Aneh, Dinas PUPR Kerinci Tak Akui Proyek Drainase Ini, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Proyek pembangunan drainase di Kerinci yang diduga bermasalah, hingga saat ini belum diketahui milik siapa dan siapa yang bertanggung jawab, karena masing-masing pihak mengelak. (adz/jpnn)

MERDEKAPOST.COM | KERINCI - Proyek drainase di perbatasan Sungai Deras dengan Desa Sungai Tutung Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, sampai saat ini tidak diakui keberadaannya oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kerinci. 

Informasi yang diterima koran ini, bahwa proyek tersebut menghabiskan dana sekitar Rp 200 juta, merupakan milik Dinas PUPR. Tapi pihak Dinas PUPR enggan mengakuinya, karena diduga bermasalah dari awal pembangunan. Menurut sumber yang diperoleh koran ini, paket proyek saluran pembuangan tersebut diduga tanpa fondasi dan melekat pada proyek sebelumnya. 

Selain itu, proyek yang meninggalkan material di sepanjang lokasi proyek tersebut, jelas mengganggu pengguna jalan. Namun sampai saat ini, pihak PUPR tidak mengakui keberadaan drainase di pinggir jalan strategis provinsi tersebut. 

Sebelumnya, PPTK Jalan Dinas PUPR Kerinci, Yalpani mengaku, tidak mengetahui itu proyek siapa, yang jelas itu bukan milik PUPR Kerinci.

"Bukan kita yang punya proyek drainase tersebut, kalau pembangunan bahu jalan, ya itu dana PUPR Kerinci," terangnya.

Dikatakan Yalpani, itu juga bukan dana provinsi, bisa jadi Dana Desa.

"Bukan paket pekerjaan kita itu, coba tanya Kades, mungkin dana desa," terangnya.

Safwan, Kepala Dusun Beringin Jaya, Desa Baru Sungai Deras dikonfirmasi memastikan bahwa proyek drainase yang berlokasi di pinggir jalan, di perbatasan Sungai Deras bukan milik desa Baru Sungai Deras, tapi itu proyek PUPR Kerinci.

"Proyek itu milik PUPR, bukan milik desa. Kami sudah tanya yang mengerjakannya, bahwa itu proyek PUPR Kerinci," katanya.

Dikatakannya, proyek tersebut diduga bermasalah seperti pekerjaan tidak pakai fondasi, kemudian terjadi tumpang tindih pada proyek sebelumnya. Tidak hanya itu, kontraktor tidak membersihkan sisa material di badan jalan.

"Proyek itu tidak pakai pondasi dan tumpang tindih dengan proyek lama," katanya.

Padli, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR saat hendak ditanya awak media soal keberadaan proyek drainase tersebut, belum ada jawaban. Hingga Kamis (4/2) sore, yang bersangkutan belum memberikan jawaban. Begitu juga dengan Kabid SDA, Hadri juga tidak menjawab pesan singkat yang dikirimkan. (tim | jpnn)

Related Postss

0 Comments:

Posting Komentar

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs