5 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Pengamat Sebut Konsepnya Sudah Salah Sejak Awal

LATSARMIL - Peti jenazah peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih 

MERDEKAPOST.COM - Lima calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang mengikuti Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dilaporkan meninggal dunia saat menjalani Latihan Dasar Militer (Latsarmil).

Peristiwa tersebut memicu sorotan terhadap desain pelatihan dalam program SPPI. 

Sejumlah pihak mempertanyakan relevansi latihan militer bagi calon pengelola koperasi, sementara Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan seluruh proses seleksi kesehatan telah dilakukan sesuai prosedur.

Pengamat koperasi Suroto menilai kematian lima peserta merupakan persoalan serius yang harus diusut secara menyeluruh.

Menurut Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) itu, peserta SPPI sejak awal tidak dipersiapkan untuk mengikuti pendidikan dengan standar latihan militer.

"Ini tidak dapat ditoleransi. Harus ada investigasi independen untuk menyelidiki desain diklat, pelaksanaannya, panitia, hingga penanggung jawabnya. Kementerian Pertahanan juga harus memberikan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran," kata Suroto melansir Tribunnews.com, Sabtu (27/6/2026).

Ia meminta hasil investigasi nantinya dibuka kepada publik sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan program.

Menurut Suroto, materi pelatihan seharusnya lebih banyak berfokus pada pengelolaan koperasi, mulai dari ideologi koperasi, tata kelola organisasi, manajemen strategis, hingga kemampuan teknis.

Sementara materi mengenai nasionalisme dan kedisiplinan dinilai cukup diberikan sebagai pelengkap melalui kerja sama dengan Kementerian Pertahanan.

"Dari awal konsepnya sudah keliru. Training center koperasi seharusnya lebih banyak membahas materi perkoperasian, bukan justru materi koperasi menjadi pelengkap," ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar proses rekrutmen calon manajer Kopdes Merah Putih melibatkan Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Kementerian Koperasi, serta PT Agrinas Pangan Nusantara agar materi pelatihan lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Kemenhan Bantah ada Kelalaian

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan membantah adanya kelalaian dalam proses pemeriksaan kesehatan peserta.

Tim Kesehatan Pusat Kesehatan (Puskes) TNI, Letkol dr Ikhsan, mengatakan seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan fisik, rontgen, hingga ultrasonografi (USG).

"Semua pemeriksaan awal sudah dilaksanakan sesuai SOP, termasuk pemeriksaan laboratorium, fisik, rontgen, dan USG," kata Ikhsan.

Ia menjelaskan kondisi kesehatan seseorang dapat berubah karena dipengaruhi daya tahan tubuh, cuaca, maupun faktor fisik lainnya. Karena itu, peserta yang dinyatakan sehat saat seleksi tetap berpotensi mengalami gangguan kesehatan ketika mengikuti pelatihan.

Sementara itu, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan panitia seleksi nasional telah menjalankan seluruh prosedur yang berlaku.

Meski demikian, ia mengakui ada beberapa jenis penyakit yang tidak terdeteksi saat pemeriksaan awal.

"Proses seleksi sudah dilakukan sesuai ketentuan. Namun memang ada penyakit-penyakit tertentu yang tidak terdeteksi saat pemeriksaan awal," ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Kemhan membentuk satuan tugas untuk melakukan pelacakan ulang kondisi kesehatan peserta yang masih menjalani pendidikan.

Pelacakan tersebut dilakukan bersama Kementerian Kesehatan sebagai upaya memastikan kondisi peserta sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya penyakit yang belum terdeteksi.

Kasus meninggalnya lima peserta SPPI kini menjadi perhatian publik dan memunculkan desakan agar pemerintah mengevaluasi desain pelatihan, sistem pengawasan kesehatan, serta mekanisme pelaksanaan program secara menyeluruh.(*)

Ringkasan Berita:

  • Kematian lima peserta Program SPPI saat mengikuti Latihan Dasar Militer memicu sorotan terhadap desain pelatihan calon Manajer Kopdes Merah Putih.
  • Pengamat koperasi meminta investigasi independen dan menilai materi pelatihan seharusnya lebih berfokus pada perkoperasian, bukan latihan militer.
  • Kementerian Pertahanan menegaskan seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai SOP dan kini membentuk satgas untuk melakukan pelacakan kesehatan lanjutan.

Ketua DPD Partai Nasdem Kota Sungai Penuh Dahkir Yahya Tutup Usia

Anggota DPRD Kota Sungai Penuh dari Fraksi NasDem, Dahkir Yahya, S.Pd., MM, meninggal dunia pada Rabu (10/6/2026) pukul 23.30 WIB di RS Melati Sungai Penuh dalam usia 62 tahun.

SUNGAI PENUH – Kabar duka menyelimuti keluarga besar DPRD Kota Sungai Penuh dan masyarakat Kota Sungai Penuh. Anggota DPRD Kota Sungai Penuh dari Fraksi NasDem, Dahkir Yahya, S.Pd., MM, meninggal dunia pada Rabu (10/6/2026) pukul 23.30 WIB di RS Melati Sungai Penuh dalam usia 62 tahun.

Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi dunia politik dan pemerintahan di Kota Sungai Penuh. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok yang santun, sederhana, serta memiliki dedikasi tinggi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Komitmennya dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat membuat almarhum dihormati oleh berbagai kalangan, baik di lingkungan legislatif maupun masyarakat luas.

Ucapan Duka

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sungai Penuh yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hardizal, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Atas nama pribadi, keluarga besar PDI Perjuangan Kota Sungai Penuh, pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Sungai Penuh, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya saudara sekaligus rekan kami, Bapak Dahkir Yahya. Kepergian beliau merupakan kehilangan yang sangat mendalam bagi kami semua,” ujar Hardizal.

Menurut Hardizal, almarhum merupakan sosok legislator yang memiliki integritas, loyalitas, dan kepedulian tinggi terhadap kepentingan masyarakat. Dalam setiap kesempatan, Dahkir Yahya selalu berupaya menjalankan amanah rakyat dengan penuh tanggung jawab serta mengedepankan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

“Beliau adalah pribadi yang baik, rendah hati, mudah bergaul, dan selalu membangun komunikasi yang harmonis dengan siapa saja. Selama bertugas di DPRD, beliau aktif memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” katanya.

Hardizal menambahkan, kepergian Dahkir Yahya bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga besar DPRD, tetapi juga bagi masyarakat yang selama ini mengenal dan merasakan langsung pengabdiannya. Banyak jejak pengabdian yang telah ditorehkan almarhum selama menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

“Kami sangat kehilangan sosok beliau. Almarhum adalah sahabat, rekan kerja, dan tokoh masyarakat yang selalu mengedepankan semangat kebersamaan. Dedikasi serta pengabdian beliau kepada masyarakat akan selalu menjadi teladan dan dikenang oleh kita semua,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hardizal mengajak seluruh masyarakat Kota Sungai Penuh untuk bersama-sama mendoakan almarhum agar diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan khilafnya, serta diterima seluruh amal ibadah yang telah dilakukannya selama hidup.

Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan tersebut.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Setiap yang bernyawa pasti akan kembali kepada Allah SWT. Semoga almarhum husnul khatimah, dilapangkan kuburnya, diterima segala amal ibadahnya, serta ditempatkan di tempat yang mulia di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran dan keteguhan hati dalam menghadapi musibah ini,” tutup Hardizal.

Wafatnya Dahkir Yahya menjadi duka bagi seluruh elemen masyarakat Kota Sungai Penuh. Pengabdian, dedikasi, serta kontribusi yang telah beliau berikan selama hidup akan selalu dikenang sebagai bagian dari perjalanan pembangunan daerah dan perjuangan untuk kepentingan masyarakat. Semoga segala amal baik almarhum menjadi ladang pahala dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT.(*) 

Gunakan Ambulance HKKN Riau Jenazah Korban Ke-7 Kecelakaan Travel di Pekanbaru di Berangkatkan Ke Kerinci

 

Dengan menggunakan mobil Ambulance HKKN Riau Jenazah Korban Ke-7 Kecelakaan Travel di Pekanbaru-Dumai di Berangkatkan Ke Kerinci.(Facebook/Ist)

Merdekapost.com  - Innalillahi wainna ilaihirajiun, Rafles Warga Jujun Kerinci dinyatakan meninggal dunia dan menjadi korban ke-7 lakalantas tol pekan baru - dumai

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Almarhum sebelumnya sempat mendapat perawatan intensif di RS Awal Bros Pekanbaru. 

Informasi yang berhasil dirangkum Jenazah sudah diberangkatkan dan dilepas oleh Pengurus HKKN Riau

Melalui video yang diunggah oleh akun Facebook @Phelnie Bonafita yang menayangkan pelepasan jenazah oleh HKKn Riau

Baca Juga: 

Pasutri Korban Kecelakaan Travel Kerinci Wisata Express di Tol Pekanbaru-Dumai Dimakamkan Berdampingan

Duka Mendalam, 5 Orang Meninggal pada Lakalantas di Tol Pekanbaru–Dumai, Bupati Kerinci Sampaikan Belasungkawa

5 Warga Kerinci Meninggal, Kecelakaan Tragis di Tol Pekanbaru-Dumai Travel Hiace dan Dump Truk

dalam video tersebut nampak keluarga besar HKKN Riau melepas keberangkatan jenazah Pak Rafles

"Assalamualaikum ww, pada malam hari ini kita melakukan pemberangkatan jenazah, jam 9 (21.00) kita berangkatkan dari Pekanbaru menuju kerinci, jenazah yang ketujuh korban lakalantas di tol kandis"

"pada malam ini kita berangkatkan beliau pak Rafles untuk menuju Kerinci dengan menggunakan mobil ambulance HKKN Riau"

"Pemberangkatan jenazah dilepas oleh Ketua dan tokoh-tokoh HKKN Riau, kami mendoakan jenazah sampai ketujuan, terima kasih assalamualaikum ww" Pungkas perwakilan dari HKKN Riau

Untuk diketahui almarhum menghembuskan nafas terakhir di RS Awal Bros dan diberangkatkan dari Pekanbaru sekira pukul 21.00 WIB Minggu malam

semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan, Alfatihah... (Adz)

Pasutri Korban Kecelakaan Travel Kerinci Wisata Express di Tol Pekanbaru-Dumai Dimakamkan Berdampingan

Prosesi Pemakaman Tabrani (60) dan Nuraini (55), warga Kerinci korban kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, Dua liang kubur berdampingan di Desa Tanjung Tanah, Kecamatan Danau Kerinci, Sabtu (6/5/2026).(iST)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Dua liang kubur berdampingan yang ada di Desa Tanjung Tanah, Kecamatan Danau Kerinci, menjadi saksi bisu perjalanan yang merenggut nyawa Tabrani (60) dan Nuraini (55), Minggu (7/5/2026).

Pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Tanjung Tanah itu tak pernah tiba di tujuan. 

Mereka berpulang bersama, seusai mobil Travel Kerinci Wisata Express yang ditumpangi, kecelakaan maut di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, Provinsi Riau, pada Sabtu (6/6/2026) dini hari.

Baca Juga:

Duka Mendalam, 5 Orang Meninggal pada Lakalantas di Tol Pekanbaru–Dumai, Bupati Kerinci Sampaikan Belasungkawa

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di KM 46+200 Jalur A, wilayah Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. 

Mobil toyota hiace bernomor polisi BH 70** RU yang membawa penumpang asal Kabupaten Kerinci itu menabrak bagian belakang dump truk Hino BM 90** VU yang melaju searah di depannya. 

Benturan keras membuat bagian depan kendaraan ringsek parah, menjebak sejumlah penumpang di dalam kabin.

Lima orang warga Kerinci meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

Bagi keluarga di kampung halaman, kabar duka itu datang tanpa aba-aba. 

Pasutri Sederhana

Tabrani dan Nuraini dikenal sebagai pasangan sederhana yang kerap bepergian bersama. 

Tak ada firasat, tak ada pesan terakhir. 

"Kami sangat kaget. Perjalanan itu seharusnya biasa saja," ujar salah seorang anggota keluarga dengan suara tertahan, Minggu (7/6/2026).

Jenazah keduanya dipulangkan ke Kerinci dan dimakamkan pada hari yang sama, Sabtu (6/6/2026, sekitar pukul 10.00 WIB. 

Liang kubur yang berdampingan menjadi simbol perpisahan terakhir pasangan yang telah menghabiskan hidup bersama, meninggalkan dua orang anak dan dua cucu. 

Tangis keluarga dan pelayat mengiringi prosesi pemakaman, membungkus desa dalam suasana duka yang pekat.

Belum Bahas Santunan Asuransi

Di tengah kehilangan mendalam, keluarga memilih menunda pembahasan soal santunan maupun asuransi. 

Fokus mereka masih pada prosesi pemakaman dan doa bagi almarhum dan almarhumah. 

"Soal asuransi belum kami bicarakan. Saat ini kami hanya ingin menenangkan keluarga," kata perwakilan keluarga.

Dugaan Microsleep di Jam Rawan

Sementara itu, polisi menyebut kecelakaan diduga dipicu pengemudi travel yang mengalami microsleep atau tertidur sesaat. 

Kasat PJR Ditlantas Polda Riau AKBP Eko Baskara menjelaskan, kendaraan melaju dari arah Pekanbaru menuju Dumai melalui lajur kiri. 

Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi diduga kehilangan konsentrasi akibat mengantuk.

Akibat kecelakaan itu, lima orang meninggal dunia. Empat korban, termasuk sopir dan pasangan suami istri Tabrani-Nuraini, meninggal di tempat kejadian, sementara satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis. 

Lima penumpang lain mengalami luka-luka dan dirawat di fasilitas kesehatan terdekat.

Evakuasi dan Penyelidikan

Pascakecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, personel Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Riau bergerak cepat melakukan evakuasi, mengamankan lokasi, serta mengatur arus lalu lintas. 

Tim Traffic Accident Analysis (TAA) bersama Satlantas Polres Siak dan Jasa Raharja melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab kecelakaan.

Direktorat Lalu Lintas Polda Riau menegaskan, kelelahan dan mengantuk masih menjadi faktor dominan kecelakaan di jalan tol, terutama pada jam-jam rawan dini hari. 

Polisi berkoordinasi dengan pengelola tol untuk mengaktifkan sistem peringatan keselamatan, termasuk public address di gerbang tol dan pemasangan pita kejut di titik rawan.

"Kami imbau pengendara tidak memaksakan diri saat mengantuk. Manfaatkan rest area untuk beristirahat. Keselamatan jauh lebih penting daripada kecepatan,” tegas AKBP Eko Baskara.

Di Kerinci, 620 Km dari lokasi kejadian, peringatan itu mungkin terasa terlambat. 

Bagi keluarga Tabrani dan Nuraini, Tol Pekanbaru-Dumai menyisakan kesedihan dan duka mendalam, meninggalnya pasangan suami-istri yang sederhana. (*)

Duka Mendalam, 5 Orang Meninggal pada Lakalantas di Tol Pekanbaru–Dumai, Bupati Kerinci Sampaikan Belasungkawa

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kabupaten Kerinci setelah sebuah mobil travel Kerinci Wisata Ekspress jenis Toyota Hiace bernomor polisi BH 7013 RU mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Pekanbaru–Dumai KM 46+200 Jalur A, wilayah Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Kecelakaan tragis tersebut melibatkan Toyota Hiace yang membawa sejumlah penumpang asal Kerinci dan sebuah dump truk Hino BM 9064 VU yang melaju di jalur yang sama.

Akibat insiden tersebut, lima orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah penumpang lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan diduga terjadi setelah pengemudi Toyota Hiace mengalami kelelahan atau microsleep saat perjalanan menuju Dumai.

Baca Juga: 5 Warga Kerinci Meninggal, Kecelakaan Tragis di Tol Pekanbaru-Dumai Travel Hiace dan Dump Truk

Kendaraan yang dikemudikannya kemudian menabrak bagian belakang dump truk yang berada di depannya.

Korban meninggal dunia di lokasi kejadian adalah pengemudi Toyota Hiace, Roka Munanda (30), warga Desa Pondok Agung, serta tiga penumpang yakni Tabrani (60) dan Nuraini (55), warga Simpang Empat Tanjung Tanah, Kecamatan Danau Kerinci, serta Maiza. Sementara seorang penumpang lainnya, Rasmida (57), warga Pasir Tamiai, Kecamatan Danau Kerinci, meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis di klinik setempat.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban maupun masyarakat Kerinci. Sebagian besar korban diketahui merupakan warga Kabupaten Kerinci yang sedang melakukan perjalanan menggunakan jasa travel menuju Riau.

Selain korban meninggal dunia, beberapa penumpang lainnya mengalami luka-luka. Di antaranya Roplis yang mengalami luka cukup serius dan dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru.

Kemudian Suci Sepdika Sari (17), pelajar asal Desa Lolo Kecil, dilaporkan mengalami luka-luka dalam kondisi sadar. Korban lainnya, Sabil Pratama Putra (17), warga Talang Lindung, Kecamatan Danau Kerinci, juga mengalami luka-luka akibat benturan keras saat kecelakaan.

Sementara itu, identitas beberapa penumpang lainnya masih terus didata oleh pihak berwenang untuk memastikan kondisi dan penanganan lebih lanjut.

Aparat kepolisian dari Ditlantas Polda Riau masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Bupati Kerinci Ucapkan Belasungkawa

Pemerintah Kabupaten Kerinci menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa warganya.

Bupati Kerinci, Monadi, mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para korban yang telah meninggal dunia serta memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kerinci dan seluruh masyarakat Kerinci, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga para korban husnul khatimah, diampuni segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan menghadapi cobaan ini," ungkapnya.

Musibah ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kondisi fisik saat berkendara, terutama dalam perjalanan jarak jauh yang membutuhkan

Masyarakat diimbau untuk beristirahat cukup dan tidak memaksakan diri mengemudikan kendaraan saat merasa lelah demi menghindari terjadinya kecelakaan serupa.

Identitas Korban

Data Korban Meninggal Dunia:

1. Roka Munanda (30) – Pengemudi Toyota Hiace – Meninggal di TKP.

2. Tabrani (60) – Penumpang – Meninggal di TKP.

3. Nuraini (55) – Penumpang – Meninggal di TKP.

4. Maiza – Penumpang – Meninggal di TKP.

5. Rasmida (57) – Penumpang – Meninggal saat menjalani perawatan di klinik.

Korban Luka-Luka:

Roplis – Dirujuk ke Rumah Sakit Pekanbaru.

Suci Sepdika Sari (17) – Luka-luka, kondisi sadar.

Sabil Pratama Putra (17) – Luka-luka.

Dona – Dalam pendataan.

Satu penumpang perempuan (Ms. X) – Dalam pendataan.

Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan lalu lintas paling memilukan yang menimpa warga Kerinci sepanjang tahun 2026. Doa dan harapan terus mengalir agar seluruh korban luka dapat segera pulih dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan menghadapi musibah tersebut.(Adz)

Tiga Hari Dicari, Remaja yang Hanyut di Sungai Batang Merangin Ditemukan sudah Meninggal Dunia

Setelah Tiga Hari Dicari, Akhirnya Faqih (15) Remaja yang Hanyut di Sungai Batang Merangin Ditemukan sudah Meninggal Dunia, Minggu 24/05. (Ist)

MERANGIN – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Fakih (15), remaja yang sebelumnya dilaporkan hanyut saat mandi di Sungai Batang Merangin, Desa Pulau Rengas, Kecamatan Bangko Barat, Kabupaten Merangin, Jambi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu pagi setelah tiga hari pencarian intensif.

Komandan Pos SAR Bungo, M. Andri, mengatakan proses pencarian dilakukan dengan memperluas area penyisiran. Tim gabungan dibagi menjadi dua kelompok untuk menyusuri aliran sungai dari lokasi awal korban tenggelam.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 10.00 WIB. Jenazah korban ditemukan sejauh kurang lebih 10 kilometer dari titik awal kejadian sebelum langsung dievakuasi menuju rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca Juga: Warga Kerinci dan Sungai Penuh Keluhkan Pemadaman Bergilir Tanpa Jadwal Pasti

“Korban berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi oleh tim gabungan ke rumah duka,” ujar Andri.

Setelah proses evakuasi selesai, operasi pencarian resmi ditutup. Seluruh personel yang terlibat kemudian dikembalikan ke instansi masing-masing.

Andri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang ikut membantu proses pencarian korban, mulai dari Basarnas, BPBD, aparat keamanan, hingga masyarakat setempat.

Baca Juga: PLTA Batang Merangin Berkapasitas Besar, Kenapa Kerinci-Sungai Penuh Masih Padam? Ini Kata PLN

Operasi SAR tersebut melibatkan berbagai perlengkapan pendukung seperti rescue car, perahu karet, alat komunikasi, perlengkapan medis, alat evakuasi, hingga drone pemantau udara. Sebanyak 7 personel Basarnas dan 6 personel BPBD Merangin diterjunkan dalam operasi, dibantu Babinsa, Bhabinkamtibmas, warga, dan keluarga korban.

Sebelumnya, Fakih dilaporkan hanyut saat mandi bersama rekannya di Sungai Batang Merangin pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban diduga terseret arus sungai yang cukup deras.

Humas Kantor SAR Jambi, Lutfi Mulyawan, mengatakan warga sempat melakukan pencarian secara mandiri dengan peralatan seadanya. Namun korban belum berhasil ditemukan hingga akhirnya tim SAR turun melakukan operasi pencarian.(Adz)

Bocah Hanyut Terseret Arus Hingga 2,5 KM di Drainase Kota Jambi, Ditemukan Meninggal

JAMBI, MERDEKAPOST.COM – Rafa (7), bocah yang dilaporkan hanyut di aliran drainase saat mandi hujan di kawasan Kota Jambi, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (21/5/2026) pagi.

Humas Kantor SAR Jambi, Lutfi Mulyawan, mengatakan korban ditemukan sekitar 2,5 kilometer dari lokasi awal kejadian.

“Korban ditemukan sekitar pukul 07.19 WIB,” ujar Lutfi.

Menurutnya, jasad korban ditemukan di area semak-semak di pinggir saluran parit. Diduga tubuh korban tersangkut setelah terbawa derasnya arus drainase menuju hilir akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut.

Baca Juga: 

Wujud Nyata Perang Melawan Narkoba, Polda Jambi Musnahkan 20 Kg Sabu, 20 Ribu Butir Ekstasi dan Ribuan Cartridge Etomidate

Gerak Cepat Dirut Baru RSUD M.H.A. Thalib Kini Hadirkan Pelayanan Prioritas untuk Ibu Hamil hingga Disabilitas

“Korban ditemukan di pinggiran parit kawasan semak-semak karena debit air cukup deras,” katanya.

Setelah ditemukan, Tim SAR langsung mengevakuasi jenazah korban dan menyerahkannya kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan resmi diusulkan ditutup pada pukul 08.00 WIB. Seluruh personel dan peralatan yang terlibat dalam proses pencarian juga telah dikembalikan ke masing-masing satuan.

Lutfi turut mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat cuaca ekstrem dan hujan deras.

Baca Juga:

Desak Kades Diberhentikan, Ratusan Warga Semerah Geruduk Kantor Bupati Kerinci

Baru Dilantik, Belasan Kepala Sekolah di Muaro Jambi Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya

“Kami mengimbau agar orang tua lebih waspada dan tidak membiarkan anak bermain di sekitar saluran air ketika hujan deras,” ujarnya.

Sebelumnya, Rafa dilaporkan hanyut saat bermain dan mandi hujan di sekitar saluran drainase di Lorong Mustika, RT 24, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Jambi, pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 16.35 WIB.

Kasi Ops Kantor SAR Jambi, Fadli, menjelaskan bahwa korban saat itu sedang bermain di atas saluran drainase. Namun derasnya arus air membuat korban kehilangan keseimbangan hingga terjatuh dan terseret arus.

“Korban terbawa arus saat mandi hujan di saluran drainase kawasan Paal Merah,” jelas Fadli.(*)

Pedagang Berhamburan Saat Pasar Teluk Nilau Terbakar, Kerugian Ditaksir Milyaran Rupiah

Pedagang Pasar Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mencoba menyelamatkan barang. Puluhan kios hangus akibat kebakaran, Jumat (1/5/2026) sore.(iST) 

Kuala Tungkal, Merdekapost.com - Kepanikan pedagang terjadi saat kebakaran hebat melanda Pasar Tradisional Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung, Jumat (1/5/2026).

Pedagang berhamburan menyelamatkan diri, meninggalkan kios-kios mereka yang mulai dilalap api.

Di tengah kepulan asap tebal dan kobaran api yang membesar, para pedagang berusaha menyelamatkan barang dagangan seadanya. 

Beberapa terlihat mengangkut barang dengan tergesa, sementara yang lain hanya bisa pasrah menyaksikan api menghanguskan sumber penghidupan mereka. 

Warga sekitar turut membantu, bahu-membahu mengevakuasi barang yang masih bisa diselamatkan.

BACA JUGA: 2 Pria dan 4 Ton Solar Diamankan di Jambi, BBM Subsidi Dijual Harga Solar Industri

Namun, upaya tersebut terhambat oleh tiupan angin kencang yang membuat api cepat menjalar. Kobaran api membumbung tinggi ke langit, melahap kios demi kios yang ada disana.

Suasana berubah menjadi pilu ketika sejumlah pemilik kios tak kuasa menahan tangis. 

Jerit histeris terdengar di antara kerumunan, menyaksikan harta benda mereka ludes dalam hitungan menit.

Informasi sementara menyebutkan sekitar 20 kios terbakar, meski jumlah pasti masih dalam pendataan pihak pemadam kebakaran yang kini berada di lokasi.

Hingga saat ini, petugas terus berupaya memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas ke area lainnya.

Camat Pengabuan Ismail menyebut, belum diketahui pasti penyebab kebakaran hingga saat ini tim masih fokus memadamkan api.

"Belum diketahui penyebabnya, nanti kita sampaikan," ujarnya.

Ia memprediksi kebakaran tersebut lebih dari 20 kios, namun pihak nya masih melakukan pendataan. 

Kerugian Ditaksir hingga Miliaran Rupiah

Kondisi lokasi kebakaran di kawasan Pasar Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jumat (1/5/2026). Camat Pengabuan memperkirakan kerugian mencapai miliaran rupiah. 

Kerugian akibat kebakaran di kawasan Pasar Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jumat (1/5/2026) sore, mencapai miliaran rupiah.

Camat Pengabuan, Ismail, mengatakan hingga malam ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

"Untuk penyebabnya belum diketahui. Kalau kerugian diperkirakan miliaran rupiah,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara, sekitar 10 kios dilaporkan telah hangus terbakar.

Untuk data pastinya, pihak kecamatan masih melakukan pendataan lanjutan di lokasi kejadian.

“Data sementara sekitar 10 kios terbakar. Kami masih mendata, nanti informasi lengkap akan kami sampaikan,” kata Ismail.

Kronologi 

Kebakaran terjadi begitu cepat dengan kobaran api yang membesar dan membubung tinggi.

Kondisi tersebut diperparah oleh embusan angin kencang di lokasi.

Akibatnya, sejumlah kios di kawasan pasar tidak sempat diselamatkan.

Hingga pukul 18.20 WIB, api dilaporkan belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

“Saat ini masih proses pemadaman,” ujar Ismail.

Petugas pemadam kebakaran bersama warga setempat terus berjibaku menjinakkan api.

Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar pasar.

Proses pemadaman berlangsung hingga sore hari.

Sementara itu, warga berbondong-bondong memadati lokasi kejadian.

Mereka menyaksikan langsung kebakaran yang melanda pusat aktivitas ekonomi tersebut.

Pendataan kerugian dan penyebab kejadian masih terus dilakukan oleh pihak terkait. (Red)

Jenazah Nur Alimatun Tiba di Rumah Duka, Mahasiswi STMA Trisakti Asal Jambi Korban Kecelakaan KRL Bekasi

Nur Alimatun, Mahasiswi Cerdas STMA Trisakti Asal Jambi salah satu Korban Kecelakaan KRL Bekasi (Ist/Instagram STMA Trisakti)

JAMBI - Seorang mahasiswi asal Jambi bernama Nur Alimatun Citra Lestari, menjadi korban tewas dalam kecelakaan kereta api di Bekasi.

Kecelakaan kereta api itu melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) malam.

Data terbaru, ada 15 orang meninggal dunia dalam kecelakaan ini, puluhan orang mengalami luka-luka.

Nur Alimatun Citra Lestari (19), merupakan seorang mahasiswi asal Kota Jambi.

Ia di lahirkan 2007 silam di Jalan Camar II Nomor 38, RT. 13, RW.02 Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi.

Lokasi rumahnya di kawasan belakang SMP 2 Kota Jambi, tempat tinggal orang tuanya saat ini.

Nur merupakan bungsu tiga dari tiga bersaudara.

Kakak pertamanya perempuan tinggal di Jambi dan belum menikah, saat ini bekerja di Bapas Jambi 

Kakak keduanya tinggal di Bekasi dan telah berkeluarga.

Sosok yang Cerdas

Pendidikan awal Nur Alimatun dimulai dari SDN 6 Kota Jambi.

Setelah itu, Nur melanjutkan ke SMPN 2 Kota Jambi. Sekolah seragam abu-abu putihnya diselesaikan di SMAN 10 Kota Jambi.

Nur merupakan sosok rajin dan cerdas.

Dia mendapatkan beasiswa dari perusahaan asuransi untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti (STMA Trisakti).

Kampus STMA Trisakti berada di Jakarta.

Untuk kuliah di sana, Nur Alimatun Citra Lestasi tinggal Bekasi, bersama kakak keduanya.

Dalam aktivitas keseharian, Nur mengunakan trasportasi umum termasuk KRL yang mengalami kecelakaan tersebut.

Orang tua Nur Alimatun bernama Ruslan. Sebelumnya bapak Nur bertugas di Lapas Jambi. 

Arpan, tetangga korban, menceritakan orang tua korban sudah pensiun lima tahun lalu dari lapas.

Arpan juga menceritakan, awalnya korban engan mengambil beasiswa di Jakarta karena dianggap jauh dari rumah.

Namun, karena ada pertimbangan kakaknya yang tinggal di Jabodetabek akhirnya tawaran tersebut diambil.

"Almarhum ini dapat beasiswa, karena kakaknya tinggal di sana, maka dia berangkat juga," ujarnya. 

Jenazah Tiba di Jambi

Jenazah almarhumah tiba di rumah duka di Jalan Camar II Nomor 33, Kelurahan Sei Asam, Kecamatan Pasar, Kota Jambi, pada pukul 08.15 Wib, Rabu (29/4). Tangis haru pecah saat kedatangan peti jenazah si bungsu itu.

Ayah korban, Ruslan mengatakan, kabar duka tersebut diterima keluarga pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Informasi itu ia peroleh dari anak kedua yang tinggal di Bekasi.

“Informasi kami terima setengah lima sore dari kakaknya yang di Bekasi,” ujar Ruslan.

Nur Alimatun Citra merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Ia dikenal sebagai pribadi yang tekun menempuh pendidikan. Saat ini, almarhumah tercatat sebagai mahasiswi semester IV di Sekolah Tinggi Manajemen Administrasi Trisakti.(*)

Kecelakaan Maut di Depan UNJA Mendalo, Pelajar SMK Tewas

Kecelakaan maut di Mendalo depan Kampus Universitas Jambi. Seorang pelajar SMK tewas di lokasi.(screenshoot/Instagram)

MUAROJAMBI - Peristiwa kecelakaan maut kembali terjadi di kawasan Mendalo, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (22/4/2026) sore.

Seorang pelajar SMK tewas di lokasi akibat kecelakaan lalu lintas di depan gerbang kampus Universitas Jambi di Mendalo, Kabupaten Muaro Jambi.

Kejadian sekitar pukul 17.00 WIB itu melibatkan sepeda motor yang dikendarai korban. 

Warga yang berada di lokasi mengatakan kecelakaan terjadi saat arus lalu lintas sedang ramai.

Korban Wildan merupakan pelajar salah satu SMK di wilayah itu dan merupakan warga Desa Pematang Gajah, Kabupaten Muaro Jambi.

Dia mengalami luka parah usai terjatuh dari sepeda motornya. 

Nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia .

“Saat itu kondisinya ramai, dan tiba-tiba ia saja sudah tergeletak di jalan,” kata seorang warga.

Tim kepolisian dari Polres Muaro Jambi yang datang ke tempat kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengatur arus lalu lintas yang sempat terganggu akibat kecelakaan.

Sepanjang 2025 10 Kecelakaan di Jalur ini

Kawasan di depan kampus Universitas Jambi di Mendalo dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas. 

Sepanjang 2025, tercatat lebih dari 10 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur ini.

Sebagian besar melibatkan pengendara motor yang kehilangan kendali saat melintas di tengah meningkatnya volume kendaraan terutama di sore hingga malam hari.

Sebelumnya, pada September 2025, seorang mahasiswa juga mengalami kecelakaan serupa di persimpangan yang sama dan mengalami luka serius. 

Lokasi yang berada di jalur utama menuju pusat pendidikan dan permukiman ini sering dikritik warga karena minimnya rambu peringatan dan marka jalan yang kurang jelas.

Selain itu, pada November 2025, sebuah truk pengangkut bahan bangunan mengalami rem blong dan menabrak pagar pembatas jalan di titik yang tidak jauh dari lokasi kejadian kali ini. 

Insiden tersebut menyebabkan beberapa pengendara lain terjatuh dan mengalami luka. (Red)

Anak 12 Tahun di Tebo Terseret Arus saat Mandi di Sungai Batanghari

ILUSTRASI - Seorang anak berusia 12 tahun dilaporkan hanyut saat mandi di Sungai Batanghari di Kabupaten Tebo, sejak Sabtu (18/4/2026).

MUARA TEBO - Seorang anak laki-laki dilaporkan hanyut di aliran Sungai Batanghari, Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, sejak Sabtu (18/4/2026) sore.

Kantor SAR Jambi membenarkan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 19.00 WIB dari warga setempat.

Korban diketahui merupakan anak laki-laki berinisial ABW (12).

Menindaklanjuti laporan itu, satu tim Search and Rescue Unit (SRU) yang terdiri dari tujuh personel Pos SAR Bungo langsung diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 19.18 WIB.

Berdasarkan laporan TIM SAR terima, kejadian bermula pada pukul 17.00 WIB.

Saat itu korban sedang mandi di sungai bersama teman-temannya.

Diduga kuat korban terseret arus sungai yang deras hingga akhirnya tenggelam.

Warga setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri setelah kejadian, namun hingga laporan diterima tim SAR, korban belum berhasil ditemukan.

Dalam operasi pencarian ini, tim gabungan yang terdiri dari Pos SAR Bungo, BPBD Kabupaten Tebo, Polsek Tebo Ulu, serta masyarakat setempat mengerahkan sejumlah peralatan pendukung.

Selain menggunakan perahu karet atau Landing Craft Rubber (LCR), tim juga memanfaatkan teknologi untuk memperluas area pencarian.

Tim di lapangan menggunakan Rescue Car, LCR, peralatan medis, serta drone thermal untuk memantau area dari udara guna membantu proses pencarian agar lebih efektif.

Hingga Minggu (19/4/2026) sore, pencarian korban masih dilakukan.

Tim SAR gabungan masih memfokuskan pencarian dengan menyisir area di sekitar titik awal korban dilaporkan tenggelam.(*)

Kebakaran Hebat di Semurup Kerinci, Api Melalap Tiga Rumah Warga

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Desa Koto Datuk, Semurup, Kecamatan Air Hangat Barat, Kabupaten Kerinci, Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kebakaran melanda tiga unit rumah semi permanen. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp350 juta.

Api pertama kali diketahui sekitar pukul 15.15 WIB oleh seorang warga, Yura Sartika, yang melihat kepulan asap tebal disertai teriakan “api” dari arah rumah korban. Warga yang panik segera berhamburan menuju lokasi untuk memastikan kondisi.

Setibanya di tempat kejadian, api sudah membesar dan melahap bagian lantai dua rumah milik Jamali dan Raunah. Warga berupaya memadamkan api secara manual sembari menunggu bantuan datang, khawatir kobaran merembet ke bangunan lain yang berdekatan.

"Saat kejadian, seluruh pemilik rumah tidak berada di lokasi. Jamali dan Raunah diketahui sedang berada di sawah, sedangkan Don Porgatmi menghadiri acara syukuran," jelas Kapolsek Air Hangat Iptu Julisman kepada wartawan

Sekitar 10 menit kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Air Hangat tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Upaya tersebut diperkuat dengan kedatangan tiga unit mobil tambahan pada pukul 16.00 WIB.

Api baru berhasil dijinakkan sekitar pukul 16.50 WIB setelah petugas pemadam dibantu personel Polsek Air Hangat dan warga melakukan pemadaman intensif.

Akibat kebakaran itu, tiga rumah mengalami kerusakan berat. Bangunan semi permanen yang sebagian besar berbahan mudah terbakar diduga mempercepat penyebaran api.

Diketahui, saat kejadian berlangsung para pemilik rumah tidak berada di tempat. Jamali dan Raunah sedang berada di sawah, sementara Don Porgetmi (48), pemilik rumah lainnya, tengah menghadiri acara syukuran.

Kepolisian telah melakukan pengamanan lokasi, memasang garis polisi, serta melakukan olah tempat kejadian perkara. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.

Dari hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Dugaan ini diperkuat oleh tidak adanya aktivitas penghuni di dalam rumah saat api mulai muncul.

Pasca kejadian, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Aparat kepolisian bersama pemerintah setempat kini melakukan pendataan korban serta menyiapkan langkah bantuan sosial bagi warga terdampak.(*)

Warga Temukan Mayat di Pinggir Jalan Sengeti Muarojambi

MUARO JAMBI – Warga Kelurahan Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, dikejutkan oleh penemuan jasad seorang pria di area semak-semak pinggir jalan pada Kamis (26/3/2026) pagi. 

Hingga kini, pihak kepolisian masih berupaya mengungkap identitas serta penyebab pasti kematian korban.

Peristiwa yang terjadi di wilayah RT 16, Kecamatan Sekernan ini mendadak viral setelah video amatirnya beredar luas di media sosial. 

Berdasarkan rekaman yang beredar, korban ditemukan dalam posisi tergeletak dengan pakaian terakhir bagian atasan baju berwarna biru dan bawahan celana berwarna putih.

Penemuan ini pertama kali dilaporkan oleh warga setempat yang melintas, yang kemudian langsung melaporkannya ke pihak berwajib.

Baca Juga: Usai Cari Ikan, Seorang Pemuda Malah Temukan Tengkorak di Pesisir Tanjabtim Jambi

Kapolsek Sekernan, AKP Taroni Zebua, mengonfirmasi bahwa personelnya telah diterjunkan ke lokasi sesaat setelah menerima laporan untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Benar, saat ini tim masih melakukan olah TKP dan lokasi sudah dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan," ujar AKP Taroni Zebua saat dikonfirmasi media.

Untuk mengungkap tabir di balik kematian pria tersebut, jasad korban telah dievakuasi ke RSUD Bhayangkara Kota Jambi. Tim medis dan forensik akan melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui apakah terdapat tanda-tanda kekerasan atau penyebab medis lainnya.

Baca Juga: 

Ini Petunjuk Fisik Temuan Kerangka di Pesisir Tanjabtim, Polisi: Jika ada yang kehilangan Keluarga, Harap Melapor!

Heboh Uang Palsu Rp50 Ribu dan Rp100 Ribu Beredar di Balai Hiang Kerinci

Pihak kepolisian memastikan proses evakuasi berjalan lancar dengan pengamanan ketat. Namun, hingga berita ini diturunkan, identitas resmi korban belum diketahui.

Pihak Kepolisian Sektor Sekernan meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi liar di media sosial, serta melapor ke kantor polisi terdekat jika merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri pakaian tersebut, dan menunggu hasil rilis resmi dari tim identifikasi Polri.

Kasus ini kini menjadi atensi kepolisian setempat guna memastikan apakah kejadian ini murni musibah atau terdapat indikasi tindak pidana. (adz)

Ini Petunjuk Fisik Temuan Kerangka di Pesisir Tanjabtim, Polisi: Jika ada yang kehilangan Keluarga, Harap Melapor!

Ini Petunjuk Fisik Temuan Kerangka di Pesisir Tanjab Timur, Polisi meminta Jika ada yang kehilangan Keluarga dengan ciri-ciri itu agar segera melapor.(Ist)

TANJABTIM – Warga Desa Sungai Sayang, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Timur, Jambi, mendadak gempar. Sesosok kerangka manusia tanpa identitas ditemukan tergeletak di area pesisir pantai pada Rabu (25/3/2026) sore sekitar pukul 15.30 WIB.

Penemuan kerangka manusia ini bermula saat seorang warga setempat tengah mencari kepiting di sekitar lokasi. Aroma tidak sedap yang menyengat menuntun saksi menemukan tulang-belulang yang masih terbalut pakaian lengkap.

Kapolres Tanjab Timur, AKBP Ade Candra, melalui Kasat Reskrim AKP Ahmad Soekani Daulay, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari Polsek Sadu.

"Saksi awalnya mencium bau bangkai saat mencari kepiting. Setelah ditelusuri, ternyata bersumber dari kerangka manusia yang berada sekitar 2 kilometer dari pemukiman warga," ujar AKP Ahmad Soekani.

Akan Dilakukan Otopsi

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan beberapa petunjuk fisik, di antaranya korban mengenakan baju lengan panjang berwarna abu-abu dengan kombinasi warna ungu pada bagian lengan, diperkirakan tinggi sekitar 154 cm, dan sudah menjadi kerangka, sehingga jenis kelamin serta wajah tidak lagi dapat dikenali secara visual.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menerima laporan adanya warga hilang di sekitar Desa Sungai Sayang. Untuk mengungkap tabir kematian korban, kerangka tersebut telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Jambi.

Baca Juga: 

Usai Cari Ikan, Seorang Pemuda Malah Temukan Tengkorak di Pesisir Tanjabtim Jambi

Heboh Uang Palsu Rp50 Ribu dan Rp100 Ribu Beredar di Balai Hiang Kerinci

"Pihak medis akan melakukan otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian, serta mencari tahu apakah ada indikasi tindakan kekerasan atau kriminal sebelum korban meninggal dunia," tambah Kasat Reskrim.

Polres Tanjab Timur meminta masyarakat, baik di dalam maupun di luar Provinsi Jambi, yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri pakaian tersebut untuk segera melapor.

Masyarakat dapat menghubungi Call Center: 110, Polres Tanjab Timur 0822-8215-9776 (Kasat Reskrim), dan atau unit identifikasi 0813-6085-603.

Polisi berharap kerja sama masyarakat dapat mempercepat proses identifikasi kerangka yang kini dijuluki sebagai "Mr. X" tersebut agar dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga. (***)

Sungai Batanghari Kembali Makan Korban, Kali ini Remaja 19 Tahun

Sungai Batanghari tepatnya didesa Muara Ketalo Tebo ilir Kembali memakan Korban, Kali ini Remaja 19 Tahun terpeleset dan terseret arus sungai.(ist)

Tebo | Merdekapost.com - Sungai Batanghari Desa Muaro Ketalo Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo kembali makan korban. Senin (23/03/2026).

Kali ini Abdul Hafiz (19) remaja laki laki warga Desa Muaro Ketalo Kecamatan Tebo Ilir menjadi korban tengelam di Sungai Batanghari Kabupaten Tebo.

Baca Juga: Polres Kerinci Tertibkan Pungli Parkir di Objek Wisata Air Terjun Telun Berasap

Keterangan saksi di lokasi kejadian diketahui sekitar pukul 13:00 Wib saat korban sedang menunggu perahu penyeberangan ia terpeleset dan terbawa arus sungai.

"saat menunggu perahu untuk nyebrang dia terpeleset dan terseret arus sungai". ujar saksi mata

Baca Juga: Bupati Batang Hari Tunaikan Salat Idul Fitri Bersama Warga, Pererat Kebersamaan di Hari Kemenangan

“Terdengar suara benda jatuh ke dalam sungai, warga langsung melakukan pencarian di temukan sepeda motor korban di tepi sungai, namun hingga saat ini korban belum di temukan” Sebut saksi.

Saat ini pihak Kepolisian, Karomil bersama-sama warga setempat hingga saat ini terus melakukan upaya pencarian terhadap korban.(Red)

Kabar Duka, Penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia dalam Usia 35 Tahun

Penyanyi Vidi Aldiano. (Instagram @vidialdiano)

Jakarta - Penyanyi dan penulis lagu Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (7/3). Kabar duka tersebut disampaikan keluarga dan sejumlah rekan musisi melalui media sosial.

Unggahan pembawa acara dan kreator konten Deddy Corbuzier di media sosial menuliskan pesan emosional yang ditujukan kepada penyanyi Vidi Aldiano.

elalui akun Instagram pribadinya @mastercorbuzier, Deddy mengunggah ilustrasi hati yang retak dengan latar hitam disertai tulisan, “My heart is broken. Badly broken. You gone too soon… Beautiful soul… Vidi Aldiano".

Dalam keterangan unggahannya, Deddy juga menuliskan pesan bernada penyesalan.

“I hate my self for not knowing you longer than I should,” tulisnya.

Unggahan tersebut langsung menarik perhatian warganet dan menuai ribuan komentar dalam waktu singkat.

Pelantun lagu “Nuansa Bening” itu meninggal dunia pada Sabtu sore setelah menjalani perawatan terkait penyakit kanker ginjal yang telah dideritanya dalam beberapa tahun terakhir.

Informasi mengenai wafatnya Vidi Aldiano pertama kali beredar di media sosial setelah sejumlah tokoh dan musisi menyampaikan ucapan belasungkawa, di antaranya komposer Andi Rianto, Adib Hidayat serta beberapa figur publik lain.

Kabar tersebut kemudian dikonfirmasi oleh pihak keluarga yang menyatakan bahwa Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

Sebelumnya, penyanyi kelahiran Jakarta itu diketahui mengidap kanker ginjal sejak 2019 dan sempat menjalani operasi serta perawatan medis di luar negeri.

Dalam beberapa bulan terakhir, aktivitasnya di dunia hiburan juga berkurang karena fokus pada pemulihan kesehatan.

Vidi Aldiano dikenal sebagai salah satu penyanyi pop Indonesia yang memulai karier sejak akhir 2000-an.

Ia meraih popularitas melalui sejumlah lagu seperti “Nuansa Bening”, “Status Palsu”, dan “Cinta Jangan Kau Pergi”.(Adz/ANTARA)

Rusli Korban Kebakaran Sungai Batu Gantih Menangis Haru, Pemkab Kerinci dan Anggota DPRD Provinsi Jambi Hadir Beri Bantuan

Rusli Korban Kebakaran Sungai Batu Gantih Menangis Haru, Pemda Kerinci dan Anggota DPRD Provinsi Jambi Turun Langsung Beri Bantuan.(adz/ist)

Kerinci | Merdekapost.com – Musibah kebakaran yang terjadi pada 16 Februari 2026 lalu menyisakan duka mendalam bagi Rusli (61), warga Desa Sungai Batu Gantih, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci. Namun di balik cobaan tersebut, Rusli tak kuasa menahan tetesan air mata haru saat menerima kunjungan dan bantuan dari berbagai pihak.

Sejak Selasa pagi (17/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB hingga sore hari, jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci hadir langsung ke lokasi kebakaran untuk menyerahkan bantuan. Bantuan tersebut berupa material bahan bangunan seperti seng untuk penutup atap, semen, serta bantuan sembako guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan.

Bantuan diserahkan langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Efrawadi yang mewakili Bupati Kerinci, Monadi, bersama BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Kerinci.

“Saya sebagai korban kebakaran mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran pemerintah daerah dalam rangka memberi bantuan. Bantuan ini sangat besar manfaatnya bagi kami,” ujar Rusli dengan mata berkaca-kaca.

Di hari yang sama pada Selasa sore, Rusli kembali menangis haru saat dikunjungi Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Komisi III Fraksi Golkar, Amrizal. Dalam kunjungannya, Amrizal turut menyerahkan bantuan sembilan bahan pokok untuk membantu kebutuhan sehari-hari korban.

Tak hanya itu, tokoh masyarakat Desa Sungai Batu Gantih sekaligus praktisi hukum, Hasan Basri, juga menyempatkan diri menjenguk Rusli. Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci dalam merespons musibah tersebut.

“Kunjungan beliau sebagai Anggota DPRD Jambi di tengah situasi bencana yang dialami masyarakat Desa Sungai Batu Gantih menunjukkan sosok politisi yang cukup merakyat saat dibutuhkan. Kehadiran ini memiliki nilai kemanusiaan antar sesama hamba Allah SWT. Semoga semua ini menjadi keberkahan untuk kita semua,” ungkapnya.

Musibah kebakaran ini menjadi pengingat akan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial. Kehadiran pemerintah dan wakil rakyat di tengah masyarakat yang tertimpa bencana menjadi wujud nyata sinergi dan empati dalam membangun kebersamaan.(Adz)

Tim SAR Gabungan Tutup Operasi Lapangan, H+7 Asmadi Korban Terseret Arus Sungai Belum Ditemukan, Keluarga dan Masyarakat Masih Terus Berupaya

Setelah seminggu melakukan pencarian Asmadi Korban Terseret Arus Sungai Pulau Lebar Belum Ditemukan, Tim SAR Gabungan Tutup Operasi Lapangan, Keluarga bersama Masyarakat Masih Terus Berupaya

SOLSEL, MERDEKAPOST.COM – Upaya pencarian terhadap Asmadi (45), warga Lubuk Pauh, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, yang dilaporkan hilang setelah terseret arus sungai, memasuki hari ketujuh pada Minggu (8/2/2026) lalu. Hingga operasi hari terakhir, korban belum berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Korban diketahui hilang sejak 2 Februari 2026. Saat itu, Asmadi bersama empat rekannya baru pulang dari kegiatan memancing di kawasan Pulau Lebar, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Dalam perjalanan pulang, korban dilaporkan tergelincir dari atas batu dan jatuh ke sungai sebelum akhirnya terseret arus deras.

Baca Juga: Sudah 3 Hari, Asmadi Warga Kerinci yang Terpeleset Ke Sungai dan Hanyut Terseret Arus Saat Memancing Hingga Kini Belum ditemukan

Sejak kejadian, operasi pencarian dilakukan oleh Basarnas bersama Tim SAR gabungan dari Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Kerinci. Tim tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD, TNI/Polri, Dinas Sosial, Damkar, RAPI, ORARI, TAGANA, Gerakan Muda Peduli, perangkat desa, serta masyarakat dari sejumlah wilayah seperti Lubuk Pauh, Jernih Jaya, Pelompek Pasar Baru, dan Siulak.

Proses pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai dari lokasi awal kejadian hingga ke bagian hilir. Selain itu, tim juga memeriksa sejumlah titik yang diperkirakan berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban. Namun hingga hari ketujuh, hasil pencarian masih belum membuahkan hasil.

Koordinator Unit Siaga SAR Solok Selatan, Vivien Hans Prima, menyampaikan bahwa operasi pencarian di lapangan resmi dihentikan mulai hari kedelapan. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan dengan menyebarkan informasi kepada pemerintah daerah serta masyarakat yang berada di sepanjang aliran sungai.

Apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, bersama Kepala Seksi Operasi Hendri, akan segera memerintahkan Unit Siaga SAR Solok Selatan untuk melaksanakan proses evakuasi.

Tim SAR juga menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam kepada keluarga korban serta masyarakat Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci. Seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian turut diapresiasi atas kerja sama dan dedikasi selama proses pencarian berlangsung.

Pihak SAR berharap adanya informasi baru dari masyarakat yang dapat membantu proses penemuan korban.

Keluarga dan Warga Desa Masih Terus Berupaya

Sementara itu, Meskipun Tim Basarnas secara resmi telah mengakiri operasi lapangan pencarian korban, namun pihak keluarga bersama masyarakat masih terus berupaya melakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai

Mereka menyusuri titik-titik yang dicurigai sebagai tempat korban dan kemungkinan tersangkut atau tenggelamnya korban

"kami masih terus berusaha untuk menemukan korban (asmadi) apapun kondisinya, kepada seluruh masyarakat Kerinci mohon do'anya agar Asmadi bisa segera ditemukan". Ujar salah seorang warga yang ikut dalam pencarian

Dirumah korban di Lubuk pauh, juga terus dilakukan pengajian dan do'a-do'a bermohon kepada yang maha kuasa agar Asmadi atau biasa dipanggil Pak Ema bisa diberikan petunjuk oleh Allah SWT.(*)

Prajurit TNI AL Asal Kerinci Praka Mar. M. Genta Al Akbar Dimakamkan; Penuh Haru Mulai dari Pelepasan Jenazah oleh Pangkormar Hingga Pemakaman Militer Dipimpin oleh Dandim 0417/ Kerinci

Prajurit TNI AL Asal Kerinci Praka Mar. M. Genta Al Akbar Dimakamkan; Penuh Haru dan duka mendalam mulai dari Pelepasan Jenazah oleh Pangkormar Hingga Pemakaman Secara Militer Dipimpin oleh Dandim 0417/ Kerinci.(mpc)

Merdekapost.com - Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi memimpin secara langsung upacara persemayaman dan pelepasan jenazah almarhum Praka Marinir (Anumerta) Muhammad Dirwa Alfalah dan Praka Marinir (Anumerta) Muhammad Genta Al Akbar. Keduanya merupakan prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang gugur dalam penugasan akibat bencana tanah longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Upacara tersebut dilaksanakan di Lanudal Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pada Jumat (6/2/2026), sebagai bentuk penghormatan terakhir institusi kepada prajurit yang telah mengorbankan jiwa raga dalam menjalankan tugas negara.

TNI AL melaksanakan upacara pelepasan jenazah almarhum Praka Marinir (Anumerta) Muhammad Dirwa Alfalah dan Praka Marinir (Anumerta) Muhammad Genta Al Akbar

Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan jenazah di Lanudal Pondok Cabe menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara jenis CN-295. Setibanya di apron, jenazah diturunkan dari pesawat dan dipindahkan ke kereta merta guna persiapan prosesi selanjutnya.

Usai prosesi penerimaan, dilaksanakan salat jenazah yang diikuti oleh keluarga almarhum, pejabat TNI Angkatan Laut, serta prajurit Korps Marinir. Selanjutnya, upacara persemayaman dan pelepasan jenazah secara militer dipimpin langsung oleh Pangkormar dan berlangsung dengan khidmat serta tertib.

Berita Terkait: Tragedi Longsor di Cisarua, 23 Marinir Tertimbun Longsor, Satu diantaranya Putra Hiang Kerinci Pratu Mar. M. Genta Al Akbar

Kegiatan ini menjadi wujud penghormatan dan penghargaan Korps Marinir TNI AL kepada prajurit yang gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan di daerah bencana. Setelah upacara pelepasan, jenazah diberangkatkan menggunakan pesawat TNI Angkatan Laut menuju daerah asal masing-masing untuk dimakamkan.

Selanjutnya Jenazah diterbangkan menuju Bandara Internasional Minang Kabau Padang Sumatera Barat. Mengingat jarak tempuh yang relatif lebih singkat (6-7 jam) menuju Kabupaten Kerinci tepatnya Desa Hiang Lestari Kecamatan Sitinjau Laut sebagai tempat peristirahatan terakhir sang Prajurit.

Ribuan warga terlihat ikut menyambut kedatangan jenazah Muhammad Genta saat tiba di Desa Hiang Kabupaten Kerinci  

Dandim 0417/Kerinci Pimpin Pemakaman Secara Militer Praka M. Genta Al Akbar di Desa Hiang Lestari

Komandan Kodim 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P., memimpin langsung pemakaman militer almarhum Praka Marinir (Anm) Muhammad Genta Al Akbar di Desa Hiang Lestari, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Sabtu (07/02/2026).(mpc)

Komandan Kodim 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P., memimpin langsung pemakaman militer almarhum Praka Marinir (Anm) Muhammad Genta Al Akbar di Desa Hiang Lestari, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Sabtu (07/02/2026). 

Upacara persemayaman berlangsung khidmat di rumah duka sebelum dilanjutkan di pemakaman.

Upacara militer di lakukan sebagai penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara. Dandim 0417/Kerinci bertindak sebagai Inspektur Upacara dan memimpin seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh rasa hormat dan duka cita.

Dalam sambutannya, Dandim menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. “Kepergian almarhum merupakan duka mendalam bagi keluarga, satuan, dan seluruh prajurit TNI. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Pemakaman militer di tandai penghormatan pasukan, tembakan salvo, serta penyerahan Bendera Merah Putih kepada keluarga sebagai simbol penghormatan negara atas jasa almarhum. Seluruh prosesi berjalan tertib dan khidmat, penuh suasana haru.

Hadir dalam upacara jajaran TNI, aparat pemerintah setempat, tokoh masyarakat, serta keluarga dan kerabat almarhum. Kehadiran mereka menjadi bukti penghormatan dan rasa kehilangan yang mendalam terhadap pengabdian sang prajurit.

23 Prajurit yang Gugur dalam Tragedi Longsor Cisarua Bandung, 17 Jenazah sudah dimakamkan, 6 masih proses Pencarian:

1. Serka Mar Afriansyah S. (NRP. 118630)

2. Serda Mar Sidiq H. (NRP. 108833)

3. Serda Mar Anthoni Tahara Putra (NRP. 137926)

4. Serda Mar Rein Pasau (NRP. 139570)

5. Serda Mar Riswan Aradia (NRP. 143310)

6. Koptu Mar Choni Chorniawan (NRP. 108799)

7. Pratu Mar Febry Bramantio (NRP. 129926)

8. Pratu Mar Andiko Affiari Rahmat (NRP. 132530)

9. Prada Mar Muhammad Dirwa A. (NRP. 136379)

10. Pratu Mar Muhammad Genta Al Akbar (NRP. 136464)

11. Prada Mar Erik Rinaldi (NRP. 140504)

12. Pratu Mar B. C. Silitonga (NRP. 142635)

13. Pratu Mar Dicky Yogha P. (NRP. 129056)

14. Pratu Mar Heru Susanto (NRP. 128953)

15. Pratu Mar Hamid Dwi Ismail (NRP. 126679)

16. Praka Mar Ari Kurniawan (NRP. 125191)

17. Praka Mar Anton Kharisma (NRP. 124579)

18. Praka Mar Randa Pratama (NRP. 123972)

19. Praka Mar Andre Nicky Olga S. (NRP. 123213)

20. Praka Mar Ulil Amri (NRP. 123157)

21. Praka Mar Muhammad Kori (NRP. 122334)

22. Praka Mar Muhamad Mahfudi (NRP. 121461)

23. Koptu Mar Edi Haryono (NRP. 111964)

Informasi yang dihimpun, Hingga Jum'at (6/2/2026) atau hari ke-13 pascakejadian, Korps Marinir TNI Angkatan Laut secara bertahap telah melaksanakan pelepasan terhadap 17 jenazah prajurit. Sementara itu, enam prajurit lainnya masih dalam proses pencarian.

Untuk mempercepat upaya evakuasi, Tim SAR gabungan TNI–Polri hingga saat ini terus melakukan pencarian secara intensif dan maksimal di lokasi-lokasi yang telah ditentukan.(adz)

BREAKING NEWS : Diduga Gantung Diri, Warga Kumun Debai Ditemukan Meninggal Dunia

 

Diduga Gantung Diri, Warga Kumun Debai Ditemukan Meninggal Dunia.(ist)

SUNGAl PENUH – Warga RT 05 Komplek Nusantara, Desa Air Teluh, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh, digemparkan dengan penemuan seorang warga yang meninggal dunia di rumahnya, Kamis malam (5/2/2026).

Korban diketahui berinisial D, diduga meninggal dunia akibat gantung diri. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Ketua RT 05 Desa Air Teluh, Helmi, membenarkan peristiwa tersebut.

Baca Juga:

Gerakan Indonesia Asri, Langkah Bersama Polres Kerinci Jaga Lingkungan

Bupati Monadi Lantik Enam Pejabat Eselon II Pemkab Kerinci, Ini Nama-namanya

Ia mengatakan kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 21.00 WIB, saat sejumlah tetangga mendatangi rumah korban.

“Iya benar, sekitar jam 21.00 WIB tetangga datang ke rumah korban dan mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung menggunakan tali berwarna hijau,” ujar Helmi saat dikonfirmasi, dikutip dari media Indojatipost.

Saat ditemukan, korban mengenakan kaos berwarna biru dan celana panjang. Peristiwa ini sontak membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi kejadian.

Pantauan di RSUD MH Thalib Kota Sungai Penuh, jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. 

Terlihat aparat kepolisian dari Polres Kerinci berada di lokasi guna melakukan pemeriksaan serta mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti dan motif di balik peristiwa tersebut. Polisi belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan awal.(*)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs