Wako Alfin dan Ketua TP PKK Kunjungi dan Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Pasar Baru

SUNGAI PENUH - Lorong di Desa Pasar Baru, Kota Sungai Penuh, masih menyisakan jejak kebakaran. Sebuah bangunan yang dilalap api menjadi saksi musibah yang menimpa warga. Pada Rabu, 7 Oktober 2026, Wali Kota Sungai Penuh Alfin datang melihat langsung kondisi di lokasi.Cari Peta Wilayah

Walikota Alfin tak datang sendirian, Sejumlah pejabat Pemerintah Kota Sungai Penuh dan Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, turut mendampinginya. Rombongan menyusuri lorong tempat kebakaran terjadi. Mereka kemudian melihat bangunan yang terbakar dan menemui warga terdampak.

Baca Juga: Jelang MTQ ke-55, Wako Alfin dan Wawako Azhar Silaturahmi dan Berikan Motivasi untuk Kafilah

Kunjungan itu tak sekadar meninjau lokasi. Pemerintah Kota Sungai Penuh membawa sejumlah bantuan untuk membantu kebutuhan warga setelah kebakaran. Bantuan tersebut berupa paket logistik, makanan, perlengkapan keluarga, kesehatan, hingga bahan bangunan.

Di hadapan warga, Alfin mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. Menurut dia, korban kebakaran membutuhkan dukungan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga untuk memulai kembali kehidupan setelah musibah.

"Atas nama Pemerintah Kota Sungai Penuh, kami turut berduka atas musibah ini. Semoga Bapak dan keluarga diberi kekuatan, kesabaran, serta segera dapat kembali membangun rumah dan menjalani kehidupan seperti sedia kala," ujar Alfin.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sungai Penuh akan terus hadir memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama saat menghadapi bencana maupun musibah.

Kunjungan ini  juga diikuti Sekda Alpian, jajaran OPD, Camat sungai penuh, dan TP. PKK kota sungai penuh, Kepala Desa pasar baru, serta organisasi masyarakat. 

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan serta dukungan moril dan materil kepada warga yang sedang mengalami musibah,” kata Alfin. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban korban sehingga mereka bisa segera pulih dan kembali menjalankan aktivitas.

Bantuan juga datang dari pihak lain. TP PKK Kota Sungai Penuh menyerahkan paket sembako melalui Program 3S. Alumni Angkatan 87 Kota Sungai Penuh ikut memberikan bantuan kepada warga terdampak. Dukungan dari berbagai pihak itu menjadi bagian dari upaya membantu keluarga korban melewati masa setelah kebakaran.

Kehadiran Wali Kota bersama Ketua TP-PKK di lokasi kebakaran menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam memberikan pelayanan, perhatian, dan dukungan kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

Di sela kunjungannya, Alfin mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap ancaman kebakaran. Kewaspadaan, menurut dia, diperlukan untuk menghadapi berbagai potensi bencana, baik bencana alam maupun sosial. Kebakaran dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga pencegahan perlu menjadi perhatian bersama.

Kunjungan tersebut turut dihadiri BPBD Kota Sungai Penuh, Dinas Sosial, serta Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan. Pengurus TP PKK Kota Sungai Penuh juga hadir. 

Sementara itu, Sudirman menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh Wali Kota Sungai Penuh, Ketua TP-PKK, serta seluruh jajaran Pemerintah Kota Sungai Penuh.

"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wali Kota, Ibu Ketua TP-PKK, dan seluruh Pemerintah Kota Sungai Penuh yang telah datang langsung memberikan bantuan dan perhatian kepada keluarga kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk memulai kembali kehidupan setelah musibah ini," ungkap Sudirman.

Kunjungan tersebut turut dihadiri BPBD Kota Sungai Penuh, Dinas Sosial, serta Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan. Pengurus TP PKK Kota Sungai Penuh juga hadir. 

Di lorong Pasar Baru yang baru dilanda musibah itu, bantuan yang datang mungkin belum dapat mengganti seluruh kerugian. Namun, bagi warga terdampak, perhatian dan uluran tangan menjadi langkah awal untuk kembali bangkit. (Red)

Rumah Warga Kampung Dalam Sungai Penuh Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp200 Juta

Rumah warga di Dusun Koto Pinang, Sungai Penuh, terbakar pada Sabtu dini hari akibat dugaan api dari regulator kompor gas dengan kerugian sekitar Rp200 juta.(IST) 

MERDEKAPOST.COM | SUNGAIPENUH – Satu unit rumah permanen milik warga Dusun Koto Pinang, Desa Kampung Dalam, Kecamatan Hamparan Rawang, Kota Sungai Penuh, terbakar pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.

Informasi yang diperoleh, pemilik rumah, Alpianto (45), pertama kali mengetahui kebakaran setelah terbangun dari tidur dan menuju bagian belakang rumah.

Saat berada di dapur, Alpianto melihat api muncul dari bagian regulator kompor gas.

Alpianto sempat berusaha memadamkan api dengan menyiramnya menggunakan air. Namun, upaya tersebut tidak berhasil.

Api justru semakin membesar dan merambat ke barang-barang pecah belah serta berbagai barang berbahan plastik yang berada di dalam rumah dan merupakan perlengkapan usaha dagang miliknya.

Karena api semakin membesar, korban kemudian keluar rumah dan meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Tak lama berselang, sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran Kota Sungai Penuh tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman.

Kapolsek Air Hangat Timur, Iptu Rustam, dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Ia menyebutkan, setelah mendapat laporan, anggotanya langsung turun ke lokasi untuk membantu proses pemadaman sekaligus melakukan tindakan kepolisian di tempat kejadian perkara (TKP).

Setelah berjibaku dengan api, petugas pemadam kebakaran dibantu warga akhirnya berhasil memadamkan kebakaran sekitar pukul 04.20 WIB.

"Berdasarkan keterangan awal pemilik rumah, api diduga pertama kali muncul dari bagian regulator kompor gas di dapur,” ujar Kapolsek.

Akibat kejadian tersebut, kerugian materiel sementara ditaksir mencapai sekitar Rp200 juta.(Adz)

Solok dilanda banjir bandang, Saudara kita sedang membutuhkan uluran tangan

 

Solok dilanda banjir bandang. Saudara kita sedang membutuhkan uluran tangan.

Solok dilanda banjir bandang. Saudara kita sedang membutuhkan uluran tangan.

Di tengah kehilangan dan keterbatasan, bantuan kecil dari kita dapat menjadi harapan besar bagi mereka. Mari bersama hadirkan makanan, air bersih, perlengkapan evakuasi, dan kebutuhan dasar bagi para penyintas.

Mari bantu, mari pulihkan. Karena kepedulian kita hari ini, bisa menjadi kekuatan bagi mereka untuk bangkit kembali.

Salurkan donasi terbaikmu melalui Yakesma Jambi.

Bersama, kita hadirkan harapan di tengah bencana.

Mari salurkan kebaikan lebih mudah melalui :

======================

๐Ÿ“Œ Rekening :

BSI : 7229 311 969 (Khusus Zakat)

BSI : 7229 311 535 (Khusus Infaq & Shodaqoh)

============

๐Ÿ“Œ Layanan Informasi, Konsultasi dan Jemput Donasi:

Call Center Yakesma Jambi 0821-8539-9845

============

๐Ÿ“Œ Alamat Kantor:

Jl. Kaca Piring II, Simpang IV Sipin, Kec. Telanaipura, Kota Jambi

Diterjang Galodo, Jalur Solok-Padang di Arosuka Tak Bisa Dilewati

Kondisi Arosuka Solok, Senin (21/9/2026), usai diterjang galodo.Berita Olahraga Nasional

SOLOK, SUMBAR - Jalur Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), tidak bisa dilalui setelah diterjang galodo, Senin (21/9/2026) malam.

Material lumpur, kayu, dan material longsor menutupi badan jalan sehingga akses dari Solok menuju Padang maupun sebaliknya terganggu.

Kasatlantas Polres Arosuka Solok, Iptu Akbar Kharisma Tajung, mengatakan air bah terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Sekitar pukul 20.30 WIB, material galodo sudah menutupi jalur utama tersebut.

“Hari ini tanggal 21 September 2026 telah terjadi air bah, sekitar pukul 20.00 WIB. Sehingga pada pukul 20.30 ini menutupi jalur atau jalan ke Kota Solok dengan Padang atau sebaliknya,” ujarnya.Informasi Pariwisata Sumbar

Ia mengimbau masyarakat untuk sementara menghindari jalur tersebut dan menggunakan jalur alternatif Padang Panjang.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk sementara menggunakan jalur Padang Panjang. Karena jalur kita tertutup material longsor,” katanya.

Sekretaris BPBD Sumbar, Ilham, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai galodo sekitar waktu salat Isya.

“Ya, benar. Kondisinya saat ini banyak material lumpur, kayu-kayu. Kabarnya ada satu jembatan yang putus,” ungkapnya saat dikonfirmasi Katasumbar.

Menurut Ilham, galodo terjadi di sekitar kompleks Kantor Bupati Solok yang berada tidak jauh dari aliran sungai.Astronomi

“Kalau sungainya memang sungai yang mengalir di kompleks Kantor Bupati. Apakah Kantor Bupati juga terdampak atau kantor lain yang terdampak kita belum dapat info,” katanya.

Ia menyebut, sebelum galodo terjadi, kawasan tersebut dilanda hujan deras disertai badai. Kondisi itu diduga membuat debit air sungai meningkat hingga meluap.

“Untuk pemicu, tadi ada hujan deras dan badai di lokasi. Selepas Isya tadi ada informasi sungai tersebut meluap,” ujarnya.

Hingga Senin malam, BPBD Sumbar masih menuju lokasi untuk memastikan kondisi dan dampak galodo.

“Korban jiwa belum ada informasi. Kita dapat info awal itu ada rumah yang terdampak dan warung, dan terdampak seperti apa,” katanya.(Adz)

IKA PMII dan GP Ansor Serahkan Donasi Korban Kebakaran Kemantan, Prof Jafar: Semoga Bisa Membantu Kebutuhan Darurat Keluarga Korban

Solidaritas Kader, IKA PMII dan GP Ansor Kerinci Sungai Penuh Hadir dan Serahkan Donasi kepada Korban Kebakaran di Kemantan Tinggi.(Adz)

MERDEKAPOST.COM | KERINCI– Penyerahan bantuan bagi korban kebakaran di Desa Kemantan, Kecamatan Tinggi Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, berlangsung haru pada Minggu (6/9/2026). Aksi kemanusiaan ini digalang bersama oleh Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) serta Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Bantuan diserahkan langsung oleh Pembina IKA PMII dan GP Ansor, Prof. Dr. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., kepada penerima bantuan, Toby Arif Munandar. Musibah kebakaran yang melanda permukiman tersebut terjadi pada Selasa (1/9/2026) dan mengakibatkan satu warga mengalami luka bakar.

Selain menyalurkan donasi untuk meringankan beban ekonomi korban, rombongan juga menggelar doa bersama di lokasi. 

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Jafar Ahmad menyampaikan rasa empati yang mendalam atas peristiwa yang menimpa Toby dan keluarganya.

Baca Juga: 

Kebakaran Hebat di Kemantan Kerinci, Rumah dan Harta Benda Habis Terbakar, GP Ansor dan IKA PMII Kerinci Sungai Penuh Gelar Open Donasi

Bupati Monadi Didampingi Camat AHT Hadir Jenguk Korban Kebakaran di Kemantan dan Salurkan Bantuan

“Kita tentu tidak menginginkan adanya musibah seperti ini. Namun, di tengah musibah, kita harus tetap bersyukur dan saling menguatkan. Semoga dengan adanya bantuan dan doa bersama ini, keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan” ujarnya.

Ia juga menyuntikkan semangat agar korban tidak larut dalam kesedihan dan optimis menata kembali masa depannya.

“Semoga adanya musibah ini tidak membuat kita berputus asa. Insyaallah, ke depan rezekinya semakin lancar, diberikan kemudahan, dan keluarga bisa kembali bangkit,” ungkapnya.

Diwarnai suasana kekeluargaan yang erat, kolaborasi IKA PMII dan GP Ansor ini menjadi cerminan nyata dari nilai gotong royong dan kepedulian sosial terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah. 

Baca Juga: Bentuk Solidaritas dan Kepedulian, IMKK Jenguk Korban Kebakaran Salurkan Bantuan Uang dan Sembako

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Camat Air Hangat Timur Widya Mayasari.S.STP, Edy Saputra Ketua GP Ansor Kota Sungai Penuh, H M. Hanil Ketua GP Ansor Kerinci, , serta Para Pembina GP Ansor dan IKA PMII Jhoni Arman, S.Ag serta Khumaini, SE (*)

Bentuk Solidaritas dan Kepedulian, IMKK Jenguk Korban Kebakaran Salurkan Bantuan Uang dan Sembako

Para Mahasiswa Kemantan yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Kemantan Kerinci (IMKK) menunjukkan kepeduliannya terhadap keluarga korban kebakaran dengan turun langsung menjenguk dan menyalurkan bantuan untuk meringankan beban korban yang tengah menghadapi masa sulit pascamusibah kebakaran (05/09/2026).(Istimewa)

Kerinci – Ikatan Mahasiswa Kemantan Kerinci (IMKK) menunjukkan kepeduliannya terhadap keluarga korban kebakaran dengan turun langsung menjenguk dan menyalurkan bantuan untuk meringankan beban korban yang tengah menghadapi masa sulit pascamusibah (05/09/2026).

Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi bentuk dukungan moral, tetapi juga disertai dengan penyerahan bantuan berupa uang tunai dan sembako. Bantuan tersebut merupakan hasil donasi yang sebelumnya dihimpun oleh IMKK dari berbagai pihak.

Donasi berasal dari anggota IMKK, para senior, serta masyarakat Kemantan yang turut tergerak untuk membantu keluarga korban. Partisipasi tersebut menjadi bentuk solidaritas masyarakat dalam membantu warga yang sedang tertimpa musibah.

Mahasiswa serahkan bantuan kepada Ibu Murniati korban kebakaran di Desa Kemantan Tinggi.(Ist) 

Ketua IMKK, Syahrul, mengatakan bantuan yang disalurkan merupakan hasil kepedulian bersama. Menurutnya, meskipun bantuan yang diberikan tidak dapat menggantikan kerugian akibat kebakaran, setidaknya dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan keluarga korban.

“Ini bantuan dari hasil donasi anggota, senior-senior, dan juga masyarakat Kemantan. Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat sedikit meringankan beban keluarga,” ujar Syahrul.

Ia menambahkan, kepedulian terhadap sesama menjadi hal penting, terutama ketika ada masyarakat yang sedang berada dalam kondisi sulit. Karena itu, IMKK berupaya hadir bersama masyarakat untuk memberikan dukungan sesuai kemampuan yang dimiliki.

Penyerahan bantuan juga diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi keluarga korban agar tetap kuat menghadapi kondisi pascakebakaran. Dukungan dari berbagai pihak dinilai penting dalam proses pemulihan, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah kehilangan akibat musibah.

Bagi IMKK, kegiatan seperti ini bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi bentuk nyata solidaritas mahasiswa dan masyarakat Kemantan terhadap sesama. Semangat gotong royong diharapkan terus terjaga sehingga masyarakat yang mengalami musibah tidak merasa menghadapi kondisi tersebut seorang diri.

Melalui bantuan yang terkumpul, IMKK berharap kepedulian dari anggota, senior, dan masyarakat Kemantan dapat memberikan manfaat bagi keluarga korban serta membantu mereka melewati masa sulit setelah musibah kebakaran.(adz/fad).

Wako Alfin Sambangi BNPB, Bawa Usulan Rehabilitasi Infrastruktur dan Penanganan Bencana

Wako Alfin Sambangi BNPB, Bawa Usulan Rehabilitasi Infrastruktur dan Penanganan Bencana.(Ist)

JAKARTA – Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., menyambangi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI di Jakarta, Kamis (03/09). Dalam kunjungan tersebut, Alfin membawa usulan dukungan rehabilitasi infrastruktur dan penanganan bencana untuk Kota Sungai Penuh.

Alfin menyampaikan langsung sejumlah kebutuhan tersebut kepada Direktur R.R Infrastruktur BNPB, Dr. Ir. Afrizal Posya, M.A., M.Si. Pertemuan itu membahas upaya pemerintah daerah mendapatkan dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat rehabilitasi infrastruktur sekaligus memperkuat penanganan bencana di Kota Sungai Penuh.

Alfin mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Menurutnya, dukungan BNPB sangat penting agar pemerintah daerah dapat mempercepat pembangunan dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Baca Juga:

Bupati Monadi Didampingi Camat AHT Hadir Jenguk Korban Kebakaran di Kemantan dan Salurkan Bantuan

“Kami berharap usulan rehabilitasi infrastruktur dan penanganan bencana ini mendapat dukungan BNPB. Ini penting untuk mempercepat pembangunan, meningkatkan kesiapsiagaan, serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat,” ujar Alfin.

Dalam pertemuan tersebut, BNPB meminta Pemerintah Kota Sungai Penuh mengajukan usulan secara rutin setiap tahun. Langkah tersebut penting agar pemerintah daerah dapat menyampaikan kebutuhan penanganan infrastruktur dan kebencanaan secara berkelanjutan.

Pemkot Sungai Penuh terakhir kali mengajukan usulan kepada BNPB pada 2019. Karena itu, Alfin kembali membawa usulan terbaru dalam kunjungan tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memperjuangkan dukungan pusat.

BNPB menyampaikan bahwa pihaknya akan mengupayakan pemenuhan usulan Pemerintah Kota Sungai Penuh. Namun, Pemkot harus melengkapi seluruh persyaratan dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Alfin berharap komunikasi dan koordinasi dengan BNPB terus berjalan. Ia juga berharap dukungan tersebut dapat membantu Kota Sungai Penuh mempercepat rehabilitasi infrastruktur dan meningkatkan kesiapan menghadapi bencana.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkot Sungai Penuh untuk memperkuat pembangunan infrastruktur dan perlindungan masyarakat dari risiko bencana. (Adz)

Bupati Monadi Didampingi Camat AHT Hadir Jenguk Korban Kebakaran di Kemantan dan Salurkan Bantuan

Bupati Monadi Didampingi Camat AHT, Dinas Sosial  Hadir Jenguk Korban Kebakaran di Kemantan dan Salurkan Bantuan.(Ist) 

Kerinci, Merdekapost.com — Pemerintah Kabupaten Kerinci hadir dan tunjukkan empati serta rasa kepedulian mendalam terhadap warga yang sedang dilanda musibah

Bupati Monadi didampingi Camat Air Hangat Timur Widya Mayasari, S.STP menjenguk warga yang ditimpa musibah kebakaran di Desa Kemantan Tinggi sekaligus menyerahkan bantuan (03/09/2026)..

Bantuan yang diberikan Bupati Kerinci tersebut berupa semen, atap, serta sejumlah perlengkapan kebutuhan warga, di antaranya kasur, tikar, dan terpal.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kerinci juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena Pemerintah Daerah baru dapat hadir setelah beberapa saat pasca kejadian. 

Dirinya menyebut keterlambatan tersebut bukanlah disengaja akan tetapi disebabkan karena adanya satu dan lain hal.

Menurutnya, kehadiran Pemda di tengah masyarakat merupakan salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah untuk membantu warga yang sedang mengalami musibah.

Baca Juga: Kebakaran Hebat di Kemantan Kerinci, Rumah dan Harta Benda Habis Terbakar, GP Ansor dan IKA PMII Kerinci Sungai Penuh Gelar Open Donasi

Bupati juga berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kerinci agar lebih waspada dan tidak lalai terhadap potensi kebakaran. Masyarakat diminta memperhatikan kondisi rumah serta berbagai sumber yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

“Jangan sampai kita lalai. Mari sama-sama meningkatkan kewaspadaan agar kejadian kebakaran tidak kembali terjadi,” pesannya.

Bupati Kerinci berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga dan membantu memenuhi kebutuhan mereka pascamusibah. 

Bupati Monadi dan Toby Arif Munandar selaku anak dari korban (Pemilik Rumah).(ist)

Sementara itu Toby Arif Munandar selaku anak dari Pemilik Rumah atas nama keluarga mengucpkan Terima kasih kepada Bupati Kerinci Bapak Monadi, Ibu Camat Air Hangat Timur, Dinas Sosial, serta Kades Kemantan Tinggi yang telah hadir dan memberikan support kepada keluarganya dalam menghadapi musibah kebakaran yang telah meluluhlantakkan Rumah dan harta benda keluarganya, 

"Terima kasih juga untuk keluarga, sahabat, dan seluruh masyarakat yang telah hadir, membantu, serta mendoakan keluarga kami.

Di tengah kehilangan yang begitu besar, kepedulian tersebut menjadi kekuatan bagi kami untuk bangkit". Ujar Toby

"Kami kehilangan banyak hal, tetapi kami masih memiliki keluarga, doa, dan orang-orang baik yang berdiri bersama kami". Pungkas Toby dengan nada terbata-bata. (Adz)

Daftar Kerusakan Akibat Puting Beliung di Kerinci, Warga Diminta Tetap Waspada!

 

Daftar Kerusakan Akibat Puting Beliung di Kerinci, Sejumlah kerusakan terjadi akibat angin puting beliung menerjang Desa Tangkil, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB(adz/AI)

KERINCI - Sejumlah kerusakan terjadi akibat angin puting beliung menerjang Desa Tangkil, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jambi, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Bencana tersebut menyebabkan sedikitnya empat rumah warga mengalami kerusakan.

Selain merusak rumah, angin kencang juga merobohkan tiga tiang PLN di wilayah Desa Tangkil.

Robohnya tiang listrik berpotensi mengganggu jaringan listrik di sekitar lokasi kejadian.

Warga diimbau tidak mendekati tiang maupun kabel listrik yang roboh untuk menghindari risiko kecelakaan.

Hingga Senin sore, petugas masih melakukan pendataan terhadap dampak angin puting beliung di Desa Tangkil.

Petugas juga melakukan pengecekan terhadap rumah-rumah warga yang terdampak untuk memastikan tingkat kerusakan.

Data sementara mencatat empat rumah mengalami kerusakan dan tiga tiang PLN roboh.

Jumlah tersebut masih dapat berubah setelah proses pendataan dan verifikasi di lapangan selesai dilakukan.

Peristiwa puting beliung ini menjadi pengingat bagi masyarakat Kerinci untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca.

Angin kencang dapat muncul secara tiba-tiba, terutama saat hujan deras melanda wilayah tersebut.

Warga disarankan segera mencari tempat aman ketika hujan deras disertai angin kencang mulai terjadi.

Masyarakat juga diminta menjauhi pohon besar, tiang listrik, serta bangunan yang terlihat tidak kokoh selama cuaca ekstrem.

Khusus di sekitar lokasi tiang listrik roboh, warga diminta tidak menyentuh kabel atau mendekati jaringan listrik sebelum dinyatakan aman oleh petugas.(*) 

UPDATE Gempa M7,7 NTT: Korban Jiwa 51 Orang, 64 Luka Berat, Status Darurat Berlaku

MERDEKAPOST.COM – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) merilis pemutakhiran data korban tragedi gempa bumi tektonik dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hingga Minggu (16/8/2026) pagi, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB tersebut bertambah menjadi 51 orang, naik dari data sebelumnya yang mencatat 48 korban tewas.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), titik episentrum gempa berada di laut pada jarak 30 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada kedalaman 15 kilometer dengan koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur. 

Gempa ini sempat memicu pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk wilayah NTT, NTB, Sulawesi Selatan, hingga Sulawesi Tenggara.

Penambahan Korban Jiwa

Kepala Basarnas, Marsekal Madya M Syafii, menyampaikan secara resmi perkembangan operasi pencarian dan pertolongan pascabencana.

"Kami laporkan untuk update per pukul 09.00 pagi hari ini bahwa total korban meninggal dunia ada 51, penambahan yang pertama di Manggarai Timur ada 3 warga yang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia," ungkap Syafii dalam konferensi pers, Minggu (16/8/2026).

"Untuk yang ada di (Kabupaten) Manggarai yang tadinya 23 menjadi 24, tambah 1, sehingga totalnya ada 51 korban meninggal dunia," tambahnya.

Selain menelan korban jiwa, guncangan gempa melukai puluhan warga lainnya yang kini tengah mendapatkan penanganan medis secara intensif.

"Untuk yang luka-luka dan luka berat yang mendapatkan perawatan total 64 warga," kata Syafii.

Penetapan Status Tanggap Darurat

Merespons masifnya dampak kerusakan dan jatuhnya korban, Pemerintah Provinsi NTT tengah memproses surat keputusan untuk menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan di tingkat provinsi.

Sejumlah pemerintah kabupaten setempat juga telah menerbitkan keputusan resmi terkait penetapan status darurat dan pembentukan pos komando:

- Kabupaten Manggarai

Menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 90 hari terhitung sejak 15 Agustus hingga 13 November 2026 melalui Keputusan Bupati No. 319 Tahun 2026, yang disusul penunjukan Pos Komando lewat Keputusan No. 320 Tahun 2026.

- Kabupaten Ngada

Memberlakukan masa Tanggap Darurat Bencana serta pembentukan Pos Komando selama 30 hari (15 Agustus–15 September 2026) berdasarkan Keputusan Bupati No. 441 dan No. 442/KEP/HK/2026.

- Kabupaten Manggarai Timur

Menetapkan status Siaga Darurat Bencana yang berlaku hingga 4 September 2026 melalui Keputusan Bupati Nomor HK/141/Tahun 2026.

Data Pengungsi dan Kerusakan

Sekitar 5.000 warga diketahui mengungsi akibat gempa NTT ini. Berdasarkan pemutakhiran data per Minggu (16/8/2026) pukul 00:00 WIB, konsentrasi pengungsi terbesar di NTT saat ini terpantau di Kabupaten Sikka dengan total 3.356 jiwa. 


Mereka tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan mandiri 2.000 jiwa di 10 titik pengungsian. Sedangkan di Kabupaten Manggarai, jumlah pengungsi mencapai  total 2.078 jiwa. 


Ratusan pengungsi lainnya juga dilaporkan bertahan di Nagekeo sebanyak 500 jiwa, dan dua wilayah di provinsi berbeda, yaitu Bima, hingga Kepulauan Selayar.

Sejumlah warga di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT memilih pergi ke bukit untuk mengungsi pada Sabtu (15/8/2026) malam. 

Mereka memutuskan untuk mengungsi ke bukit karena takut gempa susulan karena pemukiman mereka berada di pesisir pantai. 

Warga kemudian membangun tenda darurat dan tidur beralaskan tikar dan kardus bekas.

Untuk penerangan, mereka membawa mesin genset ke wilayah perbukitan. 

Menurut warga, mereka belum bisa kembali ke rumah karena takut gempa susulan dan trauma Gempa pada tahun 1992 lalu. 

"Banyak warga yang pergi ke bukit untuk mengungsi malam ini, " Kata Jahadin, warga setempat, dikutip dari Pos-Kupang.com.

Sementara itu, Sejumlah warga di Pulau Palue, membangun tenda darurat di lapangan terbuka untuk mengungsi tepatnya di Desa Rokirole.

Sementara data sementara pada pukul 17.00 WIB, Sabtu (15/8/2026), total rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit dan rusak ringan 148 unit. 

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit, kantor 6 unit dan sejumlah fasilitas umum lain.  

Merespons gempa di NTT, BNPB mengirimkan bantuan pangan dan non-pangan ke wilayah bencana. Sejumlah bantuan dikerahkan melalui gudang logistik yang berada di Kabupaten Flores Timur, NTT. 

Sedangkan dari Jakarta, BNPB juga mengirimkan bantuan melalui baseops TNI AU Halim Perdanakusuma. Total bantuan sebanyak 50 ribu paket dengan berat 275 ton. 

Saat ini, bantuan yang baru tiba di baseops sebanyak 10.500 paket, yang berasal dari Presiden Prabowo Subianto.

Kementerian Sosial juga telah memobilisasi bantuan logistik senilai sekitar Rp4,5 miliar. 

Pusat Pengendalian Operasi BNPB mendapatkan laporan di Kepulauan Selayar, BPBD setempat mendirikan pos pengungsian di tiga titik. Sebaran pengungsian berada di Kecamatan Pasimarannu, Pasilambena dan Takabonerate.

Di lain sisi, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, mengatakan asesmen terhadap kondisi warga masih dilakukan di seluruh wilayah terdampak. 


Kementerian, lembaga dan pemerintah daerah mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak, mulai dari makanan, air bersih, tenda, layanan kesehatan, hingga tempat aman bagi pengungsi.


"Pendataan kerusakan dan kebutuhan warga masih terus berlangsung di semua wilayah terdampak, dan kami akan menyesuaikan bantuan dengan perkembangan kondisi di lapangan," ujar Budiman dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).

Budiman menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. 

Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak menangani dampak bencana.

"Pemerintah tidak tinggal diam. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak," katanya.

Penanganan di lapangan melibatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri atas 281 personel dari TNI, Polri, BPBD, PMI, dan potensi SAR lainnya. 

Tim tersebut telah mengevakuasi 79 orang terdampak dan masih melakukan pencarian terhadap satu orang yang dilaporkan tertimbun.(*)

Update Gempa M7,7 NTT: 47 Orang Tewas dan 346 Rumah Rusak

Sebanyak 47 orang tewas akibat gempa M7,7 di wilayah Provinsi NTT. Jumlah korban ini berdasarkan data sementera BNPB pada Sabtu (15/8/2026), pukul 18.48 WIB

KUPANG - Sebanyak 47 orang tewas akibat gempa M7,7 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Update ini berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu (15/8/2026), pukul 18.48 WIB. “Total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang.

 Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang. Selain korban ini, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, Berton melaporkan bahwa total rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit dan rusak ringan 148 unit. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit, kantor 6 unit dan sejumlah fasilitas umum lain.

“Merespons gempa di NTT, BNPB mengirimkan bantuan pangan dan non-pangan ke wilayah bencana. Sejumlah bantuan dikerahkan melalui gudang logistik yang berada di Kabupaten Flores Timur, NTT,” ujarnya. 

Sedangkan dari Jakarta, BNPB juga mengirimkan bantuan melalui baseops TNI AU Halim Perdanakusuma. Total bantuan sebanyak 50 ribu paket dengan berat 275 ton. 

Saat ini, bantuan yang baru tiba di baseops sebanyak 10.500 paket, yang berasal dari Sekretaris Kabinet.

Sementara itu, guncangan gempa juga dirasakan warga Kabupaten dan Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. 

“Kondisi masyarakat di Kabupaten dan Kota Bima secara umum kondusif. BPBD Kota Bima melakukan pendataan dan verifikasi situasi di lapangan. Pusat Pengendalian Operasi BNPB mendapatkan laporan di Kepulauan Selayar, BPBD setempat mendirikan pos pengungsian di tiga titik.

Sebaran pengungsian berada di Kecamatan Pasirmarannu, Pasilambena dan Takabonerate,” pungkasnya.

Bupati Monadi Turun Kelokasi dan Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Belui dan Bedeng Delapan

Kerinci, Merdekapost.com – Wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Kerinci terhadap warga yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan oleh Bupati Kerinci, Monadi. Pada Jumat (5/6/2026), Bupati Monadi turun langsung menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Bedeng Delapan, Kecamatan Kayu Aro Barat, dan Desa Simpang Belui, Kecamatan Depati VII, Kabupaten Kerinci.

Dalam penyerahan bantuan tersebut, Bupati Monadi didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kerinci Marnus, unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), camat setempat, serta para kepala desa. Kehadiran rombongan pemerintah daerah disambut hangat oleh warga yang terdampak musibah, sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril dari pemerintah di tengah masa sulit yang mereka alami.

Bantuan yang diserahkan berupa peralatan bangunan, kebutuhan pangan, serta perlengkapan tidur yang sangat dibutuhkan oleh para korban untuk memenuhi kebutuhan dasar pasca kebakaran. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sembari menunggu proses pemulihan dan pembangunan kembali rumah yang terdampak.

Dalam kesempatan itu, Bupati Monadi menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas musibah yang menimpa warga. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kerinci akan terus hadir dan berupaya memberikan bantuan terbaik bagi masyarakat yang mengalami bencana.

“Kami turut merasakan kesedihan yang dialami saudara-saudara kita yang terkena musibah kebakaran. Pemerintah Kabupaten Kerinci hadir untuk memberikan dukungan dan bantuan agar masyarakat dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban yang dirasakan,” ujar Monadi.

Monadi juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama dengan memastikan keamanan instalasi listrik dan sumber api di lingkungan rumah masing-masing. Menurutnya, langkah pencegahan merupakan upaya penting untuk meminimalisir terjadinya musibah serupa di masa mendatang.

Sementara itu, warga penerima bantuan mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Kerinci. Kehadiran langsung Bupati beserta jajaran dinilai menjadi penyemangat bagi para korban untuk kembali bangkit setelah mengalami kehilangan akibat kebakaran.

Melalui aksi cepat tanggap tersebut, Pemerintah Kabupaten Kerinci menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat dan bencana, sehingga semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus terjaga di Bumi Sakti Alam Kerinci.(*Adz)

Sang Ibu Berhasil Diselamatkan, Namun Dua Bocah Kakak Beradik Tewas Tertimbun Longsor Bungo

Proses Evakuasi jenazah korban yang tertimbun reruntuhan bangunan serta tanah longsor di Dusun Empelu, Tanah sepenggal Kabupaten Bungo Jambi, Rabu (13/5/2026) kemarin.

BUNGO, MERDEKAPOST.COM – Bencana tanah longsor menimpa satu unit rumah warga di Dusun Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 12.10 WIB.

Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan dua anak pemilik rumah meninggal dunia setelah tertimbun material longsor dan reruntuhan bangunan. Kedua korban diketahui bernama Arya (10) dan Repita (4).

Sementara itu, ibu korban, Suryani (35), sempat tertimbun hingga bagian kaki. Beruntung, ia berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat meski mengalami luka berat pada bagian kaki.

Wakapolres Bungo, Kompol Aswindo, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian mengatakan proses evakuasi korban berlangsung cukup lama karena material tanah bercampur reruntuhan rumah menimpa para korban.

“Evakuasi korban menggunakan alat berat dari Dinas PU dan BPBD Bungo, melibatkan tim SAR gabungan serta warga sekitar. Korban pertama, Suryani, hanya bagian kaki yang tertimbun sehingga lebih cepat diselamatkan,” ujar Aswindo.

Usai mengevakuasi Suryani ke RS Muara Bungo, tim gabungan kembali melakukan pencarian terhadap dua korban lainnya. Proses pencarian dilakukan menggunakan alat berat lantaran material bangunan rumah yang roboh menumpuk di lokasi.

“Setelah beberapa jam pencarian, kedua korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara ayah korban saat kejadian sedang berada di luar rumah,” katanya.

Selain menelan korban jiwa, longsor tersebut juga menghancurkan seluruh bangunan rumah beserta isinya.

Atas kejadian ini, Wakapolres mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana di tengah cuaca ekstrem yang masih terjadi di wilayah Kabupaten Bungo.

“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Semoga keluarga korban diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan ini. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada karena cuaca saat ini tidak menentu,” tutupnya. (Red)

Longsor di Bungo Telan Korban Jiwa, Gubernur Al Haris: Pemda Harus Ambil Langkah Cepat

Longsor Maut di Bungo Telan Korban Jiwa, Al Haris: Pemda Harus Ambil Langkah Cepat

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Gubernur Jambi Al Haris angkat bicara terkait bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Bungo hingga menelan korban jiwa. Dia menyampaikan rasa duka atas bencana longsor yang terjadi di daerah itu.

“Pertama kita menyampaikan rasa duka mendalam atas kejadian bencana longsor di Bungo yang mana sampai memakan korban jiwa dan terluka ibu dan anak. Kita akan terus mencoba menunggu data laporan nya lagi untuk kejadian bencana ini,” kata Al Haris, Rabu (13/5/2026).

Longsor yang menghantam salah satu rumah warga di Jalan Tanah Tumbuh, Kelurahan Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Bungo Jambi ini terjadi pada Rabu siang. Tim SAR juga telah turun ke lokasi untuk menyelamatkan dan membantu korban yang tertimbun.

Baca Juga: Longsor di Jalur Muara Siau-Jangkat Merangin, Kendaraan Melintas Bergantian

Al Haris mengatakan agar sementara Pemerintah daerah (Bungo) untuk bergerak cepat menangani dampak bencana itu. Dia ingin, agar pemerintah setempat lebih dulu hadir dan memastikan pertolongan keselamatan dari longsor bisa terbantu

“Yang paling utama saat ini keselamatan masyarakat kita disana dulu ya. Kita minta pemerintah daerah cepat turun membantu warga terdampak longsor ini, bagaimana misi kemanusiaan ini bisa berjalan lancar,” ujar Al Haris.

Dia juga meminta, agar Pemda setempat juga mendata kerugian dan apa saja fasilitas umum yang ikut terdampak serta bantuan yang harus diberikan.

“Nantinya kalau sudah kita mendapatkan laporan resminya baru kita Pemprov jika dibutuhkan bantuan akan kita komunikasikan. Yang pasti Pemda disana bergerak cepat dulu, bantuan juga mesti disalurkan jika itu diperlukan,” jelas dia.

Baca Juga: Komitmen Pejuang Petani, Bupati Kerinci Monadi Teken MoU Cetak Sawah 2026

Sejauh ini, longsor yang terjadi hanya merusak satu rumah warga, longsor ini menimbun bagian belakang rumah korban saat hujan deras melanda. Bahkan, tebing belakang rumah korban tak mampu menahan debit air sehingga menimbun rumah.

Pihak Basarnas Jambi juga memastikan bahwa jumlah korban tertimbun longsor ada sebanyak tiga orang yang diketahui ibu dan 2 orang anaknya. Dua korban sudah dievakuasi dari material longsor, korban ibu berhasil selamat dan satu orang anaknya meninggal dunia. Sedangkan, satu korban lagi sudah diselamatkan saat pencarian.

Al Haris juga menyebut, jika longsor juga merusak hal lainnya maka harus diupayakan perbaikan segera. Kata dia, penanganan darurat harus menjadi prioritas utama. Selain evakuasi dan pendataan korban yang merupakan satu keluarga yang terdampak.

“Jangan sampai masyarakat terlambat mendapat bantuan. Semua pihak harus bergerak cepat,” tegas dia.

Baca Juga: Ibu dan 2 anak Tertimbun Longsor di Tanah sepenggal Bungo, Satu Orang Dilaporkan Tewas

Pemerintah Provinsi Jambi, kata Al Haris, juga akan terus memantau perkembangan penanganan longsor tersebut. Ia berharap kondisi segera membaik dan warga yang terdampak dapat segera mendapatkan penanganan serta bantuan yang dibutuhkan.

“Ini harus kita utamakan persoalan bencana ini, apalagi kondisi saat ini juga masuk musim penghujan, dan kita imbau masyarakat juga terus berhati-hati, serta pihak-pihak terkait terus memberikan informasi soal cuaca dan potensi bencana supaya bisa di ketahui masyarakat,” tutup Al Haris.

Diketahui, korban satu keluarga yang terdampak longsor ini bernama Suryani (40) yang merupakan seorang ibu rumah tangga (IRT) lalu, Arya (11), dan terakhir Revita (4). Bocah Arya diketahui telah meninggal dunia saat diselamatkan dan satu lagi bocah perempuan Revita sudah diselamatkan dan dilarikan kerumah sakit.

Tim gabungan SAR sudah turun ke lokasi kejadian buat membantu proses evakuasi. Sedangkan proses bantuan lainnya Tim SAR masih menunggu langkah selanjutnya sambil membantu membersihkan tumpukan longsor di rumah korban. (adz)

Ibu dan 2 anak Tertimbun Longsor di Tanah sepenggal Bungo, Satu Orang Dilaporkan Tewas

Ibu dan 2 anak Tertimbun Longsor di Tanah sepenggal Bungo, Satu Orang Dilaporkan Tewas.(Ist)

Muara Bungo - Satu orang dilaporkan tewas dan dua orang terluka dalam bencana tanah longsor yang meluluhlantakkan sebuah rumah warga di Dusun (Desa) Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu siang (13/5).

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bungo Zainadi, korban yang tertimbun longsor bernama Suryani, 40 tahun, dan dua anaknya Revita, 4 tahun dan Arya, 11 tahun. 

Korban tewas adalah Arya, yang saat kejadian longsor berada dalam kamar bersama adiknya Revita. Rabu sore, regu penolong berhasil mengevakuasi Revita dalam kondisi kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Menurut informasi dari Kantor Basarnas Jambi, korban tertimbun longsoran tebing yang persis berada di belakang rumah permanen yang mereka huni. Penyebab longsor dipicu tingginya intensitas hujan yang mengguyur Kabupaten Bungo.(Adz)

Kebakaran Hebat di Mendalo Asri, Seorang Lansia Tewas Terbakar

Kebakaran Hebat di Mendalo Asri, Seorang Lansia Tewas Terbakar.(Adz/ist)

MUARO JAMBI – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Perumahan Mendalo Asri, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, Kamis pagi, (09/04/2026). Seorang perempuan lanjut usia, Nurul Riyati Rufaidah, 66 tahun, ditemukan meninggal dunia di dalam rumah yang hangus terbakar.

Api pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 10.05 WIB. Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Muaro Jambi langsung dikerahkan dari Pos Jaluko menuju lokasi kejadian.

Namun, jarak tempuh sekitar 17 kilometer membuat petugas tiba saat api telah membesar dan melahap sebagian besar bangunan. Proses pemadaman berlangsung hampir dua jam sebelum api berhasil dikendalikan menjelang siang.

Di lokasi kejadian, petugas menemukan korban di dalam rumah dalam kondisi tidak bernyawa. Korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat api dengan cepat membesar.

Sekretaris Damkarmat Muaro Jambi, Herman, mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik.

“Kami menduga sumber api dari korsleting listrik. Instalasi yang tidak aman sangat berisiko jika tidak diperiksa secara berkala,” ujarnya.

Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak memenuhi standar. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan listrik dinilai menjadi faktor utama, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia.

Saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta menghitung total kerugian.(Red)

OSIM dan Pramuka MAN 3 Pentagen Kerinci Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatera

Aksi sosial para siswa siswi MAN 3 Kerinci Pentagen Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatera.(adz)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Pengurus OSIM dan Pramuka MAN 3 Kerinci melaksanakan kegiatan penggalangan dana untuk korban banjir Sumatera

Kegiatan dimulai sejak hari selasa 2 Desember dan masih berlanjut sampai saat ini diperkirakan selesai pada tgl 16 Desember 2025.

Adapun Lokasi penggalangan dana adalah dijalan Raya Nasional Pentagen Danau Kerinci

Ketua OSIM MAN 3 Pentagen Mhd Syakbani didampingi Nurul Syuhada dan Muhammad Rapi dari Pramuka MAN 3 Kerinci selaku kordinator aksi penggalangan dana tersebut kepada media ini menyebutkan bahwa pada intinya kegiatan sosial ini dilaksanakan karena mereka merasa terpanggil untuk ikut serta dalam membantu meringankan beban warga yang tertimpa musibah banjir di Sumatera (Sumbar, Aceh dan Medan)

Baca Juga: Total Korban Meninggal Capai 867 orang Akibat Banjir dan Longsor di Aceh,Sumut dan Sumbar

"Kita melaksanakan aksi sosial menggalang dana untuk korban banjir ini berdiri dibeberapa titik disepanjang jalan Pentagen Danau Kerinci direncanakan selama dua minggu" Ujar Syakbani

"Setelah beberapa hari ini Alhamdulillah sudah terkumpul Rp 6 Juta, momen ini kebetulan juga barengan dengan kegiatan festival budaya kerinci Di Danau Kerinci, jadi lumaian ramai kendaraaan yang melintas" Ujarnya lagi

Sementara itu, Kepala Madrasah Askar, S.Pd didampingi Guru Pembina Priyoga utama M. Pd mengungkapkan rasa terima kasih kepada para siswa dan siswi yang telah ikut peduli dan merasakan beban penderitaan warga yang terkena musibah banjir

Baca Juga: Inul Daratista Emosi Sampai Mau Lempar Sendal Melihat Kelakuan 2 Menterinya Prabowo Soal Banjir Sumatera 

"Kami selaku Majlis guru sangat berterima kasih kepada para siswa/i MAN 3 Kerinci yang telah melaksanakan aksi sosial penggalangan dana ini"

"Insya Allah kegiatan sosial ini akan dilaksanakan selama dua minggu, dan Alhamdulillah warga yang melintasi jalan raya yang secara sukarela memberikan bantuan uang seikhlasnya, kepedulian warga juga cukup tinggi"

"Selama 4 hari melaksanakan aksi ini anak-anak sudah dapat mengumpulkan uang sekitar 6 Jutaan, kita sangat bersyukur dan mudah-mudahan hasil akhirnya nanti bisa nambah terus, Insya Allah, tapi yang kami banggakan itu adalah para siswa memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap warga yang terkena musibah".

"Harapan kami, semoga bantuan ini bermanfaat bagi warga yang terdampak dan minimal bisa membantu meringankan beban keluarga para korban". Pungkas Kepala Madrasah.(rdp) 

Inul Daratista Emosi Sampai Mau Lempar Sendal Melihat Kelakuan 2 Menterinya Prabowo Soal Banjir Sumatera

MERDEKAPOST.COM - Pedangdut senior sekaligus pengusaha, Inul Daratista, tak bisa menahan amarahnya terhadap respons dua menteri di kabinet Presiden Prabowo Subianto terkait bencana banjir dahsyat yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.

Dari sekadar mengelus dada, emosi Inul memuncak hingga melontarkan ancaman bernada geram: "Kudu tak lempar sandal mukamu!"

Reaksi keras istri Adam Suseno ini ia tuangkan terang-terangan melalui unggahan-unggahan di akun media sosialnya, menyoroti pernyataan pejabat yang dinilai minim empati dan aksi politisi yang dianggap hanya sebagai panggung pencitraan.

"Kudu Tak Lempar Sandal Mukamu!" untuk Menteri Raja Juli Antoni

Sasaran utama kemarahan Inul adalah Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang juga merupakan Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni.

Inul Daratista meradang setelah mendengar ucapan Raja Juli Antoni yang menyebut bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai 'momentum baik'. 

Bagi Inul, pernyataan tersebut sungguh menyakiti hati ribuan warga yang sedang berduka dan kehilangan.

"Bikin emosi, gini kok jadi pejabat negara, heran gue. Kudu tak lempar sandal mukamu!" tulis Inul Daratista dengan nada tinggi di Instagram.

Baca juga: 

Total Korban Meninggal Capai 867 orang Akibat Banjir dan Longsor di Aceh,Sumut dan Sumbar

Tak berhenti di situ, pelantun Goyang Ngebor ini bahkan mengaitkan Raja Juli Antoni dengan isu lama, yakni foto lawas sang menteri yang pernah beredar bersama Aziz Wellang, tersangka kasus pembalakan liar yang belakangan kasusnya dihentikan.

"Kebanyakan main domino jadi kendo," sindir Inul dengan pedas.

Menteri Zulkifli Hasan Panggul Beras: "Bapak Lucu deh, Kamera Mana Kamera, Action"

Menteri kedua yang menjadi sorotan tajam Inul adalah Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. 

Kedatangan Ketua Umum PAN ke lokasi banjir di Padang, Sumatera Barat, yang terekam kamera justru mengundang tawa sekaligus kritik dari Inul.

Dalam video yang viral, Zulkifli Hasan terlihat memanggul sekarung beras sendirian untuk diberikan kepada korban banjir.

Ia juga sempat terekam membersihkan lumpur di rumah warga menggunakan sekop.

Alih-alih bersimpati, Inul Daratista justru menyoroti kehadiran sejumlah anggota TNI yang berdiri di belakang Zulkifli Hasan dengan tangan kosong.

"Padahal ada tentara dibelakang pada tangan kosong, lah bapak sendirian manggul ????. Bapak lucu deh, kamera mana kamera, action ????," tulis Inul, menilai aksi tersebut tak lebih dari sekadar akting di depan kamera.

Emosi Puncak: Inul Hanya Bisa Elus Dada Lihat Maraknya "Pencitraan Full"

Banjir yang melanda Sumatera menjelang akhir November 2025 tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga ironi yang membuat Inul Daratista hanya bisa mengelus dada.

Melalui unggahan lain di Instagram pribadinya @inul.d pada Senin (1/12/2025), Inul menumpahkan kekesalannya terhadap fenomena pejabat dan politisi yang memanfaatkan situasi darurat untuk kepentingan diri sendiri dan partai.

Proses evakuasi korban banjir bandang.(Doc.Istimewa)

"Wis mulai banyak yang turun lapangan, tapi pencitraan full. Foto-foto manja sama yang kelaparan sambil nangis-nangis," tulisnya, menyebut bahwa ia sampai tidak bisa berkata-kata melihat orang-orang yang sibuk mencari citra di atas penderitaan orang lain.

Kritik Inul menggarisbawahi bahwa penanganan bencana seharusnya menjadi "pencitraan" positif negara jika dilakukan dengan gesit, bukan hanya sekadar ajang bagi kader atau sosok partai untuk berfoto dan dokumentasi.

"Harusnya langsung action, dan action dari negara yang harus jadi pencitraan kalau penanganannya gesit, bukan sosok-sosok partai yang pada foto-foto. Ampun dah ah!” tutupnya, menegaskan bahwa apa yang ia saksikan hanyalah "Preeetttlah!!!"

Ucapan Menhut Raja Juli Antoni Jadi Sorotan

Sebelumnya, Menhut Raja Juli Antoni menyatakan banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat merupakan momentum yang baik untuk melakukan evaluasi tata kelola hutan.

Menurut Raja Juli Antoni, rangkaian bencana tersebut menunjukkan adanya kesalahan mendasar dalam pengelolaan lingkungan. 

Karena itu, ia menegaskan bahwa kementeriannya akan melakukan introspeksi terhadap seluruh kebijakan yang selama ini dijalankan. 

Baca juga: 

20 Rakit Ditenggelamkan Tim Gabungan, Upaya Berantas Dompeng Emas di Merangin Jambi

"Ini kita mendapatkan momentum yang baik semua mata melihat, semua telinga mendengar yang terjadi di tiga provinsi itu, berharap tidak akan meluas," ucap Raja Juli saat ditemui awak media di Riau, 29 November 2025.

"Ini momentum yang baik untuk evaluasi, intropeksi bahwa ada yang salah nih dalam pengelolaan lingkungan hidup kita,"

"Pak Presiden dalam pidatonya mengatakan penebangan hutan liar yang tidak terkontrol berkontribusi besar terhadap bencana. Jadi kita akan melakukan evaluasi kebijakan,” imbuhnya. 

Dalam kunjungannya ke Riau selama dua hari, ia menekankan pemerintah tidak hanya berhenti pada evaluasi, tetapi juga langsung menyiapkan langkah-langkah konkret. 

Salah satunya dilakukan di Kuantan Singingi, di mana ia menyerahkan Surat Keputusan (SK) Hutan Adat sebagai bentuk penguatan hak masyarakat adat. 

“Masyarakat adat selama ini tersisihkan, padahal mereka adalah kelompok yang paling mampu menjaga hutan. Legalisasi ini memberi mereka ruang untuk berkontribusi,” jelasnya.(Adz)

Banjir di Aceh Utara Meluas, 3.507 Orang Mengungsi

MERDEKAPOST.COM - Hingga Rabu (26/11/2025), banjir telah merendam 18 dari total 27 kecamatan di Aceh Utara.

Banjir meningkat signifikan dibandingkan awal kejadian yang hanya berdampak pada lima kecamatan. Pemerintah daerah resmi menetapkan status darurat banjir.

Bupati Aceh Utara, Ismail A Jali, menyampaikan bahwa ribuan warga harus mengungsi akibat banjir yang belum menunjukkan tanda mereda.

“Kami mencatat 3.507 pengungsi hingga hari kelima ini.

Ribuan lainnya terdampak banjir namun belum mengungsi. Kami siaga penuh 24 jam,” ungkapnya saat ditemui.

Selain memaksa warga meninggalkan tempat tinggal, banjir juga menimbulkan kerusakan material.

Data Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menunjukkan tiga rumah warga rusak berat, 17 rumah rusak sedang, dan enam lainnya mengalami rusak ringan.

Area pertanian dan perikanan turut terdampak, dengan 620 hektar sawah dan 571 hektar tambak terendam air sejak meningkatnya curah hujan pekan ini.

Kerusakan infrastruktur turut memperberat kondisi warga, terutama di wilayah Kecamatan Sawang, di mana satu jembatan putus akibat arus deras Sungai Sawang.

Selain itu, delapan titik tanggul sungai dilaporkan jebol sehingga mempercepat meluapnya air ke permukiman.

Dalam proses evakuasi, seorang karyawan tim penyelamat dilaporkan mengalami kesulitan menjangkau warga terdampak karena tingginya arus air dan minimnya akses.

Bupati Ismail meminta seluruh tim penanganan untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Saya minta seluruh petugas evakuasi jaga diri baik-baik. Upayakan terobos banjir demi evakuasi korban.

Jaga keselamatan diri dan korban, kita terus beri maksimal sekuat tenaga untuk korban banjir,” tegas Ismail.

Kebutuhan Alat Berat dan Logistik Mendesak

Pemerintah daerah telah mengerahkan seluruh alat berat yang tersedia untuk memperlancar aliran air dan membuka akses jalur yang tertutup lumpur.

Namun, kebutuhan logistik makanan dan tambahan alat berat disebut sangat mendesak untuk mempercepat penanganan darurat.

Instruksi resmi telah dikeluarkan Bupati kepada jajaran teknis dan layanan publik.

Tenaga kesehatan diminta ditempatkan di lokasi pengungsian untuk mengantisipasi gangguan kesehatan pada kelompok rentan.

“Fokus penanganan korban banjir untuk ibu hamil, balita, anak, lansia, dan disabilitas,” tambah Ismail.

Selain itu, Dinas PUPR diminta segera mengoperasikan peralatan untuk normalisasi aliran air di area yang mengalami penyumbatan.

Untuk penyaluran bantuan, Dinas Sosial diminta segera mengirim logistik ke titik-titik evakuasi.

Ismail juga menginstruksikan para camat untuk tetap berada di wilayah masing-masing guna mempercepat penyampaian data lapangan.

Ia mengimbau warga yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) agar tetap bersiap menghadapi kemungkinan peningkatan debit air menyusul curah hujan tinggi dan kedangkalan aliran sungai.(RED)

Ibu Sudah Tiada, Ayah Alami Kebutaan, Kisah Pilu Mira Penderita Penyakit Paru-paru Butuh Uluran Tangan

Kisah Pilu Mira, Menderita Sakit Paru-Paru dan Hidup dalam Kekurangan, Butuh Uluran Tangan Dermawan.(adz)

Kerinci, Merdekapost.com – Kesedihan mendalam tengah dirasakan salah seorang warga Desa Punai Merindu, Kecamatan Danau Kerinci Barat, bernama Mira. Ia saat ini sedang dirawat intensif di RSUD Sungai Penuh akibat penyakit paru-paru yang dideritanya. 

Kondisinya kini kian mengkhawatirkan karena tidak bisa lepas dari alat bantu oksigen.

Bahkan pilunya lagi, sakit yang dideritanya sudah berlangsung cukup lama, namun dia bahkan harus menahan dan bertahan dirumah karena kondisi keluarga yang tidak memungkinkan untuk pergi berobat.

Keluarga Mira hidup dalam kondisi sangat miskin. Rumah mereka yang berukuran sekitar 2–3 meter x 5 meter dihuni oleh empat orang, semuanya memiliki keterbatasan fisik untuk bekerja secara normal. Kondisi ekonomi yang serba sulit itu sedikit banyak turut mempengaruhi kesehatan Mira.

Baca Juga: 

Cegah Stunting, Satgas TMMD Kodim Kerinci Gencarkan Posyandu

Lebih memilukan lagi, ibunya telah meninggal dunia, sementara ayahnya mengalami kebutaan. Mira juga memiliki anak yang masih kecil dan kini tidak ada yang dapat merawatnya.

Warga di Lima Desa Tanjung Pauh Mudik sangat mengenal kondisi keluarga ini. Mereka menilai, bahkan sebelum sakit pun, keluarga Mira sudah sangat layak mendapatkan perhatian dan bantuan. Kini, dengan kondisi Mira yang dirawat di rumah sakit, kebutuhan bantuan menjadi semakin mendesak.

Bagi para dermawan yang ingin membantu, dapat menyalurkan bantuan langsung ke rumah keluarga Mira di Desa Punai Merindu, atau melalui rekening berikut:

BSI 3347802180 a.n. Agusmita Ahmad

Semoga uluran tangan dan doa kita semua dapat meringankan beban keluarga Mira dan memberikan harapan baru di tengah kesulitan yang mereka hadapi.(adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs