Bupati Fadhil Arief Kukuhkan Pengurus DWP Batang Hari, Dorong Peran Aktif Perempuan dalam Pembangunan Daerah

 

Merdekapost.com – Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief menghadiri sekaligus menyaksikan pengukuhan Ketua dan jajaran Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Batang Hari masa bakti 2024–2029 yang digelar di Serambi Rumah Dinas Bupati Batang Hari, Rabu (22/7/2026).

Pada kesempatan tersebut, Bupati mengucapkan selamat kepada Ny. Meriana Rambe yang resmi menjabat sebagai Ketua DWP Kabupaten Batang Hari bersama seluruh pengurus yang telah dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi semakin berkembang serta berperan aktif dalam mendukung kemajuan daerah.

Menurutnya, Dharma Wanita Persatuan memiliki posisi strategis dalam memperkuat kualitas keluarga sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan melalui berbagai program di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan sosial budaya. Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus menyusun program kerja yang kreatif, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat.

Selain menjalankan aktivitas organisasi, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga dengan tetap menjalankan peran sebagai istri dan ibu. Ia menilai keseimbangan antara pengabdian di organisasi dan tanggung jawab dalam keluarga menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang kuat.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh pengurus dan anggota DWP untuk terus mempererat kebersamaan serta bersinergi dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Batang Hari yang SuPer Tangguh. Ia berharap seluruh amanah yang diemban dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan mendapat bimbingan serta keberkahan dari Allah SWT.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua DWP Provinsi Jambi Hj. Iin Sudirman, Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Hari Mula P. Rambe, S.Sos., M.H., Penasehat DWP Kabupaten Batang Hari Ny. Zulva Fadhil, S.E., Wakil Penasehat DWP Kabupaten Batang Hari Hj. Nuraini Zubir Bakhtiar, para kepala OPD, camat se-Kabupaten Batang Hari, Ketua DWP Kecamatan, serta tamu undangan lainnya. (*)

Bupati Fadhil Arief Terima Audiensi BKKBN Jambi, Perkuat Sinergi Program KB dan Percepatan Penanganan Stunting

 

Merdekapost.com – Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief menerima kunjungan audiensi Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Jambi, Zamhari, SH., MH., beserta rombongan di Rumah Dinas Bupati Batang Hari, Selasa (21/7/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah program strategis yang menjadi fokus BKKBN Provinsi Jambi, di antaranya peningkatan capaian pelayanan Keluarga Berencana (KB) serta pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) sebagai upaya menekan angka stunting di daerah.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mhd. Fadhil Arief menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan paparan program yang disampaikan BKKBN. Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Batang Hari siap bersinergi dan berkolaborasi dalam mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas keluarga serta mempercepat penurunan angka stunting.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut memerlukan kerja sama lintas sektor agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pemerintah daerah juga berkomitmen memberikan dukungan terhadap berbagai langkah yang diinisiasi BKKBN demi mewujudkan keluarga yang sehat, berkualitas, dan sejahtera.

Audiensi berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi momentum memperkuat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Batang Hari dengan BKKBN Provinsi Jambi dalam menyukseskan program pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Turut mendampingi Bupati dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Hari, Asisten I Setda Kabupaten Batang Hari, serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Batang Hari. (*)

Bupati Fadhil Arief Tutup Turnamen Batang Hari Cup 2026, Tegaskan Komitmen Majukan Olahraga Prestasi

 

Merdekapost.com – Turnamen Batang Hari Cup 2026 resmi berakhir. Penutupan ajang olahraga tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Batang Hari, Mhd. Fadhil Arief, di Lapangan Tenis Muara Bulian, Minggu (19/7/2026).

Kehadiran Bupati pada partai penutup menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Batang Hari terhadap pembinaan olahraga prestasi. Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para atlet, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat sportivitas, serta melahirkan bibit-bibit atlet  potensial yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mhd. Fadhil Arief menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, para atlet, pelatih, wasit, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga Turnamen Batang Hari Cup 2026 dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sukses.

Ia berharap semangat kompetisi yang tercipta selama turnamen menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasi. Menurutnya, pembinaan olahraga harus dilakukan secara berkelanjutan agar Kabupaten Batang Hari memiliki atlet-atlet berkualitas yang mampu mengharumkan nama daerah di berbagai kejuaraan.

Penutupan turnamen berlangsung dalam suasana meriah dan penuh kebersamaan. Selain menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian pertandingan, momen tersebut juga menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi para peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Batang Hari, anggota DPRD Kabupaten Batang Hari, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Ketua KONI Kabupaten Batang Hari, serta tamu undangan lainnya yang turut menyaksikan penutupan Turnamen Batang Hari Cup 2026. (*)

Bupati Fadhil Arief Resmi Buka Batang Hari Belago 2026, Ajang Boxing dan Kick Boxing Cetak Atlit Berprestasi

 

Merdekapost.com – Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief secara resmi membuka ajang Batang Hari Belago 2026 cabang olahraga Boxing dan Kick Boxing yang digelar di pelataran GOR Waskita Muara Bulian, Minggu (19/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Batang Hari dalam mendorong pembinaan atlet sekaligus meningkatkan gairah olahraga bela diri di daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Fadhil Arief menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, KONI, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi menyelenggarakan kejuaraan tersebut. Menurutnya, Batang Hari Belago bukan sekadar ajang adu kemampuan di atas ring, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter, sportivitas, disiplin, dan mental juara bagi para atlet.

"Melalui kompetisi ini, kita berharap lahir atlet-atlet muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Batang Hari di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional. Jadikan setiap pertandingan sebagai momentum untuk menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas," ujar Bupati.

Kejuaraan Batang Hari Belago 2026 mempertandingkan sebanyak 35 partai pertandingan yang diikuti para atlet boxing dan kick boxing dari berbagai daerah. Bupati juga berpesan kepada seluruh peserta agar selalu mengutamakan keselamatan selama bertanding, menjaga semangat persaudaraan, serta menjadikan kompetisi ini sebagai pengalaman berharga untuk meningkatkan prestasi.

"Selamat bertanding kepada seluruh atlet. Tampilkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, utamakan keselamatan, dan teruslah mengukir prestasi demi kejayaan olahraga Batang Hari yang SuPer TANGGUH," pesannya.

Turut menghadiri kegiatan tersebut unsur Forkopimda Kabupaten Batang Hari beserta jajaran, Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Hari, para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Camat Muara Bulian, Ketua KONI Kabupaten Batang Hari, Ketua Panitia Pelaksana, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran para pejabat dan masyarakat menambah semarak pembukaan kejuaraan yang diharapkan menjadi agenda rutin dalam pembinaan olahraga prestasi di Kabupaten Batang Hari. (*)

Dari Satu Pengguna, Polisi Ungkap Jaringan Narkoba di Desa Pompa Air

 

Merdekapost.com – Ketajaman analisis dan kecepatan pengembangan perkara yang dilakukan Tim Kuda Hitam Satresnarkoba Polres Batanghari kembali membuahkan hasil besar. Dalam satu rangkaian operasi pada Rabu, 15 Juli 2026, petugas berhasil membongkar tiga perkara tindak pidana narkotika yang saling berkaitan di Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

Pengungkapan ini bermula dari penangkapan seorang pengguna narkotika yang kemudian membuka jalan bagi terbongkarnya jaringan peredaran sabu di wilayah tersebut. Dari hasil pengembangan cepat di lapangan, petugas kembali mengamankan sejumlah terduga pelaku berikut barang bukti sabu siap edar, timbangan digital, uang hasil transaksi, hingga perlengkapan yang diduga kuat digunakan untuk mendukung aktivitas peredaran narkotika.

Perkara pertama diawali dengan diamankannya Mulyadi (29) sekitar pukul 22.00 WIB. Dari tangan pelaku, petugas menemukan satu paket sabu dengan berat bruto 0,14 gram. Saat diperiksa, Mulyadi mengaku barang haram tersebut diperoleh dari seseorang bernama Fatur.

Berbekal keterangan itu, Tim Kuda Hitam yang dipimpin langsung Kanit Opsnal Satresnarkoba Polres Batanghari, IPDA Eric Meibuqhin Nasution, S.H., M.H., bergerak cepat melakukan pengembangan. Hanya berselang sekitar 15 menit, tim berhasil menemukan dan mengamankan Fatur Rahman (19) bersama Dopi Saputra (28) di sebuah pondok pelotan minyak di Desa Pompa Air.

Kedua terduga sempat berupaya kabur saat hendak diamankan. Bahkan, Fatur diduga sempat membuang sebuah plastik putih untuk menghilangkan jejak barang bukti. Namun upaya itu gagal. Setelah dilakukan penyisiran di sekitar lokasi, petugas menemukan sejumlah paket sabu yang diduga sengaja dibuang untuk mengelabui petugas.

Dari hasil penggeledahan, polisi menyita enam paket sabu, terdiri dari dua paket ukuran sedang dan empat paket kecil dengan berat bruto 9,45 gram. Selain itu, turut diamankan timbangan digital, plastik klip kosong, sendok sabu, wadah plastik, tisu, dua kantong plastik bening, uang tunai Rp2 juta yang diduga hasil transaksi narkotika, serta satu unit telepon genggam.

Dalam pemeriksaan awal, Fatur mengakui dirinya berperan sebagai pengguna sekaligus pengedar sabu. Ia juga menyebut mendapatkan pasokan dari seorang pria berinisial Wita yang kini telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Sementara itu, Dopi diduga berperan sebagai penghubung atau penerima informasi dari calon pembeli sebelum diteruskan kepada Fatur.

Pengembangan kasus tidak berhenti sampai di situ. Berdasarkan keterangan para pelaku, petugas kembali melakukan penelusuran dan berhasil mengamankan Andri (27) di lokasi lain yang masih berada di kawasan Desa Pompa Air.

Saat hendak ditangkap, Andri juga sempat mencoba melarikan diri. Dari sekitar lokasi pelaku, polisi menemukan 40 paket kecil sabu yang disimpan di dalam kotak rokok dengan berat bruto 6,11 gram, berikut alat hisap sabu, telepon genggam, dan satu unit sepeda motor yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran narkotika.

Dalam pemeriksaan, Andri mengaku sebagai pengguna sekaligus penjual sabu. Ia menyebut narkotika tersebut diperoleh dari Fatur, serta mengungkap bahwa transaksi sabu di wilayah itu diduga telah berlangsung berulang kali dan melibatkan pola peredaran yang cukup rapi.

Kasat Narkoba Polres Batanghari, AKP Saprizal, S.H., M.H., menegaskan bahwa pengungkapan ini menjadi bukti nyata keseriusan jajarannya dalam memutus mata rantai peredaran narkotika di Batanghari.

“Kami tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi para pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Batanghari. Dari satu penangkapan, kami kembangkan secara cepat, terukur, dan profesional hingga terbongkar jaringan yang lebih luas. Ini adalah komitmen kami untuk menyelamatkan masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya narkoba.” tegas AKP Saprizal.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus memburu pemasok utama berinisial Wita yang diduga menjadi mata rantai penting dalam jaringan peredaran narkotika di Kecamatan Bajubang.

“Siapa pun yang terlibat, baik sebagai pengguna, pengedar, maupun pemasok, akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Tidak ada kompromi bagi pelaku narkoba. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak takut memberikan informasi kepada kepolisian jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkotika.” ujarnya.

Dari keseluruhan rangkaian pengungkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan empat orang, yakni Mulyadi, Fatur Rahman, Dopi Saputra, dan Andri. Tiga laporan polisi telah diterbitkan dalam proses penanganan perkara ini, sementara penyidik masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Batanghari.

Seluruh tersangka beserta barang bukti kini diamankan di Satresnarkoba Polres Batanghari untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi memastikan pengembangan kasus akan terus dilakukan hingga seluruh jaringan yang terlibat berhasil diungkap tuntas. (*)

Universitas Islam Batang Hari Resmi Miliki Guru Besar Pertama, Dr. Ansori, S.Pd.I., M.Pd.I Raih Jabatan Profesor

 

Merdekapost.com – Universitas Islam Batang Hari (UNISBA) kembali mencatatkan sejarah penting dalam perjalanan pengembangan pendidikan tinggi di Kabupaten Batang Hari. Rektor UNISBA, Prof. Dr. Ansori, S.Pd.I., M.Pd.I., resmi memperoleh jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar (Profesor) dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam.

Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: 040847/MA/KP.07.6/05/2026 tentang Penetapan Jabatan Akademik Fungsional Guru Besar, yang berlaku efektif sejak 1 Juni 2026.

Raihan gelar profesor ini menjadi tonggak bersejarah bagi Universitas Islam Batang Hari karena untuk pertama kalinya kampus tersebut memiliki seorang Guru Besar. Capaian ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen UNISBA dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat kapasitas akademik, serta mendorong pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Keberhasilan Prof. Dr. Ansori tidak terlepas dari dedikasi, integritas, dan perjalanan akademik yang panjang dalam dunia pendidikan Islam. Pencapaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi seluruh dosen dan sivitas akademika UNISBA untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian sebagai bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

Keluarga besar Universitas Islam Batang Hari pun menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas amanah yang diraih oleh Prof. Dr. Ansori. Dengan hadirnya Guru Besar pertama di lingkungan UNISBA, diharapkan kampus ini semakin kokoh dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, khususnya di Provinsi Jambi dan Indonesia pada umumnya.

"Selamat dan sukses kepada Prof. Dr. Ansori, S.Pd.I., M.Pd.I. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta kemudahan dalam mengemban amanah sebagai Guru Besar, dan terus memberikan dedikasi terbaik bagi kemajuan Universitas Islam Batang Hari serta dunia pendidikan Indonesia. (*)

Ibu Muda di Batang Hari Disergap Tim Kuda Hitam, Sempat Buang Tisu Berisi Sabu

Seorang ibu muda berusia 18 tahun disergap Tim Kuda Hitam Satresnarkoba Polres Batang Hari. Ibu muda berinisial GR itu merupakan warga Desa Jebak, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari.(mpc) 

MUARABULIAN - Seorang ibu muda berusia 18 tahun disergap Tim Kuda Hitam Satresnarkoba Polres Batang Hari. 

Ibu muda berinisial GR itu merupakan warga Desa Jebak, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari.

Saat disergap aparat yang operasi pemberantasan narkotika di pinggir jalan, GR sedang berada di atas sepeda motor.

Dia sempat berusaha menghilangkan barang bukti dengan membuang bungkusan tisu yang berisi sabu.

Namun, aksi tersebut diketahui petugas yang telah mengepung lokasi. 

Bungkusan tisu itu langsung diamankan dan ditemukan berisi tiga paket kecil sabu.

Kasatresnarkoba Polres Batang Hari, AKP Saprizal, membenarkan adanya upaya pelaku membuang barang bukti saat proses penangkapan.

"Benar, pelaku merupakan target operasi kami. Saat diamankan di pinggir jalan di atas motornya, pelaku sempat menjatuhkan barang bukti yang dibalut menggunakan tisu," kata Saprizal, Jumat (10/7/2026).

Usai mengamankan GR, petugas melakukan interogasi awal di lokasi dengan disaksikan Ketua RT dan warga setempat. Pengembangan kemudian dilakukan dengan menggeledah rumah pelaku serta rumah tetangganya.

"Dari hasil penggeledahan di rumah tetangga pelaku, tim kembali menemukan empat paket sabu siap edar yang disembunyikan di dalam sebuah kopiah hitam di dalam kamar," ujarnya.

Dari rangkaian penggeledahan tersebut, polisi menyita tujuh paket kecil sabu dengan berat bruto 3,80 gram, puluhan plastik klip kosong, tisu, kopiah hitam, serta satu unit sepeda motor yang diduga digunakan pelaku.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penyidik menduga GR memperoleh sabu dari seseorang berinisial R.

"Dari hasil interogasi, pelaku GR mengakui mendapatkan pasokan narkotika jenis sabu tersebut dari saudari R, yang tidak lain adalah ibu kandungnya sendiri," ungkap Saprizal.

Polisi juga mengungkap bahwa sebelum penangkapan GR, suaminya lebih dulu diamankan dalam perkara narkotika.

Saat ini, GR beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Batang Hari untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. 

Polisi juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan pemasok narkotika tersebut.

Penangkapan GR berlangsung pada malam yang sama ketika aksi sekelompok emak-emak menggerebek lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi narkoba di Desa Rantau Kapas Mudo, Kecamatan Muara Tembesi.

Sebelumnya, video emak-emak itu viral di media sosial.(*) 

Lapor Pak Bupati, Diduga Kepsek Zolim Rampas Hak Sertifikasi Oknum Guru

 

Merdekapost.com – Persoalan pembagian jam mengajar yang berimbas pada hak sertifikasi guru diduga terjadi di SD Negeri 187/1 Teratai, Kabupaten Batang Hari. Seorang guru berinisial IS mengaku keberatan atas kebijakan kepala sekolah yang menurutnya menghilangkan jam mengajar yang selama ini menjadi dasar pemenuhan beban kerja sertifikasi.

Kepada wartawan, IS mengaku telah mengajar di sekolah tersebut selama lebih dari satu tahun, dan selama itu memperoleh jam mengajar sesuai ketentuan sehingga dapat menerima tunjangan profesi guru (sertifikasi).

Namun, pada semester berjalan, ia mengaku diminta melepaskan jam mengajar yang selama ini diampunya, untuk dialihkan kepada guru lain yang baru menyelesaikan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Menurut IS, ia juga mendapat tekanan agar menerima keputusan tersebut.

"Saya tidak takut dengan siapa pun, saya kepala sekolahnya, siap pasang badan dan siap dipindahkan ke mana pun," ujar IS menirukan perkataan yang diduga disampaikan kepala sekolah.

Ia juga mengaku mendengar pernyataan, "Kalau tidak suka silakan pindah dari SD sini, cari sekolah yang ada jam kosongnya."

Merasa haknya sebagai guru sertifikasi dirugikan, Iwit berharap Pemerintah Kabupaten Batang Hari, khususnya Bupati melalui Dinas Pendidikan, dapat turun tangan untuk menelusuri dan menyelesaikan persoalan tersebut sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala SDN 187/1 Teratai, Maria Fitri, membantah tuduhan tersebut.

Saat dikonfirmasi, Maria Fitri menyatakan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

"Cerita itu tidak benar, tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Iwit datang ke sekolah ketika posisi guru kami sudah berlebih. Dari awal kami sudah menolak dan menyarankan pindah karena sekolah tidak membutuhkan lagi, sebab guru kami sudah berlebih," jelas Maria Fitri.

Menanggapi penjelasan tersebut, Iwit kembali memberikan klarifikasi. Menurutnya, persoalan yang dipermasalahkan bukan lagi mengenai penempatan dirinya saat pertama kali bertugas di sekolah tersebut, melainkan mengenai pembagian jam mengajar pada semester ini.

"Yang dibahas sekarang masalah jam mengajar semester ini, bukan waktu saya pertama masuk. Saya sudah lebih dari setahun di sekolah ini. Kalau memang dari awal tidak menghendaki saya di sekolah itu, mengapa selama setahun kemarin saya tetap diberikan jam mengajar?" ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, persoalan ini juga menjadi pembahasan di grup WhatsApp para guru.

Redaksi telah menerima tangkapan layar percakapan tersebut sebagai bagian dari dokumen pendukung. Namun, isi percakapan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan benar atau tidaknya dugaan yang disampaikan, sehingga masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Hari terkait polemik pembagian jam mengajar di SDN 187/1 Teratai. (*)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs