Bermaksud Serang AZAS di Medsos, Tapi Warga Net Malah Membela Ahmadi

Postingan pemberitaan di Medsos yang bermaksud menyerang Ahmadi, malah Ahmadi dibela warga net dan postingan tersebut dianggap upaya adu domba. (adz)

SUNGAI PENUH | MERDEKAPOST.COM - Menghadapi minggu tenang dan sehari akan pencoblosan untuk menentukan siapa yang akan terpilih nantinya memimpin kota sungai penuh pemberitaan miring pun terus gencar dilakukan terharap Paslon 01 Ahmadi - Antos (AZAS). 

Berbagai cara ingin menjatuhkan paslon 01 dengan menyajikan pemberitaan miring. Adapun pemberitaan yang menjadi bulan-bulanan untuk menjatuhkan Ahmadi Zubir mengatakan. 

"Foto Ahmadi-Al Haris dan Grup WA Koto Keras Heboh; Cari Yang Terbaik, Ahmadi Pastikan Tidak Dukung Syafril Nursal" yang diberitakan beberapa media.

Sebelumnya pemberitaan serupa telah diterbitkan yang mengatakan Ahmadi Zubir khianati warga pesisir bukit. yang mana salah satu calon wakil gubernur provinsi Jambi Syafril nursal merupakan warga pesisir bukit.

Untuk lebih meyakinkan publik, dalam pemberitaan tersebut ternyata sengaja diunduh postingan lama, yaitu foto pada bulan Januari dimana masing-masing paslon cagub belum ada partai pengusung sementara Fachrori Umar sendiri saat itu masih menggandeng Safrial (Bupati Tanjabbar). 

dan Safril Nursal (Putra Pesisir Bukit) sendiri belum masuk bursa Cawagub. "Pak jendral itu masuk disaat-saat terakhir menjelang Pendaftaran, yaitu di bulan Agustus, sedangkan Pak Ahmadi dan tokoh-tokoh sungaipenuh lainnya berfoto dengan Alharis pada bulan Januari". ujar Ari.

Baca Juga: Pemuda dan Tomas Koto Keras Bantah Isu AZAS Khianati Syafril, Itu yang Disebar Foto Lama

Terkait pemberitaan Foto Ahmadi-Al Haris dan Grup WA Koto Keras Heboh; Cari Yang Terbaik, Ahmadi Pastikan Tidak Dukung Syafril Nursal dari beberapa media bukannya mendapatkan tanggapan positif malahan jadi cibiran warga net dan disebut sebagai berita adu domba. 

Berita yang sengaja menyerang Ahmadi Zubir itu dinilai sudah tidak mempengaruhi para pemilih dan terkesan mengadu domba, seperti didalam koment-koment dari warga net yang mengatakan pembelaannya terhadap sosok Ahmadi Zubir yang merupakan pimpinan Perguruan Tinggi di SUngai Penuh itu. 

Akun Facebook Knaek Kincai malah menyerang si penyebar berita (Idp Ichwan Diaspora) seperti ini:

"Mpao itu juliah sifat, klu dikimok mengadu domba nampaknyu" (kamu itu bersifat buruk, kalau dilihat mengadu domba nampaknya), Tulis akun kneak kincai menyebutkan si pengirim berita.

Sementara akun lainnya menanggapi, 

"agoi ugea menggoreng inih wan" (masih juga menggoreng berita ini wan), tulis akun Epa Devan Laswardi.

"Loh lah jadoi wan mpaoh lah belebih amat wan. Hapus lah berita ini wan.! ( lah jadi wan kamu sudah bekelebihan amat. Hapus lah berita itu wan)". Ujar koment akun facebook Epa Devan Laswardi. 

Dalam balasan si penyebar berita yaitu akun facebook Idp Ichwan Diaspora membalas mengatakan. "Mpao tidak tau kisah. Akau kulyah kamuku kios. Setelah 3  smester akau hengkang bahkan akau di katao idak manusiao. Silahkan analisa sendiri. Kemudian hal itu tidak perlu diperdebatkan". Balas akun yang memposting. 

Adanya bentuk kekecewaan Idp yang di ungkap melalui koment postingan pemberitaan tersebut. Salah seorang alumni mahasiswa STKIP angkat bicara " Apa yang disampaikan Idp ungkapan kekecewaan nya terlalu berlebihan.

Baca Juga: Serang AZAS dengan Sebarkan Foto Lama, DEJ Sebut 02 Sudah Kehabisan Akal

"Hal yang tidak mungkin ketua STKIP ahmadi zubir mengatakan kata-kata yang tidak pantas ke mahasiswa. Saya sendiri alumni STKIP malahan mendapatkan didikan selama menjadi mahasiswa disana". Ujar Safwan salah satu alumni.  

"Jangan mengarang cerita. Apa buktinya kalau pak ahmadi berkata demikian ada rekaman pembicaraannya." Ujar salah satu alumni mahasiswa lagi. 

Ketua pemuda Koto Keras bersama para pemuda setempat
tetap solid bersama AZAS. (adz)

"Kalau sudah hengkang dari kampus secara tidak langsung sudah mengundurkan diri sebagai mahasiswa STKIP. Bukan berarti di berhentikan. Mengundurkan diri namanya". Pungkas wiwin Alumni STKIP. 

Sebelumnya, Ketua Pemuda Koto Keras Pesisir Bukit sudah menyampaikan bahwa pemuda sepakat dengan selalu mengikuti ajun arah dari pemuda adat dan tokoh masyarakat setempat yaitu mendukung dan memenangkan anak jantan pesisir bukit Ahmadi-Antos (AZAS).

"Pemberitaan dan isu-isu miring yang menyerang pak Ahmadi di medsos itu sudah tidak berpengaruh, kami tetap mendukung AZAS demi perubahan kota sungai penuh". Ungkap Yoki Ketua Karang taruna Koto Keras baru-baru ini. (adz)

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar


Recent Posts

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Privacy Policy | Disclaimer | Peta Situs