Hantam Truk, Mahasiswa UNJA Asal Kerinci Meninggal Ditempat

Identitas korban bernama Septian Pradana dan Lokasi kecelakaan di depan masjid Simpang Sungai Duren Jambi Luar Kota. (adz)
Jambi | Merdekapost.com - Seorang mahasiswa Universitas Jambi (Unja) dilaporkan meninggal di tempat di Desa Simpang Sungai Duren, Kecamatan Jaluko, Muaro Jambi, Senin (8/3/2021) sekitar pukul 12.30 WIB.

Kepala Desa Simpang Sungai Duren, Mulyadi membenarkan kejadian tersebut.

“Iya benar ada kecelakaan. Tadi habis Sholat Zuhur Korban seorang mahasiswa.

Juga beredar video CCTV berdurasi 24 detik yang disekitaran lokasi kejadian yang beredar di Whatsapp, menunjukkan awal mula sebelum kejadian tersebut terjadi.

Dari video tersebut terlihat korban sebelum terjatuh dan terpental sempat menghantam truk ditikungan tajam.  

Di mana, korban melaju menggunakan sepeda motor dari arah Pijoan menuju Kota Jambi

Setibanya di jalan dengan tikungan tajam, korban terlihat oleng dan melebar ke sisi tengah jalan. Kemudian korban terlihat menabrak sisi kanan depan truk dari arah berlawanan. Lalu korban pun terlihat terbentur, sehingga tewas di tempat.

Informasi sementara yang berhasil dihimpun, korban bernama Septian Pradana, korban adalah mahasiswa Universitas Jambi Program studi Ilmu Pemerintahan Jurusan Ilmu sosial Politik angkatan 2018 yang berasal dari Kerinci Desa Kemantan Kebalai Kecamatan Air Hangat Timur.

"Saat ini, jenazah almarhum sudah dibawa ke Kerinci dan akan dimakamkan di Kerinci". Ujar sumber. (adz)

Video Kronologis terjadinya Kecelakaan: Video Kronologis Kecelakaan

Buntut dari 'Video Penampakan' Buruknya Pelayanan RSU MHAT, IMM Kerinci Akan Meminta Audensi

Pengurus PC IMM Kerinci. (doc/ist)

Merdekapost.com | Kerinci - Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Kerinci akan layangkan Surat Audiensi ke pihak RSU MHA Thalib, pada Senin, (6/2/2021) mendatang.

Hal tersebut buntut dari buruknya pelayanan Rumah Sakit terhadap pasien asal Desa Semumu yang saat ini menjadi buah bibir masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh.

"Kami (PC IMM Kerinci, red) akan melayangkan surat audensi kepada Dirut RSUD MHA Thalib terkait persoalan ini," ujar Ketua Umum PC IMM Kerinci Dedek Eko Pratama kepada bekabar.id, Sabtu, (6/2).

Ia menyayangkan pelayanan buruk kembali terulang di RSUD MHA Thalib, karena menurut Dedek hal itu akan merugikan banyak pihak. "Selain perihal keselamatan pasien, tingkat kepercayaan masyarakat tentunya akan menjadi buruk. Akibatnya masyarakat tidak mau berobat di RSUD MHA Thalib lagi, tentu hal ini akan mengurangi kas daerah juga," kata dia.

• • • • • 

• Pengurus IMKK 2021-2022 Resmi Dikukuhkan

• Ikuti Vaksin Covid 19, ini Kata Ketua DPRD Kota Sungai Penuh 

• • • • • 

Sementara Ketua bidang Hikmah PC IMM Kerinci Zetria Khoiri meminta doa dari masyarakat agar perjuangan PC IMM Kerinci dalam mengadvokasi hak masyarakat tidak menemui kendala.

"Ini adalah langkah awal kita untuk mengadvokasi hak-hak masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Kepada masyarakat kami mohon doanya," pungkas Zetria.

Diberitakan sebelumnya, seakan-akan tak ada pernah hentinya keluhan dari masyarakat, terhadap buruknya pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) Daerah MHA Thalib Kerinci.

Bahkan kali ini, dengan alasan oksigen habis dan pasien dibilang Corona padahal hasil swab Negatif. Pasien terpaksa digendong keluarga dengan menempuh pendakian tangga, tanpa menggunakan kursi roda.

• • • • • 

• Pelaksanaan Seleksi CPNS 2021 Berbeda dengan Sebelumnya, Ini Penjelasan Menpan RB

• Ini Tips Lolos Tahap Administrasi CPNS 2021, Dokumen dan Jangan Salah Pilih Formasi

• • • • • 

Mirisnya lagi, pasien digendong dalam keadaan masih sesak nafas tanpa tabung oksigen. Hal ini disampaikan langsung keluarga korban, Aris, warga Desa Semumu, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci.

Diakui Aris, kejadian itu bermula pada Kamis (04/02/2020) kemarin dirinya bersama keluarga membawa pasien ke RSU MHA Thalib Kerinci dalam keadaan sesak nafas. Namun, sudah di test swab antigan hasil nya negatif.

Mirisnya lagi, meskipun hasilnya Negatif, salah seorang oknum perawat malah tidak mau merawat pasien dan menyebar isu ke pasien ruangan sebelah, untuk menyuruh tutup pintu karena ada pasien covid, tutur salah satu oknum yang tidak bertanggung jawab. "Padahal sudah terbukti jelas dengan hasil swab antigan, bahwa pasien bukan covid, pasien hanya sesak nafas ya bukan covid. Sesak nafas bukan hal yang sepele ya, banyak orang bisa meninggal karena sesak nafas," ujarnya.

Hal senada juga dijelaskan orang tua pasien, Mutiara. Dijelaskannya bahwa, sore kemarin dirinya bersama keluarga membawa anak untuk berobat ke RSU MHA Thalib Kerinci. Ternyata sampai di RSU harus tes rapitd sampai tes swab, ternyata hasil tes anaknya negatif corona.

BACA JUGA : 

Pendaftaran CPNS dan PPPK 2021 Segera Dibuka, Ini Ribuan Formasi dan Berkas yang Dibutuhkan

• Ini Tips Lolos Tahap Administrasi CPNS 2021, Dokumen dan Jangan Salah Pilih Formasi

"Akhir nya anak saya di bolehkan untuk rawat inap, namun sesampai di ruang inap ada perawat yang bilang anak kami terkena virus Corona sementara hasil swab anak kami negatif sampai anak saya tidak dapat di tangani alasan perawat nya yang di ruang inap anak bagian atas yang piket malam, oksigen habis akhirnya kami pun membawa anak kami pulang kerumah dengan keadaan napasnya masih nyesak aturan anak kami sedang membutuhkan oksigen," tegasnya.

Kecewa: Salah seorang pasien yang terpaksa digendong pulang pasca ditolak pihak rumah sakit dengan alasan tidak adanya oksigen. (adz)  

Berdasarkan pantauan dilapangan, bahkan kejadian ini juga dibuktikan dengan video lengkap dari keluarga pasien yang menggendong pasien dalam keadaan sesak nafas, menempuh pendakian tangga tanpa tabung oksigen dan kursi roda. Bukan hanya itu saja, bahkan keluarga pasien sempat dilarang oleh salah seorang perawat agar tidak melakukan perekaman.

Hingga saat ini, video tersebut telah dibagikan oleh Ratusan pengguna akun Medsos baik di Facebook maupun Instagram dan WhatsApp.

Hingga berita ini dipublish, pihak RSU MHA Thalib Kerinci belum berhasil dimintai keterangan terkait keluhan masyarakat terhadap buruknya pelayanan RSU Kerinci.(adz/hms/imm)

Ikatan Mahasiswa Kemantan Kerinci Sukses Gelar MOMBARU

IMKK saat melaksanakan kegiatan orientasi mahaiswa baru. (fad)

KERINCI - Ikatan Mahasiswa Kemantan Kerinci Sukses Gelar kegiatan Masa Orientasi Mahasiswa Baru (MOMBARU). Acara yang penuh keakraban ini dimulai Sejak Sabtu (7/11) sampai dengan hari Minggu (8/11/2020) di Kemantan Kecamatan Air Hangat Timur, Kerinci. 

Kegiatan tersebut merupakan program rutin Ikatan Mahasiswa Kemantan Kerinci -Sungai Penuh setiap tahunnya.

Ketua Pantia Pelaksana, Yandi Semdikar dalam laporannya mengatakan kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, yang diikuti 16 peserta. 

"Peserta berjumlah 16 orang, merupakan mahasiswa baru, dari berbagai Perguruan Tinggi di Kerinci dan Sungai Penuh," kata Yandi. 



Di tempat yang sama, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Kemantan Kerinci, Agus Supriyanto menyampaikan terima kasih kepada panitia yang telah bekerja penuh semangat kebersamaan dalam melaksanakan kegiatan ini.

"Terima kasih kepada Panitia, Peserta, dan semua pihak yang telah mensupport kegiatan ini sehingga dapat terlaksana dengan lancar dan sukses meskipun di tengah pandemi Covid-19," ungkap Yanto, yang juga Aktivis IMM Kerinci. 

Sementara itu, Pembina Ikatan Mahasiswa Kemantan Kerinci, Rian Aframa Wijaya, merasa bersyukur atas terlaksananya kegiatan tersebut.  

"Alhamdulillah, semoga dengan adanya kegiatan ini semakin meneguhkan solidaritas dan kebersamaan untuk menuju IMKK maju dan berkualitas," ujar Rian. 


Lebih lanjut, Rian menekankan pentingnya mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dalam kegiatan, pun kehidupan sehari-hari.

"Sebagai mahasiswa, haruslah menjadi contoh, teladan yang baik di tengah masyarakat utamanya dalam suasana pandemi Covid-19 ini. Itu dimulai dari diri sendiri," tambah Aktivis Gerakan Pemuda Ansor ini, Rian Aframa Wijaya dalam arahnnya.  

Hadir pada acara tersebut, Demisioner Ketua Umum IMKK,  Rama Prayuda, Danil Febriandi (PRESMA IAIN Kerinci), para Senior, dan jajaran pengurus Ikatan Mahasiswa Kemantan Kerinci (IMK-K) periode 2019-2020. (fad)

Demo di Jambi Berlanjut Hingga Malam Ini, Tembakan Petasan Terdengar

Aksi Demo Mahasiswa disekitaran Gedung DPRD Jambi (Adz)

MERDEKAPOST.COM - Aksi unjuk rasa mahasiswa di Jambi berlanjut hingga malam ini, Kamis (5/11/2020) sekitar pukul 18.33 WIB.

Sebelumnya mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Provinsi Jambi. Malam ini, mahasiswa berlanjut di Simpang BI Telanai Pura, Kota Jambi.

Pantauan Biru (Jambiseru.com) di lokasi, sekelompok pemuda berpakaian bebas tidak pakai almamater terlihat menembakan  petasan sebanyak 4 kali ke udara.

Awalnya, mereka menembakan tepat di Simpang BI. Lalu mereka sambil berlari di jalur dua arah kantor Gubernur Jambi sambil menembakan petasan.

Hingga berita ini diturunkan, demonstran di Jambi masih berada di Simpang BI Telanai Pura, Kota Jambi. (Adz)

Sumber: Jambiseru.com

Komisariat PMII IAIN Kerinci Rekrut Anggota Baru

Masa Penerimaan Anggota Baru PMII Komsat IAIN Kerinci


MERDEKAPOST.COM
- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat IAIN Kerinci mengadakan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) yang dilaksanakan di Aula STIA NUSA Kerinci.

Ketua panitia, Defri Ahmad, mengungkapkan "Masa Penerimaan Anggota Baru PMII Komisariat IAIN Kerinci kali ini sebanyak 32 peserta, setelah itu calon kader dibaiat menjadi kader PMII kedepannya bisa mengikuti pengkaderan yaitu pelatihan kader dasar," ucapnya, Jumat (23/10/2020).

Peserta Mapaba kali ini berjumlah 32 orang yang terdiri dari mahasiswa baru IAIN Kerinci dan AMIK Depati Parbo Kerinci. Kegiatan ini mengambil tema "Menyiapkan generasi yang setia organisasi serta berjiwa cerdas, nasionalis, tangguh dan agamis".

Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Dr. As'ari. M.Ag Kabupaten Kerinci, Ketua Cabang PMII Kerinci Sungai Penuh Riki Saputra, Ketua Komsat PMII IAIN Kerinci Toby Arif Munanda, Ketua Mabinkom Hamdia Ikhsan, dan turut hadir Sahabati ketua kopri komisariat IAIN Kerinci Ezzah Irdiani dan Ketua Kopri Pengurus Cabang PMII Kerinci Sungai Penuh Ilda Damayanti. (Rdp)

Harlah ke-12 Tahun, GMHB Gelar Santunan Anak Yatim dari Empat Desa

Gerakan Mahsiswa Hiang Bersatu (5/10/2020)


MERDEKAPOST.COM
- Dalam rangka memperingati hari lahir Gerakan Mahasiswa Hiang Bersatu (GMHB) yang ke-12, pengurus GMHB  mengadakan santunan 40 anak-anak yatim dari empat desa, diantaranya dari desa betung kuning, hiang lestari, angkasa pura, dan desa koto baru hiang kecamatan sitinjau laut, bekerjasama dengan empat kepala desa, senin(5/10)

Ketua GMHB, Heri septian mengatakan, dengan adanya santunan anak yatim semoga ini menjadi pengingat bahwa dalam Islam wajib memuliakan dan menyantuni anak yatim.

Selain itu, dengan saling mengasihi segala hal akan menjadi mudah dan indah karena ada saling bantu membantu serta bahu membahu.

"Santunan anak yatim yang kita adakan sebagai wujud rasa syukur kepada  Gerakan Mahasiswa Hiang Bersatu yang (GMHB) ke-12 tahun. Saling membantu apalagi menyantuni anak adalah keberkahan untuk persatuan kita," ujar Heri septian kepada merdekapost.com, senin(5/10/2020).

Penyerahan santunan anak yati


Kemudian, dalam kesempatan yang sama, Edi Syaputra selaku alumni GMHB mengatakan, santunan merupakan buah dari rasa kasih dan syukur dengan tegaknya dan semakin kokoh nya GMHB dari empat desa ini. 

"Santunan anak yatim adalah rasa syukur dan cinta kita terhadap anak yatim. Bermunajat kepada Tuhan serta menjaga hubungan baik dengan sesama adalah bagian dari nilai gerakan mahasiwa hiang bersatu," ujar edi.

"Acara Santunan ini akan terus kita adakan sebagaimana yang hari ini kita lakukan, karena hal ini sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT," pungkas alumni GMHB.

Dalam hal tersebut Mantan ketum GMHB Gito Shandria menyampaikan, dalam kegiatan harlah GMHB pada tahun lalu hanya beberapa senior dan pemerintahan desa yang terlibat.

"Acara harlah GMHB pada tahun lalu, hanya yang terlibat adalah beberapa alumni dan pemerintahan desa. Akan tetapi pada momen harlah GMHB yang ke-12 ini kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya anak yatim dan kaum dhuafa untuk ikut merasakannya. kami juga sangat berterima kasih kepada 4 kepala desa hiang kecamatan sitijau laut dan alumni serta seluruh lapisan masyarakat hiang yang sudah sangat mengapresiasi kegiatan santunan anak yatim dan kaum dhuafa ini, semoga ini menjadi amal ibadah dan menjadi penyemangat bagi kami kedepan hendaknya. Gerakan Mahasiswa Hiang Bersatu (GMHB) selalu terdepan dalam  perubahan." pungkasnya. (rdp)

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Sejarah Kerinci | Peta Situs