Diisukan Bawa Massa dari Luar dan Dibayar, Ini Jawaban Tegas Relawan AZAS!

Tak bisa dipungkiri, setiap kegiatan blusukan AZAS selalu dipenuhi warga. seperti hari Minggu (08/11) di Karya Bakti dan Koto Lebu kecamatan Pondok Tinggi (adz)

Sungai Penuh, Merdekapost.com - Semakin meningkatnya kecintaan masyarakat Kota Sungai Penuh terhadap Paslon Cawako-Cawawako nomor urut 1 (Satu) Ahmadi-Antos ternyata membuat oknum yang tidak menyenangi AZAS menjadi semakin gusar dan membuat isu-isu miring serta pembusukan-pembusukan. 

Sehingga, setiap agenda dan kegiatan Paslon AZAS selalu saja diintip oleh oknum tersebut guna mencari-cari bahan 'bullian' untuk diviralkan. 

Diviralkan oleh segelintir oknum warganet yang diduga kuat adalah tim paslon lain, mengunggah video dan photo sekelompok orang menaiki mobil pick up dan orang tersebut mengikuti blusukan AZAS.  

Menanggapi hal ini, Novrianto Dahmunir yang merupakan salah satu relawan AZAS mengatakan "Berapa sih kapasitas mobil pickup? Palingan 10 sampai 15 orang, Itupun isinya militan AZAS dari Kecamatan dalam Kota Sungaipenuh.  

Baca Juga: Aneh, Semakin Diserang dengan Isu Miring, Dukungan untuk AZAS Terus Mengalir

"Anggap saja 2 sampai 3 mobil kalikan saja berapa jumlahnya. Sementara yang hadir dilokasi jumlahnya beratus-ratus bahkan ribuan orang, Hitung sendiri berapa persen dari jumlah masa secara keseluruhan", ujarnya.

Lebih lanjut, pria yang sering disapa Mbut Nov ini menegaskan kelebihan AZAS adalah mempunyai masa militan yang merata, ada dimana-mana, Sehingga tanpa diminta militan tersebut akan mengiringi AZAS, mereka tidak dibayar dan mereka secara sukarela karena mereka adalah pendukung perubahan kota Sungai Penuh". 

Baca Juga: Isu Partai Berkarya Alihkan Dukungan ke Fiyos, Hanya Isapan Jempol

"Hadirnya militan AZAS dari luar desa atau kecamatan tempat lokasi blusukan adalah bentuk keseriusan masyarakat untuk memilih AZAS. Militan tersebut sama sekali tidak dikondisikan apalagi dimobilisasi atau dibayar untuk hadir. Sementara warga lokal yang hadir jumlahnya mayoritas", ungkapnya.

"Jika AZAS menghadirkan massa dari luar dan dibayar, maka untuk menghadirkan ribuan orang dilokasi blusukan, butuh berapa ratus mobil pick up? AZAS tidak perlu melakukan mobilisasi massa seperti itu, tidak ada anggaran untuk bayar massa sebanyak itu". Ujar Mbut Nov sambil tertawa.

"jadi, sebenarnya tidak ada masalah dengan hal ini, namun sengaja dibesar-besarkan oleh pihak lain, lagipula, jika memang seandainya ada beberapa orang yang dari luar yang ikut bersama AZAS blusukan, itu adalah nilai plus bagi kita, karena mungkin mereka bisa menyampaikan pesan perubahan kepada keluarga dan sanak famili mereka di wilayah blusukan itu, dan ini berarti bahwa pesan perubahan itu sudah sampai kemana-mana, menyebar keseluruh penjuru Kota Sungai Penuh". Pungkasnya. (adz)  

Related Posts

0 Comments:

Post a Comment


Recent Posts

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Privacy Policy | Disclaimer | Peta Situs