Para Siswa di Kerinci Pelaku Aksi 'Tak Terpuji' Sempat Diamankan di Polsek Kayu Aro, Reno: Diknas Harus Panggil Kepala Sekolahnya

Anak-anak sekolah yang melakukan aksi coret coret dan konvoi di jalan raya sempat diamankan di Polsek Kayu Aro dan akhirnya disuruh pulang, setelah mendapat arahan dan petunjuk dari aparat agar tidak melanjutkan aksi mereka yang meresahkan dan membahayakan diri mereka sendiri. (doc/ren)
KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Ratusan siswa yang berseragam sekolah putih abu-abu melakukan aksi 'TAK TERPUJI' atau  aksi coret-coret seragam menggunakan cat semprot dan spidol warna warni dan kemudian menggelar konvoi disepanjang jalan di Kerinci menjadi Viral, bahkan sudah disiarkan oleh salah satu stasiun televisi secara nasional. 

Pantauan merdekapost, Ini terjadi di areal kebun teh Kayu Aro Kabupaten Kerinci, para siswa terlihat berkumpul dan saling coret-coret baju dan kemudian melaksanakan konvoi di jalan raya beramai-ramai menggunakan sepeda motor.

Berita Terkait: Tak Peduli Corona, Aksi Coret-coret, Konvoi dan Kumpul-Kumpul Anak Sekolah Masih Terjadi di Kerinci dan Sungai Penuh

Aksi nekat anak-anak sekolah tersebut selain menuai kecaman netizen, juga membuat prihatin salah seorang anggota DPRD Kerinci yang berasal dari Dapil II Kayu Aro, Reno Efendy, ST.

Dikatakan Reno, Dirinya Sangat prihatin atas apa yang terjadi tadi siang, ditengah kewaspadaan kita terhadap penularan Covid-19, memang kita kecolongan tidak tau informasi, tau-tau mereka sudah sampai di jalanan Kayu Aro dan di beberapa wilayah kerinci, tidak tau asal sekolah nya mana, dengan konvoi dan ugal-ugalan, pakaian di coret-coret, tidak pakai helm, sangat mengganggu kepentingan umum, membahayakan mereka, juga membahayakan orang lain", Ujarnya.

Dilanjutkannya, "sekolah harus bisa mencegah hura-hura yang dilakukan siswa seperti tadi, perlu ditanamkan, bahwa akan lebih bermanfaat kalau baju tersebut disumbangkan untuk mereka yang membutuhkan, kan lebih positif.

Peran serta sekolah amat penting dalam menanamkan kesadaran kepada siswa, budaya corat-coret hanya akan sia-sia dan mengarah ke vandalisme". tegas anggota Dewan dari PKB itu.

Baca Juga: Viral dan Dikecam Netizen, Aksi Coret-coret dan Konvoi Anak Sekolah di Kerinci dan Sungai Penuh Ditengah Wabah Corona

Kemudian, lanjutnya, peran Dinas Pendidikan juga harus memberikan instruksi agar sekolah-sekolah mengawasi siswa agar tidak melakukan hal-hal destruktif dan negatif yang justru bertentangan dengan nilai-nilai luhur pendidikan. "dinas pendidikan agar panggil kepala sekolahnya". Ungkap Reno lagi.

Sempat Diamankan di Polsek Kayu Aro, dan Akhirnya Disuruh Pulang

Masih menurut Reno, Untung pihak kepolisian segera dapat laporan, dan bertindak tegas mengarahkan para siswa agar pulang, hingga tidak mengarah lebih jauh.

" ya ada beberapa siswa yang di bawa ke Polsek, harap di panggil pihak sekolah, orangtua nya juga, agar diberikan hukuman yang menimbulkan efek jera, ini jadi pelajaran bagi kita semua, tanggungjawab kita bersama, karena sudah berkali-kali terjadi, mencoreng dunia pendidikan di kerinci". Pungkasnya.

Hal Senada juga disampaikan oleh Andarno, dirinya menyebutkan bahwa memang sempat diamankan di Polsek Kayu Aro, dan Pihak Polsek melalui Kanit Reskrim akhirnya membolehkan mereka pulang. "setelah diberikan arahan dan bimbingan, mereka dibolehkan Pulang dengan dijemput oleh orang tuanya masing-masing". Ujarnya. 

Untuk diketahui, selain di Kayu Aro, kegiatan tak terpuji itu juga terlihat di Kota Sungai Penuh disepanjang jalan Muradi Pesisir Bukit dan beberapa ruas jalan menuju ke arah hilir Pulau tengah, namun dari sekolah mana mereka, belum diketahui karena tidak ada identitas di seragam kereka. (hza)

Related Posts

0 Comments:

Post a Comment


Recent Posts

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Privacy Policy | Disclaimer | Peta Situs