Mau Makan dan Ngobrol Santai? di HAZA aja, Ada Live Musik Setiap Malam

Merdekapost.com | Jambi - HAZA Cafe and Resto yang berlokasi di Kota Jambi di jalan Pattimura tepatnya di depan kuburan cina masih konsisten mengusung menu utama gulai ikan semah.

HAZA Cafe and Resto kini hadirkan live musik setiap malam Untuk menemani para pelanggan

Menu yang direkomendasikan juga beraneka macam, demi untuk memenuhi selera para pengunjung

Baca Juga : Mau Tau? Masakan Populer khas Kerinci yang Melegenda, Ini Dia Gulai Ikan Semah dari Kerinci

Owner Haza cafe and resto, Yanti Maria Susanti kepada Merdekapost.com menyebutkan, bahwa Cafe dan resto yang dirintis oleh Almarhum suaminya ini, saat ini terus berbenah, baik dalam hal fasilitas maupun menu masakan yang ditampilkan, ada beberapa penambahan.

"ada penambahan-penambahan dalam hal menu dan juga fasilitas"

"Ini semua kita lakukan demi untuk memenuhi selera para pelanggan"

menurutnya, "saat ini kita terus berbenah baik dalam hal fasilitas maupun menunya"

jadi, lanjutnya, Mau makan dan ngobrol santai, di Haza aja, live musik setiap malam, dan untuk gulai ikan semah ready setiap hari"

"mengenai harga, kita jamin terjangkau kok, mulai dibawah 20 ribu aja, anda sudah bisa menikmati suasana bersantai, makan bersama keluarga dengan suasana alami ditemani live musik". Pungkasnya. (hza)

Mau Tau? Masakan Populer khas Kerinci yang Melegenda, Ini Dia Gulai Ikan Semah dari Kerinci

Mengenal Gulai Ikan Semah, Lauk Populer dari Kerinci yang melegenda. (Ist) 

Merdekapost.com | Jambi - Kuliner Indonesia mengenal jenis ikan yang beragam, mulai dari ikan laut hingga ikan dari air tawar seperti ikan mas dan ikan nila. Keduanya telah menjadi menu wajib di berbagai restoran tradisional Indonesia.

Ada satu jenis ikan air tawar yang langka, tidak umum dikenal publik namun memiliki citarasa yang diklaim super nikmat. Namanya adalah ikan semah atau ikan mahseer.

Mengenal Ikan Semah yang Melegenda

Ikan semah umumnya hidup di perairan Kalimantan dan sungai arus deras Batang Merangin di kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, di Pulau Sumatera. Ikan semah sendiri mengandung asam lemak omega 3 yang baik untuk pertumbuhan dan memberi nutrisi otak manusia.

Ikan ini kini sangat langka, agak susah mencari nya. Ikan semah biasanya hidup di arah ke hulu air yang jernih, beraliran deras di pegunungan atau dataran tinggi seperti Kerinci, Bungo, Merangin, Sarolangun dan lain-lain. Untuk jambi hilir sangat susah di temukan, bahkan nyaris tidak ada. Harga nya-pun per 1kg kisaran 200 hingga 500 ribu Rupiah di pasar domestik (lokal).

Baca Juga: Al Haris Promosikan Wisata dan Produk Jambi Pada Menteri Sandiaga Uno

Selain di pasar domestik, ikan semah juga menjadi primadona di pasar ekspor dan dijual dengan harga Rp 3 sampai Rp 5 juta per kilogram.

Nama lain ikan ini adalah kancra (Sunda), tambra (Jawa), sapan (Kalimantan), ikan batak atau curong (bahasa Toba), kelah (malaysia) atau mahseer.

Nama "semah" populer dipakai di Sumatra bagian tengah hingga ke selatan. dan ikan semah ini dapat mencapai panjang sekitar satu meter.

Selain untuk menutrisi otak dan pertumbuhan, ikan semah juga diyakini mampu meningkatkan selera makan dan meningkatkan imunitas. 

Sayangnya, masa pertumbuhan ikan semah butuh waktu bertahun-tahun. Hal itu membuat ikan semah sulit untuk dibudidaya secara swadaya seperti ikan air tawar pada umumnya. Ciri khas lain ikan semah adalah sisiknya yang garing dan gurih juga dapat disantap, bahkan menjadi bagian favorit berbagai kalangan.

Pada masa lalu, ikan ini hanya dapat disajikan bagi kaum priyayi dan jamuan bagi bangsawan yang datang ke wilayah Kerinci. Menurut pemilik Haza Resto and Cafe, Zainal Abidin, ikan semah sangat unik dan sangat sulit didapatkan. Nelayan tradisional yang ingin mendapat ikan semah harus menyelam di saat malam dengan menggunakan tombak atau alat khusus.

Gulai ikan semah. (ist)

"Saat saya masih aktif menjadi Wakil Bupati (Kerinci), setiap tamu yang datang atau pejabat luar yang datang selalu meminta saya menyiapkan ikan semah, karna ikan ini hanya bisa di dapatkan di Kerinci dan rasanya sangat enak apalagi rasa sisik ikannya yang sangat gurih, sedangkan biasanya ikan lain sisiknya tidak dimakan," kata Zainal dikutip merdekapost.com, Selasa (8/3/2022).

"Sisi lainnya, ikan ini juga menyelamatkan perekonomian masyarakat di sekitar Danau Kerinci dan Sungai Batang Merangin. Ikan ini adalah ujung tombak perekonomian masyarakat Kerinci khususnya di daerah tersebut," tambahnya.

Melihat peluang tersebut, Zainal dengan restoran yang dibuatnya, menghadirkan pengalaman menyantap menu gulai ikan semah yang legendaris di Haza Resto and Cafe.

Restoran yang terletak di Jalan H. Bisri Kota Jambi (Depan kuburan cina arah simpang rimbo-red) itu menghadirkan menu gulai ikan semah yang dimasak dengan racikan bumbu seperti cabai rawit, garam, jahe, laos, bawang merah dan bawang putih, serta santan kelapa khas Kerinci.

"Harga setiap satu porsi gulai ikan semah dibanderol seharga Rp36.000 per 100 gram". ujarnya.

"Haza Resto and Cafe ini sengaja kami buka di kota Jambi, agar masyarakat jambi juga bisa menikmati ikan endemik ini tanpa perlu menempuh perjalanan darat 8 sampai 10 jam ke Kerinci," pungkasnya.

(hza | merdekapost.com)

Jadi, guysssss....

Pernah kah anda menyantap gulai ikan semah? kalo belum??? rugi!! kulitnya aja enak... 

Punya Cita Rasa Tinggi, Kopi Arabika Kerinci Diminati Masyarakat Eropa

Daniel, warga Negara Belgia. (doc/ist)
MERDEKAPOST.COM - Kopi Arabika asal Kerinci dengan ciri khas dan cita rasa mutu yang tinggi, ternyata diminati oleh masyarakat Eropa. Hal ini terbukti dari pembelian 15,9 ton biji kopi yang dikirimkan Negara Belgia, melalui Pelabuhan Talang Duku Jambi.

“Karena kopi Kerinci mempunyai ciri khas, rasanya dan mutunya tinggi,” ungkap, Pembeli Kopi Kerinci, Daniel, warga Negara Belgia kepada Jambiseru.com (media partner Merdekapost.com). Selasa (28/7/2020) di Pelabuhan Talang Duku.

Kata Daniel, pihaknya (Sucafina group) telah 3 tahun bekerjasama degan koperasi Barokah di Kerinci, untuk memasarkan kopi Kerinci ke Benua Eropa.

“Jadi kita kerjasama sama koperasi di Kerinci, Barokah, sudah 3 tahun lebih kita memasaekan kopi mereka, cari pembeli,” tambahnya, yang lihai juga berbahasa Indonesia.

Daniel menambahkan, pihaknya terlebih dahulu mengirimkan sampel ke Negara Eropa, kemudian jika pembeli senang dengan rasa dan aroma kopinya, ia akan mengirimkannya ke Negara yamg memesannya.

“Jika pembeli senang kali dengan rasa kopinya, aromanya, kita akan kirim. Jadi kita sudah ada kerjasama jual beli sama mereka (petani kopi) dan mendukung mereka mengembangnya,” lanjutnya.

Daniel melanjutkan, petani kopi di Kerinci lah yang mengolahnya, dari pemetikan kopi sampai jadi biji kering, hingga mendapatkan ciri khas dan cita rasa dari biji kopi Kerinci. Setelah semuanya selesai, baru pihaknya mengirimkannya ke Negara yang memesan.

“Kali ini di Negara Belgia. Kita di sana, ada cabang yang importingnya. Biji mentahnya baru jual ke roster-rosternya Negara Eropa. Saat di terima kopi, mereka rosting, icip (mencicipi) dan buktinya di rasa kopi,” jelasnya.

Daniel berharap, kedepan ada banyak roster yang berminat kopi Kerinci, supaya petani bisa dapat harga yang baik.

“Terus menanam kopi, ada hasilnya dari kerjaan mereka, supaya bisa kedepannya ada manfaatnya,” tandasnya.

Daniel juga berencana malam ini akan berangkat ke daera jangkat Kabupaten Merangin, dengan tujuan ke koperasi Robusta.

“Usai dari jangkat, kita langsung ke Kerinci lagi,” tutupnya. (red)

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs