Isi Kemerdekaan dengan Aksi Nyata, Bupati Monadi Pimpin Warga Bersihkan Sungai Siulak Mukai

KERINCI - Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan dengan aksi nyata. 

Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si, turun langsung bersama masyarakat melaksanakan aksi bersih sungai di wilayah Kecamatan Siulak Mukai, Senin (24/8/2026).

Dengan semangat gotong royong, Bupati Monadi bersama Kadis Lingkungan Hidup Neneng Susanti, S.Hut., M.Si., Camat Siulak Mukai, unsur Forkopimcam, pemerintah desa, dan masyarakat bahu-membahu membersihkan sungai.

Karena kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang mengisi kemerdekaan dengan kepedulian dan aksi nyata untuk daerah dan lingkungan.

Mari jaga sungai, jaga lingkungan, dan terus hidupkan semangat gotong royong demi Kerinci yang bersih, sehat, dan nyaman.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.(Adz)

Momen HUT RI ke-81, Aksi Pembersihan Sampah Jalur Pendakian Gunung Tujuh, 580 Kilogram Sampah Terkumpulkan

KERINCI — Pada Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kerinci di isi dengan kegiatan peduli lingkungan. Sebanyak 150 peserta terlibat dalam aksi bersih-bersih di kawasan pendakian Danau Gunung Tujuh.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Aksi Bersih di 81 Kawasan Konservasi yang di gelar Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BB TNKS), Minggu (16/8/2026).

Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari relawan, mahasiswa hingga anggota Pramuka. Mereka menyusuri jalur pendakian untuk mengumpulkan sampah yang ditemukan di kawasan konservasi tersebut.

Aksi bersih lingkungan itu mencakup area sepanjang sekitar 41,3 kilometer. Dari kegiatan tersebut, peserta berhasil mengumpulkan dan mengangkut sekitar 580 kilogram sampah.

Dari total sampah yang terkumpul, sekitar 30 kilogram di antaranya masih memiliki nilai daur ulang. Sampah tersebut kemudian diserahkan kepada pemulung lokal agar dapat dimanfaatkan kembali.

Penelaah Teknis Kebijakan BB TNKS, Meri Deswita, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya menjaga kebersihan kawasan wisata alam sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menciptakan kawasan wisata alam yang bersih sekaligus mengajak masyarakat mencintai lingkungan,” ujar Meri, Senin (17/8/2026).

Sampah Di bawa Turun dari Jalur Pendakian

Meri menjelaskan, sampah yang di kumpulkan peserta di bawa turun dari kawasan pendakian. Selanjutnya, sampah ditimbang dan di pilah sebelum di bawa ke tempat pembuangan akhir.

Dalam kegiatan tersebut, tim juga menemukan sedikitnya delapan kantong plastik berukuran besar yang berisi sampah dari sepanjang jalur pendakian Danau Gunung Tujuh.

Menurut Meri, kegiatan bersih-bersih tidak hanya bertujuan mengurangi sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan wisatawan agar lebih bertanggung jawab ketika berada di kawasan konservasi.

Ia mengimbau pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan serta membawa kembali sampah yang di hasilkan selama melakukan aktivitas di kawasan wisata.

“Ini juga menjadi edukasi bagi masyarakat agar mencintai alam dan tidak membuang sampah sembarangan. Dengan begitu, kawasan tetap bersih dan indah,” katanya.

Momentum Kemerdekaan untuk Menjaga Lingkungan

Aksi bersih di kawasan Danau Gunung Tujuh menjadi salah satu cara memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI melalui kegiatan nyata dan semangat gotong royong.(*)

Darurat Sampah di 'Kota Kampus', Bau Busuk Kepung Sekolah, Dinas LH Ngaku Kewalahan

Kota Kampus Darurat Sampah: Bau Busuk Kepung Sekolah, Dinas LH Ngaku Kewalahan.(Adz)

MUARO JAMBI, MP – Pemandangan kumuh dan aroma tak sedap kini menjadi "sajian" harian bagi warga serta pengendara yang melintasi 'Kota Kampus' Mendalo Darat, Jambi Luar Kota. Tumpukan sampah rumah tangga terpantau mengular di wilayah RT 13 dan RT 21, menciptakan polusi visual dan bau busuk yang menyengat tajam, pada Selasa (7/4/2026). 

Kondisi ini kian memprihatinkan lantaran titik penumpukan sampah berada tepat di depan area sekolah. Tak pelak, lingkungan belajar mengajar pun ikut terancam oleh risiko kesehatan dan ketidaknyamanan aroma yang terbawa angin.

Bagi para pengguna jalan, melintasi ruas jalan ini telah menjadi tantangan tersendiri. Sampah yang sebagian menggunung dan sebagian lagi tercecer hingga ke bahu jalan membuat akses terasa sempit dan kotor.

Baca Juga: Bandar 58 Kg Sabu Kabur dari Polda Jambi, Alung Lompat dari lantai 2, Kelalaian atau Skenario?

“Baunya menyengat sekali, apalagi kalau siang hari. Kami yang lewat ini jadi tidak nyaman, harus tahan napas,” keluh Fahmi, salah seorang pengendara motor yang rutin melintasi kawasan tersebut.

Menanggapi carut-marut pengelolaan limbah tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muaro Jambi angkat bicara. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Muhammad Rifai, berdalih bahwa pihaknya bukannya abai, melainkan terkendala teknis operasional.

Menurut Rifai, pengangkutan sampah sebenarnya dilakukan secara rutin setiap hari. Namun, laju produksi sampah rumah tangga di Mendalo Darat jauh melampaui kemampuan angkut armada yang ada.

Baca Juga: Krisis Kepercayaan di Sakti Alam Kerinci: Nyali Kejari Sungai Penuh Diuji dalam Kasus PJU

Fakta pengelolaan sampah di lapangan mulai dari intensitas pengangkutan yang dilakukan setiap hari, serta keterbatasan jumlah armada truk sampah, dan truk seringkali sudah penuh sebelum seluruh titik sampah di desa tersebut terangkut.

"Diangkut tiap hari, tapi karena jumlah sampah banyak jadi tidak terangkut semua. Terpaksa diangkut sebagian lantaran mobilnya sudah penuh," ujar Rifai memberikan klarifikasi.

Hingga berita ini diturunkan, tumpukan sampah masih terlihat menghiasi pinggir jalan Mendalo Darat. Tanpa adanya penambahan armada atau sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dari hulu, warga khawatir kondisi ini akan terus berulang dan berdampak buruk pada kesehatan lingkungan, terutama bagi para siswa yang sekolahnya berhadapan langsung dengan "gunung" limbah tersebut. (Red) 

Wisatawan: Keindahan Danau Kerinci tercoreng Karena banyak Sampah!

Wisatawan luar daerah yang berwisata kedanau kerinci kecewa: Keindahan Danau Kerinci tercoreng Karena banyak Sampah!.(Ist)

KERINCI - Kondisi miris dan menjadi persoalan yang sejak beberapa waktu terakhir terjadi di Kerinci adalah terkait banyaknya sampah yang berserakan.

Tumpukan sampah itu terlihat dibeberapa titik disepanjang jalan dan bahkan yang paling miris sampah juga menumpuk di objek-objek wisata yang seharusnya mempertontonkan keindahan namun malah sebaliknya.

Seperti yang terjadi di Salah satu Destinasi wisata ternama kabupaten kerinci, danau kerinci mendapat sorotan dan keluhan dari wisatawan luar daerah, bukan karena tarif masuk, tapi keindahan danau tercoreng dengan adanya sampah.

Bacaan Lainnya:
Salah seorang wisatawan dari Sarolangun, Yoga Adiansah yang berkunjung ke danau kerinci hari ini,(24/03/2026) merasakan sedikit kecewa, dengan adanya sampah dan kurangnya rasa sadar lingkungan.
“Sebenarnya danaunya indah, tapi dengan sampah yg seperti ini kita sebagai pengunjung sedikit kecewa, jorok banget, menghalang keindahan yang ada, kasian pengunjung dari luar daerah menaruh kesan jorok di danau, ungkapnya ”.
Dan ia berharap kepada pemerintah serta masyarakat agar lebih menjaga keindahan danau kerinci dan pentingnya masyarakat menumbuhkan rasa kepedulian nya terhadap lingkungan dan pentingnya rasa sadar lingkungan.
“ Mudah2an tahun depan liburan kesini ada perbaikan, tutupnya”. Semoga,,,(Adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs