UPDATE Gempa M7,7 NTT: Korban Jiwa 51 Orang, 64 Luka Berat, Status Darurat Berlaku

MERDEKAPOST.COM – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) merilis pemutakhiran data korban tragedi gempa bumi tektonik dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hingga Minggu (16/8/2026) pagi, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB tersebut bertambah menjadi 51 orang, naik dari data sebelumnya yang mencatat 48 korban tewas.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), titik episentrum gempa berada di laut pada jarak 30 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada kedalaman 15 kilometer dengan koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur. 

Gempa ini sempat memicu pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk wilayah NTT, NTB, Sulawesi Selatan, hingga Sulawesi Tenggara.

Penambahan Korban Jiwa

Kepala Basarnas, Marsekal Madya M Syafii, menyampaikan secara resmi perkembangan operasi pencarian dan pertolongan pascabencana.

"Kami laporkan untuk update per pukul 09.00 pagi hari ini bahwa total korban meninggal dunia ada 51, penambahan yang pertama di Manggarai Timur ada 3 warga yang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia," ungkap Syafii dalam konferensi pers, Minggu (16/8/2026).

"Untuk yang ada di (Kabupaten) Manggarai yang tadinya 23 menjadi 24, tambah 1, sehingga totalnya ada 51 korban meninggal dunia," tambahnya.

Selain menelan korban jiwa, guncangan gempa melukai puluhan warga lainnya yang kini tengah mendapatkan penanganan medis secara intensif.

"Untuk yang luka-luka dan luka berat yang mendapatkan perawatan total 64 warga," kata Syafii.

Penetapan Status Tanggap Darurat

Merespons masifnya dampak kerusakan dan jatuhnya korban, Pemerintah Provinsi NTT tengah memproses surat keputusan untuk menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan di tingkat provinsi.

Sejumlah pemerintah kabupaten setempat juga telah menerbitkan keputusan resmi terkait penetapan status darurat dan pembentukan pos komando:

- Kabupaten Manggarai

Menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 90 hari terhitung sejak 15 Agustus hingga 13 November 2026 melalui Keputusan Bupati No. 319 Tahun 2026, yang disusul penunjukan Pos Komando lewat Keputusan No. 320 Tahun 2026.

- Kabupaten Ngada

Memberlakukan masa Tanggap Darurat Bencana serta pembentukan Pos Komando selama 30 hari (15 Agustus–15 September 2026) berdasarkan Keputusan Bupati No. 441 dan No. 442/KEP/HK/2026.

- Kabupaten Manggarai Timur

Menetapkan status Siaga Darurat Bencana yang berlaku hingga 4 September 2026 melalui Keputusan Bupati Nomor HK/141/Tahun 2026.

Data Pengungsi dan Kerusakan

Sekitar 5.000 warga diketahui mengungsi akibat gempa NTT ini. Berdasarkan pemutakhiran data per Minggu (16/8/2026) pukul 00:00 WIB, konsentrasi pengungsi terbesar di NTT saat ini terpantau di Kabupaten Sikka dengan total 3.356 jiwa. 


Mereka tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan mandiri 2.000 jiwa di 10 titik pengungsian. Sedangkan di Kabupaten Manggarai, jumlah pengungsi mencapai  total 2.078 jiwa. 


Ratusan pengungsi lainnya juga dilaporkan bertahan di Nagekeo sebanyak 500 jiwa, dan dua wilayah di provinsi berbeda, yaitu Bima, hingga Kepulauan Selayar.

Sejumlah warga di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT memilih pergi ke bukit untuk mengungsi pada Sabtu (15/8/2026) malam. 

Mereka memutuskan untuk mengungsi ke bukit karena takut gempa susulan karena pemukiman mereka berada di pesisir pantai. 

Warga kemudian membangun tenda darurat dan tidur beralaskan tikar dan kardus bekas.

Untuk penerangan, mereka membawa mesin genset ke wilayah perbukitan. 

Menurut warga, mereka belum bisa kembali ke rumah karena takut gempa susulan dan trauma Gempa pada tahun 1992 lalu. 

"Banyak warga yang pergi ke bukit untuk mengungsi malam ini, " Kata Jahadin, warga setempat, dikutip dari Pos-Kupang.com.

Sementara itu, Sejumlah warga di Pulau Palue, membangun tenda darurat di lapangan terbuka untuk mengungsi tepatnya di Desa Rokirole.

Sementara data sementara pada pukul 17.00 WIB, Sabtu (15/8/2026), total rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit dan rusak ringan 148 unit. 

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit, kantor 6 unit dan sejumlah fasilitas umum lain.  

Merespons gempa di NTT, BNPB mengirimkan bantuan pangan dan non-pangan ke wilayah bencana. Sejumlah bantuan dikerahkan melalui gudang logistik yang berada di Kabupaten Flores Timur, NTT. 

Sedangkan dari Jakarta, BNPB juga mengirimkan bantuan melalui baseops TNI AU Halim Perdanakusuma. Total bantuan sebanyak 50 ribu paket dengan berat 275 ton. 

Saat ini, bantuan yang baru tiba di baseops sebanyak 10.500 paket, yang berasal dari Presiden Prabowo Subianto.

Kementerian Sosial juga telah memobilisasi bantuan logistik senilai sekitar Rp4,5 miliar. 

Pusat Pengendalian Operasi BNPB mendapatkan laporan di Kepulauan Selayar, BPBD setempat mendirikan pos pengungsian di tiga titik. Sebaran pengungsian berada di Kecamatan Pasimarannu, Pasilambena dan Takabonerate.

Di lain sisi, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, mengatakan asesmen terhadap kondisi warga masih dilakukan di seluruh wilayah terdampak. 


Kementerian, lembaga dan pemerintah daerah mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak, mulai dari makanan, air bersih, tenda, layanan kesehatan, hingga tempat aman bagi pengungsi.


"Pendataan kerusakan dan kebutuhan warga masih terus berlangsung di semua wilayah terdampak, dan kami akan menyesuaikan bantuan dengan perkembangan kondisi di lapangan," ujar Budiman dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).

Budiman menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. 

Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak menangani dampak bencana.

"Pemerintah tidak tinggal diam. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak," katanya.

Penanganan di lapangan melibatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri atas 281 personel dari TNI, Polri, BPBD, PMI, dan potensi SAR lainnya. 

Tim tersebut telah mengevakuasi 79 orang terdampak dan masih melakukan pencarian terhadap satu orang yang dilaporkan tertimbun.(*)

Update Gempa M7,7 NTT: 47 Orang Tewas dan 346 Rumah Rusak

Sebanyak 47 orang tewas akibat gempa M7,7 di wilayah Provinsi NTT. Jumlah korban ini berdasarkan data sementera BNPB pada Sabtu (15/8/2026), pukul 18.48 WIB

KUPANG - Sebanyak 47 orang tewas akibat gempa M7,7 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Update ini berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu (15/8/2026), pukul 18.48 WIB. “Total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang.

 Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang. Selain korban ini, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, Berton melaporkan bahwa total rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit dan rusak ringan 148 unit. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit, kantor 6 unit dan sejumlah fasilitas umum lain.

“Merespons gempa di NTT, BNPB mengirimkan bantuan pangan dan non-pangan ke wilayah bencana. Sejumlah bantuan dikerahkan melalui gudang logistik yang berada di Kabupaten Flores Timur, NTT,” ujarnya. 

Sedangkan dari Jakarta, BNPB juga mengirimkan bantuan melalui baseops TNI AU Halim Perdanakusuma. Total bantuan sebanyak 50 ribu paket dengan berat 275 ton. 

Saat ini, bantuan yang baru tiba di baseops sebanyak 10.500 paket, yang berasal dari Sekretaris Kabinet.

Sementara itu, guncangan gempa juga dirasakan warga Kabupaten dan Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. 

“Kondisi masyarakat di Kabupaten dan Kota Bima secara umum kondusif. BPBD Kota Bima melakukan pendataan dan verifikasi situasi di lapangan. Pusat Pengendalian Operasi BNPB mendapatkan laporan di Kepulauan Selayar, BPBD setempat mendirikan pos pengungsian di tiga titik.

Sebaran pengungsian berada di Kecamatan Pasirmarannu, Pasilambena dan Takabonerate,” pungkasnya.

Bupati Monadi Turun Kelokasi dan Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Belui dan Bedeng Delapan

Kerinci, Merdekapost.com – Wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Kerinci terhadap warga yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan oleh Bupati Kerinci, Monadi. Pada Jumat (5/6/2026), Bupati Monadi turun langsung menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Bedeng Delapan, Kecamatan Kayu Aro Barat, dan Desa Simpang Belui, Kecamatan Depati VII, Kabupaten Kerinci.

Dalam penyerahan bantuan tersebut, Bupati Monadi didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kerinci Marnus, unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), camat setempat, serta para kepala desa. Kehadiran rombongan pemerintah daerah disambut hangat oleh warga yang terdampak musibah, sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril dari pemerintah di tengah masa sulit yang mereka alami.

Bantuan yang diserahkan berupa peralatan bangunan, kebutuhan pangan, serta perlengkapan tidur yang sangat dibutuhkan oleh para korban untuk memenuhi kebutuhan dasar pasca kebakaran. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sembari menunggu proses pemulihan dan pembangunan kembali rumah yang terdampak.

Dalam kesempatan itu, Bupati Monadi menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas musibah yang menimpa warga. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kerinci akan terus hadir dan berupaya memberikan bantuan terbaik bagi masyarakat yang mengalami bencana.

“Kami turut merasakan kesedihan yang dialami saudara-saudara kita yang terkena musibah kebakaran. Pemerintah Kabupaten Kerinci hadir untuk memberikan dukungan dan bantuan agar masyarakat dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban yang dirasakan,” ujar Monadi.

Monadi juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama dengan memastikan keamanan instalasi listrik dan sumber api di lingkungan rumah masing-masing. Menurutnya, langkah pencegahan merupakan upaya penting untuk meminimalisir terjadinya musibah serupa di masa mendatang.

Sementara itu, warga penerima bantuan mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Kerinci. Kehadiran langsung Bupati beserta jajaran dinilai menjadi penyemangat bagi para korban untuk kembali bangkit setelah mengalami kehilangan akibat kebakaran.

Melalui aksi cepat tanggap tersebut, Pemerintah Kabupaten Kerinci menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat dan bencana, sehingga semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus terjaga di Bumi Sakti Alam Kerinci.(*Adz)

Sang Ibu Berhasil Diselamatkan, Namun Dua Bocah Kakak Beradik Tewas Tertimbun Longsor Bungo

Proses Evakuasi jenazah korban yang tertimbun reruntuhan bangunan serta tanah longsor di Dusun Empelu, Tanah sepenggal Kabupaten Bungo Jambi, Rabu (13/5/2026) kemarin.

BUNGO, MERDEKAPOST.COM – Bencana tanah longsor menimpa satu unit rumah warga di Dusun Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 12.10 WIB.

Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan dua anak pemilik rumah meninggal dunia setelah tertimbun material longsor dan reruntuhan bangunan. Kedua korban diketahui bernama Arya (10) dan Repita (4).

Sementara itu, ibu korban, Suryani (35), sempat tertimbun hingga bagian kaki. Beruntung, ia berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat meski mengalami luka berat pada bagian kaki.

Wakapolres Bungo, Kompol Aswindo, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian mengatakan proses evakuasi korban berlangsung cukup lama karena material tanah bercampur reruntuhan rumah menimpa para korban.

“Evakuasi korban menggunakan alat berat dari Dinas PU dan BPBD Bungo, melibatkan tim SAR gabungan serta warga sekitar. Korban pertama, Suryani, hanya bagian kaki yang tertimbun sehingga lebih cepat diselamatkan,” ujar Aswindo.

Usai mengevakuasi Suryani ke RS Muara Bungo, tim gabungan kembali melakukan pencarian terhadap dua korban lainnya. Proses pencarian dilakukan menggunakan alat berat lantaran material bangunan rumah yang roboh menumpuk di lokasi.

“Setelah beberapa jam pencarian, kedua korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara ayah korban saat kejadian sedang berada di luar rumah,” katanya.

Selain menelan korban jiwa, longsor tersebut juga menghancurkan seluruh bangunan rumah beserta isinya.

Atas kejadian ini, Wakapolres mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana di tengah cuaca ekstrem yang masih terjadi di wilayah Kabupaten Bungo.

“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Semoga keluarga korban diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan ini. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada karena cuaca saat ini tidak menentu,” tutupnya. (Red)

Longsor di Bungo Telan Korban Jiwa, Gubernur Al Haris: Pemda Harus Ambil Langkah Cepat

Longsor Maut di Bungo Telan Korban Jiwa, Al Haris: Pemda Harus Ambil Langkah Cepat

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Gubernur Jambi Al Haris angkat bicara terkait bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Bungo hingga menelan korban jiwa. Dia menyampaikan rasa duka atas bencana longsor yang terjadi di daerah itu.

“Pertama kita menyampaikan rasa duka mendalam atas kejadian bencana longsor di Bungo yang mana sampai memakan korban jiwa dan terluka ibu dan anak. Kita akan terus mencoba menunggu data laporan nya lagi untuk kejadian bencana ini,” kata Al Haris, Rabu (13/5/2026).

Longsor yang menghantam salah satu rumah warga di Jalan Tanah Tumbuh, Kelurahan Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Bungo Jambi ini terjadi pada Rabu siang. Tim SAR juga telah turun ke lokasi untuk menyelamatkan dan membantu korban yang tertimbun.

Baca Juga: Longsor di Jalur Muara Siau-Jangkat Merangin, Kendaraan Melintas Bergantian

Al Haris mengatakan agar sementara Pemerintah daerah (Bungo) untuk bergerak cepat menangani dampak bencana itu. Dia ingin, agar pemerintah setempat lebih dulu hadir dan memastikan pertolongan keselamatan dari longsor bisa terbantu

“Yang paling utama saat ini keselamatan masyarakat kita disana dulu ya. Kita minta pemerintah daerah cepat turun membantu warga terdampak longsor ini, bagaimana misi kemanusiaan ini bisa berjalan lancar,” ujar Al Haris.

Dia juga meminta, agar Pemda setempat juga mendata kerugian dan apa saja fasilitas umum yang ikut terdampak serta bantuan yang harus diberikan.

“Nantinya kalau sudah kita mendapatkan laporan resminya baru kita Pemprov jika dibutuhkan bantuan akan kita komunikasikan. Yang pasti Pemda disana bergerak cepat dulu, bantuan juga mesti disalurkan jika itu diperlukan,” jelas dia.

Baca Juga: Komitmen Pejuang Petani, Bupati Kerinci Monadi Teken MoU Cetak Sawah 2026

Sejauh ini, longsor yang terjadi hanya merusak satu rumah warga, longsor ini menimbun bagian belakang rumah korban saat hujan deras melanda. Bahkan, tebing belakang rumah korban tak mampu menahan debit air sehingga menimbun rumah.

Pihak Basarnas Jambi juga memastikan bahwa jumlah korban tertimbun longsor ada sebanyak tiga orang yang diketahui ibu dan 2 orang anaknya. Dua korban sudah dievakuasi dari material longsor, korban ibu berhasil selamat dan satu orang anaknya meninggal dunia. Sedangkan, satu korban lagi sudah diselamatkan saat pencarian.

Al Haris juga menyebut, jika longsor juga merusak hal lainnya maka harus diupayakan perbaikan segera. Kata dia, penanganan darurat harus menjadi prioritas utama. Selain evakuasi dan pendataan korban yang merupakan satu keluarga yang terdampak.

“Jangan sampai masyarakat terlambat mendapat bantuan. Semua pihak harus bergerak cepat,” tegas dia.

Baca Juga: Ibu dan 2 anak Tertimbun Longsor di Tanah sepenggal Bungo, Satu Orang Dilaporkan Tewas

Pemerintah Provinsi Jambi, kata Al Haris, juga akan terus memantau perkembangan penanganan longsor tersebut. Ia berharap kondisi segera membaik dan warga yang terdampak dapat segera mendapatkan penanganan serta bantuan yang dibutuhkan.

“Ini harus kita utamakan persoalan bencana ini, apalagi kondisi saat ini juga masuk musim penghujan, dan kita imbau masyarakat juga terus berhati-hati, serta pihak-pihak terkait terus memberikan informasi soal cuaca dan potensi bencana supaya bisa di ketahui masyarakat,” tutup Al Haris.

Diketahui, korban satu keluarga yang terdampak longsor ini bernama Suryani (40) yang merupakan seorang ibu rumah tangga (IRT) lalu, Arya (11), dan terakhir Revita (4). Bocah Arya diketahui telah meninggal dunia saat diselamatkan dan satu lagi bocah perempuan Revita sudah diselamatkan dan dilarikan kerumah sakit.

Tim gabungan SAR sudah turun ke lokasi kejadian buat membantu proses evakuasi. Sedangkan proses bantuan lainnya Tim SAR masih menunggu langkah selanjutnya sambil membantu membersihkan tumpukan longsor di rumah korban. (adz)

Ibu dan 2 anak Tertimbun Longsor di Tanah sepenggal Bungo, Satu Orang Dilaporkan Tewas

Ibu dan 2 anak Tertimbun Longsor di Tanah sepenggal Bungo, Satu Orang Dilaporkan Tewas.(Ist)

Muara Bungo - Satu orang dilaporkan tewas dan dua orang terluka dalam bencana tanah longsor yang meluluhlantakkan sebuah rumah warga di Dusun (Desa) Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu siang (13/5).

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bungo Zainadi, korban yang tertimbun longsor bernama Suryani, 40 tahun, dan dua anaknya Revita, 4 tahun dan Arya, 11 tahun. 

Korban tewas adalah Arya, yang saat kejadian longsor berada dalam kamar bersama adiknya Revita. Rabu sore, regu penolong berhasil mengevakuasi Revita dalam kondisi kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Menurut informasi dari Kantor Basarnas Jambi, korban tertimbun longsoran tebing yang persis berada di belakang rumah permanen yang mereka huni. Penyebab longsor dipicu tingginya intensitas hujan yang mengguyur Kabupaten Bungo.(Adz)

Kebakaran Hebat di Mendalo Asri, Seorang Lansia Tewas Terbakar

Kebakaran Hebat di Mendalo Asri, Seorang Lansia Tewas Terbakar.(Adz/ist)

MUARO JAMBI – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Perumahan Mendalo Asri, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, Kamis pagi, (09/04/2026). Seorang perempuan lanjut usia, Nurul Riyati Rufaidah, 66 tahun, ditemukan meninggal dunia di dalam rumah yang hangus terbakar.

Api pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 10.05 WIB. Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Muaro Jambi langsung dikerahkan dari Pos Jaluko menuju lokasi kejadian.

Namun, jarak tempuh sekitar 17 kilometer membuat petugas tiba saat api telah membesar dan melahap sebagian besar bangunan. Proses pemadaman berlangsung hampir dua jam sebelum api berhasil dikendalikan menjelang siang.

Di lokasi kejadian, petugas menemukan korban di dalam rumah dalam kondisi tidak bernyawa. Korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat api dengan cepat membesar.

Sekretaris Damkarmat Muaro Jambi, Herman, mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik.

“Kami menduga sumber api dari korsleting listrik. Instalasi yang tidak aman sangat berisiko jika tidak diperiksa secara berkala,” ujarnya.

Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak memenuhi standar. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan listrik dinilai menjadi faktor utama, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia.

Saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta menghitung total kerugian.(Red)

OSIM dan Pramuka MAN 3 Pentagen Kerinci Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatera

Aksi sosial para siswa siswi MAN 3 Kerinci Pentagen Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatera.(adz)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Pengurus OSIM dan Pramuka MAN 3 Kerinci melaksanakan kegiatan penggalangan dana untuk korban banjir Sumatera

Kegiatan dimulai sejak hari selasa 2 Desember dan masih berlanjut sampai saat ini diperkirakan selesai pada tgl 16 Desember 2025.

Adapun Lokasi penggalangan dana adalah dijalan Raya Nasional Pentagen Danau Kerinci

Ketua OSIM MAN 3 Pentagen Mhd Syakbani didampingi Nurul Syuhada dan Muhammad Rapi dari Pramuka MAN 3 Kerinci selaku kordinator aksi penggalangan dana tersebut kepada media ini menyebutkan bahwa pada intinya kegiatan sosial ini dilaksanakan karena mereka merasa terpanggil untuk ikut serta dalam membantu meringankan beban warga yang tertimpa musibah banjir di Sumatera (Sumbar, Aceh dan Medan)

Baca Juga: Total Korban Meninggal Capai 867 orang Akibat Banjir dan Longsor di Aceh,Sumut dan Sumbar

"Kita melaksanakan aksi sosial menggalang dana untuk korban banjir ini berdiri dibeberapa titik disepanjang jalan Pentagen Danau Kerinci direncanakan selama dua minggu" Ujar Syakbani

"Setelah beberapa hari ini Alhamdulillah sudah terkumpul Rp 6 Juta, momen ini kebetulan juga barengan dengan kegiatan festival budaya kerinci Di Danau Kerinci, jadi lumaian ramai kendaraaan yang melintas" Ujarnya lagi

Sementara itu, Kepala Madrasah Askar, S.Pd didampingi Guru Pembina Priyoga utama M. Pd mengungkapkan rasa terima kasih kepada para siswa dan siswi yang telah ikut peduli dan merasakan beban penderitaan warga yang terkena musibah banjir

Baca Juga: Inul Daratista Emosi Sampai Mau Lempar Sendal Melihat Kelakuan 2 Menterinya Prabowo Soal Banjir Sumatera 

"Kami selaku Majlis guru sangat berterima kasih kepada para siswa/i MAN 3 Kerinci yang telah melaksanakan aksi sosial penggalangan dana ini"

"Insya Allah kegiatan sosial ini akan dilaksanakan selama dua minggu, dan Alhamdulillah warga yang melintasi jalan raya yang secara sukarela memberikan bantuan uang seikhlasnya, kepedulian warga juga cukup tinggi"

"Selama 4 hari melaksanakan aksi ini anak-anak sudah dapat mengumpulkan uang sekitar 6 Jutaan, kita sangat bersyukur dan mudah-mudahan hasil akhirnya nanti bisa nambah terus, Insya Allah, tapi yang kami banggakan itu adalah para siswa memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap warga yang terkena musibah".

"Harapan kami, semoga bantuan ini bermanfaat bagi warga yang terdampak dan minimal bisa membantu meringankan beban keluarga para korban". Pungkas Kepala Madrasah.(rdp) 

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs