Dikabarkan Hilang, Sudirman Warga Pendung Hilir 3 Hari Belum Ditemukan, Diduga dimangsa Buaya

 FOTO: Sudirman (55) Warga Asal Pendung Hilir Semurup Kerinci yang menetap di Tapan, Kecamatan Tanah Ampek Hulu Tapan yang dikabarkan Hilang di Lokasi PT. Incasi Raya, Ray 7. Pancung Soal Inderapura sejak Minggu (24/03) hingga hari ini Kamis 25/03 belum ditemukan. Tim TRC Posko Tapan terus melakukan upaya pencarian disekitar lokasi [Doc: Ist | Merdekapost | FB]

Kerinci, Merdekapost.com - Sudirman (55), Warga Asal Pendung Hilir Semurup Kerinci, Alamat Tebing Tinggi Tapan, Kec. Tanah Ampek Hulu Tapan Telah Hilang di Lokasi PT. Incasi Raya, Ray 7. Pancung Soal Inderapura.

Sejak kepergiannya pada Hari Minggu Tanggal 24/03  Sampai sekarang (Rabu | 27/03) Sudirman belum di temukan. 

Informasi sementara yang berhasil dihimpun, Sudirman disebut adalah aslinya berasal dari Pendung Hilir Kerinci yang menetap di daerah Ampek Hulu Tapan 

Keterangan yang diperoleh Media ini, bahwa awalnya Saudara Sudirman pergi Mencari Sayur, Tim SAR Kab Pesisir selatan Sampai Sekarang masih menyisir Sungai lokasi kejadian

Seperti diinformasikan dari Akun Facebook, Desmon Heryanto, "Mohon Do'a, Kepada Masyarakat kab. Kerinci dan  Kota Sungai Penuh, Untuk Segara di temukan saudara Kita, Sudirman, Asal Pendung Semurup Kerinci, Umur 55 Th. Alamat Tebing Tinggi Tapan, Kec. Tanah Ampek Hulu Tapan. Telah Hilang di Lokasi PT. Incasi Raya, Ray 7. Pancung Soal Inderapura. Sejak Hari Minggu Tgl 24/3/2024  Sampai sekarang belum di temukan. Saudara SUDIRMAN pergi Mencari Sayur, Tim SAR Kab Pesisir selatan Sampai Sekarang masih menyisir Sungai lokasi kejadian". [FB : Desmon Heryanto Pukul : 11.30 WIB)


Sementara itu, Informasi yang beredar dari tim SAR TRC Posko Tapan, bahwa disekitar lokasi hilangnya Sudirman ditemukan Honda dan parang yang diduga milik korban.

"Honda (motor) dan Parang milik Sudirman ditemukan di tepi lokasi (sungai) tempat diduga korban mencari sayur".

"Dugaan sementara Saudara kita Sudirman dimakan Buaya dikarnakan Sungai tempat Saudara Sudirman mencari Sayur diketahui banyak Buaya" Tulisnya lagi

Sampai Selasa sore upaya pencarian terus dilaksanakan tim TRC Posko Tapan

Foto lokasi diduga tempat Sudirman mencari Sayur. (Ist)

Pasca di upload di Facebook via Akun Facebook, Desmon Heryanto, Berita hilangnya Sudirman ini mendapat banyak perhatian dan tanggapan

"Dan kepadA kawAn kawan Kito yg ado di daerah tapan Lunang dan Indro puro Samo Samo berpartisipasi baik secara moril dan materil untuk membantunya" Tulis Sulpatman via akun facebooknya.

"Untuk informasi lebih jelas hubungi Tlp ke 085366669634". tulis Desmon Heryanto. 

"Semoga Sudirman segera ditemukan".Tulis yang lainnya.(*)

[Editor: Aldie Prasetya | Merdekapost.com | Facebook]

Sedih, Istri Sedang Hamil Tua, Memasuki Hari Ke-3 Agus Anggota Basarnas Kerinci yang Hanyut Belum Ditemukan


KERINCI JAMBI | MERDEKAPOST.COM - Memasuki hari ke ketiga pencarian anggota Basarnas Kerinci M Agus Farurrazi dan hari ke empat pencarian Edi Suparman warga Pesisir Bukit Kota Sungaipenuh belum membuahkan hasil, Selasa (16/1/2023) dari pukul 09.00 WIB – 17.30 WIB.

Pencarian dilakukan oleh beberapa tim, tim gabungan terdiri dari Kepala Basarnas Jambi, Basarnas Muaro Bungo, Kapolsek Batang Merangin IPTU Julisman, Camat, Kanit Binmas, Babinsa, perangkat Desa Muara Emat, Birun serta Masyarakat setempat. 

Kapolsek Batang Merangin IPTU Julisman mengatakan, hingga pukul 17.30 WIB pencarian ketiga yang hanyut itu belum ditemukan.

“Pencarian hari ini tim belum menemukan kedua orang yang hanyut di Sungai Penetai Batang Merangin,” kata Kapolsek Batang Merangin IPTU Julisman ketika dikonfirmasi media.

BERITA TERKAIT: Diduga Perahu Bocor, 1 Anggota Tim SAR yang Bertugas Mencari Edi Ikut Hanyut di Sungai Penetai 

Kapolsek Batang Merangin juga memastikan, pencarian masih dilakukan pada esok harinya. 

“Besok pencarian tetap dilakukan oleh Tim Basarnas, anggota Polsek dan dibantu masyarakat, mari kita doakan semoga pencarian korban hanyut ini berhasil,” ucap IPTU Julisman.

Untuk diketahui, Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari keluarga M Agus Farurrazi, Arshaka menyampaikan bahwa M Agus Farurrazi adalah seorang atlet Biliar Kota Sungai Penuh asal Medan, M Agus telah memiliki istri yang kondisi istri saat ini sedang  kondisi hamil tua anak pertama mereka. (HZA)

Awal Kisah Edi Pendulang Emas Hanyut, Kemudian Agus Tim SAR yang Diturunkan Mencari Edi Ikut Hanyut Terseret Arus

Tim Basarnas Terus melakukan upaya pencarian korban hanyut di Sungai Penetai Batang Merangin Kerinci - Jambi . INSERT : Korban Hanyut Edi pendulang emas dan M Agus anggota tim Basarnas (Doc/Merdekapost.com). 

Kerinci, JAMBI  - Seorang Pendulang emas bernama Edi Suparman (35), warga Pesisir Bukit Kota Sungai Penuh, Jambi dilaporkan hanyut saat bekerja mendulang emas. 

Kemudian Tim SAR diturunkan untuk melakukan pencarian korban Edi, Kejadian itu terjadi di Sungai Batang Penetai, Desa Muara Hemat, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci, Jambi, pada Jumat (12/1/2024) lalu sekira pukul 22.30 WIB.

"Berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa korban hanyut saat sedang bekerja mendulang emas di air Sungai Batang Penetai," kata Kapolsek Batang Merangin Iptu Julisman, Sabtu (13/1/2024) lalu.

Julisman menerangkan bahwa korban pergi ke Sungai Batang Penetai itu sejak Rabu (10/1/2024) bersama beberapa orang penambang emas ilegal lainnya. Korban sempat dikabarkan memancing, namun dari hasil penelusuran informasi korban ternyata tengah mendulang emas.

"Korban dan teman-temannya bukan pergi memancing tetapi pergi menambang emas menggunakan mesin penyedot (robin) di Sungai Batang Penetai," jelasnya.

Upaya pencarian korban terus dilakukan oleh Basarnas bekerjasama dengan Polres Kerinci. (Doc/Polres Kerinci)

Lokasi korban hanyut itu diketahui telah masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Adapun perjalanan dari pemukiman Desa Muara Hemat ke lokasi melewati hutan dengan perjalanan memakan waktu sekitar 8 jam.

"Lokasi hanyut di Sungai Penetai lebih kurang perjalanan 8 jam dari Desa Muara Hemat melalui hutan rimba". tuturnya.

Saat ini, Tim SAR gabungan Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat berupaya melakukan pencarian dengan menyisir sungai.

"Kami telah melakukan kordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kerinci dan pihak SAR," katanya.

Sementara itu, Humas Basarnas Jambi Luthfi mengatakan personel SAR sudah berada di lokasi untuk melakukan pencarian. Hingga Sabtu sore, proses pencarian masih dilakukan.

"Iya, tim Basarnas juga turun untuk melakukan pencarian," ujarnya.

Upaya pencarian korban terus dilakukan oleh Basarnas bekerjasama dengan Polres Kerinci. (Doc/Basarnas Jambi)
Diduga Perahu Bocor, 1 Anggota Tim SAR yang Bertugas Mencari Edi Ikut Hanyut di Sungai Penetai

Perahu Basarnas Cabang Jambi di Kerinci-Sungaipenuh dikabarkan bocor menghantam batu atau kayu ketika mereka melakukan terhadap pencarian warga penambang emas bernama Edi yang hanyut di Sungai Penetai Kecamatan Batang Merangin, Kerinci, Jambi, Jumat (11/1/2024) lalu.

Bocornya perahu basarnas mengakibatkan 5 orang Tim Basarnas dikabarkan Hanyut, 4 Dikabarkan berhasil selamat, 1 orang anggota Basarnas belum ditemukan.

Kapolres Kerinci AKBP M Mujib dikonfirmasi membenarkan adanya informasi tersebut, saat ini anggotanya sedang berada dilokasi kejadian di Batang Merangin. “Iya, anggota kita lagi mengumpulkan data dilapangan,” ujar Kapolres Kerinci AKBP M Mujib, Minggu (14/1/2024).

Data yang diperoleh, Tim Basarnas Posko Kerinci-Sungaipenuh sedang melakukan pencarian warga (Edi) yang hanyut di Sungai Penetai, pada Pukul 11.00 Pagi Tim Basarnas sebanyak 5 orang menyisir ke Sungai Penetai Dimana lokasinya warga Kota Sungai Penuh Edi Suparman (35) hanyut tersebut.

Baju Pelampung Salah seorang anggota Tim Basarnas Pos Kerinci Agus (27) ditemukan disungai didesa Birun, Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin. (Doc/Basarnas Jambi)

Kapolsek Batang Merangin IPTU Julisman dikonfirmasi membenarkan, laporan sementara dan sudah dilaporkan ke pimpinan Bapak Kapolres Kerinci. 

“Iya, sekarang anggota sedang dilokasi, karena dilokasi signal hanphone tidak ada,” katanya. 

"Salah seorang anggota Tim Basarnas Pos Kerinci M Agus (27) hanyut di Sungai Batang Merangin saat bertugas melakukan pencarian orang hilang terbawa arus sungai, Minggu (14/1/2024)". Ujarnya

Agus terseret arus sungai saat perahu karet yang dinaikinya terbalik sewaktu melakukan pencarian orang hilang di sungai penetai.

Saat ini pencarian masih dilakukan oleh tim gabungan dari pihak TNI/Polri, Basarnas, Tim Kesehatan dan masyarakat sekitar,” kata Kapolsek Batang Merangin, Iptu Julisman, Minggu (14/1/2024) sore.

Dikatakanya, sejauh ini tim baru menemukan baju pelampung yang dipakai korban saat tenggelam terseret arus sungai.

“Untuk baju pelampung korban yang hanyut ditemukan di Birun Kecamatan Pangkalan Jambu kabupaten Merangin. Untuk saat ini pencarian masih tetap dilakukan dengan mengikuti arus sungai tersebut,” Ujarnya.

Tim Basarnas Kerinci-Sungai Penuh melakukan pencarian warga dan anggota SAR yang hanyut di Sungai Penetai. (Foto: Basarnas jambi)

Sementara itu Humas SAR Jambi, Luthfi mengatakan telah terjadi insiden terhadap tim yang sedang melakukan pencarian terhadap korban hanyut di Sungai Penetai, Kabupaten Kerinci.

“Sementara untuk kronologi serta lainnya akan kami infokan nanti dikarenakan di lokasi terkendala akses dan sinyal. Doakan kami agar dapat selalu diberikan keselamatan,” ucapnya.

Hari Ketiga, Update Perkembangan Pencarian Tim SAR Kerinci yang Hanyut

Upaya pencarian korban hanyut di sungai penetai terus dilakukan. (Doc/Basrnas)

Sudah Memasuki hari ketiga pencarian anggota Basarnas Kerinci M Agus Farurrazi dan hari keempat pencarian Edi Suparman warga Pesisir Bukit Kota Sungaipenuh yang hanyut saat mendulang emas di sungai penetai belum membuahkan hasil, Selasa (16/1/2023). 

Pencarian dilakukan oleh beberapa tim, tim gabungan terdiri dari Kepala Basarnas Jambi, Basarnas Muaro Bungo, Kapolsek Batang Merangin IPTU Julisman, Camat, Kanit Binmas, Babinsa, perangkat Desa Muara Emat, Birun serta Masyarakat setempat.

Kapolsek Batang Merangin IPTU Julisman mengatakan, hingga Senin pukul 17.30 WIB pencarian kedua korban yang hanyut itu belum ditemukan.

“Sejak pagi hingga sore pencarian dilakukan menyisir Sungai Batang Merangin Desa Muaro Imat dan Desa Birun Kabupaten Merangin belum ditemukan, pencarian dilanjut besok mengingat cuaca dan air Sungai sangat deras,” ujar Kapolsek.

Untuk tim pencarian dibagi menjadi beberapa tim ada yang menyisir ke dalam hutan penetai dan ada yang menyisir Sungai.

“Untuk saat ini yang baru di berangkatkan kehutan Penetai berjumlah 3 orang untuk bergabung dengan tim yang lebih dahulu di berangkatkan sehingga semua berjumlah 10 orang. 

Kemudian, Tim yang lainnya menyisir di sepanjang sungai mulai dari persimpangan sungai Penetai sampai ke aliran sungai Desa Birun Kecamatan Sungai Manau Kabupaten Merangin,” jelasnya.

Informasi dan keterangan yang diperoleh dari keluarga M. Agus Farurrazi, Arshaka menyampaikan bahwa korban M. Agus Farurrazi adalah seorang atlet Bilyar Kota Sungai Penuh Dirinya berasal dari Medan, Dia memiliki istri yang saat ini sedang hamil tua anak pertama. 

“Mudah-mudahan Sahabat kami cepat ketemu,” ucapnya. Senin malam (15/01/2024). 

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus dilakukan, tim gabungan dari Basarnas, Polres Kerinci dibantu warga sekitar serta keluarga korban mengalami kesulitan dikarenakan dilokasi yang terus menerus diguyur hujan.

(hza)

Kabut Tebal, Kapolda Jambi Belum Berhasil Dievakuasi, Gubernur Al Haris Bertahan di Kerinci

Gubernur Jambi Al Haris pantau proses evakuasi Kapolda Jambi di Tamiai Kerinci. (ist) 

KERINCI | MERDEKAPOST.COM - Meski tim evakuasi sudah berhasil mencapai lokasi jatuhnya helikopter yang ditumpangi Kapolda Jambi, Irjen Rusdi Hartono beserta rombongan, sejak Senin (20/02/2023) pagi. Namun hingga Senin sore, tim belum berhasil mengevakuasi Kapolda Jambi dan rombongan dari lokasi.

Gubernur Jambi, Al Haris mengatakan evakuasi Kapolda dan rombongan dilanjutkan esok hari, Selasa (21/02/2023). Dia mengatakan evakuasi Kapolda Jambi sore tadi terkendala tebalnya kabut di lokasi.

“Tadi sore untuk evakuasi terkendala kabut. Besok di lanjutkan lagi, Insyallah besok evakuasi Kapolda bisa dilakukan,” kata Al Haris.

Gubernur mengatakan tim evakuasi masih berada di lokasi, ini ditambah dengan tim evakuasi darat juga sudah mencapai lokasi tadi sore.

Kondisi badan helikopter yang terlihat hancur. (ist)

BACA JUGA:

Ini 5 Fakta Helikopter Kapolda Jambi Mendarat Darurat di Hutan Kerinci

Tim SAR Brimob, Kesehatan dan Kapolres Kerinci Tiba di Lokasi Titik Helikopter Jatuh yang Ditumpangi Kapolda

“Tim evakuasi darat juga sudah di lokasi. Tadi Kapolda dan rombongan juga sudah ditangani medis. Pasokan makanan untuk malam ini juga disalurkan tim evakuasi tadi,” sebutnya.

Gubernur Jambi, Al Haris menyebutkan dirinya masih bertahan di Kerinci hingga Kapolda Jambi dan rombongan berhasil dievakuasi keluar dari lokasi jatuhnya helikopter.

“Kita ingin pastikan beliau dan rombongan berhasil dievakuasi keluar dari lokasi itu,” sebutnya.

Gubernur Jambi sudah datang ke Kerinci memantau proses evakuasi Kapolda dan rombongan sejak tadi malam. (*)

Mancing di Sungai Batang Merangin, Seorang Pria Asal Air Mumu Kerinci Dikabarkan Hilang

 

Pencarian oleh tim SAR. Foto: Ist

Merdekapost.com - Warga Kecamatan Gunungraya, Kabupaten Kerinci dikabarkan hilang saat mancing di Sungai Batang Merangin, Sabtu (19/02/2022).

Warga tersebut bernama Fitriadi (38) warga Airmumu, Kecamatan Gunungraya. Ia dikabarkan hilang saat mancing bersama empat rekannya di Sungai Batang Merangin, Desa Muarahemat, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci.

Dikatakan koordinator pos SAR Kerinci, Ujang Sudani, memasuki Hari ke 3 Pencarian Korban Warga Desa Sungai Mumu. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas,TNI, Polsek, BPBD, dan Masyarakat akan melakukan penyisiran sejauh 5 KM dengan metode penyisiran di tepi sungai dan Penyelaman.

“Kendala yang di hadapi tim pada saat pencarian adalah Arus sungai yang sangat deras dan terdapat batu-batu yang besar. Sehingga tim lebih fokus untuk melakukan penyisiran melalui tepi Sungai,” ujarnya, Selasa (22/01)

Ada beberapa warga setempat juga melakukan penyelaman di sekitar tempat kejadian, Hasil pencarian hari ke 2 Kemarin, lanjut Ujang, Tim gabungan menemukan sepatu Boots korban di bawah Bebatuan Sungai Batang Merangin.

“Semoga ini merupakan titik terang dan menemukan Korban secepatnya,” tambahnya

Kabar tenggelamnya Adi, kata Ujang, saat korban memancing bersama temannya. Namun tak berselang lama temannya memanggil korban untuk pulang bersama.

“Tetapi Korban tidak membalas panggilan temannya dan diketahui hilang. Pada Tanggal 20 Februari 2022, Basarnas Jambi Terima Info tersebut pada Pukul 18.00 WIB dan Tim POS SAR Kerinci dikerahkan untuk melakukan Pencarian Hingga saat ini”, tutupnya. (064)

Belasan Rumah di Desa Pulau Pandan, Sarolangun Terancam Longsor ke Sungai

Satu bangunan yang berada di pinggir Sungai Batang Limun. Belasan rumah di Desa Pulau Pandan RT 04, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun terancam ambruk ke sungai Batang Limun. (adz) 

SAROLANGUN, MERDEKAPOST.COM - Belasan rumah di Desa Pulau Pandan RT 04, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun terancam ambruk ke sungai Batang Limun.

Sebab,  gerusan air dan tidak adanya penahan tebing. Kondisi tebing berangsur-angsur runtuh, sedikit demi sedikit.

Warga RT 04 Pulau Pandan yang berada di pinggir sungai Batang Limun cemas dan ketakutan.

Baca juga: BREAKING NEWS! 49 Penyelenggara Pilkada Bungo Terkonfirmasi Reaktif Covid-19

"Sayo selaku warga yang Terancam rumah Sayo longsor kesungai berharap pemerintah khusus dinas PUPR kabupaten Sarolangun ataupun PUPR propinsi Jambi untuk segera menangapi dan membangun beronjong penahan tebing," kata Zulkarnain, warga RT 04 Kecamatan Limun Desa Pulau Pandan, Jum'at (27/11/2020).

Rumah Zulkarnain di Desa Pulau Pandan hanya berjarak tiga meter saja, dari bibir sungai, dan beberapa warga juga senasib dengannya.( hza/sumber: tribunnews.com)*

Cerita Unik Tim Basarnas: Cari Korban Tenggelam, Eh Malah Korban Sudah Kawin Lagi

Coffe morning basarnas bersama awak media, di aula kantor Basarnas Jambi. (doc/ist)
MERDEKAPOST.COM - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) merupakan Lembaga Pemerintah Nonkementerian yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pencarian dan pertolongan (Search And Rescue/SAR).

Tak jarang, tim Basarnas mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas dengan medan yang berat. Apalagi usai terjadi benca alam. Bahkan, bahaya pun menyertainya.

Namun, kali ini ada yang menarik, dari cerita anggota Basarnas Jambi. Dari cerita mistis hingga cerita unik, di sebuah daerah.

Ada satu cerita yang unik, setelah berhari-hari melakukan pencarian terhadap korban yang hilang, belakangan diketahui ternyata korban sudah menikah lagi.

Hal ini diceritakan, Kepala Seksi Operasional (Kasi Ops), Kornelis, pada saat menggelar coffe morning bersama awak media, di aula kantor Basarnas Jambi, Kamis (6/8/2020).

Ia menceritakan kejadian yang menjengkelkan namun juga jadi cerita menghibur di kemudian hari. Katanya, pada saat ia dan tim Basarnas lainnya mendapat laporan dari Polsek, bahwa seorang nelayan di wilayah laut Provinsi Jambi tenggelam.

Pihaknya pun langsung menuju ke lokasi untuk melakukan pencarian. Di lokasi, pihaknya menemukan sampan yang tebalik. Selama tiga hari di lokasi, belakangan baru diketahui bahwa korban yang dicari tersebut masih ada dan sudah menikah lagi.

“Dari informasi Polsek, korban pergi melaut. Jagoannya (Suami korban) biasanya jam 5 sore pulang ke rumah.

Ditunggu gak pulang-pulang. Sampai jam 10 malam baru pihak Polsek melapor ke Basarnas. Kita cari lah, selama tiga hari kita di lokasi. Belakangan baru diketahui, eeh ternyata orang yang dicari itu, sudah ‘kawin lagi,” cerita Kornelis kepada Jambiseru.com (media partner Merdekapost.com), yang membuat para audiens tertawa, Kamis (6/8/2020).

Tak hanya sampai di situ, ia pun mendapat laporan lagi dari pihak Polsek. Bahwa seorang korban telah hilang di sebuah hutan di Provinsi Jambi.

“Karena laporan dari Polsek, kita langsung menuju ke lokasi. Kita masuk hutan dan di sana ada sungai. Di pinggir sungai itu pula ada ember. Jadi diduga korban hanyut tenggelam di sekitaran itu. Setelah berhari-hari mencari, eh belakangan diketahui lagi. Ternyata korban kawin lagi,” tambah ceritanya.

Kornelis juga menceritakan hal unik lainnya. Suatu ketika pihaknya mendapat laporan bahwa ada seorang korban yang tenggelam di sungai Batanghari.

Pihaknya menuju ke lokasi. Selama dua hari melakukan pencarian, ada seorang yang dipercayai masyarakat sekitar bisa melihat hal yang gaib. Dikatakan seorang itu, korban yang tenggelam masih bernafas di bawah. Dirinya pun langsung mendapatkan desakan dari masyarakat untuk segera menyelam menyelamatkan korban yang tenggelam.

Kata Kornelis, semua penjelasan sudah diberikannya ke masyarakat untuk bersabar. Hingga akhirnya, pihaknya menemukan korban dalam keadaan tidak bernyawa.

“Ada dukun datang, bilang korban masih bernapas. Padahal sudah 2 hari hilang tenggelam, kemudian kita jadi sasarannya. Hingga akhirnya, korban ketemu sudah tidak bernyawa lagi. Paling lama itu, orang tahan di dalam air selama 5 menit. Ini dukun datang bilang 2 hari tenggelam masih bernafas,” tutupnya. (red)

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs