David Beckham Kecelakaan Mobil
Anang-Ashanty Siap Menikah?
Anang Tantang Sumpah Pocong, Syahrini Tantang Sumpah Alquran
Inikah Alasan Krisdayanti Ceraikan Anang?
Istri-istri Osama Bin Laden
Andi Soraya Cerai Tak Terkait NII
Foto Hot Noura Dian Hartarony
Tata Kota Rimbo Bujang, Kian Amburadul
Dengan penduduknya sekitar 40 Ribu jiwa yang Heterogen dan bermata pencaharian sebagai Petani Karet dan Petani Sawit pada saat ini, Kecamatan Rimbo Bujang telah berdiri bangunan – bangunan sebagai tempat central perbelanjaan masyarakat yang menandakan bahwa Rimbo Bujang telah maju dari sebelumnya.
Mulai dari sepanjang Lintas Utama Kelurahan Wirotho Agung, disisi kiri kanannya telah terbangun kokoh deretan Ruko dengan jumlah ratusan pintu dua hingga tiga lantai. Pemandangan serupa juga sama terlihat didalam kawasan pasar Sarinah, Ruko – ruko dengan Cat penuh warna – warni yang dipakai oleh warga untuk membuka usaha dagangnya, bak Bunga yang menghiasi Kebun sehingga tampak pemandangan bahwa pasar Sarinah telah berkembang cukup pesat sebagai pusat perekonomian dan perbelanjaan.
Akan tetapi, perkembangan dalam sektor pembangunan di Kecamatan Rimbo Bujang tanpa dibarengi dengan penataan Kota yang apik dan tertata sesuai dengan Peta tata kota kecamatan Rimbo Bujang yang telah dibuat oleh Pemerintah terdahulu.
Dengan dalih membangun Kios darurat, orang – orang yang berkepentingan mengatasnamakan Lembaga atau pengurus tertentu di Kecamatan Rimbo Bujang, dengan leluasa membangun deretan – deretan Kios dijalur Hijau yang mestinya pada Peta Tata Kota tidak boleh didirikan Bangunan seperti Kios maupun Ruko.
Salah satu contoh, pembangunan Kios yang berada di samping BRI yang telah disewa warga dan Samping Terminal Rimbo Bujang yang saat ini telah mencapai sekitar 90%.
Meskipun anggota DPRD Kabupaten Tebo selaku pengontrol sekaligus katrol jalannya roda pemerintahan Daerah Kabupaten Tebo telah meradang, pembangunan Kios tersebut tetap terus dilanjutkan hingga kini dan pengurus pembangunan Kios yang tidak memperdulikan warning DPRD Tebo yang mempersoalkan izin dan lokasi, seolah – olah tanah diatas bangunan tersebut milik mereka sendiri yang seenaknya terus membangun.
“ Tata kota Rimbo Bujang sangat amburadul, sudah berulang kali DPRD Tebo memperingatkan panitia pembangunan Kios samping Terminal untuk tidak dilanjutkan pembangunannya karena lokasi tersebut bukan lokasi bangunan, tapi mereka (Panitia-Red) masih tetap membandel,” ujar pengamat pembangunan Kabupaten Tebo, Bawaihi.
Disisi lain, kita harapkan kepada DPRD Tebo, apabila pihak – pihak tertentu seperti panitia pembangunan Kios samping Terminal yakni Dinas Pasar tetap membangkang, ambil tindakan tegas dan jangan hanya peringatan panjang terus yang dilakukan demi menyelamatkan Rimbo Bujang, tegas Bawaihi. (Apek)
Pistol Anggota Polsek Rimbo Ulu, Makan Korban
Informasinya yang berhasil dihimpun koran ini, insiden yang terjadi kemarin (5/5) sekitar pukul 14.00 WIB, bermula ketika korban bersama dengan anggota polisi tersebut diduga sedang main judi bersama. Tempat mereka bermain judi yang juga tempat kejadian perkara (TKP) penembakan, terjadi di dalam Markas Komando (Mako) Polsek Rimbo Ulu.
Namun informasi lain menyebutkan peristiwa tersebut terjadi di Pasar Kembang atau pasar mingguan desa setempat yang kebetulan digelar kemarin. Mana yang benar, yang jelas Mako Polsek Rimbo Ulu dan lokasi Pasar Kembang berdekatan atau saling berhadap-hadapan.
Alasan pelaku (Dadang) menembak korban belum jelas. Dugaan sementara pelaku kesal dengan korban saat bermain judi. Dugaan lain pelaku ingin membuktikan bahwa senjata api yang dimilikinya tidak macet, karena dikompor-kompori oleh korban yang menganggap Senpi pelaku tidak bisa bunyi.
“Pelaku memang sedikit arogan, karena pernah pamer dengan menembakan senjatanya ke atas di depan umum,” kata salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Namun dengan sasaran yang salah, pelaku menyodorkan Senpi tepat di dada kanan. Naas bagi korban, Senpi itupun meletus dan mengeluarkan timah panas yang langsung menembus tubuhnya.
Melihat korban yang terkapar dengan darah mengucur deras pelaku langsung membawa korban ke Puskesmas Rimbo Ulu, yang berjarak sekitar dua kilometer dari TKP. Tim medis Puskesmas tersebut, ketika dikonfirmasi koran ini membenarkan adanya korban yang menderita luka tembak.
Namun menurut tim medis, kondisi korban tidak begitu parah, karena peluru tidak mengenai organ dalam tubuh. Peluru mengenai tulang dada bagian atas. Setelah diperiksa lagi, tidak menemukan peluru yang bersarang di tubuh korban.
“Kondisi korban masih baik, tapi kami mengkhawatirkan korban akan kehabisan darah, untuk itu kami rujuk ke Rumah Sakit,” kata tim medis yang enggan disebut namanya. Juga dikatakan korban dirujuk ke Rumah Sakit Bersaudara di Kabupaten Bungo.
Sementara, Kapolres Tebo AKBP. M.Arifin ketika dikonfirmasi terkait hal itu membenarkan kejadian tersebut. “ Ya benar, TSK bernama Brigadir Dadang anggota Polsek Rimbo Ulu,” ujar Arifin ketika dikonfirmasi koran ini, Kamis (5/5) via Ponsel.
Namun, Kapolres Tebo ini menyangkal bahwa TSK dan korban ketika sebelum kejadian tengah bermain Judi. Diceritakan Kapolres kepada koran ini, menurut informasi sementara yang didapat dari Polsek Rimbo Ulu, kronologis kejadiannya Kamis kemarin, sekitar pukul 14.00 WIB TSK Dadang yang sedang piket, izin dengan Kapolsek Rimbo Ulu untuk makan siang di salah satu Warung yang ada di Rimbo Ulu.
Ketika sedang Makan siang cerita Kapolres lagi, kebetulan TSK saat itu bersama korban Karim. Setelah makan, TSK mengeluarkan Senjata Apinya untuk dibersihkan dan pada saat itu juga korban masih berada disamping TSK.
Namun, tiba-tiba Senjata Api milik TSK meletus kearah korban dan mengenai bagian Dada. Ditegaskan Kapolres, setelah kejadian TSK langsung diamankan ke Mapolres Tebo guna penyelidikan.
“ TSK diamankan di Polres, kita belum tahu bagaimana kejadian sebenarnya. Apakah itu faktor kesengajaan atau kelalaian,” kata Kapolres. Kalau faktor sengaja tentunya itu tindak pidana yang perlu diselidiki, apabila faktor kelalaian, TSK juga harus mempertanggung jawabkan perbuatannya seperti menjalani sidang disiplin, ucapnya lagi ketika dikonfirmasi koran ini sedang dijalan menuju rumah sakit untuk melihat korban. (Apek)


