6 Pemimpin Dunia Tak Bersalah, Terlanjur Dihina, Difitnah dan Dipenjara

Tokoh Dunia yang Tak Bersalah, Tapi sering Dihina, Difitnah dan Dipenjara. (adz/ist) 

MERDEKAPOST.COM - Mungkin kalian ingat dengan peribahasa berikut. "Orang-orang hebat tidak muncul dari keadaan serba tersedia, sebaliknya mereka muncul dalam keadaan terbatas".

Semua orang hebat dan tokoh dunia para umumnya bukanlah orang yang berada dan hidup di dalam keadaan yang nyaman dan mapan.

Mereka semua tumbuh dalam keadaan yang terbatas, serba tertekan bahkan selalu diliputi dalam siksaan.

Orang hebat muncul dari keadaan yang jelas tidak akan diinginkan sebelumnya.

Namun bagi mereka yang berhasil melampaui situasi berat dan keadaan tertekan itu akan muncul sebagai orang yang hebat.

Sama seperti para tokoh dunia berikut ini.

Sebagaimana disebutkan dalam Kompasiana.com oleh Ponco, terdapat beberapa tokoh dunia yang hampir semuanya pernah mengalami siksaan.

Bahkan para tokoh dunia ini semuanya pernah mengalami dan merasakan apa yang namanya hinaan, cacian, fitnah, penyiksaan, dan penjara padahal belum tentu mereka bersalah.

Justru aksi menjadi panutan banyak orang dan dinilai sebagai sebuah sikap yang benar.

Berikut 6 tokoh dunia yang tak bersalah, tapi kadung dihina, difitnah dan dipenjara:

1. Nelson Mandela


Nelson Mandela merupakan tokoh aktivis anti-apartheid, pemisahan hak antara orang kulit putih dan pribumi, di Afrika Selatan.

Tokoh politik ini malah popular karena pernah ditahan dalam penjara.

Mandela menjalani masa tahanan selama 27 tahun.

Selama masa penahanannya Nelson mengalami berbagai hukuman mulai dari budak pekerja dan tidak diperbolehkan berhubungan dengan dunia luar.

Mandela kemudian dibebaskan pada 1990 dan berhasil menghapuskan politik apartheid di Afrika Selatan melalui sebuah negoisasi.

Dia kemudian terpilih sebagai presiden Afrika Selatan periode 1994-1999, dan meninggalkan idealisme militansinya.

Dia banyak melakukan upaya rekonsiliasi dan membuat undang-undang serta peraturan untuk mencegah kemiskinan dan ketidakadilan di negerinya.

2. Syaikh Ahmad Yasin (tokoh Hamas)


Syekh Ahmad Yasin merupakan tokoh spiritual gerakan Hamas, pemimpin bagi pejuang dan rakyat Palestina melawan penjajah Zionis Israel.

Syaikh Ahmad Yasin usianya sudah uzur, kondisi tubuhnya lumpuh dari leher hingga ujung kaki.

Setiap hari harus menggunakan kursi roda, tapi beliau tetap berdakwah, memimpin dan membina umat, rakyat Palestina khususnya di Gaza.

Kondisi fisik tersebut akibat siksaan keji zionis Israel ketika dia berkali-kali dipenjara.

Ini sebagai akibat dari tindakannya menentang penjajahan terhadap tanah Palestina.

Beliau memiliki kemuliaan sehingga disegani dan dicintai kawan, ditakuti lawan dalam hal ini penjajah zionis Israel.

3. Rajab Tayyip Erdogan (Presiden Turki)


Awalnya Erdogan masuk dunia politik dan mulai terkenal dia menjadi Wali Kota Istanbul.

Kepemimpinannya di Istanbul menjadi bukti bahwa ia memang sanggup dan layak menjadi pemimpin yang baik.

Dia berhasil membangun prasarana dan jalur-jalur transportasi, pengadaan air bersih, penertiban bangunan, mengurangi kadar polusi dengan penanaman ribuan pohon di jalan-jalan kota, dan melarang segala praktik prostitusi.

Erdogan pernah dipenjara karena pernyataannya yang mengejutkan kaum sekuleris.

Dia pernah berkata "Menjadi sekuleris dan Muslim secara beriringan adalah berbahaya."

Kontan saja, para kaum sekuler memberikan peringatan kepada lembaga tinggi negara tentang ancaman yang bisa merongrong wibawa ideologi sekuler di Turki.

Tahun 1998, Erdogan akhirnya dipenjara selama 9 bulan karena dia dianggap menghianati asas Sekulerisme Turki.

Dalam waktu yang sama, justru Erdogan mendapat simpati dari rakyat karena karakternya yang berani menegakkan kebenaran.

Dan sekarang kalian tahu, Rajab Tayyip Erdogan telah menjadi Presiden Turki sejak 2014.

4. Ibnu Taimiyah


Ibnu Taimiyah adalah ulama besar yang merengkuk dalam penjara Mesir.

Baru saja dia bebas dari penjara, kemudian ditangkap lagi dan dipenjarakan yang kedua kalinya selama setengah tahun.

Baru beberapa hari keluar dari penjara yang kedua, ia ditangkap lagi dan dipenjarakan selama delapan bulan lamanya di Aleksandria.

Ini semua kerana fatwa beliau pula yang tidak sesuai dengan faham para ulama.

Keluar dari penjara Aleksandria, beliau malah dipanggil oleh Sultan Nashir Qalaun untuk memberikan fatwa di muka umum.

Ternyata hal ini dilakukan Sultan Nashir Qalaun karena senang terhadap sifat terus-terang dari Ibnu Taimiyah.

5. Ir Soekarno


Ir Soekarno sebelum menjadi presiden pertama RI dikenal sebagai orator ulung, ketajaman lisannnya dalam menentang penjajah juga dibarangi dengan kepiawaiannya dalam menulis.

Sejak usia muda, Soekarno aktif dalam gerakan melawan pemerintahan kolonila Belanda.

Ini membuat dirinya menjadi target penangkapan polisi Belanda.

Pada tanggal 29 Desember 1929, Soekarno ditahan untuk diadili.

Dia ditangkap di Yogyakarta ketika usianya baru berumur 28 Tahun

Dari balik tembok penjara, Soekarno menulis sebuah pledoi (Pidato pembelaan) yang diberi nama Indonesia Menggugat.

6. Nawal El Saadawi


Perempuan Mesir, menulis Memoar dari Perempuan Penjara.

Ia dipenjara sejak tahun 1981 oleh rezim Anwar Sadat.

Bayangkan, ia menulis dengan kertas toilet dan pensil alis di dalam penjara.

Nawal El Saadawi telah mendapatkan banyak penghargaan dan bahkan kisah hidupnya difilmkan. 


Sumber: TribunStyle.com |Editor : HZA | Merdekapost.com

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar


Recent Posts

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Sejarah Kerinci | Peta Situs