(Tips Top) Cara Jitu Luluhkan Wanita Seksi...
Carateker MM, Harus Eselon II A Provinsi
MUARA TEBO, MP -- BERAKHIRNYA masa jabatan Bupati Tebo H. A. Madjid Muaz, MM pada 12 Juni mendatang, harus digantikan oleh Carateker sebagai pengganti sebelum ditetapkannya bupati terpilih pada pemungutan suara ulang 5 Juni mendatang.
Sebagai bupati yang akan segera menghabiskan masa jabatannya hingga 12 Juni mendatang, ia sudah melakukan konsultasi ke Mendagri.
Hal ini dikatakan oleh Bupati Tebo, H.A, Madjid Muaz MM, kapada sejumlah wartawan Senin (23/05) kemarin. Ia mengatakan bahwa dirinya telah melakukan konsultasi terkait akan berakhirnya masa jabatannya tersebut. Madjid juga mengatakan dirinya telah melaporkan hal tersebut kepada Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus (HBA).
“Saya sudah melakukan konsultasi dengan departemen dalam Negeri dan saya juga sudah melaporkan ke Gubernur Jambi, ”katanya.
Dikataknnya, dari konsultasi tersebut bahwa sebagai pengganti dirinya menjelang dilantiknnya Bupati terpilih dijabat carateker PNS Penuh. Dan PNS tersebut harus pejabat Eselon II A yang bertugas di provinsi.
“Kalau saya kan sudah pensiun setelah tanggal 12 nanti dan utuk meneruskan jabatan itu tidak bisa lagi, yang harus mengisi kekosongan tersebut adalah carateker PNS penuh, bisa saja Wakil Gubernur dan Asisten, ”sebutnya.
Ia menyebutkan, pengganti nantinya akan ditentukan oleh Gubernur Jambi yang kemudian direkomendasikan ke Mendagri, dan semua itu tergantung pada Gubernur yang menentukan.
“Yang jelas yang menjabat carateker tidak boleh kepala Biro atau kepala Dinas, ”pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus menyatakan bahwa carateker bupati Tebo tersebut akan ditunjuk langsung olehnya. “Carateker Bupati Tebo tersebut nantinya yang jelas dari pejabat netral, “ungkap Gubernur pada waktu itu. )ald
Yopi-Suka Saling Serang
Pengamat : Etika Politik Terabaikan
TEBO, MP - Dua kandidat cabup dan cawabup Tebo, Yopi-Spto dan Sukandar-Hamdi, mulai saling serang, 12 hari jelang Pemilukada Tebo 5 Juni mendatang. Bahkan para tim sukses kedua kandidat saling membuat laporan ke Panwaslu Kabupaten Tebo untuk menunjukkan pelanggaran-pelanggaran lawan politiknya.
Para kandidat ini melakukan serangan dengan berbagai cara untuk menjatuhkan lawan politiknya. Mulai dari perkataan langsung, melalui spanduk hingga perang selebaran. Bahkan tak sedikit hingga adu jotos yang berujung pada pidana Pemilu yang ditangani oleh kepolisian.
M Chudori, Direktur Media Centre Suka-Hamdi, mengatakan bahwa tim mereka di lapangan sering diintimidasi oleh lawan politiknya. Bahkan bukan hanya diintimidasi, ada tim suksesnya yang dipukul oleh salah satu tim sukses kandidat. Menurut Chudori, lawan politik mereka itu sering sekali melakukan black campaign.
‘‘Di lapangan tim Suka-Hamdi banyak yang diintimidasi. Banyak tudingan-tudingan yang diarahkan ke kita. Padahal sudah jelas terbukti sekarang siapa yang curang. Kalau tidak ada kecurangan tidak mungkin Pilkada Tebo ini diulang, hal ini karena terbukti ada kecurangan,’‘ ujar M Chudori.
Dikatakan Chudori, black campaign yang dilakukan oleh lawan politiknya itu berupa penyebaran selebaran kepada masyarakat. Menurutnya banyak selebaran yang ditemukan di lapangan yang isinya menyudutkan kandidat nomor satu itu.
‘‘Banyak selebaran beredar seolah-olah Suka-Hamdi yang banyak bersalah. Padahal sudah jelas terbukti siapa yang curang pada Pilbup kemarin,’‘ jelasnya.
‘‘Masyarakat sudah cerdas sekarang. Sudah tahu siapa yang curang dan siapa yang melakukan black campaign. Kalau kami tidak pernah melakukan black campaign atau apa pun kecurangan lainnya. Tidak benar kami ada melakukan money politic, kami hanya membiayai operasional tim sukses. Kami selalu berpolitik santun,’‘ tambahnya.
Terpisah, Sugianto, Ketua Tim Pemenangan Yopi-Sapto, mengatakan bahwa pihaknya akan tetap memenangkan pemungutan suara ulang ini. Ditemui di Posko Yopi-Sapto, di Jalan Simpang Jambi, Muaratebo, dia mengatakan, saat ini lawan politik mereka sering melakukan black campaign untuk menjatuhkan Yopi-Sapto. Padahal kata Sugianto, dari awal mereka selalu berpolitik santun. Tidak ada melakukan kecurangan seperti yang dituduhkan kepada mereka.
‘‘Banyak selebaran kita temukan bahwa Yopi-Sapto telah melakukan kecurangan, padahal itu sama sekali tidak benar. Kita tidak ada melakukan kecurangan, malah sebaliknya kita selalu berpolitik santun. Yang melakukan kecurangan itu lawan politik kita,’‘ tutur Sugianto.
Untuk itu Sugianto berharap agar yang melakukan black campaign itu segera ditindak. Sebab menurutnya itu merupakan perbuatan yang tidak bertanggungjawab yang bisa merugikan kandidatnya. ‘‘Tapi masyarakat sudah cerdas juga. Apapun yang terjadi, Yopi-Sapto tetap akan menang,’‘ katanya tersenyum.
Hal senada juga diungkapkan oleh Syamsu Rizal, Tim Pemenangan Yopi-Sapto. Menurutnya tim mereka sama sekali tidak pernah melakukan black campign. Begitu juga dengan menyebarkan selebaran, menurut Iday-sapaan Syamsu Rizal, red-, mereka tidak pernah menyebarkan selebaran. ‘‘Kita selalu berpolitik santun,’‘ jelasnya.
Iday menilai black campign yang dilakukan oleh lawan politiknya itu merupakan bentuk ketidaksanggupan untuk bertarung kembali. Untuk itu ia meminta agar petugas mengusut tuntas pelaku black campign itu. ‘‘Kita minta segera ditindak,’‘ pungkasnya.
Sementara itu, Pengamat Hukum Jambi, Thabrani M Saleh saat dimintai tanggapannya mengenai gesekan-gesekan yang terjadi menjelang pelaksanaan pemungutan suara ulang, mengatakan, konflik ini bakal berkepanjangan.
“Saya menilai, konflik Pemilukada ulang di Tebo ini bakal berkepanjangan. Selama ada kandidat dan tim ini tidak menyadari sebab akibatnya,” ujarnya kepada harian ini kemarin (24/05).
Thabrani menambahkan, konflik antar pendukung atau para kandidat dalam Pemilukada ulang ini dampaknya tidak bagus terhadap masyarakat.
“Ini terjadi karena mereka sama-sama takut kalah, kondisi seperti ini sudah tidak kondusif dan tidak sehat lagi. Makanya mereka saling menjatuhkan,” tambahnya.
“Mereka membuat isu-isu yang buruk, saling menjatuhkan dan mencari-cari kelemahan lawannya. Jadia siapa pun yang menang nanti konflik pasti berkepanjangan, para pendukungatau kandidat yang kalah pasti tidak puas,” jelasnya.
Jadi menurutnya, dalam perebutan orang nomor satu di Tebo ini, para kandidat dan tim sudah mengabaikan etika dalam berpolitik.
“Kalau ada etika politik pasti tidak akan seperti ini. Kalau seperti ini sudah mengabaikan etika dalam berpolitik, mereka sudah jor-joran seperti ini dan menghalalkan segala cara untuk menang, siap habis-habisan dan mengeluarkan kekuatan yang ada,” sebutnya.
Untuk itu, kandidat yang bertarung harus bersama-sama kembali kepada kondisi awal demi masyarakat Tebo.
“Anggaplah siapa yang terpilih itu merupakan amanah kepadanya, ini demi masyarakat Tebo juga, “ ungkapnya.
Namun jika tetap dengan kondisi seperti ini, angka golput pada pemungutan suara ulang ini jumlahnya akan tinggi. “Kalau tetap seperti ini, besar kemungkinan angka golput akan meningkat, karena sebagian masyarakat sudah tidak simpati lagi dengan cara-cara yang dilakukan para kandidat,” tuturnya.
Pengamat lainnya, Sayuti Una mengatakan, jika sesuatu dimulai dengan konflik maka selanjutnya akan tetap terjadi konflik.
“Jadi jika sesuatu diawali dengan konflik, maka konflik ini akan berkepanjangan. Karena yang menang merasa kemenangannya tertunda gara-gara adanya yang menggugat. Begitu juga untuk yang menggugat, ia juga ingin menang. Jika sesuatu diulang seperti ini seringkali diwarnai itu,” katanya.
Selain itu, gesekan-gesekan ini terjadi karena adanya indikasi melemahnya nilai-nilai kesatuan akhir-akhir ini, berkembangnya iklim saling kurang menghargai, terutama dalam artikulasi politik.
Untuk meredam konflik ini, menurut Sayuti pihak Panwas yang mempunyai wewenang harus lebih pro aktif. “Namun sayangnya undang-undang memberikan kewenangan yang kecil kepada Panwas, karena sifatnya mereka hanya sementara,” sebutnya.
“Selain itu pemerintah daerah maupun tingat provinsi yang sedang berkuasa harus memberikan pencerahan yang fair kepada masyarakat dan pendukung serta para kandidat. Namun sekarang itu susah mau memberikan pencerahan secara fair, disebabkan pemerintah sudah terlibat politik,” sambung Sayuti.
Adanya gesekan-gesekan antar pendukung, tim sukses bahkan kandidat ini akan berdampak bagi angka golput. “Ini akan berdampak bagi para pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya. Bagi yang memilih, mereka harus jeli dalam menentukan pilihan,” tandasnya. )ald
Yopi-Sapto Kutuk Black Campaign
- Jelang Pemilukada Ulang 5 Juni
JAMBI – Pasangan nomor urut tiga Yopi Muthalib-Sri Sapto Edi (Yopi-Sapto) mengutuk keras black campain (kampanye hitam) dalam bentuk selebaran dengan menyudutkan pasangan kandidat jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) ulang Kabupaten Tebo 5 Juni mendatang. “Pemilukada adalah ajang menunjukkan program kepemimpinan seorang kandidat, bukan malahan menjadi ajang saling merusak citra dengan menyebarkan fitnah dan membongkar aib lawan politik.
Kita mengutuk perbuatan tersebut,” tegas Irwan Suhanto, Direktur Eksekutif Social and Political Strategic Center (SPACE) Yopi-Sapto, kemarin (22/5). Biasanya, dalam Pemilukada ulang, setelah keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dikeluarkan, maka beberapa kandidat langsung saja melakukan kampanye hitam dengan cara menyebarkan pamflet, spanduk, dan lian-lain. “Masyarakat pemilih sebaiknya segera diinformasikan tentang kondisi faktual kenapa Pemilukada diulang, disinilah fungsi KPU dan aparat pemerintah daerah terkait,” katanya.
Kampanye hitam sebutnya, juga dapat dipergunakan sebagai alat mendakwa seorang kandidat dengan telah melakukan kecurangan. Bahkan, yang terburuk adalah dilakukannya praktik-praktik kontra propaganda seperti merusak rumah atau posko pemenangan sendiri. “Dan atau melakukan intimidasi sendiri dengan harapan agar pemilih menganggap mereka telah didzolimi oleh kandidat lain,” cetusnya.
Hal yang terburuk adalah ketika seorang kandidat atau tim pemenangannya membuat selebaran yang mengajak pemilih agar tidak memilih karena perkara suku, ras dan agama, dengan target pemilih marah pada kandidat lain karena dianggap melakukan kampanye berbau sentimen suku, ras dan agama.
“Dalam logika demokrasi modern maka praktik-praktik ini bukan saja menyesatkan, tetapi juga dapat menciptakan konflik horizontal. Kandidat yang gemar mengadu domba rakyatnya hanya untuk sekedar meraih suara sebanyak-banyaknya dan memenangkan Pemilukada jelas tidak layak dipilih. “Karena praktik ini pasti akan dimainkan kembali untuk melanggengkan kekuasaannya apabila terpilih. Walaupun demikian, saya masih yakin bahwa masih ada kandidat yang memiliki etika politik dan rakyat pemilih diyakini sudah cukup pintar dalam memilih pemimpinnya,” cetusnya lagi.
Untuk itu, kepada kandidat yang melakukan kampanye hitam untuk bisa membuktikan bahwa dirinya lebih layak dipilih rakyat ketimbang lawan-lawannya. Dengan catatan dilakukan dengan cara yang bersih dan beretika. “Saat mereka mencalonkan diri sudah berpikir tentang masa depan rakyatnya. Bukan hanya sekedar berpikir tentang kepentingan politik kekuasaan semata,” tukasnya. )joe
Tim Yopi-Sapto Mantapkan Saksi
Pihaknya juga memprioritaskan agar lewat jaringan yang dimiliki, maka masyarakat tetap mempunyai hak pilih. “Tentunya dengan melakukan kontrol di masyarakat untuk melihat apakah mereka sudah terdaftar sebagai pemilih, memiliki kartu pemilih dan hal-hal lain yang berkaitan dengan upaya meningkatkan partisipasi masyarakat agar kualitas Pemilukada kali ini lebih baik,” cetusnya.
Diterangkannya, apabila ada masyarakat yang sampai saat ini belum juga terdaftar sebagai pemilih, maka segera menghubungi media center Yopi-Sapto atau mendatangi Ketua KPPS di wilayah masing-masing. “Kami juga atas nama pasangan Yopi-Sapto menghimbau masyarakat kabupaten Tebo agar menggunakan hak pilih sebaik-baiknya. Karena Pemilukada adalah pertaruhan besar masa depan kabupaten Tebo,” tegasnya.
Bagi para pendukung dan simpatisan pasangan Yopi-Sapto agar tetap tenang dan tertib menjaga kondisi Kabupaten Tebo. “Ini sesuai dengan karakter pasangan Yopi-Sapto yang memang tenang dan sejuk,” katanya.
Kepada masyarakat agar tidak terlalu berlebihan menanggapi muncul dan beredarnya selebaran gelap dan issu-issu yang cenderung meresahkan masyarakat. “Energi kita masih dibutuhkan pasca Pemilukada untuk bersama-sama membangun Tebo, jadi pergunakanlah dengan sangat efisien,” tukasnya. (ald)
Said Agil Siradj: NU Bukan Tempat Karir Politik
Kediri - Ketua Umum PBNU terpilih KH Said Agil Siradj, membuktikan tekadnya untuk mengembalikan NU kepada khitahnya jauh dari dunia politik. Setiap kader dimintanya untuk legowo meninggalkan dunia politik, karena NU dianggapnya bukan sebagai tempat yang tepat untuk mengembangkannya.
Ini disampaikannya saat berkunjung ke kediaman pengasuh Ponpes Lirboyo KH Achmad Idris Marzuki, Rabu (7/4/2010) malam. Menurutnya, khitah NU dengan tegas telah menyebutkan larangan bagi setiap kadernya untuk berpolitik.
"Di khitah memang menyebut demikian. Seorang ketua I, baik itu ketua umum atau ketua cabang di daerah memang tidak diijinkan berkiprah di dunia politik, tidak diizinkan untuk dukung mendukung dan lain sebagainya," ungkap Said tegas.
Mengenai adanya sejumlah nama kader NU yang terlanjur memiliki jabatan atau akan mencalonkan diri, dengan tegas juga Said meminta mereka mengundurkan diri dari kepengurusan NU. "NU bukan karir politik. Jadi barang siapa yang ingin berkarir politik ada PKB,PPP, Demokrat, Golkar dan lain sebagainya. Jadi NU bukan karir politik," tegasnya.
Tekad mengembalikan NU ke khitah diakui bukan semata-mata karena desakan kalangan ulama, tapi merupakan keinginan seluruh warga nadhliyin yang memang menginginkannya sejak lama.
Terkait susunan kepengurusan PBNU yang akan diselingi orang-orang diluar faham ahlus sunnah wal jama'ah, Said enggan memberikan banyak komentar. Dia lebih memilih mengatakan jika kepengurusannya akan merangkul seluruh kalangan di NU, termasuk yang menjadi lawannya dalam pencalonan.
"Kalau ada yang meragukan ya silahkan saja, kita lihat saja nanti bagaimana kepengurusan saya. Yang jelas saya siap menggandeng seluruh elemen di NU ini, termasuk yang sampeyan tanyakan mengenak Pak Achmad Bagja," papar Said.
Terpisah, KH Achmad Idris Marzuki meminta seluruh warga nadhliyin, agar menerima keberadaan Said Agil Siradj sebagai Ketua PBNU yang baru. Menurutnya, memang tidak semua elemen di NU bisa menerima Said Agil dan KH Sahal Mahfudz sebagai Ketua dan Rais Aam PBNU terpilih.
"Bagi Pak Said, ini sejatinya bisa dijadikan momentum untuk membuktikan sejumlah tudingan miring itu. Jadi alangkap baiknya kita terima beliau dan kita berikan kesempatan bekerja," ujar Mbah Idris.
Sebelumnya, kalangan ulama memang banyak yang menuding Said Agil bukanlah orang NU sejati, karena terlalu mengakomodir kalangan diluar Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, serta memiliki kedekatan lebih terhadap pemerintahan.(ald/d.com)
Tanggal 27 & 28 Mei Waktunya Kaum Muslimin Benahi Arah Kiblat
Posisi Matahari Tepat Diatas Ka'bah
Malang - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang mengimbau kaum muslim untuk membenahi arah kiblat pada tanggal 27 dan 28 Mei 2011 mendatang. Pasalnya, tepat pukul 16.18 WIB, posisi matahari berada tepat di atas kabah.
Sekretaris PCNU Kabupaten Malang Abdul Mujib Syadzili menuturkan, matahari di dua hari itu berada di 20 derajat, 25 menit Lintang Utara dan 39 derajat, 50 menit Bujur Timur. Posisi itu persis di atas kabah, dan bisa menjadi acuan umat muslim untuk menentukan arah kiblat.
"Dua hari itu menjadi momen yang tepat memperbaiki arah kiblat kita. Di Saudi Arabia, posisi matahari terjadi saat pukul 12.18, sedangkan disini pukul 16.18 WIB," kata Mujib, kepada detiksurabaya.com, Rabu (25/5/2011).
Menurutnya, masih banyak masyarakat berpolemik tentang posisi kiblat. Arah barat dengan menggeser 25 derajat menjadi acuan selama ini. Dengan momen dua hari itu, masyarakat hanya melihat dimana posisi matahari untuk menjadi acuan menjalankan ibadah salat lima waktu. "Dimana posisi mataharinya, disitulah kabah berada," jelasnya.
Dia berdalih, posisi matahari ini diperoleh dari rukyah ulama NU. Dan diinformasikan kepada seluruh umat. "NU yang memiliki dan mengetahui posisi matahari tanggal itu tepat di atas kabah," bebernya.
Dia menambahkan, pada bulan berikutnya. Terjadi kembali momentum yang sama. Yakni Tanggal 15 dan 16 Juli 2011, pada pukul 16.27 WIB, posisi matahari kembali berada persis di atas kabah.
Masyarakat juga dapat menggunakan dimana posisi matahari waktu itu sebagai acuan arah kiblat. "Dua waktu itu, kesempatan untuk menentukan arah kiblat kita," ujarnya.(ald)
Normansyah : KAHMI Diharap Jadi Katalisator Perubahan
KAHMI Diminta Beri Masukan Konstruktif
Tiga Bupati Rebut Ketua KAHMI Jambi
Surat Suara Pemilukada Ulang Tebo Dicetak Pekan Depan
Waktu untuk percetakan ini, terangnya, akan memakan waktu selama satu Minggu. “Mungkin sekitar tanggal 27 Mei sudah selesai, kemudian lansung dibawa ke Tebo dengan pengawalan yang ketat sesuai dengan ketentuan.
Sekarang sudah ada anggota kita yang standby di Jakarta menunggu proses percetakan hingga selesai dan disitribusikan ke Tebo,” jelasnya. Untuk jumlah surat suara yang akan dicetak sesuai dengan jumlah DPT, yaitu sebanyak 207.598 ditambah 2,5 persen.
Saat ini, pihaknya masih melakukan pemantapan penyelenggara. Seperti Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
“Dalam waktu dekat kita akan melakukan Bintek untuk PPK, PPS dan KPPS. Namun Bintek untuk KPPS tidak berbarengan dengan PPK dan PPS, karena jumlah KPPS ini banyak,” katanya.
Sejauh ini, proses persiapan untuk pemungutan suara ulang berjalan lancar. “Sebelumnya sempat kita khawatirkan masalah anggaran, namun semuanya sudah berjalan. Untuk anggaran ada pemangkasan, yang kita ajukan sebanyak Rp 3,7 M, sedangkan yang dikabulkan sebanyak 3,3 M,” pungkasnya. (zie)
Yasir Arafat Ketua KAHMI Kota Jambi
"KAHMI Bukan Organisasi Politik"
Photo : Yasir Arafat
JAMBI - Ketua KPU Provinsi Jambi, M. Yasir Arafat, terpilih sebagai Ketua Korps Alumni HMI (KAHMI) Kota Jambi. Rencananya pelantikan akan digelar malam ini di Hotel Matahari. Kepada koran ini, Yasir mengatakan KAHMI Kota Jambi merupakan wadah silaturrahmi para alumni HMI terutama yang berdomisili di Kota Jambi.
“Kita berharap meski tidak lagi di HMI, namun para alumni tetap bisa menjalankan misi ke-HMI-an sehingga tetap bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat,” kata Yasir, kemarin.
Dia menegaskan, KAHMI bukanlah organisasi politik. Meski sejumlah kadernya banyak duduk di partai. Namun, di KAHMI alumni yang berasal dari berbagai profesi bisa duduk satu warna untuk memberikan kontribusi.
Dikatakannya, wajah KAHMI adalah berasal dari berbagai profesi. Mulai dari pengusaha, politisi hingga birokrat. Tentu lembaga KAHMI sifatnya hanya tempat berhimpun untuk menjalin silaturrahmi sehingga kontribusi pemikiraan dari beragam warna bisa memberikan dampak bagi masyarakat.
Soal alumni yang ikut ambil bagian dalam Pilwako, Yasir mengatakan itu sah-sah saja. Namun soal dukungan, tentu saja akan dibicarakan lebih lanjut. “Kalau itu nanti akan dibicarakan,” katanya.
Program ke depan, Yasir mengatakan yang menjadi fokus adalah bagaimana KAHMI bisa menjadi lembaga mandiri. Sehingga bisa mengurangi ketergantungan dengan pihak lain.
“Ini yang akan menjadi fokus kita. Selain itu, program yang sifat menyentuh ke masyarakat baik dibidang, ekonomi, politik dan hokum,’’ tukasnya. (ald/mj)
BEM IAIN Segel DPRD Provinsi
Photo : Petugas DPRD Provinsi Jambi melepas kertas segel yang dipasang beberapa orang.
JAMBI–Merasa kecewa dengan tingkah laku anggota DPRD Provinsi Jambi, puluhan mahasiswa dari BEM IAIN STS Jambi, Jumat kemarin, menyegel ruang-ruang komisi DPRD Provinsi Jambi. Aksi ini dilakukan akibat tidak puas dengan kinerja dewan yang beberapa waktu belakangan ini selalu melakukan kunjungan kerja (Kunker) dan meninggalkan gedung DPRD sampai tak berpenghuni.
Tidak puas menyegel, sejumlah siswa mencoret-coret seluruh wajah DPRD yang terpampang dalam foto di dinding komisi. Mereka juga menempelkan tulisan-tulisan di pintu masuk setiap komisi. Tulisan itu misalnya Gedung DPRD Provisni Jambi disegel. Selain itu terdapat tulisan DPRD bukan wakil rakyat, DPRD mementingkan dirinya sendiri dan sebagainya.
Kejadian ini sontak saja mengundang reaksi keras dari anggota Satpol PP yang berjaga di gedung DPRD. Akibatnya, aksi perang mulut yang nyaris berujung bentrok terjadi sekitar pukul 10.00 WIB kemarin. Pol PP menilai aksi itu sudah berlebihan.
Presiden BEM IAIN STS Jambi, Awang Azhari yang memimpin aksi ini mengatakan, penyegelan ini karena DPRD sudah tidak mempunyai hati nurani lagi. Padahal mereka sudah disorot dan di-sweeping beberapa waktu lalu. ”Seperti yang kami katakan kemarin anggota dewan tidak punya malu. Bahkan mereka tidak pernah berada di kantor,” ujarnya.
Mereka juga merasa muak dengan alasan-alasan dewan untuk meninggalkan gedung. “Apapun alasannya DPRD lebih mementingkan dirinya sendiri dari pada rakyat. Maka kami segel ruangan DPRD,” tegasnya.
Sebenarnya saat penyegelan kemarin ada beberapa anggota DPRD yang piket, yaitu Tajuddin Hasan, Sabaruddin dan Dillah Hikmah Sari. Sedangkan anggota dewan lainnya sedang mengikuti Orientasi Pendalaman Tugas Badan-badan Kelengkapan Dewan. Kegiatan wakil rakyat ini dilakukan di Hotel Orchard Jakarta mulai 12-15 Mei ini.
Sayangnya, anggota DPRD yang piket ini ketika aksi kemarin sedang berada di luar kantor. Bahkan Wakil Ketua DPRD Dillah Hikmah Sari saat dihubungi wartawan untuk dikonfirmasi pukul 10.45 WIB mengaku baru akan berangkat ke kantor.
“Tunggu di kantor, saya akan ke kantor,” katanya ketika dikonfirmasi. Dijelaskan Dillah, pada kunker kali ini sejumlah anggota DPRD ada yang tinggal untuk piket. Namun, jika beberapa hari lalu DPRD kosong ia beralasan karena ada agenda luar, seperti ke Kerinci terkait PLTA dan MTQ, maupun ke Bungo terkait Pilkada. (ald/mj)