Usai Viral Keluhan Pelayanan, Pegawai RSU M.H.A.Thalib Sungai Penuh Akan Dirotasi

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM - Pemerintah Kota Sungai Penuh merespons keluhan masyarakat terkait pelayanan di RSU MH Thalib yang belakangan viral di media sosial. Sejumlah pegawai rumah sakit daerah itu akan dirotasi guna mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan.

Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian, menyampaikan rencana pergeseran pegawai tersebut saat menggelar pertemuan bersama Direktur RSU, Debi Zartika, Kepala Dinas Kesehatan Gunardi, para kepala bidang, serta jajaran pegawai rumah sakit, Sabtu, 21 Februari 2026.

Alpian mengatakan rotasi dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan, memperkuat manajemen internal, serta memastikan kebutuhan tenaga di setiap unit terpenuhi secara proporsional.

"Kita ingin pelayanan di RSU semakin maksimal, responsif, dan profesional. Jika ada kekurangan tenaga di unit tertentu, tentu akan kita sesuaikan melalui pergeseran pegawai,” ujarnya.

Baca Juga:Lagi, Satresnarkoba Polres Kerinci Ungkap Peredaran Sabu, Modus 'Sistem Tempel', Satu Kurir ditangkap di Desa Sumur Anyir

Menurut dia, langkah tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan rumah sakit.

Pemerintah daerah, kata Alpian, ingin memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang cepat dan berkualitas.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara manajemen rumah sakit dan Dinas Kesehatan agar upaya peningkatan mutu layanan dapat dirasakan langsung oleh warga Kota Sungai Penuh.

Baca Juga: Viral di Medsos, Konten Kreator Kerinci Keluhkan Pelayanan RSUD Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh

Sementara itu, manajemen RSU menyatakan siap mendukung kebijakan pemerintah daerah. Pihak rumah sakit berharap pergeseran pegawai dapat memperkuat kinerja tim serta memperbaiki persepsi publik terhadap layanan yang diberikan.

Belum dirinci berapa jumlah pegawai yang akan dirotasi maupun waktu pelaksanaannya. Pemerintah daerah menyatakan langkah tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan organisasi dan pelayanan.(Adz)

Pasca Viral di Medsos Keluhan Warga tentang Pelayanan, Ini Klarifikasi Dinkes dan Manajemen RSUD M.H.A. Thalib

SUNGAI PENUH - Menyikapi viralnya keluhan masyarakat terkait pelayanan poli di RSUD M.H.A. Thalib, pihak Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh bersama manajemen rumah sakit memberikan klarifikasi resmi mengenai mekanisme pelayanan yang berlaku.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Gunardi, menjelaskan bahwa sistem pelayanan poli telah berjalan sesuai prosedur dan mekanisme pendaftaran yang ditetapkan.

Menurutnya, untuk pelayanan poli spesialis, pasien diwajibkan melakukan pendaftaran secara online terlebih dahulu melalui aplikasi Mobile JKN. Kuota pelayanan setiap harinya dibatasi sekitar 30 hingga 40 pasien.

“Untuk kondisi emergency atau darurat, pasien bisa langsung dilayani melalui IGD. Namun untuk rujukan biasa memang harus menunggu jadwal dokter spesialis. Setiap hari Jumat, poli spesialis tutup. Pendaftaran online dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN,” ujarnya.

Baca Juga: Viral di Medsos, Konten Kreator Kerinci Keluhkan Pelayanan RSUD Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat agar memahami alur pelayanan, termasuk jadwal praktik dokter serta sistem antrean, guna menghindari kesalahpahaman di lapangan.

Sementara itu, Direktur RSUD M.H.A. Thalib, Debi, saat dikonfirmasi Jumat (20/2/2026), menegaskan bahwa pendaftaran poli sepenuhnya dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN, layanan resmi dari BPJS Kesehatan. Melalui aplikasi tersebut, peserta JKN dapat mendaftar dari mana saja dan memilih jadwal pelayanan sesuai ketersediaan kuota.

“Petugas di lobi telah menyampaikan bahwa kuota untuk besok hingga hari Senin sudah penuh, sementara untuk hari Selasa masih tersedia. Namun pihak keluarga pasien meminta dijadwalkan besok juga. Kami sudah menjelaskan, jika ingin tetap besok, harus menunggu hingga pukul 11.00 WIB. Apabila ada pasien yang batal karena batas check-in Mobile JKN sampai pukul 11.00 WIB, maka berkas pasien manual bisa kami naikkan,” terang Debi.

Pilihan Redaksi:

Bakteri Jadi Penyebab Ratusan Siswa Keracunan MBG di Muaro Jambi, GMNI : Tindak Tegas SPPG Sengeti!

Tinjau Ruang Belajar SMPN 2 Pasca Terbakar, Wako Alfin Minta PUPR Lakukan Kajian Kelayakan Konstruksi

Ia menambahkan, melalui aplikasi Mobile JKN, masyarakat dapat memantau secara langsung ketersediaan kuota poli setiap harinya, sehingga proses pendaftaran lebih transparan dan efisien.

Manajemen rumah sakit berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan pendaftaran online agar pelayanan berjalan tertib, profesional, dan optimal.

Terakhir, pihak rumah sakit mengimbau keluarga pasien agar segera membawa pasien ke IGD apabila kondisi memburuk. Jika berdasarkan instruksi dokter spesialis pasien harus dirujuk, maka rumah sakit akan langsung memproses rujukan ke fasilitas kesehatan tujuan melalui sistem SISRUT sesuai ketentuan yang berlaku.(red)

Viral di Medsos, Konten Kreator Kerinci Keluhkan Pelayanan RSUD Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh

Konten Kreator Kerinci Keluhkan Pelayanan RSUD Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh.(ist)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Media sosial kembali dihebohkan dengan siaran langsung seorang konten Kreator asal Kerinci, Anisa yang dikenal dengan nama “Itek Mamek”, yang menyampaikan keluhan terkait pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh.

Siaran langsung yang tayang melalui akun Facebook pribadinya tersebut ditonton ribuan pengguna dan menuai ratusan komentar dari warganet.

Dalam penuturannya, Anisa menjelaskan bahwa keluhan tersebut bermula saat dirinya membawa sang ibu berobat karena mengalami penurunan kadar hemoglobin (HB). Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD Mayjen H.A. Thalib, ibunya sempat menjalani perawatan dan diperbolehkan pulang. Namun tak lama kemudian, kondisi kembali menurun sehingga harus dibawa kembali ke rumah sakit.

Pihak keluarga kemudian berinisiatif untuk membawa pasien berobat ke Padang guna mendapatkan pemeriksaan lanjutan. Saat meminta rujukan, keluarga mengaku diarahkan ke dokter spesialis jantung.

Padahal, menurut pihak keluarga, selama ini keluhan utama pasien berkaitan dengan HB rendah dan tidak memiliki riwayat penyakit jantung.

Baca Juga :  

Bakteri Jadi Penyebab Ratusan Siswa Keracunan MBG di Muaro Jambi, GMNI : Tindak Tegas SPPG Sengeti!

Meski demikian, keluarga tetap membawa pasien ke rumah sakit di Padang untuk berkonsultasi dengan spesialis jantung. Setelah dilakukan pemeriksaan, disebutkan bahwa pasien tidak mengalami gangguan jantung. Pihak rumah sakit di Padang kemudian menyarankan agar keluarga kembali ke Sungai Penuh untuk meminta rujukan baru ke spesialis penyakit dalam.

Setibanya kembali di RSUD Sungai Penuh, keluarga mengaku belum bisa mendapatkan layanan rujukan dengan alasan kuota antrean telah penuh untuk hari tersebut hingga beberapa hari ke depan. Sementara itu, kondisi pasien disebut masih membutuhkan penanganan medis lanjutan.

Situasi inilah yang memicu kekecewaan Anisa hingga menyampaikannya secara terbuka melalui siaran langsung. Dalam tayangan tersebut, ia menyatakan akan kembali menyuarakan persoalan ini apabila rujukan yang dibutuhkan tidak segera diperoleh. Namun ia juga menyampaikan kesiapan untuk menghapus konten dan meminta maaf apabila persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

Baca Juga :  

Dandim 0417/Kerinci Bersama Forkopimda Hadiri Pembukaan Pasar Ramadhan di Bukit Tengah

Siaran langsung tersebut mendapat respons luas dari warganet. Sebagian besar komentar berisi dukungan serta berbagai pengalaman pribadi terkait pelayanan kesehatan.

Sementara itu, pihak media telah mencoba mengonfirmasi persoalan ini kepada Wali Kota Sungai Penuh, Alfin. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi baik dari Pemerintah Kota Sungai Penuh maupun dari manajemen RSUD Mayjen H.A. Thalib terkait permasalahan yang disampaikan.

Perkembangan lebih lanjut masih dinantikan guna mendapatkan klarifikasi dan penjelasan resmi dari pihak terkait. (Red)

Kuasa Hukum Kepala Puskesmas Siap Bongkar Peran Banyak Pihak dalam Skandal BOK-TPP

Kuasa Hukum Kepala Puskesmas Siap Ungkap Peran Banyak Pihak dalam Skandal BOK-TPP Puskesmas Kebun IX, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.(adz/mpc)

MUARO JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Pihak kuasa hukum tersangka dalam perkara dugaan korupsi Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) di Puskesmas Kebun IX, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi) meminta penanganan perkara dilakukan secara menyeluruh dan tidak tebang pilih.

Kuasa hukum Kepala Puskesmas Kebun IX (DL), Fikri Riza, menegaskan kliennya kooperatif dan siap mengikuti seluruh proses hukum yang tengah berjalan.

Namun demikian, ia menilai perkara tersebut tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada kliennya tanpa menelusuri peran pihak lain dalam sistem pengelolaan anggaran kesehatan.

Berita Terkait: Diduga Korupsi Dana BOK dan TPP, Kejari Muaro Jambi Tahan Kepala Puskesmas dan Bendahara BOK

Perkara ini telah memasuki tahap pelimpahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) di Kejaksaan Negeri Muaro Jambi setelah sebelumnya disidik oleh Unit Tipikor Satreskrim Polres Muaro Jambi.

Libatkan Banyak Pihak, APH Harus Periksa Menyeluruh

Fikri menegaskan, dalam pengelolaan dana BOK maupun TPP terdapat struktur dan mekanisme yang melibatkan banyak pihak, baik di tingkat puskesmas maupun dinas kesehatan.

Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum memeriksa secara menyeluruh semua unsur yang memiliki kewenangan.

“Kami menghormati proses hukum yang berjalan. Namun untuk dana TPP, kami meminta pihak kejaksaan memeriksa pelaksana TPP karena merekalah yang menjalankan program tersebut.

Selain itu, bendahara di tingkat dinas kesehatan serta mantan kepala dinas terdahulu juga perlu dimintai keterangan agar perkara ini terang benderang,” ujarnya.

Baca Juga:

Pimpin Sertijab Dandim 0416/Bute, Ini Pesan Penting Danrem 042/Gapu

Satresnarkoba Polres Kerinci Berhasil Amankan Dua Pengedar dan 28 Gram Sabu

Menurutnya, pengelolaan TPP bukan hanya berada pada kewenangan kepala puskesmas, melainkan merupakan program yang dirancang dan dikendalikan secara struktural.

Oleh sebab itu, penelusuran harus dilakukan hingga ke pihak pelaksana program di Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi.

Ia juga mendorong agar dinas kesehatan membuka seluruh data dan mekanisme pengelolaan dana BOK dan TPP, sehingga tidak menimbulkan kesan adanya pihak yang dijadikan satu-satunya penanggung jawab.

“Klien kami siap membuka semua fakta di persidangan. Namun kami berharap penegakan hukum dilakukan objektif, profesional, dan menyeluruh. Jika ingin adil, semua pihak yang terkait harus diperiksa, bukan hanya di tingkat puskesmas,” tegasnya.

Pilihan Redaksi:

Kejati Jambi Geledah Sekretariat DPRD Merangin, Sejumlah Dokumen dan Barang Bukti Elektronik Diamankan

Pihak kuasa hukum juga berharap aparat penegak hukum dapat menelusuri dugaan aliran dana dan peran sejumlah pihak lain, termasuk pelaksana program, bendahara dinas, serta mantan Kepala Dinas Kesehatan Muaro Jambi, agar perkara ini terungkap secara utuh dan transparan.

Selain itu, kuasa hukum turut menyoroti dugaan adanya setoran dari 18 kepala puskesmas sebesar Rp30 juta kepada salah seorang kepala puskesmas di Sekernan Ilir. Dana tersebut diduga digunakan untuk meredam laporan sejumlah LSM ke Kejaksaan Tinggi Jambi dan disebut telah menjadi bagian dari penyelidikan pidana khusus.

Menurutnya, jika dugaan tersebut benar, maka seharusnya dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut agar tidak muncul kesan tebang pilih dalam penanganan perkara dana BOK dan TPP di wilayah Muaro Jambi.(*)

(Aldie Prasetya / Sumber: Benuanews.com)

Bupati Monadi Lantik Direktur dan Pejabat di Dua RSUD, Ini Nama-namanya!

Bupati Monadi Melantik Direktur dan Para Pejabat di Dua RSUD.(adz/mpc)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM -- Bupati Kerinci, Monadi, melantik sejumlah pejabat struktural di dua rumah sakit milik pemerintah daerah, yakni RSU Bukit Kerman dan RSUD Kerinci, pada Jumat siang (13/2/2026). Pelantikan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola serta kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pejabat daerah, tenaga kesehatan, serta unsur manajemen rumah sakit. Dalam sambutannya, Bupati Monadi menegaskan bahwa rumah sakit daerah memegang peranan vital sebagai garda terdepan pelayanan publik di bidang kesehatan.

“Jabatan ini bukan sekadar posisi administratif, tetapi amanah besar untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan profesional, cepat, dan humanis. Rumah sakit harus menjadi tempat yang memberi rasa aman dan harapan bagi masyarakat,” tegas Monadi.

Para Pejabat yang Dilantik di RSU Bukit Kerman:

  • Direktur: dr. H. Syafrial
  • Kasi Pelayanan: Ns. Mauliah, S.Kep
  • Kasi Pelayanan Non Medis: Sandra Cassia A, S.Kep., Ners., M.Kep

Para Pejabat yang Dilantik di RSUD Kerinci:

  • Direktur: Abdul Harpan, SKM., M.Si
  • Kasi Pelayanan Non Medis: Saman Nudin, A.Md Kep
  • Kasi Pelayanan Medis: Gusmunardi, S.Kep., M.Kep
  • Kasubag Tata Usaha: Dodi Siska, SKM

Bupati Monadi berharap para pejabat yang baru dilantik dapat segera beradaptasi, membangun koordinasi yang solid, serta menghadirkan inovasi dalam sistem pelayanan rumah sakit.

“Rumah sakit tidak hanya dituntut memberikan pelayanan medis yang baik, tetapi juga manajemen yang tertib, ramah, dan transparan. Kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan harus terus kita jaga,” ujarnya.

Baca Juga:

Tak Perlu Keluar Daerah, IAIN Kerinci Resmi Kantongi Izin Program Doktor S3 Studi Islam

Pelantikan ini sekaligus menjadi momentum pembenahan internal di tubuh rumah sakit, baik dari sisi pelayanan medis, non medis, maupun tata usaha. Pemerintah Kabupaten Kerinci menilai penguatan struktur organisasi di rumah sakit menjadi kunci dalam menjawab tantangan kebutuhan layanan kesehatan yang terus meningkat.

Para pejabat yang dilantik diharapkan mampu meningkatkan standar pelayanan, mempercepat proses administrasi pasien, serta menciptakan lingkungan rumah sakit yang nyaman bagi pasien dan keluarga.

Dengan pelantikan ini, Pemkab Kerinci menegaskan komitmennya menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas, merata, dan profesional di seluruh wilayah Kabupaten Kerinci.(*Adz)

Sampah Medis Menggunung di RSUD Raden Mattaher Jambi, Pengelolaan Limbah Dipertanyakan?

Sampah Medis Menggunung di RSUD Raden Mattaher Jambi, pengelolaan limbah dipertanyakan?

Jambi, Merdekapost.com – Penumpukan sampah di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi menuai sorotan serius. Limbah rumah sakit dilaporkan menggunung akibat sistem pengelolaan sampah yang diduga tidak berjalan maksimal, hingga menimbulkan bau menyengat dan kekhawatiran akan risiko kesehatan bagi pasien, tenaga medis, serta masyarakat sekitar.

Dilansir dari laman media resmi Jambiku.com, Berdasarkan pantauan di lapangan, penumpukan sampah tersebut bukan terjadi dalam hitungan hari. Sampah diketahui telah lebih dari sepekan tidak diangkut hingga Senin, 2 Maret 2026. Kondisi kian memprihatinkan setelah hujan mengguyur kawasan rumah sakit, menyebabkan sampah dalam keadaan lembab, membusuk, dan mengeluarkan aroma tidak sedap yang menyengat.

Sejumlah pengunjung dan warga sekitar mengeluhkan kondisi tersebut. Mereka menilai situasi ini sangat ironis, mengingat rumah sakit seharusnya menjadi simbol kebersihan dan keselamatan, namun justru terkesan kumuh dan berpotensi menjadi sumber penyakit.

Awalnya, tumpukan sampah terlihat di beberapa titik di sekitar gedung perawatan yang kerap dilalui pasien dan pengunjung. Belakangan, sampah tersebut dipindahkan ke area belakang rumah sakit. Namun, langkah ini dinilai hanya memindahkan masalah tanpa menyelesaikan akar persoalan.

Baca Juga:  

Wako Alfin dan Wawako Azhar Ikuti Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026

Fakta di lapangan menunjukkan sampah bercampur antara limbah medis berbahaya (Bahan Berbahaya dan Beracun/B3) dengan sampah domestik. Kondisi ini tidak hanya melanggar standar pengelolaan limbah rumah sakit, tetapi juga berpotensi memicu penularan penyakit serta mencemari lingkungan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pihak internal RSUD Raden Mattaher telah berulang kali mengajukan nota dinas kepada pimpinan rumah sakit guna mencari solusi atas persoalan tersebut. Namun hingga kini, belum ada keputusan konkret yang dikeluarkan oleh manajemen rumah sakit untuk menangani penumpukan sampah secara menyeluruh.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab utama tidak terangkutnya sampah belum diketahui secara pasti. Ben Patar, selaku penanggung jawab Kesehatan Lingkungan RSUD Raden Mattaher, belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp juga belum mendapatkan respons, dengan status pesan masih centang satu.

Baca Juga:  

Secanting 'Senin Cegah Stunting' di Kerinci

Kondisi ini memunculkan desakan publik agar manajemen RSUD Raden Mattaher segera mengambil langkah tegas dan transparan. Pasalnya, pengelolaan limbah medis merupakan aspek krusial dalam menjaga keselamatan pasien, tenaga kesehatan, serta masyarakat sekitar rumah sakit.

Kondisi ini tidak sekadar kelalaian, tetapi berpotensi melanggar sejumlah ketentuan hukum:

1. UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

• Pasal 60: Setiap orang dilarang melakukan dumping limbah tanpa izin.

• Pasal 104: Ancaman pidana penjara hingga 3 tahun dan denda Rp3 miliar.

2. PP No. 22 Tahun 2021

• Pengelolaan limbah B3 wajib dipisahkan, disimpan, dan diangkut sesuai standar teknis.

• Pencampuran limbah medis dengan sampah domestik merupakan pelanggaran serius.

3. Permenkes No. 18 Tahun 2020

• Rumah sakit wajib mengelola limbah medis secara aman dan berkelanjutan.

• Kegagalan pengelolaan dapat dikenakan sanksi administratif hingga pencabutan izin operasional.

4. Tanggung Jawab Korporasi

• Jika terbukti lalai, direksi dan penanggung jawab rumah sakit dapat dimintai pertanggungjawaban pidana dan administrasi.(*)

(Aldie Prasetya / Sumber: Jambiku.com)

Viral, Video Menu MBG di Sitinjau Laut Sudah Tidak Segar dan Berbau, Warga: Vendor Jangan Hanya Mengejar Untung!

Viral, Video Menu MBG di Sitinjau Laut Sudah Tidak Segar dan Berbau, Warga: Vendor Jangan Hanya Mengejar Untung!

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Sebuah unggahan video dari akun media sosial warga di Kecamatan Setinjau Laut (dan sekitarnya), Kabupaten Kerinci mendadak viral dan memicu kekhawatiran orang tua siswa. 

Video tersebut memperlihatkan kondisi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak layak untuk dikonsumsi anak-anak.

Dalam rekaman tersebut, terlihat salah satu menu makanan—diduga telur atau protein lainnya—memiliki penampakan yang tidak segar dan berbau tidak sedap. 

Narasi dalam video tersebut mendesak pihak penyelenggara MBG untuk lebih memperhatikan aspek kesehatan dan higienitas, bukan hanya mengejar keuntungan semata.

Poin Utama Keluhan Warga:

Kualitas Bahan Baku: Makanan diduga sudah mulai membusuk atau tidak segar saat dibagikan kepada siswa.

Risiko Kesehatan: Warga khawatir jika hal ini terus dibiarkan, akan terjadi kasus keracunan massal di kalangan anak sekolah.

Transparansi Anggaran: Muncul dugaan bahwa pihak penyedia jasa (vendor) hanya mementingkan keuntungan tanpa mempertimbangkan standar gizi dan kelayakan pangan.

Desakan kepada Pihak Terkait

Warga meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci dan instansi terkait untuk segera turun ke lapangan guna melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap dapur produksi MBG di wilayah Setinjau Laut.

"Tolonglah MBG diperhatikan soal makanannya. Ini anak-anak yang makan. Kalau anak-anak sampai keracunan bagaimana?" tulis keterangan dalam video tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola MBG wilayah Kecamatan Setinjau Laut maupun Dinas Pendidikan/Kesehatan setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait temuan warga tersebut. Masyarakat berharap ada evaluasi total agar program nasional yang bertujuan meningkatkan gizi anak ini tidak justru membahayakan kesehatan mereka.(*)

Pasca Viral Kisah Pilu Abu Tani (77), Akhirnya Tim Dinkes Turun Cek Kondisi Sang Kakek

Tim Dinkes Turun Cek Kondisi Sang Kakek Abu Tani.(adz)

Kerinci, Merdekapost.com - Setelah kisah pilu seorang kakek sebatangkara  Abu Tani (77), warga Desa Sungai Abu Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci, viral di berbagai media, secercah harapan akhirnya datang. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kerinci merespons cepat dengan menurunkan tim kesehatan melalui Puskesmas Sungai Tutung untuk menangani kondisi kesehatan Abu Tani yang selama ini terbaring sakit.

Kunjungan tim medis tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi Abu Tani, yang hidup sebatang kara tanpa keluarga dan tanpa penghasilan tetap. Dalam kunjungan itu, petugas kesehatan melakukan pemeriksaan langsung, pemantauan kondisi fisik, serta memberikan penanganan medis awal sesuai kebutuhan pasien lansia.

Berita Lainnya: Kisah Pilu, Abu Tani (77) Kakek Sebatang Kara di Kerinci Tersingkir dari Data Penerima Bansos, Kok Bisa?

Kepala Desa Sungai Abu, Antoni Rozi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas respons cepat Dinkes Kerinci. Menurutnya, perhatian dari sektor kesehatan ini menjadi angin segar bagi masyarakat desa, khususnya bagi Abu Tani yang selama ini luput dari berbagai bantuan sosial.

Kondisi sebelumnya, Kakek Abu Tani (77) terbaring sakit dalam kondisi lemah.(adz)

“Alhamdulillah, setelah viral di media, Dinkes Kerinci melalui Puskesmas Sungai Tutung langsung turun untuk memeriksa kondisi kesehatan Abu Tani. Ini sangat kami apresiasi,” ujar Antoni.

Meski demikian, Antoni menegaskan bahwa penanganan kesehatan saja belum cukup. Abu Tani masih sangat membutuhkan bantuan lanjutan, terutama dari Dinas Sosial, terkait pemulihan statusnya sebagai penerima bantuan sosial, serta dukungan dari pihak lain yang memiliki kepedulian kemanusiaan.

Baca Juga: Jejak Panjang Kasus PJU Kerinci, Percakapan via WhatsApp Diungkap JPU di Persidangan

Saat ini, Abu Tani masih menunggu kepastian bantuan untuk kebutuhan dasar seperti kasur, selimut, pakaian layak, makanan, serta fasilitas WC. Kondisi rumah dan keterbatasan fisik membuatnya sangat bergantung pada bantuan dari pemerintah maupun uluran tangan masyarakat.

Pemerintah desa, kata Antoni, untuk sementara masih mengandalkan BLT Desa sebagai bentuk bantuan darurat. Namun pihaknya berharap kasus Abu Tani dapat menjadi perhatian serius lintas sektor agar penanganan yang diberikan tidak bersifat sementara.

Kisah Abu Tani kembali menegaskan peran penting media sebagai jembatan suara masyarakat kecil. Ketika persoalan kemanusiaan terangkat ke ruang publik, respons pun mulai berdatangan. Kini, masyarakat Desa Sungai Abu masih menaruh harapan besar agar bantuan sosial segera menyusul, dan Abu Tani benar-benar merasakan kehadiran negara di sisa usianya.(Ald)

Berprestasi! Posyandu “Kasih Bunda” Raih 2 Penghargaan Sekaligus Tahun 2025

Berprestasi! Posyandu “Kasih Bunda” Raih 2 Penghargaan Sekaligus Tahun 2025.(mpc/ali)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Kabar membanggakan datang dari Desa Kayu Aro Ambai. Posyandu “Kasih Bunda” berhasil mencatat prestasi gemilang dengan meraih dua penghargaan sekaligus di tahun 2025, yakni sebagai Posyandu Terbaik III dan juga dinobatkan sebagai peraih PMT (Pemberian Makanan Tambahan) Terbaik I.

Penghargaan Posyandu Terbaik III ini secara resmi diberikan oleh Puskesmas Hiang dan tertuang dalam sebuah sertifikat penghargaan yang ditandatangani oleh Kepala Puskesmas Hiang, Sri Maya Guswahyuni, SST, MPH, pada tanggal 9 Desember 2025.

Puskesmas Hiang Mengucapkan Selamat Kepada Posyandu Kasih Bunda atas peran aktif dan partisipasinya dalam upaya mendorong dan mewujudkan masyarakat sehat di Desa Kayu Aro Ambai Pada Tahun 2025.

Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras dan komitmen tinggi para kader Posyandu, serta dukungan penuh dari pemerintah desa dan seluruh masyarakat Kayu Aro Ambai. Posyandu Kasih Bunda dinilai berhasil menjalankan program-program kesehatan, terutama dalam pelayanan ibu dan anak, secara konsisten dan inovatif.

Inovasi PMT Raih Juara I

Selain Posyandu Terbaik III, Posyandu Kasih Bunda juga patut berbangga karena program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) mereka diakui sebagai yang terbaik, meraih peringkat PMT Terbaik I Tahun 2025.

Keberhasilan meraih PMT Terbaik I ini menunjukkan kualitas program gizi yang dijalankan Posyandu Kasih Bunda, yang tidak hanya tepat sasaran tetapi juga kreatif dalam menyediakan asupan bergizi untuk balita dan ibu hamil di desa tersebut. Program ini dianggap mampu menjadi percontohan (best practice) bagi posyandu-posyandu lainnya dalam menanggulangi masalah gizi dan stunting.

Kepala Desa Kayu Aro Ambai menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam atas pencapaian ini. "Penghargaan ini adalah milik seluruh warga Kayu Aro Ambai. Semoga ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan pelayanan di posyandu," ujarnya.

Posyandu Kasih Bunda Desa Kayu Aro Ambai kini menjadi pionir, membuktikan bahwa sinergi antara kader, pemerintah, dan masyarakat dapat menghasilkan pelayanan kesehatan dasar yang unggul dan berprestasi (Ali)

Dinkes Kerinci Berhasil Raih Dua Penghargaan Tingkat Provinsi Jambi

Kerinci, Merdekapost.com - Kabupaten Kerinci kembali raih Penghargaan untuk tahun 2025, kali ini di bidang kesehatan. Dua penghargaan berhasil di bawa pulang sekaligus: Kabupaten/Kota Terbaik dalam Pemantauan Pertumbuhan Balita dan Capaian Terbaik Ketiga Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui aplikasi ASIK.

Penghargaan di serahkan pada ajang tingkat Provinsi Jambi dan di terima langsung Kepala Dinas Kesehatan Kerinci, Hermendizal. 

Disebutkannya capaian itu buah kerja keras tenaga kesehatan, terutama Puskesmas Kersik Tuo, yang di nilai menunjukkan performa menonjol dalam pelayanan dasar.

“Kami bangga dengan capaian ini. Ini hasil komitmen dan kerja seluruh tenaga kesehatan di Kerinci. Semoga menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas layanan di masa depan,” kata Hermendizal.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memperkuat fasilitas dan inovasi program kesehatan agar masyarakat memperoleh manfaat yang lebih besar.

Dua penghargaan ini menambah daftar prestasi Kerinci di tingkat provinsi dan menjadi indikator meningkatnya mutu layanan kesehatan daerah.(Ali)

Wujud Nyata Dukung Pelayanan Kesehatan, PT KMH Serahkan Bantuan Obat dan bahan medis untuk RSUD Kerinci

Wujud Nyata Dukung Layanan Kesehatan, PT KMH Serahkan Bantuan Obat dan bahan medis untuk RSUD Kerinci.(adz/mpc)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kerinci menerima bantuan berupa obat-obatan dan bahan medis dari PT Kerinci Merangin Hidro (KMH). Bantuan yang diangkut menggunakan tiga mobil box tersebut diserahkan langsung kepada pihak rumah sakit, sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap peningkatan layanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Kerinci.

Bupati Kerinci, Monadi, yang hadir langsung dalam prosesi penyerahan bantuan tersebut bersama Kadiskes Kerinci, Hemrendizal, Dirut RSU Kerinci, Abdul Harpan.

Bupati menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan nyata dari PT KMH terhadap pemerintah daerah. 

Baca Juga: Cegah Stunting, Satgas TMMD Kodim Kerinci Gencarkan Posyandu

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kerinci, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada PT Kerinci Merangin Hidro. Bantuan ini merupakan wujud nyata dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Dukungan seperti ini sangat berarti dalam memperkuat sarana dan prasarana rumah sakit kita, agar pelayanan medis kepada masyarakat dapat semakin optimal, merata, dan berdaya saing,” ujar Bupati Monadi.

Orang nomor satu di Bumi Sakti Alam Kerinci ini menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha sangat penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di berbagai sektor, termasuk bidang kesehatan.

“Kami berharap sinergi seperti ini terus terjalin. Pemerintah daerah terbuka terhadap kerja sama positif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam mewujudkan visi Kerinci Berdaya Saing,” tambahnya.

Baca Juga: Ibu Sudah Tiada, Ayah Alami Kebutaan, Kisah Pilu Mira Penderita Penyakit Paru-paru Butuh Uluran Tangan

Sementara itu, Manager Humas PT Kerinci Merangin Hidro, Aslori Ilham, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) di bidang kesehatan.

“PT KMH berkomitmen untuk turut berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasional kami. Melalui bantuan obat-obatan dan bahan medis ini, kami berharap dapat membantu memperkuat layanan kesehatan di RSUD Kerinci, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan medis yang lebih baik dan cepat,” ungkap Aslori Ilham.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus menjalin komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah dalam berbagai bidang, tidak hanya kesehatan, tetapi juga pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: Bupati Monadi Resmikan Pelayanan RSUD Kerinci dan RSUD Bukit Kerman

“Kami percaya bahwa kemajuan daerah dapat terwujud apabila dunia usaha dan pemerintah berjalan seiring dalam semangat kolaborasi dan tanggung jawab sosial,” tutupnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hermendizal, turut memberikan apresiasi atas kepedulian PT Kerinci Merangin Hidro. Ia menilai bantuan ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat stok logistik kesehatan dan mendukung kesiapan RSUD dalam memberikan pelayanan optimal.

“Kami menyambut baik dukungan dari PT KMH ini. Bantuan obat-obatan dan bahan medis yang diberikan sangat membantu pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan logistik kesehatan di rumah sakit. Di tengah meningkatnya kebutuhan pelayanan, kolaborasi seperti ini menjadi bukti nyata kepedulian sektor swasta terhadap masyarakat,” kata Hermendizal.

Bacaan Lainnya:

Sukseskan Program Unggulan Kasad TNI-AD, Satgas TMMD 126 Kodim 0417/Kerinci Gali Sumur Bor Di Masjid Jamik

Sementara itu, Dirut RSU Kerinci, Abdul Harpan, menegaskan RSUD Kerinci akan memastikan pemanfaatan bantuan ini berjalan tepat sasaran. 

“Kami akan menyalurkan dan mengelola bantuan ini secara profesional sesuai kebutuhan pelayanan medis. Semoga langkah baik ini dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk turut serta mendukung pembangunan kesehatan di Kabupaten Kerinci,” tutupnya.

Dengan adanya bantuan ini, RSUD Kerinci diharapkan semakin siap memberikan pelayanan kesehatan yang lebih maksimal kepada masyarakat, sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sektor kesehatan sebagai pilar utama pembangunan di Kabupaten Kerinci.(*)

Ibu Sudah Tiada, Ayah Alami Kebutaan, Kisah Pilu Mira Penderita Penyakit Paru-paru Butuh Uluran Tangan

Kisah Pilu Mira, Menderita Sakit Paru-Paru dan Hidup dalam Kekurangan, Butuh Uluran Tangan Dermawan.(adz)

Kerinci, Merdekapost.com – Kesedihan mendalam tengah dirasakan salah seorang warga Desa Punai Merindu, Kecamatan Danau Kerinci Barat, bernama Mira. Ia saat ini sedang dirawat intensif di RSUD Sungai Penuh akibat penyakit paru-paru yang dideritanya. 

Kondisinya kini kian mengkhawatirkan karena tidak bisa lepas dari alat bantu oksigen.

Bahkan pilunya lagi, sakit yang dideritanya sudah berlangsung cukup lama, namun dia bahkan harus menahan dan bertahan dirumah karena kondisi keluarga yang tidak memungkinkan untuk pergi berobat.

Keluarga Mira hidup dalam kondisi sangat miskin. Rumah mereka yang berukuran sekitar 2–3 meter x 5 meter dihuni oleh empat orang, semuanya memiliki keterbatasan fisik untuk bekerja secara normal. Kondisi ekonomi yang serba sulit itu sedikit banyak turut mempengaruhi kesehatan Mira.

Baca Juga: 

Cegah Stunting, Satgas TMMD Kodim Kerinci Gencarkan Posyandu

Lebih memilukan lagi, ibunya telah meninggal dunia, sementara ayahnya mengalami kebutaan. Mira juga memiliki anak yang masih kecil dan kini tidak ada yang dapat merawatnya.

Warga di Lima Desa Tanjung Pauh Mudik sangat mengenal kondisi keluarga ini. Mereka menilai, bahkan sebelum sakit pun, keluarga Mira sudah sangat layak mendapatkan perhatian dan bantuan. Kini, dengan kondisi Mira yang dirawat di rumah sakit, kebutuhan bantuan menjadi semakin mendesak.

Bagi para dermawan yang ingin membantu, dapat menyalurkan bantuan langsung ke rumah keluarga Mira di Desa Punai Merindu, atau melalui rekening berikut:

BSI 3347802180 a.n. Agusmita Ahmad

Semoga uluran tangan dan doa kita semua dapat meringankan beban keluarga Mira dan memberikan harapan baru di tengah kesulitan yang mereka hadapi.(adz)

Bupati Monadi Resmikan Pelayanan RSUD Kerinci dan RSUD Bukit Kerman

Bupati Monadi Resmikan Pelayanan RSUD Kerinci dan RSUD Bukit Kerman.(adz)

Kerinci, Merdekapost.com – Pemerintah Kabupaten Kerinci di bawah kepemimpinan Bupati Monadi, S.Sos., M.Si., kembali mencatat sebuah langkah besar dalam sektor kesehatan. Sabtu (1/11/2025), Bupati Monadi secara resmi meluncurkan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kerinci yang berlokasi di Jalur Dua Bukit Tengah, Sungai Pegeh, Kecamatan Siulak, sekaligus meresmikan operasional RSUD Tipe D Bukit Kerman.

Peluncuran ini menandai dimulainya operasional dua fasilitas kesehatan strategis yang telah lama dinantikan masyarakat, sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Kerinci dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata, modern, dan berkualitas.

Bacaan lainnya:

Ketua Tim Wasev Mabes TNI Bersama Dansatgas TMMD ke-126 Salurkan Sembako Gratis untuk Warga Tak Mampu

Dalam sambutannya, Bupati Monadi menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan dan persiapan layanan kedua rumah sakit tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Meski masih terdapat beberapa keterbatasan, seperti fasilitas tempat tidur dan ketersediaan obat, kami bersama DPRD akan terus berupaya menambah sarana, termasuk pemenuhan kebutuhan dokter spesialis,” ujar Monadi.

Baca Juga :  Presiden ke Korea, PGIN Diterima Wamensesneg, Guru Madrasah Swasta Desak Realisasi P3K dan Sertifikasi 'Tak Mau Janji Palsu!'

Lebih lanjut, Bupati Monadi menjelaskan bahwa RSUD Kabupaten Kerinci telah teregistrasi di Kementerian Kesehatan RI dan tengah diupayakan peningkatan status menjadi Rumah Sakit Tipe C. Pemerintah daerah juga terus memperkuat layanan unggulan, seperti pelayanan jantung dan layanan penunjang medis lainnya agar masyarakat dapat memperoleh layanan komprehensif tanpa harus keluar daerah.

“Kita ingin RSUD ini menjadi pusat pelayanan kesehatan rujukan di Kerinci dengan fasilitas lengkap dan tenaga medis profesional,” tambahnya.

Selain RSUD utama, RSUD Tipe D Bukit Kerman yang kini mulai beroperasi juga menjadi bagian penting dari strategi pemerataan layanan kesehatan di wilayah Kerinci bagian hilir. Dengan beroperasinya dua rumah sakit ini, akses layanan kesehatan masyarakat di seluruh penjuru Kerinci diharapkan semakin mudah dan cepat.

Dalam kesempatan yang sama, disampaikan pula bahwa Kabupaten Kerinci menjadi salah satu lokus program pembangunan rumah sakit nasional dari Kementerian Kesehatan RI, sebuah penghargaan sekaligus kepercayaan terhadap keseriusan daerah dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan.

Baca Juga :  Heboh! Seorang Dosen Cantik Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah di BTN Al Kausar

Sebagai bentuk dukungan, PT. KMH turut menyerahkan bantuan obat-obatan untuk mendukung pelayanan di RSUD Kerinci. Acara launching juga dihadiri oleh Wakil Bupati H. Murison, Ketua DPRD Irwandri, Wakil Ketua DPRD Boy Edwar, Sekda Zainal Efendi, serta perwakilan PT. KMH, kepala OPD, camat, kepala desa, dan unsur organisasi kesehatan.

Usai acara peresmian, Bupati Monadi meninjau langsung fasilitas rumah sakit, termasuk sistem aplikasi digital layanan pasien yang telah disiapkan guna mempermudah pendaftaran dan mempercepat pelayanan masyarakat.

“Dengan hadirnya dua RSUD ini, kami berkomitmen memastikan pelayanan kesehatan di Kerinci terus meningkat, adil, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutup Bupati Monadi.(adz)

Kadis Kesehatan Kerinci Hermendizal, lantik lima Kepala Puskesmas

Kadis Kesehatan Kerinci Hermendizal, lantik lima Kepala Puskesmas, Jumat (24/10).(mpc/ali)

Kerinci, Merdekapost – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat dasar, Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci melakukan penyegaran jabatan dengan melantik lima Kepala Puskesmas (Kapus) baru di lingkungan kerja Dinkes Kerinci, Jumat (24/10/2025).

Pelantikan berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci dan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hermendizal, disaksikan oleh pejabat struktural, perwakilan camat, serta seluruh staf puskesmas terkait.

Dalam sambutannya, Kadinkes Kerinci menegaskan bahwa rotasi dan penyegaran jabatan merupakan langkah strategis untuk memperkuat manajemen puskesmas sekaligus menumbuhkan semangat baru di kalangan tenaga kesehatan.

“Penyegaran ini adalah bagian dari upaya kita memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat. Kepala puskesmas harus menjadi motor penggerak di lapangan, memastikan program kesehatan berjalan efektif dan pelayanan kepada masyarakat semakin prima,” ujar Kadinkes.

Lima Kepala Puskesmas yang dilantik sebagai berikut:

1. Nila Kusumawati dilantik menjadi Kepala Puskesmas Semurup

2. Rafika Sistia Fera dilantik menjadi Kepala Puskesmas Tamiai

3. Salimah dilantik menjadi Kepala Puskesmas Sanggaran Agung

4. Yelfa Trisna dilantik menjadi Kepala Puskesmas Semerap

5. Sri Ningsih dilantik menjadi Kepala Puskesmas Lempur

Kadinkes juga mengingatkan para Kapus baru agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan serta perangkat desa dalam upaya menurunkan angka stunting, memperluas cakupan imunisasi, dan meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

“Jabatan ini bukan sekadar amanah administratif, tetapi tanggung jawab moral terhadap masyarakat. Kita ingin setiap puskesmas benar-benar menjadi garda terdepan pelayanan yang cepat, ramah, dan profesional,” tegasnya.

Acara pelantikan diakhiri dengan penandatanganan berita acara dan foto bersama. Suasana penuh keakraban dan semangat kerja sama mewarnai kegiatan tersebut.

Dengan penyegaran ini, Dinas Kesehatan Kerinci berharap sistem pelayanan kesehatan di seluruh wilayah kabupaten semakin kuat, merata, dan berdaya saing dalam mewujudkan Kerinci Sehat dan Maju.(*red)

Respon Cepat Bupati Monadi, Instruksikan Dinkes Kerinci Rujuk Bocah Korban Salah Sunat ke RS di Padang

DIDUGA MALPRAKTIK - Peristiwa memilukan terjadi di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci. Seorang bocah berinisial AI (10) diduga menjadi korban malpraktik saat menjalani proses sunat (mpc | adz)

KERINCI, MP - Bocah berinisial AI (10) asal Kayu Aro, Kerinci, Jambi yang diduga menjadi korban malpraktik saat menjalani proses sunat, kini menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kerinci. 

Bocah yang mengalami kesakitan ini akan di rujuk ke Rumah Sakit yang ada di Padang Sumatera Barat untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kadis Kesehatan Kelinci, Hermendizal saat dihubungi Tribun jambi, Selasa (27/5/2025).

Katanya, sesuai dengan perintah Bupati Kerinci pihaknya fokus untuk kesembuhan korban terlebih dahulu. 

Baca juga: 

Diduga Menjadi Korban Malpraktek, Bocah di Kayu Aro Alami Putus Kelamin Usai Sunat Laser 

"Malam ini korban akan kita bawa ke rumah sakit M Jamil Padang," ujar Hermendizal. 

Saat tiba di RS Padang pihaknya juga akan mencari informasi apakah sebelumnya pasien tersebut pernah berobat kesana. 

"Pengakuan keluarga korban, sebelumnya sudah pernah di bawa ke Padang". jelasnya 

Disinggung dengan Nakes yang diduga melakukan malpraktik. 

Baca juga: 

Murid SD di Sungai Penuh Diduga menjadi Korban Kekerasan oleh keluarga Murid lainnya

Hermendizal menyebutkan, pihaknya merekomendasikan pihak perizinan untuk mencabut izin praktik nakes tersebut. 

"Terhadap oknum nakes izin praktiknya kita minta perizinan untuk mencabut sementara waktu," ungkapnya. 

Diberitakan sebelumnya, peristiwa memilukan viral di Kabupaten Kerinci. 

Seorang bocah di Kayu Aro kemaluannya diduga terpotong saat sunatan. 

Belum diketahui pasti proses pelaksanaan sunat tersebut dilakukan. Namun menurut infomasi sunat laser tersebut dilakukan oleh Perawat atau Nakes yang baru lulus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang berdinas di Puskesmas setempat inisial YN pada bulan Oktober 2024 lalu.(adz)

Bupati Kerinci Tinjau Pelayanan Puskesmas Kemantan, Dorong Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan

Didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan serta sejumlah pejabat terkait. Ia meninjau langsung sarana dan prasarana puskesmas Kemantan, berbincang dengan tenaga medis, serta menyapa masyarakat yang tengah mengakses layanan kesehatan. (ist)

KERINCI – Bupati Kerinci melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Kemantan pada Sabtu (12/4/25). Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda pemantauan langsung terhadap fasilitas layanan kesehatan di wilayah Kabupaten Kerinci sekaligus sebagai upaya memastikan pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakat, 

Dalam kunjungannya, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan serta sejumlah pejabat terkait. Ia meninjau langsung sarana dan prasarana puskesmas, berbincang dengan tenaga medis, serta menyapa masyarakat yang tengah mengakses layanan kesehatan.

“Kualitas pelayanan kesehatan adalah hak dasar masyarakat. Kita ingin memastikan bahwa seluruh puskesmas di Kerinci mampu memberikan layanan yang cepat, tepat, dan manusiawi,” ujar Bupati dalam keterangannya kepada awak media.

Bupati Monadi juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) serta pemenuhan alat kesehatan yang memadai. Ia berkomitmen bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong alokasi anggaran yang berpihak pada kesehatan rakyat.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kemantan menyambut baik kunjungan tersebut. “Ini adalah bentuk perhatian nyata dari pemerintah daerah. Kami merasa termotivasi untuk terus meningkatkan mutu pelayanan,” ujarnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam sistem layanan kesehatan di Kerinci, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah yang sehat dan sejahtera. (*)

Kabar Gembira! RS Melati Sungai Penuh Terima Pelayanan BPJS Kesehatan

Merdekapost.com - Kabar gembira bagi masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci yang sudah sekian lama mendambakan pelayanan kesehat an dengan kualitas baik dan biaya murah. Pasalnya mulai hari ini, Rumah Sakit Melati Sungai Penuh resmi menerima pelayanan BPJS Kesehatan.

Direktur RS Melati, dr. Yandi, mengonfirmasi bahwa rumah sakit kini telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan guna memberikan pelayanan kesehatan yang lebih terjangkau bagi masyarakat. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi semua pasien, terutama yang menggunakan BPJS,” ujarnya.

Dengan kerja sama ini, peserta BPJS Kesehatan dapat mengakses berbagai layanan medis di RS Melati, mulai dari rawat jalan, rawat inap, hingga tindakan medis lainnya sesuai dengan ketentuan BPJS.

Ditambahkannya bahwa, ia juga mengucapkan ribuan terima kasih kepada semua pihak jajaran RS Melati yang telah bersusah payah bahu membahu yang memperjuangkan pelayanan kesehatan BPJS untuk masyarakat Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Salah satu warga, Siti Rahma (45), mengaku senang dengan kebijakan ini. “Sekarang kami bisa berobat tanpa khawatir biaya tinggi. Semoga layanan di RS Melati semakin baik,” katanya.

Masyarakat yang ingin menggunakan BPJS Kesehatan di RS Melati disarankan membawa kartu BPJS dan dokumen pendukung lainnya. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui layanan informasi rumah sakit atau kantor BPJS setempat. (*)

Ternyata! Ini Manfaat Daun Sambung Nyawa bagi Kesehatan

“Daun sambung nyawa telah lama dimanfaatkan sebagai obat herbal. beberapa Manfaat daun sambung nyawa yaitu dapat menurunkan tekanan darah tinggi, bersifat antioksidan, dan dapat menurunkan kadar gula darah.”

Jakarta – Daun sambung nyawa (Gynura procumbens) merupakan tanaman merambat berwarna hijau muda yang telah lama dimanfaatkan sebagai obat herbal. 

Tanaman herbal ini berasal dari India, Thailand, Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Afrika. Kurang lebih jangkauan alamnya membentang dari kaki Himalaya ke Cina selatan dan Filipina. 

Manfaat Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens)

  • Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dan Melindungi Jantung

Tekanan darah tinggi (hipertensi) merupakan faktor risiko banyak penyakit kardiovaskular, termasuk stroke. Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa daun sambung nyawa berpotensi untuk menurunkan tekanan darah tinggi. 

Selain itu, mengonsumsi daun ini dapat meningkatkan oksida nitrat, bahan kimia penting yang membantu memperlebar pembuluh darah. 

  • Bersifat Antioksidan

Daun sambung nyawa, terutama akarnya, mengandung banyak antioksidan. Seperti senyawa fenolik, flavonoid, dan vitamin C (asam askorbat). Sifat antioksidan dalam daun sambung nyawa ini dapat membantu melawan radikal bebas dan mengurang stres oksidatif. 

  • Menurunkan Kadar Gula Darah

Manfaat daun sambung nyawa berikutnya yaitu dapat menurunkan kadar gula darah. Daun sambung nyawa mengandung senyawa seperti kaempferol, quercetin, sinapic, caffeic, dan vanillic acid. Senyawa tersebut dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada pengidap diabetes. 

Daun sambung nyawa dapat merangsang pengambilan glukosa oleh sel lemak dan sel otot, sehingga mengurangi kadar gula darah pada pengidap diabetes tipe 2. Selain itu juga dapat melindungi dari kerusakan hati pada diabetes tipe 2.

  • Mencegah Kanker

Daun sambung nyawa juga telah lama dimanfaatkan untuk mengobati leukemia, kanker payudara, dan kanker rahim. Dengan mengonsumsi daun sambung nyawa, maka dapat mencegah kanker pada fase awal dan menekan penyebaran sel kanker. Meski begitu, masih membutuhkan penelitian lebih lanjut terkait hal ini. 

  • Meningkatkan Kesuburan

Perlu diketahui, infertilitas merupakan salah satu komplikasi dari penyakit diabetes. Nah, daun sambung nyawa dapat mengatasi infertilitas pada pengidap diabetes. 

Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa pemberian daun sambung nyawa, dapat membantu meningkatkan kesuburan dengan meningkatkan aktivitas enzimatik, jumlah sperma, serta motilitas sperma. Selain itu, daun ini juga dapat mengurangi persentase sperma yang mati, dan meningkatkan pematangan sperma.

  • Membantu Mengobati Infeksi Tertentu

Daun sambung nyawa juga dapat membantu mengobati atau mengelola penyakit dan infeksi tertentu. Karena daun ini memiliki sifat antibakteri, antivirus, dan antijamur. 

  • Mengurangi Peradangan

Daun sambung nyawa telah lama digunakan sebagai obat peradangan dalam pengobatan tradisional Thailand. Sebab daun sambung nyawa mengandung caryophyllene, pinene, limonene, dan carene, yang semuanya diketahui memiliki sifat antiinflamasi. Ekstrak daun sambung nyawa juga dapat digunakan secara topikal dalam mengobati kondisi peradangan, seperti aterosklerosis. 

Itulah beberapa manfaat daun sambung nyawa yang perlu diketahui. Hal yang perlu digarisbawahi, masih membutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat daun ini untuk kesehatan tubuh. 

Itulah beberapa manfaat daun sambung nyawa yang perlu diketahui. Hal yang perlu digarisbawahi, masih membutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat daun ini untuk kesehatan tubuh. 

Terakhir, bagaimana dengan efek samping yang ditimbulkan setelah mengonsumsi daun sambung nyawa?

Daun ini umumnya tidak memiliki efek samping. Namun, seperti makanan pada umumnya, mungkin ada risiko kecil dari reaksi alergi. Jika khawatir dapat mengalami alergi, kamu bisa mencobanya mengonsumsi satu daun kecil saja untuk melihat bagaimana tubuh bereaksi.

Cara Penggunaannya (Cara Sederhana):

Pisahkan daun dari tangkai secukupnya, kemudian direbus bersama air putih hingga mendidih dan hasil rebusan itulah yang diminum secara teratur setiap hari (disarankan diminum malam hari sebelum istirahat/tidur). Memang rasanya pahit tapi lama-lama jika sudah terbiasa maka akan terasa agak-agak manis*   

Apabila ingin tahu lebih banyak tentang tanaman lainnya yang memiliki manfaat untuk kesehatan, kamu juga bisa tanyakan pada dokter di aplikasi Halodoc. 

Editor: Aldie Prasetya | Referensi : dr. Fadhli Rizal Makarim (Halodoc) | Merdekapost.com


Wako Ahmadi Hadiri Penilaian Akreditasi Dua Puskesmas di Sungai Penuh

Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir Menghadiri Penilaian Re-Akreditasi Puskesmas Koto lolo dan Koto Baru untuk menuju Paripurna, Rabu (13/12)

MERDEKAPOST, SUNGAI PENUH - Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir Menghadiri Penilaian Re-Akreditasi Puskesmas Koto lolo dan Koto Baru untuk menuju Paripurna, Rabu (13/12).

Penilaian Re Akreditasi ini bertujuan untuk pembinaan dan peningkatan mutu kinerja sistem pelayanan dan program di Puskesmas.

Wako Ahmadi menyampaikan Penilaian Re akreditasi perlu dilakukan untuk memacu dan meningkatkan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan kesehatan.

"Untuk mewujudkan standar pelayanan tersebut, masukkan, saran serta arahan surveyor sangatlah dibutuhkan dalam memberikan kepuasan kesehatan kepada masyarakat," sampainya

Selain itu, Wako Ahmadi Juga meninjau Fasilitas dan ruangan di dua Puskesmas tersebut,dengan harapan mampu menjadi satu gambaran baik dari seluruh kesehatan yang ada, dalam upaya menyokong pembangunan kesehatan yang maju dan berkeadilan. (adz)

Saksikan! Nanti Sore, Partai Final Penuh Gengsi dan Ambisi, Semerap Vs PS Rawang

Turnamen Volly Ball Karang Taruna 6 Desa Kemantan H Paizal Kadni Cup

KERINCI, MERDEKAPOST - Hari Ini, Rabu 30 Agustus 2023 bakal digelar Babak Final (Putra) Turnamen Volly Ball Karang Taruna 6 Desa Kemantan H Paizal Kadni Cup yang dilaksanakan di Lapangan Volly Ball Depati Situo Tigo Luhah Kemantan Kecamatan Air Hangat Timur.

Kepada media ini Panitia pelaksana menyebutkan bahwa pertandingan Final putra bakal berlangsung Rabu sore (30 Agustus 2023) Pukul 15.30 WIB mempertemukan dua klub yaitu dari Desa Semerap berhadapan dengan Paling Serumpun Rawang (PS Rawang).

Puspa Indra, selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa babak final akan dilaksanakan selama dua hari yang mana kemaren telah berlangsung final putri yang dimenangkan oleh klub Sang Bintang

Dilanjutkannya, "Sesuai jadwal yang ditetapkan Panitia, perebutan Juara 1 (Final putra) akan dilaksanakan pada Rabu 30 Agustus". Jelas Puspa.

"Harapan kami, kedua klub bisa hadir tepat waktu sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat"

"Kita harus memulai lebih awal, dikarenakan ada acara ceremonial penutupan turnamen oleh Pak Paizal Kadni". Ungkap Puspa.

Baca Juga: Kalahkan Azalia Cake, Sang Bintang Juarai Turnamen Volly Ball Paizal Kadni Cup di Kemantan

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs