Pemkot Sungai Penuh keluarkan Tarif Parkir Terbaru Kendaraan Roda dua dan Empat

Merdekapost.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Sungai Penuh resmi menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 54 Tahun 2026 yang mengatur tata kelola retribusi parkir di tepi jalan umum.

Aturan baru tersebut menjadi dasar penataan pengelolaan parkir di sejumlah ruas jalan dalam wilayah Kota Sungai Penuh. Salah satu perubahan yang langsung dirasakan masyarakat adalah penyesuaian tarif parkir kendaraan.

Melalui Perwako tersebut, tarif parkir sepeda motor yang sebelumnya Rp1.000 untuk sekali parkir kini menjadi Rp2.000. Sementara tarif kendaraan roda empat naik dari Rp2.000 menjadi Rp3.000 untuk sekali parkir.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sungai Penuh, Dianda Putra, S.STP., M.Si., yang juga menjabat sebagai Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, mengatakan aturan tersebut diterbitkan setelah dilakukan kajian terhadap pengelolaan retribusi parkir.

Menurut Dianda, Perwako Nomor 54 Tahun 2026 bukan untuk mengubah aturan pokok yang telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2016. Regulasi baru tersebut lebih diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan teknis di lapangan.

“Pada prinsipnya kita tidak mengubah substansi Perda yang sudah ada. Perwako ini memperkuat Perda sekaligus menjadi petunjuk teknis mengenai tata kelola dan besaran retribusi parkir,” ujar Dianda.

Tarif Parkir Motor Rp2.000, Mobil Rp3.000

Penyesuaian tarif menjadi salah satu poin yang mendapat perhatian dalam penerapan Perwako terbaru.

Untuk kendaraan roda dua, pengguna jasa parkir dikenakan tarif Rp2.000 sekali parkir. Adapun kendaraan roda empat dikenakan Rp3.000 sekali parkir.

Dianda menjelaskan, perubahan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan hasil kajian serta kondisi pengelolaan parkir yang berkembang di Sungai Penuh.

“Sudah hampir enam tahun tarif parkir mengacu pada ketentuan sebelumnya. Karena itu, penyesuaian tarif melalui Perwako ini dinilai wajar setelah dilakukan kajian,” jelasnya.

Pemkot juga melakukan pemetaan terhadap lokasi parkir berdasarkan tingkat kepadatan kendaraan. Hasil pemetaan membagi titik parkir menjadi tiga kategori, yakni ramai, sedang, dan sepi.

Kategori ramai ditetapkan untuk lokasi yang memiliki lebih dari 300 kendaraan terparkir per hari. Lokasi dengan jumlah kendaraan sekitar 200 hingga 300 unit masuk kategori sedang, sedangkan titik dengan jumlah kendaraan kurang dari 200 unit per hari dikategorikan sepi.

Berdasarkan uji petik Dishub, terdapat tujuh titik parkir kategori ramai, 15 titik kategori sedang, dan 12 titik kategori sepi.

Ini Daftar Kawasan Parkir yang Dipetakan Dishub

Sejumlah lokasi dengan tingkat aktivitas parkir tinggi berada di kawasan strategis Kota Sungai Penuh. Di antaranya Kincai Plaza, pintu masuk dan depan Pasar Tanjung Bajure, kawasan RSUD Mayjen H.A. Thalib, pelataran Alun-Alun Lapangan Merdeka, Terminal Tipe C, serta kawasan objek wisata Bukit Khayangan.

Untuk kategori sedang, titik parkir tersebar di sejumlah ruas pusat kota. Beberapa di antaranya berada di kawasan dealer Yamaha hingga Optik Dian, depan Rumah Makan Keluarga hingga minimarket Athaya, Toko Gigi Sentosa hingga Toko Sepatu Idola, Rumah Makan Pak Wo hingga Apotek R&D, serta kawasan Toko Buku Citra hingga Rico Offset.

Lokasi lainnya mencakup sejumlah ruas di sekitar Kincai Plaza dan kawasan Pangkalan Ojek SPN.

Adapun kategori sepi meliputi ruas jalan dari Sate Buyung hingga Ampera Marantama, kawasan Toko Rajawali hingga Apotek Sari, sekitar Toko MK Belaty Store, area Kincai Plaza di bawah jembatan penyeberangan untuk kendaraan roda empat, kawasan Toko Mas Bunga Setangkai, Gang Pasar Baru, serta sejumlah lokasi parkir khusus.

Dishub menyatakan seluruh titik tersebut masih memasuki tahap sosialisasi kepada masyarakat dan pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan parkir.

Pengelolaan dapat dilakukan bersama pihak ketiga melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dishub. Setelah perjanjian disepakati dan ditandatangani, Dishub akan menerbitkan Surat Perintah Tugas (SPT) sebagai dasar bagi pengelola menjalankan tugas di lapangan.


Pengelola parkir diwajibkan memberikan karcis resmi kepada setiap pengguna jasa. Karcis tersebut berfungsi sebagai bukti pembayaran sekaligus membantu masyarakat mengetahui nominal retribusi yang dibayarkan.

“Pihak kedua berkewajiban memberikan karcis resmi kepada setiap pengguna jasa parkir, sehingga masyarakat mengetahui nilai pungutan sekaligus memiliki bukti pembayaran,” kata Dianda.

Dari sisi pemerintah, Dishub berkewajiban menyediakan karcis resmi, memasang perlengkapan maupun alat peraga parkir, serta melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pengelolaan parkir.

Pemkot Sungai Penuh berharap penerapan Perwako tersebut dapat membuat sistem parkir lebih teratur dan transparan. Masyarakat juga diharapkan memperoleh kepastian mengenai tarif yang harus dibayarkan ketika menggunakan jasa parkir di tepi jalan umum.

“Kita harapkan dengan terbitnya Perwako Nomor 54 Tahun 2026 ini, seluruh pihak yang terlibat memahami hak dan kewajibannya masing-masing.

Dengan demikian, sistem pengelolaan parkir dapat berjalan lebih tertib, memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, serta berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” pungkasnya.

Dengan adanya aturan baru ini, masyarakat Sungai Penuh perlu mengetahui tarif resmi sekaligus memastikan pembayaran parkir disertai karcis. Bagi pemerintah daerah, penataan tersebut diharapkan dapat menekan potensi pungutan yang tidak sesuai ketentuan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan parkir di kawasan perkotaan.(*)

Dua Negeri Beradik Kakak Kompak Torehkan Prestasi! Kerinci dan Sungai Penuh Sabet Apresiasi Kemendagri

Merdekapost.com – Dua daerah bertetangga di Provinsi Jambi, Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional Sumatera.

Menariknya, keberhasilan tersebut hadir hampir bersamaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.

Kabupaten Kerinci berhasil meraih Terbaik II dalam ajang apresiasi pemerintah daerah berprestasi regional Sumatera dengan mendapatkan 250 Bedah Rumah.

Sementara itu, Kota Sungai Penuh yang merupakan pemekaran Kabupaten Kerinci juga mendapatkan apresiasi pada kategori Akses Penduduk terhadap Layanan Pendidikan, dengan dukungan apresiasi sebesar Rp1,5 miliar dari Kemendagri.

Penghargaan tersebut diterima dalam kegiatan yang digelar di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga: Pemkot Sungai Penuh Ucapkan Selamat kepada Kabupaten Kerinci atas Apresiasi Program 3 Juta Rumah

Capaian dua daerah yang secara geografis bertetangga ini menjadi kabar positif bagi masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan program dan kebijakan yang berdampak bagi masyarakat.

Bagi Kabupaten Kerinci, mendapatkan 250 unit bedah rumah predikat Terbaik II menjadi bentuk pengakuan atas kinerja pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.

Sementara bagi Kota Sungai Penuh, apresiasi pada sektor pendidikan memperlihatkan adanya perhatian terhadap peningkatan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan.

Dua Daerah Beradik Kakak, Raih Dua Prestasi

Kerinci dan Sungai Penuh selama ini memiliki hubungan yang sangat erat. Selain berbatasan secara wilayah, masyarakat kedua daerah juga memiliki hubungan sosial, budaya, ekonomi dan pemerintahan yang kuat. Kota Sungai penuh adalah Pemekaran dari Kabupaten Kerinci

Kedekatan tersebut semakin terlihat dari hubungan baik antara kedua kepala daerah. Bupati Kerinci Monadi dan Wali Kota Sungai Penuh Alfin dikenal memiliki hubungan yang akrab, sehingga komunikasi dan silaturahmi antara kedua daerah berjalan dengan baik.

Keharmonisan para pemimpin daerah tetangga ini menjadi energi positif dalam membangun kawasan Kerinci dan Sungai Penuh secara bersama-sama.

Prestasi yang diraih kali ini pun menjadi momentum untuk memperkuat sinergi. Sebab, kemajuan satu daerah pada akhirnya juga memberikan dampak positif bagi daerah tetangga, terutama dalam bidang pelayanan publik, pendidikan, ekonomi, pariwisata dan pembangunan sumber daya manusia.

Baca Juga: 

Presiden Prabowo Sapa 10 Ribu Massa Aksi Damai di GBK, Don Muzakir: Program Rakyat Harus Dijaga dan Dikawal

Jambi Raih Penghargaan Daerah Berprestasi, Dapat Rp 5 Miliar untuk Bedah 250 Rumah

Satu Lagi Prestasi Nasional, Wali Kota Sungai Penuh Terima Penghargaan dan Insentif Rp1,5 Miliar dari Kemendagri

Hadiri Upacara Hari Pramuka dan Jamnas 2026 di Cibubur, Wabup Kerinci Titip Pesan untuk Pramuka Kerinci, Jaga Nama Baik Daerah

Dengan raihan tersebut, masyarakat tentu berharap penghargaan dari pemerintah pusat tidak hanya menjadi sebuah simbol prestasi, tetapi juga mendorong lahirnya program yang semakin nyata dan dirasakan langsung manfaatnya.

Kerinci dan Sungai Penuh boleh berbeda administrasi pemerintahan, namun semangat membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetap dapat berjalan beriringan.

Dua daerah tetangga, dua prestasi, dan satu semangat, membawa nama Kerinci dan Sungai Penuh semakin diperhitungkan di tingkat regional Sumatera.(Editor: Aldie HR /Sumber: explorenews.id)

Fahruddin Resmi Mundur dari Jabatan Ketua Komisi II DPRD Sungai Penuh, Begini Alasannya!

Fahruddin, S.Pd Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh yang mengundurkan diri. (Ilustrasi AI)

Sungai Penuh – Anggota DPRD Kota Sungai Penuh dari Fraksi Partai Golkar, Fahruddin, resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh. Pernyataan pengunduran diri tersebut disampaikannya dalam rapat paripurna DPRD dan kemudian dipublikasikan melalui akun media sosial pribadinya.

Dalam unggahannya, Fahruddin menyebut keputusan itu diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral karena dirinya merasa belum berhasil meyakinkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar tiga persen pada tahun anggaran 2027.

"Hari ini saya resmi mengundurkan diri sebagai Ketua Komisi II yang membidangi PAD dan sudah saya sampaikan dalam rapat paripurna hari ini," tulis Fahruddin dalam unggahan di media sosialnya.

Baca Juga: Wawako Azhar Hamzah Ikuti Zoom Meeting Bersama Mendagri Bahas Program MBG

Menurut Fahruddin, sebagai pimpinan Komisi II yang membidangi sektor pendapatan daerah, ia merasa perlu mempertanggungjawabkan hasil kerja yang menurut penilaiannya belum mampu mendorong peningkatan target PAD sebagaimana yang diharapkannya.

Selain itu, dalam unggahan yang sama, Fahruddin juga menyampaikan kritik terhadap proses pembahasan kebijakan pendapatan daerah. Ia menyatakan menilai adanya kurangnya ketegasan dalam pengambilan kebijakan, serta mempertanyakan penurunan target PAD tahun 2027 di tengah potensi penerimaan daerah yang menurutnya masih dapat dioptimalkan.

Baca Juga: Dituntut 3,5 Tahun, Jasman Eks Kades Muara Hemat Sebut Ada Pihak Lain yang Terlibat, Kuasa Hukum akan Sampaikan saat Pembelaan

Fahruddin juga mengaku telah meminta Wali Kota agar memberikan evaluasi terhadap OPD pengelola PAD apabila dinilai tidak bekerja secara optimal dan tidak transparan. Ia juga menyampaikan kekecewaannya karena merasa pandangan yang disampaikannya tidak memperoleh dukungan penuh, bahkan mendapat penolakan dari sebagian anggota DPRD.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi Fahruddin sebagaimana disampaikan melalui media sosialnya. Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan resmi dari pimpinan DPRD, TAPD, maupun Pemerintah Kota Sungai Penuh terkait pernyataan dan alasan pengunduran diri tersebut.

Di kalangan masyarakat, Fahruddin dikenal sebagai salah satu anggota DPRD yang kerap menyuarakan berbagai persoalan publik, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan pendapatan daerah dan pelayanan kepada masyarakat. 

Baca Juga: Ketika Pers Tegak Lurus, Korupsi Tak Bisa Sembarang Menjalar

Sejumlah warga menilai sikap kritis dan konsistensinya dalam menyampaikan aspirasi publik menjadi salah satu alasan mengapa ia mendapat perhatian dan dukungan dari sebagian masyarakat.

Pengunduran diri Fahruddin dari jabatan Ketua Komisi II menjadi perhatian publik karena dilakukan di tengah pembahasan target PAD Kota Sungai Penuh tahun 2027. Langkah tersebut dipandang sebagai bentuk pertanggungjawaban politik atas sikap dan prinsip yang diyakininya dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan pendapatan daerah.(Adz)

Satu Lagi Prestasi Nasional, Wali Kota Sungai Penuh Terima Penghargaan dan Insentif Rp1,5 Miliar dari Kemendagri

Satu Lagi Prestasi Nasional, Wali Kota Sungai Penuh Terima Penghargaan dan Insentif Rp1,5 Miliar dari Kemendagri.(Doc: Istimewa)

SUNGAI PENUH — Pemerintah Kota Sungai Penuh kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Wali Kota Sungai Penuh menerima Penghargaan Apresiasi Bagi Pemerintah Daerah Berprestasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diraih untuk Kategori Akses Penduduk Terhadap Layanan Pendidikan, yang disertai dengan alokasi dana insentif sebesar Rp1,5 Miliar.

Penyerahan penghargaan dan secara simbolis dilakukan oleh Menko Polkam RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, dalam sebuah acara apresiasi nasional yang dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah dari seluruh Indonesia.

Pencapaian ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas akses layanan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat di Kota Sungai Penuh.

Wali Kota menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya tenaga pendidik dan instansi terkait, atas kerja keras dan sinergi yang terus dibangun demi kemajuan dunia pendidikan di Kota Sungai Penuh.(Adz)

Pendapatan Daerah Naik 5 Milyar, Wawako Azhar Hamzah Sampaikan Pengantar Perubahan KUA-PPAS APBD Sungai Penuh 2026

Pendapatan Daerah Naik 5 Milyar, Wawako Azhar Hamzah Sampaikan Pengantar Perubahan KUA-PPAS APBD Sungai Penuh 2026, Rabu (12/08). (Adz/Merdekapost)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menyampaikan Pengantar Wali Kota Alfin, S.H terkait Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Rancangan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Sungai Penuh, Rabu (12/8/2026).

Rapat tersebut dihadiri Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa, S.Sos., M.M., Wakil Ketua DPRD Hardizal, S.Sos., M.H., Wakil Ketua DPRD Emrizal, S.Pt., serta anggota DPRD Kota Sungai Penuh.

Sesuaikan Anggaran dengan Kondisi Keuangan Daerah

Azhar Hamzah menjelaskan, perubahan KUA dan PPAS merupakan tindak lanjut Perubahan RKPD Kota Sungai Penuh Tahun 2026 yang ditetapkan melalui Peraturan Wali Kota Sungai Penuh Nomor 52 Tahun 2026 pada 28 Juli 2026.

Pemerintah Kota Sungai Penuh menyesuaikan kebijakan anggaran dengan perkembangan kondisi keuangan daerah, terutama proyeksi pendapatan, alokasi belanja, pembiayaan, serta sejumlah pergeseran anggaran.

Baca Juga:

Sambut HUT RI ke-81, Bandara Depati Parbo Kerinci Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Donor Darah

Kasasi Ditolak Kasus Perusakan Bollard, Fahrudin Akan Laporkan Dinas PUPR Kota Sungai Penuh ke Ombudsman

Petani di Sungai Deras Kerinci Jadi Korban KDRT, Luka Robek Dikepala, Suami Ditemukan Meninggal di Pohon Cengkeh

Pemkot juga menyesuaikan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 berdasarkan hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi sebesar Rp936.681.841,13 untuk digunakan pada Tahun Anggaran 2026.

Pendapatan Daerah Naik Rp5 Miliar

Dalam rancangan perubahan KUA dan PPAS, pendapatan daerah naik dari Rp696,94 miliar menjadi Rp701,97 miliar.

Pendapatan tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah.

PAD meningkat dari Rp105,17 miliar menjadi Rp105,85 miliar. Sementara pendapatan transfer naik dari Rp590,38 miliar menjadi Rp594,75 miliar.

Bacaan Lainnya:

Dorong Brand Pariwisata yang Berdaya Saing, Disparbud Kerinci Bekali 30 Tour Guide

Akhirnya NY (48) Warga Sungai Deras Kerinci Korban KDRT Meninggal Dunia, Menyusul Sang Suami yang Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh

Azhar mengatakan perubahan KUA dan PPAS menjadi langkah pemerintah daerah untuk menyesuaikan kebijakan penganggaran dengan kondisi keuangan dan kebutuhan pembangunan.

Pemerintah Kota Sungai Penuh bersama DPRD selanjutnya membahas rancangan tersebut dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta kepentingan masyarakat.

Pemkot berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah agar kebijakan anggaran mampu mendukung pembangunan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Adz)

Safari Jumat di Dujung Sakti, Wako Sungai Penuh Alfin Serap Aspirasi Warga dan Serahkan CSR

 

Safari Jumat di Dujung Sakti, Wako Sungai Penuh Alfin Serap Aspirasi Warga dan Serahkan CSR di Masjid Nurul Huda, Desa Dujung Sakti, Kecamatan Koto Baru, Jumat (24/7) 

Sungai Penuh – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, kembali melaksanakan Safari Jumat di Masjid Nurul Huda, Desa Dujung Sakti, Kecamatan Koto Baru, Jumat (24/7). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda rutin Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Kehadiran Wako Alfin disambut hangat oleh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat setempat. Suasana penuh kekeluargaan mewarnai rangkaian kegiatan yang diawali dengan pelaksanaan Salat Jumat berjamaah.

Dalam sambutannya, Wako Alfin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program pembangunan dan pelayanan publik yang berpihak kepada kepentingan warga.

“Melalui Safari Jumat ini, kami ingin mendengar langsung masukan dan harapan masyarakat, sehingga program pembangunan yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga,” ujar Alfin.

Ia menambahkan, Safari Jumat bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi wadah memperkuat komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat guna memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan berjalan tepat sasaran.

Usai Salat Jumat, kegiatan dilanjutkan dengan dialog bersama tokoh masyarakat dan jamaah Masjid Nurul Huda. Berbagai aspirasi yang disampaikan warga menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Kota dalam menyusun program pembangunan ke depan.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Alfin juga menyerahkan bantuan sebesar Rp5 juta kepada Masjid Nurul Huda. Bantuan yang berasal dari dana CSR Bank 9 Jambi itu diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan fasilitas masjid.

“Semoga bantuan ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk mendukung pembangunan Masjid Nurul Huda, sehingga semakin nyaman digunakan masyarakat dalam beribadah,” tutupnya.(Adz)

Ini Pesan Wako Alfin Saat Hadiri Pengukuhan Ketua dan Pengurus DWP Kota Sungai Penuh Masa Bakti 2024–2029

Walikota Sungai Penuh, Alfin, SH menghadiri acara Pengukuhan Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Sungai Penuh Masa Bakti 2024 - 2029 yang berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Kamis (23/7/2026).(Foto: Istimewa)

SUNGAI PENUH -  Walikota Sungai Penuh, Alfin, SH menghadiri acara Pengukuhan Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Sungai Penuh Masa Bakti 2024 - 2029 yang berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Kamis (23/7/2026).

Pengukuhan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jambi, Ny. Hj. Iin Kurniasih Sudirman, sebagai bentuk pengesahan kepengurusan DWP Kota Sungai Penuh untuk masa bakti lima tahun ke depan.

Mengusung tema "Dharma Wanita Persatuan Perempuan Berdaya, Perempuan Inovatif Menuju Sungai Penuh Juara 2030", kegiatan ini dihadiri Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Sekretaris Daerah Alpian, unsur Forkopimda, Ketua TP-PKK Kota Sungai Penuh, para kepala OPD, perwakilan BUMN dan BUMD, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, Ketua Bhayangkari, serta tamu undangan lainnya.

Baca Juga: Hermendizal Kadinkes Kerinci Tegaskan: Layanan Kesehatan Hak Masyarakat Paling Utama, Tugas Kita Berusaha Mewujudkannya

Dalam sambutannya, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Sungai Penuh, Ny. Winda Alpian, menyampaikan bahwa pengukuhan yang dilaksanakan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.

"Pengukuhan hari ini merupakan sebuah amanah pengabdian yang harus kami emban dengan penuh rasa tanggung jawab. Kami berkomitmen menjalankan program kerja organisasi serta bersinergi dengan pemerintah daerah demi kemajuan Kota Sungai Penuh," ujarnya.

Sementara itu, Walikota Sungai Penuh Alfin, SH menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua dan seluruh pengurus Dharma Wanita Persatuan Kota Sungai Penuh yang baru saja dikukuhkan.

Ia berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi organisasi secara optimal, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah.

Baca Juga: Gara-gara Sopir Turunkan Penumpang Wanita Sendirian di Jalan Saat Hujan, Tidak Diantar ke Alamat, Travel Safa Marwa Disorot

"Saya mengucapkan selamat kepada Ketua dan seluruh Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kota Sungai Penuh yang telah dikukuhkan. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh dedikasi, serta mampu mengimplementasikan tugas pokok organisasi dan terus mendukung setiap program Pemerintah Kota Sungai Penuh menuju Sungai Penuh Juara, yakni kota yang maju, adil, dan sejahtera," kata  Wako Alfin.

Wali Kota juga mendorong seluruh jajaran DWP agar terus menjadi organisasi yang aktif, kreatif, inovatif, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan perempuan, peningkatan kualitas keluarga, dan pembangunan sumber daya manusia di Kota Sungai Penuh.

Acara pengukuhan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara Dharma Wanita Persatuan dengan Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam mewujudkan visi pembangunan daerah menuju Sungai Penuh Juara 2030.(*Adz)

Pemkot Sungai Penuh Ajak Warga Nobar FINAL PIALA DUNIA 2026: Spanyol Vs Argentina


Sungai Penuh - Pemkot Sungai Penuh Ajak Warga Nobar FINAL PIALA DUNIA 2026. Spanyol  Vs Argentina 

Mari ramaikan dan semarakkan Nonton Bareng Final Pesta Bola Dunia 2026 bersama Keluarga, Teman dan Pecinta Bola

Spanyol vs Argentina

🕘 Start Nobar: Pukul 21.00 WIB

⚽ Kick Off: Senin, 20 Juli 2026 Pukul 02.00 WIB

📍 Taman Tugu 17 Kota Sungai Penuh

Ayo ajak keluarga, sahabat, dan tetangga untuk menikmati pertandingan final dalam suasana yang aman, nyaman, dan penuh kebersamaan.

Mari kita dukung tim favorit dengan semangat sportivitas serta bersama-sama menjaga ketertiban, kebersihan, dan keamanan selama kegiatan berlangsung.

Datang dengan semangat membara, pulang dengan damai. Sampai jumpa di lokasi!

5 Pimpinan BAZNAS Kota Sungai Penuh Ditetapkan, Siapa saja?

 

Sungai Penuh - Pemerintah Kota Sungai Penuh mengumumkan hasil seleksi calon pimpinan BAZNAS kota Sungai penuh berdasarkan hasil seleksi penilaian  BAZNAS RI Nomor R/3699/BPR1-BHKL/KETUA/KD.02.05/VI/2026 tertanggal 9 Juni 2026.

Adapun nama-nama 5 Pimpinan Baznas tersebut adalah:

1. Muhammad Ajmain, S.Pd (Unsur Tokoh masyarakat Islam)

2. Aulia, S.Pd (Unsur Ulama)

3. Marsal, Sh,MH (Tenaga Profesional)

4. Samsuddin, S.Pd.I (Tokoh masyarakat Islam)

5. Yapendra, SHI (Tokoh masyarakat Islam)

Berdasarkan keputusan walikota Sungai Penuh ini masa kerja para pimpinan Baznas adalah selama 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal ditetapkan yaitu pada tanggal 6 Juli 2026.

(Adz)

Ketika Adat, Pemimpin dan Harapan Bertemu di Kenduri Sko 5 Desa Tanjung Pauh Mudik

Kerinci - Langit cerah menaungi Lapangan Bola Kaki Bukit Pulai, Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, Minggu (5/7/2026) sore. Ribuan masyarakat memadati lokasi Kenduri Sko Lima Desa, sebuah perayaan adat yang hanya digelar sekali dalam lima tahun.

Momentum sakral ini bukan sekadar ajang berkumpulnya anak jantan dan anak batino yang pulang ke kampung halaman. Kenduri Sko juga menjadi ruang pertemuan antara masyarakat adat dan para pemimpin daerah. Tiga kepala daerah hadir langsung dalam perhelatan tersebut, yakni Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. bergelar Datuk Mangkubumi Setio Alam bersama istri Hj. Hesnidar Haris, S.E. bergelar Karang Setio, Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., dan Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H.

Turut hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Kerinci Novra Wenti Monadi, S.Pd., Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ners., Wakil Bupati Kerinci, Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Sekda Kabupaten Kerinci, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, anggota DPRD Provinsi Jambi Daerah Pemilihan Kerinci-Kota Sungai Penuh, jajaran OPD Provinsi Jambi dan Kabupaten Kerinci, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Baca Juga:Merinding! Langit nan Kelabu jadi saksi, Pengasungan Sko Menyatukan Ingatan pada Leluhur

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa Kenduri Sko bukan sekadar perayaan budaya, melainkan momentum untuk merawat sejarah, adat istiadat, dan identitas masyarakat Kerinci.

“Hidup dengan sejarah panjang, budaya, kemudian juga adat istiadat yang hari ini kita kumpulkan di lima tahun sekali,” ujar Al Haris.

Menurutnya, tradisi yang berlangsung secara berkala ini menjadi kesempatan istimewa untuk menghidupkan kembali nilai-nilai leluhur agar tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Para Pemimpin Negeri saat berfoto bersama penari massal yang ikut mensukseskan acara Festival Kenduri Sko 5 Desa Tajung Pauh Mudik.(Ist)

Di tengah kemeriahan Kenduri Sko, masyarakat juga menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, terutama ancaman banjir dan kondisi infrastruktur di Tanjung Pauh Mudik. Menanggapi hal itu, Gubernur Al Haris berjanji akan memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan instansi terkait untuk segera melakukan kajian serta menyusun langkah penanganan.

“Kalau tidak ada dana di daerah, kita akan mengajukan ke pusat. Kalau perlu, kami tangani secara bertahap dari anggaran provinsi. Meski pelan-pelan, insya Allah akan kami upayakan,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Gubernur Al Haris juga menyerahkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jambi sebesar Rp25 juta untuk lima desa di Tanjung Pauh Mudik.

Baca Juga: Perkuat Komitmen Lestarikan Budaya: Dari Tanah Mendapo Sunge Pnoh 4 Gelar Adat Kehormatan Dianugerahkan

Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi mengajak masyarakat untuk terus menjaga pusat-pusat adat yang menjadi identitas dan kekuatan sosial masyarakat Kerinci.

“Adat lamo, pusako, dan tradisi turun-temurun yang diwariskan oleh nenek moyang merupakan identitas dan kekuatan sosial kita. Kita harus bersama-sama menjaganya agar nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Baca Juga: Lantunan Syair Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako Hipnotis Ribuan Pengunjung pada Kenduri Sko Tanjung Pauh Mudik

Monadi juga mengapresiasi kekayaan ungkapan adat yang masih terpelihara di tengah masyarakat, mulai dari Iyo-Iyo, Nek Mamak, Depati, Kato Rajo, hingga Kato Melimpah, yang selama ini menjadi peneguh tata kehidupan adat di desa-desa.

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan tantangan zaman. Perkembangan teknologi, katanya, menghadirkan kemudahan sekaligus ancaman, seperti maraknya judi online dan peredaran narkotika yang dapat merusak sendi keluarga dan kehidupan bermasyarakat.

“Kepada para orang tua, khususnya anak batino dan anak jantan di Tanjung Pauh, tunjukkan teladan yang baik. Ajarkan mereka kearifan lokal, disiplin, serta kemampuan menghadapi godaan teknologi,” pungkasnya.

Di bawah langit cerah Tanjung Pauh Mudik, Kenduri Sko Lima Desa kembali membuktikan dirinya bukan sekadar seremoni adat. Ia menjadi ruang pulang bagi ingatan kolektif, tempat bertemunya pemimpin dan masyarakat, sekaligus panggung untuk memastikan warisan leluhur tetap hidup di tengah arus perubahan zaman.(Adz)

Perkuat Komitmen Lestarikan Budaya: Dari Tanah Mendapo Sunge Pnoh 4 Gelar Adat Kehormatan Dianugerahkan

SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperkuat pelestarian adat dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah. Komitmen itu terlihat dalam pelaksanaan Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh di Tanah Mendapo, Sabtu (4/7/2026), dengan mengusung tema "Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab."

Prosesi adat berlangsung khidmat saat Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh menganugerahkan gelar kehormatan kepada sejumlah kepala daerah dan pimpinan pemerintahan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam menjaga nilai-nilai adat serta membangun daerah.

4 Gelar adat Kehormatan:

  • Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H. menerima gelar kehormatan adat Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh. 
  • Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian menerima gelar Depati Setyo Negroi Tanoh Sunge Pnoh. 
  • Gubernur Jambi Al Haris menerima gelar Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh
  • Bupati Kerinci Monadi menerima gelar Depati Sinaro Bumi Sakti.

Penganugerahan gelar berlangsung secara sakral dengan mengikuti tata cara adat yang diwariskan secara turun-temurun. Gelar tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus amanah untuk menjaga kelestarian adat, memperkuat persatuan, dan mendorong pembangunan yang berpijak pada nilai-nilai budaya.

Wali Kota Alfin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan para pemangku adat. Menurutnya, gelar yang diterimanya merupakan amanah besar untuk terus menghidupkan nilai-nilai adat di tengah masyarakat.

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H. menerima gelar kehormatan adat Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh.

"Gelar adat ini bukan sekadar penghormatan bagi pribadi saya, tetapi amanah untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan adat istiadat yang menjadi jati diri masyarakat Sungai Penuh. Pemerintah Kota Sungai Penuh akan terus bersinergi dengan lembaga adat dalam membangun daerah tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur," ujar Alfin.»

Alfin menegaskan pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya. Menurutnya, adat merupakan fondasi yang membentuk karakter masyarakat sekaligus menjadi identitas Kota Sungai Penuh di tengah perkembangan zaman.

Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian menerima gelar Depati Setyo Negroi Tanoh Sunge Pnoh

Kenduri Sko 6 Luhah juga menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya tradisional yang menggambarkan kekayaan warisan leluhur masyarakat Sungai Penuh. Ribuan warga memadati lokasi kegiatan dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias.

Gubernur Jambi Al Haris menerima gelar Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, Bupati Kerinci Monadi, Ketua dan Anggota DPRD Kota Sungai Penuh,  jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Sungai Penuh, para pemangku adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta ribuan masyarakat dari berbagai wilayah.
Bupati Kerinci Monadi menerima gelar Depati Sinaro Bumi Sakti.

Melalui Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh, Pemerintah Kota Sungai Penuh kembali menegaskan komitmennya menjadikan adat dan budaya sebagai pilar utama pembangunan daerah. Sinergi antara pemerintah, lembaga adat, dan masyarakat diharapkan terus memperkuat persatuan, menjaga warisan budaya, serta mewujudkan Sungai Penuh yang maju, berbudaya, dan tetap berakar pada nilai-nilai luhur.(*) 

Wako Alfin Promosikan UMKM Sungai Penuh di ICE 2026 Medan

MEDAN – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, menghadiri pembukaan Indonesia City Expo (ICE) 2026 di Hotel Santika Medan, Rabu (1/7).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI 2026.Alfin hadir bersama Ketua Dekranasda Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ns. Setelah pembukaan, keduanya meninjau stan UMKM dari berbagai kota di Indonesia.

Indonesia City Expo menjadi ajang promosi produk unggulan daerah. Pameran ini juga membuka peluang perluasan jaringan pemasaran serta mendorong kolaborasi untuk mengembangkan ekonomi kreatif dan meningkatkan daya saing UMKM.

Wali Kota Alfin menilai keikutsertaan Kota Sungai Penuh dalam ICE 2026 menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan potensi daerah. Menurutnya, ajang tersebut juga membuka akses kerja sama yang lebih luas bagi pelaku UMKM.

“Indonesia City Expo bukan hanya ajang pameran, tetapi juga momentum untuk memperkuat promosi produk unggulan daerah. Kami berharap UMKM Kota Sungai Penuh semakin dikenal, memiliki daya saing, dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” kata Alfin.

Melalui keikutsertaan dalam ICE 2026, Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperluas promosi produk lokal sekaligus mendorong UMKM agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun pasar yang lebih luas.(Adz)

Tiba di Medan Hadiri Rakernas APEKSI 2026, Wako Alfin Siap Serap Inovasi untuk Sungai Penuh

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., didampingi Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ns., tiba Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/6/2026), untuk mengikuti rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026.(Ist)

MEDAN – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., didampingi Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ns., tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/6/2026), untuk mengikuti rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026.

Kehadiran Wali Kota Sungai Penuh bersama rombongan menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam memperkuat kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah kota di seluruh Indonesia. Melalui forum nasional ini, para kepala daerah akan bertukar pengalaman, berbagi inovasi, serta merumuskan langkah strategis guna mendorong pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Wawako Azhar Hamzah Apresiasi Pandangan Fraksi DPRD pada Paripurna Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Rakernas XVIII APEKSI Tahun 2026 dipusatkan di Kota Medan dengan mengusung tema "Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat". Kegiatan tersebut diikuti oleh para wali kota dari seluruh Indonesia untuk membahas berbagai isu strategis, mulai dari tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, hingga penguatan pembangunan daerah.

Wali Kota Alfin mengatakan, keikutsertaan Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam Rakernas APEKSI menjadi kesempatan penting untuk memperluas kerja sama antardaerah sekaligus menyerap berbagai inovasi yang dapat diterapkan di Kota Sungai Penuh.

Baca Juga: Semarak HUT Bhayangkara ke-80, Polres Kerinci Hadirkan Fasilitas Air Bersih bagi Warga Desa Sungai Jernih

"Rakernas APEKSI menjadi momentum bagi kami untuk belajar, bertukar pengalaman, serta membangun sinergi dengan pemerintah kota lainnya. Berbagai gagasan dan inovasi yang diperoleh nantinya akan kami jadikan referensi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan di Kota Sungai Penuh demi kesejahteraan masyarakat," ujar Alfin.

Selama mengikuti Rakernas, Wali Kota Alfin dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda penting, seperti sidang pleno, forum diskusi, dan kegiatan kolaborasi antarkepala daerah. Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap keikutsertaan dalam forum nasional tersebut dapat menghasilkan kerja sama yang lebih luas serta melahirkan berbagai terobosan untuk mendukung kemajuan daerah.(*adz)

Pertahankan Opini WTP, Wako Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

SUNGAIPENUH - Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H, menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Sungai Penuh Tahun Anggaran 2025 pada Rapat Paripurna Kesatu Masa Persidangan Ketiga, Jumat (26/06/2026)..

Sidang paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hutri Randa, S.Sos., M.H., didampingi Wakil Ketua Hardizal, S.Sos., M.H., dan Amrizal, S.Pt. .

Wali Kota Alfin, dalam pidatonya menyampaikan bahwa penyampaian Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 merupakan amanat peraturan perundang-undangan sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah atas pelaksanaan APBD yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Berdasarkan hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 oleh BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi, Pemerintah Kota Sungai Penuh kembali berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Capaian tersebut merupakan opini WTP ke-14 yang diraih Pemerintah Kota Sungai Penuh, yaitu pada tahun 2009, 2012, serta secara berturut-turut sejak tahun 2014 hingga 2025.

Orang nomor satu di Kota Sungai Penuh juga memaparkan gambaran pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 yang meliputi realisasi pendapatan daerah, belanja daerah, serta pembiayaan daerah.

Menurutnya, pelaksanaan APBD Tahun 2025 telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan menjadi instrumen penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Wako Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025.(iST)

“Alhamdulillah, Pemerintah Kota Sungai Penuh kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan komitmen seluruh jajaran pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab.

“Kami berharap dukungan DPRD agar Raperda ini dapat dibahas dan disetujui sesuai mekanisme yang berlaku demi keberlanjutan pembangunan daerah,” ujarnya..

Paripurna ditutup dengan penyerahan dokumen Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Sungai Penuh Tahun Anggaran 2025 kepada pimpinan DPRD Kota Sungai Penuh untuk selanjutnya dibahas sesuai tahapan dan mekanisme yang berlaku.(ADZ)

Wako Alfin dan Ketua PKK Sungai Penuh Hadiri Malam Pergelaran Seni Budaya Kenduri Sko Enam Luhah

Wako Alfin dan Ketua PKK Hadiri Malam Pergelaran Seni Budaya Kenduri Sko Enam Luhah.(Ist)

SUNGAI PENUH – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ns, menghadiri Malam Pergelaran Seni Budaya yang digelar di Luhah Rio Mangku Bumi, Kamis malam (25/6).

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh Tahun 2026 ini mengusung tema “Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab”. Acara dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni tradisional seperti pencak silat, tari iyo Iyo, tari rangguk, tari sekapur sirih, dan tari asoak. 

Wako Sungai Penuh Alfin beserta Isteri saat menerima persembahan sekapur sirih pada acara penyambutan. (Ist)

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Sungai Penuh Alfin menyampaikan apresiasi kepada masyarakat adat dan seluruh pihak yang terus menjaga serta melestarikan budaya warisan leluhur.

Dalam sambutannya, "kegiatan seni budaya menjadi sarana penting untuk memperkuat identitas daerah, mempererat silaturahmi, dan menanamkan nilai-nilai adat kepada generasi muda. " Ujar Wako Alfin 

Pergelaran berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang hadir. Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian adat dan budaya sebagai kekayaan serta jati diri Kota Sungai Penuh.(Ali) 

Malam Ini, Pemkot Sungai Penuh Rombak Kabinet lagi, Sekitar 50 Pejabat Eselon III dan IV Dilantik

SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh kembali melakukan perombakan birokrasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan puluhan pejabat administrator dan pengawas pada Kamis (18/6/2026) malam.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, prosesi pelantikan mulai berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB dan melibatkan pejabat eselon III serta eselon IV dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Sungai Penuh.Referensi Geografis

Agenda tersebut langsung menjadi perhatian publik karena jumlah pejabat yang dilantik cukup banyak. Berdasarkan informasi dari sumber internal pemerintahan, jumlah pejabat yang mengikuti pelantikan diperkirakan mencapai sekitar 50 orang.

Perombakan ini disebut sebagai bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam meningkatkan efektivitas birokrasi, memperkuat pelayanan publik, serta melakukan penyegaran organisasi guna mendukung percepatan program pembangunan daerah.

“Ya, malam ini memang ada pelantikan. Informasinya pejabat eselon III dan IV. Jumlahnya sekitar 50 orang,” ujar salah seorang sumber yang mengetahui agenda tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh daftar lengkap nama-nama pejabat yang dilantik maupun posisi jabatan baru yang ditempati. Pemerintah Kota Sungai Penuh juga belum memberikan keterangan resmi terkait rincian mutasi dan rotasi tersebut.Referensi Geografis

Namun, reshuffle ini diperkirakan akan membawa perubahan pada sejumlah posisi strategis di OPD yang selama ini menjadi sorotan dalam pelaksanaan program pemerintah dan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara media masih menghimpun informasi lebih lanjut terkait daftar pejabat yang dilantik, jabatan yang mengalami pergeseran, serta alasan di balik kebijakan rotasi dan mutasi tersebut. (red)

Memprihatinkan! Salah satu Ikon Wisata Kota Sungai Penuh Tidak Terurus

Kondisi objek wisata Bukit Khayangan yang selama ini menjadi salah satu ikon pariwisata Kota Sungai Penuh memprihatinkan.(Ist)

SUNGAI PENUH – Kondisi objek wisata Bukit Khayangan yang selama ini menjadi salah satu ikon pariwisata Kota Sungai Penuh memprihatinkan. Sejumlah fasilitas terlihat tidak terurus, sementara semak belukar mulai menutupi berbagai sudut kawasan wisata tersebut.

Dilansir dari Malalaipos Berdasarkan pantauan dilapangan, Selasa (16/6/2026), kondisi di lapangan menunjukkan kawasan wisata yang dikenal memiliki panorama alam pegunungan yang indah itu tampak kurang mendapat perhatian dari segi pemeliharaan.

Rumput liar dan semak belukar terlihat tumbuh di beberapa titik, sehingga mengurangi kenyamanan serta keindahan destinasi yang selama ini menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Kota Sungai Penuh.

Kondisi tersebut pun menuai perhatian masyarakat yang berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah penataan dan perawatan agar objek wisata tersebut kembali menarik untuk dikunjungi.

Sebagai salah satu ikon pariwisata daerah, Bukit Khayangan memiliki potensi besar untuk mendatangkan wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah. Namun, apabila tidak dikelola secara optimal, dikhawatirkan dapat berdampak pada menurunnya minat kunjungan wisatawan.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kota Sungai Penuh, khususnya instansi yang membidangi sektor pariwisata, terkait kondisi terkini kawasan wisata tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan pembersihan dan penataan kembali kawasan Bukit Khayangan agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya sebagai destinasi wisata andalan daerah.(adz) 

Dua Kepala Daerah Satu Suara, Dorong Percepatan IAIN Kerinci Menjadi UIN

Bupati Kerinci bersama Walikota Sungai Penuh saat menghadiri acara Wisuda ke-XII IAIN Kerinci. (ist) 

Kerinci – Wisuda ke-XII Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci Tahun Akademik 2025/2026 tidak hanya menjadi momentum pengukuhan 538 wisudawan dan wisudawati, tetapi juga menandai semakin dekatnya langkah kampus tersebut menuju transformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Kerinci.

Dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar di Aula Perpustakaan Digital IAIN Kerinci, Rektor IAIN Kerinci, Dr. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., mengungkapkan bahwa proses alih status IAIN menjadi UIN terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Agama Republik Indonesia, IAIN Kerinci masuk dalam lima perguruan tinggi yang dinyatakan memenuhi syarat dari 15 kampus yang mengajukan perubahan status kelembagaan.

“Perjalanan menuju UIN bukan hanya cita-cita kampus, tetapi juga harapan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh. Dukungan pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, alumni, dan seluruh stakeholder sangat besar dalam mendorong terwujudnya UIN Kerinci,” ujar Jafar Ahmad.

Ia optimistis jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, status UIN Kerinci dapat terwujud paling lambat pada tahun 2027 atau awal 2028.

Menurutnya, transformasi menjadi UIN akan memberikan dampak strategis bagi kemajuan pendidikan tinggi di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh. Selain memperluas pilihan program studi, perubahan status tersebut juga akan meningkatkan daya saing daerah di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.

Sebagai bagian dari penguatan institusi, IAIN Kerinci juga mengumumkan rencana pembukaan Program Doktor (S3) untuk Program Studi Islam dan Program Studi Pendidikan Agama Islam. Langkah ini menjadi tonggak baru sekaligus bukti kesiapan kampus dalam menyongsong perubahan status menjadi universitas.

“Pembukaan program doktoral merupakan bagian dari penguatan kapasitas akademik kampus dan menjadi salah satu indikator kesiapan IAIN Kerinci menuju UIN,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Sungai Penuh Alfin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Angkatan XII IAIN Kerinci.

“Hari ini merupakan momentum bersejarah yang menandai keberhasilan saudara menyelesaikan satu tahapan penting dalam perjalanan pendidikan. Di balik toga yang dikenakan terdapat perjuangan panjang, kerja keras, serta pengorbanan orang tua dan keluarga yang patut dihargai,” ujarnya.

Alfin juga menegaskan komitmen dan dukungan penuh Pemerintah Kota Sungai Penuh terhadap upaya peningkatan status IAIN Kerinci menjadi UIN Kerinci.

“Transformasi IAIN Kerinci menjadi UIN Kerinci akan menjadi batu loncatan besar yang membawa manfaat lebih luas bagi masyarakat dan generasi mendatang,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi turut menyampaikan dukungan penuh terhadap percepatan perubahan status IAIN Kerinci menjadi UIN. Menurutnya, kehadiran UIN Kerinci nantinya akan menjadi kebanggaan masyarakat serta memperkuat posisi Kerinci dan Sungai Penuh sebagai pusat pendidikan di wilayah barat Provinsi Jambi.

Monadi menegaskan Pemerintah Kabupaten Kerinci siap bersinergi dan memberikan dukungan dalam berbagai bentuk untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut.

“Keberadaan UIN Kerinci akan membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda daerah untuk mengakses pendidikan tinggi berkualitas tanpa harus keluar daerah. Ini investasi penting bagi masa depan Kerinci dan Sungai Penuh,” ungkap Monadi.

Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut 1 Muharam 1448 H, Wako Alfin Ajak Bangun Generasi Qur'ani

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Ribuan warga memadati Lapangan Merdeka Kota Sungai Penuh untuk mengikuti Pawai Obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Senin (15/6/2026) malam. Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H. secara resmi melepas peserta sekaligus mengajak masyarakat menjadikan momen hijrah sebagai semangat membangun generasi Qur'ani.

Pawai Obor mengusung tema "Membangun Generasi Qur'ani, 1000 Hafidz-Hafidzah Menuju Sungai Penuh Juara." Kegiatan ini menjadi ajang syiar Islam sekaligus mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menyambut tahun baru Hijriah.

Ribuan peserta mengikuti pawai dengan penuh antusias. Mereka berasal dari siswa SD, SMP, dan SMA, para guru, kepala sekolah, jajaran Pemerintah Kota Sungai Penuh, serta masyarakat dari berbagai kalangan.

Baca Juga: Perbaikan Selesai, Jembatan Kerinduan Sungai Penuh Kembali Dibuka, Akses ke Pasar Normal Lagi

Dalam sambutannya, Wali Kota Alfin mengatakan Pawai Obor tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai Islam kepada generasi muda. Ia mengajak masyarakat menjadikan semangat hijrah sebagai motivasi untuk terus memperbaiki diri dan memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur'an.

"Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Sungai Penuh, saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Mari berhijrah menuju kebaikan, membangun generasi Qur'ani, mewujudkan 1.000 Hafidz-Hafidzah, dan bersama-sama mengantarkan Kota Sungai Penuh menjadi Kota Juara yang diberkahi Allah SWT," ujar Alfin.

Menurutnya, Tahun Baru Islam menjadi momentum untuk melakukan refleksi diri, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta memperkuat semangat hijrah dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat.

Usai pelepasan, peserta bergerak dari Lapangan Merdeka dan menyusuri sejumlah ruas jalan utama Kota Sungai Penuh. Cahaya obor yang menyala sepanjang perjalanan berpadu dengan penampilan marching band sehingga menciptakan suasana yang meriah dan penuh semangat.

Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap peringatan Tahun Baru Islam ini semakin memperkuat persatuan masyarakat, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an, serta mendorong lahirnya generasi Qur'ani yang berakhlak mulia, berprestasi, dan mampu membawa Kota Sungai Penuh menuju daerah yang semakin maju, religius, dan penuh keberkahan. (*Adz)

Zoom Meeting Bersama Komisi II DPR RI, Wako Alfin Dorong Kepastian Status PPPK Penuh dan Paruh Waktu

Zoom Meeting Bersama Komisi II DPR RI, Wako Alfin Dorong Kepastian Status PPPK Penuh dan Paruh Waktu.(Adz) 

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, mengikuti Rapat Kerja (Raker), Rapat Dengar Pendapat (RDP), dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi II DPR RI secara virtual melalui Zoom Meeting dari Ruang Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Senin (8/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Alfin didampingi Sekretaris Daerah Alpian, para Asisten Sekretariat Daerah, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Rapat membahas berbagai isu strategis terkait penataan aparatur sipil negara, terutama menyangkut kebijakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu dan PPPK penuh waktu, penanganan tenaga honorer, serta relaksasi aturan belanja pegawai daerah yang melampaui 30 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Zoom Meeting Bersama Komisi II DPR RI, Wako Alfin Dorong Kepastian Status PPPK Penuh dan Paruh Waktu.(Adz) 

Kegiatan tersebut melibatkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Menteri Dalam Negeri, gubernur dari berbagai provinsi, perwakilan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), serta para kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Pembahasan berfokus pada upaya mencari solusi terbaik dalam penataan tenaga non-ASN. Salah satu poin utama yang menjadi perhatian adalah skema PPPK paruh waktu dan PPPK penuh waktu yang diharapkan mampu memberikan kepastian status bagi tenaga honorer tanpa mengabaikan kemampuan fiskal pemerintah daerah.

Wali Kota Alfin menyambut baik langkah Komisi II DPR RI bersama pemerintah pusat yang terus mendorong penyelesaian berbagai persoalan kepegawaian di daerah. Menurutnya, pembahasan tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan tata kelola aparatur yang lebih profesional dan berkeadilan.

“Pemerintah Kota Sungai Penuh mengapresiasi Komisi II DPR RI, Kementerian PAN-RB, dan Kementerian Dalam Negeri yang telah membuka ruang pembahasan terkait PPPK paruh waktu dan PPPK penuh waktu. Kami berharap kebijakan yang lahir nantinya mampu memberikan kepastian hukum, meningkatkan kesejahteraan tenaga honorer, serta tetap mempertimbangkan kondisi keuangan daerah,” ujar Alfin.

Zoom Meeting Bersama Komisi II DPR RI, Wako Alfin Dorong Kepastian Status PPPK Penuh dan Paruh Waktu.(Adz) 

Alfin menegaskan, pemerintah daerah membutuhkan kebijakan yang seimbang antara kebutuhan pelayanan publik dan kemampuan anggaran. Karena itu, ia berharap hasil rapat dapat menghasilkan keputusan yang berpihak kepada daerah sekaligus memberikan kepastian bagi tenaga honorer yang telah lama mengabdi.

Menurutnya, penataan aparatur yang tepat akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan mendukung kinerja pemerintah daerah secara berkelanjutan.

Keikutsertaan Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam rapat tersebut menjadi bentuk komitmen daerah dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat sekaligus menyampaikan aspirasi daerah terkait penataan aparatur sipil negara. Langkah itu diharapkan dapat memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik. (*Adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs