Sudirman Zaini-Mashuri Dilantik Jadi Bupati-Wakil Bupati Bungo

MUARA BUNGO Selasa,(14/6) Sudirman Zaini-Mashuri resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bungo. Rapat paripurna istimewa DPRD Bungo, hari ini mengagendakan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Bupati dan Wakil Bungo terpilih periode 2011-2016.

Rapat paripurna istimewa dibuka oleh Ketua DPRD Bungo M Mahili. Dalam sambutannya Mahili mengatakan, masa akhir jabatan Bupati Bungo Zulfikar Achmad sudah berakhir hari ini.

Hanya H. Malik Kandidat Yang Datang

Pada Acara seremonial Pelantikan Bupati Bungo terpilih yang dilakukan oleh Gubernur Jambi, dari empat pasangan calon yang bersaing pada Pemilukada Bungo hanya pasangan Cabup-Cawabup H. Malik-Adnan Abu Bakar yang menampakkan batang hidungnya.

Sementara dua pasangan lainnya yakni Kadirun-Hasyim (KdH) dan Riduwan Ibrahim-Usman Hasan (RI-Usman) tidak nampak hadir. )***

Pilkada 2011 Paling Banyak Digugat ke MK

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2011 banyak yang digugat yakni dari 57 Pilkada yang sudah digelar, sebanyak 71 gugatan dari 50 daerah masuk ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Dari 71 gugatan tersebut, sebanyak lima gugatan dari tiga daerah sudah dikabulkan," kata anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Divisi Sosialisasi dan Hubungan Partisipasi Masyarakat Endang Sulastri, di Semarang, Selasa.

Endang menyebutkan, tiga daerah yang gugatannya sudah diputus MK yakni Kabupaten Cianjur di Jawa Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah di Sumatera Utara, dan Kabupaten Tebo di Jambi.

Untuk gugatan Pilkada di Kabupaten Cianjur, MK memutuskan adanya pemungutan suara ulang hanya di empat kecamatan, kemudian di Kabupaten Tapanuli Tengah diharuskan verifikasi ulang calon, dan di Kabupaten Tebo diputuskan harus dilakukan pemungutan suara ulang di seluruh tempat pemungutan suara (TPS).

Tingginya angka gugatan terhadap hasil maupun proses pilkada tersebut, lanjut Endang, menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat terhadap hukum dan tidak memilih langkah yang inkonstitusional.

"Masyarakat lebih sadar menggunakan jalur hukum dan itu lebih baik dibandingkan anarkis. Yang terpenting adalah setelah jalur hukum ditempuh seluruh pihak dapat menerima dan menghargai apa pun hasilnya," katanya.

Sejumlah permasalahan yang muncul di antaranya ditemukannya politik uang, netralitas pegawai negeri sipil (PNS) yang dilanggar, dan penggunaan fasilitas pemerintah.

"Jadi tidak hanya masalah hasil pilkada yang digugat, tetapi proses pilkada juga menjadi bagian yang digugat," katanya.

Tahun 2011, jumlah pilkada yang harus digelar adalah sebanyak 115 pilkada dan sudah terselenggara 57 pilkada.

Sementara pada tahun 2010, jumlah gugatan lebih rendah yakni dari 224 pilkada sebanyak 166 daerah yang menggugat terhadap proses dan hasil pilkada. Dari jumlah tersebut, 25 daerah dimenangkan oleh pemohon atau KPU kalah.(her/ant)

Wanita Paruh Baya Itu Menyusui Belasan Kucing

SITOBONDO - Hidup sebatang kara dan tak dikarunia anak, seorang wanita paruh baya di Situbondo, Jawa Timur ini, memiliki kebiasaan unik. Dia tak sedikit pun risih menyusui belasan kucing piaraanya.

Adalah Tulimah, perempuan berusia 55 tahun, Warga Desa Wringin Anom, Kecamatan Panarukan, Situbondo, Jawa Timur ini, begitu sabar dan menyayangi 17 kucing yang sudah dia pelihara sepeninggal suaminya 20 tahun silam.

Tualimah sudah menganggap kucing-kucingnya itu layaknya anak. Hal ini ditunjukkan dengan cara memperlakukan hewan-hewan lucu itu. Dia memberi makan, membelai, mencium, bahkan tak segan menyusui kucing-kucingnya itu.

Dia mengaku tidak sedikit pun merasakan sakit saat menyusui kucing-kucingnya, kendati makhluk ini memiliki gigi tajam dan bertaring.

Untuk mendatapkan uang guna memberi makan kucing-kucingnya, Tualimah rela menjadi tukang cuci atau perawat tanaman milik tetangganya.

“Saya sangat menyayangi kucing-kucingya itu. Dulu saya punya lebih dari 17 ekor, tapi beberapa mati dan yang tersisa tinggal ini,” kata dia di rumahnya, Minggu (12/6/2011).

Kucing-kucing ini, katanya, didapatkan dari pemberian orang dan beberapa datang sendiri ke rumahnya. “Saya sejak kecil memang hobi merawat kucing suara dan bulunya itu lucu,” sambungnya.(bs/RCTI/ded)

Dugaan Penyebab Turunnya Popularitas Demokrat

Massa Demokrat beberapa waktu yang lalu, Kini popularitas PD
dinilai sedang mengalami penurunan drastis

BANDUNG - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Presiden RI dinilai kurang tegas terkait penyelesaian kasus korupsi.

Faktor inilah yang menjadi salah satu penyebab menurunnya popularitas partai penguasa itu seperti terungkap dalam penelitian Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Kasus korupsi saat ini masih menyita perhatian publik. Tak pelak publik menjadikan korupsi sebagai parameter keberhasilan pemerintahan yang saat ini dipegang Partai Demokrat.

“Menurunnya popularitas karena ketidaktegasan (SBY) ditambah tidak jalannya mesin politik,” jelas pengamat hukum Universitas Padjajaran, Yesmil Anwar saat dihubungi okezone, Senin (13/6/2011).

Menurut dia, kasus terakhir yang menonjol melibatkan mantan Bendahara Umum PD Muhammad Nazaruddin.

Pemerintah dianggap kalah cepat sehingga Nazaruddin lebih dulu lari ke luar negeri. Terlebih, masih banyak koruptor yang saat ini masih berada di luar negeri dan belum ada kejelasan penyelesaian hukum, termasuk Nunun Nurbaeti.

“Seharusnya dari dulu SBY sudah melakukan perjanjian ekstradisi dengan Singapura misalnya. Kasus dengan luar negeri ini adalah tiket untuk mendongkrak popularitas SBY, namun tidak dilakukan,” paparnya.

Yesmil juga menilai, mesin produk SBY seperti Satgas Mafia Hukum, tidak berfungsi maksimal.

Mesin tersebut, lanjut dia, belum terlalu dirasakan manfaatnya dalam menciptakan rasa keadilan masyarakat. Karena itu, sisi penegakan hukum cenderung jalan di tempat.

“Kasus lama belum tuntas muncul kasus baru. Jika ke depan masih saja tidak tegas, popularitas akan terus menurun,” tegasnya.

Dalam survei yang dirilis Minggu kemarin, LSI menyebutkan popularitas PD turun dari 20,85 persen pada 2009 menjadi 15,5 persen pada Juni 2011. Sementara Partai Golkar naik dari 14,45 persen menjadi 17,9 persen. PDIP juga menunjukkan kenaikan elektabilitas, yakni dari 14,03 persen menjadi 14,5 persen.

Survei dilakukan pada 1 hingga 7 Juni 2011 melibatkan 1.200 responden dari seluruh Indonesia. Margin of error plus-minus 2,9 persen.(ol/her)

Fifi Buntaran: Malinda Dee Butuh Pijat Payudara

Jakarta - Malinda Dee banyak mengeluh selama berada di ruang tahanan. Artis Fifi Buntaran yang juga sahabatnya mengatakan Malinda butuh perawatan pijat payudara.

Model cantik yang juga pesinetron, Fifi Buntaran menegaskan kondisi sahabatnya, Malinda Dee uyang tersangka kasus dugaaan penggelapan uang Rp17 miliar melalui Citibank yang kini berada di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur sangat memprihatinkan. Hal itu terjadi sejak Malinda dikabarkan mengalami radang payudara.

"Selama masa penahanan, dia banyak mengeluh. Dengan kondisi ruangan sempit dan ranjang seadanya. Menurut saya itu tidak manusiawi," ujar Fifi kepada INILAH.COM, Senin (13/6).

Fifi pun menerangkan sebelum berstatus tersangka, kondisi payudara Malinda masih baik-baik saja. Namun, ketika berada di ruang tahanan Bareskrim Polri, payudara yang berisi silicone tersebut kurang mendapat perawatan.

"Setahu saya kita selalu melakukan perawatan seperti pijit payudara dan ada ramuan. Tetapi karena dalam tahanan otomatis dia nggak bisa melakukan itu," tutur Fifi.)*

Sukandar dan Hamdi Cabup-Cawabup Terpilih

TEBO, MP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tebo menggelar rapat pleno penghitungan suara dan penetapan pasangan bupati dan wakil bupati terpilih Jum'at (10/06), kemarin. Dalam rapat pleno tersebut, KPU menetapkan pasangan H.Sukandar,S.Kom, M.Si-Hamdi, S Sos,MM (Suka-Hamdi) menjadi bupati dan Wakil Bupati Tebo periode 2011- 2016.

Sementara itu, dari penghitungan suara yang dilakukan, ditetapkan perolehan suara hasil pemungutan suara ulang, pasangan Suka-Hamdi meraih 78.754 suara, pasangan Ridham Priskap-Eko Putra (Ridham-Eko) mendapat 5.836 suara, dan pasangan Yopi Muthalib-Sapto Edy (Yopi-Sapto) berhasil meraih 72.656 suara.

KPU mencatat dari jumlah pemilih tetap sebanyak 207.598, yang menggunakan hak suaranya hanya 158.923. sedangkan surat tidak sah sebanyak 1.756. Dalam rapat pleno ini, sebagian besar calon bupati dan calon wakil bupati tidak hadir. Hanya calon wakil bupati nomor urut 1, Hamdi, yang hadir dalam rapat pleno. Saksi pasangan nomor urut 3 Yopi-Sapto, Aslami, menolak menandatangani berita acara penghitungan suara dan penetapan bupati dan wakil bupati terpilih.

Dia menuding, kemenangan pasangan Suka-Hamdi pada pemungutan suara ulang 5 Juni lalu karena melakukan money politic. “Selain itu, juga ada soal perubahan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Ini dibuktikan dengan banyaknya pendukung Yopi-Sapto yang tidak masuk dalam pemilih tetap pada pemungutan ulang ini,’’ kata Aslami.

Menurut Syahlan Arfan, Ketua KPU Tebo, semua calon bupati dan calon wakil bupati Tebo sudah diundang semua oleh pihaknya. Namun, yang hadir hanya calon bupati, Hamdi. ‘’Sebenarnya sudah kita undang semua, tapi yang hadir hanya satu orang. Tapi semua itu tidak mempengaruhi hasil rapat pleno,’’ kata Syahlan.

Dia menghimbau kepada pihak-pihak yang berasa tidak puas atas hasil pleno yang ditetapkan KPU, maka dipersilahkan untuk melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi, Jakarta. ‘’Kita tidak mempermasalahkan itu, silahkan kalau mau menggugat ke MK,’’ tegas Syahlan.

Sementara itu, Sayuti Una, pengamat politik Jambi, kemenangan pasangan Suka-Hamdi pada pemungutan ulang 5 Juni lalu terdapat beberapa indicator. Salah satunya adalah pasangan tersebut berhasil memanfaatkan hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyebutkan pasangan Yopi-Sapto terbukti melakukan pelanggaran yang sistematis, terstruktur, dan massif.

"Seperti adanya keterlibatan gubernur Jambi dan bupati Tebo" kata Sayuti. Di sisi lain, sebutnya, kemenangan Suka-Hamdi karena memiliki basis yang kantong suaranya besar, yakni Kecamatan Rimbo Bujang.

"Pada pemungutan ulang ini, tim sukses pasangan ini terus menggenjot suara di kecamatan Rimbo Bujang, yang merupakan zona dua, dengan mata pilih yang sangat besar. Selain itu" sebutnya, pasangan yang diusung oleh Golkar, PBR, PKS, PNBK dan PPNUI tersebut berhasil memperkecil kekalahan di daerah-daerah lain atau zona satu dan tiga.

"Kalau di kawasan sungai Batanghari basisnya pasangan Yopi-Sapto, namun pasangan Suka-Hamdi juga berhasil memperkecil kekalahan di daerah tersebut,’’ tukasnya.

Perolehan Suara Berdasarkan Hasil Pleno KPU Tebo Jum’at (10/06) :

1. Suka-Hamdi : 78.754

2. Ridham- Eko : 5.836

3. Yopi-Sapto : 72.656

(Laporan : Heri Zaldi dari Muara Tebo)

Lakukan Seks Bisa Redakan Sakit Kepala

Seks ternyata memiliki efek rumit yang unik bagi tubuh. Seks dapat memicu sakit kepala, dan sebaliknya dapat menjadi obat paling mujarab untuk meredakan sakit kepala.

Seperti dilansir laman Spicezee.com, Senin (6/6), efek "unik" itu terkuak untuk kali pertama pada 1998 melalui penelitian yang dilakukan di Oklahoma. Seorang partisipan berjenis kelamin wanita mengaku kerap terserang sakit kepala sebelah (migrain) yang mereda setelah ia berhubungan.

Gejala itu disebabkan hormon endorfin dan hormon lain, yang diproduksi saat berhubungan seks. Tepat sebelum orgasme, tingkat oksitosin meningkat hinggas lima kali. Itulah yang menjadi alasan utama mengapa seks dapat menjadi obat yang ampuh meredakan berbagai macam rasa sakit, seperti sakit kepala juga sakit di persendian.

Dalam penelitian tersebut juga ditemukan bahwa seks dapat membantu para wanita unuk mengatasi rasa sakit yang datang bersamaan dengan sindrom premenstruasi (PMS) setiap bulannya.)***

HBA Minta Yopi-Sapto Tidak Gugat ke MK

Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) saat meninjau Pelaksanaan Pemilukada
Kabupaten Tebo beberapa waktu yang lalu (Doc/MP/2011)

JAMBI, MP - Terkait hasil penghitungan suara Desk Pilkada Tebo dan quick count yang dilakukan Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) yang memenangkan pasangan Sukandar- Hamdi (Suka-Hamdi), HBA menyatakan menerima kekalahan pasangan Yopi-Sapto yang diusung Partai Demokrat.

Dia juga meminta agar Yopi-Sapto menerima kekalahan tersebut dengan lapang dada. Lebih jauh, HBA mengharapkan pasangan ini tidak menggugat ke MK. Menurutnya, kemenangan Sukandar sudah pilihan rakyat.

“Saya sudah menerima kekalahan itu, saya minta Yopi juga menerima dengan lapang dada. Itu sudah pilihan rakyat Tebo,” sebut HBA ketika diwawancarai wartawan kemarin.

Masih menurut HBA, kemenangan Sukandar itu sudah digariskan Tuhan. Meskipun berkeinginan Yopi yang menang namun Tuhan berkehendak lain, karena itu ia meminta Yopi bisa menghadapi kenyataan dari kekalahan yang terjadi. “Ya bagaimana lagi, Tuhan ingin menunjukkan yang menang harus di kanan,” ujarnya.

Lantas soal masih adanya dugaan-dugaan kecurangan, menurut dia tidak perlu dipersoalkan lagi. Pasalnya, kecurangan itu hanyalah relatif, karena susah untuk dinilai. “Kita lihat sejauh mana kecurangan tersebut. Tapi sebaiknya sudahlah,” ujarnya lagi.

Apalagi, lanjutnya, selisih suara antara pasangan Yopi-Sapto dan Suka-Hamdi juga terpaut cukup jauh, yakni sekitar 6.000 suara. Karena itu ia menghimbau agar persoalan ini tidak perlu digugat lagi. “Ikut saja, tidak usah digugat lagi. Selisihnya juga 6.000-an,” katanya.

Seperti diketahui, hasil pemilukada ulang Tebo yang digelar 5 Juni lalu memastikan pasangan Sukandar-Hamdi menang dengan perolehan suara sebesar 50,84 persen, sementara pasangan Yopi-Sapto yang sebelumnya memenangkan pemilukada, kali ini justru kalah dengan selisih suara 5 persen atau, 45,29 persen. Hasil ini adalah hasil quick count yang dilakukan anak perusahaan Lembaga Survei Indonesia LSI, Lembaga Survei Kebijakan Publik (LSKP).

Sementara itu, berdasarkan hasil penghitungan cepat yang dilakukan oleh Desk Pilkada Kabupaten Tebo - Badan Kesbangpolinmas, juga menghasilkan pemenang yang sama. Pasangan Suka – Hamdi unggul dengan perolehan sebesar 75.262 suara atau 49,48 persen. Urutan kedua ditempati pasangan Yopi – Sapto yang memperoleh 71.090 suara atau 46,74 persen. Sedangkan pasangan Ridham – Eko menempati urutan terakhir dengan perolehan suara 5.747 suara atau 3,78 suara. (her)

Havis Husaini Peltu Bupati Tebo

JAMBI, MP Asisten II Setda Provinsi Jambi, Havis Husaini, bakal dilantik menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tebo. Diperkirakan pelantikan akan dilaksanakan Minggu (12/6) mendatang bertepatan dengan berakhirnya masa tugas bupati saat ini, Madjid Muaz. Sebuah sumber di Pemprov Jambi menyebut, Havis Husaini dipilih menjadi Plt Bupati Tebo dengan pertimbangan yang bersangkutan berasal dari Tebo.

Dipastikan Havis Husaini lebih mengenal daerah tersebut. Selain itu, secara kepangkatan Havis juga sudah memenuhi syarat untuk dijadikan pelaksana tugas, yakni Eselon II A. “Ya sejauh ini, Havis adalah calon yang diajukan menjadi Plt Bupati Tebo, tapi nama itu masih digodok,” sebutnya.

Sementara itu, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) ketika ditanya hal ini tidak tegas menyebutkan nama Plt Bupati Tebo. Menurut dia, sejauh ini Plt Bupati Tebo masih dalam proses. Hanya saja, ia memastikan Plt Bupati Tebo yang akan ditunjuk adalah putra daerah Tebo. “Ya kita cari yang dari Tebo, untuk pendekatan pada masyarakat,” sebutnya kepada wartawan.

Pada 12 Juni nanti, kata HBA, Madjid Muaz secara aturan harus turun dari jabatan. DPRD setempat akan melakukan sidang paripuran istimewa untuk melakukan pemberhentian secara resmi. Sementara, pihaknya akan mengajukan nama Plt bupati ke pemerintah pusat untuk mendapatkan persetujuan. Nama lain, Asvan Desvan, juga disebut-sebut menjadi kandidat Plt Bupati Tebo.

Kepala Biro Pemerintahan ini juga berasal dari Tebo, namun dari segi kepangkatan, ia belum memenuhi syarat. Ketika nama ini dikonfirmasikan ke HBA, ia menjawabnya diplomatis. “Belum tahu, kita lihat nantilah,” katanya. (her)

Pelantikan BM-KUAD Tunggu SK Mendagri

MUARO JAMBI, MP - Pelantikan bupati dan wakil bupati Muarojambi terpilih, H. Burhannudin Mahir dan Kemas Muhammad Fuad (BM – KUAD) tinggal menunggu SK Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Hal ini dikatakan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muaro Jambi, Sudirman, kepada wartawan kemarin.

Menurut Sudirman, KPU telah melayangkan surat ke Mendagri terkait pelantikan Burahnnudin Mahir. ''Tinggal tunggu SK dari Mendagri saja setelah itu baru dilantik,'' tutur Sudirman.

Lebih lanjut Sudirman menerangkan, biasanya SK turun dari mendagri seminggu sebelum pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih. "Pelantikannya masih lama 19 bulan depan. Dan, biasanya SK turun satu minggu menjelang pelantikan" terang Sudirman.

Sudirman menambahkan, setelah SK diterbitkan selanjutnya akan disampaikan ke gubernur Jambi. "Begitu SK kita terima lalu disampaikan ke Gubernur selanjutnya gubernur yang melantik atas nama Mendagri". timpal Sudirman

BM – KUAD dinyatakan sebagai pemenang Pemilukada Muaro Jambi, mengungguli lima pasangan lainnya pada 9 April lalu. Kelima pasangan yang kalah lalu mengajukan gugatan ke Mahkamah Konsitusi (MK).

Namun, MK menolak gugatan tersebut sehingga BM-KUAD dipastikan menjadi bupati dan wakil bupati terpilih. Saat ini, BM-KUAD tinggal menunggu SK Mendagri untuk dilantik menjadi bupati dan wakil bupati untuk lima tahun ke depan. (her)

KPU Tebo Siap Digugat

MUARA TEBO, MP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tebo mengaku telah siap untuk menghadapi gugatan dari kandidat calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) yang bertarung dalam Pemilukada Bupati Tebo di Mahkamah Konstitusi (MK). Hal tersebut dinyatakan oleh Bahrullah, anggota Divisi Hukum KPU Tebo.

“Pelaksanaan pemungutan suara ulang sesuai dengan amar putusan MK sudah dilaksanakan, dan sekarang masih dalam proses penghitungan dan sebagai penyelenggara kita siap untuk menghadapi gugatan dari kandidat di MK jika nanti ada yang menggugat,” ujar Bahrullah.

Dikatakannya, jika nanti ada kandidat yang ingin melakukan gugatan, itu merupakan hak mereka jika tidak puas dengan hasil Pemungutan suara ulang ini. Namun gugatan yang diajukan tersebut juga harus berdasarkan bukti bukti.

“Yang jelas gugatan baru bisa dilakukan kandidat setelah pelaksanaan pleno KPU, sekarang ini masih tahapan PPK menggelar pleno dimasing-masing kecamatan,” sebutnya lagi.

“yang jelas, sesuai dengan keputusan MK KPU Tebo sudah menggelar pelaksanaan Pemilukada sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkasnya. (her)

Suka - Hamdi Akan Rangkul Lawan Politik

MUARA TEBO, MP – Suka - Hamdi, pasangan calon Bupati Wakil Bupati Tebo yang unggul sementara dalam perolehan suara baik itu versi Desk Pilkada maupun LSI, Mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tebo.

Pilihan masyarakat Tebo terhadap pasangan Suka - Hamdi, menurut Sukandar adalah sebagai amanah yang akan diemban oleh Suka - Hamdi.

Namun demikian, Suka-Hamdi masih akan menunggu penetapan suara secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum diterima dengan lapang dada. Sukandar mengajak, untuk menjaga suara yang diperoleh, Suka-Hamdi minta kepada seluruh tim untuk melakukan pengawalan hingga sidang Penetapan suara di KPU. Jika keputusan KPU memutuskan Suka - Hamdi sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih hingga dilantik, dalam melaksanakan Kepemimpinan lima tahun kedepan, mereka akan merangkul seluruh pihak, termasuk pasangan yang kalah.

"Kita akan merangkul semua pihak termasuk pasangan lain, Yopi-Sapto maupun Ridham - Eko untuk membangun Tebo ke depan, karena pada prinsipnya Suka - Hamdi tidak ada politik balas dendam, namun apabila ada pejabat yang tidak mampu melaksakan tugas jabatannya maka pejabat tersebut tentunya akan diganti setelah sebelumnya dilakukan evaluasi," ujar Sukandar pada jumpa Pers malam itu.

Sementara itu sejumlah tim dan partai koalisi yang hadir dalam pertemuan Suka-Hamdi di rumah H.Triman kemarin malam (5/6), mereka menyatakan siap untuk melakukan pengawalan hingga penetapan dan pelantikan.

Terlihat dalam pertemuan tersebut, Eko Putra, salah satu kandidat calon wakil Bupati nomor urut dua. Dia mengucapkan selamat kepada Suka-Hamdi, dan mengaku legowo. Dia juga siap mendukung kepemimpinan Suka-Hamdi lima tahun kedepan.

"Kemenangan Suka-Hamdi adalah kemenangan seluruh rakyat Tebo, dan disini meskipun tidak hadir Bang Ridham, saya yang nota bene adalah pasangan lain yang pertama kali memberikan selamat kepada Suka-Hamdi atas perolehan suara serta sebagai Bupati terpilih yang dipilih oleh masyarakat Kabupaten Tebo," tandas Eko. (Apek)

Yopi - Sapto Siapkan Data untuk Gugat Ke MK

Tono : Kita sedang lakukan pengumpulan data


RIMBO BUJANG, MP – Peta perpolitikan Kabupaten Tebo paska Pemilukada Tebo ulang yang digelar pada Minggu lalu (5/6) kian memanas dan tidak menentu. Pasalnya, diantara masing-masing kandidat bersikukuh mempertahankan harga diri terkait perolehan suara dan dapat dipastikan pula hasil Pemilukada Tebo ulang ini bakal berbuntut panjang seperti pada Pemilukada Tebo putaran pertama 10 Maret lalu berujung pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK).


Kepastian bahwa hasil Pemilukada Tebo ulang akan dibawa ke MK lagi meskipun belum ada keputusan Pleno KPUD Tebo terkait siapa Bupati dan Wakil Bupati terpilih nanti, ditegaskan oleh Ketua Tim partai Koalisi pasangan Cabup dan Cawabup Tebo Yopi – Sapto, wartono Triyan Kusuma,SE.


“ Tim Yopi-Sapto pasti akan bawa hasil Pemilukada Tebo ulang ini ke MK,” tegas Tono kepada Media ini, Senin (6/6).

Saat ini, Tim sedang melakukan investigasi ke bawah untuk melakukan pengumpulan data pelanggaran yang dilakukan oleh pasangan calon nomor urut 1 Suka-Hamdi sebagai pasangan Cabup dan Cawabup Tebo perolehan suara pada posisi teratas versi penghitungan cepat Desk Pemilukada dan masing-masing Tim Cabup dan Cawabup, kata Tono lagi.


Pada Quick Count tersebut, Yopi-Sapto berada pada urutan kedua perolehan suara. Untuk itulah kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Tebo ini, Tim Yopi-Sapto sedang mengumpulkan data pelanggaran Tim Suka-Hamdi seperti dugaan Money Politik, Intimidasi, dan keterlibatan unsur Penyelenggara Pemilukada. Semua temuan pelanggaran Tim Suka-Hamdi sudah dilaporkan ke Panwas Kabupaten dan data itulah nanti juga akan dibawa ke MK. Termasuk salah satunya, beredarnya kaset CD rekaman sidang MK yang disebarkan oleh Tim Suka-Hamdi.


Menurut Tono, isi pada rekaman yang sudah tersebar di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Tebo, sudah diedit dahulu dan dipotong-potong sehingga isi pada rekaman tersebut tidak menyeluruh memuat jalannya tahapan sidang di MK.


Beredarnya kaset CD isi rekaman sidang MK menurut Ketua partai Koalisi Tim Yopi-Sapto adalah salah satu Black Campaigne Pemilukada Tebo ulang. Memojokan pasangan Yopi-Sapto dan penyelenggara Pemilukada Tebo, itulah isi pada rekaman dalam CD tersebut, ucap Tono lagi.


Terkait hasil penghitungan cepat, baik itu Desk Pilkada maupun versi tim sukses, Tono mengatakan, hasilnya mengalami perbedaan. Seperti di Kecamatan Rimbo Ilir, antara pasangan Yopi-Sapto dan Suka-Hamdi, ada perselisihan perolehan suara mencapai ratusan. Namun, masih menurut Tono, pada prinsipnya penghitungan cepat tidak masalah. Biarkan penghitungan oleh PPK dilakukan, agar tidak ada saling mencurigai. “ Untuk lebih baiknya, tunggu hitungan di PPK,”tegas Tono lagi.

Sementara, Sukandar pasangan dengan perolehan suara terbanyak sementara menyatakan bahwa Suka-Hamdi siap digugat ke MK. (Apek)

Sukses, Penerbangan Pertama Sky Aviation Jambi-Kerinci



Sempat Berbelok Melewati Bukit Barisan

JAMBI, MP
-- Maskapai penerbangan Sky Aviation sukses melakukan penerbangan perdananya Jambi–Kerinci. Jarak Jambi-Kerinci yang hampir 500 kilometer terasa lebih mudah dijangkau menggunakan pesawat.


Pagi kemarin (6/5) sekitar pukul 08.00, bandara Sultan Thaha Syarifuddin Jambi tampak ramai. Sejumlah warga turun dari sebuah maskapai bermerek Sriwijaya Air, yang baru saja landing dari Jakarta.

Di sudut ruang VIP bandara, tampak pejabat utama Polda Jambi seperti Wakapolda Jambi, Kabid Humas Polda Jambi dan Kapolresta Jambi duduk sambil menikmati kopi hangat. Kehadiran mereka di sana untuk menyambut tamu dari Mabes Polri.

Sesaat kemudian, ruang ber AC yang didesain untuk para tamu “besar” itu mulai lengang. Para pejabat utama Polda Jambi telah beranjak dari tempat itu. Hanya, dua orang pria dan wanita yang tampak hilir mudik membersihkan ruang VIP.

Beranjak pukul 09.00, sejumlah pejabat negara ramai berdatangan. Tak terkecuali rekan-rekan juru warta lainnya.

Sesuai agenda protokoler, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) dijadwalkan akan datang ke bandara. HBA menghadiri acara yang digelar Sky Aviation untuk menyambut perdana Rute Jambi-Kerinci.

Sekitar pukul 09.30, pesawat berawak para direksi Sky dan sejumlah juru warta dari Palembang sampai di Bandara Sultan Thaha Jambi. Riuh tepuk tangan membahana menyambut suksesnya landing perdana Sky di bandara Sultan Thaha.

Gubernur Jambi berkesempatan menyambut kehadiran chairman Sky Aviation dan rombongan. Raut wajah HBA tampak sumringah penuh harap atas kehadiran Sky Aviation di Jambi. Yah, HBA memang menaruh harapan besar atas kehadiran maskapai Sky yang membuka Rute Jambi–Kerinci. “Jangan distop. Seperti maskapai sebelumnya,” seloroh HBA dalam sambutannya.

Gubernur yang telah sembilan bulan menjabat ini mengatakan, Kota Kerinci adalah kota yang kaya dan penghubung dengan provinsi lainnya seperti Bengkulu dan Sumatera Barat. Posisi Kerinci yang strategis membuka mata daerah lain bahwa Jambi memang daerah emas.

“Harapan saya nanti, dapat melantik Walikota Kerinci dengan menumpang Sky. Kehadiran Sky memang membantu pemerintah dan rakyat,” ujar HBA penuh harap, hingga dia salah menyebut walikota kerinci, seharusnya Walikota Sungai Penuh.

Apa yang diutarakan Gubernur jambi tidak salah. Kehadiran Sky dengan rute langsung Jambi-Kerinci itu memang memperpendek waktu tempuh yang tadinya menghabiskan 12 jam lewat jalur darat. Hal ini tentu sangat membantu warga yang hilir mudik Kerinci-Jambi.

Penerbangan itu juga dapat menghindari warga yang mabuk darat karena jalan yang berkelok. Usai Gubernur Jambi meresmikan penerbangan, acara ditutup dengan doa selamat.

Seusai acara, rombongan sky, wartawan dan perwakilan pejabat pemerintah kota dan provinsi Jambi mengikuti penerbangan perdana Jambi–Kerinci. Saat penerbangan perdana ini, hanya tamu undangan yang menjadi penumpang terbang Jambi-Kerinci. Sejumlah juru warta yang ingin ikut hanya bisa gigit jari lantaran tidak terdaftar.

Maskapai Sky yang akan terbang ke kerinci itu memiliki panjang 25 meter dan berat sekitar 20 ton. Kapasitas pesawat jenis Fokker 50 itu bermuatan 58 orang. Setelah mendapatkan boarding pass, para penunmpang bergegas naik Fokker 50 itu. Sepertinya tak satupun yang mau ketinggalan.

Sebelum take off, seperti penerbangan lainnya, seorang pramugari berparas cantik, Putri, memperagakan teknik penyelamatan menggunakan pelampung. Sekitar pukul 11.00, Fokker dengan kapten Heru dan Styaki lepas landas dari bandara Jambi menuju Bandara Depati Parbo Kerinci. Penerbangan memakan waktu hampir 45 menit.

Selama penerbangan Jambi-Kerinci, para awak Fokker tampak tenang. Tenang bukan karena mengantuk, melainkan diliputi rasa cemas. Penerbangan pertama fokker dengan rute baru ini menjadi peristiwa bersejarah.

Bahkan, penerbangan ini juga yang paling berbahaya. Kondisi rute secara umum belum diketahui. Penerbangan pertama ini melewati daerah perbukitan.

Beruntung cuaca hari itu sangat bersahabat. Tapi, 15 menit menjelang landing, fokker sempat berbelok ke kiri dan kanan mengindari perbukitan. Loh? “Dalam penerbangan ini, ketinggian pesawat hanya 1.300 kaki dari permukaan laut,” kata kapten Heru.

Selain was-was, terbang bersama Fokker dengan rute Jambi-Kerinci memang mengasyikkan. Hamparan hijau hutan belantara tampak indah dilihat dari ketinggian sekitar 20 kilometer. Setelah melewati perbukitan, kekaguman penumpang Fokker semakin menjadi saat melihat hamparan Danau Kerinci yang elok.

Sekitar pukul 11.45, pesawat berawak sekitar 50 orang itu landing di bandara Depati Parbo. Bupati Kerinci Murasman dan sejumlah pejabat utama Pemda Kerinci menyambut kehadiran rombongan. Mereka bersorak dan bertepuk tangan riang menyambut awak Fokker 58 yang berhasil mendarat di Bandara Depati Parbo Kerinci. (joe/ind/ol)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs