![]() |
| Tolak Stockpile Batubara PT SAS: WALHI, BPR Bersama Warga Kota Jambi Gelar Istighotsah dan Do’a Bersama.(Ist) |
JAMBI – WALHI Jambi bersama Barisan Perjuangan Rakyat (BPR) menggelar kegiatan Doa Bersama dan Munajat di Pelataran Masjid Al-Munawarah, Pasar Perumahan Aurduri, pada Sabtu, 14 Februari 2026 pukul 19.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual sekaligus konsolidasi moral warga dalam merespons ancaman kerusakan lingkungan akibat rencana dan aktivitas stockpile batubara di dekat pemukiman warga.
Doa bersama ini bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi wujud kegelisahan kolektif masyarakat atas potensi dampak ekologis dan sosial yang ditimbulkan. Aktivitas stockpile batubara berisiko meningkatkan pencemaran udara dari debu batubara, memperburuk kualitas air, serta mengancam kesehatan warga terutama anak-anak dan kelompok rentan. Dalam berbagai kajian lingkungan, kegiatan penumpukan batubara di kawasan padat penduduk memiliki potensi menurunkan kualitas daya dukung dan daya tampung lingkungan, yang pada akhirnya membebani ruang hidup masyarakat.
Bacaan Lainnya:
Jelang Ramadan 2026, Hiswana Migas Jambi Ingatkan Agen Soal HET Gas LPG 3 Kg
WALHI Jambi menegaskan bahwa hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat adalah hak konstitusional warga negara sebagaimana diatur dalam Pasal 28H UUD 1945 serta diperkuat dalam UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Karena itu, setiap kebijakan dan aktivitas usaha yang berpotensi merusak lingkungan harus dikaji secara transparan, partisipatif, dan mengutamakan keselamatan rakyat.
Melalui kegiatan ini, WALHI Jambi dan BPR mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas, menjaga persatuan, dan terus mengawal perjuangan mempertahankan ruang hidup dari ancaman pencemaran dan perampasan. Doa adalah kekuatan batin, dan perjuangan adalah tanggung jawab bersama.
Baca Juga: Sosok Din Syamsudin, Saksi Ahli Roy Suryo cs yang Pernah Diminta Jokowi Jadi Utusan Presiden
Kami percaya, menjaga lingkungan bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga soal keberpihakan pada masa depan. Keselamatan anak cucu tidak boleh dikorbankan atas nama kepentingan jangka pendek.
Erpen selaku Ketua Barisan Perjuangan Rakyat menyampaikan, “Acara istighotsah ini bentuk kepasrahan kita kepada Tuhan YME Allah SWT. Meminta dimudahkan persoalan masyarakat, khusus terkait dengan lingkungan sehat untuk hidup sehat seiring adanya keinginan PT RMKE melalui anak perusahaannya PT SAS yang berencana mendirikan stok file batu bara yang diyakini oleh kami masyarakat akan memberikan dampak buruk bagi kehidupan masyarakat, khususnya akan terjadi pencemaran lingkungan, sehingga membahayakan kehidupan masyarakat oleh persoalan debu, pencemaran air dll. Maka dengan istighotsah ini, semoga Allah melembutkan penguasa gubernur dan walikota untuk menerima keluhan masyarakat sehingga mengambil kebijaksanaan untuk memindahkan lokasi stok file batu bara ke daerah lain yang sesuai dengan ketentuan ruang wilayah kota dan provinsi Jambi.” Ujarnya.
Pilihan Redaksi: Megawati Umroh Sekeluarga, Ini Do'a Munajatnya dari tanah Suci
Oscar Anugrah Direktur WALHI Jambi menegaskan,“Kegiatan istighosah dan doa bersama yang dilakukan warga hari ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan simbol perlawanan spiritual dan kultural melawan kebijakan yang tuli terhadap aspirasi rakyat. Ketika ruang dialog formal tersumbat dan suara warga diabaikan, maka langit menjadi tempat mereka mengadu. WALHI Jambi menegaskan bahwa rencana pembangunan stockpile batubara oleh PT SAS di tengah kawasan pemukiman adalah ancaman nyata bagi keselamatan publik. Kehadiran debu batubara, kebisingan, dan potensi pencemaran sumber air warga bukan sekadar risiko teknis, melainkan bentuk pelanggaran hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagaimana dijamin konstitusi.” Tegasnya.(Red)
