Dinas PUTR Provinsi Jambi: Progres Jalan Renah Pemetik Capai 45 persen

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Workshop dan Peralatan (WDP) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bersama tim teknis turun langsung meninjau lokasi proyek di Kawasan Renah Pemetik Kabupaten Kerinci.Progres Jalan Renah Pemetik Capai 45%. (Istimewa)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan proyek pemeliharaan ruas jalan di kawasan Ranah Pemetik. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 45 persen, sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Dilansir dari laman Dinas PUTR Provinsi Jambi menuliskan, Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target dan memenuhi standar kualitas, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Workshop dan Peralatan (WDP) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bersama tim teknis turun langsung meninjau lokasi proyek di Kawasan Renah Pemetik Kabupaten Kerinci.

Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Gubernur dan Kepala Dinas PUTR agar pelaksanaan pekerjaan terus dikawal secara intensif. Selain memantau perkembangan fisik di lapangan, kunjungan ini juga bertujuan mengidentifikasi berbagai kendala sehingga dapat segera ditangani tanpa menghambat proses pengerjaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Workshop dan Peralatan (WDP) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bersama tim teknis turun langsung meninjau lokasi proyek di Kawasan Renah Pemetik Kabupaten Kerinci.Progres Jalan Renah Pemetik Capai 45%. (Istimewa)

"Sesuai arahan Bapak Gubernur dan Kepala Dinas PUTR, kami berkomitmen untuk terus mengawal proyek ini agar berjalan optimal. Saat ini progres pekerjaan telah mencapai 45 persen," ujar Plt Kepala UPTD WDP saat melakukan peninjauan di lokasi.

Saat ini, pekerjaan pemeliharaan berkala difokuskan pada ruas jalan yang menghubungkan Desa Pungut Mudik hingga Desa Pasir Jaya. Setelah segmen tersebut rampung, pengerjaan akan langsung dilanjutkan menuju Lubuk Tabun guna memastikan seluruh ruas jalan Ranah Pemetik dapat segera difungsikan secara optimal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Workshop dan Peralatan (WDP) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bersama tim teknis turun langsung meninjau lokasi proyek di Kawasan Renah Pemetik Kabupaten Kerinci.Progres Jalan Renah Pemetik Capai 45%. (Istimewa)

Seluruh pekerjaan dilaksanakan secara swakelola oleh Dinas PUTR melalui UPTD Workshop dan Peralatan. Skema ini dipilih untuk mengoptimalkan efisiensi anggaran, memaksimalkan pemanfaatan alat berat milik pemerintah, serta memberikan fleksibilitas dalam mempercepat penanganan titik-titik jalan yang menjadi prioritas.

Pemerintah daerah berharap percepatan pemeliharaan jalan ini dapat segera menghadirkan akses transportasi yang lebih aman, nyaman, dan fungsional bagi masyarakat. Jalan yang semakin baik diyakini akan memangkas waktu tempuh, memperlancar arus logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung perekonomian wilayah tersebut.(Adz)

Bupati Monadi ke Renah Pemetik Lagi, Pastikan Pembangunan Jalan Sesuai Harapan

Bupati Monadi ke Renah Pemetik lagi untuk memastikan Pembangunan Jalan Sesuai Harapan.(Ist)

KERINCI — Dengan mengendarai sepeda motor trail dan menerjang medan jalan yang menantang, Bupati Kerinci, Monadi, kembali melakukan peninjauan proyek pembangunan Jalan Renah Pemetik, pada Sabtu (13/6/2026).

Langkah berani ini ia lakukan untuk memastikan kontraktor bekerja sesuai standar kualitas tinggi dan proyek selesai tepat waktu. Dalam blusukan ini, Kepala Bidang Bina Marga, Frans Mellas Pratama, turut mendampingi sang Bupati menyusuri jalur yang sedang dalam tahap perbaikan tersebut.

Bupati Monadi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kerinci berkomitmen kuat membuka isolasi wilayah. Selama ini, masyarakat di kawasan tersebut kerap menghadapi keterbatasan infrastruktur yang menghambat aktivitas harian mereka.

Bupati Kerinci Monadi saat Menggunakan Motor Trail Meninjau Pembangunan Jalan Renah Pemetik.(Ist)

“Jalan yang layak adalah kunci utama untuk menggerakkan roda ekonomi, mempermudah petani mengangkut hasil bumi, dan memperlancar mobilitas warga. Kami mengawal ketat proyek ini agar masyarakat bisa segera menikmati manfaatnya,” ujar Monadi di sela-sela peninjauannya.

Ia menambahkan, infrastruktur yang bagus memiliki dampak berantai (multiplier effect). Akses transportasi yang lancar otomatis akan memangkas biaya logistik, memicu pertumbuhan ekonomi lokal, dan menciptakan pemerataan pembangunan di seluruh pelosok Kerinci.

“Kami berharap Jalan Renah Pemetik ini menjadi awal baru bagi peningkatan kesejahteraan warga dan membuka peluang usaha yang lebih luas,” tuturnya optimis.

Fokus pada Kualitas dan Manfaat Jangka Panjang

Sengaja turun langsung ke lapangan dengan motor trail memberi keuntungan tersendiri bagi Monadi. Ia bisa melihat detail setiap sudut jalan yang sedang berjalan, sehingga pemerintah dapat langsung mengambil solusi cepat jika menemukan kendala teknis di lapangan.

Monadi tidak ingin pembangunan ini terkesan asal jadi. Ia menuntut hasil pekerjaan yang kokoh agar memiliki daya tahan yang lama dan memberikan rasa aman bagi pengendara yang melintas.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci memang sedang memprioritaskan percepatan pembangunan infrastruktur, terutama di wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian khusus. Pemerintah tidak hanya berfokus pada jalan-jalan protokol atau jalan utama kota, melainkan juga menyisir jalur-jalur penghubung di daerah terpencil.

Melalui komitmen dan aksi nyata ini, Pemkab Kerinci optimis mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memberikan pelayanan publik yang jauh lebih prima, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.(Red)

Sinergi PUPR Kerinci dan Warga Tangani Titik Kritis Jalan Renah Pemetik

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Ruas Jalan Renah Pemetik yang mengalami kerusakan cukup parah akhirnya mendapatkan penanganan melalui kolaborasi antara masyarakat setempat dan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kerinci.

Penanganan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan warga bersama personel Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Kerinci. Kegiatan difokuskan pada pembersihan badan jalan yang tertutup lumpur serta pembuatan saluran drainase guna mengalirkan air yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan.

Sebelum alat berat diturunkan ke lokasi, kondisi ruas jalan tersebut dilaporkan sangat memprihatinkan. Tebalnya lumpur yang menutupi badan jalan membuat kendaraan kesulitan melintas. Bahkan, sejumlah titik yang mengalami kerusakan paling parah tidak dapat dilalui kendaraan berpenggerak empat roda (4×4).

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga, terutama dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat di kawasan Renah Pemetik.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Ir. Maya Novefri Handayani, ST., melalui Kepala Bidang Bina Marga, Ir. Frans Mellas Pratama, ST., MT., menjelaskan bahwa langkah yang dilakukan saat ini merupakan penanganan darurat untuk membuka kembali akses transportasi masyarakat.

Menurutnya, penanganan difokuskan pada titik-titik kritis dengan cara membuang material lumpur yang menutupi badan jalan, memperbaiki aliran air melalui pembuatan saluran drainase, serta melakukan perbaikan sementara pada bagian jalan yang mengalami kerusakan berat.

“Penanganan saat ini bersifat darurat dan sementara. Kami berupaya semaksimal mungkin agar akses masyarakat dapat kembali digunakan. Mengingat keterbatasan anggaran yang tersedia, prioritas kami adalah memastikan titik-titik yang paling parah dapat dilalui kendaraan sambil menunggu penanganan yang lebih permanen,” ujarnya.

Frans menambahkan, persoalan utama pada ruas jalan tersebut adalah genangan air yang menyebabkan badan jalan menjadi berlumpur dan sulit dilalui, terutama saat curah hujan tinggi. Karena itu, pembuatan saluran drainase menjadi bagian penting dalam pekerjaan yang dilakukan saat ini.

Dalam pelaksanaan di lapangan, dukungan pemerintah desa juga menjadi faktor penting. Kepala Desa Lubuk Tabun dan Kepala Desa Sungai Kuning turut mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Dinas PUPR Kabupaten Kerinci dalam menangani kerusakan jalan tersebut.

Kedua kepala desa tersebut bahkan menghimbau warganya untuk ikut bergotong royong membantu proses perbaikan dan pembersihan jalan. Kehadiran masyarakat secara langsung di lokasi mempercepat proses pekerjaan sekaligus menunjukkan tingginya kepedulian warga terhadap keberlangsungan akses jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat setempat.

"Kami sangat mengapresiasi respons cepat dari Dinas PUPR Kabupaten Kerinci. Jalan ini merupakan akses penting bagi masyarakat, sehingga kami mengajak dan menginstruksikan warga untuk bersama-sama membantu agar pekerjaan dapat berjalan lancar dan akses segera kembali normal". ungkap dua kepala desa tersebut.

Di lapangan, semangat kebersamaan terlihat begitu kuat. Warga, pemerintah desa, dan petugas PUPR bekerja bahu-membahu membersihkan badan jalan, membuat saluran air, serta membantu berbagai kebutuhan teknis selama proses penanganan berlangsung.

Masyarakat berharap perhatian pemerintah terhadap Jalan Renah Pemetik dapat terus berlanjut melalui program peningkatan jalan yang lebih permanen pada masa mendatang. Dengan kondisi jalan yang baik, aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian, dan mobilitas masyarakat diyakini akan semakin lancar.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam penanganan Jalan Renah Pemetik menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam mengatasi berbagai persoalan infrastruktur di Kabupaten Kerinci. Melalui sinergi tersebut, akses yang sebelumnya nyaris terputus kini kembali dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.(adz)

Tunggangi Motor Trail, Bupati Monadi Kembali Tinjau Perbaikan Jalan Renah Pemetik

Bupati Kerinci Monadi bersama Kadis PUPR Kembali meninjau proses Perbaikan Jalan Renah Pemetik.(mpc)

Kerinci, Merdekapost.com – Progres pembangunan dan perawatan Jalan Renah Pemetik terus dikebut. Rabu (20/5/2026), Bupati Kerinci Monadi turun langsung meninjau kondisi jalan guna memastikan pengerjaan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Dengan menggunakan motor trail, Bupati Monadi menyusuri medan jalan yang tengah diperbaiki. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung progres pekerjaan sekaligus memastikan kualitas pembangunan di lapangan.

Baca Juga: Ketua TP PKK Sungai Penuh Buka Bimtek Posyandu, Fokus Tingkatkan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Monadi didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Ir. Maya Novefri Handayani, ST., serta Kepala Bidang Bina Marga, Ir. Frans Mellas Pratama, ST., MT.

Monadi menegaskan bahwa akses jalan menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di wilayah Renah Pemetik.

Menunggangi motor trail, Bupati Kerinci Monadi bersama Kadis PUPR Kembali meninjau proses Perbaikan Jalan Renah Pemetik.(mpc)

“Semoga proses pengerjaan berjalan lancar dan segera memberikan manfaat bagi warga,” ujar Monadi saat meninjau lokasi pekerjaan.

Pemerintah Kabupaten Kerinci terus berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah, termasuk daerah yang selama ini membutuhkan perhatian khusus terhadap akses jalan.(Adz)

Warga Renah Pemetik Apresiasi Gubernur Jambi Atas Perbaikan Jalan Prioritas Pungut Mudik-Sungai Kuning

Akses Ekonomi Lancar, Warga Renah Pemetik Apresiasi Gubernur Jambi Atas Perbaikan Jalan Prioritas Pungut Mudik-Sungai Kuning.(Ist)

JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi melalui UPTD Workshop dan Peralatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) menjalin kerja sama dengan Dinas PUPR Kabupaten Kerinci untuk mempercepat pemeliharaan ruas jalan Pungut Mudik–Sungai Kuning. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara di Kantor Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Selasa (22/4/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai respons atas kondisi jalan yang memerlukan penanganan tanggap darurat guna menjaga fungsionalitas jalan serta mendukung kelancaran distribusi logistik masyarakat di wilayah Renah Pemetik dan sekitarnya.

Dalam kesepakatan tersebut, kedua pihak membagi kewenangan penanganan secara jelas. Dinas PUPR Kabupaten Kerinci bertanggung jawab melaksanakan pemeliharaan rutin berupa galian drainase dan perbaikan badan jalan, termasuk berkoordinasi melalui kegiatan karya bakti TNI. 

Selain itu, penanganan tanggap darurat difokuskan pada pembangunan gorong-gorong dan box culvert.

Bupati Monadi bersama Dandim Kerinci dan Dinas PUPR saat melakukan pengecekan progress perbaikan jalan Renah Pemetik baru-baru ini.(adz)

Sementara itu, UPTD Workshop dan Peralatan Dinas PUTR Provinsi Jambi bertugas melakukan pekerjaan menggunakan material pada titik-titik prioritas di ruas Pungut Mudik–Sungai Kuning. Pekerjaan juga mencakup galian drainase serta perbaikan badan jalan, khususnya pada lintasan Desa Pasir Jaya hingga Desa Sungai Kuning.Referensi Geografis

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Workshop dan Peralatan Dinas PUTR Provinsi Jambi, Muhammad Naufal Afandi, mengatakan kesepakatan ini menjadi dasar hukum sekaligus acuan teknis dalam pelaksanaan di lapangan.

“Kesepakatan ini menjadi dasar hukum dan acuan teknis bagi tim kami di lapangan. Dengan pembagian tugas yang jelas antara provinsi dan kabupaten, kami optimistis pemulihan akses jalan Pungut Mudik–Sungai Kuning dapat dilakukan lebih cepat dan terukur,” ujar Naufal.

Selanjutnya, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Ir. Frans Mellas Pratama, juga menegaskan pentingnya sinergi lintas pemerintah dalam mempercepat penanganan infrastruktur.

Pemerintah Desa Pasir Jaya, Sungai Kuning (Renah Pemetik) menyambut baik kerja sama tersebut.

Warga menilai akses jalan Pungut Mudik–Sungai Kuning merupakan jalur utama yang menunjang aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.

Salah seorang warga, Ahmad (45), mengapresiasi perhatian pemerintah provinsi, khususnya Gubernur Jambi, Al Haris, dalam percepatan penanganan jalan tersebut. 

“Kami sangat terbantu dengan adanya perbaikan ini. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Al Haris yang sudah memperhatikan kondisi jalan kami, terutama penanganan di titik-titik prioritas yang selama ini sulit dilalui,” kata Ahmad.

Ia berharap perbaikan yang dilakukan dapat meningkatkan aksesibilitas dan memperlancar distribusi hasil pertanian.(*)

Dorong Pembangunan, Dandim 0417/Kerinci dan Bupati Tinjau Kondisi Jalan Desa Renah Pemetik

Dandim 0417/Kerinci dan Bupati Tinjau Kondisi Jalan Desa Renah Pemetik.(Adz)

Kerinci – Komandan Kodim 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P bersama Bupati Kerinci Monadi melaksanakan peninjauan akses jalan di Desa Renah Pemetik, Kabupaten Kerinci, Kamis (16/04/2026).

Kegiatan peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah bersama TNI terhadap kondisi infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Akses jalan tersebut diketahui memiliki peranan penting dalam mendukung mobilitas warga, terutama dalam mengangkut hasil pertanian.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Siswanto menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat.

“Kodim 0417/Kerinci akan selalu bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membantu percepatan pembangunan, termasuk perbaikan akses jalan yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi menegaskan bahwa peninjauan ini merupakan langkah awal untuk menentukan tindak lanjut yang tepat dalam upaya perbaikan jalan di Desa Renah Pemetik.

“Kita akan segera mengkaji kondisi jalan ini agar dapat dilakukan perbaikan secepatnya, sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu,” ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, Dandim dan Bupati juga berdialog langsung dengan warga setempat guna mendengar aspirasi serta keluhan terkait kondisi jalan yang ada.

Diharapkan melalui sinergi antara TNI dan pemerintah daerah, akses jalan di Desa Renah Pemetik dapat segera diperbaiki sehingga mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat.(Adz)

Kompak, Bupati Monadi dan Dandim Eko Buka Akses Jalan 26 Km Pungut Mudik-Sungai Kuning

Kompak, Bupati Monadi dan Dandim Letkol Eko Siswanto Buka Akses Jalan 26 Km Pungut Mudik-Sungai Kuning (Renah Pemetik). (Istimewa)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Pemerintah Kabupaten Kerinci terus berkomitmen untuk memperkuat konektivitas wilayah. Hal itu terlihat saat Bupati Kerinci, Monadi bersama Dandim Kodim 0417/Kerinci, Letkol Eko Siswanto yang secara resmi membuka kegiatan perbaikan dan pembangunan jalan penghubung Desa Pungut Mudik – Sungai Kuning, pada Kamis (16/4/2026).

Pembangunan jalan sepanjang 26 kilometer ini dimulai dari Desa Pungut Mudik, melewati Desa Pasir Jaya, Lubuk Tabun hingga Desa Sungai Kuning di wilayah Kecamatan Siulak Mukai.

Program tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Dinas PUPR, karya bakti TNI Kodim 0417/Kerinci, serta dukungan Pemerintah Provinsi Jambi dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pedesaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Maya Novefry Handayani, Plt. Camat Siulak Mukai Mountri Friadi, serta para kepala desa di wilayah yang dilalui pembangunan jalan tersebut.

Terjang Lumpur dan Hujan, Bupati Monadi Bersama Dandim Buka Akses Jalan 26 Km Pungut Mudik-Sungai Kuning.(Ist) 

Menariknya, kehadiran Bupati Kerinci Monadi bersama Dandim Eko Siswanto dan rombongan menuju lokasi kegiatan mendapat perhatian masyarakat. Rombongan menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor di tengah hujan yang mengguyur kawasan tersebut serta harus melewati medan jalan yang cukup berat dan berlumpur.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat rombongan untuk hadir langsung di lokasi kegiatan. Kedatangan mereka pun disambut hangat oleh masyarakat setempat yang telah menunggu sejak pagi.

Dalam sambutannya, Bupati Kerinci Monadi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan desa menjadi prioritas penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Pembangunan jalan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk membuka akses antarwilayah, mempermudah mobilitas masyarakat, serta mendorong peningkatan ekonomi desa. Kami juga sangat mengapresiasi sinergi yang terbangun antara pemerintah daerah, TNI, dan Pemerintah Provinsi Jambi dalam kegiatan ini,” ujar Monadi.

Sementara itu, Dandim Kodim 0417/Kerinci, Letkol Eko Siswanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari karya bakti TNI sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Terjang Lumpur dan Hujan, Bupati Monadi Bersama Dandim Buka Akses Jalan 26 Km Pungut Mudik-Sungai Kuning.(Doc/Istimewa)

"Melalui kegiatan karya bakti ini, TNI hadir membantu pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan, khususnya infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kami berharap jalan ini nantinya dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat di wilayah Pungut Mudik hingga Sungai Kuning,” ungkapnya.

Dengan dimulainya pembangunan jalan tersebut, masyarakat di tiga desa yang dilalui proyek diharapkan dapat merasakan manfaat langsung berupa akses transportasi yang lebih mudah, peningkatan distribusi hasil pertanian, serta terbukanya peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Pemerintah Kabupaten Kerinci juga berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan pemerintah provinsi seperti ini dapat terus diperkuat demi mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*/Adv)

Miris, Warga Meninggal di Renah Pemetik Jenazah Terpaksa Ditandu, Kondisi Jalan Kembali Jadi Sorotan

Kerinci, Merdekapost.com - Peristiwa memilukan kembali terjadi di pedalaman Kabupaten Kerinci. Warga Renah Pemetik harus melakukan perjalanan panjang dengan berjalan kaki sambil menandu jenazah salah seorang tokoh adat Semurup, alm. Tamrin Idris, untuk dibawa ke Semurup dan dimakamkan secara layak. 

Tidak adanya akses kendaraan akibat kerusakan parah jalan utama membuat warga tidak memiliki pilihan selain mengandalkan gotong-royong.

Puluhan warga tampak bergiliran mengangkat tandu melewati medan berat berupa jalan berbatu, berlumpur, dan licin. Perjalanan itu membutuhkan tenaga ekstra dan waktu berjam-jam, menciptakan pemandangan yang menggugah rasa iba sekaligus kemarahan publik terhadap buruknya kondisi infrastruktur daerah tersebut.

Seorang tokoh masyarakat menuturkan bahwa persoalan jalan Renah Pemetik sudah bertahun-tahun menjadi keluhan warga. Menjelang tahun politik, janji perbaikan selalu disampaikan, namun realisasi tidak pernah benar-benar terwujud. Warga merasa hanya menjadi objek janji tanpa perhatian nyata dari pihak berwenang.

Peristiwa tandu jenazah ini menyoroti betapa pentingnya keberadaan jalan yang layak di wilayah pedalaman. Akses Renah Pemetik merupakan jalur utama untuk kebutuhan vital masyarakat, mulai dari ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, hingga situasi darurat seperti pemulangan jenazah. Kerusakan yang dibiarkan terlalu lama membuat kehidupan warga semakin terpinggirkan.

Masyarakat berharap pemerintah Kabupaten Kerinci dan Pemerintah Provinsi Jambi segera mengambil langkah cepat, terukur, dan berkelanjutan untuk memperbaiki akses tersebut. Mereka tidak ingin kejadian memilukan seperti ini kembali terulang dan berharap fasilitas dasar di daerah terpencil mendapat perhatian yang setara dengan wilayah lain.(adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs