Prajurit TNI AL Asal Kerinci Praka Mar. M. Genta Al Akbar Dimakamkan; Penuh Haru Mulai dari Pelepasan Jenazah oleh Pangkormar Hingga Pemakaman Militer Dipimpin oleh Dandim 0417/ Kerinci

Prajurit TNI AL Asal Kerinci Praka Mar. M. Genta Al Akbar Dimakamkan; Penuh Haru dan duka mendalam mulai dari Pelepasan Jenazah oleh Pangkormar Hingga Pemakaman Secara Militer Dipimpin oleh Dandim 0417/ Kerinci.(mpc)

Merdekapost.com - Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi memimpin secara langsung upacara persemayaman dan pelepasan jenazah almarhum Praka Marinir (Anumerta) Muhammad Dirwa Alfalah dan Praka Marinir (Anumerta) Muhammad Genta Al Akbar. Keduanya merupakan prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang gugur dalam penugasan akibat bencana tanah longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Upacara tersebut dilaksanakan di Lanudal Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pada Jumat (6/2/2026), sebagai bentuk penghormatan terakhir institusi kepada prajurit yang telah mengorbankan jiwa raga dalam menjalankan tugas negara.

TNI AL melaksanakan upacara pelepasan jenazah almarhum Praka Marinir (Anumerta) Muhammad Dirwa Alfalah dan Praka Marinir (Anumerta) Muhammad Genta Al Akbar

Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan jenazah di Lanudal Pondok Cabe menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara jenis CN-295. Setibanya di apron, jenazah diturunkan dari pesawat dan dipindahkan ke kereta merta guna persiapan prosesi selanjutnya.

Usai prosesi penerimaan, dilaksanakan salat jenazah yang diikuti oleh keluarga almarhum, pejabat TNI Angkatan Laut, serta prajurit Korps Marinir. Selanjutnya, upacara persemayaman dan pelepasan jenazah secara militer dipimpin langsung oleh Pangkormar dan berlangsung dengan khidmat serta tertib.

Berita Terkait: Tragedi Longsor di Cisarua, 23 Marinir Tertimbun Longsor, Satu diantaranya Putra Hiang Kerinci Pratu Mar. M. Genta Al Akbar

Kegiatan ini menjadi wujud penghormatan dan penghargaan Korps Marinir TNI AL kepada prajurit yang gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan di daerah bencana. Setelah upacara pelepasan, jenazah diberangkatkan menggunakan pesawat TNI Angkatan Laut menuju daerah asal masing-masing untuk dimakamkan.

Selanjutnya Jenazah diterbangkan menuju Bandara Internasional Minang Kabau Padang Sumatera Barat. Mengingat jarak tempuh yang relatif lebih singkat (6-7 jam) menuju Kabupaten Kerinci tepatnya Desa Hiang Lestari Kecamatan Sitinjau Laut sebagai tempat peristirahatan terakhir sang Prajurit.

Ribuan warga terlihat ikut menyambut kedatangan jenazah Muhammad Genta saat tiba di Desa Hiang Kabupaten Kerinci  

Dandim 0417/Kerinci Pimpin Pemakaman Secara Militer Praka M. Genta Al Akbar di Desa Hiang Lestari

Komandan Kodim 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P., memimpin langsung pemakaman militer almarhum Praka Marinir (Anm) Muhammad Genta Al Akbar di Desa Hiang Lestari, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Sabtu (07/02/2026).(mpc)

Komandan Kodim 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P., memimpin langsung pemakaman militer almarhum Praka Marinir (Anm) Muhammad Genta Al Akbar di Desa Hiang Lestari, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Sabtu (07/02/2026). 

Upacara persemayaman berlangsung khidmat di rumah duka sebelum dilanjutkan di pemakaman.

Upacara militer di lakukan sebagai penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara. Dandim 0417/Kerinci bertindak sebagai Inspektur Upacara dan memimpin seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh rasa hormat dan duka cita.

Dalam sambutannya, Dandim menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. “Kepergian almarhum merupakan duka mendalam bagi keluarga, satuan, dan seluruh prajurit TNI. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Pemakaman militer di tandai penghormatan pasukan, tembakan salvo, serta penyerahan Bendera Merah Putih kepada keluarga sebagai simbol penghormatan negara atas jasa almarhum. Seluruh prosesi berjalan tertib dan khidmat, penuh suasana haru.

Hadir dalam upacara jajaran TNI, aparat pemerintah setempat, tokoh masyarakat, serta keluarga dan kerabat almarhum. Kehadiran mereka menjadi bukti penghormatan dan rasa kehilangan yang mendalam terhadap pengabdian sang prajurit.

23 Prajurit yang Gugur dalam Tragedi Longsor Cisarua Bandung, 17 Jenazah sudah dimakamkan, 6 masih proses Pencarian:

1. Serka Mar Afriansyah S. (NRP. 118630)

2. Serda Mar Sidiq H. (NRP. 108833)

3. Serda Mar Anthoni Tahara Putra (NRP. 137926)

4. Serda Mar Rein Pasau (NRP. 139570)

5. Serda Mar Riswan Aradia (NRP. 143310)

6. Koptu Mar Choni Chorniawan (NRP. 108799)

7. Pratu Mar Febry Bramantio (NRP. 129926)

8. Pratu Mar Andiko Affiari Rahmat (NRP. 132530)

9. Prada Mar Muhammad Dirwa A. (NRP. 136379)

10. Pratu Mar Muhammad Genta Al Akbar (NRP. 136464)

11. Prada Mar Erik Rinaldi (NRP. 140504)

12. Pratu Mar B. C. Silitonga (NRP. 142635)

13. Pratu Mar Dicky Yogha P. (NRP. 129056)

14. Pratu Mar Heru Susanto (NRP. 128953)

15. Pratu Mar Hamid Dwi Ismail (NRP. 126679)

16. Praka Mar Ari Kurniawan (NRP. 125191)

17. Praka Mar Anton Kharisma (NRP. 124579)

18. Praka Mar Randa Pratama (NRP. 123972)

19. Praka Mar Andre Nicky Olga S. (NRP. 123213)

20. Praka Mar Ulil Amri (NRP. 123157)

21. Praka Mar Muhammad Kori (NRP. 122334)

22. Praka Mar Muhamad Mahfudi (NRP. 121461)

23. Koptu Mar Edi Haryono (NRP. 111964)

Informasi yang dihimpun, Hingga Jum'at (6/2/2026) atau hari ke-13 pascakejadian, Korps Marinir TNI Angkatan Laut secara bertahap telah melaksanakan pelepasan terhadap 17 jenazah prajurit. Sementara itu, enam prajurit lainnya masih dalam proses pencarian.

Untuk mempercepat upaya evakuasi, Tim SAR gabungan TNI–Polri hingga saat ini terus melakukan pencarian secara intensif dan maksimal di lokasi-lokasi yang telah ditentukan.(adz)

BREAKING NEWS : Diduga Gantung Diri, Warga Kumun Debai Ditemukan Meninggal Dunia

 

Diduga Gantung Diri, Warga Kumun Debai Ditemukan Meninggal Dunia.(ist)

SUNGAl PENUH – Warga RT 05 Komplek Nusantara, Desa Air Teluh, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh, digemparkan dengan penemuan seorang warga yang meninggal dunia di rumahnya, Kamis malam (5/2/2026).

Korban diketahui berinisial D, diduga meninggal dunia akibat gantung diri. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Ketua RT 05 Desa Air Teluh, Helmi, membenarkan peristiwa tersebut.

Baca Juga:

Gerakan Indonesia Asri, Langkah Bersama Polres Kerinci Jaga Lingkungan

Bupati Monadi Lantik Enam Pejabat Eselon II Pemkab Kerinci, Ini Nama-namanya

Ia mengatakan kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 21.00 WIB, saat sejumlah tetangga mendatangi rumah korban.

“Iya benar, sekitar jam 21.00 WIB tetangga datang ke rumah korban dan mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung menggunakan tali berwarna hijau,” ujar Helmi saat dikonfirmasi, dikutip dari media Indojatipost.

Saat ditemukan, korban mengenakan kaos berwarna biru dan celana panjang. Peristiwa ini sontak membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi kejadian.

Pantauan di RSUD MH Thalib Kota Sungai Penuh, jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. 

Terlihat aparat kepolisian dari Polres Kerinci berada di lokasi guna melakukan pemeriksaan serta mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti dan motif di balik peristiwa tersebut. Polisi belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan awal.(*)

Seniman Kerinci-Sungai Penuh Kembali Berduka, Hendrayadi Musisi Senior, Aranger dan Pencipta lagu Kerinci Meninggal Dunia

Seniman Kerinci-Sungai Penuh Kembali Berduka, Hendrayadi Musisi Aranger dan Pencipta lagu Kerinci Dipanggil yang maha Kuasa.(adz/mpc)

Kerinci, Merdekapost.com - Innalillahiwainna ilaihi rodjiu'un, Seniman Kerinci kembali berduka, atas meninggalnya Bang Hendra (Hendrayadi) atau biasa dipanggil Hen Suling. 

Almarhum dikenal sebagai semiman senior, musisi/arranger dan pencipta lagu kerinci

Informasi sementara yang beredar, Almarhum Hendra mengalami kecelakan lalu lintas di jalan perbatasan seleman dengan simpang empat Tanjung tanah kecamatan Danau Kerinci

Ucapan duka memenuhi halaman media sosial baik Facebook maupun Instagram yang berdatangan dari kolega, handai taulan dan rekannya sesama seniman 

Seperti ditulis akun @Riky Qincay, Innalillahi..

Selamat jalan senior ku,guru ku.wo orang baik..😭😭 

Semoga ibadan wo di terima di sisi Allah..amin🙏🙏

Semoga Khusnul khotimah...

Al-fatihah

kemudian, @Andri Kanik  merasa sedih bersama Joni Saswanto dan Let Dharma Valens di Sungaipenuh.

"Selamat Jalan Bang Hendrayadi Hen Dra Yadi 

Kerinci sungai penuh kehilangan salah satu Musisi Senior 😭😭

Saya bersaksi Abang orang Baik dan ramah.

Banyak kenangan bersama Almarhum.

Moga Almarhum ditempat kan di sorga NYA Allah SWT.

Moga Husnul khatimah" 🤲 

@Renima : Innalillah wainnailhirojiun 

Ndeh BG hen ndk nyangko da hen lah pegi.

@Yandisa Noveri (Vazio Prosund)

Innalillahiwainnailaihirrojiun, saya pribadi dan keluarga besar Vazio Prosound, turut berduka cita atas meninggalnya bg senior  Hendrayadi salah seorang rekan musisi/arranger, dan pencipta lagu kerinci, saya bersaksi bahwa beliau orang baik, semoga husnul khatimah amin....

@Hengki Mandhor bersama Rony Nofrianto dan 

Innalillahi wainnailaihi rojiun telah meninggal senior kami BG Hendrdra keyboard semoga amal ibadah beliyau di terima di sisi Allah SWT 🤲🤲

@Lisa Jihan:

Innalillaahiwainnailaihirooji'uun...

Insan seni / Musisi kab.kerinci, Kota Sungai penuh berduka🥹

Telah berpulang ke rahmatullaah.. 

Salah satu Arranger senior di kab.kerinci & Sungai penuh,. Bang Hendrayadi 

Semoga beliau Husnul khotimah

Semoga klrga yg di tinggalkan di beri kesabaran dan ketabahan.. Aamiin..🤲

Alfatihah buat bang hen🤲🥹

@Bang Adzan Merdekapost: Semoga Alm. mendapat tempat yang layak disisi-nya

diampuni segala dosa semasa hidup, diterima amal ibadahnya

Beliau orang baik, tempatkanlah dia di surgaMu ya Allah...

Amin ya Robbal alamin

(adz/merdekapost.com)

Sudah 3 Hari, Asmadi Warga Kerinci yang Terpeleset Ke Sungai dan Hanyut Terseret Arus Saat Memancing Hingga Kini Belum ditemukan

Memasuki Hari Ke-3 Proses Pencarian, Asmadi Korban yang Terpeleset Ke Sungai Saat Memancing dan hilang terbawa arus hingga kini Belum ditemukan; Basarnas Terkendala Cuaca dan wilayah blank spot.(ist)

Solok Selatan, Merdekapost.com – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih terus dilakukan terhadap seorang warga Kabupaten Kerinci yang dilaporkan terjatuh dan hanyut di aliran Sungai Pulau Lebar, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

Korban diketahui bernama Asmadi (45), warga Desa Lubuk Pauh, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci. Hingga berita ini diturunkan, korban masih berstatus dalam pencarian (DP).

Kepala Unit Basarnas Solok Selatan, Vivien Handprima, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata, Alias (40), warga Kecamatan Gunung Tujuh, saat kejadian korban sedang memancing ikan bersama empat rekannya di sekitar aliran Sungai Pulau Lebar.

“Korban diduga tergelincir saat hendak berpindah posisi memancing di tepian sungai yang licin, lalu terjatuh dan terseret arus sungai yang saat itu cukup deras,” ujarnya.

Menindaklanjuti laporan kejadian tersebut, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI/Polri, Pemerintah Daerah Kabupaten Solok Selatan, Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci, perangkat Desa Gunung Tujuh, serta masyarakat setempat langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

Namun hingga kini, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Proses evakuasi dan pencarian menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi sungai yang curam dan sempit, medan yang cukup sulit dijangkau, serta lokasi kejadian yang berada di wilayah blank spot, sehingga menyulitkan komunikasi dan koordinasi di lapangan.

Selain itu, cuaca hujan disertai kecepatan angin sekitar 5 knot turut memengaruhi optimalisasi operasi SAR di lokasi.

“Meski terkendala cuaca dan medan, tim SAR gabungan tetap melanjutkan pencarian dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel,” tambah Vivien.

Pihak Basarnas memastikan operasi pencarian akan terus dilakukan dengan menyesuaikan perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan, sembari berharap korban dapat segera ditemukan.(adz)

Tragedi Longsor di Cisarua, 23 Marinir Tertimbun Longsor, Satu diantaranya Putra Hiang Kerinci Pratu Mar. M. Genta Al Akbar

Tragedi Longsor di Cisarua, 23 Marinir Tertimbun Longsor, Satu diantaranya Putra Hiang Kerinci Pratu Mar M. Genta.(adz/mpc) 

KSAL Ungkap 23 Prajurit Marinir Tertimbun Longsor di Cisarua Bandung Barat

MERDEKAPOST.COM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengonfirmasi 23 prajurit marinir yang tertimbun longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Kabar tersebut sebelumnya beredar di media sosial.

"Memang terdapat 23 anggota marinir yang tertimbun longsor," ujar Ali usai menghadiri rapat bersama Komisi I DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Ali melaporkan, saat ini sudah ditemukan empat personel dalam kondisi meninggal dunia. Sementara, selebihnya hingga saat ini belum ditemukan dan masih terus dilakukan pencarian.

"Alat berat memang belum bisa masuk, karena kondisi cuaca dan jalan yang kecil. Tapi ini akan kita laksanakan pencarian dengan teknologi dengan drone  thermal dan anjing pelacak," katanya.

Pratu Marinir MUHAMMAD GENTA AL AKBAR

Kabar duka ini juga disampaikan Salah satu keluarga genta, melalui postingan di akun Facebook miliknya, “ Imel Attariq ” yang diketahui merupakan kakak kandung dari genta.

“Innalillahiwainnailaihirojiun 

Adikku genta, kakak iklas gen. 

Balek lah gen kk tunggu drmah gen.. 

mohon doanya temen2 smua ”..

Ungkapan duka juga disampaikan oleh Akun Mamuk Habib Kades Hiang Lestari

Innalillahwainnailaihirojiun...

Kami Pemerintah Desa Hiang Lestari ikut berduka cita atas meninggalnya Putra Terbaik Desa Hiang Lestari yaitu Pratu Marinir MUHAMMAD GENTA AL AKBAR di  Cisarua Bandung Barat, semoga Almarhum Husnul Khotimah serta keluarga yg di tinggalkan  sabar dan tabah menghadapi cobaan yg sangat berat ini. Aamiin..YRA

Sumber : iNews.id

Sempat Mau Kabur, Pelaku Penganiayaan Maut di Air Hangat Timur Diringkus di Danau Kerinci, Ini Tampangnya!

Sempat Mau Kabur, SS terduga Pelaku Penganiayaan Maut di Air Hangat Timur Diringkus Tim Opsnal Satreskrim Polres Kerinci di Danau Kerinci.(adz/mpc) 

Kerinci, Merdekapost.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kerinci kembali menunjukkan respons cepat dalam penegakan hukum. Terduga pelaku penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya seorang pemuda di Kecamatan Air Hangat Timur berhasil diringkus hanya dalam hitungan jam, Minggu malam (25/01/2026).

Pengungkapan kasus ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/7/I/2026/SPKT/Polres Kerinci/Polda Jambi, tertanggal 25 Januari 2026. Korban diketahui bernama Rafi (18), yang meninggal dunia saat dievakuasi menuju RS M. Thalib Sungai Penuh.

Terduga pelaku berinisial SS (21), warga Desa Koto Tebat, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci. Pelaku diduga kuat melakukan penganiayaan terhadap korban hingga mengakibatkan korban kehilangan nyawa.

Berita Terkait: Seorang Pemuda Koto Tebat Kerinci Tewas Dianiaya, Pelaku Berhasil Dibekuk Polisi Kurang dari 5 jam

Penangkapan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Very Prasetiawan. Setelah menerima laporan kejadian sekitar pukul 17.00 WIB, Tim Opsnal Satreskrim segera bergerak melakukan penyelidikan intensif dan pelacakan terhadap terduga pelaku.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pelaku melarikan diri ke arah wilayah Danau Kerinci. Sekitar pukul 21.30 WIB, tim berhasil mengamankan SS saat berada di tepi jalan Desa Sanggaran Agung, Kecamatan Danau Kerinci. Selanjutnya, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Kerinci untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, terduga pelaku dijerat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Baru Pasal 466 ayat (3). Selain itu, penyidik juga menerapkan Pasal 80 ayat (3) jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, mengingat korban dan sejumlah saksi masih di bawah umur.

Bacaan Lainnya:

Mutasi Kejaksaan Agung: Kasi Pidsus Sungai Penuh Yogi Purnomo Bergeser ke Kejari Majalengka

Sidang Korupsi PJU Kerinci, Saksi Ahli BPKP Bongkar Aliran Dana 'Panas' Rp 530 Juta ke 13 Anggota Dewan Kerinci

Gubernur Jambi Tegas Pindahkan Guru Agus yang Dikeroyok Siswa, Minta Segera Dilakukan Tes Kejiwaan

Terkait penyebab pasti kematian korban, pihak kepolisian memastikan akan melakukan otopsi. 

Meski pemeriksaan luar tidak menemukan luka terbuka yang mencolok, langkah tersebut dilakukan untuk kepastian hukum.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban dan mereka menyetujui dilakukan otopsi. Untuk pelaksanaannya, kami juga berkoordinasi dengan dokter forensik dari RSUP M. Jamil Padang,” ujar AKP Very Prasetiawan.

Polres Kerinci juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Saat ini, terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Kerinci dan proses penyidikan terus berlanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, motif penganiayaan maut tersebut belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan kepolisian.(Adz)

Lakukan Olah TKP Penemuan Warga Meninggal Dunia di Desa Semumu, Ini Keterangan Resmi Polres Kerinci

Pasca dilakukan Olah TKP Penemuan Warga Meninggal Dunia di Desa Semumu, Polres Kerinci sebut  Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. Jenazah.(Ali/mpc) 
KERINCI – Jajaran Satreskrim Polres Kerinci bersama Polsek Air Hangat Timur (AHT) melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait penemuan mayat seorang laki-laki yang diduga meninggal dunia akibat gantung diri di Desa Semumu, Kecamatan Depati VII, Kabupaten Kerinci, pada Sabtu malam (17/01/2026).

​Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim mengonfirmasi bahwa korban berinisial NA (40), seorang warga setempat, pertama kali ditemukan oleh kerabatnya, Rengki Afdal, sekira pukul 21.00 WIB.

​"Saksi merasa curiga karena korban tidak kunjung keluar dari kamar sejak waktu Magrib. Saat saksi mengecek ke dalam kamar, korban ditemukan sudah dalam keadaan tergantung di pintu kamar mandi dengan menggunakan kain gorden," ujar Kasat Reskrim dalam keterangannya.

Bacaan Lainnya:

Warga Semumu Kerinci Geger, Seorang Pria NA (41) Ditemukan Tak Bernyawa Sabtu Malam

Zarzani Nekat Terjun di Sungai Batanghari, Damkartan Evakuasi Cepat

Setelah 3 Hari, Perempuan yang Lompat dari Jembatan Aurduri I Ditemukan Tewas 20 KM dari Lokasi Kejadian

Saksikan, Laga Hidup Mati Grup B, PS Kota Sungai Penuh Vs Tanjabbar, Ini Jadwalnya!

​Mendapat laporan tersebut, Personil Unit Identifikasi Inafis Sat Reskrim Polres Kerinci langsung bergerak cepat mendatangi lokasi untuk mengamankan TKP dan melakukan identifikasi awal. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan dan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan mental atau depresi.

​"Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. Jenazah saat ini telah diserahkan kepada pihak keluarga dan sudah dilakukan proses pemakaman," tambahnya.

​Atas kejadian ini, Polres Kerinci mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih peka dan peduli terhadap anggota keluarga maupun lingkungan sekitar, terutama bagi mereka yang sedang mengalami permasalahan psikis atau depresi, guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.(*)

​(Ali/Sumber: Humas Polres Kerinci)

Setelah 3 Hari, Perempuan yang Lompat dari Jembatan Aurduri I Ditemukan Tewas 20 KM dari Lokasi Kejadian

Perempuan yang Lompat dari Jembatan Aurduri I Ditemukan Tewas 20 KM dari Lokasi Kejadian.(ist)

JAMBI, MERDEKAPOST.COM -- Setelah proses pencairan, akhirnya jasad seorang perempuan yang diduga melompat ke Sungai Batanghari dari Jembatan Aurduri I, Kota Jambi, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu, 18 Januari 2026. Korban ditemukan setelah tiga hari pencarian oleh Tim SAR gabungan.

Korban diketahui bernama Shalsabila Andriany, 24 tahun. Ia dilaporkan terjun ke Sungai Batanghari dari Jembatan Aurduri I, Kelurahan Teluk Kenali, Kecamatan Telanaipura, pada Jumat, 16 Januari 2026.

Kepala Kantor SAR Jambi, Adah Sudarsa, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 10.15 WIB. Lokasi penemuan berada sekitar 20 kilometer dari titik awal kejadian. “Korban ditemukan pada koordinat 1°32′1.77″ LS dan 103°39′37.09″ BT,” kata Adah.

Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Seorang Wanita Terjun dari Jembatan Aurduri I, Tim SAR Lakukan Pencarian di Sungai Batanghari

Sebelumnya, saksi mata menyebutkan korban sempat terlihat berjalan kaki di sekitar Jembatan Aurduri I sekitar pukul 12.00 WIB. Korban kemudian berhenti di tengah jembatan sebelum akhirnya melompat ke sungai. Di lokasi kejadian, warga menemukan sepasang sandal yang diduga milik korban.

Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Jambi sekitar pukul 12.40 WIB pada hari kejadian. Tim SAR gabungan yang melibatkan Kantor SAR Jambi, Polairud Polda Jambi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jambi, Polsek Telanaipura, serta masyarakat setempat langsung melakukan pencarian.

Proses pencarian dilakukan selama tiga hari dengan membagi personel ke dalam sejumlah unit pencarian dan penyelamatan hingga korban akhirnya ditemukan.(Red)

Warga Semumu Kerinci Geger, Seorang Pria NA (41) Ditemukan Tak Bernyawa Sabtu Malam

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Suasana duka menyelimuti warga Desa Semumu, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci. 

Seorang pria ditemukan meninggal dunia di rumah temannya pada Sabtu malam (17/01/2026), kejadian ini memicu keramaian warga hingga larut malam. 

Korban diketahui bernama Nana Aprianto, berusia sekitar 41 tahun. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh pihak keluarga sekitar pukul 21.15 WIB, saat korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

BACAAN LAINNYA:

Dalam Waktu Sehari 2 Orang Nekat Terjun Dari Jembatan Aur Duri I, Pria Selamat, Wanita Masih dalam Pencarian

Seorang Wanita Terjun dari Jembatan Aurduri I, Tim SAR Lakukan Pencarian di Sungai Batanghari

Hingga saat ini, penyebab pasti korban nekat mengakhiri hidupnya belum diketahui. Pihak keluarga dan warga setempat masih dalam kondisi shock atas kejadian tersebut.

Korban diketahui meninggalkan dua orang anak. Sementara itu, aparat desa dan pihak berwenang telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan serta pendataan lebih lanjut.(adz)

Laka dengan Truk Batubara di Sarolangun, Muhammad Yani Anggota DPRD Merangin Meninggal Dunia

Merangin, Merdekapost.com - Salah seorang putra terbaik Kabupaten Merangin, Muhammad Yani politisi Partai NasDem yang juga anggota DPRD Merangin, meninggal dunia pada 15 Januari 2026, Kamis malam sekitar pukul 23.40 WIB di Rumah Sakit Golden Medika Sarolangun, akibat kecelakaan dengan truk batubara. Jum’at (16/01/2026).

Semasa hidupnya, Yani dikenal sebagai kader militan dan pekerja keras. Ia pernah dipercaya memimpin DPD Partai NasDem Merangin dan menjadi bagian penting dari perjalanan partai tersebut. Di bawah kepemimpinannya, NasDem Merangin akhirnya berhasil menunjukkan kebangkitan dengan peningkatan perolehan kursi signifikan DPRD pada Pemilu 2024.

Selain aktif di partai politik, almarhum juga menjabat sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila Merangin. Perannya di berbagai organisasi menunjukkan konsistensinya dalam membangun jejaring kepemudaan, sosial, dan politik di daerah.

Bacaan Lainnya:

Pengakuan Versi Siswa dalam Kasus SMKN 3 Tanjabbar: Oknum Guru AS Tampar dan Tinju, Pengeroyokan Terjadi Spontan

Selama menjabat sebagai anggota DPRD Merangin, Yani dikenal sebagai legislator yang vokal dan kritis. Sikapnya yang tegas dalam menyuarakan aspirasi masyarakat kerap menghiasi pemberitaan media lokal di Merangin. Ia tidak segan menyampaikan kritik terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat, baik melalui forum resmi dewan maupun pernyataan terbuka kepada pers.

Rekan-rekan seperjuangan mengenal Yani sebagai pribadi yang sederhana, loyal, dan tidak pernah meninggalkan tanggung jawab, meski harus melewati berbagai fase jatuh bangun dalam perjalanan politiknya.

Baca Juga: Kasus Perkelahian Guru dan Siswa SMKN 3 Tanjabtim, Guru Agus Laporkan Dugaan Pengeroyokan ke Polda

Dedikasinya sejak usia muda membuat namanya cukup dikenal di kalangan aktivis, politisi, dan tokoh masyarakat Merangin.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, Muhammad Yani dikabarkan mengalami kecelakaan lalu lintas di wilayah Sarolangun, tepatnya di ruas jalan sebelum gapura Kota Sarolangun. 

Dalam peristiwa tersebut, kendaraan yang ditumpangi almarhum diduga terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil angkutan batu bara. Usai kejadian, almarhum segera dilarikan ke Rumah Sakit Golden Medika Sarolangun untuk mendapatkan penanganan medis intensif.(red)

Polisi Lakukan Olah TKP Penemuan Mayat di dalam Parit Desa Sungai Pegeh Kerinci

Jajaran Satreskrim Polres Kerinci lakukan olah TKP terkait penemuan sesosok mayat laki-laki di dalam parit pinggir jalan raya yang menghubungkan Desa Sungai Pegeh dan Desa Sungai Lebuh, Kecamatan Siulak, Kerinci, pada Sabtu (27/12/2025) sore.

​KERINCI – Jajaran Satreskrim Polres Kerinci merespons cepat laporan masyarakat terkait penemuan sesosok mayat laki-laki di dalam parit pinggir jalan raya yang menghubungkan Desa Sungai Pegeh dan Desa Sungai Lebuh, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, pada Sabtu (27/12/2025) sore.

​Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim melaporkan bahwa identitas mayat tersebut diketahui bernama Arman Danil alias Pak Hapit (55), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di SMPN 22 Kerinci, yang merupakan warga Dusun II, Desa Sungai Pegeh.

​Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula sekira pukul 16.05 WIB, saat seorang saksi bernama Teca (23) melintas di lokasi kejadian. Ia melihat korban sudah tergeletak di dalam parit pinggir jalan raya. Mengetahui hal tersebut, saksi segera memberitahukan warga sekitar, termasuk saudara Yoka, untuk membantu mengecek kondisi korban.

​Setelah diidentifikasi oleh warga setempat sebagai warga Desa Sungai Pegeh, korban dievakuasi dan dibawa ke rumah istrinya. Pihak keluarga bersama petugas kesehatan segera melakukan pengecekan fisik luar terhadap tubuh korban.

​Hasil Olah TKP dan Pemeriksaan

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh personel Satreskrim Polres Kerinci:

​Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka fisik pada tubuh korban maupun di sekitar lokasi penemuan.

​Berdasarkan keterangan pihak keluarga dan Kepala Desa Baru Sungai Pegeh, korban diketahui memiliki riwayat penyakit stroke.

​Korban memiliki kebiasaan rutin berolahraga jalan kaki (maraton) setiap pagi. Pada hari kejadian, korban diketahui keluar rumah sekira pukul 06.00 WIB untuk berolahraga sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban. Keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi lebih lanjut mengingat riwayat penyakit yang diderita korban.

​"Kami sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi. Saat ini jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman setelah pihak keluarga menandatangani surat pernyataan," ujar Kasat Reskrim Polres Kerinci dalam laporannya.

​Situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif. Polres Kerinci mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melaporkan jika menemukan kejadian serupa di lingkungan masing-masing.(ali)

Miris, Warga Meninggal di Renah Pemetik Jenazah Terpaksa Ditandu, Kondisi Jalan Kembali Jadi Sorotan

Kerinci, Merdekapost.com - Peristiwa memilukan kembali terjadi di pedalaman Kabupaten Kerinci. Warga Renah Pemetik harus melakukan perjalanan panjang dengan berjalan kaki sambil menandu jenazah salah seorang tokoh adat Semurup, alm. Tamrin Idris, untuk dibawa ke Semurup dan dimakamkan secara layak. 

Tidak adanya akses kendaraan akibat kerusakan parah jalan utama membuat warga tidak memiliki pilihan selain mengandalkan gotong-royong.

Puluhan warga tampak bergiliran mengangkat tandu melewati medan berat berupa jalan berbatu, berlumpur, dan licin. Perjalanan itu membutuhkan tenaga ekstra dan waktu berjam-jam, menciptakan pemandangan yang menggugah rasa iba sekaligus kemarahan publik terhadap buruknya kondisi infrastruktur daerah tersebut.

Seorang tokoh masyarakat menuturkan bahwa persoalan jalan Renah Pemetik sudah bertahun-tahun menjadi keluhan warga. Menjelang tahun politik, janji perbaikan selalu disampaikan, namun realisasi tidak pernah benar-benar terwujud. Warga merasa hanya menjadi objek janji tanpa perhatian nyata dari pihak berwenang.

Peristiwa tandu jenazah ini menyoroti betapa pentingnya keberadaan jalan yang layak di wilayah pedalaman. Akses Renah Pemetik merupakan jalur utama untuk kebutuhan vital masyarakat, mulai dari ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, hingga situasi darurat seperti pemulangan jenazah. Kerusakan yang dibiarkan terlalu lama membuat kehidupan warga semakin terpinggirkan.

Masyarakat berharap pemerintah Kabupaten Kerinci dan Pemerintah Provinsi Jambi segera mengambil langkah cepat, terukur, dan berkelanjutan untuk memperbaiki akses tersebut. Mereka tidak ingin kejadian memilukan seperti ini kembali terulang dan berharap fasilitas dasar di daerah terpencil mendapat perhatian yang setara dengan wilayah lain.(adz)

Penemuan Mayat Pria 63 Tahun Membusuk di Rumah, Polisi Sebut Tidak Ada Tanda Kekerasan

KERINCI, Merdekapost.com – Warga Desa Pondok Siguang, Tanjung Pauh Hilir, Kecamatan Danau Kerinci Barat, dikejutkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia yang telah meninggal dunia di dalam rumahnya, Senin (08/12/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Korban diketahui bernama Lukman bin Saidina (63), seorang petani yang tinggal seorang diri.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh adik kandung korban, Habib bin Saifina (58), yang datang untuk mengantar makanan sore. Sesampainya di rumah sang kakak, Habib merasa curiga karena pintu kamar terkunci dari dalam. Aroma menyengat yang keluar dari celah pintu membuatnya semakin khawatir.

Karena tidak ada respons, Habib akhirnya mendobrak pintu kamar. Di dalamnya, ia menemukan Lukman telah meninggal dunia dalam kondisi tubuh membusuk dan dipenuhi belatung. Temuan tersebut langsung membuat warga sekitar berdatangan dan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

BACA JUGA: Warga Pondok Siguang Heboh Bau Menyengat, Ternyata Sumbernya Jenazah Lukman Ditemukan Setelah Berhari-hari Tak Terurus

Sekitar pukul 17.00 WIB, tim gabungan Satreskrim Polres Kerinci, Unit Identifikasi, dan Polsek Danau Kerinci tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas memeriksa kamar korban, posisi tubuh, serta kondisi sekitar rumah.

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan baik pada tubuh korban maupun di lokasi kejadian. Barang-barang di rumah juga dipastikan dalam keadaan utuh dan tidak ada indikasi tindak pidana.

Keterangan keluarga menguatkan dugaan bahwa korban meninggal karena sakit. Selama dua bulan terakhir, Lukman diketahui kerap mengeluh sakit kepala dan beberapa kali tidak keluar rumah.

Kasat Reskrim Polres Kerinci menyampaikan bahwa keluarga korban telah membuat surat pernyataan resmi menolak proses visum maupun autopsi. Mereka menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak akan menuntut proses hukum lebih lanjut.

“Atas permintaan keluarga, jenazah diserahkan untuk dimakamkan. Polisi telah melakukan pemeriksaan saksi dan memastikan tidak ada indikasi tindak pidana,” ujar Kasat Reskrim.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah dibawa untuk dimakamkan oleh pihak keluarga dibantu warga sekitar. Situasi di Desa Pondok Siguang dilaporkan aman dan kondusif.

Kematian Lukman menjadi pengingat bagi warga sekitar akan pentingnya perhatian terhadap tetangga atau kerabat yang tinggal sendiri, terutama para lansia yang mengidap penyakit tertentu.(*)

Warga Pondok Siguang Heboh Bau Menyengat, Ternyata Sumbernya Jenazah Lukman Ditemukan Setelah Berhari-hari Tak Terurus

Warga Pondok Siguang Tanjung Pauh Hilir  Heboh ada Bau Menyengat, Ternyata Sumbernya dari Jenazah Lukman yang Ditemukan Setelah Berhari-hari Tak Terurus.(adz/ist)

Kerinci, Merdekapost.com – Warga Pondok Siguang, Desa Tanjung Pauh Hilir, Kecamatan Danau Kerinci Barat, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria yang sudah membusuk di dalam rumah, Senin (8/12/2025) sore.

Peristiwa itu pertama kali diketahui warga setelah mencium bau busuk menyengat dari rumah yang dihuni oleh Lukman (63) bersama adiknya, Siti Asiah, yang diketahui mengalami gangguan jiwa.

Menurut keterangan warga, bau tidak sedap tersebut sudah tercium sejak beberapa hari terakhir, namun baru pada Senin sore warga memberanikan diri mengecek sumber bau.

“Bau busuk menyengat dari rumah itu. Setelah dicek, ternyata jenazah Lukman sudah beberapa hari meninggal dunia,” ujar salah seorang warga.

Camat Danau Kerinci Barat, Noverman Nurdin, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa almarhum selama ini tinggal berdua bersama adiknya yang memiliki keterbatasan.

“Benar, beliau sakit dan tinggal hanya berdua di rumah. Kondisi adiknya juga mengalami gangguan kejiwaan, sehingga tidak bisa melapor saat Lukman meninggal,” kata Camat.

Baca Juga: Dua Korban Mobil Masuk Jurang di Muara Hemat Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa

Sementara itu, Kapolres Kerinci AKBP Arya Tesa Brahmana melalui Kasat Reskrim Very, menyampaikan mendapat informasi tim langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan, dan pemeriksaan awal.

“Mendapat informasi anggota langsung menuju TPK,”Ungkap Kasat.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti penyebab kematian almarhum. Namun dugaan sementara, Lukman meninggal karena sakit yang dideritanya dan tidak mendapatkan penanganan, mengingat kondisi adiknya yang tidak mampu meminta pertolongan.(adz)

Geger, Penemuan Mayat Laki-Laki di Pinggir Sawah di Desa Sembilan Tanah Kampung

Warga digegerkan dengan Penemuan Mayat Pria di Pinggir Sawah di Desa Sembilan Tanah Kampung.(adz/ist/fb) 

Sungai Penuh, Merdekapost.com – Warga Desa Sembilan, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungaipenuh, digemparkan dengan penemuan jasad laki-laki di pinggir sawah pada Rabu (12/11) sekitar pukul 13.50 WIB.

Menurut keterangan warga, sesosok jasad laki-laki ditemukan tergeletak di area persawahan tanpa diketahui identitasnya. Seorang warga bernama Izal yang berada di lokasi mengatakan bahwa jenazah telah dibawa menggunakan ambulans, namun hingga kini belum ada informasi resmi mengenai siapa korban tersebut.

Baca Juga:

Pasca Bilqis Ditemukan, Kasus Hilangnya Kenzi Bocah Asal Bungo Sejak 3 Tahun lalu, Kini Kembali Heboh di Medsos

“Jasad sudah dibawa ambulans, tapi belum tahu siapa orangnya. Kemungkinan orang Simpang 3 Rawang,” ujar Izal.

Dari informasi yang beredar di masyarakat, korban diduga sedang memasang jerat ruak-ruak di sekitar lokasi sebelum ditemukan meninggal dunia. Namun, penyebab pasti kematian, apakah karena kelelahan atau sakit mendadak, belum dapat dipastikan.

Petugas kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan lokasi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Pihak kepolisian juga belum memberikan keterangan resmi, namun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum pasti.

“Kami masih melakukan pemeriksaan dan pengumpulan keterangan di lapangan. Mohon masyarakat bersabar dan tidak membuat asumsi sendiri,” ujar salah satu petugas di lokasi kejadian.

Warga setempat berharap pihak berwenang segera mengungkap identitas korban dan penyebab korban meninggal dunia.(*)

Bripda Waldi Akui Habisi Dosen EY dengan Mencekik Pakai Gagang Sapu

Bripda Waldi Akui Habisi Dosen EY dengan Mencekik Pakai Gagang Sapu.(istimewa)

Muara Bungo, Merdekapost.com - Fakta baru terungkap dalam penyelidikan tewasnya dosen perempuan berinisial EY (37) yang dibunuh Bripda Waldi Adiyat (22) di Perumahan Al Kautsar, Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo Provinsi Jambi.

Rabu (5/11), penyidik memastikan oknum polisi Polres Tebo itu menghabisi korban dengan cara mencekik hingga menggunakan gagang sapu.

Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono mengatakan, pelaku dan korban sempat bertemu sebelum kejadian.

Keduanya diketahui makan bersama di kawasan Kota Muara Bungo, lalu kembali ke kediaman korban sekitar pukul 23.30 WIB.

Sempat Pergi Makan Berdua 

"Sebelum peristiwa ini terjadi, korban dan pelaku sempat pergi makan di salah satu tempat di Kota Muara Bungo, setelah itu korban dan pelaku pulang ke rumah korban sekira pukul 23.30 WIB," ujar Kapolres.

Namun, situasi berubah drastis saat terjadi cekcok di rumah korban. Dalam kondisi emosi, pelaku kemudian menyerang EY di kamar tidur.

"Pelaku mengaku menghabisi korban menggunakan gagang sapu".

"Saat korban dalam posisi terbaring, pelaku mencekik leher korban dengan gagang sapu hingga korban kehabisan napas dan meninggal dunia," katanya.

Setelah memastikan korban meninggal, pelaku mengambil sejumlah barang milik korban EY, Motor Honda PCX, mobil Honda Jazz, ponsel, dan perhiasan dibawa kabur oleh pelaku.

Selain itu, pelaku sempat mengepel lantai rumah korban dan menghapus jejak pembunuhannya.

Kapolres Bungo AKBP Natalena menyebutkan pelaku dijerat pasal berlapis. "Sampai saat ini kita sudah memberlakukan pasal yang disangkakan, yakni Pasal 340 subsider 338 KUHP, kemudian Pasal 351 ayat 3, serta juncto Pasal 181 KUHP.

"Dengan pasal-pasal tersebut, kasus ini termasuk pembunuhan berencana,” tegasnya.

Ia menambahkan penyidikan dilakukan secara terbuka meski pelaku merupakan anggota kepolisian.

"Kami mengimbau agar masyarakat menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian.

"Kasus ini akan kami tuntaskan dan proses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di Polri," pungkasnya.

Pelaku Berupaya Hilangkan Jejak

Setelah membunuh korban, Waldi membawa motor Honda PCX merah milik EY ke RSUD H Hanafie Muara Bungo. Hal ini terungkap dari rekaman CCTV rumah sakit tersebut.

Usai meninggalkan motor, pelaku memesan layanan ojek online untuk kembali lagi ke rumah korban.

Kapolres memastikan pelaku bertindak seorang diri.

CCTV Bripda Waldi masuk parkiran RSUD H Hanafie Muara Bungo Jambi (Instagram)

"Iya hanya satu orang, yakni W saat ini yang sudah ditetapkan tersangka," ujarnya, Selasa (4/11).

Selanjutnya, pelaku membawa mobil Honda Jazz putih milik korban menuju Muara Tebo.

"Pengakuan pelaku mobil itu dia yang membawanya," katanya.

Keterangan saksi di sekitar lokasi juga menguatkan, mobil tersebut terlihat keluar dari kompleks perumahan pada Jumat (31/10) sekitar pukul 05.40 WIB.

Kapolres mengungkapkan bahwa pelaku diduga telah merancang aksinya dengan detail untuk mengaburkan jejak.

“Pelaku ini bengis dan kejam,” ujar AKBP Natalena.

Pemeriksaan awal menunjukkan adanya kekerasan berat pada tubuh korban. Waldi diduga menggunakan rambut palsu untuk menyamarkan penampilan.

“Pelaku ini memakai wig, rambut palsu, untuk keluar masuk rumah. Ini untuk mengelabui CCTV dan warga. Jadi yang terlihat adalah orang gondrong,” jelasnya.

Pelaku juga berupaya menggiring kasus agar tampak seperti perampokan disertai kekerasan.

"Pelaku berupaya mengelabui seolah-olah korban merupakan korban perampokan yang dibunuh, sehingga identitasnya tidak terbaca,” ujar Kapolres.

Untuk mendukung skenarionya, barang-barang korban seperti ponsel, kendaraan, dan perhiasan turut diambil.

"Pelaku memang sangat jeli dan bengis, karena dilihat dari korban kondisinya itu sangat mengenaskan," kata Natalena.(tim)

Jelang Maghrib, Satu Unit Rumah di Sungai Penuh Terbakar, Warga Panik Berjibaku Padamkan Api

Jelang Maghrib, Satu Unit Rumah di Sungai Penuh Terbakar, Warga Panik Berjibaku Padamkan Api

SUNGAIPENUH, MERDEKAPOST.COM - Kebakaran kembali melanda wilayah Kota Sungai Penuh. Kali ini, si jago merah mengamuk di kawasan Sungai Jernih, Kecamatan Pondok Tinggi, Senin (3/11/2025) sore.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Api dengan cepat membesar dan melalap sebuah rumah warga.

Saksi mata menuturkan, kepanikan sempat terjadi ketika warga melihat asap tebal membumbung dari salah satu rumah di kawasan padat penduduk itu.

“Kebakaran! Cepat panggil Damkar!” teriak warga saat melihat api mulai membesar.

Baca Juga: Mantan Kadispora Sungai Penuh Don Fitri Jaya Resmi Ditahan, Kasus Stadion Mini

Sambil menunggu kedatangan petugas, ratusan warga turun tangan memadamkan api dengan peralatan seadanya. Beberapa di antaranya berusaha mengambil air dari sumur dan saluran di sekitar lokasi.

Tak lama berselang, tim Damkar Kota Sungai Penuh tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Api akhirnya berhasil di jinakkan setelah beberapa saat.

Informasi sementara menyebutkan satu unit rumah ludes terbakar, sementara bangunan di sekitarnya mengalami kerusakan ringan akibat terpapar panas. Hingga kini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan.

Petugas masih melakukan mencari di lokasi kejadian untuk mengetahui sumber api dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Warga pun masih tampak memadati lokasi kebakaran hingga magrib.(adz)

Ini Tampang Waldi, Oknum Polisi Pembunuh EY Dosen Cantik di Muara Bungo Jambi

Beredar di Sosmed dan Salah seorang Netizen memposting Tampang Waldi, Oknum Polisi Pembunuh EY Dosen Cantik di Muara Bungo Jambi. Pelaku sudah diamankan Polres Bungo pada Minggu 02/11/2025.(ist) 

Muara Bungo | Merdekapost.com - Misteri di balik tewasnya dosen wanita berinisial EY di Kabupaten Bungo, Jambi, mulai menemukan titik terang yang mengejutkan. 

Sebagaimana diketahui, korban ditemukan tak bernyawa di rumahnya pada Sabtu (1/11/2025).

Perkembangan terbaru di lapangan dari kasus tersebut menunjukkan adanya kabar yang santer beredar dan menjadi fokus penyelidikan.

Kabar tersebut terkait penangkapan terduga pelaku pembunuhan keji dosen wanita ini disebut telah ditangkap.

Hal yang lebih mengejutkan yakni terduga pelakunya adalah seorang oknum polisi berinisial WLD.

Lantas yang menjadi pertanyaan publik yakni terkait tampang atau wajah terduga pelaku yang disebut oknum polisi tersebut.

Banyak komentar di sosial media yang berisi unggahan terkait kasus tersebut menyebutkan terduga pelaku adalah oknum polisi.

Bahkan salah satu komentar yang dilihat di Facebook dengan jelas menampilkan tampang terduga pelaku. 

Sosok oknum polisi itu disebut bernama Waldi berdinas di Polres Tebo.

Baca juga: 

Heboh! Seorang Dosen Cantik Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah di BTN Al Kausar

Ternyata Dosen Cantik yang Ditemukan Tewas di Bungo adalah Ketua Prodi S1 Keperawatan IAK Setih Setio Muara Bungo

Komentar akun Facebook @riz*** berisi foto dengan keterangan terkait berhasilnya polisi menangkap terduga pelaku.

Dia memberikan komentar tersebut membalas pertanyaan warganet lainnya terkait tampang terduga pelaku.

"Alhamdulillah... ini pelaku pembunuhan dosen Akper Bungo... Semoga hukum tidak pandang bulu dan seadil-adilnya," bunyi keterangan yang disematkan dalam foto dilansir Tribunjambi.com, Minggu (2/11/2025).

keterangan dari Polres Bungo saat menggelat Konferensi pers pagi tadi membuktikan kebernaran informasi itu.

Pelaku Ditangkap Polisi

Terduga pelaku pembunuhan dosen wanita yang ditemukan tak bernyawa di Kabupaten Bungo, Jambi ditangkap.

Korban berinisial EY (37) ditemukan tak bernyawa di rumahnya di Kecamatan Rimbo Tengah pada Sabtu (1/11/2025) siang.

Sebelumnya beredar kabar EY diduga kuat menjadi tindak rudapaksa, pembunuhan, dan perampokan. 

Kabar terbaru yang diterima Tribunjambi.com, pelaku telah diamankan pihak kepolisian.

Baca juga: 

Polres Bungo Gerak Cepat, Pelaku Pembunuhan Dosen Cantik di Bungo Terungkap

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pelaku ditangkap di wilayah Kabupaten Tebo.

"Dapat info pelaku pembunuhan dosen di Bungo ditangkap di Tebo mas,"ucap sumber, Minggu (2/11/2025).

Penangkapan terhadap terduga pelaku disebut dilakukan tim dari Satreskrim Polres Bungo di backp up Polres Tebo.

Disebutkan terduga pelaku berinisial W. 

Pelaku pembunuhan sudah berhasil ditangkap dan barang bukti yang diamankan Polres Bungo (kanan).(ist)

Pelaku ditangkap bersama Polres Tebo di wilayah Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Minggu (2/11/2025).

Informasi yang diperoleh awak media, penangkapan terduga pelaku dilakukan setelah aparat melakukan pelacakan intensif terhadap keberadaan terduga pelaku yang sempat melarikan diri pasca kejadian.

W yang dikabarkan merupakan oknum anggota polisi itu saat diamankan tanpa melakukan perlawanan. 

Dia ditangkap disebuah rumah kontrakan di kawasan Tebo Tengah dan langsung dibawa ke Mapolres Bungo untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak kepolisian Polres Bungo belum bisa memberikan keterangan resmi mengenai motif pembunuhan tersebut. 

Namun, sumber dilapangan menyebutkan ada dugaan kuat motif asmara dibalik aksi pembunuhan sadis Dosen Cantik IAK SS Muara Bungo tersebut.

(Editor: Aldie Prasetya | Sumber: Tribunnews.com)

Ternyata Dosen Cantik yang Ditemukan Tewas di Bungo adalah Ketua Prodi S1 Keperawatan IAK Setih Setio Muara Bungo

BUNGO, MP.com – Sesosok mayat perempuan warga Kuamang Kuning, kecamatan Pelepat Ilir, ditemukan di rumahnya yang berlokasi di BTN Al Kausar Residence, kecamatan Rimbo Tengah, kabupaten Bungo, provinsi Jambi, Sabtu (01/11/2025) siang.

Mayat tersebut bernama lengkap, Ns.Hj.Erni Yuniati,S.Kep, M.Kep merupakan ketua Prodi S1 Keperawatan IAK Setih Setio Muara Bungo. Kabar ini diterima langsung oleh Satreskrim Polres Bungo dan langsung identifikasi.

Kasat Reskrim Polres Bungo, AKP. Ilham saat dikonfirmasi membenarkan kalau ada penemuan mayat perempuan di dalam rumah miliknya di BTN Al Kausar kecamatan Rimbo Tengah.

Baca Juga :  Bupati Monadi Resmikan Pelayanan RSUD Kerinci dan RSUD Bukit Kerman

Hasil pemeriksaan awal, di TKP korban ditemukan terbaring di tempat tidur dan tertutup kain sarung dengan kondisinya masih memakai pakaian dalam. Setelah ini jasad langsung di evakuasi ke RSUD H Hanafi Muara Bungo.

“Kini jasad sudah dievakuasi ke kamar Jenazah RSUD Muara Bungo, terkait ini kami belum bisa menyimpulkan apakah korban pembunuhan atau tidak, karena masih menunggu hasil pemeriksaan dokter rumah sakit,” terang AKP Ilham.

Dijelaskan Ilham pihaknya masih terus mendalami apa penyebab korban tewas di dalam rumahnya. 

Kini tim Inafis dan Reskrim Polres Bungo masih melakukan penyelidikan mendalam, dengan mengumpulkan data dari saksi saksi.

Baca Juga: Heboh! Seorang Dosen Cantik Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah di BTN Al Kausar  

“Jadi kami masih menunggu hasil visum et repertum dari pihak rumah sakit, bila sudah tahu hasilnya nanti akan kami sampaikan kepada rekan rekan media,” jelasnya.

Terpisah, dr.Sepriadi mengatakan hasil pemeriksaan luar ditemukan lebam di seluruh wajah, lebam bagian bahu dan ada benjolan dibagian kepala belakang  korban.

“Terakhir hasil pemeriksaan kami ada sperma di celana korban dan bagian lainnya. Korban diperkirakan meninggal kurang lebih 12 Jam lalu,” terangnya. (*)

Heboh! Seorang Dosen Cantik Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah di BTN Al Kausar

Proses evakuasi EY Seorang Dosen yang Ditemukan Meninggal di Dalam Rumahnya di BTN Al Kausar Muara Bungo.(mpc/istimewa)

MUARA BUNGO — Warga di wilayah BTN Al Kausar, Kelurahan Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, pada Sabtu Siang (01/11/2025) di hebohkan dengan penemuan jasad seorang perempuan di dalam rumahnya.

Korban di ketahui berinisial EY (37), seorang dosen di salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Bungo. Ia di temukan sekitar pukul 13.00 WIB oleh rekannya yang datang berkunjung.

Menurut informasi, saat saksi tiba di lokasi, rumah korban tampak sepi dan kendaraan milik korban tidak terlihat di halaman. Setelah memeriksa ke bagian belakang rumah, saksi menemukan pintu dalam keadaan tidak terkunci.

Ketika masuk ke dalam kamar, korban di temukan dalam posisi terbaring dengan kepala tertutup bantal dan hanya mengenakan pakaian dalam. Bagian kaki korban tertutup sarung.

Baca Juga: Fahrudin Anggota DPRD Sungai Penuh Ditetapkan Jadi Tersangka

Peristiwa ini segera di laporkan ke Polres Bungo. Tim Inafis bersama petugas Satreskrim langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Tim sudah melakukan olah TKP. Jenazah korban di bawa ke RSUD Hanafie Bungo untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kasat Reskrim Polres Bungo, AKP Ilham Tri Kurnia.

Ia menambahkan, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dan pemeriksaan dokter untuk memastikan penyebab kematian korban.

Sementara itu, suasana di sekitar rumah korban tampak dipadati warga yang penasaran dengan kejadian tersebut. Polisi telah memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk kepentingan penyelidikan.(Ali/Merdekapost)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs