![]() |
| Menyikapi terjadinya lonjakan harga gas LLPG 3 kg, Bupati Sarolangun H Hurmin sebut Kami Pantau dan Awasi, Izin Pangkalan akan Dicabut Jika Jual Gas Diatas HET.(adz/istimewa) |
SAROLANGUN, MERDEKAPOST.COM – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, harga elpiji subsidi 3 kilogram di sejumlah wilayah Kabupaten Sarolangun melonjak tajam.
Di tingkat pengecer, tabung gas melon dilaporkan dijual hingga Rp50 ribu sampai Rp60 ribu per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sekitar Rp18 ribu–Rp20 ribu.
Bupati Sarolangun, H Hurmin, merespons lonjakan harga itu dengan peringatan keras. Saat meninjau operasi pasar di Kecamatan Air Hitam, Minggu (15/02/2026). Ia menegaskan pemerintah daerah tidak akan mentoleransi praktik penimbunan maupun penjualan di atas HET oleh agen atau pangkalan resmi.
Bacaan Lainnya:
“Kami akan terus memantau dan mengawasi distribusi LPG subsidi 3 kilogram. Jika ada pangkalan yang melanggar, akan dikenakan sanksi sesuai aturan,” kata H Hurmin.
Pemerintah Kabupaten Sarolangun kemudian menggelar operasi pasar dengan menyalurkan sedikitnya 2.700 tabung gas subsidi di lima titik. Langkah itu ditempuh untuk menambah pasokan sekaligus menekan spekulasi harga yang membebani masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro.
Hurmin menegaskan, LPG subsidi diperuntukkan bagi masyarakat kecil, bukan untuk meraup keuntungan berlebih. Ia menyebut pemerintah akan memperketat pengawasan rantai distribusi, mulai dari agen hingga pangkalan, dengan melibatkan aparat kepolisian dan instansi terkait.
Baca Juga: Menarik! Bupati Batang Hari Gugat Sekda Sendiri! Pemkab Batang Hari Terguncang, Ada Apa?
Audit distribusi akan dilakukan secara berkala untuk menutup celah penyimpangan. Pemerintah daerah juga menyiapkan sanksi bertahap bagi pelanggar, mulai dari teguran tertulis, penghentian distribusi sementara, hingga pencabutan izin usaha bagi pelanggaran berat.
Dengan konsumsi energi diperkirakan meningkat hingga Idul Fitri, Bupati meminta masyarakat ikut mengawasi dan melaporkan jika menemukan harga tidak wajar di pangkalan resmi. “Kita ingin masyarakat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa dipusingkan oleh urusan gas,” ujarnya.(*)
