Tragedi di Jalur Maut Mendalo, Mahasiswa UNJA Tewas Terlindas Truk

FOTO ILUSTRASI : Seorang mahasiswa Universitas Jambi (Unja) bernama Lawu Tri Angga dilaporkan tewas di tempat setelah terlibat kecelakaan tragis dengan sebuah truk pada Rabu dini hari (11/3/2026). 

Jambi | Merdekapost.com  – Kabar duka kembali menyelimuti dunia pendidikan Jambi dengan terjadinya insiden kecelakaan melibatkan truk menimbulkan korban jiwa.  

Jalur maut Mendalo, Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi kembali memakan korban jiwa.  

Seorang mahasiswa Universitas Jambi (Unja) bernama Lawu Tri Angga dilaporkan tewas di tempat setelah terlibat kecelakaan tragis dengan sebuah truk pada Rabu dini hari (11/3/2026) lalu. 

Insiden memilukan ini terjadi tepat di depan kantor JNE Mendalo.  

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari unggahan akun Instagram @jambihits_id, Lawu yang merupakan mahasiswa Fakultas Kehutanan Unja tersebut mengalami kecelakaan di hadapan sekumpulan rekan mahasiswanya yang sedang berada di pinggir jalan. 

"Untuk kesekian kalinya, mahasiswa yang dilepas oleh keluarganya untuk belajar dan membawa pulang gelar sarjana, harus pulang dalam keadaan tinggal nama," bunyi narasi duka yang tersebar luas di kalangan civitas akademika Unja dan UIN STS Jambi.

Jalur Padat namun Minim Penerangan 

Kawasan Mendalo dikenal sebagai titik paling krusial sekaligus berbahaya di Jambi.  

Jalur ini merupakan akses utama bagi puluhan ribu mahasiswa dari dua kampus besar.  

Namun, kondisi infrastruktur tidak sebanding dengan padatnya aktivitas.  

Baca juga: 

4 Orang Ditetapkan Tersangka dalam Kasus Korupsi Dana BOS Rp706 Juta di SMA Negeri 6 Merangin

Pada malam hari, jalanan di antara dua kampus ini tergolong gelap dan dipenuhi titik-titik lubang yang membahayakan pengendara roda dua. 

Meski menjadi kawasan padat penduduk dan mahasiswa, jalanan Mendalo tetap menjadi akses utama bagi kendaraan besar bermuatan berat dari arah Kota Jambi, Muara Bulian, maupun arah Jembatan Aur Duri I.  

Percampuran antara kendaraan kecil mahasiswa dan truk bertonase besar ini sering kali berujung pada kecelakaan maut di jam-jam sibuk maupun dini hari.

Warganet Tagih Solusi Gubernur 

Tragedi yang menimpa Lawu Tri Angga memicu gelombang kemarahan warganet di media sosial.  

Banyak yang mengecam kelambanan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang aman bagi pelajar dan mahasiswa yang saat ini terkonsentrasi di wilayah Mendalo.  

Akun @m_z*** bahkan menandai langsung akun Gubernur Jambi dalam komentarnya.

"Pejabatnya bisa digugat ini, Pak Gub @alharisjambi tolong diperhatikan ini. Mau berapa banyak lagi korban? Cari solusinya selaku pemangku kepentingan," tulisnya penuh emosi.  

Baca Juga:

Kasus Persetubuhan Terhadap Anak Dibawah Umur di Pulau Sangkar Kerinci, Ini Kronologis dan Jeratan Hukum Bagi Pelakunya

Warganet lain menyarankan agar jalur tersebut segera diperlebar menjadi dua jalur yang terpisah guna meminimalisir tabrakan antar kendaraan yang berbeda ukuran. 

Kepergian Lawu meninggalkan luka mendalam bagi rekan-rekannya yang menyaksikan langsung detik-detik jalur Mendalo merenggut nyawa teman sekampus mereka.

Instruksi Gubernur Stop Truk Batubara

Untuk diketahui, saat ini Gubernur telah menghentikan sementara lalu lintas khususnya truk batu bara (terhitung sejak tanggal 13 sampai 29 Maret 2026) dalam upaya memperlancar aktivitas lalu lintas mudik lebaran.

Namun jika masih ada truk-truk batubara atau truk lainnya yang melintas di jalur lalu lintas utama jalan nasional dan provinsi Jambi itu menandakan masih ada sopir-sopir dan pengusaha nakal yang tidak mengindahkan instruksi Gubernur Jambi. 

(adz | sbr: tribunnews.com) 

Biar Mudik Lebaran Lancar dan Nyaman, Gubernur Jambi Hentikan Truk Batu Bara di Jalan Raya 13–29 Maret

 

JAMBI – Gubernur Jambi, Al Haris memastikan kendaraan angkutan batu bara tidak akan beroperasi di jalan provinsi maupun jalan nasional mulai 13 Maret 2026 atau H-7 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kebijakan tersebut diambil untuk menjamin kenyamanan masyarakat di jalan raya serta memastikan arus mudik dan arus balik Lebaran berjalan lancar tanpa hambatan.Berita Lokal

“Ini supaya arus mudik lancar. Masyarakat yang ingin berpergian tanpa khawatir perjalanan terganggu,” ujar Al Haris, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan, keputusan tersebut merujuk pada surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia terkait pembatasan operasional angkutan barang selama masa mudik Lebaran. Pembatasan itu berlaku mulai 13 hingga 29 Maret 2026.

Baca Juga: Ini 6 Pejabat dan Kontraktor Rejang Lebong yang Diterbangkan ke Jakarta Pasca OTT KPK

Aturan tersebut mencakup kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, kereta gandeng, kendaraan pengangkut bahan bangunan, serta mobil barang yang membawa hasil galian maupun hasil tambang.

Dengan kebijakan ini, aktivitas angkutan batu bara di wilayah Provinsi Jambi juga diimbau untuk menghentikan sementara operasionalnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Meski demikian, pemerintah masih memberikan pengecualian bagi sejumlah kendaraan angkutan barang tertentu. Kendaraan yang tetap diperbolehkan beroperasi meskipun memiliki sumbu tiga atau lebih antara lain pengangkut bahan bakar minyak (BBM), kendaraan pengangkut hewan ternak, pupuk, serta kendaraan yang membawa bantuan bencana alam. Panduan Kota & Daerah

Bacaan Lainnya: 

Jelang Sahur, Polres Kerinci Ringkus Residivis Narkoba di Sungai Penuh

Rumah Mewah Wabup Rejang Lebong di Lubuk Linggau Jadi Sorotan Usai OTT KPK

Selain itu, kendaraan pengangkut kebutuhan pokok juga diperbolehkan beroperasi dengan syarat tidak mengalami kelebihan dimensi maupun muatan. Pengangkutan tersebut juga harus dilengkapi dokumen resmi berupa kontrak atau perjanjian antara pemilik barang dengan perusahaan angkutan.

Menurut Al Haris, kebijakan pembatasan ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas serta membuat waktu tempuh perjalanan para pemudik menjadi lebih efisien.

“Artinya pemerintah fokus agar arus mudik hari raya Idul Fitri ini berjalan lancar, sehingga tidak menimbulkan kendala nantinya,” pungkasnya.(Adz)

Tolak Stockpile Batubara PT SAS: WALHI, BPR Bersama Warga Kota Jambi Gelar Istighotsah dan Do’a Bersama

Tolak Stockpile Batubara PT SAS: WALHI, BPR Bersama Warga Kota Jambi Gelar Istighotsah dan Do’a Bersama.(Ist)

JAMBI – WALHI Jambi bersama Barisan Perjuangan Rakyat (BPR) menggelar kegiatan Doa Bersama dan Munajat di Pelataran Masjid Al-Munawarah, Pasar Perumahan Aurduri, pada Sabtu, 14 Februari 2026 pukul 19.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual sekaligus konsolidasi moral warga dalam merespons ancaman kerusakan lingkungan akibat rencana dan aktivitas stockpile batubara di dekat pemukiman warga.

Doa bersama ini bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi wujud kegelisahan kolektif masyarakat atas potensi dampak ekologis dan sosial yang ditimbulkan. Aktivitas stockpile batubara berisiko meningkatkan pencemaran udara dari debu batubara, memperburuk kualitas air, serta mengancam kesehatan warga terutama anak-anak dan kelompok rentan. Dalam berbagai kajian lingkungan, kegiatan penumpukan batubara di kawasan padat penduduk memiliki potensi menurunkan kualitas daya dukung dan daya tampung lingkungan, yang pada akhirnya membebani ruang hidup masyarakat.

Bacaan Lainnya:

Jelang Ramadan 2026, Hiswana Migas Jambi Ingatkan Agen Soal HET Gas LPG 3 Kg

WALHI Jambi menegaskan bahwa hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat adalah hak konstitusional warga negara sebagaimana diatur dalam Pasal 28H UUD 1945 serta diperkuat dalam UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Karena itu, setiap kebijakan dan aktivitas usaha yang berpotensi merusak lingkungan harus dikaji secara transparan, partisipatif, dan mengutamakan keselamatan rakyat.

Melalui kegiatan ini, WALHI Jambi dan BPR mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas, menjaga persatuan, dan terus mengawal perjuangan mempertahankan ruang hidup dari ancaman pencemaran dan perampasan. Doa adalah kekuatan batin, dan perjuangan adalah tanggung jawab bersama.

Baca Juga: Sosok Din Syamsudin, Saksi Ahli Roy Suryo cs yang Pernah Diminta Jokowi Jadi Utusan Presiden

Kami percaya, menjaga lingkungan bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga soal keberpihakan pada masa depan. Keselamatan anak cucu tidak boleh dikorbankan atas nama kepentingan jangka pendek.

Erpen selaku Ketua Barisan Perjuangan Rakyat menyampaikan, “Acara istighotsah ini bentuk kepasrahan kita kepada Tuhan YME Allah SWT. Meminta dimudahkan persoalan masyarakat, khusus terkait dengan lingkungan sehat untuk hidup sehat seiring adanya keinginan PT RMKE melalui anak perusahaannya PT SAS yang berencana mendirikan stok file batu bara yang diyakini oleh kami masyarakat akan memberikan dampak buruk bagi kehidupan masyarakat, khususnya akan terjadi pencemaran lingkungan, sehingga membahayakan kehidupan masyarakat oleh persoalan debu, pencemaran air dll. Maka dengan istighotsah ini, semoga Allah melembutkan penguasa gubernur dan walikota untuk menerima keluhan masyarakat sehingga mengambil kebijaksanaan untuk memindahkan lokasi stok file batu bara ke daerah lain yang sesuai dengan ketentuan ruang wilayah kota dan provinsi Jambi.” Ujarnya.

Pilihan Redaksi: Megawati Umroh Sekeluarga, Ini Do'a Munajatnya dari tanah Suci

Oscar Anugrah Direktur WALHI Jambi menegaskan,“Kegiatan istighosah dan doa bersama yang dilakukan warga hari ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan simbol perlawanan spiritual dan kultural melawan kebijakan yang tuli terhadap aspirasi rakyat. Ketika ruang dialog formal tersumbat dan suara warga diabaikan, maka langit menjadi tempat mereka mengadu. WALHI Jambi menegaskan bahwa rencana pembangunan stockpile batubara oleh PT SAS di tengah kawasan pemukiman adalah ancaman nyata bagi keselamatan publik. Kehadiran debu batubara, kebisingan, dan potensi pencemaran sumber air warga bukan sekadar risiko teknis, melainkan bentuk pelanggaran hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagaimana dijamin konstitusi.” Tegasnya.(Red)

Laka dengan Truk Batubara di Sarolangun, Muhammad Yani Anggota DPRD Merangin Meninggal Dunia

Merangin, Merdekapost.com - Salah seorang putra terbaik Kabupaten Merangin, Muhammad Yani politisi Partai NasDem yang juga anggota DPRD Merangin, meninggal dunia pada 15 Januari 2026, Kamis malam sekitar pukul 23.40 WIB di Rumah Sakit Golden Medika Sarolangun, akibat kecelakaan dengan truk batubara. Jum’at (16/01/2026).

Semasa hidupnya, Yani dikenal sebagai kader militan dan pekerja keras. Ia pernah dipercaya memimpin DPD Partai NasDem Merangin dan menjadi bagian penting dari perjalanan partai tersebut. Di bawah kepemimpinannya, NasDem Merangin akhirnya berhasil menunjukkan kebangkitan dengan peningkatan perolehan kursi signifikan DPRD pada Pemilu 2024.

Selain aktif di partai politik, almarhum juga menjabat sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila Merangin. Perannya di berbagai organisasi menunjukkan konsistensinya dalam membangun jejaring kepemudaan, sosial, dan politik di daerah.

Bacaan Lainnya:

Pengakuan Versi Siswa dalam Kasus SMKN 3 Tanjabbar: Oknum Guru AS Tampar dan Tinju, Pengeroyokan Terjadi Spontan

Selama menjabat sebagai anggota DPRD Merangin, Yani dikenal sebagai legislator yang vokal dan kritis. Sikapnya yang tegas dalam menyuarakan aspirasi masyarakat kerap menghiasi pemberitaan media lokal di Merangin. Ia tidak segan menyampaikan kritik terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat, baik melalui forum resmi dewan maupun pernyataan terbuka kepada pers.

Rekan-rekan seperjuangan mengenal Yani sebagai pribadi yang sederhana, loyal, dan tidak pernah meninggalkan tanggung jawab, meski harus melewati berbagai fase jatuh bangun dalam perjalanan politiknya.

Baca Juga: Kasus Perkelahian Guru dan Siswa SMKN 3 Tanjabtim, Guru Agus Laporkan Dugaan Pengeroyokan ke Polda

Dedikasinya sejak usia muda membuat namanya cukup dikenal di kalangan aktivis, politisi, dan tokoh masyarakat Merangin.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, Muhammad Yani dikabarkan mengalami kecelakaan lalu lintas di wilayah Sarolangun, tepatnya di ruas jalan sebelum gapura Kota Sarolangun. 

Dalam peristiwa tersebut, kendaraan yang ditumpangi almarhum diduga terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil angkutan batu bara. Usai kejadian, almarhum segera dilarikan ke Rumah Sakit Golden Medika Sarolangun untuk mendapatkan penanganan medis intensif.(red)

Warga Blokade Jalan Protes Stockpile Batu Bara PT SAS, Gubernur dan Wali Kota Akan Fasilitasi

Warga memblokade jalan dibeberapa wilayah di Aur Kenali, Kota Jambi dan Mendalo Darat, Kabupaten Muaro Jambi. blokade dilakukan di ruas jalan Lintas Timur Sumatera Jambi-Riau pada Sabtu (13/9/2025) lalu. Surat yang ditandatangani Sekda Provinsi Jambi dan Sekda Kota Jambi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.(doc.istimewa) 

Jambi | Merdekapost.com - Ratusan warga beberapa wilayah di Aur Kenali, Kota Jambi dan Mendalo Darat, Kabupaten Muaro Jambi, melakukan blokade Jalan Lintas Timur Sumatera Jambi-Riau pada Sabtu (13/9/2025) lalu. 

Dilansir dari Tribunjambi.com, dikabarkan Aksi warga itu untuk menolak pembangunan stockpile batubara milik PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS) dilingkungan sekitar. 

"Kami meminta Gubernur Jambi kejelasan soal penolakan stockpile," ujar orator dalam tuntutannya.

Imbas blokade warga, arus lalu lintas Jalan Lintas Timur Jambi-Riau lumpuh. Terjadi kemacetan kendaraan beberapa kilometer, hingga polisi melakukan pengalihan arus lalu lintas.

Selain blokade, warga mendirikan tenda di tengah jalan, sekitara kantor Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Jambi. 

Pemprov Akan Fasilitasi Pertemuan Warga dan Perusahaan

Pada Selasa (16/9/2025), dijadwalkan bahwa Gubernur Jambi Al Haris, perwakilan perusahaan, dan warga akan melakukan pertemuan membahas pembangunan stockpile batu bara di kawasan padat penduduk Aur Kenali, Kota Jambi.

Baca Juga: Kemenkop UKM Umumkan Hasil Seleksi Administrasi PMO Koperasi Merah Putih Malam Ini

Hal tersebut, tercantum pada surat pernyataan yang ditandatangani Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman dan Sekretaris Daerah Kota Jambi, Ridwan tertanggal 13 September 2025.

Hasil pertemuan tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi diwakili Sekda Provinsi Jambi menandatangani surat pernyataan yang isinya:

SURAT PERNYATAAN

PEMERINTAH PROVINSI JAMBI

Yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama Jabatan  H. SUDIRMAN SH.MA. Sekda Provinsi

2. Nama: Drs. H. A. RIDWAN, M.SI. Jabatan Sekda Kota

Dengan ini menyatakan bahwa

1. Menghentikan pembangunan hauling di permukiman padat penduduk di wilayah Aurkinali, Mendalo Darat dan sekitarnya secara permanen

2. Menghentikan pembangunan stockpile PT.SAS dan RMKE di wilayah Aurkenali dan sekitarnya yang tedampak

3. Jika kewenangan untuh menutup pembangunan PT SAS dan RMKE tidak ada pada Sekda, maka Sekda harus memfasilitasi pertemuan antara Gubernur, pihak perusahaan dengan rakyat dan pendampingnya pada tanggal 16 September (Hari Selasa)

Di saksikan oleh Sekda Kata Jambi

September 2025 (Hari Selasa)

Jambi 13 September 2025

Disaksikan oleh Sekda Kota Jambi

Drs. H. A. Ridwan

(Ditanda tangani)

Dinyatakan Sekda Provinsi

(Ditandatangani)

H. SUDIRMAN SH.MH

Baca Juga: Buruan Daftar! Beasiswa S2 & S3 Pemprov Jambi Tutup 22 September 2025

(Editor: Aldie Prasetya/mpc)


Ditabrak Ponton Batu Bara, Jembatan Muara Tembesi Nyaris Roboh

 

Jembatan Muara Tembesi. Foto: Merdekapost.com

Merdekapost.com - Jembatan Muara Tembesi ditabrak ponton batu bara yang meng akibatkan jembatan itu mengalami keretakan dan tunggak penyangga terlihat bengkok.Jambatan satu-satunya penghubung tersebut yang tepatnya berada di Desa Rantau Kapas, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari,Propinsi Jambi.

Dalam video berdurasi 19'23 detik yang diterima oleh media ini terlihat tiang tengah jembatan sedikit retak dan tonggak penahan tiang terlihat bengkok

Dalam vidio tersebut warga sekitar jembatan mengatakan"Hancur Jembatan, hancur buat ponton, patah galo(semua) itu nah pontonnya sembari menunjuk ponto yang sedang di tengah sungai Batanghari.

Sumber lain mengatakan" Kami warga sekitar jembatan terkejut mendengar ada suara bergetar ditengah sungai ,pas kami lihat ternyata ponton yang b1ermuatan batubara menabrak tiang jembatan, Kejadian tersebut sekitar jam 15 sore tadi atau jam 03 wib dan ponton tersebut terus kabur menyusuri sungai Batanghari.

"Kejadian ponton batu bara yang menabrak jembatan ini sudah sering kali terjadi ,saperti air sungai pas banjir kemarin ,pada saat itu subuh hari sehinga warga sekitar ada sedkit yang tau, tapi ini tadi sore ponton menabrak lagi jembatan ini yang mana pada saat itu banyak anak-anak yang nongkrong di atas jembatan sambil menunggu datangnya berbuka puasa,"Kata sumber.

Sementara itu Polsek Maura Tembesi saat di hubungi oleh media ini mengatakan,Met mlm.

Kami belum dapat infonya yang akurat pak,"Tulis kapolsek Muara Tembesi. (Red)

PT BJU Diduga akan Kembali Berupaya Bujuk Masyarakat Untuk Mengeluarkan Batu Bara


 Merdekapost.com - Beredar informasi hasil dari pertambangan Batubara yang berada di Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batangari, Propinsi Jambi akan di lansir keluar dari stokfile.

Setelah lebih kurang satu tahun lamanya tidak dikelola, kini pihak PT Bara Jambi Utama (BJU) kembali berupaya dengan menemui sejumlah tokoh masyarakat untuk mengeluarkan hasil tambangnya tersebut.

Informasi yang didapat media ini dalam beberapa hari terakhir pihak BJU tengah memperbaiki akses jalan dari stokfile yang diduga menuju jalan ke Kabupaten yang ada di Desa setempat. 

Dikatakan sumber bahwa beberapa waktu lalu ada oknum yang mengaku perwakilan dari PT. BJU menemui tokoh masyarakat setempat guna meminta izin untuk mengeluarkan hasil tambang batubara.

" Bang nampak nyo pihak BJU masih nekat nak ngeluarin batubara tu, Belum Ado aktivitas nyo bang, baru datangi tokoh masyarakat be, tapi jalan mulai di servis," Kata sumber kepada media ini. Senin (25/03/2024).

Tambah sumber lagi,Kami sebagai Warga masih tetap teguh dengan pendirian awal yakni tidak mengizinkan pihak perusahaan untuk menggunakan akses jalan Kabupaten yang telah diperbaiki oleh Pemerintah Daerah tersebut.informasi yamg didapat berkemungkinan dalam 2 (dua) minggu kedepan diprediksi akan melakukan pengangkutan hasil tambang Batubara tersebut.

" Kami masyarakat tidak sedikit memberi celah kepada mereka yang ingin mengluarkan Batubaranya, Masyarakat jugo tidak mengizinkan armada Batubara lewat di jlan umum, Khusus nya di jalan desa pompa air," Kata narasumber dengan tegas. (DR)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs