Buntut dari 'Video Penampakan' Buruknya Pelayanan RSU MHAT, IMM Kerinci Akan Meminta Audensi

Pengurus PC IMM Kerinci. (doc/ist)

Merdekapost.com | Kerinci - Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Kerinci akan layangkan Surat Audiensi ke pihak RSU MHA Thalib, pada Senin, (6/2/2021) mendatang.

Hal tersebut buntut dari buruknya pelayanan Rumah Sakit terhadap pasien asal Desa Semumu yang saat ini menjadi buah bibir masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh.

"Kami (PC IMM Kerinci, red) akan melayangkan surat audensi kepada Dirut RSUD MHA Thalib terkait persoalan ini," ujar Ketua Umum PC IMM Kerinci Dedek Eko Pratama kepada bekabar.id, Sabtu, (6/2).

Ia menyayangkan pelayanan buruk kembali terulang di RSUD MHA Thalib, karena menurut Dedek hal itu akan merugikan banyak pihak. "Selain perihal keselamatan pasien, tingkat kepercayaan masyarakat tentunya akan menjadi buruk. Akibatnya masyarakat tidak mau berobat di RSUD MHA Thalib lagi, tentu hal ini akan mengurangi kas daerah juga," kata dia.

• • • • • 

• Pengurus IMKK 2021-2022 Resmi Dikukuhkan

• Ikuti Vaksin Covid 19, ini Kata Ketua DPRD Kota Sungai Penuh 

• • • • • 

Sementara Ketua bidang Hikmah PC IMM Kerinci Zetria Khoiri meminta doa dari masyarakat agar perjuangan PC IMM Kerinci dalam mengadvokasi hak masyarakat tidak menemui kendala.

"Ini adalah langkah awal kita untuk mengadvokasi hak-hak masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Kepada masyarakat kami mohon doanya," pungkas Zetria.

Diberitakan sebelumnya, seakan-akan tak ada pernah hentinya keluhan dari masyarakat, terhadap buruknya pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) Daerah MHA Thalib Kerinci.

Bahkan kali ini, dengan alasan oksigen habis dan pasien dibilang Corona padahal hasil swab Negatif. Pasien terpaksa digendong keluarga dengan menempuh pendakian tangga, tanpa menggunakan kursi roda.

• • • • • 

• Pelaksanaan Seleksi CPNS 2021 Berbeda dengan Sebelumnya, Ini Penjelasan Menpan RB

• Ini Tips Lolos Tahap Administrasi CPNS 2021, Dokumen dan Jangan Salah Pilih Formasi

• • • • • 

Mirisnya lagi, pasien digendong dalam keadaan masih sesak nafas tanpa tabung oksigen. Hal ini disampaikan langsung keluarga korban, Aris, warga Desa Semumu, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci.

Diakui Aris, kejadian itu bermula pada Kamis (04/02/2020) kemarin dirinya bersama keluarga membawa pasien ke RSU MHA Thalib Kerinci dalam keadaan sesak nafas. Namun, sudah di test swab antigan hasil nya negatif.

Mirisnya lagi, meskipun hasilnya Negatif, salah seorang oknum perawat malah tidak mau merawat pasien dan menyebar isu ke pasien ruangan sebelah, untuk menyuruh tutup pintu karena ada pasien covid, tutur salah satu oknum yang tidak bertanggung jawab. "Padahal sudah terbukti jelas dengan hasil swab antigan, bahwa pasien bukan covid, pasien hanya sesak nafas ya bukan covid. Sesak nafas bukan hal yang sepele ya, banyak orang bisa meninggal karena sesak nafas," ujarnya.

Hal senada juga dijelaskan orang tua pasien, Mutiara. Dijelaskannya bahwa, sore kemarin dirinya bersama keluarga membawa anak untuk berobat ke RSU MHA Thalib Kerinci. Ternyata sampai di RSU harus tes rapitd sampai tes swab, ternyata hasil tes anaknya negatif corona.

BACA JUGA : 

Pendaftaran CPNS dan PPPK 2021 Segera Dibuka, Ini Ribuan Formasi dan Berkas yang Dibutuhkan

• Ini Tips Lolos Tahap Administrasi CPNS 2021, Dokumen dan Jangan Salah Pilih Formasi

"Akhir nya anak saya di bolehkan untuk rawat inap, namun sesampai di ruang inap ada perawat yang bilang anak kami terkena virus Corona sementara hasil swab anak kami negatif sampai anak saya tidak dapat di tangani alasan perawat nya yang di ruang inap anak bagian atas yang piket malam, oksigen habis akhirnya kami pun membawa anak kami pulang kerumah dengan keadaan napasnya masih nyesak aturan anak kami sedang membutuhkan oksigen," tegasnya.

Kecewa: Salah seorang pasien yang terpaksa digendong pulang pasca ditolak pihak rumah sakit dengan alasan tidak adanya oksigen. (adz)  

Berdasarkan pantauan dilapangan, bahkan kejadian ini juga dibuktikan dengan video lengkap dari keluarga pasien yang menggendong pasien dalam keadaan sesak nafas, menempuh pendakian tangga tanpa tabung oksigen dan kursi roda. Bukan hanya itu saja, bahkan keluarga pasien sempat dilarang oleh salah seorang perawat agar tidak melakukan perekaman.

Hingga saat ini, video tersebut telah dibagikan oleh Ratusan pengguna akun Medsos baik di Facebook maupun Instagram dan WhatsApp.

Hingga berita ini dipublish, pihak RSU MHA Thalib Kerinci belum berhasil dimintai keterangan terkait keluhan masyarakat terhadap buruknya pelayanan RSU Kerinci.(adz/hms/imm)

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Sejarah Kerinci | Peta Situs