta dengan total anggaran Rp 20 triliun. Dengan jumlah tersebut maka akan ada kuota 164.872 orang setiap minggunya yang bisa ikut program Kartu Pra Kerja. (ald/detik.com)

Mau Tau, Begini Cara Daftar Kartu Pra Kerja

Kartu Pra Kerja (ilustrasi)
Jakarta, Merdekapost.com - Pemerintah menyiapkan program Kartu Pra Kerja untuk masyarakat yang terdampak virus Corona (COVID-19), seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) dan mereka yang kesulitan mencari kerja. Program ini rencananya diluncurkan Kamis (9/4/2020).

Pemerintah membuka peluang kepada 5,6 juta masyarakat yang ingin mengikuti program ini. Para peserta nantinya bisa mendapatkan skill baru (skilling), meningkatkan keterampilan di bidang yang ditekuni (upskilling), dan keterampilan baru (reskilling).

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti program Kartu Pra Kerja bisa menyimak beberapa syarat yang diberlakukan oleh pemerintah. Berdasarkan situs resmi, Selasa (7/4/2020), setiap masyarakat harus memiliki akun terlebih dahulu dan cara membuatnya langsung di situs tersebut.

Setelah membuat akun, masyarakat bisa langsung mendaftar secara online ke www.prakerja.go.id. Dari akun tersebut nantinya pihak Project Management Office (PMO) akan memberikan penilaian terhadap biodata dan pengalaman kerja di masing-masing akun yang sudah mendaftar.

Baca juga: Dear Korban PHK, Ini Kabar Baiknya, Kartu Pra Kerja Diluncurkan Hari Ini

Perlu diketahui, PMO nantinya menjalankan program ini secara penuh, termasuk menentukan Balai Latihan Kerja (BLK) yang akan menjalankan pelatihan kerjanya.

Jika dari hasil tes atau penilaian sudah dilakukan, nantinya akan ada notifikasi ke email yang didaftarkan pada akun mengenai keterima atau tidaknya. Namun demikian, bagi yang tidak diterima bisa mendaftar kembali menggunakan akun yang sudah ada. Pendaftar cukup memilih batch atau tahap selanjutnya, dan tinggal menunggu notifikasi di email untuk persetujuan mendapatkan Kartu Pra Kerja.

Mengenai syarat atau kriteria pesertanya, merupakan WNI berusia di atas 18 tahun, tidak sedang menjalani pendidikan formal, korban pemutusan hubungan kerja (PHK), pekerja yang ingin meningkatkan keterampilan, dan diprioritaskan untuk pencari kerja usia muda.

Pendaftaran baru akan dibuka pada awal April 2020. Pada tahap awal ini, baru ada empat wilayah yang akan mengimplementasikan Kartu Pra Kerja, yakni Bali, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, dan Surabaya.

Program Kartu Pra Kerja untuk 5,6 juta peserta dengan total anggaran Rp 20 triliun. Selama pandemi corona, peserta akan mendapat manfaat sebesar Rp 3.550.000 per orang, rinciannya adalah bantuan pelatihan sebesar Rp1.000.000, insentif penuntasan pelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan, dan insentif survei kebekerjaan sebesar Rp 150.000.

Setelah pandemi selesai, maka manfaat yang diterima akan kembali ke besaran Rp 650.000 per orang yang terdiri dari Rp 500.000 uang pelatihan dan Rp 150.000 merupakan uang survei kebekerjaan. (ald)

Sumber: Detik.com

Dear Korban PHK, Ini Kabar Baiknya, Kartu Pra Kerja Diluncurkan Hari Ini

Foto: Ilustrasi Kartu Pra Kerja (ilustrasi/detik.com)
Jakarta, Merdekapost.com - Pemerintah menyiapkan program Kartu Pra Kerja untuk masyarakat yang terdampak virus Corona, seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) dan mereka yang kesulitan mencari kerja. Program ini rencananya diluncurkan Kamis (9/4/2020).

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani dalam teleconference, Rabu (8/4/2020).

"Rencananya sih Kamis akan di-launching dirilis PMO dan Menko Perekonomian sehingga detailnya temen-temen bisa diskusikan temen-temen PMO dan Menko Perekonomian," katanya.

Dia mengatakan, program Kartu Pra Kerja ini dimodifikasi untuk menghadapi dampak virus Corona. Anggarannya pun dinaikkan menjadi Rp 20 triliun.

"Diputuskan pemerintah anggaran kartu Pra Kerja awalnya di APBN Rp 10 triliun ditambah Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun. Skemanya diubah pemerintah betul-betul menangani COVID untuk mereka mengalami PHK dan sektor informal yang kesulitan oleh dampak COVID, maka akan ada 5,6 juta peserta yang dibantu oleh program Kartu Pra Kerja," paparnya.

Adapun bantuan yang diterima dalam program ini senilai Rp 3,55 juta yang terdiri dari biaya pelatihan Rp 1 juta, insentif sebesar Rp 600 ribu selama 4 bulan (Rp 2,4 juta) dan survei Rp 50 ribu sebanyak 3 kali (Rp 150 ribu).

Sementara penerima manfaatnya yakni, pencari kerja, pekerja formal/informal dan pelaku usaha mikro dan kecil, serta berusia minimal 18 tahun.

"Penerima manfaat pencari kerja yaitu pekerja informal dan formal pelaku usaha yang terdampak COVID minimal usia 18 tahun," ujarnya. (ald/detik.com)

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Sejarah Kerinci | Peta Situs