Sang Ibu Berhasil Diselamatkan, Namun Dua Bocah Kakak Beradik Tewas Tertimbun Longsor Bungo

Proses Evakuasi jenazah korban yang tertimbun reruntuhan bangunan serta tanah longsor di Dusun Empelu, Tanah sepenggal Kabupaten Bungo Jambi, Rabu (13/5/2026) kemarin.

BUNGO, MERDEKAPOST.COM – Bencana tanah longsor menimpa satu unit rumah warga di Dusun Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 12.10 WIB.

Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan dua anak pemilik rumah meninggal dunia setelah tertimbun material longsor dan reruntuhan bangunan. Kedua korban diketahui bernama Arya (10) dan Repita (4).

Sementara itu, ibu korban, Suryani (35), sempat tertimbun hingga bagian kaki. Beruntung, ia berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat meski mengalami luka berat pada bagian kaki.

Wakapolres Bungo, Kompol Aswindo, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian mengatakan proses evakuasi korban berlangsung cukup lama karena material tanah bercampur reruntuhan rumah menimpa para korban.

“Evakuasi korban menggunakan alat berat dari Dinas PU dan BPBD Bungo, melibatkan tim SAR gabungan serta warga sekitar. Korban pertama, Suryani, hanya bagian kaki yang tertimbun sehingga lebih cepat diselamatkan,” ujar Aswindo.

Usai mengevakuasi Suryani ke RS Muara Bungo, tim gabungan kembali melakukan pencarian terhadap dua korban lainnya. Proses pencarian dilakukan menggunakan alat berat lantaran material bangunan rumah yang roboh menumpuk di lokasi.

“Setelah beberapa jam pencarian, kedua korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara ayah korban saat kejadian sedang berada di luar rumah,” katanya.

Selain menelan korban jiwa, longsor tersebut juga menghancurkan seluruh bangunan rumah beserta isinya.

Atas kejadian ini, Wakapolres mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana di tengah cuaca ekstrem yang masih terjadi di wilayah Kabupaten Bungo.

“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Semoga keluarga korban diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan ini. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada karena cuaca saat ini tidak menentu,” tutupnya. (Red)

Longsor di Bungo Telan Korban Jiwa, Gubernur Al Haris: Pemda Harus Ambil Langkah Cepat

Longsor Maut di Bungo Telan Korban Jiwa, Al Haris: Pemda Harus Ambil Langkah Cepat

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Gubernur Jambi Al Haris angkat bicara terkait bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Bungo hingga menelan korban jiwa. Dia menyampaikan rasa duka atas bencana longsor yang terjadi di daerah itu.

“Pertama kita menyampaikan rasa duka mendalam atas kejadian bencana longsor di Bungo yang mana sampai memakan korban jiwa dan terluka ibu dan anak. Kita akan terus mencoba menunggu data laporan nya lagi untuk kejadian bencana ini,” kata Al Haris, Rabu (13/5/2026).

Longsor yang menghantam salah satu rumah warga di Jalan Tanah Tumbuh, Kelurahan Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Bungo Jambi ini terjadi pada Rabu siang. Tim SAR juga telah turun ke lokasi untuk menyelamatkan dan membantu korban yang tertimbun.

Baca Juga: Longsor di Jalur Muara Siau-Jangkat Merangin, Kendaraan Melintas Bergantian

Al Haris mengatakan agar sementara Pemerintah daerah (Bungo) untuk bergerak cepat menangani dampak bencana itu. Dia ingin, agar pemerintah setempat lebih dulu hadir dan memastikan pertolongan keselamatan dari longsor bisa terbantu

“Yang paling utama saat ini keselamatan masyarakat kita disana dulu ya. Kita minta pemerintah daerah cepat turun membantu warga terdampak longsor ini, bagaimana misi kemanusiaan ini bisa berjalan lancar,” ujar Al Haris.

Dia juga meminta, agar Pemda setempat juga mendata kerugian dan apa saja fasilitas umum yang ikut terdampak serta bantuan yang harus diberikan.

“Nantinya kalau sudah kita mendapatkan laporan resminya baru kita Pemprov jika dibutuhkan bantuan akan kita komunikasikan. Yang pasti Pemda disana bergerak cepat dulu, bantuan juga mesti disalurkan jika itu diperlukan,” jelas dia.

Baca Juga: Komitmen Pejuang Petani, Bupati Kerinci Monadi Teken MoU Cetak Sawah 2026

Sejauh ini, longsor yang terjadi hanya merusak satu rumah warga, longsor ini menimbun bagian belakang rumah korban saat hujan deras melanda. Bahkan, tebing belakang rumah korban tak mampu menahan debit air sehingga menimbun rumah.

Pihak Basarnas Jambi juga memastikan bahwa jumlah korban tertimbun longsor ada sebanyak tiga orang yang diketahui ibu dan 2 orang anaknya. Dua korban sudah dievakuasi dari material longsor, korban ibu berhasil selamat dan satu orang anaknya meninggal dunia. Sedangkan, satu korban lagi sudah diselamatkan saat pencarian.

Al Haris juga menyebut, jika longsor juga merusak hal lainnya maka harus diupayakan perbaikan segera. Kata dia, penanganan darurat harus menjadi prioritas utama. Selain evakuasi dan pendataan korban yang merupakan satu keluarga yang terdampak.

“Jangan sampai masyarakat terlambat mendapat bantuan. Semua pihak harus bergerak cepat,” tegas dia.

Baca Juga: Ibu dan 2 anak Tertimbun Longsor di Tanah sepenggal Bungo, Satu Orang Dilaporkan Tewas

Pemerintah Provinsi Jambi, kata Al Haris, juga akan terus memantau perkembangan penanganan longsor tersebut. Ia berharap kondisi segera membaik dan warga yang terdampak dapat segera mendapatkan penanganan serta bantuan yang dibutuhkan.

“Ini harus kita utamakan persoalan bencana ini, apalagi kondisi saat ini juga masuk musim penghujan, dan kita imbau masyarakat juga terus berhati-hati, serta pihak-pihak terkait terus memberikan informasi soal cuaca dan potensi bencana supaya bisa di ketahui masyarakat,” tutup Al Haris.

Diketahui, korban satu keluarga yang terdampak longsor ini bernama Suryani (40) yang merupakan seorang ibu rumah tangga (IRT) lalu, Arya (11), dan terakhir Revita (4). Bocah Arya diketahui telah meninggal dunia saat diselamatkan dan satu lagi bocah perempuan Revita sudah diselamatkan dan dilarikan kerumah sakit.

Tim gabungan SAR sudah turun ke lokasi kejadian buat membantu proses evakuasi. Sedangkan proses bantuan lainnya Tim SAR masih menunggu langkah selanjutnya sambil membantu membersihkan tumpukan longsor di rumah korban. (adz)

Ibu dan 2 anak Tertimbun Longsor di Tanah sepenggal Bungo, Satu Orang Dilaporkan Tewas

Ibu dan 2 anak Tertimbun Longsor di Tanah sepenggal Bungo, Satu Orang Dilaporkan Tewas.(Ist)

Muara Bungo - Satu orang dilaporkan tewas dan dua orang terluka dalam bencana tanah longsor yang meluluhlantakkan sebuah rumah warga di Dusun (Desa) Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu siang (13/5).

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bungo Zainadi, korban yang tertimbun longsor bernama Suryani, 40 tahun, dan dua anaknya Revita, 4 tahun dan Arya, 11 tahun. 

Korban tewas adalah Arya, yang saat kejadian longsor berada dalam kamar bersama adiknya Revita. Rabu sore, regu penolong berhasil mengevakuasi Revita dalam kondisi kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Menurut informasi dari Kantor Basarnas Jambi, korban tertimbun longsoran tebing yang persis berada di belakang rumah permanen yang mereka huni. Penyebab longsor dipicu tingginya intensitas hujan yang mengguyur Kabupaten Bungo.(Adz)

Kebakaran Hebat di Mendalo Asri, Seorang Lansia Tewas Terbakar

Kebakaran Hebat di Mendalo Asri, Seorang Lansia Tewas Terbakar.(Adz/ist)

MUARO JAMBI – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Perumahan Mendalo Asri, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, Kamis pagi, (09/04/2026). Seorang perempuan lanjut usia, Nurul Riyati Rufaidah, 66 tahun, ditemukan meninggal dunia di dalam rumah yang hangus terbakar.

Api pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 10.05 WIB. Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Muaro Jambi langsung dikerahkan dari Pos Jaluko menuju lokasi kejadian.

Namun, jarak tempuh sekitar 17 kilometer membuat petugas tiba saat api telah membesar dan melahap sebagian besar bangunan. Proses pemadaman berlangsung hampir dua jam sebelum api berhasil dikendalikan menjelang siang.

Di lokasi kejadian, petugas menemukan korban di dalam rumah dalam kondisi tidak bernyawa. Korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat api dengan cepat membesar.

Sekretaris Damkarmat Muaro Jambi, Herman, mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik.

“Kami menduga sumber api dari korsleting listrik. Instalasi yang tidak aman sangat berisiko jika tidak diperiksa secara berkala,” ujarnya.

Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak memenuhi standar. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan listrik dinilai menjadi faktor utama, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia.

Saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta menghitung total kerugian.(Red)

OSIM dan Pramuka MAN 3 Pentagen Kerinci Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatera

Aksi sosial para siswa siswi MAN 3 Kerinci Pentagen Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatera.(adz)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Pengurus OSIM dan Pramuka MAN 3 Kerinci melaksanakan kegiatan penggalangan dana untuk korban banjir Sumatera

Kegiatan dimulai sejak hari selasa 2 Desember dan masih berlanjut sampai saat ini diperkirakan selesai pada tgl 16 Desember 2025.

Adapun Lokasi penggalangan dana adalah dijalan Raya Nasional Pentagen Danau Kerinci

Ketua OSIM MAN 3 Pentagen Mhd Syakbani didampingi Nurul Syuhada dan Muhammad Rapi dari Pramuka MAN 3 Kerinci selaku kordinator aksi penggalangan dana tersebut kepada media ini menyebutkan bahwa pada intinya kegiatan sosial ini dilaksanakan karena mereka merasa terpanggil untuk ikut serta dalam membantu meringankan beban warga yang tertimpa musibah banjir di Sumatera (Sumbar, Aceh dan Medan)

Baca Juga: Total Korban Meninggal Capai 867 orang Akibat Banjir dan Longsor di Aceh,Sumut dan Sumbar

"Kita melaksanakan aksi sosial menggalang dana untuk korban banjir ini berdiri dibeberapa titik disepanjang jalan Pentagen Danau Kerinci direncanakan selama dua minggu" Ujar Syakbani

"Setelah beberapa hari ini Alhamdulillah sudah terkumpul Rp 6 Juta, momen ini kebetulan juga barengan dengan kegiatan festival budaya kerinci Di Danau Kerinci, jadi lumaian ramai kendaraaan yang melintas" Ujarnya lagi

Sementara itu, Kepala Madrasah Askar, S.Pd didampingi Guru Pembina Priyoga utama M. Pd mengungkapkan rasa terima kasih kepada para siswa dan siswi yang telah ikut peduli dan merasakan beban penderitaan warga yang terkena musibah banjir

Baca Juga: Inul Daratista Emosi Sampai Mau Lempar Sendal Melihat Kelakuan 2 Menterinya Prabowo Soal Banjir Sumatera 

"Kami selaku Majlis guru sangat berterima kasih kepada para siswa/i MAN 3 Kerinci yang telah melaksanakan aksi sosial penggalangan dana ini"

"Insya Allah kegiatan sosial ini akan dilaksanakan selama dua minggu, dan Alhamdulillah warga yang melintasi jalan raya yang secara sukarela memberikan bantuan uang seikhlasnya, kepedulian warga juga cukup tinggi"

"Selama 4 hari melaksanakan aksi ini anak-anak sudah dapat mengumpulkan uang sekitar 6 Jutaan, kita sangat bersyukur dan mudah-mudahan hasil akhirnya nanti bisa nambah terus, Insya Allah, tapi yang kami banggakan itu adalah para siswa memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap warga yang terkena musibah".

"Harapan kami, semoga bantuan ini bermanfaat bagi warga yang terdampak dan minimal bisa membantu meringankan beban keluarga para korban". Pungkas Kepala Madrasah.(rdp) 

Inul Daratista Emosi Sampai Mau Lempar Sendal Melihat Kelakuan 2 Menterinya Prabowo Soal Banjir Sumatera

MERDEKAPOST.COM - Pedangdut senior sekaligus pengusaha, Inul Daratista, tak bisa menahan amarahnya terhadap respons dua menteri di kabinet Presiden Prabowo Subianto terkait bencana banjir dahsyat yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.

Dari sekadar mengelus dada, emosi Inul memuncak hingga melontarkan ancaman bernada geram: "Kudu tak lempar sandal mukamu!"

Reaksi keras istri Adam Suseno ini ia tuangkan terang-terangan melalui unggahan-unggahan di akun media sosialnya, menyoroti pernyataan pejabat yang dinilai minim empati dan aksi politisi yang dianggap hanya sebagai panggung pencitraan.

"Kudu Tak Lempar Sandal Mukamu!" untuk Menteri Raja Juli Antoni

Sasaran utama kemarahan Inul adalah Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang juga merupakan Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni.

Inul Daratista meradang setelah mendengar ucapan Raja Juli Antoni yang menyebut bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai 'momentum baik'. 

Bagi Inul, pernyataan tersebut sungguh menyakiti hati ribuan warga yang sedang berduka dan kehilangan.

"Bikin emosi, gini kok jadi pejabat negara, heran gue. Kudu tak lempar sandal mukamu!" tulis Inul Daratista dengan nada tinggi di Instagram.

Baca juga: 

Total Korban Meninggal Capai 867 orang Akibat Banjir dan Longsor di Aceh,Sumut dan Sumbar

Tak berhenti di situ, pelantun Goyang Ngebor ini bahkan mengaitkan Raja Juli Antoni dengan isu lama, yakni foto lawas sang menteri yang pernah beredar bersama Aziz Wellang, tersangka kasus pembalakan liar yang belakangan kasusnya dihentikan.

"Kebanyakan main domino jadi kendo," sindir Inul dengan pedas.

Menteri Zulkifli Hasan Panggul Beras: "Bapak Lucu deh, Kamera Mana Kamera, Action"

Menteri kedua yang menjadi sorotan tajam Inul adalah Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. 

Kedatangan Ketua Umum PAN ke lokasi banjir di Padang, Sumatera Barat, yang terekam kamera justru mengundang tawa sekaligus kritik dari Inul.

Dalam video yang viral, Zulkifli Hasan terlihat memanggul sekarung beras sendirian untuk diberikan kepada korban banjir.

Ia juga sempat terekam membersihkan lumpur di rumah warga menggunakan sekop.

Alih-alih bersimpati, Inul Daratista justru menyoroti kehadiran sejumlah anggota TNI yang berdiri di belakang Zulkifli Hasan dengan tangan kosong.

"Padahal ada tentara dibelakang pada tangan kosong, lah bapak sendirian manggul ????. Bapak lucu deh, kamera mana kamera, action ????," tulis Inul, menilai aksi tersebut tak lebih dari sekadar akting di depan kamera.

Emosi Puncak: Inul Hanya Bisa Elus Dada Lihat Maraknya "Pencitraan Full"

Banjir yang melanda Sumatera menjelang akhir November 2025 tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga ironi yang membuat Inul Daratista hanya bisa mengelus dada.

Melalui unggahan lain di Instagram pribadinya @inul.d pada Senin (1/12/2025), Inul menumpahkan kekesalannya terhadap fenomena pejabat dan politisi yang memanfaatkan situasi darurat untuk kepentingan diri sendiri dan partai.

Proses evakuasi korban banjir bandang.(Doc.Istimewa)

"Wis mulai banyak yang turun lapangan, tapi pencitraan full. Foto-foto manja sama yang kelaparan sambil nangis-nangis," tulisnya, menyebut bahwa ia sampai tidak bisa berkata-kata melihat orang-orang yang sibuk mencari citra di atas penderitaan orang lain.

Kritik Inul menggarisbawahi bahwa penanganan bencana seharusnya menjadi "pencitraan" positif negara jika dilakukan dengan gesit, bukan hanya sekadar ajang bagi kader atau sosok partai untuk berfoto dan dokumentasi.

"Harusnya langsung action, dan action dari negara yang harus jadi pencitraan kalau penanganannya gesit, bukan sosok-sosok partai yang pada foto-foto. Ampun dah ah!” tutupnya, menegaskan bahwa apa yang ia saksikan hanyalah "Preeetttlah!!!"

Ucapan Menhut Raja Juli Antoni Jadi Sorotan

Sebelumnya, Menhut Raja Juli Antoni menyatakan banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat merupakan momentum yang baik untuk melakukan evaluasi tata kelola hutan.

Menurut Raja Juli Antoni, rangkaian bencana tersebut menunjukkan adanya kesalahan mendasar dalam pengelolaan lingkungan. 

Karena itu, ia menegaskan bahwa kementeriannya akan melakukan introspeksi terhadap seluruh kebijakan yang selama ini dijalankan. 

Baca juga: 

20 Rakit Ditenggelamkan Tim Gabungan, Upaya Berantas Dompeng Emas di Merangin Jambi

"Ini kita mendapatkan momentum yang baik semua mata melihat, semua telinga mendengar yang terjadi di tiga provinsi itu, berharap tidak akan meluas," ucap Raja Juli saat ditemui awak media di Riau, 29 November 2025.

"Ini momentum yang baik untuk evaluasi, intropeksi bahwa ada yang salah nih dalam pengelolaan lingkungan hidup kita,"

"Pak Presiden dalam pidatonya mengatakan penebangan hutan liar yang tidak terkontrol berkontribusi besar terhadap bencana. Jadi kita akan melakukan evaluasi kebijakan,” imbuhnya. 

Dalam kunjungannya ke Riau selama dua hari, ia menekankan pemerintah tidak hanya berhenti pada evaluasi, tetapi juga langsung menyiapkan langkah-langkah konkret. 

Salah satunya dilakukan di Kuantan Singingi, di mana ia menyerahkan Surat Keputusan (SK) Hutan Adat sebagai bentuk penguatan hak masyarakat adat. 

“Masyarakat adat selama ini tersisihkan, padahal mereka adalah kelompok yang paling mampu menjaga hutan. Legalisasi ini memberi mereka ruang untuk berkontribusi,” jelasnya.(Adz)

Banjir di Aceh Utara Meluas, 3.507 Orang Mengungsi

MERDEKAPOST.COM - Hingga Rabu (26/11/2025), banjir telah merendam 18 dari total 27 kecamatan di Aceh Utara.

Banjir meningkat signifikan dibandingkan awal kejadian yang hanya berdampak pada lima kecamatan. Pemerintah daerah resmi menetapkan status darurat banjir.

Bupati Aceh Utara, Ismail A Jali, menyampaikan bahwa ribuan warga harus mengungsi akibat banjir yang belum menunjukkan tanda mereda.

“Kami mencatat 3.507 pengungsi hingga hari kelima ini.

Ribuan lainnya terdampak banjir namun belum mengungsi. Kami siaga penuh 24 jam,” ungkapnya saat ditemui.

Selain memaksa warga meninggalkan tempat tinggal, banjir juga menimbulkan kerusakan material.

Data Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menunjukkan tiga rumah warga rusak berat, 17 rumah rusak sedang, dan enam lainnya mengalami rusak ringan.

Area pertanian dan perikanan turut terdampak, dengan 620 hektar sawah dan 571 hektar tambak terendam air sejak meningkatnya curah hujan pekan ini.

Kerusakan infrastruktur turut memperberat kondisi warga, terutama di wilayah Kecamatan Sawang, di mana satu jembatan putus akibat arus deras Sungai Sawang.

Selain itu, delapan titik tanggul sungai dilaporkan jebol sehingga mempercepat meluapnya air ke permukiman.

Dalam proses evakuasi, seorang karyawan tim penyelamat dilaporkan mengalami kesulitan menjangkau warga terdampak karena tingginya arus air dan minimnya akses.

Bupati Ismail meminta seluruh tim penanganan untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Saya minta seluruh petugas evakuasi jaga diri baik-baik. Upayakan terobos banjir demi evakuasi korban.

Jaga keselamatan diri dan korban, kita terus beri maksimal sekuat tenaga untuk korban banjir,” tegas Ismail.

Kebutuhan Alat Berat dan Logistik Mendesak

Pemerintah daerah telah mengerahkan seluruh alat berat yang tersedia untuk memperlancar aliran air dan membuka akses jalur yang tertutup lumpur.

Namun, kebutuhan logistik makanan dan tambahan alat berat disebut sangat mendesak untuk mempercepat penanganan darurat.

Instruksi resmi telah dikeluarkan Bupati kepada jajaran teknis dan layanan publik.

Tenaga kesehatan diminta ditempatkan di lokasi pengungsian untuk mengantisipasi gangguan kesehatan pada kelompok rentan.

“Fokus penanganan korban banjir untuk ibu hamil, balita, anak, lansia, dan disabilitas,” tambah Ismail.

Selain itu, Dinas PUPR diminta segera mengoperasikan peralatan untuk normalisasi aliran air di area yang mengalami penyumbatan.

Untuk penyaluran bantuan, Dinas Sosial diminta segera mengirim logistik ke titik-titik evakuasi.

Ismail juga menginstruksikan para camat untuk tetap berada di wilayah masing-masing guna mempercepat penyampaian data lapangan.

Ia mengimbau warga yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) agar tetap bersiap menghadapi kemungkinan peningkatan debit air menyusul curah hujan tinggi dan kedangkalan aliran sungai.(RED)

Ibu Sudah Tiada, Ayah Alami Kebutaan, Kisah Pilu Mira Penderita Penyakit Paru-paru Butuh Uluran Tangan

Kisah Pilu Mira, Menderita Sakit Paru-Paru dan Hidup dalam Kekurangan, Butuh Uluran Tangan Dermawan.(adz)

Kerinci, Merdekapost.com – Kesedihan mendalam tengah dirasakan salah seorang warga Desa Punai Merindu, Kecamatan Danau Kerinci Barat, bernama Mira. Ia saat ini sedang dirawat intensif di RSUD Sungai Penuh akibat penyakit paru-paru yang dideritanya. 

Kondisinya kini kian mengkhawatirkan karena tidak bisa lepas dari alat bantu oksigen.

Bahkan pilunya lagi, sakit yang dideritanya sudah berlangsung cukup lama, namun dia bahkan harus menahan dan bertahan dirumah karena kondisi keluarga yang tidak memungkinkan untuk pergi berobat.

Keluarga Mira hidup dalam kondisi sangat miskin. Rumah mereka yang berukuran sekitar 2–3 meter x 5 meter dihuni oleh empat orang, semuanya memiliki keterbatasan fisik untuk bekerja secara normal. Kondisi ekonomi yang serba sulit itu sedikit banyak turut mempengaruhi kesehatan Mira.

Baca Juga: 

Cegah Stunting, Satgas TMMD Kodim Kerinci Gencarkan Posyandu

Lebih memilukan lagi, ibunya telah meninggal dunia, sementara ayahnya mengalami kebutaan. Mira juga memiliki anak yang masih kecil dan kini tidak ada yang dapat merawatnya.

Warga di Lima Desa Tanjung Pauh Mudik sangat mengenal kondisi keluarga ini. Mereka menilai, bahkan sebelum sakit pun, keluarga Mira sudah sangat layak mendapatkan perhatian dan bantuan. Kini, dengan kondisi Mira yang dirawat di rumah sakit, kebutuhan bantuan menjadi semakin mendesak.

Bagi para dermawan yang ingin membantu, dapat menyalurkan bantuan langsung ke rumah keluarga Mira di Desa Punai Merindu, atau melalui rekening berikut:

BSI 3347802180 a.n. Agusmita Ahmad

Semoga uluran tangan dan doa kita semua dapat meringankan beban keluarga Mira dan memberikan harapan baru di tengah kesulitan yang mereka hadapi.(adz)


Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs