Hari Kedua Pencarian, Janal Belum Juga Ditemukan, Tim SAR bagi 2 Kelompok

Hingga Hari Kedua Pencarian, Janal Belum Juga Ditemukan, Tim SAR bagi 2 Kelompok dan pencarian akan dilanjutkan besok, Rabu 4/11. (Foto: Doc/Facebook)

SOLOK SELATAN - Memasuki hari kedua proses pencarian Janal (48) seorang warga asal Pelompek pasar Baru yang hanyut terseret arus dikawasan Air Terjun Nomor 2, Sungai Dalam, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Senin (2/11/2026).

Proses pencarian korban hari kedua (Selasa, 3 November) dihentikan dan akan dilanjutkan lagi besok

Dalam proses pencarian pada hari kedua ini, Tim Gabungan yang terdiri dari Tim SAR Dari Solok Selatan, Tim BPBD Kerinci, TNKS, TNI-Polri serta pihak keluarga dan masyarakat dibagi menjadi 2 kelompok 

"Hari ini tim gabungan dibagi menjadi dua kelompok agar lebih efisien, dan harapan kami kepada seluruh personil dan warga yang ikut dalam proses pencarian agar bisa menjaga diri dan ekstra hati-hati, jangan sampai nanti terjadi hal yang tidak-tidak" Ujar salah seorang tim

Baca Juga: Sudah 3 Orang Korban Hanyut di Air Terjun Sungai Dalam Sangir, Janal Korban yang Ketiga

"Tim ada yang menyisir dari hulu dan sebagian lagi dari hilir"

Namun demikian, Hingga sore menjelang maghrib Korban belum juga ditemukan dan pencarian akan dilanjutkan besok (Rabu, 4 November) 

Untuk diketahui, medan yang cukup curam serta derasnya air sungai membuat tim kesulitan dalam melakukan penyisiran sungai dikawasan kecamatan sangir

Kronologis Kejadian

Janal diketahui warga Desa Pelompek, Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. 

Sekitar pukul 07:00 wib pagi, Janal berangkat bersama dua rekannya memancing di kawasan sungai tersebut.

Korban Janal dilaporkan hanyut sekitar jam 10.00 WIB Saat hendak menyeberang aliran sungai, tali pegangan yang digunakan korban mendadak putus. Saat itu arus sungai yang deras seketika menyeret tubuh korban hingga menghilang dari pandangan rekan-rekannya

Baca Juga: Pergi Mancing, Warga Pelompek Kerinci Dikabarkan Hanyut di Sungai Sangir Solok Selatan

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian dari masyarakat pada pukul 12.50 WIB.

“Benar, kami menerima laporan adanya satu orang pemancing yang hanyut di Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB,” ujar Abdul Malik.

Operasi pencarian hari ini melibatkan berbagai unsur gabungan, di antaranya:

– Basarnas

– TNI / POLRI

– BPBD

– Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)

– Masyarakat setempat

(Adz)

Bukti Keseriusan Wako Ahmadi Zubir Tingkatkan Kinerja, BPBD Sungai Penuh Raih Juara Umum Seprovinsi Jambi

SUNGAI PENUH - Kepemimpinan Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir meskipun menjabat baru selama lebih kurang 3 tahun namun telah menampakan hasil, berbagai penghargaan telah diraih mulai dari tingkat Provinsi hingga ke tingkat nasional. 

Keseriusan walikota Ahmadi Zubir dalam memimpin kota sungai penuh tidak hanya dibuktikan dengan pembangunan secara fisik saja, namun juga di buktikan dalam upaya peningkatan kinerja (SDM). 

Informasi yang diterima media ini, Dinas BPBD baru saja berhasil meraih juara umum tingkat provinsi Jambi dalam Kejuaraan latihan gabungan TRC BPBD Se-provinsi Jambi, yang dilaksanakan sejak tanggal 3 sampai 5 Juli 2024 di desa Karang Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muara Jambi. 

Baca Juga: Ditunjuk Sebagai Ketua Caretaker KONI Kota Sungai Penuh, Aidil Putra Bergerak Cepat

Kepala Badan BPBD Irfa Rianto saat dikonfirmasi mengatakan, "Dalam rangka latihan gabungan TRC BPBD se provinsi Jambi, yang dilaksanakan selama 3 (hari) dari tanggal 3 s/d  5 Juli 2024. Di desa Karang Kec Kumpeh Ulu kabupaten Muara Jambi dari BPBD kota sungai penuh meraih juara umum Se-provinsi Jambi" .

Dalam pelaksanaan Latihan gabungan TRC BPBD, dari kota sungai penuh menurunkan 6 orang anggota TRC (Bambang, Rizki, podi, beri, Faisal dan Yosef) didampingi oleh Kabid Kedaruratan dan logistik Defi Saputra,MM, Yeni Fiko beserta Kasi logistik.

"Alhamdulillah dari BPBD kota sungai penuh mampu meraih juara umum SE provinsi Jambi dengan lomba ketangkasan TRC Juara 1, lomba GPS Juara 1, lomba Evakuasi dan penyelamatan korban bencana Juara 1 dan   lomba kaji cepat juara 2" Ujar Efan Rianto 

Baca Juga: Pelaku Pemerkosaan Anak di Bawah Umur Berhasil ditangkap Polres Kerinci

Selanjutnya Efan Rianto mengatakan, atas prestasi yang telah di raih BPBD Kota Sungai Penuh, saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Walikota Ahmadi Zubir yang selalu memberikan support serta motivasi dalam peningkatan kinerja aparatur.

Ucapan  terima kasih juga saya sampaikan  kepada anggota TRC yg telah melaksanakan dan mengikuti kejuaraan kegiatan latgab TRC BPBD dengan baik, sehingga berhasil meraih juara umum se provinsi Jambi dengan membawa piala bergilir Kalaksa BPBD provinsi Jambi.

Semoga apa yang telah kita raih dapat di pertahankan dan di tingkatkan juara umum di tahun 2025, karena mempertahankan lebih sulit dari meraihnya, dan tak kalah  pentingnya adalah tetap menanamkan prinsip selalu siaga dan terdepan dalam Kegiatan Penanggulangan Bencana" tutup kaban BPBD Efan Rianto.(HZA) 

Sungai Arai Meluap Banjir Hantam Desa Semumu, BPBD: Drainase Kecil dan Tidak Normal

MERDEKAPOST.COM, KERINCI – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur kabupaten Kerinci, Rabu sore (24/4/2024) yang mengakibatkan meluapnya Sungai Arai yang berada di Desa Semumu Kecamatan Depati Tujuh Kabupaten Kerinci sekitar pukul 17.30.00 wib sore tadi.

Menanggapi laporan warga Tim Satgas Tanggap Darurat Kerinci langsung turun ke lokasi dan menelusuri penyebab banjir di wilayah tersebut.

Menurut Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kerinci, Dedi Andrizal Hujan deras yang memicu banjir ini diakibatkan oleh saluran drainase sungai yang tidak bisa menampung besarnya debit air yang masuk karena curah hujan tinggi.

“Kami melihat bahwa salah satu penyebab banjir, dimana saluran /bandar yang mengaliri air di wilayah ini kecil bahkan tidak normal, jika normal maka air tidak sampai melimpah kerumah warga, ditambah pula tidak ditutupnya pintu air bandar Kasigi sehingga mengakibatkan meluapnya air ke wilayah Semumu ini,” ujar Dedi.

Saat menyambangi lokasi sumber banjir Kalak BPBD Kerinci yang didampingi oleh Kepala Bidang (Kabid) tanggap darurat Dinas PUPR Kerinci, Safrida ST, Dandramil, Bhabinkamtibmas Polres Kerinci yang langsung mendatangi rumah-rumah warga yang terdampak banjir.

Untuk tindak lanjut yang akan dilakukan oleh pemkab kerinci kedepannya akan memeriksa sumber banjir dan memperbaiki saluran-saluran drainase yang rusak dan tersumbat. “Besok segera kita akan cek dan pastikan kembali penyebab banjir itu apa, selain dari curah hujan yang tinggi. Apakah ada saluran drainase yang patah misalnya atau ada ada penyebab yang lainnya,” terang Kalak BPBD Kerinci.

Namun demikian untuk kondisi saat ini pemerintah melalui satgas tanggap darurat memastikan bahwa kondisi sudah kembali normal, banjir sepintas lalu dan tidak membuat genangan air yang berdampak namun perlu dilakukan pembersihan akibat lumpur.(adz)

Nekat Terobos Banjir, Akhirnya Mobil Ini Nyemplung ke Sawah

 


Sungai Penuh, Merdekapost.com – Sebagian wilayah Kerinci dan Kota Sungai Penuh hingga hari ini, Rabu (03/01/2024) masih banjir parah. Ditambah lagi hujan deras yang mengguyur membuat permukaan air naik turun.

Akses transportasi darat nyaris lumpuh total di sebagian wilayah Kerinci. Akses jalan utama Debai menuju Kota Sungai Penuh tidak dapat dilalui baik kendaraan.Apalagi jalan utama Tanah Kampung menuju Sungai Penuh sejak awal banjir parah hingga Rabu (3/1/2024) masih ditutup.

Berdasarkan pantauan di lokasi sejumlah mobil nekat melewati jalan Debai-Sungai Penuh. Namun naas, mobil malah terperosok ke pinggir sawah. Sebagian lagi kendaraan mogok ditengah banjir.

“Ada juga mobil yang nekad melewati jalan Debai ke Sungai Penuh tapi terpelosok ke sawah,” ujar Donel warga yang berada di lokasi.

Bukan hanya satu mobil, lanjut Doel, ada 2 mobil yang nekad hingga terjebak di tengah besarnya air di jalan Debai – Tanjung Pauh.

“Dua mobil terjebak ditengah besarnya air, sekarang alat berat excavator turun ke lokasi untuk menarik mobil yang nekad tersebut,” katanya lagi.

Kondisi di jalan lainnya, akses jalan antara Semerap dan Lempur Danau menuju Sungai Penuh yang kemarin bisa dilewati, namun saat ini digenangi air tidak dapat dilalui kendaraan roda dua.

Informasi yang diperoleh media ini, disampaikan langsung oleh, Kapolsek Danau Kerinci Edi Mardi, “jalan Antara Desa Semerap dan Lempur Danau Kecamatan Danau Kerinci Barat, untuk Sementara hanya bisa di lewati roda empat,”ujar Kapolsek Danau Kerinci.

Baca Juga: Terus Dilapangan, Wako Ahmadi Pantau Distribusi Bantuan Bagi Korban Banjir

Sejumlah kendaraan roda dua yang ingin melewati akses jalan Semerap dan Lempur Danau banyak dinaikkan ke mobil bak terbuka.

Kami menghimbau masyarakat yang ingin berpergian Untuk berhati hati dan sedapat mungkin menghindari jalur yang banjir,”ungkap Kapolsek Danau Kerinci Edi Mardi.

Satu-satunya akses jalan yang bisa dilewati warga Kerinci hilir adalah jalan Hiang-Sungai Abu-Kemantan hingga Simpang Tiga Belui. Ini merupakan akses satu-satunya yang bisa dilewati kendaraan roda dua untuk ke Sungai Penuh maupun ke Ibu Kota Kabupaten Kerinci, Siulak. (Oga)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs