Lagi, Kerinci dan Sungai Penuh Diterjang Banjir, Viral Mobil Pelat Sumbar Terjebak Longsor

VIRAL - Satu Unit mobil berpelat Sumatera Barat viral di media sosial terjebak longsor akibat hujan deras yang terjadi pada Senin (10/6) malam. Beberapa desa di Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh diterjang banjir.

MERDEKAPOST.COM, KERINCI – Sejumlah desa di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh diterjang banjir, Senin (10/6/) malam akibat intensitas hujan yang sangat tinggi.

Meluapnya beberapa sungai akibat hujan deras itu menyebabkan sejumlah rumah warga terendam banjir. Tak hanya itu, ruas jalan penghubung antar desa juga terendam.

Desa yang terdampak itu yakni Desa Koto Lolo, Sungai Liuk kecamatan Pesisir Bukit, dan Koto Baru Kecamatan Koto Baru Kota Sungai Penuh, serta Desa Semumu Kecamatan Depati VII Kabupaten Kerinci dan Desa Siulak Mukai.

Dandim 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Budiarto bersama Danramil dan Babinsa melakukan peninjauan banjir itu. Dia mengatakan banjir itu dikarenakan intensitas hujan yang sangat tinggi.

"Sehingga meluapnya beberapa Sungai seperti Sungai Pengasah yang melintasi di tengah 4 Desa Sungai Liuk, Kecamatan Pesisir Bukit Kota Sungai Penuh dan meluapnya Sungai di Desa Semumu Kecamatan Depati VII Kabupaten Kerinci," ungkap Dandim seraya mengaku mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.

Saat ini pihaknya terus berkoordinasi, terutama kepada staf dan Koramil jajaran untuk terus melaporkan setiap perkembangan.

"Meski kita tahu ini banjir luapan, namun apabila intensitas dan debit air terus meningkat, tentunya akan sangat berdampak bagi aktivitas masyarakat dan ekonomi," tuturnya.

Pantau dilapangan Selasa (11/6), luapan air yang menggenangi rumah telah surut.

“Kita tetap melaksanakan siaga. Kepada warga kita mengimbau untuk selalu waspada, terutama yang di berada di lokasi terdampak,“ pungkas Dandim.

Mobil Tertimbun Longsor

DAMPAK dari hujan deras itu menyebabkan longsor di di ruas jalan nasional, tepatnya di perbatasan Desa Lubuk Nagodang dan Siulak Deras, Kecamatan Gunung Kerinci.

Akibat longsor itu menyebabkan satu unit mobil tertimbun dan viral di media sosial, Selasa (11/6).

Dari rekaman video yang diunggah pemilik akun Facebook Rambo, terlihat sebuah mobil terjebak di lokasi longsor dan tidak bisa bergerak.

Sejumlah warga terlihat menghampiri mobil itu untuk melakukan pertolongan kepada sopir dan penumpang, agar bisa keluar dari mobil tersebut. Terlihat juga material longsor yang menimbun badan jalan setinggi lutut orang dewasa.

"Ya ada mobil yang terjebak longsor di ruas jalan Lubuk Nagodang menuju Siulak Deras," kata Resi salah seorang warga yang akan melewati jalan Lubuk Nagodang ke Siulak Deras.

Akibat kejadian tersebut, jalan penghubung Kabupaten Kerinci dengan wilayah Sumatera Barat itu tidak bisa dilalui.

Resi mengatakan akibat longsor tersebut membuat arus lalulintas tidak bisa dilewati, dikarenakan material longsor menutupi badan jalan setinggi lutut orang dewasa.

"Bagi yang ingin ke Kayu Aro atau sebaliknya, lebih baik ditunda dulu, karena jalan tidak bisa dilewati," tutupnya.

Viral satu unit mobil terjebak dan tertimbun longsor di salah satu ruas jalan Siulak Kayu Aro tepatnya diperbatasan Lubuk Nagodang dengan Siulak Deras. (ist)  

Turunkan Alat Berat

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kerinci pada Selasa (11/6) mengakibatkan jalan nasional Siulak Kayu Aro tertimbun longsor. Bahkan di perbatasan Lubuk Nagodang dan Siulak Deras itu menimbun satu unit mobil dan membuat arus lalu lintas lumpuh.

Kini longsoran tersebut telah dibersihkan dan jalan sudah bisa dilewati. Satu mobil yang terjebak longsor juga sudah dievakuasi.

Kepala Dinas PUPR Kerinci, Maya Novefri Handayani mengungkapkan, bahwa pihaknya segera mengerahkan satu alat berat untuk mengurai endapan pasir dan lumpur yang menutupi badan jalan.

"Kami juga mendapat bantuan satu alat dari balai," ujar Maya, Senin (11/6).

Maya dan timnya berada di lokasi untuk memastikan langsung progres penguraian dan pembersihan tersebut.

"Kami sekarang di lokasi, selain mengevakuasi mobil yang terjebak, kami juga memastikan proses pembersihan dan penguraian material berjalan dengan baik," tuturnya.

Kata Maya, kondisi jalan saat ini sudah bisa dilalui kendaraan roda empat. "Jalan sekarang sudah bisa dilewati dan alat berat masih terus bekerja di lokasi untuk memastikan semua material bersih," jelasnya.

Dia juga menekankan pentingnya respons cepat dalam situasi bencana seperti ini.

"Penanganan cepat sangat penting untuk mengurangi dampak bencana. Kami akan terus berupaya memastikan jalan-jalan di Kerinci tetap aman dan bisa diakses oleh masyarakat," kata Maya.(adz)

Wagub Sani Minta FGD Penanganan Banjir Sungai Batang Merao Dapatkan Solusi Permanen

Merdekapost.com - Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD) Penanganan Banjir Sungai Batang Merao Pasca Banjir Januari 2024, bertempat di Hotel Aston, Selasa (07/05/2024). Dalam kesempatan tersebut Wagub Sani meminta agar pertemuan pada FGD ini diharapkan multipihak dapat berdiskusi menemukan solusi permanen penanganan banjir di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Hadir pada kesempatan tersebut Wali Kota Sungai Penuh Ahmadi Zubir, Pj. Bupati Kerinci Asraf, S.Pt., M.Si, serta OPD terkait.

Dalam sambutan dan arahannya Wagub Sani menyatakan bahwa semua pihak harus menyadari bahwa permasalahan banjir ini tidak dapat diselesaikan secara sektoral, tetapi membutuhkan sinergisitas dan kolaborasi multi sektor. “Saya berharap masukan dari pemerintah daerah dan perangkat daerah terkait, instansi vertikal serta para pakar dapat menghasilkan solusi/alternatif kedepan dalam mengelola ekosistem dan mengurangi dampak bencana diwilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci,” kata Wagub Sani.

Wagub Sani juga menyatakan bahwa akan banyak tantangan yang perlu diselesaikan secara bersama baik terkait pengurangan potensi bahaya banjir maupun regulasi terkait penanganan daerah aliran Sungai antar wilayah administrasi yang berbeda. “Besar harapan saya melalui kegiatan ini, kedepan kita dapat menyusun program terintegrasi, baik dari hulu, tengah hingga hilir, menyiapkan solusi dan alternatif untuk memitigasi dan menangani banjir dikawasan rawan bencana dan juga seluruh wilayah Provinsi Jambi,” ujar Wagub Sani.

Menurut Wagub Sani, dalam penanggulangan banjir yang terjadi di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci pada bulan Januari 2024 lalu, baik pada saat banjir maupun pasca banjir, Pemerintah Provinsi Jambi melalui perangkat daerah terkait membantu penanganan, memastikan agar pasokan masakan dan bantuan logistik kepada masyarakat diwilayah tersebut tidak terganggu. 

“Evakuasi warga diminta secepatnya dilakukan untuk daerah yang dinilai rawan bencana. Petugas kesehatan juga diminta siaga disetiap posko pengungsi selama 24 jam dan gratis untuk mengantisipasi adanya pengungsi yang jatuh sakit. Besar harapan kita bersama, agar apa yang telah dilakukan dan sedang diupayakan oleh Pemerintah Provinsi Jambi untuk menangani bencana banjir di Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh dan seluruh wilayah rawan bencana di Provinsi Jambi dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh masyarakat, dan selanjutnya dapat menguatkan komitmen seluruh masyarakat Provinsi Jambi bersama dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk meningkatkan kolaborasi dan koordinasi melakukan mitigasi terhadap bencana banjir diwilayah Provinsi Jambi,” ucap Wagub Sani. 

Wagub Sani juga menyampaikan bahwa penanganan sedimentasi (pendangkalan) Sungai Batang Merao merupakan kewenangan Pemerintah Pusat, tetapi Pemerintah Provinsi Jambi berupaya untuk mengusulkan ke Pemerintah Pusat. “Saya berharap semua stakeholder dapat memonitor dan saling berkoordinasi agar upaya- upaya mitigasi banjir dapat dilakukan lebih maksimal, berupaya untuk mengenali risiko banjir, penegakan aturan serta penyadaran masyarakat untuk memitigasi dan mengatasi banjir diwilayah Provinsi Jambi,” pungkas Wagub Sani.

Sementara itu Penjabat (Pj) Bupati Kerinci Asraf, S.Pt.,M.Si dalam paparannya menyatakan bahwa peristiwa bencana alam banjir dan tanah longsor di Kabupaten Kerinci pada tanggal 30 Desember 2023 lalu disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi dibeberapa titik lokasi, sehingga memicu meluapnya air Sungai Batang Merao dan beberapa anak Sungai lainnya.

“Berdasarkan perhitungan dari dinas terkait, diperoleh nilai total kerugian akibat rusaknya infrastruktur, rusaknya lahan pertanian dan meningkatnya kerentanan kesehatan masyarakat pada wilayah terdampak bencana alam banjir dan longsor yaitu sebesar Rp. 896.441.382.504 (Delapan ratus Sembilan puluh enam miliar empat ratus empat puluh satu juta tiga ratus delapan puluh dua ribu lima ratus empat rupiah). Dan untuk itu salah satu upaya penanganan pasca banjir ini pemerintah Kabupaten Kerinci telah membentuk Tim Pengkajian kebutuhan banjir dan longsor Kabupaten Kerinci,” jelas Pj. Bupati.

Pj. Bupati juga memaparkan langkah yang harus dilakukan di Sungai Batang Merao yaitu diantaranya normalisasi  sepanjang Sungai Batang Merao dari Hulu ke Hilir, pembangunan Turap/Talud/Bronjong di Tebing Sungai yang rawan longsor, dan juga melakukan normalisasi Danau Kerinci. (Oga)

Sungai Arai Meluap Banjir Hantam Desa Semumu, BPBD: Drainase Kecil dan Tidak Normal

MERDEKAPOST.COM, KERINCI – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur kabupaten Kerinci, Rabu sore (24/4/2024) yang mengakibatkan meluapnya Sungai Arai yang berada di Desa Semumu Kecamatan Depati Tujuh Kabupaten Kerinci sekitar pukul 17.30.00 wib sore tadi.

Menanggapi laporan warga Tim Satgas Tanggap Darurat Kerinci langsung turun ke lokasi dan menelusuri penyebab banjir di wilayah tersebut.

Menurut Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kerinci, Dedi Andrizal Hujan deras yang memicu banjir ini diakibatkan oleh saluran drainase sungai yang tidak bisa menampung besarnya debit air yang masuk karena curah hujan tinggi.

“Kami melihat bahwa salah satu penyebab banjir, dimana saluran /bandar yang mengaliri air di wilayah ini kecil bahkan tidak normal, jika normal maka air tidak sampai melimpah kerumah warga, ditambah pula tidak ditutupnya pintu air bandar Kasigi sehingga mengakibatkan meluapnya air ke wilayah Semumu ini,” ujar Dedi.

Saat menyambangi lokasi sumber banjir Kalak BPBD Kerinci yang didampingi oleh Kepala Bidang (Kabid) tanggap darurat Dinas PUPR Kerinci, Safrida ST, Dandramil, Bhabinkamtibmas Polres Kerinci yang langsung mendatangi rumah-rumah warga yang terdampak banjir.

Untuk tindak lanjut yang akan dilakukan oleh pemkab kerinci kedepannya akan memeriksa sumber banjir dan memperbaiki saluran-saluran drainase yang rusak dan tersumbat. “Besok segera kita akan cek dan pastikan kembali penyebab banjir itu apa, selain dari curah hujan yang tinggi. Apakah ada saluran drainase yang patah misalnya atau ada ada penyebab yang lainnya,” terang Kalak BPBD Kerinci.

Namun demikian untuk kondisi saat ini pemerintah melalui satgas tanggap darurat memastikan bahwa kondisi sudah kembali normal, banjir sepintas lalu dan tidak membuat genangan air yang berdampak namun perlu dilakukan pembersihan akibat lumpur.(adz)

Edi Korban Hanyut di Sungai Penetai Akhirnya ditemukan Sudah Meninggal Dunia

Edi Suparman warga yang hanyut sejak Jum'at (12/01/2024) lalu akhirnya ditemukan warga dalam keadaan sudah meninggal dunia pada Kamis (18/01/2024). (mpc)

MERDEKAPOST.COM, JAMBI – Memasuki hari ke enam pencarian Edi Suparman Lubis warga yang hanyut  di Sungai Penetai dan dinyatakan hilang sejak Jum'at 12/01/2024 lalu. akhirnya membuahkan hasil. 

Informasi yang diperoleh dari warga Desa Muaro Imat pada hari ini, Kamis, (18/1/ 2024), sekira pukul 19.40 WIB Telah ditemukan korban hanyut atas nama Edi Suparman (35), dalam keadaan Meninggal Dunia.

“laporan dari Sekdes Muara Hemat sudah ditemukan mayatnya namun belum di bawa keluar dari lokasi tempat ditemukan”. Ungkap Sujardi, Camat Batang Merangin

Adapun lokasi korban tesebut ditemukan tidak jauh dari lokasi saat pertama korban hanyut.

Kapolsek Batang Merangin IPTU Julisman membenarkanya penemuan Edi Suparman Lubis itu.

“Korban ditemukan oleh masyarakat muara hemat dan keluarga korban di hutan dalam sungai penetai dalam keadaan meningal dunia,” kata Kapolsek.

Dikatakan kapolsek, Untuk melakukan evakuasi jarak tempuh yang di lewati memakan waktu lebih kurang 6 jam perjalanan dengan Medan jalan yang terjal, mendaki dan nurun mengingat saat ini musim hujan sehingga jalan turun dari hutan tersebut licin sehingga memakan waktu lebih lama.

“Saat ini perwakilan dari pihak keluarga dan warga setempat akan berangkat kelokasi penemuan mayat dan akan membawa korban melewati jalur darat. Diperkirakan perjalan menuju lokasi penemuan mayat menempuh perjalanan sekitar 5-6 jam perjalanan,” ujarnya.

Baca Juga : 

Awal Kisah Edi Pendulang Emas Hanyut, Kemudian Agus Tim SAR yang Diturunkan Mencari Edi Ikut Hanyut Terseret Arus

Sedih, Istri Sedang Hamil Tua, Memasuki Hari Ke-3 Agus Anggota Basarnas Kerinci yang Hanyut Belum Ditemukan  

Diperkirakan perjalanan menuju lokasi penemuan korban hanyut menempuh perjalanan sekitar 5 sampai 6 jam. 

Sedangkan perjalanan saat membawa korban keluar melewati jalan hutan membutuhkan perjalanan 10 sampai 12 jam perjalanan dikarenakan kondisi yang terus hujan dan jalan yang licin. 

Diperkirakan korban akan sampai dirumah duka di Desa Serpih (Muaro Imat), sekitar besok siang atau sore hari Jum’at, 19/01/2024.

Sementara itu, menurut Kapolsek Batang Merangin IPTU Julisman, untuk korban hanyut dari pihak Basarnas atas nama M Agus sampai saat ini masih terus dilakukan upaya pencarian.(red)

Sedih, Istri Sedang Hamil Tua, Memasuki Hari Ke-3 Agus Anggota Basarnas Kerinci yang Hanyut Belum Ditemukan


KERINCI JAMBI | MERDEKAPOST.COM - Memasuki hari ke ketiga pencarian anggota Basarnas Kerinci M Agus Farurrazi dan hari ke empat pencarian Edi Suparman warga Pesisir Bukit Kota Sungaipenuh belum membuahkan hasil, Selasa (16/1/2023) dari pukul 09.00 WIB – 17.30 WIB.

Pencarian dilakukan oleh beberapa tim, tim gabungan terdiri dari Kepala Basarnas Jambi, Basarnas Muaro Bungo, Kapolsek Batang Merangin IPTU Julisman, Camat, Kanit Binmas, Babinsa, perangkat Desa Muara Emat, Birun serta Masyarakat setempat. 

Kapolsek Batang Merangin IPTU Julisman mengatakan, hingga pukul 17.30 WIB pencarian ketiga yang hanyut itu belum ditemukan.

“Pencarian hari ini tim belum menemukan kedua orang yang hanyut di Sungai Penetai Batang Merangin,” kata Kapolsek Batang Merangin IPTU Julisman ketika dikonfirmasi media.

BERITA TERKAIT: Diduga Perahu Bocor, 1 Anggota Tim SAR yang Bertugas Mencari Edi Ikut Hanyut di Sungai Penetai 

Kapolsek Batang Merangin juga memastikan, pencarian masih dilakukan pada esok harinya. 

“Besok pencarian tetap dilakukan oleh Tim Basarnas, anggota Polsek dan dibantu masyarakat, mari kita doakan semoga pencarian korban hanyut ini berhasil,” ucap IPTU Julisman.

Untuk diketahui, Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari keluarga M Agus Farurrazi, Arshaka menyampaikan bahwa M Agus Farurrazi adalah seorang atlet Biliar Kota Sungai Penuh asal Medan, M Agus telah memiliki istri yang kondisi istri saat ini sedang  kondisi hamil tua anak pertama mereka. (HZA)

Viral, Pulau Terapung di Danau Kerinci, Begini Penjelasannya

Tanah lebih kurang seluas 2 hektare hanyut ke tengah Danau Kerinci hingga membentuk sebuah pulau. (doc/istimewa)

KERINCI | MERDEKAPOST.COM - Tanah lebih kurang seluas 2 hektare hanyut ke tengah Danau Kerinci hingga menyerupai sebuah pulau kecil, Sabtu (13/1/2024). 

Fenomena alam tersebut viral di media sosial setelah videonya dibagikan akun Facebook Febry Hairulalif.

Dalam video itu disebutkan bahwa tanah yang hanyut tersebut ukurannya cukup luas. 

Lebih luas dari ukuran lapangan sepak bola. Dan posisinya terletak di tengah danau Kerinci. 

"Pas berada di tengah-tengah danau, antara desa Seleman dan Pulau Tengah," ujar perekam video tersebut. 

Di video tersebut terlihat pohon-pohon besar yang ada di tanah tersebut masih berdiri dengan utuh. 

Tokoh masyarakat Seleman, Bulkia mengatakan, tanah tersebut mengapung, terombang ambing di atas permukaan danau sejak dari kemarin

“Kemaren masyarakat kita sudah meninjau ke sana," sebutnya, Minggu (14/1/2024). 

Diketahui danau Kerinci saat ini memang sedang meluap. Bahkan tingginya debit air danau Kerinci membuat desa-desa yang berada di sekeliling danau kebanjiran. 

Banjir akibat luapan danau Kerinci mengenanggi rumah hingga ukuran pingang orang dewasa. Sehingga danau Kerinci terlihat bertambah luas. 

Kapolsek Danau Kerinci AKP Edi Mardi bersama Camat Danau Kerinci saat mengunjungi lokasi 'Pulau Terapung' di Danau Kerinci yang lagi viral. Selasa, 16|01|2024 (Ist)

Penjelasan Kapolsek Danau Kerinci, Setelah Dirinya Bersama Camat Meninjau 'Pulau Terapung'  itu 

Tanah hanyut mengapung hingga membentuk pulau di Danau Kerinci yang viral ternyata 5 tahun yang lalu juga pernah hanyut.

Tanah seluas 1,5 hektare tersebut awalnya berasal dari wilayah Desa Ujung Pasir, Kecamatan Tanco Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi.

Hal itu disampaikan oleh Kapolsek Danau Kerinci, AKP Edi Mardi, Selasa (16/1/2024).

Kapolsek mengatakan, pada Selasa pagi 16/01/2024 dirinya telah ke lokasi ‘pulau baru’ yang ada di Danau Kerinci tersebut dengan menggunakan perahu.

Saat ini tanah hanyut tersebut berada di wilayah desa Koto Tengah Seleman, Kecamatan Danau Kerinci.

“Luasnya sekitar 1,5 hektar tapi bentuknya agak memanjang,” kata Edi Mardi.

Setelah mengelilingi tanah tersebut, kata Edi, dirinya bersama Camat langsung ke atas tanah tersebut.

Di lokasi juga ada warga yang sedang mencari rumput di atas luas yang hanyut itu.

“Rasa bergoyang ketika kita di atasnya,” ujarnya.

Dilanjutkannya, berdasarkan informasi dari masyarakat, tanah tersebut disebut kumpa atau tanah mengapung, awalnya berasal dari wilayah desa Ujung Pasir.

Pada 2018 tanah tersebut hanyut ke Danau Kerinci dari Desa Ujung Pasir hingga sampai ke wilayah Desa Keluru, kecamatan Keliling Danau.

“Banjir kali ini tanah tersebut kembali hanyut ke tengah danau,” jelasnya

(hza | MPC )

Awal Kisah Edi Pendulang Emas Hanyut, Kemudian Agus Tim SAR yang Diturunkan Mencari Edi Ikut Hanyut Terseret Arus

Tim Basarnas Terus melakukan upaya pencarian korban hanyut di Sungai Penetai Batang Merangin Kerinci - Jambi . INSERT : Korban Hanyut Edi pendulang emas dan M Agus anggota tim Basarnas (Doc/Merdekapost.com). 

Kerinci, JAMBI  - Seorang Pendulang emas bernama Edi Suparman (35), warga Pesisir Bukit Kota Sungai Penuh, Jambi dilaporkan hanyut saat bekerja mendulang emas. 

Kemudian Tim SAR diturunkan untuk melakukan pencarian korban Edi, Kejadian itu terjadi di Sungai Batang Penetai, Desa Muara Hemat, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci, Jambi, pada Jumat (12/1/2024) lalu sekira pukul 22.30 WIB.

"Berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa korban hanyut saat sedang bekerja mendulang emas di air Sungai Batang Penetai," kata Kapolsek Batang Merangin Iptu Julisman, Sabtu (13/1/2024) lalu.

Julisman menerangkan bahwa korban pergi ke Sungai Batang Penetai itu sejak Rabu (10/1/2024) bersama beberapa orang penambang emas ilegal lainnya. Korban sempat dikabarkan memancing, namun dari hasil penelusuran informasi korban ternyata tengah mendulang emas.

"Korban dan teman-temannya bukan pergi memancing tetapi pergi menambang emas menggunakan mesin penyedot (robin) di Sungai Batang Penetai," jelasnya.

Upaya pencarian korban terus dilakukan oleh Basarnas bekerjasama dengan Polres Kerinci. (Doc/Polres Kerinci)

Lokasi korban hanyut itu diketahui telah masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Adapun perjalanan dari pemukiman Desa Muara Hemat ke lokasi melewati hutan dengan perjalanan memakan waktu sekitar 8 jam.

"Lokasi hanyut di Sungai Penetai lebih kurang perjalanan 8 jam dari Desa Muara Hemat melalui hutan rimba". tuturnya.

Saat ini, Tim SAR gabungan Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat berupaya melakukan pencarian dengan menyisir sungai.

"Kami telah melakukan kordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kerinci dan pihak SAR," katanya.

Sementara itu, Humas Basarnas Jambi Luthfi mengatakan personel SAR sudah berada di lokasi untuk melakukan pencarian. Hingga Sabtu sore, proses pencarian masih dilakukan.

"Iya, tim Basarnas juga turun untuk melakukan pencarian," ujarnya.

Upaya pencarian korban terus dilakukan oleh Basarnas bekerjasama dengan Polres Kerinci. (Doc/Basarnas Jambi)
Diduga Perahu Bocor, 1 Anggota Tim SAR yang Bertugas Mencari Edi Ikut Hanyut di Sungai Penetai

Perahu Basarnas Cabang Jambi di Kerinci-Sungaipenuh dikabarkan bocor menghantam batu atau kayu ketika mereka melakukan terhadap pencarian warga penambang emas bernama Edi yang hanyut di Sungai Penetai Kecamatan Batang Merangin, Kerinci, Jambi, Jumat (11/1/2024) lalu.

Bocornya perahu basarnas mengakibatkan 5 orang Tim Basarnas dikabarkan Hanyut, 4 Dikabarkan berhasil selamat, 1 orang anggota Basarnas belum ditemukan.

Kapolres Kerinci AKBP M Mujib dikonfirmasi membenarkan adanya informasi tersebut, saat ini anggotanya sedang berada dilokasi kejadian di Batang Merangin. “Iya, anggota kita lagi mengumpulkan data dilapangan,” ujar Kapolres Kerinci AKBP M Mujib, Minggu (14/1/2024).

Data yang diperoleh, Tim Basarnas Posko Kerinci-Sungaipenuh sedang melakukan pencarian warga (Edi) yang hanyut di Sungai Penetai, pada Pukul 11.00 Pagi Tim Basarnas sebanyak 5 orang menyisir ke Sungai Penetai Dimana lokasinya warga Kota Sungai Penuh Edi Suparman (35) hanyut tersebut.

Baju Pelampung Salah seorang anggota Tim Basarnas Pos Kerinci Agus (27) ditemukan disungai didesa Birun, Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin. (Doc/Basarnas Jambi)

Kapolsek Batang Merangin IPTU Julisman dikonfirmasi membenarkan, laporan sementara dan sudah dilaporkan ke pimpinan Bapak Kapolres Kerinci. 

“Iya, sekarang anggota sedang dilokasi, karena dilokasi signal hanphone tidak ada,” katanya. 

"Salah seorang anggota Tim Basarnas Pos Kerinci M Agus (27) hanyut di Sungai Batang Merangin saat bertugas melakukan pencarian orang hilang terbawa arus sungai, Minggu (14/1/2024)". Ujarnya

Agus terseret arus sungai saat perahu karet yang dinaikinya terbalik sewaktu melakukan pencarian orang hilang di sungai penetai.

Saat ini pencarian masih dilakukan oleh tim gabungan dari pihak TNI/Polri, Basarnas, Tim Kesehatan dan masyarakat sekitar,” kata Kapolsek Batang Merangin, Iptu Julisman, Minggu (14/1/2024) sore.

Dikatakanya, sejauh ini tim baru menemukan baju pelampung yang dipakai korban saat tenggelam terseret arus sungai.

“Untuk baju pelampung korban yang hanyut ditemukan di Birun Kecamatan Pangkalan Jambu kabupaten Merangin. Untuk saat ini pencarian masih tetap dilakukan dengan mengikuti arus sungai tersebut,” Ujarnya.

Tim Basarnas Kerinci-Sungai Penuh melakukan pencarian warga dan anggota SAR yang hanyut di Sungai Penetai. (Foto: Basarnas jambi)

Sementara itu Humas SAR Jambi, Luthfi mengatakan telah terjadi insiden terhadap tim yang sedang melakukan pencarian terhadap korban hanyut di Sungai Penetai, Kabupaten Kerinci.

“Sementara untuk kronologi serta lainnya akan kami infokan nanti dikarenakan di lokasi terkendala akses dan sinyal. Doakan kami agar dapat selalu diberikan keselamatan,” ucapnya.

Hari Ketiga, Update Perkembangan Pencarian Tim SAR Kerinci yang Hanyut

Upaya pencarian korban hanyut di sungai penetai terus dilakukan. (Doc/Basrnas)

Sudah Memasuki hari ketiga pencarian anggota Basarnas Kerinci M Agus Farurrazi dan hari keempat pencarian Edi Suparman warga Pesisir Bukit Kota Sungaipenuh yang hanyut saat mendulang emas di sungai penetai belum membuahkan hasil, Selasa (16/1/2023). 

Pencarian dilakukan oleh beberapa tim, tim gabungan terdiri dari Kepala Basarnas Jambi, Basarnas Muaro Bungo, Kapolsek Batang Merangin IPTU Julisman, Camat, Kanit Binmas, Babinsa, perangkat Desa Muara Emat, Birun serta Masyarakat setempat.

Kapolsek Batang Merangin IPTU Julisman mengatakan, hingga Senin pukul 17.30 WIB pencarian kedua korban yang hanyut itu belum ditemukan.

“Sejak pagi hingga sore pencarian dilakukan menyisir Sungai Batang Merangin Desa Muaro Imat dan Desa Birun Kabupaten Merangin belum ditemukan, pencarian dilanjut besok mengingat cuaca dan air Sungai sangat deras,” ujar Kapolsek.

Untuk tim pencarian dibagi menjadi beberapa tim ada yang menyisir ke dalam hutan penetai dan ada yang menyisir Sungai.

“Untuk saat ini yang baru di berangkatkan kehutan Penetai berjumlah 3 orang untuk bergabung dengan tim yang lebih dahulu di berangkatkan sehingga semua berjumlah 10 orang. 

Kemudian, Tim yang lainnya menyisir di sepanjang sungai mulai dari persimpangan sungai Penetai sampai ke aliran sungai Desa Birun Kecamatan Sungai Manau Kabupaten Merangin,” jelasnya.

Informasi dan keterangan yang diperoleh dari keluarga M. Agus Farurrazi, Arshaka menyampaikan bahwa korban M. Agus Farurrazi adalah seorang atlet Bilyar Kota Sungai Penuh Dirinya berasal dari Medan, Dia memiliki istri yang saat ini sedang hamil tua anak pertama. 

“Mudah-mudahan Sahabat kami cepat ketemu,” ucapnya. Senin malam (15/01/2024). 

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus dilakukan, tim gabungan dari Basarnas, Polres Kerinci dibantu warga sekitar serta keluarga korban mengalami kesulitan dikarenakan dilokasi yang terus menerus diguyur hujan.

(hza)

Pemdes Pentagen Berikan Bantuan Sembako Kepada Warga Terdampak Banjir

Pemdes Pentagen beri Bantuan ke Warga
Merdekapost.comPemerintah Desa Pendung Talang Genting (Pentagen) memberikan bantuan sembako kepada warganya yang terdampak banjir. Tidak hanya bantuan sembako saja namun pemerintah desa pentagen juga melakukan rutinitas patroli di setiap pinggiran sungai.

Bantuan tersebut disalurkan melalui Ketua RT.001 Mikroji, RT.002 Dina Farhana, RT.003 Martoni, bersama Sekreteris Desa Hatim, Kasi Pemeritahan Mirwan dan Kasi Pelayanan Imilda, Rabu (10/1/2024).

BACA JUGA : Dukungan Semakin Mengalir, H Paizal Kadni Silaturrahmi dengan Warga Muak Bukit Kerman

Kepala Desa Pentagen Sukani, SE dalam kesempatan tersebut menyampaikan, bantuan tersebut diberikan kepada warganya yang terkena dampak banjir paling parah serta yang menerima bantuan merupakan warga yang tergolong kurang mampu.

“Bantuan ini merupakan wujud perhatian Pemdes kepada warga yang terdampak banjir, dengan dibantu penyalurannya oleh Ketua RT dan Perangkat desa. Kami juga melakukan Patroli untuk di sekitar sungai untuk melihat kondisi air yang semakin bertambah,” Kata Sukani, SE.

BACA JUGA : Karang Taruna Pentagen Salurkan Bantuan Kepada Warga yang Terdampak Banjir

Sementara Sekdes Hatim menyampaikan selain membantu menyalurkan bantuan kepada warga terdampak juga untuk memantau Warga yang kurang Mampu, Karena sebagian Lahan Pertanian dan Persawahan tergenang banjir dari luapan sungai.

Disisi lain Jariyah, salah satu warga yang menerima bantuan menyampaikan terimakasih kepada Pemdes dan aparat terkait yang sudah memberikan bantuan sembako kepada dirinya dan warga lainnya. 

“Terima kasih pak ini sangat bermanfaat bagi kita yang menerima bantuan. Semoga amal bakti bapak mendapat balasan dari Allah SWT," Tuturnya. (rdp).

Karang Taruna Telaga Seni Pentagen Salurkan Bantuan Kepada Warga yang terdampak Banjir

Ketua KTTS Menayalurkan bantuan kepada warga

Merdekapost.com - Sebagai suatu bentuk kepedulian kemanusian, Karang Taruna Telaga Seni (KTTS) Desa Pendung Talang Genting Kecamatan Danau Kerinci, salurkan bantuan kepada korban yang terdampak banjir di Kecamatan Tanah Kampung Kota Sungai Penuh.

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka membantu sedikitnya kebutuhan warga kota sungai penuh Jambi yang terkena musibah banjir.

Ketua Karang Taruna Desa Pentagen, Kuswandi mengatakan, saya bersama Anggota mengunjungi salah satu Desa di Kecamatan Tanah Kampung Kota Sungai penuh yang menjadi salah satu lokasi terdampak banjir.

“Kami sekarang berada di Kecamatan Tanah Kampung kota sungai penuh tepatnya di desa koto dumo lokasi yang terkena banjir,” katanya saat diwawancarai merdekapost.com, Kamis (11/02/2024).

Anggota Karang Taruna menuju lokasi daerah yang terdampak musibah banjir

Lebih lanjut, Kuswandi juga mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur warga desa pentagen  yang turut berpartisipasi dengan menyisihkan hartanya untuk diberikan kepada warga yang terdampak banjir.

“Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah menyisihkan sebagian hartanya kepada kami untuk disalurkan kepada keluarga atau warga yang terdampak banjir di kota sungai penuh dan Kabupaten kerinci” ungkapnya.

Pembina Karang Taruna Telaga Seni Pentagen Sa'adi juga menyampaikan, Karang taruna pentagen saat ini juga telah mendirikan dapur umum peduli korban bencana alam dan akan melanjutkan penyerahan di hari berikutnya untuk memeberi bantuan kepada warga yang belum terjangkau oleh anggota karang taruna,

"Alhamdulillah pada hari ini (11/01/2024) anggota karang taruna telah menyalurkan lebih kurang 170 paket sembako kepada warga yang terdampak musibah banjir, anggota karang taruna pentagen akan  melanjutkan penyerahan pada hari berikutnya," Ujarnya. (rdp)

Update Terkini Data Bencana Banjir dan Longsor di Kerinci

KERINCI – Satuan Tugas (Satgas) darurat bencana banjir dan longsor Kabupaten Kerinci mengeluarkan data bencana banjir dan longsor, Selasa (09/01/2024).

Berdasarkan data resmi dari Satgas darurat bencana banjir dan longsor Kabupaten Kerinci, jumlah kecamatan yang terdampak banjir sebanyak 14 Kecamatan jumlah desa sebanyak 91 Desa dan 9 Kecamatan terdampak longsor jumlah desa sebanyak 26 Desa.

Baca Juga: Manager PLTA PT MKH: Jembatan Tamiai Rampung, Siap Dilewati Kendaraan

Berikut Update data lengkap data bencana banjir dan longsor di Kerinci, Selasa 09 Januari 2024 pukul 16.00 WIB:

Kecamatan Terdampak Banjir:

Kecamatan Depati Tujuh 17 Desa

Kecamatan Air Hangat Barat 5 Desa

Kecamatan Siulak 6 Desa

Kecamatan Gunung Kerinci 4 Desa

Kecamatan Air Hangat 9 Desa

Kecamatan Siulak Mukai 8 Desa

Kecamatan Air Hangat Timur 11 Desa

Kecamatan Batang Merangin 6 Desa

Kecamatan Kayu Aro 3 Desa

Kecamatan Tanah Cogok 4 Desa

Kecamatan Sitinjau Laut 4 Desa

Kecamatan Danau Kerinci 6 Desa

Kecamatan Keliling Danau 6 Desa

Kecamatan Bukit Kerman 2 Desa

Longsor di beberapa Ruas Jalan di Kerinci beberapa hari lalu yang sempat mempersulit transportasi masyarakat. (Ist)

Kecamatan terdampak longsor:

Kecamatan Batang Merangin 4 Desa

Kecamatan Kayu Aro 1 Desa

Kecamatan Siulak 1 Desa

Kecamatan Kayu Aro Barat 4 Desa

Kecamatan Gunung Tujuh 2 Desa

Kecamatan Air Hangat Timur 3 Desa

Kecamatan Bukit Kerman 2 Desa

Kecamatan Siulak Mukai 3 Desa

Kecamatan Gunung Kerinci 6 Desa

Dampak kerusakan sendiri yaitu, 31 rumah rusak berat, 61 rumah rusak sedang, 73 rumah rusak ringan dan rumah tergenang sebanyak 4318 unit, total sebanyak 4485 unit.

Baca Juga: 

Kapolsek Gunung Kerinci Turun Langsung Bantu Masyarakat Melintasi Material Longsor

Open Donasi, Fatayat NU Sungai Penuh Salurkan Bantuan Tahap Pertama untuk Warga Terdampak Banjir

Sedangkan jalan rusak adadi 84 lokasi, lahan pertanian terdampak sebanyak 657,3 hektar, fasilitas kesehatan 5 unit dan fasilitas pendidikan terdampak sebanyak 49 unit.

Berdasarkan data dari Satgas tanggap darurat banjir dan longsor Kabupaten Kerinci, korban meninggal dunia sebanyak 2 orang, korban luka-luka sebanyak 2 orang, ada 6.668 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak dan total 19.634 jiwa. (adz)


Manager PLTA PT MKH: Jembatan Tamiai Rampung, Siap Dilewati Kendaraan

Jembatan Tamiai Kecamatan Batang Merangin Kabupaten Kerinci penghubung ruas jalan Kerinci - Bangko yang rusak diterjang banjir akhirnya selesai diperbaiki dan sudah bisa dilalui. (Sabtu/06/01/2023). (Doc/Ist) 

KERINCI | MERDEKAPOST.COM - Jembatan Tamiai Kecamatan Batang Merangin Kabupaten Kerinci penghubung ruas jalan Bangko –  Merangin – Kerinci – Provinsi Jambi dibangun tahun 1975 lalu panjang 10 meter yang ambruk pasca banjir dan longsor beberapa waktu lalu kini sudah bisa dilalui. Sabtu, 06/01/2024.

Jembatan dalam masa perbaikan dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh dan PT Kerinci Merangin Hidro.

Manager Projects PLTA PT Kerinci Merangin Hydro (KM) Bukaka Group. Aslori, juga membenarkan sudah dilakukan perbaikan Jembatan karena bersifat mendesak demi kepentingan masyarakat banyak.

” Dikarenakan ini akses transfortasi lintas provinsi, kita bergerak cepat bersama dinas terkait dibantu  masyarakat jembatan ini mempunyai fungsi sangat strategis sebagai penghubung antar daerah dan transfortasi perekonomian“,ujar Aslori.(6/1)

Aslori juga menjelaskan untuk pengujian pembebanan jembatan, sejauh mana Jembatan Tamiai ini layak digunakan.

” Kita tentu melakukan uji coba kekuatan dengan tes dua mobil PLTA melewati jembatan ini, Alhamdulillah berhasil “ ujar Aslori.

Lebih lanjut Aslori menyampaikan dari pengerjaan  Jembatan Tamiai rampung dan sudah bisa di lewati. (hza)

Kapolsek Gunung Kerinci Turun Langsung Bantu Masyarakat Melintasi Material Longsor

KERINCI - Kabupaten Kerinci diterpa banjir dan longsor disejumlah titik, Kapolsek Gunung Kerinci Iptu Alti Irawan beserta jajarannya turun langsung membantu masyarakat untuk menyeberangi endapan lumpur bekas longsor diruas jalan nasional Siulak Deras - Lubuk Nagodang, kamis 03/01/2024.

Kapolsek Iptu Alti Irawan beserta jajaran Polsek Gunung Kerinci terlibat aktif dalam penanganan banjir dan longsor dibeberapa titik dalam Kabupaten Kerinci. 

Aksi Kapolsek Gunung Kerinci beserta jajaran untuk terjun langsung membantu setiap masyarakat yang menggunakan sepeda motor melintasi ruas jalan yang berlumpur diacungi jempol oleh banyak pihak.

"Kita sangat berterima kasih kepada Kapolsek Gunung Kerinci beserta jajarannya yang telah banyak membantu masyarakat dari mulai banjir hingga longsor, beliau selalu ada dilokasi untuk membantu masyarakat," ujar Jon warga Kecamatan Gunung Kerinci.

"Bahkan sekarang beliau ikut mendorong sepeda motor masyarakat yang melintasi jalan bekas endapan longsor ini," terang Jon.

Kapolsek Iptu Alti Irawan beserta jajaran Polsek Gunung Kerinci terlibat aktif dalam penanganan banjir dan longsor dibeberapa titik dalam Kabupaten Kerinci. 

"Di tengah hantaman bencana banjir dan longsor dibeberapa titik dalam Kabupaten Kerinci khususnya sektor Gunung Kerinci, Kita Polsek Gunung Kerinci bekerja sama dengan BPBD Kerinci dan Dinas PUPR Kerinci secara maksimal bekerja siang dan malam untuk meniminalisir terjadinya dampak banjir dan longsor terhadap masyarakat". terang Iptu Alti.

"Kita berharap dalam beberapa hari kedepan kondisi cuaca kembali baik, semua akses jalan kembali normal, yang longsor sudah diperbaiki agar masyarakat Kabupaten Kerinci bisa beraktifitas kembali secara normal," Ungkap Iptu Alti.(hza)

Paizal Kadni Kunjungi dan Santuni Pemilik Rumah Terdampak Banjir; Warga: Inilah Pemimpin yang Peduli dan Dermawan

PEDULI BANJIR : Pj Bupati Kerinci terlihat turun kelapangan mengunjungi warga yang terkena dampak banjir  bersama H Paizal Kadni yang merupakan Calon Anggota DPR RI dari PKB Dapil Jambi. (adz) 

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Musibah banjir yang dialami masyarakat Kerinci terutama warga yang berada di bantaran Sungai Batang Merao hingga malam ini masih membuat warga bercemas-cemas, takut kalau-kalau terjadi banjir yang lebih dahsyat lagi dikarenakan hujan terus mengguyur negeri yang berjuluk kota sakti ini

kondisi dilapangan, dibeberapa titik juga telah mengakibatkan terjadinya longsor terutama disepanjang jalan menuju Kayu Aro

Sampai hari ini, di lokasi  Lubuk nagodang, Koto lebuh tinggi, Sungai Pegeh dan sampai ke siulak Mukai, banjir telah mengakibatkan beberapa rumah hunian warga rubuh begitu juga dengan jembatan dan tembok penahan tebing

H Paizal Kadni berjalan kaki menuju lokasi rumah-rumah warga yang terkena banjir. (ist)

Akibat dari banjir yang cukup parah ini, Pj Bupati Kerinci terlihat turun kelapangan mengunjungi warga yang terkena dampak bersama H Paizal Kadni yang merupakan Calon Anggota DPR RI dari Dapil Jambi yang saat ini kebetulan sedang berada di Kerinci

Kunjungan Pj Bupati Kerinci bersama H Paizal Kadni ini mendapat tanggapan yang positif dari warga, dan menurut mereka inilah pemimpin yang betul-betul peduli dengan penderitaan rakyatnya

"Kami sangat senang dan merasa terhibur dengan kunjungan pak Bupati dan Pak Paizal ke rumah kami yang terkena banjir" Ujar warga yang bernama Suwirman

"Inilah pemimpin yang perlu dicontoh, jangan hanya menghaarapkan suara rakyat, sedangkan ketika rakyat butuh bantuan sang pemimpin menghilang". Ujarnya lagi

"Figur muda yang dermawan seperti pak Paizal ini perlu kita dukung supaya duduk di Pusat". Ujarnya

Selain mengunjungi warga yang terdampak banjir, Paizal Kadni juga memberikan bantuan santunan, dan dirinya berharap agar keluarga yang terkena banjir bisa bersabar menghadapi musibah ini dan tetap waspada

H Paizal Kadni mengunjungi rumah warga yang terkena banjir. (ist)

Paizal Kadni tidah hanya mengujungi warga di sekitar Siulak saja, namun terpantau dirinya juga mengunjungi warga yang terkena musibah banjir di Air Hangat dan AIr Hangat Barat (Semurup) hingga ke Depati Tujuh

Sementara itu, Pj Bupati Kerinci Asraf bersama Dinas terkait juga mengunjungi lokasi-lokasi banjir terutama dibantaran sungai batang merao, dirinya berharap masyarakat terus waspada dan berdoa agar musim hujan bisa cepat reda

"Harapan kita tentunya agar musibah banjir ini bisa segera teratasi, kepada masyarakat hendaknya selalu waspada dan berdoa agar hujan tidak terus menerus mengguyur agar kita semua terhindar dari musibah yang lebih besar lagi". Pungkasnya.

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs