Harga Pakan Tinggi, Peternak Menjerit dan Prustasi, Gerbang Tani Minta Pemerintah Turun Tangan

Ketua DPW Gerbang Tani Provinsi Jambi Eko Waskito. (adz/mpc)

Jambi, Merdekapost.com - Saat ini mayoritas peternak mengalami kerugian dan penurunan harga yang sangat besar. Hal ini disebabkan menurunnya penjualan selama Pandemi Covid-19 dan kenaikan harga pakan yang diberlakukan oleh perusahaan penyedia pakan. Harga pakan ternak dalam 2 bulan terakhir mengalami kenaikan yang cukup signifikan. 

Kenaikan tersebut menyebabkan banyak peternak frustasi dan bahkan ada yang nekad membuang telur-telur tersebut karena harga jual yang lebih rendah dibanding harga produksi.

Kenaikan harga pakan tersebut sangat didominasi oleh kenaikan bahan baku pakan yang 75%nya adalah impor. Sementara perusahaan pengimpor bahan baku impor tersebut hanyalah beberapa saja, tercatat ada empat besar pengimpor bahan baku yang menguasi pasokan bahan baku impor. 

Ilustrasi peternak sedang menyiapkan distribusi pakan ternak. (ist)

“Keputusan sepihak pabrik pakan menaikkan harga pakan ternak sangat disayangkan. Hal ini menyebabkan kerugian ganda. Kerugian bagi peternak dan juga kerugian bagi upaya pemenuhan gizi yang baik untuk menghilangkan stunting. “ Ujar Idham Arsyad ketum DKN Gerbang Tani.

“Keputusan menaikkan harga pakan, juga bertentangan dengan keputusan Kemendag dan Kemenkeu. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 142/PMK.010/2017 tentang Perubahan kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 267/PMK.010/2015 tentang Kriteria dan/atau Rincian Ternak, Bahan Pakan Untuk Pembuatan Pakan Ternak dan Pakan Ikan yang Atas Impor dan/atau Penyerahannya Dibebaskan dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai telah jelas mengecualikan bahan tertentu dari pajak. Selain itu, juga telah ada Edaran dari Dirjend Perdagangan Dalam Negeri yang memerintahkan pelarangan menaikkan harga pakan.” Ujar Idham dalam rilisnya.

Karena itu DPN Gerbang Tani : 

1. Menolak keputusan pabrik menaikkan pakan ternak karena menyebabkan kerugian para peternak

2. Memohon kepada Menteri Perdagangan untuk membuka akses terhadap pengadaan bahan baku pakan ternak sehingga tidak menyebabkan kelangkaan

3. Memohon KPPU untuk menyelidiki potensi kartel dalam industri pakan peternakan.

Ilustrasi peternak membagikan pakan ternak. sekarang ini dengan naiknya harga pakan membuat para peternak menjadi lesu. (ist) 

Terkait persoalan ini, Ketua DPW Gerbang Tani Provinsi Jambi Eko Waskito juga menyatakan.

Menurutnya, "harus ada intervensi Pihak Pemerintah atas kenaikan pakan ternak, di tambah lagi harga bibit ternak juga ikut naik, disaat negara sedang gencar mendorong inovasi ekonomi skala lokal, disaat itu pula para pengusaha pakan ternak memanfaatkan harga pakan dan bibit ternak,  sehingga petani ternak dan kelompok masyarakat menjadi lesu untuk terlibat dalam UMKM di bidang petani peternak".

Eko juga menghimbau pemerintah pusat dan Pemerintah daerah untuk mendata perusahaan dan kelompok-kelompok masyarakat yang berusaha dibidang penyedia pakan ternak agar ada sinergisitas aksi nyata dalam menyikapi persoalan ini. tutupnya. (hza)

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Sejarah Kerinci | Peta Situs