Gara-gara Pembatasan Jam Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh, Puluhan Pedagang Menjerit, Ini Alasannya!

Satpol PP sampaikan Himbauan terkait pembatasan jam pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh sesuai dengan instruksi Walikota SUngai Penuh, sehubungan dengan semakin maraknya Corona akhir-akhir ini. (ist) 
Sungai Penuh, Merdekapost.com - Pandemi wabahvirus Covid-19 yang telah menyerang seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat Kota Sungai Penuh, sehingga pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan tanggap darurat Covid-19.

Seiring semakin bertambahnya warga Sungai Penuh yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona, Walikota telah menerbitkan edaran bagi pedagang diperbolehkan berdagang dari pukul 05.00 wib pagi sampai pukul 12.00 wib siang.

Edaran yang telah dikeluarkan walikota terhitung dari tanggal 13 mei 2020 sampai 17 hari kedepan. Sat pol PP bersama gugus tugas melakukan penertiban dan himbauan kepada pedagang.

Minggu 17/05/2020 Kasat Pol PP sungai penuh menuturkan. "Sebagaimana telah ditetapkan sungai penuh tanggap darurat juga Walikota telah mengeluarkan edaran tehitung tanggal 13 Mei 2020 sampai 17 hari kedepannya aktifitas jual beli dipasar dibatasi dari jam 05.00 WIB pagi sampai jam 12.00 Wib siang".

Baca Juga: Polres Kerinci Perketat Pembatasan Jam Malam, Cegah Corona Sekaligus Konflik Antar Warga

"Kami hari ini bersama tim gugus tugas covid-19 dan instansi terkait melakukan hinbauan kepada pedagang juga melakukan penyemprotan disinfektan. Ungkap Kasat.

Lebih lanjut kasat menambahkan,"kami berharap kepada para pedagang untuk dapat memahami edaran yang telah dikeluarkan Walikota dalam memutus mata rantai wabah virus covid-19 ini". Pungkas kasat Pol PP.

Sementara itu, ditempat terpisah, beberapa pedagang saat diwawancara media ini dengan disertai tangisan menyampaikan. "kami bermohon kepada pemerintah biarkan kami berjualan satu minggu ini sampai jam 15 00. Wib, Kalau tidak berjualan kami tidak ada buat makan sehari-hari, hutang pun juga tak bisa kami bayar, apa lagi hutang sama rentenir".

"Kami mohon kepada Walikota, biarkan kami berjualan selama seminggu ini menjelang lebaran. Selesai lebaran terserah bapak, Mau tutup selama 3 bulan juga tidak apa-apa".

Baca Juga: Corona Jambi Hari Ini 17 Mei; Satu Tambahan Positif, Satu Dinyatakan Sembuh!

"Kami hanya minta untuk menjelang lebaran saja, Bantuan pun yang kami terima hanya beras, Sementara bantuan uang yang Rp 600.000 tidak ada kami terima". Pungkas pedagang.)*

Sumber : PortalBuana | Editor: Herizaldi | Merdekapost.com

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar


Recent Posts

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Privacy Policy | Disclaimer | Peta Situs