Tinjau Progres RSUD Kerinci RSUD Kerinci, Bupati Monadi Pastikan Pembangunan Sesuai Rencana

Tinjau Progres RSUD Kerinci RSUD Kerinci, Bupati Monadi Pastikan Pembangunan Sesuai Rencana.(ADZ) 

KERINCI - Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., meninjau langsung progres pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kerinci melalui program PHTC, sekaligus melihat pelayanan kesehatan yang berlangsung di RSUD Kabupaten Kerinci, Senin (5/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kerinci memastikan pembangunan fasilitas kesehatan berjalan sesuai rencana, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Proyek pembangunan dan renovasi RSUD Kabupaten Kerinci ini memiliki nilai pagu anggaran sekitar Rp137 miliar. Pembangunan tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Kerinci dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas fasilitas kesehatan bagi masyarakat.

Baca Juga: Terkait Dugaan BBM Pertalite Bermasalah, DPRD Sungai Penuh Hearing: Disperindag Harus Pro Aktif 

RSUD yang dibangun di atas lahan sekitar 3,5 hektare itu dirancang menjadi rumah sakit Tipe C. Dengan pengembangan tersebut, pemerintah berharap kapasitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kerinci semakin memadai serta mampu memberikan layanan yang lebih representatif kepada masyarakat.

Paket pekerjaan konstruksi fisik pembangunan dan renovasi RSUD Kabupaten Kerinci dikerjakan oleh PT PP Urban (Urban-Penta KSO).

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Monadi juga menekankan pentingnya dukungan seluruh pihak agar proses pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Monadi mengajak masyarakat Kabupaten Kerinci untuk bersama-sama menjaga, mendukung, dan mengawal proses pembangunan RSUD tersebut.

Baca Juga: Langkah Besar Kenalkan Kekayaan Budaya dan Wisata Kerinci ke Kancah Internasional

“Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Karena itu, dukungan dan pengawasan dari semua pihak sangat dibutuhkan agar prosesnya berjalan dengan baik,” ujar Monadi.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur kesehatan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan bangunan fisik, tetapi juga harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan dan kesiapan sumber daya manusia.

Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap keberadaan RSUD yang lebih representatif nantinya dapat memperkuat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, sekaligus meningkatkan kapasitas layanan di daerah.

Pembangunan terus berjalan, pelayanan terus ditingkatkan. Pemkab Kerinci berkomitmen menghadirkan fasilitas kesehatan yang lebih baik demi memenuhi kebutuhan masyarakat.(Adz)

Dinkes Kerinci Jemput Bola ke Kemenkes RI, Perjuangkan Peningkatan Fasilitas dan Layanan RSUD

 

Dinkes Kerinci Jemput Bola ke Kemenkes RI, Perjuangkan Peningkatan Fasilitas dan Layanan RSUD

Merdekapost.com | Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kerinci melakukan langkah proaktif dengan melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) di Jakarta. Langkah "jemput bola" ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hermendizal, S.K.M., M.M., guna memperjuangkan peningkatan sarana, prasarana, serta fasilitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kerinci.

Dalam audiensi dan koordinasi tersebut, jajaran Dinkes Kerinci memaparkan berbagai kebutuhan krusial terkait peningkatan mutu layanan kesehatan masyarakat, ketersediaan alat kesehatan modern, hingga pengembangan infrastruktur RSUD agar mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal dan merata.

Komitmen Tinggi untuk Kesehatan Masyarakat

Upaya gigih yang ditunjukkan oleh Kadis Kesehatan Kerinci, Hermendizal, S.K.M., M.M., mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kepemimpinannya dinilai selalu memprioritaskan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Kerinci, khususnya dalam memastikan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus terkendala keterbatasan fasilitas di daerah.

"Langkah koordinasi ke pusat ini merupakan komitmen nyata pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima bagi seluruh masyarakat Kerinci. Kita terus berupaya maksimal mendatangkan dukungan anggaran dan program dari pusat agar fasilitas RSUD kita makin lengkap dan memadai," ujar Hermendizal di sela-sela kegiatan.

Melalui pertemuan ini, diharapkan Kemenkes RI dapat memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk Alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK), bantuan alat medis modern, maupun program penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan. 

Dengan terwujudnya kerja sama yang solid antara pemerintah daerah dan pusat, pelayanan RSUD Kerinci di masa mendatang diharapkan makin berkualitas dan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. (*)

Kabar Gembira, 23 Fasilitas Kesehatan dan Labkesda Kerinci Kini Berstatus BLUD

Kerinci, Merdekapost.com  – Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Kerinci. Sebanyak 2 Rumah Sakit, 21 Puskesmas dan 1 Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) di Kabupaten Kerinci kini telah resmi menerapkan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Perubahan status tersebut diharapkan menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam meningkatkan kualitas dan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Penerapan sistem BLUD memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan sistem tersebut, pendapatan yang diperoleh dapat dikelola secara langsung sesuai ketentuan untuk mendukung kebutuhan operasional, seperti pengadaan obat-obatan, alat kesehatan, serta peningkatan sarana dan prasarana pelayanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, H. Hermendizal, SE., SKM., MM, membenarkan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan yang ditargetkan kini telah berstatus BLUD sejak Agustus 2026.

Menurutnya, penerapan BLUD merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Wako Alfin Apresiasi Capaian Prestasi Generasi Muda

“Penerapan BLUD di rumah sakit dan Puskesmas ini dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kita tahu, selama ini capaian di bidang kesehatan di Kabupaten Kerinci sudah cukup baik,” ungkap Hermendizal saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah hingga seluruh stakeholder terkait yang telah bekerja keras dalam mewujudkan perubahan status fasilitas kesehatan tersebut.

“Alhamdulillah, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kerinci, terdiri dari 21 Puskesmas, 2 Rumah Sakit dan 1 Labkesda, sudah berubah status menjadi Badan Layanan Umum Daerah atau BLUD,” jelasnya.

Baca Juga: Bupati Fadhil Arief Hadiri Tambat Merdeka Reborn Fun Trail Adventure #6 di Batang Hari

Dengan perubahan status tersebut, fasilitas pelayanan kesehatan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengelola pendapatan dan kebutuhan operasional sesuai mekanisme serta ketentuan yang berlaku.

“Dengan sistem ini, mereka bisa lebih fokus untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.

Hermendizal menegaskan, perubahan sistem pengelolaan tersebut bukan berarti mengurangi komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Baca Juga: Kapolres Batanghari Hingga Kerinci Berganti, Sejumlah Pejabat Utama Polda Jambi juga Dimutasi

“Kami tetap berkomitmen memberikan akses layanan kesehatan seluas-luasnya kepada masyarakat, meskipun nantinya ada penyesuaian sistem pelayanan,” tegasnya.

Sementara itu, dalam menghadapi peningkatan kebutuhan pelayanan kesehatan, RSUD Kabupaten Kerinci juga terus melakukan pengembangan kapasitas melalui pembangunan dan peningkatan fasilitas pelayanan.

Pengembangan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pasien sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Ke depan, rumah sakit juga menargetkan pengembangan sejumlah layanan spesialis, seperti hemodialisis atau cuci darah, kemoterapi, serta layanan medis lainnya.

Pemerintah Kabupaten Kerinci menegaskan bahwa penerapan BLUD bukan semata-mata untuk mengejar keuntungan, melainkan sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang lebih profesional, transparan dan akuntabel.

“Dengan penerapan BLUD yang optimal serta pengembangan fasilitas kesehatan secara berkelanjutan, kita berharap pelayanan kesehatan di Kabupaten Kerinci semakin berkualitas, merata dan tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” harap Hermendizal.

Berikut Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Kerinci yang Telah Berstatus BLUD:

Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda)

RSUD Bukit Kerman

RSUD Kabupaten Kerinci

Puskesmas Pelompek

Puskesmas Kersik Tuo

Puskesmas Gunung Labu

Puskesmas Siulak Deras

Puskesmas Siulak Mukai

Puskesmas Siulak Gedang

Puskesmas Semurup

Puskesmas Kemantan

Puskesmas Depati Tujuh

Puskesmas Sungai Tutung

Puskesmas Semerap

Puskesmas Hiang

Puskesmas Sanggaran Agung

Puskesmas Jujun

Puskesmas Lolo

Puskesmas Lempur

Puskesmas Bukit Kerman

Puskesmas Tarutung

Puskesmas Tamiai

Puskesmas Simpang Tutup

Puskesmas Muara Emat

(Aldie Prasetyo / Source: Explore News )

Kualitas Udara Buruk, Dinkes Kerinci Imbau Warga Gunakan Masker Saat Beraktivitas Diluar Rumah

Kualitas Udara Buruk, Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci Imbau Warga Gunakan Masker Saat Beraktivitas di Luar Rumah.(MPC)

​KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penurunan kualitas udara yang memburuk di wilayah Kerinci dan sekitarnya. Kondisi cuaca dan kualitas udara saat ini dinilai berada dalam kategori buruk sehingga berpotensi membahayakan kesehatan.

​Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, H. Hermendizal, SE, SKM, MM, menegaskan pentingnya penggunaan alat pelindung diri berupa masker untuk menekan risiko gangguan pernapasan.

​"Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci menghimbau kepada seluruh masyarakat, terutama lansia, anak-anak, dan masyarakat yang memiliki penyakit pernafasan diharapkan menggunakan masker setiap beraktivitas di luar ruangan," ujar H. Hermendizal.

​Poin-Poin Imbauan Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci:

​Wajib Gunakan Masker: Gunakan masker setiap kali keluar rumah atau beraktivitas di luar ruangan untuk menyaring paparan polusi dan debu.

​Perlindungan Kelompok Rentan: Anak-anak, lansia, serta warga dengan riwayat penyakit saluran pernapasan (seperti asma atau ISPA) diminta ekstra hati-hati dan membatasi kegiatan luar ruangan jika tidak mendesak.

​Kurangi Aktivitas Luar Ruangan: Batasi kegiatan fisik yang berat di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik.

​Langkah pencegahan ini diharapkan dapat menekan angka kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah kondisi cuaca yang kurang menguntungkan saat ini.

​Udara Bersih Harapan Kita, Masker Melindungi Kita! 

(Ali/Merdekapost.com)

Sambut HUT RI ke-81, Direktur RSUD Mayjen H.A Thalib Bangkitkan Semangat Kebersamaan Seluruh Tenaga Kesehatan

dr. Rofi Irman, Sp.PD, FINASIM (Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Mayjen HA Thalib Sungai Penuh)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Dalam rangka menyambut Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Mayjen HA Thalib Sungai Penuh, dr. Rofi Irman, Sp.PD, FINASIM, menyampaikan pesan motivasi mendalam kepada seluruh jajaran Civitas Hospitalia RSU Mayjen H.A Thalib.

Dalam penyampaiannya, dr. Rofi Irman menegaskan pentingnya menjaga semangat persatuan, kebersamaan, dan dedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat Kota Sungai Penuh dan sekitarnya.

dr Rofi menekankan bahwa setiap elemen rumah sakit—mulai dari dokter, perawat, apoteker, tenaga kesehatan (nakes) lainnya, hingga staf pendukung non-medis—memiliki peran yang sama pentingnya dalam rantai pelayanan kesehatan.

Baca Juga: Satu Lagi Prestasi Nasional, Wali Kota Sungai Penuh Terima Penghargaan dan Insentif Rp1,5 Miliar dari Kemendagri

"Tidak ada perbedaan dalam komitmen kita untuk melayani. Baik dokter, perawat, apoteker, nakes, maupun jajaran manajemen dan staf pendukung, semuanya memiliki posisi yang sama dan setara dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu. Kita semua adalah satu tim," tegas dr. Rofi Irman.

Lebih lanjut, dirinya mengajak seluruh karyawan RSU Mayjen H.A Thalib untuk menjadikan momen Hari Kemerdekaan RI ke-81 ini sebagai pengingat untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas diri. Semangat perjuangan para pahlawan bangsa harus ditransformasikan menjadi semangat melayani pasien dengan penuh empati, profesionalisme, dan ketulusan hati.

Baca Juga: Peringati HUT Ke-81 RI, Kajari Sungai Penuh Ajak Jajaran Teladani Perjuangan Pahlawan dan Tegakkan Hukum Seadil-adilnya

"Mari kita jaga terus semangat untuk melakukan yang terbaik setiap harinya. Kemerdekaan yang kita nikmati saat ini harus diisi dengan kerja keras, integritas, dan pengabdian tanpa batas untuk kesehatan masyarakat," pungkasnya.

Pesan motivasi ini disambut hangat oleh segenap staf dan tenaga medis RSU Mayjen HA Thalib Sungai Penuh, sebagai dorongan positif untuk terus memperkuat sinergi dalam memberikan pelayanan yang optimal, ramah, dan profesional bagi masyarakat.(Ali/Merdekapost)

Bupati Monadi Turun Langsung Pastikan Pelayanan Kesehatan Menjangkau Wilayah Sulit dan Terpencil

KERINCI – Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci terus memperkuat monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah sulit dan terpencil.

Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Bupati Kerinci Monadi yang turun ke lapangan bersama jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan, Jumat (7/8/2026) lalu.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci H. Hermendizal diwakili Sekretaris Dinas Kesehatan, Iswizal Ismail, SKM., M.Si., yang turut mendampingi Bupati Kerinci.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan pelayanan kesehatan tetap hadir dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk warga yang berada di wilayah sulit dijangkau dan terpencil.

Melalui monitoring secara langsung, pemerintah daerah dapat melihat kondisi pelayanan di lapangan, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala maupun kebutuhan yang dihadapi tenaga kesehatan dan masyarakat.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Iswizal Ismail, SKM., M.Si., mengatakan monitoring dan evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan kesehatan di wilayah sulit dan terpencil tetap berjalan secara optimal.

Menurutnya, kondisi geografis tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sebaliknya, wilayah yang sulit dijangkau membutuhkan perhatian dan pemantauan lebih intensif agar berbagai kebutuhan kesehatan dapat diketahui dan segera ditindaklanjuti.

“Kami bersama Bapak Bupati turun langsung untuk melihat kondisi pelayanan kesehatan di lapangan. Dari kegiatan ini, kita dapat mengetahui apa saja yang menjadi kendala maupun kebutuhan, sehingga ke depan pelayanan kesehatan di daerah sulit dan terpencil dapat terus kita tingkatkan,” ujar Iswizal.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci akan terus melakukan evaluasi secara berkala serta memperkuat koordinasi dengan fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan di lapangan.

Hal ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan baik serta masyarakat di seluruh pelosok Kabupaten Kerinci memperoleh akses pelayanan kesehatan yang layak.

Sementara itu, kehadiran langsung Bupati Kerinci dalam monitoring tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pemerataan pelayanan kesehatan.

Dengan monitoring dan evaluasi secara langsung, diharapkan setiap persoalan yang ditemukan di lapangan dapat ditindaklanjuti dengan tepat, sehingga kualitas pelayanan kesehatan di wilayah sulit dan terpencil terus mengalami peningkatan.(Adz)

Hermendizal Kadinkes Kerinci Tegaskan: Layanan Kesehatan Hak Masyarakat Paling Utama, Tugas Kita Berusaha Mewujudkannya

KERINCI, MERDEKAPOST.COM — Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci terus berkomitmen untuk memperkuat dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini diambil guna memastikan setiap warga mendapatkan akses pelayanan medis yang cepat, tepat, dan berkualitas.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadis Kesehatan) Kabupaten Kerinci, Hermendizal, menegaskan bahwa pemenuhan fasilitas dan peningkatan kualitas pelayanan di bidang kesehatan merupakan prioritas yang tidak bisa ditawar.

"Kesehatan bagi masyarakat itu adalah yang paling utama. Ketika masyarakat sehat, maka kualitas hidup dan produktivitas daerah juga akan meningkat. Oleh karena itu, kami di Dinas Kesehatan terus berupaya maksimal membenahi dan meningkatkan setiap lini layanan," ujar Hermendizal dalam rilis pers yang diterima, hari ini.

Meninjau Langsung ke Lapangan

Kehadirannya di Puskesmas Lempur merupakan bagian dari inspeksi mendadak (Sidak) untuk melihat kesiapan petugas di garda terdepan dalam melayani masyarakat.

FOTO: Kadinkes Kerinci Hermendizal dihiasi latar spanduk dengan tulisan besar : TRANSFORMASI KESEHATAN Melesat Menuju Indonesia Emas

Langkah Strategis Peningkatan Layanan:

Untuk mewujudkan hal tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci memfokuskan peningkatan pada beberapa sektor krusial, yang sudah mulai diimplementasikan:

  • Pemenuhan Fasilitas Puskesmas & Pustu: Memastikan sarana dan prasarana medis di tingkat kecamatan hingga desa dalam kondisi siap layan, seperti yang terlihat pada Puskesmas Lempur 
  • Kesiapsiagaan Tenaga Medis: Meningkatkan kedisiplinan dan pemenuhan kualifikasi para dokter, perawat, serta bidan desa agar senantiasa memberikan pelayanan yang ramah dan profesional.
  • Program Pencegahan & Edukasi: Menggalakkan sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pencegahan penyakit menular dan penanganan stunting di wilayah Kerinci, selaras dengan semangat Transformasi Kesehatan Indonesia.

Hermendizal juga mengimbau seluruh jajaran petugas kesehatan, mulai dari RSUD hingga Puskesmas di pelosok desa, untuk selalu mengedepankan kepedulian dan empati saat melayani pasien.

Dengan komitmen ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci berharap derajat kesehatan masyarakat dapat terus meningkat secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Kerinci, mewujudkan visi kesehatan yang melesat menuju Indonesia Emas, sebagaimana dicita-citakan dalam spanduk yang melatar belakangi Hermendizal di foto. (Ali/Merdekapost.com)

Kepercayaan Publik Meningkat, RSUD Mayjen H.A Thalib Sungai Penuh Kembali Dipadati Pasien

Dampak dari Kepercayaan Publik yang mulai Meningkat, RSUD Mayjen H.A Thalib Sungai Penuh Kembali Dipadati Pasien.(Adz/Mpc)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Upaya pembenahan dan transformasi pelayanan yang terus digalakkan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mayjen H.A. Thalib Kota Sungai Penuh di bawah kepemimpinan Direktur dr. Rofi Irman, Sp.PD., FINASIM mulai membuahkan hasil yang nyata. Akhir-akhir ini, rumah sakit milik Pemerintah Kota Sungai Penuh tersebut kembali dipadati oleh pasien yang datang untuk berobat.

Lonjakan kunjungan pasien ini dinilai sebagai sinyal positif sekaligus bukti nyata bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan medis di RSUD Mayjen H.A. Thalib kini semakin meningkat dan bangkit kembali.

Komitmen Peningkatan Pelayanan

Di bawah manajemen dr. Rofi Irman, RSUD Mayjen H.A. Thalib secara konsisten melakukan berbagai langkah strategis demi memberikan pengalaman berobat yang prima bagi masyarakat Kota Sungai Penuh dan sekitarnya. Terdapat empat pilar utama yang menjadi fokus pembenahan rumah sakit saat ini:

Pelayanan Semakin Cepat: Pemangkasan birokrasi dan optimalisasi alur pendaftaran serta penanganan medis guna mengurangi waktu tunggu pasien.

Dokter & Perawat Profesional: Peningkatan kompetensi serta kesiapsiagaan tenaga medis dalam melayani pasien dengan ramah dan responsif.

Fasilitas Terus Ditingkatkan: Pembaruan sarana dan prasarana penunjang medis agar sesuai dengan standar pelayanan kesehatan yang modern.

Kepuasan Pasien Makin Tinggi: Menjadikan kenyamanan dan keselamatan pasien sebagai prioritas utama dalam setiap aspek pelayanan.

Sinyal Positif Kebangkitan Rumah Sakit

Masyarakat yang sempat beralih ke fasilitas kesehatan lain kini mulai kembali mempercayakan kesehatannya di RSUD Mayjen H.A. Thalib. Suasana ruang tunggu dan poliklinik yang kembali ramai menjadi indikator kuat bahwa program pembenahan internal yang dilakukan pihak manajemen berjalan di jalur yang benar.

"Lonjakan kunjungan pasien ini adalah sebuah sinyal positif kebangkitan RSUD MHA Thalib Sungai Penuh. Ini merupakan bentuk amanah dan kepercayaan publik yang harus terus kami jaga dan tingkatkan," ujar perwakilan manajemen.

Dengan komitmen yang kuat serta kepemimpinan yang adaptif, RSUD Mayjen H.A. Thalib optimis dapat terus bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan rujukan yang andal, profesional, dan dicintai oleh masyarakat.(Ali)

Monadi Perkuat Old Star Siulak di Final Kapolres Cup U-40, Tundukkan Old Star Rawang 3-1

Bupati Kerinci Monadi Perkuat Old Star Siulak di Final Kapolres Cup U-40, Berhasil Tundukkan Old Star Rawang 3-1 dan menjuarai Turnamen tersebut.(Ist) 

KERINCI – Final Turnamen Sepak Bola Kapolres Cup U-40 berlangsung sengit. 

Laga final yang mempertemukan Old Star Siulak melawan Old Star Rawang berlangsung sengit di Lapangan Desa Penawar, Kecamatan Setinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Kamis (18/6/2026).

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung tampil menyerang dan saling jual beli serangan. Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi dengan tensi yang cukup ketat.

Wasit Dahliana beberapa kali harus mengeluarkan kartu kuning kepada pemain dari kedua kesebelasan untuk menjaga jalannya pertandingan tetap kondusif.

Baca Juga: Dua Kepala Daerah Satu Suara, Dorong Percepatan IAIN Kerinci Menjadi UIN

Memasuki babak pertama, baik Old Star Siulak maupun Old Star Rawang sama-sama gagal memanfaatkan peluang yang diperoleh. Hingga turun minum, skor tetap bertahan 0-0.

Pada babak kedua, Old Star Siulak terus menggempur pertahanan Old Star Rawang. Namun, rapatnya lini belakang lawan membuat sejumlah peluang gagal berbuah gol. Di sisi lain, Old Star Rawang juga beberapa kali melancarkan serangan balik yang cukup berbahaya, namun belum mampu mengubah kedudukan.

Untuk menambah daya gedor tim, Old Star Siulak melakukan sejumlah pergantian pemain, termasuk memasukkan Bupati Kerinci, Monadi. Kehadiran Monadi menambah semangat permainan tim. Meski hanya bermain sekitar delapan menit, Monadi mampu menarik perhatian para penonton yang memadati lapangan.

Hingga waktu normal berakhir, kedua tim tetap gagal memecah kebuntuan. Skor 0-0 bertahan dan pertandingan pun harus ditentukan melalui babak adu penalti.

Pada babak adu penalti tersebut, para eksekutor Old Star Siulak tampil lebih tenang dan berhasil mengungguli Old Star Rawang dengan skor 3-1. Kemenangan itu sekaligus mengantarkan Old Star Siulak keluar sebagai juara Turnamen Kapolres Cup U-40 Tahun 2026.

Sementara itu, Old Star Rawang harus puas menjadi runner-up setelah memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan.

Dalam sambutannya usai pertandingan, Kapolres Kerinci menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia, perangkat pertandingan, serta para peserta yang telah menyukseskan turnamen dengan menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan.

“Dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbil’alamin, Turnamen Sepak Bola Kapolres Cup U-40+ secara resmi saya tutup,” ujar Kapolres Kerinci.

Penutupan turnamen tersebut disambut meriah oleh para pemain dan penonton yang memadati Lapangan Desa Penawar. Turnamen Kapolres Cup U-40 dinilai sukses menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat persaudaraan antarpecinta sepak bola di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. (*)

Pangkas Birokrasi Rujukan, Direktur RSU dr. Rofi Irman Resmi Luncurkan Program SISRUTE

 

Merdekapost.com – Rumah Sakit Umum (RSU) dr. Rofi Imran terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Langkah nyata ini dibuktikan dengan diluncurkannya program Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) secara resmi oleh Direktur RSU dr. Rofi Imran pada hari ini.

Program SISRUTE merupakan inovasi berbasis digital yang dirancang untuk mempercepat, mempermudah, dan mengintegrasikan proses rujukan pasien antar-fasilitas kesehatan. Dengan sistem ini, koordinasi mulai dari puskesmas, klinik, hingga rumah sakit rujukan utama dapat dilakukan secara real-time.

Mempercepat Penanganan, Menyelamatkan Nyawa

Dalam sambutannya, Direktur RSU dr. Rofi Imran menyampaikan bahwa kecepatan penanganan adalah kunci utama dalam keselamatan pasien, terutama pada kasus-kasus darurat (emergency).

"SISRUTE bukan sekadar aplikasi baru, melainkan sebuah transformasi layanan. Selama ini, kendala rujukan sering kali terletak pada komunikasi dan kepastian ketersediaan ruang atau dokter spesialis. Dengan SISRUTE, semua data pasien dan kapasitas rumah sakit terbuka secara transparan sejak pasien masih berada di fasilitas kesehatan tingkat pertama," ujar Direktur.

Keunggulan Program SISRUTE

Penerapan teknologi ini membawa beberapa perubahan signifikan dalam alur pelayanan medis, di antaranya:

Kepastian Ketersediaan Fasilitas: Fasilitas kesehatan perujuk dapat langsung mengetahui ketersediaan kamar, alat medis, dan dokter spesialis di RSU dr. Rofi Imran sebelum mengirimkan pasien.

Transfer Data Medis Cepat: Rekam medis singkat pasien dapat dikirimkan secara digital, sehingga tim medis di RSU dr. Rofi Imran bisa melakukan persiapan tindakan bahkan sebelum pasien tiba di ruang IGD.

Efisiensi Waktu dan Biaya: Memangkas birokrasi administrasi konvensional (menggunakan telepon atau surat kertas) yang sering memakan waktu lama.

Sinergi Bersama Fasilitas Kesehatan Mitra

Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan setempat, kepala puskesmas, serta perwakilan klinik swasta mitra RSU dr. Rofi Imran. Menutup acara, Direktur mengajak seluruh pihak untuk bersinergi menyukseskan program ini.

"Kami berharap seluruh fasilitas kesehatan mitra dapat mengoptimalkan penggunaan SISRUTE ini. Mari kita hilangkan ego sektoral demi memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan humanis untuk masyarakat," pungkasnya.

Dengan hadirnya SISRUTE, RSU dr. Rofi Imran optimistis angka keterlambatan penanganan pasien rujukan dapat ditekan secara signifikan, sekaligus membawa pelayanan kesehatan daerah ke era digital modern. (*)

Pelayanan Kesehatan di Kerinci Semakin Terjangkau, Melayani Pasien Pengguna BPJS dan Bisa Berobat Gratis

KERINCI – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Kerinci. Kini pelayanan kesehatan di RSUD Bukit Kerman dan RSUD Kabupaten Kerinci semakin mudah dijangkau masyarakat.

Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Kerinci tersebut saat ini telah melayani pasien pengguna BPJS Kesehatan.

Kehadiran layanan BPJS ini menjadi angin segar bagi masyarakat, khususnya warga di wilayah Bukit Kerman dan sekitarnya yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.

Dengan fasilitas yang terus dibenahi, pelayanan yang semakin ramah, serta dukungan tenaga medis yang kompeten, masyarakat kini dapat berobat dengan lebih nyaman dan terjangkau tanpa harus keluar daerah.

Baca Juga: Bupati Monadi Lepas Ekspor ke Tiongkok, Produk Unggulan Kerinci Ini Primadona Baru

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hermendizal, mengatakan bahwa kerja sama dengan BPJS Kesehatan merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Kerinci.

“Kerja sama dengan BPJS ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan terjangkau,” ujar Hermendizal.

Ia menjelaskan, penerapan layanan BPJS di RSUD Bukit Kerman diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara rutin.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Kerinci juga menghadirkan program layanan berobat gratis bagi masyarakat kurang mampu di RSUD Kabupaten Kerinci yang berada di kawasan Bukit Tengah jalur dua.

Baca Juga: Kapolres Cup U-40 Resmi Dibuka, Wako Alfin: Persaudaraan Jadi Kekuatan Utama

Program tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat.

Melalui program ini, warga kurang mampu diharapkan tetap bisa memperoleh pelayanan kesehatan yang layak tanpa harus terbebani biaya pengobatan.

Hermendizal juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah tersedia dengan baik serta terus menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.

“Pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan agar masyarakat Kerinci mendapatkan pelayanan yang maksimal,” tutupnya.(*)

Kabar Baik Pelayanan Kesehatan! Berobat ke RSUD Bukit Kerman Kini Bisa Pakai BPJS

Kerinci – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bukit Kerman terus melakukan pembenahan dan peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu langkah besar yang berhasil diwujudkan pada pertengahan Mei 2026 adalah terjalinnya kerja sama resmi dengan BPJS Kesehatan.

Kerja sama tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Kerinci, khususnya peserta BPJS, karena kini mereka dapat memperoleh layanan kesehatan di RSUD Bukit Kerman, baik untuk rawat jalan maupun rawat inap sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hermendizal membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi pada Jumat (22/5/2026).

“Benar, Alhamdulillah kerja sama antara RSUD Bukit Kerman dengan BPJS sudah berjalan. Ini merupakan langkah besar dalam meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Hermendizal, kerja sama ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata hingga ke wilayah-wilayah yang jauh dari pusat kota.

Dengan adanya layanan BPJS di RSUD Bukit Kerman, masyarakat kini tidak perlu lagi pergi jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang ditanggung BPJS. Kehadiran rumah sakit tersebut diharapkan mampu menjadi solusi pelayanan medis yang lebih cepat, mudah, dan efisien bagi warga sekitar.

Baca Juga: Pasca Banjir Bandang di 5 Desa Tanjung Pauh Mudik, PUPR dan BPBD Kerinci Bergerak Cari Solusi

Tak hanya itu, Hermendizal juga menegaskan bahwa terwujudnya kerja sama ini tidak lepas dari perhatian dan perjuangan Bupati Kerinci, Monadi, dalam mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Kerinci.

“Pak Bupati sangat konsen terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Beliau terus mendorong agar fasilitas kesehatan di Kerinci semakin baik dan dapat melayani masyarakat secara maksimal,” ungkapnya.

Sebagai informasi RSUD Bukit Kerman terus melakukan berbagai pembenahan, mulai dari peningkatan fasilitas, penataan sistem pelayanan, hingga penguatan sumber daya manusia tenaga kesehatan.

Langkah tersebut dilakukan agar rumah sakit mampu memberikan pelayanan yang optimal dan profesional kepada masyarakat, terutama setelah resmi melayani pasien BPJS.

Tak hanya itu, Masyarakat pun menyambut baik kabar tersebut. Mereka berharap keberadaan layanan BPJS di RSUD Bukit Kerman dapat mempermudah akses pengobatan serta mengurangi beban biaya kesehatan warga.

Dengan kerja sama ini, RSUD Bukit Kerman diharapkan dapat menjadi salah satu rumah sakit rujukan yang mampu memberikan pelayanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Kerinci dan sekitarnya.(Red)

Besok Menteri Kesehatan Akan ke Jambi, Kematian Dokter di RSUD KH Daud Arif Ada yang Janggal?

Pasca tim Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan ke RSUD KH Daud Arif, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dijadwalkan turun langsung ke lokasi pada Rabu (6/5/2026).(Adz/Ist) 

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Perkembangan terbaru terkait penanganan kasus dokter internship di Jambi kembali mencuat.

Dua hari setelah tim Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan ke RSUD KH Daud Arif, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dijadwalkan turun langsung ke lokasi pada Rabu (6/5/2026).

Dilansir dari Tribunjambi.com, menyebutkan, kehadiran Menkes merupakan tindak lanjut dari investigasi atas meninggalnya dokter internship, dr Myta Aprilia Azmy, yang sebelumnya telah ditangani oleh tim Kemenkes.

Baca Juga: Tim Kemenkes Tiba di RSUD Tanjabbar Jambi, Investigasi Meninggalnya dr Myta Aprilia

Sebelumnya, tim dari Kemenkes telah melakukan penelusuran dengan meminta keterangan dari sejumlah pihak, baik di RSUD KH Daud Arif maupun di RSUD Raden Mattaher. Namun, hingga saat ini, hasil atau temuan dari proses tersebut belum disampaikan secara resmi ke publik.

Berdasarkan agenda yang beredar, Budi Gunadi Sadikin dijadwalkan tiba di Jambi sekitar pukul 07.30 WIB dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Sekretaris Daerah Tanjab Barat, Hermansyah, mengungkapkan bahwa rombongan Menkes diperkirakan tiba di Kuala Tungkal sekitar pukul 12.00 WIB dengan pengamanan yang telah dipersiapkan.

“Besok beliau Insyah Allah akan hadir mudahan memberikan perubahan yang positif untuk kita,” ujar Hermansyah, Selasa (5/5/2026).

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini pihak pemerintah daerah bersama tim pendamping dari Kemenkes tengah melakukan pengecekan langsung ke lokasi rumah sakit yang akan dikunjungi.

Selain kunjungan lapangan, agenda penting lain yang akan dilakukan adalah penyampaian keterangan resmi kepada publik. Hermansyah memastikan bahwa konferensi pers akan digelar langsung di RSUD KH Daud Arif.

“Iya besok langsung konferensi pers disini, semoga berjalan lancar,” pungkasnya.

10 Pemeriksa Kemenkes Datangi 2 RSUD di Jambi

Tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) melakukan pemeriksaan di dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Provinsi Jambi, terkait kematian dr Myta Aprilia Azmy, dokter internship (magang) lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri). 

Pertama, tim Kemenkes mendatangi RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Di sana, mereka melakukan pemeriksaan selama tujuh jam, Senin (4/5/2026).

Lebih dari 10 orang melakukan investigasi terkait meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy (25), dokter lulusan Universitas Sriwijaya yang mengikuti program internship di rumah sakit tersebut.

Pantauan Tribun Jambi, tim Kemenkes telah berada di RSUD pukul 08.12 WIB. Mereka didampingi pihak manajemen rumah sakit. Selain itu, terlihat juga hadir di lokasi pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Jambi, Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya (Unsri), serta unsur terkait.

Baca Juga: Rapat Investigasi Tim Kemenkes atas Meninggalnya Dokter Myta di RSUD Tanjabbar Jambi, IDI Soroti Jam Kerja Dokter Internship

 Sekira pukul 09.00 WIB, terlihat sejumlah anggota tim langsung menuju aula RSUD, lalu melakukan rapat tertutup dengan pihak terkait.

Setelah rapat sekira 1 jam, tim keluar untuk melakukan pemeriksaan lokasi dr Myta Aprilia Azmy berdinas, di antaranya ruang perawat, ruang instalasi gawat darurat (IGD).

Anggota tim Kemenkes melakukan pemeriksaan selama delapan jam. Sekira pukul 17.00 WIB, mereka keluar ruangan, langsung menuju mobil, membuka pintu mobil, masuk, kemudian langsung meluncur pergi tanpa meninggalkan komentar terkait hasil investigasi.

Satu di antara anggota tim Kemenkes sempat mengatakan, mereka datang sekira 10 orang.

"Lebih dari sepuluh orang yang datang," ujar seorang di antara anggota tim Kemenkes.

Saat belasan wartawan yang menunggu mencoba mewawancarai, dia berkomentar pendek.

"Nanti, ya, nanti, kita sampaikan," ujarnya.

Informasi yang dihimpun Tribun Jambi, tim Kemenkes akan melaporkan hasil investigasi ke Menteri Kesehatan, dan melakukan konferensi pers di Jakarta.

Berdasarkan pantauan Tribun Jambi kemarin sore, tim kemenkes tidak membawa atau mengangkut barang dari RSUD ke dalam mobil. Mereka hanya saja menggali informasi lebih detail.

Periksa Beberapa Pihak

Direktur RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Sahala Simatupang, mengatakan kedatangan tim Kemenkes ke Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk melakukan pemeriksaan.

"Pemeriksaan, di antaranya jadwal dr Myta Aprilia Azmy berdinas," ujar Sahala Simatupang, Direktur RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal.

Namun, Sahala enggan memaparkan bagaimana jadwal dan waktu kerja dr Myta. Dia menyerahkan keterangan soal itu ke Kemenkes untuk merilis di Jakarta.

"Nanti mereka rilis di Jakarta," ujarnya.

Sahala juga menjelaskan ada beberapa pihak yang diperiksa tim Kemenkes, di antaranya rekan kerja sesama dokter internship, dokter pembimbing, manajemen RSUD.

"Belum ada hasil, kita tunggu dari Kemenkes," lanjut Sahala.

Langsung ke RSUD Raden Mattaher Jambi

Setelah dari RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, tim Kemenkes melanjutkan pemeriksaan di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi di Kota Jambi. 

Pantauan Tribun Jambi, mereka masuk rumah sakit sekira pukul 18.00 WIB.

Selain Kemenkes, pihak dinas kesehatan dan RSUD juga hadir di sana.

Beberapa satpam rumah sakit tampak berjaga di meja resepsionis.

Mereka memasuki ruangan Direktur RSUD Raden Mattaher, lalu melakukan pertemuan secara tertutup.

Penjelasan Paman Myta

Sebelumnya, dr Myta Aprilia Azmy (25) mengembuskan napas terakhir di ruang ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang pada Jumat (1/5) pukul 11.20 WIB

Dokter muda itu diduga jadi korban beban kerja berlebih saat bertugas di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Informasi yang dihimpun Media, dr Myta kondisinya drop saat berada di Kuala Tungkal. 

Dia sempat dirawat di RSUD Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjabbar, selama 1 hari, kemudian dibawa ke RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi dan dirawat 3 hari, kemudian dibawa ke rumah sakit di Sumatera Selatan dan dirawat di sana sebelum 5 hari, kemudian akhirnya meninggal dunia.

Paman almarhumah, dr Febri, dalam sesi wawancara mendalam (podcast) bersama Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post (Tribun Network), mengungkap tabir di balik hari-hari terakhir keponakannya. Myta dikenal sebagai sosok pendiam dan berdedikasi tinggi.

Namun, di balik diamnya, tersimpan beban tugas tinggi. 

"Saat seleksi internship, Myta dinyatakan fit. Hasil rontgen toraks bersih, laboratorium normal. Dia berangkat dalam kondisi sehat tanpa riwayat penyakit paru," tegas dr. Febri.

Namun, memasuki Maret 2026, kondisi fisik Myta mulai rontok. 

Berdasarkan temuan Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri), Myta sempat curhat kepada rekan-rekannya bahwa jadwal jaganya sangat padat.

"Dia sempat mengeluh jaganya padat sekali. Dia sakit sesak, demam, dan batuk sejak Maret. Sempat berobat mandiri dan membaik, tapi satu minggu kemudian kambuh lagi. Saturasinya drop di bawah 90, bahkan menyentuh 80 persen saat masih di Jambi," tutur dr Febri dengan nada getir.

Tragisnya, meski kondisi fisik sudah memberi sinyal bahaya, Myta dikabarkan tetap harus menjalankan tugas jaga malam dalam kondisi demam tinggi dan sesak napas.

Myta yang sejatinya sedang menanti waktu untuk pulang ke rumah orang tuanya di OKU Selatan (OKUS) setelah masa tugasnya berakhir, justru pulang dalam peti jenazah. 

Bukan Kejadian Pertama

Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof Dr dr Muhammad Irsan Saleh, M.Biomed, menyampaikan pihak fakultas sangat kehilangan sekaligus prihatin atas peristiwa yang terjadi.

"Kami sangat berduka atas kepergian dr. Myta, yang merupakan alumni FK Unsri. Sebagai institusi tempat beliau menempuh pendidikan dokter, kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian itu," kata Prof Irsan saat dikonfirmasi Tribunsumsel, Senin (4/5). 

Pihak FK Unsri mendorong agar dilakukan investigasi menyeluruh terhadap peristiwa tersebut. Hal itu dinilai penting sebagai langkah evaluasi dalam pelaksanaan program internship dokter maupun dokter gigi, terutama terkait aspek perlindungan, keamanan, dan kesehatan peserta selama menjalani tugas.

Menurut Irsan, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa kasus sebelumnya, meskipun dengan narasi berbeda. 

Persoalan utama yang muncul, tetap berkaitan dengan minimnya perlindungan terhadap peserta internship.

Dorong Investigasi

Ia juga menyoroti posisi peserta internship yang dinilai berada dalam “ruang abu-abu”.

Mereka tidak lagi berstatus mahasiswa di fakultas kedokteran, namun di sisi lain mungkin juga belum menjadi anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), tempat mereka bernaung dan mendapat advokasi terhadap permasalahan di saat internsip. 

"Sebagai langkah preventif, FK Unsri mengimbau seluruh dokter yang baru dilantik agar segera bergabung dengan Ikatan Alumni (IKA) FK Unsri serta mendaftarkan diri sebagai anggota IDI," Pesannya. 

Menurutnya, hal ini diharapkan dapat memberikan dukungan kelembagaan dan perlindungan yang lebih baik bagi para dokter muda, khususnya selama menjalani masa internship.

Bacaan Lainnya:

Babak Baru Pealayanan Kesehatan, dr. Rofi Irman Resmi Pimpin RSUD MHA Thalib Sungai Penuh

Pihak fakultas berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama agar sistem pendidikan dan penugasan dokter di Indonesia dapat terus diperbaiki, sehingga menjamin keselamatan dan kesejahteraan para tenaga medis di masa mendatang.

Di akhir pernyataannya, Dekan juga mendoakan agar amal ibadah almarhumah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan segala dosa serta kesalahannya diampuni. 

(Editor: Aldie Prasetya | Sumber: Tribunjambi.com)

Bupati Monadi Dampingi Tim Kemenkes Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan RSUD Tipe C

 


Bupati Monadi Dampingi Tim Kemenkes Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan RSUD Tipe C

Kerinci - Bupati Kerinci Monadi, S.Sos, M.Si mendampingi tim dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam kegiatan peninjauan lokasi/lahan yang direncanakan untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe C di Kabupaten Kerinci, Jum'at/24 April 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan bagi masyarakat. Dalam peninjauan tersebut, tim Kementerian Kesehatan melakukan evaluasi terhadap sejumlah aspek penting, mulai dari kesiapan lahan, aksesibilitas, kondisi geografis, hingga dukungan infrastruktur penunjang lainnya.

Baca Juga: 16 Peserta Lulus Seleksi Administrasi Seleksi Pimpinan Baznas Sungai Penuh

Bupati Kerinci menyampaikan bahwa pembangunan RSUD Tipe C menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah guna memperkuat sistem pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan rujukan medis di wilayah Kerinci dan sekitarnya.

“Pemerintah Kabupaten Kerinci berkomitmen penuh untuk mendukung percepatan pembangunan RSUD Tipe C ini. Kehadiran rumah sakit ini nantinya diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar Bupati.

Sementara itu, perwakilan tim dari Kementerian Kesehatan mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam menyediakan lahan serta komitmen dalam mendukung program pembangunan fasilitas kesehatan. Mereka juga memberikan sejumlah masukan teknis sebagai bahan penyempurnaan rencana pembangunan.

Baca Juga: Resmikan Kantor Engineering Baru, PT SAS dan Group Kian Bersinergi dengan Masyarakat

Dengan adanya peninjauan ini, diharapkan proses pembangunan RSUD Tipe C Kabupaten Kerinci dapat segera direalisasikan sesuai dengan standar yang ditetapkan, sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap dukungan dari semua pihak agar pembangunan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Mensos: 11 Juta PBI BPJS Nonaktif Tetap Bisa Berobat di RS, Tak Boleh Ditolak

JAKARTA – Pemerintah bersama DPR RI memastikan Peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) yang berstatus nonaktif tetap bisa mengakses layanan rumah sakit.

Kesepakatan ini muncul dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, BPS, DJSN, Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, dan BPJS Kesehatan di Gedung DPR, Rabu (15/4/2026).

Pemerintah akan mengaktifkan kembali status peserta PBI JKN melalui Surat Penetapan dari Menteri Sosial. Kementerian terkait juga menyiapkan Surat Keputusan Bersama untuk memperkuat kebijakan ini. Pemerintah tetap memberi akses layanan kesehatan kepada masyarakat miskin meski data mereka masih dalam proses pemutakhiran dan ground check. Pemerintah juga menyiapkan mekanisme alternatif bagi warga yang belum memiliki NIK agar tetap bisa berobat di fasilitas kesehatan.

Selain itu, pemerintah mempercepat reaktivasi peserta PBI nonaktif. Langkah ini mencakup penyederhanaan prosedur, penyusunan SOP nasional, serta penguatan pengawasan di lapangan agar proses berjalan efektif dan tepat sasaran.

Baca Juga: Resmi Dibuka! Loker untuk 35 Ribu Kopdes Merah Putih dan KNMP, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Pemerintah dan DPR juga akan menata ulang skema serta kuota PBI JKN. Mereka ingin menyesuaikan program dengan dinamika kemiskinan. Pemerintah mempertimbangkan penambahan kuota, penyediaan buffer anggaran, dan pembagian tanggung jawab antara pusat dan daerah agar tidak ada warga miskin yang terlewat.

Dalam aspek data, pemerintah dan DPR sepakat mengevaluasi penggunaan Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Evaluasi ini mencakup metodologi penentuan desil, validitas indikator, dan akurasi data agar sesuai kondisi di lapangan.

Pemerintah juga akan memperkuat integrasi dan sinkronisasi data antar kementerian dan lembaga. Mereka menargetkan sistem data yang lebih akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemerintah menegaskan bahwa proses pemutakhiran data tidak boleh mengganggu akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat miskin dan pasien dengan penyakit katastropik.


Mensos: 11 Juta PBI BPJS Nonaktif Tetap Bisa Berobat di RS, Tak Boleh Ditolak

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memastikan peserta PBI BPJS Kesehatan yang dinonaktifkan tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan. 

Ia menyebut, pemerintah dan DPR sepakat agar fasilitas kesehatan tidak menolak pasien dari kelompok tersebut.

Menurutnya, sekitar 11 juta peserta yang dinonaktifkan tetap dapat berobat jika membutuhkan perawatan atau pemeriksaan kesehatan. Hal itu telah ditegaskan melalui surat Menteri Kesehatan kepada rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

“Tidak, tidak ada perbedaan (DPR dan pemerintah). Ini cuma kita menafsirkan hasil keputusan sebelumnya saja. Yang pada dasarnya sama. Bahwa 11 juta yang sudah dinonaktifkan itu tetap bisa dilayani jika memerlukan perawatan atau pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan atau di rumah sakit,” kata Gus Ipul di DPR, Rabu (15/4).

Ia menambahkan, pemerintah meminta fasilitas kesehatan tetap melayani pasien terlebih dahulu, sementara skema pembiayaan akan diatur kemudian bersama BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan.

“Kemudian yang kedua, yang memerlukan perawatan atau pemeriksaan di rumah sakit bagi 11 juta itu jangan ditolak, harus dilayani. Pembiayaannya nanti akan dipikirkan dan akan dibiayai oleh Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan bersama kami,” ujarnya.

Gus Ipul menyebut, hingga kini tidak ada laporan peserta PBI nonaktif yang ditolak saat berobat. Ia telah mengkonfirmasi langsung kepada BPJS Kesehatan terkait hal tersebut.

“Dan tadi saya sudah tanya apakah ada dari 11 juta itu yang dinonaktifkan yang berobat ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang ditolak. Saya mendapatkan jawaban dari BPJS Kesehatan tidak ada,” tegasnya.(*)

Terungkap Saat Sidang, Puskesmas Kebon IX Serahkan Uang Rp5 Juta ke Dinkes Muaro Jambi

Sidang korupsi dana BOK Puskesmas Kebon IX Muarojambi mengungkap adanya pemotongan anggaran dan dugaan pemberian uang kepada pejabat.(Ist)

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Terdakwa dugaan korupsi dana Bnatuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas Kebon IX, Kecamatan Sngai Gelam, Muaro Jambi mengaku menyerahkan Rp5 juta ke Dinas Kesehatan.

Pengakuan ini disampaikan terdakwa mantan Kepala Puskesmas Kebon IX, Dewi Lestari dan Lina Budiharti yang menjabat sebagai bendahara pada sidang yang digelar pada Senin (6/4/2026).

Pada sidang di Pengadilan Tipikor Jambi ini, jaksa menghadirkan Afif Udin  Kepala Dinas Kesehatan Muaro Jambi periode 2022-2023 yang kini menjabat Asisten III Muaro Jambi.

Dan dua saksi lainnya, yakni Adrianto Kasubag Perencanaan Dinkes, dan Ningsih, Sekretaris Perencanaan Dinas Kesehatan Muaro Jambi.

Baca Juga: Daftar Vonis 10 Terdakwa Korupsi PJU di Kerinci, Heri Cipta Paling Berat

Mantan Kepala Puskesmas Kebon IX, Dewi Lestari mengaku mengantarkan sendiri uang Rp5 juta ke Dinas Kesejahatan.

Saat itu, uang Rp5 juta diterima langsung Sekretaris Perencanaan Dinas Kesehatan Muaro Jambi yang disinyalir uang itu mengalir ke Mantan Kepala Dinas Kesehatan Muaro Jambi Afif Udin.

Hakim menanyakan terkait pemotongan uang perjalanan dinas ke kepala dinas.

Saksi Afif Udin mengaku tidak mengetahui terkait adanya pemotongan ini. Dia mengaku mengetahui adnaya pemotorngan dari Inspektorat dan dari kepala puskesmas setelah pemeriksaan.

Bacaan Lainnya:

Meski Sempat Dibawa ke RS, Sekolah Pastikan Guru SMPN 7 Kota Jambi Tak Keracunan MBG

Profil Singkat H Nuzran Joher, Anggota Ombudsman RI yang Dilantik Prabowo

Mantan Kepala Puskesmas Kebon IX, Dewi Lestari menyebut jika pemotongan uang tersebut merupakan kesepakatan seluruh puskesmas di Kabupaten Muaro Jambi.

"Bukan hanya Puskesmas Kebon IX saja,"ujarnya.

Sidang kasus korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas Kebon Sembilan yang rugikan negara Rp650 juta kembali dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jambi. (*)

Sidak di Dinas Kesehatan, Wako Alfin Pastikan Pelayanan Optimal Selama Ramadan

Sidak di Dinas Kesehatan, Wako Alfin Pastikan Pelayanan Optimal Selama Ramadan Selasa (10/3).(Adz)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Walikota Sungai Penuh, Alfin, SH tadi pagi melakukan inspeksi mendadak (SIDAK) ke Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Selasa (10/3).

Sidak tersebut untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama bulan Ramadhan. 

Wako meninjau langsung aktivitas perkantoran serta memeriksa tingkat kehadiran dan kedisiplinan para pegawai di lingkungan dinas.

Sidak di Dinas Kesehatan, Wako Alfin Pastikan Pelayanan Optimal Selama Ramadan Selasa (10/3).(Adz)

Menurutnya, meskipun sedang menjalankan ibadah puasa, aparatur sipil negara harus tetap menjaga profesionalitas dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di sektor kesehatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan publik.

Baca Juga: Warga Koto Limau Manis Padati Masjid Jami'atul Ikhlas Sambut Safari Ramadhan Wawako Azhar Hamzah

Selain melakukan pengecekan administrasi dan kehadiran pegawai, Alfin juga berdialog langsung dengan sejumlah pegawai. Ia menanyakan kondisi kerja serta berbagai kendala yang dihadapi selama menjalankan tugas di bulan Ramadan.

"Meski sedang menunaikan ibadah puasa, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh menurun. Disiplin dan komitmen dalam bekerja harus tetap dijaga,” ujar Alfin. 

Wako Alfin berharap, kedepannya seluruh jajaran di Dinas Kesehatan dapat terus meningkatkan disiplin dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.(Dir)

Usai Viral Keluhan Pelayanan, Pegawai RSU M.H.A.Thalib Sungai Penuh Akan Dirotasi

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM - Pemerintah Kota Sungai Penuh merespons keluhan masyarakat terkait pelayanan di RSU MH Thalib yang belakangan viral di media sosial. Sejumlah pegawai rumah sakit daerah itu akan dirotasi guna mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan.

Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian, menyampaikan rencana pergeseran pegawai tersebut saat menggelar pertemuan bersama Direktur RSU, Debi Zartika, Kepala Dinas Kesehatan Gunardi, para kepala bidang, serta jajaran pegawai rumah sakit, Sabtu, 21 Februari 2026.

Alpian mengatakan rotasi dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan, memperkuat manajemen internal, serta memastikan kebutuhan tenaga di setiap unit terpenuhi secara proporsional.

"Kita ingin pelayanan di RSU semakin maksimal, responsif, dan profesional. Jika ada kekurangan tenaga di unit tertentu, tentu akan kita sesuaikan melalui pergeseran pegawai,” ujarnya.

Baca Juga:Lagi, Satresnarkoba Polres Kerinci Ungkap Peredaran Sabu, Modus 'Sistem Tempel', Satu Kurir ditangkap di Desa Sumur Anyir

Menurut dia, langkah tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan rumah sakit.

Pemerintah daerah, kata Alpian, ingin memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang cepat dan berkualitas.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara manajemen rumah sakit dan Dinas Kesehatan agar upaya peningkatan mutu layanan dapat dirasakan langsung oleh warga Kota Sungai Penuh.

Baca Juga: Viral di Medsos, Konten Kreator Kerinci Keluhkan Pelayanan RSUD Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh

Sementara itu, manajemen RSU menyatakan siap mendukung kebijakan pemerintah daerah. Pihak rumah sakit berharap pergeseran pegawai dapat memperkuat kinerja tim serta memperbaiki persepsi publik terhadap layanan yang diberikan.

Belum dirinci berapa jumlah pegawai yang akan dirotasi maupun waktu pelaksanaannya. Pemerintah daerah menyatakan langkah tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan organisasi dan pelayanan.(Adz)

Pasca Viral di Medsos Keluhan Warga tentang Pelayanan, Ini Klarifikasi Dinkes dan Manajemen RSUD M.H.A. Thalib

SUNGAI PENUH - Menyikapi viralnya keluhan masyarakat terkait pelayanan poli di RSUD M.H.A. Thalib, pihak Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh bersama manajemen rumah sakit memberikan klarifikasi resmi mengenai mekanisme pelayanan yang berlaku.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Gunardi, menjelaskan bahwa sistem pelayanan poli telah berjalan sesuai prosedur dan mekanisme pendaftaran yang ditetapkan.

Menurutnya, untuk pelayanan poli spesialis, pasien diwajibkan melakukan pendaftaran secara online terlebih dahulu melalui aplikasi Mobile JKN. Kuota pelayanan setiap harinya dibatasi sekitar 30 hingga 40 pasien.

“Untuk kondisi emergency atau darurat, pasien bisa langsung dilayani melalui IGD. Namun untuk rujukan biasa memang harus menunggu jadwal dokter spesialis. Setiap hari Jumat, poli spesialis tutup. Pendaftaran online dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN,” ujarnya.

Baca Juga: Viral di Medsos, Konten Kreator Kerinci Keluhkan Pelayanan RSUD Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat agar memahami alur pelayanan, termasuk jadwal praktik dokter serta sistem antrean, guna menghindari kesalahpahaman di lapangan.

Sementara itu, Direktur RSUD M.H.A. Thalib, Debi, saat dikonfirmasi Jumat (20/2/2026), menegaskan bahwa pendaftaran poli sepenuhnya dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN, layanan resmi dari BPJS Kesehatan. Melalui aplikasi tersebut, peserta JKN dapat mendaftar dari mana saja dan memilih jadwal pelayanan sesuai ketersediaan kuota.

“Petugas di lobi telah menyampaikan bahwa kuota untuk besok hingga hari Senin sudah penuh, sementara untuk hari Selasa masih tersedia. Namun pihak keluarga pasien meminta dijadwalkan besok juga. Kami sudah menjelaskan, jika ingin tetap besok, harus menunggu hingga pukul 11.00 WIB. Apabila ada pasien yang batal karena batas check-in Mobile JKN sampai pukul 11.00 WIB, maka berkas pasien manual bisa kami naikkan,” terang Debi.

Pilihan Redaksi:

Bakteri Jadi Penyebab Ratusan Siswa Keracunan MBG di Muaro Jambi, GMNI : Tindak Tegas SPPG Sengeti!

Tinjau Ruang Belajar SMPN 2 Pasca Terbakar, Wako Alfin Minta PUPR Lakukan Kajian Kelayakan Konstruksi

Ia menambahkan, melalui aplikasi Mobile JKN, masyarakat dapat memantau secara langsung ketersediaan kuota poli setiap harinya, sehingga proses pendaftaran lebih transparan dan efisien.

Manajemen rumah sakit berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan pendaftaran online agar pelayanan berjalan tertib, profesional, dan optimal.

Terakhir, pihak rumah sakit mengimbau keluarga pasien agar segera membawa pasien ke IGD apabila kondisi memburuk. Jika berdasarkan instruksi dokter spesialis pasien harus dirujuk, maka rumah sakit akan langsung memproses rujukan ke fasilitas kesehatan tujuan melalui sistem SISRUT sesuai ketentuan yang berlaku.(red)

Viral di Medsos, Konten Kreator Kerinci Keluhkan Pelayanan RSUD Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh

Konten Kreator Kerinci Keluhkan Pelayanan RSUD Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh.(ist)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Media sosial kembali dihebohkan dengan siaran langsung seorang konten Kreator asal Kerinci, Anisa yang dikenal dengan nama “Itek Mamek”, yang menyampaikan keluhan terkait pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh.

Siaran langsung yang tayang melalui akun Facebook pribadinya tersebut ditonton ribuan pengguna dan menuai ratusan komentar dari warganet.

Dalam penuturannya, Anisa menjelaskan bahwa keluhan tersebut bermula saat dirinya membawa sang ibu berobat karena mengalami penurunan kadar hemoglobin (HB). Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD Mayjen H.A. Thalib, ibunya sempat menjalani perawatan dan diperbolehkan pulang. Namun tak lama kemudian, kondisi kembali menurun sehingga harus dibawa kembali ke rumah sakit.

Pihak keluarga kemudian berinisiatif untuk membawa pasien berobat ke Padang guna mendapatkan pemeriksaan lanjutan. Saat meminta rujukan, keluarga mengaku diarahkan ke dokter spesialis jantung.

Padahal, menurut pihak keluarga, selama ini keluhan utama pasien berkaitan dengan HB rendah dan tidak memiliki riwayat penyakit jantung.

Baca Juga :  

Bakteri Jadi Penyebab Ratusan Siswa Keracunan MBG di Muaro Jambi, GMNI : Tindak Tegas SPPG Sengeti!

Meski demikian, keluarga tetap membawa pasien ke rumah sakit di Padang untuk berkonsultasi dengan spesialis jantung. Setelah dilakukan pemeriksaan, disebutkan bahwa pasien tidak mengalami gangguan jantung. Pihak rumah sakit di Padang kemudian menyarankan agar keluarga kembali ke Sungai Penuh untuk meminta rujukan baru ke spesialis penyakit dalam.

Setibanya kembali di RSUD Sungai Penuh, keluarga mengaku belum bisa mendapatkan layanan rujukan dengan alasan kuota antrean telah penuh untuk hari tersebut hingga beberapa hari ke depan. Sementara itu, kondisi pasien disebut masih membutuhkan penanganan medis lanjutan.

Situasi inilah yang memicu kekecewaan Anisa hingga menyampaikannya secara terbuka melalui siaran langsung. Dalam tayangan tersebut, ia menyatakan akan kembali menyuarakan persoalan ini apabila rujukan yang dibutuhkan tidak segera diperoleh. Namun ia juga menyampaikan kesiapan untuk menghapus konten dan meminta maaf apabila persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

Baca Juga :  

Dandim 0417/Kerinci Bersama Forkopimda Hadiri Pembukaan Pasar Ramadhan di Bukit Tengah

Siaran langsung tersebut mendapat respons luas dari warganet. Sebagian besar komentar berisi dukungan serta berbagai pengalaman pribadi terkait pelayanan kesehatan.

Sementara itu, pihak media telah mencoba mengonfirmasi persoalan ini kepada Wali Kota Sungai Penuh, Alfin. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi baik dari Pemerintah Kota Sungai Penuh maupun dari manajemen RSUD Mayjen H.A. Thalib terkait permasalahan yang disampaikan.

Perkembangan lebih lanjut masih dinantikan guna mendapatkan klarifikasi dan penjelasan resmi dari pihak terkait. (Red)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs