Lapor Pak Bupati, Diduga Kepsek Zolim Rampas Hak Sertifikasi Oknum Guru

 

Merdekapost.com – Persoalan pembagian jam mengajar yang berimbas pada hak sertifikasi guru diduga terjadi di SD Negeri 187/1 Teratai, Kabupaten Batang Hari. Seorang guru berinisial IS mengaku keberatan atas kebijakan kepala sekolah yang menurutnya menghilangkan jam mengajar yang selama ini menjadi dasar pemenuhan beban kerja sertifikasi.

Kepada wartawan, IS mengaku telah mengajar di sekolah tersebut selama lebih dari satu tahun, dan selama itu memperoleh jam mengajar sesuai ketentuan sehingga dapat menerima tunjangan profesi guru (sertifikasi).

Namun, pada semester berjalan, ia mengaku diminta melepaskan jam mengajar yang selama ini diampunya, untuk dialihkan kepada guru lain yang baru menyelesaikan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Menurut IS, ia juga mendapat tekanan agar menerima keputusan tersebut.

"Saya tidak takut dengan siapa pun, saya kepala sekolahnya, siap pasang badan dan siap dipindahkan ke mana pun," ujar IS menirukan perkataan yang diduga disampaikan kepala sekolah.

Ia juga mengaku mendengar pernyataan, "Kalau tidak suka silakan pindah dari SD sini, cari sekolah yang ada jam kosongnya."

Merasa haknya sebagai guru sertifikasi dirugikan, Iwit berharap Pemerintah Kabupaten Batang Hari, khususnya Bupati melalui Dinas Pendidikan, dapat turun tangan untuk menelusuri dan menyelesaikan persoalan tersebut sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala SDN 187/1 Teratai, Maria Fitri, membantah tuduhan tersebut.

Saat dikonfirmasi, Maria Fitri menyatakan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

"Cerita itu tidak benar, tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Iwit datang ke sekolah ketika posisi guru kami sudah berlebih. Dari awal kami sudah menolak dan menyarankan pindah karena sekolah tidak membutuhkan lagi, sebab guru kami sudah berlebih," jelas Maria Fitri.

Menanggapi penjelasan tersebut, Iwit kembali memberikan klarifikasi. Menurutnya, persoalan yang dipermasalahkan bukan lagi mengenai penempatan dirinya saat pertama kali bertugas di sekolah tersebut, melainkan mengenai pembagian jam mengajar pada semester ini.

"Yang dibahas sekarang masalah jam mengajar semester ini, bukan waktu saya pertama masuk. Saya sudah lebih dari setahun di sekolah ini. Kalau memang dari awal tidak menghendaki saya di sekolah itu, mengapa selama setahun kemarin saya tetap diberikan jam mengajar?" ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, persoalan ini juga menjadi pembahasan di grup WhatsApp para guru.

Redaksi telah menerima tangkapan layar percakapan tersebut sebagai bagian dari dokumen pendukung. Namun, isi percakapan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan benar atau tidaknya dugaan yang disampaikan, sehingga masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Hari terkait polemik pembagian jam mengajar di SDN 187/1 Teratai. (*)

Hadiri Pekan Budaya Tradisi Merangin, Wabup Batang Hari Dukung Pelestarian Warisan Adat dan Budaya

 

Merdekapost.com - Wakil Bupati Batang Hari H. Bakhtiar menghadiri pembukaan Pekan Budaya Tradisi Kabupaten Merangin yang digelar di Anjungan Rumah Adat Merangin, Jambi, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan adat dan budaya yang dimiliki Kabupaten Merangin.

Mengusung tema "Merajut Tuah, Merawat Marwah Adat Merangin Demi Masa Depan di Bumi Tali Tambang Undang Teliti", acara berlangsung meriah dengan menampilkan beragam pertunjukan seni tradisional, termasuk tarian khas daerah yang menggambarkan nilai-nilai budaya masyarakat Merangin.

Selain pertunjukan seni, para tamu juga disuguhkan peragaan busana batik khas Merangin yang dikenakan oleh jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Merangin. Penampilan tersebut menjadi salah satu bentuk promosi produk budaya lokal yang sarat akan nilai seni dan kearifan daerah.

Kehadiran Wakil Bupati Batang Hari menjadi wujud dukungan terhadap upaya pelestarian budaya Nusantara. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan nilai-nilai adat dan tradisi tetap terjaga, dikenal oleh generasi muda, serta menjadi identitas daerah yang terus diwariskan dari masa ke masa. (*)

Buka Kemping Bareng Sumatra #5, Bupati Fadhil Arief Sambut Ratusan Komunitas Camper Van di Batang Hari

 

Merdekapost.com - Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief secara resmi membuka kegiatan Kemping Bareng Sumatra #5 yang digelar oleh Camper Van Indonesia (CVI) Regional 06 Jambi di kawasan Taman Tapa Melenggang, Muara Bulian, Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 unit mobil camper dan lebih dari 200 peserta dari berbagai daerah di Pulau Sumatra tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus promosi potensi wisata Kabupaten Batang Hari.

Dalam sambutannya, Bupati Fadhil Arief menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta di Bumi Serentak Bak Regam. Ia berharap kehadiran komunitas Camper Van Indonesia dapat memberikan pengalaman positif sekaligus memperkenalkan destinasi wisata Batang Hari kepada masyarakat luas.

Bupati juga mengapresiasi Camper Van Indonesia Regional 06 Jambi yang dinilai berhasil menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mempererat kebersamaan antarkomunitas, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat setempat.

Pada kesempatan tersebut, Fadhil Arief mengajak seluruh peserta untuk menjadi teladan dalam menjaga keselamatan berlalu lintas, menerapkan budaya peduli lingkungan melalui prinsip Leave No Trace atau tidak meninggalkan sampah, serta ikut mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di setiap daerah yang dikunjungi.

Acara pembukaan turut dihadiri sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Camat Muara Bulian, Ketua dan jajaran pengurus Camper Van Indonesia Regional 06 Jambi, serta tamu undangan lainnya. Suasana berlangsung meriah dengan semangat kebersamaan yang mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. (*)

Bupati Batang Hari Sambut Kepulangan Jemaah Haji, Ajak Jadikan Kemabruran Sebagai Pedoman Hidup

 

Merdekapost.com – Suasana penuh haru dan syukur menyelimuti penyambutan jemaah haji asal Kabupaten Batang Hari yang telah kembali ke tanah air usai menunaikan rukun Islam kelima. Penyambutan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, Sabtu (27/6/2026). 

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dalam keadaan sehat dan berharap seluruh pengalaman spiritual selama berada di Tanah Suci dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, keberhasilan menunaikan ibadah haji tidak hanya diukur dari selesainya rangkaian ibadah, tetapi juga dari kemampuan setiap jemaah menjaga akhlak, meningkatkan ketakwaan, serta memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat setelah kembali ke kampung halaman.

Bupati juga mengajak para jemaah untuk menjadi teladan di lingkungan masing-masing dengan memperkuat nilai-nilai kejujuran, kepedulian, dan semangat kebersamaan. Ia berharap predikat haji mabrur dapat terus dipelihara sepanjang hayat melalui amal saleh dan pengabdian kepada masyarakat.

Acara penyambutan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Tangis haru keluarga yang telah lama menanti kepulangan sanak saudara turut mewarnai momen tersebut, menandai berakhirnya perjalanan ibadah haji dan dimulainya pengabdian baru sebagai pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat. (*)

Pengakuan Bocah Kelas 3 SD Dilecehkan Ayah Tiri, Kronologis Hingga Pelaku Diamuk Massa

RUDAPAKSA  - Kemarahan melanda masyarakat Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi oleh aksi seorang ayah tiri diduga lecehkan anak tiri.(Ist)

JAMBI, MERDEKAPOST – Kemarahan besar melanda masyarakat Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi oleh aksi seorang ayah tiri diduga lecehkan anak tiri. 

Kemarahan warga itu awalnya dipicu oleh pengakuan polos seorang bocah perempuan, ratusan warga yang tersulut emosi nekat mengepung kantor desa setempat.

Mereka datang untuk menghakimi seorang ayah tiri berumur 50 tahun yang diduga kuat telah melakukan aksi pelecehan seksual secara keji.

Insiden ketegangan di tengah malam tersebut mendadak viral setelah disiarkan secara langsung oleh akun TikTok @s***a dan Bibikbila pada Selasa (23/6/2026).

Keberanian Korban Mengungkap Aksi Bejat

Rentetan peristiwa memilukan ini bermula dari keberanian CY, seorang anak perempuan yang baru menginjak usia 9 tahun dan kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). 

Setelah sekian lama memendam trauma, CY akhirnya memutuskan untuk mengadu dan menceritakan tindakan tidak senonoh yang dilakukan oleh ayah tirinya sendiri kepada pihak keluarga.

Mendengar penuturan jujur dari sang bocah, pihak keluarga yang terkejut langsung menyebarkan kabar tersebut kepada warga sekitar. 

Baca juga: Prabowo Ungkap Ada Demo Bayaran, Massa Dibayar Rp200 Ribu: Hati-Hati! Saya Tahu Siapa yang Membiayai

Keterangan dari warga setempat mengonfirmasi bahwa laporan dari mulut ke mulut mengenai penderitaan CY langsung memicu gelombang solidaritas sekaligus kemarahan kolektif dari masyarakat desa.

Langkah Darurat Kepala Desa dan Kepungan Massa

Sadar bahwa situasi di lingkungan tempat tinggal korban mulai tidak kondusif, pihak kepala desa setempat mengambil langkah darurat. 

Demi mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri yang dapat mengancam nyawa, perangkat desa berinisiatif mengamankan terduga pelaku ke dalam kantor atau rumah kepala desa.

Namun, upaya lokalisasi pelaku justru memicu konsentrasi massa yang jauh lebih besar. 

Berdasarkan rekaman video amatir dari siaran langsung akun B**ik Bi*a, ratusan warga pria dan wanita tampak merapatkan barisan mengepung rumah panggung kayu tempat pelaku disembunyikan. 

Warga yang emosional terus tertahan di luar pagar pembatas kayu sembari menuntut pelaku dikeluarkan. 

Meskipun pihak kepolisian dilaporkan sudah tiba di lokasi, petugas terpaksa menahan pelaku di dalam ruangan untuk menghindari amukan langsung di lapangan.

Teriakan Histeris Warga yang Mencekam

Suasana di lokasi berubah menjadi sangat mencekam sebagaimana terdokumentasi dalam siaran langsung akun TikTok @s***a. 

Di tengah kegelapan malam di sekitar halaman terbuka dekat pohon pepaya, riuh kemarahan warga sudah berada di titik puncak. 

BACA JUGA: Layanan M-Banking Bank Jambi Segera Beroperasi, Al Haris Minta APH Sikat Pelaku

Ratusan masyarakat yang tidak lagi mampu membendung rasa geram mereka terdengar berteriak histeris secara berulang-ulang, mendesak agar terduga pelaku segera dibunuh di tempat akibat perbuatan bejatnya kepada anak di bawah umur.

Hingga saat ini, jurnalis Tribunjambi.com masih terus menggali kebenaran informasi lebih mendalam dan berupaya mengonfirmasi pihak berwajib guna mengetahui proses hukum serta evakuasi terduga pelaku dari kepungan massa tersebut.

Persoalan Serius Kekerasan Seksual di Jambi

Kasus dugaan yang terjadi di Sungai Ruan Ilir menambah daftar perhatian terhadap tindak kekerasan seksual terhadap anak di Provinsi Jambi.

Data Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Jambi menunjukkan bahwa hingga awal September 2025 tercatat 120 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dengan 43 kasus menimpa anak-anak. 

Kekerasan seksual masih menjadi salah satu bentuk kekerasan yang dominan dilaporkan.

Di Kota Jambi, UPTD PPA mencatat 149 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang 2025. 

Lembaga tersebut menyebut pelecehan seksual terhadap anak masih menjadi kasus yang paling banyak ditangani.

Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Jambi melaporkan hingga Agustus 2025 terdapat 57 anak yang menjadi korban kekerasan. 

Sejumlah kasus disebut melibatkan pelaku yang berasal dari lingkungan terdekat korban.

Khusus di Kabupaten Batanghari, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak mencatat 60 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang 2025. 

Meski secara total mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, aparat daerah mencatat adanya peningkatan kasus kekerasan seksual terhadap anak pada akhir tahun.

Pengamat perlindungan anak menilai pengungkapan kasus-kasus kekerasan seksual terhadap anak membutuhkan dukungan masyarakat, keluarga dan aparat penegak hukum agar korban memperoleh pendampingan psikologis, bantuan hukum serta perlindungan selama proses penyidikan berlangsung.(Adz)

Zulva Fadhil Hadiri Rakor Tim Penggerak PKK Kecamatan Se-Kabupaten Batang Hari 2026

 

Merdekapost.com - Ketua TP-PKK Batang Hari Bunda Zulva Fadhil Menghadiri Rapat Koordinasi Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang Hari bersama Tim Penggerak PKK Kecamatan Se-Kabupaten Batang Hari Bulan Juni 2026. Bertempat di Ruang Kaca Rumah Dinas Bupati Batang Hari. Rabu (24/06/26).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kaca Rumah Dinas Bupati Batang Hari pada Rabu, 24 Juni 2026 ini dihadiri oleh seluruh Ketua TP-PKK Kecamatan se-Kabupaten Batang Hari dengan mengikutsertakan Sekretaris, Bendahara, Ketua dan Sekretaris Pokja I hingga Pokja IV, serta Koordinator Motivator Kecamatan.

Rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat sinergi dan menyamakan persepsi dalam pelaksanaan program kerja PKK di seluruh wilayah Kabupaten Batang Hari. Pada kesempatan tersebut, masing-masing TP-PKK Kecamatan membawa Program Kerja Tahun 2026 untuk periode Juni hingga Desember 2026 sebagai bahan pembahasan, evaluasi, dan sinkronisasi program.

Ketua TP-PKK Batang Hari Bunda Zulva Fadhil dalam kata sambutannya menyampaikan Melalui pertemuan ini, diharapkan seluruh jajaran TP-PKK dapat meningkatkan koordinasi, memperkuat komitmen, serta mengoptimalkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK guna mendukung terwujudnya keluarga yang berdaya, sehat, mandiri, dan sejahtera.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang Hari terus berupaya menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan Menuju Batang Hari SuPer TANGGUH. (*)

Bupati Fadhil Arief Resmikan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026, Dorong Pembangunan Berbasis Data di Batang Hari

 

Merdekapost.com – Pemerintah Kabupaten Batang Hari resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sekaligus Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dalam sebuah kegiatan yang dihadiri langsung oleh Bupati Batang Hari, Mhd. Fadhil Arief, Senin (22/06/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan pentingnya peran data yang akurat dan terpercaya sebagai dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan daerah. Menurutnya, setiap program pembangunan yang dijalankan pemerintah harus didukung oleh data yang valid agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat sasaran.

Fadhil Arief menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 menjadi langkah strategis untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan sektor usaha di Kabupaten Batang Hari. Melalui pendataan ini, berbagai potensi ekonomi daerah, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga perusahaan berskala besar, dapat teridentifikasi dengan lebih baik.

Ia juga menilai bahwa Batang Hari memiliki peluang besar untuk terus berkembang melalui penguatan sektor ekonomi masyarakat. Karena itu, hasil sensus nantinya diharapkan menjadi acuan dalam merancang program peningkatan investasi, pengembangan UMKM, serta penciptaan lapangan kerja yang lebih luas.

Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha, instansi pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, keberhasilan pendataan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas sensus, tetapi memerlukan dukungan bersama demi menghasilkan data yang berkualitas.

Kegiatan pencanangan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Hari, jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Batang Hari, kepala OPD, perwakilan instansi vertikal, BUMN/BUMD, pelaku usaha, serta petugas sensus yang akan bertugas di lapangan.

Dengan semangat kolaborasi dan partisipasi seluruh pihak, Pemerintah Kabupaten Batang Hari optimistis Sensus Ekonomi 2026 dapat menjadi pijakan penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih terarah, maju, dan berkelanjutan. (*)

Bupati Fadhil Arief Lepas Kontingen Pramuka Batang Hari Menuju Jambore Daerah Jambi 2026

 

Merdekapost.com – Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Batang Hari secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Batang Hari untuk mengikuti Jambore Daerah Jambi Tahun 2026. Kegiatan pelepasan berlangsung di Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayoeti-Musa, Sungai Gelam, Jumat (19/06/2026).

Dalam arahannya, Bupati Fadhil Arief menekankan bahwa Gerakan Pramuka merupakan wadah pembentukan karakter generasi muda yang sarat dengan nilai-nilai positif. Menurutnya, berbagai kegiatan kepramukaan mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, serta semangat untuk berprestasi dan membanggakan orang tua.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga kesehatan selama mengikuti rangkaian kegiatan jambore. Sementara kepada para pembina dan pendamping, Bupati meminta agar senantiasa memberikan perhatian dan pengawasan kepada para peserta demi kelancaran serta keselamatan selama kegiatan berlangsung.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, menambah pengalaman, serta menjalin persahabatan dengan peserta dari daerah lain. Tunjukkan sikap terbaik dan jaga nama baik Kabupaten Batang Hari,” pesan Bupati.

Keikutsertaan kontingen Batang Hari pada Jambore Daerah Jambi 2026 diharapkan mampu menjadi sarana pembinaan generasi muda yang berkarakter, berjiwa kepemimpinan, serta memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Dasa Dharma dan Tri Satya Pramuka.

Acara pelepasan turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang Hari, para Kepala OPD yang tergabung dalam Majelis Pembimbing Cabang, Ketua KONI Batang Hari, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, para camat, kepala sekolah, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (*)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs