Gerak Cepat Pasca Dilantik, Kadis Perkim Provinsi Jambi Turun Langsung Tinjau Kawasan Kumuh di Sungai Penuh dan Kerinci

 

Kerinci, Merdekapost.com – Tidak butuh waktu lama bagi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Jambi untuk membuktikan komitmen kerjanya. Hanya beberapa bulan setelah resmi dilantik, Kadis Perkim Provinsi Jambi langsung melakukan gerakan cepat (gercep) dengan turun ke lapangan guna meninjau langsung sejumlah titik lokasi pemukiman dan kawasan kumuh di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.

Dalam peninjauan di Kota Sungai Penuh, Kadis Perkim Provinsi Jambi Ir Nasrul, ST,MT tampak didampingi langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sungai Penuh, Alfian, S.SE., MM, beserta jajaran pejabat teknis terkait. Salah satu titik fokus kunjungan berada di Desa Sungai Ning, Kecamatan Sungai Bungkal.

Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara dekat kondisi infrastruktur lingkungan, sanitasi, serta kualitas hunian masyarakat setempat agar program penanganan kawasan kumuh tepat sasaran.

Menyasar Kawasan Kerinci: Tebing Tinggi, Koto Tuo, hingga Kubang

Tak berhenti di Kota Sungai Penuh, rombongan Kadis Perkim Provinsi Jambi melanjutkan agenda peninjauan lapangan ke wilayah Kabupaten Kerinci. Beberapa lokasi strategis yang disambangi antara lain:

Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Danau Kerinci

Desa Koto Tuo dan Desa Kubang, Kecamatan Depati VII

Di lokasi-lokasi tersebut, Kadis Perkim bersama tim mendengarkan langsung aspirasi warga serta memetakan prioritas pembangunan kawasan pemukiman yang sehat, layak, dan berkelanjutan.

"Kunjungan lapangan ini merupakan langkah konkret untuk memastikan bahwa perencanaan program intervensi kawasan kumuh dari Pemprov Jambi benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di daerah," ujar salah satu perwakilan rombongan di sela-sela peninjauan.

Langkah cepat yang ditunjukkan oleh Dinas Perkim Provinsi Jambi ini mendapat apresiasi dari pemerintah daerah setempat maupun masyarakat yang berharap adanya percepatan perbaikan sarana dan prasarana lingkungan permukiman di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh. (*)

Baru Kembali Usai Mengikuti Lemhanas, Bupati Monadi Kembali Turun Cek Perbaikan Infrastruktur Jalan Renah Pemetik

Baru saja Kembali ke Kerinci usai mengikuti Kursus Kepemimpinan Lemhanas, Bupati Monadi bersama Dinas PUPR kembali Turun Cek Perbaikan Infrastruktur Jalan Renah Pemetik-Sungai Kuning. (Adz/mpc)

Kerinci, Merdekapost.com - Komitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih baik bagi warga masyarakat Kerinci terus diwujudkan Pemerintah Kabupaten Kerinci.

Bupati Kerinci Monadi yang baru saja kembali ke Kerinci setelah mengikuti Kursus Kepemimpinan di Lemhanas RI tak sabar ingin segera turun langsung melihat progres perbaikan jalan Renah Pemetik Sungai Kuning 

Bupati Kerinci Monadi bersama Dinas PUPR Selasa (28/07) kembali meninjau progres pengerjaan ruas jalan Renah Pemetik guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, tepat mutu, dan tepat waktu.

"Jalan ini sangat penting, Jalan ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Kerinci, ribuan petani menyandarkan harapan melalui jalan ini". Ungkap Monadi

"Perbaikan jalan ini diharapkan dapat memperlancar akses transportasi masyarakat, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi dan kesejahteraan warga". Ujar Bupati

Pemerintah Kabupaten Kerinci akan terus mengawal setiap tahapan pembangunan agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.(Adz)

Wabup Murison Cek Langsung Progres Perbaikan Jalan Selampaung–Masgo

KERINCI — Pemerintah Kabupaten Kerinci terus tancap gas membangun infrastruktur hingga ke pelosok desa. Langkah nyata ini terlihat saat Wakil Bupati Kerinci, H. Murison, turun langsung mengecek pengerjaan jalan Selampaung–Masgo pada Sabtu (25/7/2026). Kunjungan ini menyusul peninjauan sebelumnya oleh Bupati Kerinci, Monadi.

Murison hadir bersama Kepala Dinas PUPR Kerinci Ir. Maya Novefri Handayani, Anggota DPRD Fraksi NasDem Masykur, Camat Gunung Raya Azwir, serta Kepala Desa Masgo. Rombongan menyusuri area proyek sambil berbincang langsung dengan para pekerja di lapangan.

Langkah ini mempertegas komitmen duet Monadi–Murison dalam mengawal proyek vital warga Kecamatan Gunung Raya tersebut. Murison meminta tim teknis menjaga mutu pengerjaan agar jalan tidak cepat rusak dan memberi manfaat nyata dalam jangka panjang.

Wabup Murison bersama Kadis PUPR turun langsung cek perbaikan jalan Selampaung-Masgo.(Ist)

Bagi warga setempat, jalan ini menjadi urat nadi perekonomian. Akses yang mulus akan memperlancar distribusi hasil tani, mempermudah mobilitas harian, serta menghidupkan ekonomi antardesa.

“Kami ingin warga desa merasakan langsung dampak pembangunan ini. Transportasi harus makin mudah dan lancar. Makanya, kualitas pekerjaan jadi harga mati supaya manfaatnya bertahan lama,” tegas Murison di lokasi proyek.

Murison menambahkan, Pemkab Kerinci bakal terus membenahi infrastruktur jalan secara bertahap sesuai anggaran daerah, dengan mengutamakan prinsip pemerataan.

Di sisi lain, Kepala Dinas PUPR Kerinci, Maya Novefri Handayani, menyebutkan bahwa pemeliharaan jalan ini bertujuan meningkatkan kenyamanan serta keselamatan para pengguna jalan. Timnya terus mengawasi jalannya proyek agar rampung tepat waktu dan sesuai standar mutu.

Kehadiran anggota DPRD dalam peninjauan ini juga membuktikan keseriusan sinergi antara eksekutif dan legislatif. Aksi cepat Bupati dan Wakil Bupati yang bergantian turun ke lapangan memberi sinyal kuat: Pemkab Kerinci tidak sekadar merancang program di atas kertas, tetapi memastikan manfaatnya benar-benar sampai ke tangan warga. (Red)

Komitmen Pembangunan Kerinci Merata, Bupati Monadi Tinjau Progres Jalan Selampaung-Masgo

Kerinci, Merdekapost.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam mewujudkan pemerataan pembangunan kembali ditegaskan melalui peninjauan langsung progres pemeliharaan ruas Jalan Selampaung–Masgo di Kecamatan Gunung Raya oleh Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., Sabtu (11/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Monadi didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kerinci, Ir. Maya Novefry Handayani, ST. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target sekaligus melihat langsung kondisi infrastruktur yang menjadi akses utama masyarakat menuju kawasan pertanian dan perkebunan.

Ruas Jalan Selampaung–Masgo sepanjang sekitar 18 kilometer merupakan salah satu jalur strategis yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat Kecamatan Gunung Raya. Hingga saat ini, progres pekerjaan pemeliharaan telah mencapai sekitar 30 persen dan terus dikerjakan secara bertahap.

Di hadapan masyarakat, Monadi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas pemerintah daerah karena memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan sebagai sektor unggulan Kabupaten Kerinci.

"Jalan ini memiliki peran penting bagi masyarakat, terutama untuk menunjang aktivitas pertanian dan perkebunan. Karena itu, kami ingin memastikan pekerjaan berjalan dengan baik sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat,” ujar Monadi.

Ia menegaskan, keterbatasan kemampuan fiskal daerah bukan menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan. Menurutnya, pemerintah tetap berupaya menghadirkan pembangunan melalui penetapan skala prioritas yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Dengan kemampuan fiskal daerah yang masih terbatas, kami tetap berupaya hadir melalui pembangunan yang menjadi kebutuhan masyarakat. Setiap program ditetapkan berdasarkan skala prioritas, bukan karena letak wilayahnya. Tidak ada perbedaan antara wilayah hilir, wilayah tengah maupun wilayah mudik. Seluruh masyarakat Kabupaten Kerinci berhak memperoleh perhatian yang sama sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah,” tegasnya.

Monadi menambahkan, pemerataan pembangunan merupakan komitmen pemerintah daerah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Ir. Maya Novefry Handayani, ST, mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan guna memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga dan penyelesaian proyek berlangsung sesuai perencanaan.

Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap pemeliharaan Jalan Selampaung–Masgo dapat rampung tepat waktu sehingga mampu meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar akses menuju sentra-sentra pertanian dan perkebunan, serta memperkuat pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Kabupaten Kerinci.

Peninjauan lapangan tersebut juga menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memastikan setiap program pembangunan berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Adz)

Dinas PUTR Provinsi Jambi: Progres Jalan Renah Pemetik Capai 45 persen

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Workshop dan Peralatan (WDP) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bersama tim teknis turun langsung meninjau lokasi proyek di Kawasan Renah Pemetik Kabupaten Kerinci.Progres Jalan Renah Pemetik Capai 45%. (Istimewa)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan proyek pemeliharaan ruas jalan di kawasan Ranah Pemetik. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 45 persen, sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Dilansir dari laman Dinas PUTR Provinsi Jambi menuliskan, Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target dan memenuhi standar kualitas, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Workshop dan Peralatan (WDP) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bersama tim teknis turun langsung meninjau lokasi proyek di Kawasan Renah Pemetik Kabupaten Kerinci.

Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Gubernur dan Kepala Dinas PUTR agar pelaksanaan pekerjaan terus dikawal secara intensif. Selain memantau perkembangan fisik di lapangan, kunjungan ini juga bertujuan mengidentifikasi berbagai kendala sehingga dapat segera ditangani tanpa menghambat proses pengerjaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Workshop dan Peralatan (WDP) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bersama tim teknis turun langsung meninjau lokasi proyek di Kawasan Renah Pemetik Kabupaten Kerinci.Progres Jalan Renah Pemetik Capai 45%. (Istimewa)

"Sesuai arahan Bapak Gubernur dan Kepala Dinas PUTR, kami berkomitmen untuk terus mengawal proyek ini agar berjalan optimal. Saat ini progres pekerjaan telah mencapai 45 persen," ujar Plt Kepala UPTD WDP saat melakukan peninjauan di lokasi.

Saat ini, pekerjaan pemeliharaan berkala difokuskan pada ruas jalan yang menghubungkan Desa Pungut Mudik hingga Desa Pasir Jaya. Setelah segmen tersebut rampung, pengerjaan akan langsung dilanjutkan menuju Lubuk Tabun guna memastikan seluruh ruas jalan Ranah Pemetik dapat segera difungsikan secara optimal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Workshop dan Peralatan (WDP) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bersama tim teknis turun langsung meninjau lokasi proyek di Kawasan Renah Pemetik Kabupaten Kerinci.Progres Jalan Renah Pemetik Capai 45%. (Istimewa)

Seluruh pekerjaan dilaksanakan secara swakelola oleh Dinas PUTR melalui UPTD Workshop dan Peralatan. Skema ini dipilih untuk mengoptimalkan efisiensi anggaran, memaksimalkan pemanfaatan alat berat milik pemerintah, serta memberikan fleksibilitas dalam mempercepat penanganan titik-titik jalan yang menjadi prioritas.

Pemerintah daerah berharap percepatan pemeliharaan jalan ini dapat segera menghadirkan akses transportasi yang lebih aman, nyaman, dan fungsional bagi masyarakat. Jalan yang semakin baik diyakini akan memangkas waktu tempuh, memperlancar arus logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung perekonomian wilayah tersebut.(Adz)

Sinergi PUPR Kerinci dan Warga Tangani Titik Kritis Jalan Renah Pemetik

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Ruas Jalan Renah Pemetik yang mengalami kerusakan cukup parah akhirnya mendapatkan penanganan melalui kolaborasi antara masyarakat setempat dan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kerinci.

Penanganan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan warga bersama personel Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Kerinci. Kegiatan difokuskan pada pembersihan badan jalan yang tertutup lumpur serta pembuatan saluran drainase guna mengalirkan air yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan.

Sebelum alat berat diturunkan ke lokasi, kondisi ruas jalan tersebut dilaporkan sangat memprihatinkan. Tebalnya lumpur yang menutupi badan jalan membuat kendaraan kesulitan melintas. Bahkan, sejumlah titik yang mengalami kerusakan paling parah tidak dapat dilalui kendaraan berpenggerak empat roda (4×4).

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga, terutama dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat di kawasan Renah Pemetik.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Ir. Maya Novefri Handayani, ST., melalui Kepala Bidang Bina Marga, Ir. Frans Mellas Pratama, ST., MT., menjelaskan bahwa langkah yang dilakukan saat ini merupakan penanganan darurat untuk membuka kembali akses transportasi masyarakat.

Menurutnya, penanganan difokuskan pada titik-titik kritis dengan cara membuang material lumpur yang menutupi badan jalan, memperbaiki aliran air melalui pembuatan saluran drainase, serta melakukan perbaikan sementara pada bagian jalan yang mengalami kerusakan berat.

“Penanganan saat ini bersifat darurat dan sementara. Kami berupaya semaksimal mungkin agar akses masyarakat dapat kembali digunakan. Mengingat keterbatasan anggaran yang tersedia, prioritas kami adalah memastikan titik-titik yang paling parah dapat dilalui kendaraan sambil menunggu penanganan yang lebih permanen,” ujarnya.

Frans menambahkan, persoalan utama pada ruas jalan tersebut adalah genangan air yang menyebabkan badan jalan menjadi berlumpur dan sulit dilalui, terutama saat curah hujan tinggi. Karena itu, pembuatan saluran drainase menjadi bagian penting dalam pekerjaan yang dilakukan saat ini.

Dalam pelaksanaan di lapangan, dukungan pemerintah desa juga menjadi faktor penting. Kepala Desa Lubuk Tabun dan Kepala Desa Sungai Kuning turut mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Dinas PUPR Kabupaten Kerinci dalam menangani kerusakan jalan tersebut.

Kedua kepala desa tersebut bahkan menghimbau warganya untuk ikut bergotong royong membantu proses perbaikan dan pembersihan jalan. Kehadiran masyarakat secara langsung di lokasi mempercepat proses pekerjaan sekaligus menunjukkan tingginya kepedulian warga terhadap keberlangsungan akses jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat setempat.

"Kami sangat mengapresiasi respons cepat dari Dinas PUPR Kabupaten Kerinci. Jalan ini merupakan akses penting bagi masyarakat, sehingga kami mengajak dan menginstruksikan warga untuk bersama-sama membantu agar pekerjaan dapat berjalan lancar dan akses segera kembali normal". ungkap dua kepala desa tersebut.

Di lapangan, semangat kebersamaan terlihat begitu kuat. Warga, pemerintah desa, dan petugas PUPR bekerja bahu-membahu membersihkan badan jalan, membuat saluran air, serta membantu berbagai kebutuhan teknis selama proses penanganan berlangsung.

Masyarakat berharap perhatian pemerintah terhadap Jalan Renah Pemetik dapat terus berlanjut melalui program peningkatan jalan yang lebih permanen pada masa mendatang. Dengan kondisi jalan yang baik, aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian, dan mobilitas masyarakat diyakini akan semakin lancar.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam penanganan Jalan Renah Pemetik menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam mengatasi berbagai persoalan infrastruktur di Kabupaten Kerinci. Melalui sinergi tersebut, akses yang sebelumnya nyaris terputus kini kembali dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.(adz)

Pasca Banjir Bandang di 5 Desa Tanjung Pauh Mudik, PUPR dan BPBD Kerinci Bergerak Cari Solusi

Pasca Banjir Bandang di 5 Desa Tanjung Pauh Mudik, PUPR dan BPBD Kerinci Bergerak Cari Solusi 

KERINCI – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Kerinci pada Rabu (20/5/2026) menyebabkan banjir bandang di sejumlah lokasi. Salah satu kawasan terdampak cukup parah berada di Kecamatan Danau Kerinci Barat, tepatnya di lima desa kawasan Tanjung Pauh Mudik.

Pasca kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Dinas PUPR, BPBD, serta pihak Kecamatan Danau Kerinci Barat turun langsung ke lapangan untuk melakukan peninjauan dan mencari solusi terhadap titik-titik yang menjadi sumber derasnya aliran air dari perbukitan menuju permukiman warga.

Baca Juga: Banjir Bandang di Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, PUPR Kerinci Turun Tangan

Camat Danau Kerinci Barat, Noverman Nurdin, mengatakan dari hasil peninjauan ditemukan saluran air di kawasan perbukitan yang sebelumnya pernah dibuat untuk memecah aliran air agar debit yang turun ke pemukiman tidak terlalu besar.

“Di kawasan perbukitan ini sebelumnya pernah dibuat saluran untuk memecahkan aliran air supaya debit yang turun ke pemukiman warga tidak terlalu besar,” ujar Noverman Nurdin, Kamis (21/5/2026).

Ia menjelaskan, pihak Dinas PUPR dan BPBD Kerinci berencana segera melakukan perbaikan pada titik-titik pemecah aliran air tersebut guna meminimalisir potensi banjir susulan apabila hujan deras kembali terjadi.

Baca Juga: Semangat HARKITNAS Menggema di Kerinci, Bupati Monadi Ajak Jaga Tunas Bangsa

Selain melakukan pemetaan lokasi rawan, Dinas PUPR Kerinci juga mengerahkan alat berat untuk membersihkan material sisa banjir bandang yang menumpuk di sejumlah titik terdampak.

“Insyaallah besok akan dilakukan penanganan di beberapa titik di lima desa kawasan Tanjung Pauh Mudik,” Ungkapnya.

Langkah cepat pemerintah daerah ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di wilayah terdampak sekaligus mempercepat pemulihan kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat pasca bencana.(*)

Banjir Bandang di Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, PUPR Kerinci Turun Tangan

 

Kerinci – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Kerinci, Rabu (20/5/2026) sore, menyebabkan banjir di sejumlah titik. Salah satu wilayah terdampak berada di Kecamatan Danau Kerinci Barat, tepatnya di lima desa di Tanjung Pauh Mudik.

Akibat tingginya intensitas hujan, sejumlah rumah warga dilaporkan digenangi air. Debit air yang deras juga datang dari kawasan perbukitan dan mengalir langsung ke permukiman masyarakat, sehingga membuat warga panik.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kerinci di bawah pimpinan Bupati Monadi langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk turun ke lapangan. Dinas PUPR Kabupaten Kerinci bersama BPBD dan pihak kecamatan bergerak cepat melakukan peninjauan guna mengetahui penyebab utama banjir sekaligus mencari langkah penanganan.

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Kerinci, Rabu (20/5/2026) sore, menyebabkan banjir di sejumlah titik di Kecamatan Danau Kerinci Barat, tepatnya di lima desa di Tanjung Pauh Mudik.(adz)

Sekitar pukul 19.30 WIB, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kerinci Ir. Maya Novefri Handayani, BPBD Kerinci, serta Camat Danau Kerinci Barat turun langsung ke lokasi. 

Kepala Dinas PUPR Kerinci Maya saat dikonfirmasi menyampaikan, pihaknya bersama pemerintah kecamatan telah melakukan penelusuran terhadap titik aliran air yang menyebabkan banjir.

Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Lima Desa di Tanjung Pauh Mudik

“Dari hasil peninjauan sementara, debit air yang cukup besar berasal dari kawasan perbukitan dan masuk ke permukiman warga. Kami masih menyelusuri titik penyebab utama agar bisa segera dilakukan langkah penanganan,” ujar Maya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan melakukan kajian teknis untuk menentukan solusi jangka pendek maupun jangka panjang agar banjir serupa tidak kembali terjadi saat curah hujan tinggi.

Sementara itu, Camat Danau Kerinci Barat Noverman Nurdin menyampaikan, sebelum dilakukan tindakan di lapangan, pihak pemerintah kecamatan akan menggelar hearing atau musyawarah bersama kepala desa dan tokoh masyarakat di wilayah terdampak banjir.

“Besok kita akan duduk bersama terlebih dahulu dengan para kepala desa dan tokoh masyarakat untuk membahas langkah penanganan. Setelah ada kesepakatan bersama, baru dilakukan tindakan atau eksekusi di lapangan,” ujar Noverman.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat, mengingat banjir yang datang secara tiba-tiba membuat aktivitas masyarakat terganggu dan sebagian rumah mengalami genangan cukup tinggi.(*)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs