Para Pedagang Keliling Asal Sungai Penuh Terlantar di Papua, Weri: Pemkot Diminta Pedulikan Nasib Mereka dan Keluarga

Para Pedagang Keliling yang merupakan Warga Sungai Penuh saat ini terlantar di Jaya Pura-Papua, akibat Larangan Keluar rumah dari Pemerintah Papua membuat mereka tidak bisa berdagang sebagaimana biasanya. (ald/ist)

Sungai Penuh, Merdekapost - Di tengah mewabahnya Corona virus disease (Covid - 19), sejumlah warga pedagang keliling khususnya asal Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi yang sekarang berada di kota Jayapura, Papua, mengaku tidak bisa berjualan lagi dan tidak bisa pulang kampung untuk sementara waktu.

Melalui telepon, kepada awak media, sejumlah pedagang keliling asal Kota Sungai Penuh itu, mengaku sangat kebingungan akibat dampak pandemi Corona di Jayapura. Bahkan keinginan untuk kembali ke kampung halaman serasa tak terbendung, Namun, lantaran situasi yang tidak memungkinkan membuat mereka tidak bisa berbuat banyak dan hanya pasrah dengan keadaan.

Baca Juga: Dampak Larangan Keluar Rumah di Jayapura, Para Pedagang Asal Sungai Penuh ini Kesulitan Mencari Nafkah

Adrianto, warga desa Dujung Sakti, Kecamatan, Koto Baru, Kota Sungai Penuh, salah satu yang dituakan dalam kumpulan pedagang keliling dari anggota lebih kurang dari 45 orang yang sekarang berada di Jayapura, Papua, mengaku tidak bisa berbuat apa-apa, hal itu karena tidak diperbolehkan keluar rumah semenjak 14 Maret 2020 lalu, hìngga batas waktu yang tidak ditentukan, "ya semenjak pemerintah Jayapura menetapkan tidak boleh keluar rumah maka kami terpaksa menghabiskan modal dagangan kami yang tidak seberapa". ungkapnya.
Adrianto (pedagang keliling) asal Koto Baru Sungai Penuh

Keadaan dan situasi itulah yang membuat Adrianto dan kawan-kawanya ini harus berpikir keras, dengan keadaan kehidupanya yang masih menumpang di rumah orang lain, namun disamping itu mereka juga harus memikirkan tentang keluarga, anak dan istri yang tinggal di kampung halaman.

Hal Senada disampaikan Strama Royal, bahwa saat ini dirinya bersama rekannya yang lain hanya bisa berdiam diri dirumah saja, mau jualan tidak bisa sementara persediaan mereka sudah tidak ada lagi.

"Kami yang berada di Jayapura saat ini kami betul-betul mengeluh karena tidak bisa berdagang seperti biasanya, mau keluar rumah saja tidak dibolehkan karena petugas POL PP Jayapura terus patroli dan mengecek warga yang keluar rumah," kata Royal.

Dengan Kondisi yang cukup memprihatinkan itu, Salah seorang Pemuda dan Mahasiswa Kota Sungai Penuh Asal Kota Baru, Weri Pratama meminta Pemkot Sungai Penuh untuk mempedulikan mereka dan keluarganya dikampung halaman.

Kami minta kepada pemerintah Kota Sungai Penuh untuk dapat mencari solusi dan membantu untuk kepulangan atau membantu bahan pangan sampai berakhirnya kasus yang sedang menimpa dunia pada saat ini (Covid 19)

"Sejauh ini Pemkot Sungai Penuh belum ada kepedulian dengan Masyarakat Kota Sungai Penuh yang ada di perantuan khususnya masyarakat Koto Baru yang berprofesi sebagai pedagang keliling yang saat ini terkatung-katung di Papua", Ujarnya.

Dilanjutkannya, "selain itu, juga belum ada solusi dari Pemkot atau DPRD Sungai Penuh terhadap keluarga mereka yang ada di Koto Baru, mengingat kepala keluarga yang mencari nafkah di luar daerah saat ini tidak bisa bekerja, tidak ada penghasilan, otomatis tidak bisa menafkahi keluarganya dikampung, dan ibuk2 di kecamatan Koto Baru mulai mengeluh dengan ekonomi rumah tangga mereka". Ungkap Weri. (ald)

Related Posts

0 Comments:

Post a Comment


Recent Posts

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Privacy Policy | Disclaimer | Peta Situs