Tiga Hari Dicari, Remaja yang Hanyut di Sungai Batang Merangin Ditemukan sudah Meninggal Dunia

Setelah Tiga Hari Dicari, Akhirnya Faqih (15) Remaja yang Hanyut di Sungai Batang Merangin Ditemukan sudah Meninggal Dunia, Minggu 24/05. (Ist)

MERANGIN – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Fakih (15), remaja yang sebelumnya dilaporkan hanyut saat mandi di Sungai Batang Merangin, Desa Pulau Rengas, Kecamatan Bangko Barat, Kabupaten Merangin, Jambi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu pagi setelah tiga hari pencarian intensif.

Komandan Pos SAR Bungo, M. Andri, mengatakan proses pencarian dilakukan dengan memperluas area penyisiran. Tim gabungan dibagi menjadi dua kelompok untuk menyusuri aliran sungai dari lokasi awal korban tenggelam.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 10.00 WIB. Jenazah korban ditemukan sejauh kurang lebih 10 kilometer dari titik awal kejadian sebelum langsung dievakuasi menuju rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca Juga: Warga Kerinci dan Sungai Penuh Keluhkan Pemadaman Bergilir Tanpa Jadwal Pasti

“Korban berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi oleh tim gabungan ke rumah duka,” ujar Andri.

Setelah proses evakuasi selesai, operasi pencarian resmi ditutup. Seluruh personel yang terlibat kemudian dikembalikan ke instansi masing-masing.

Andri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang ikut membantu proses pencarian korban, mulai dari Basarnas, BPBD, aparat keamanan, hingga masyarakat setempat.

Baca Juga: PLTA Batang Merangin Berkapasitas Besar, Kenapa Kerinci-Sungai Penuh Masih Padam? Ini Kata PLN

Operasi SAR tersebut melibatkan berbagai perlengkapan pendukung seperti rescue car, perahu karet, alat komunikasi, perlengkapan medis, alat evakuasi, hingga drone pemantau udara. Sebanyak 7 personel Basarnas dan 6 personel BPBD Merangin diterjunkan dalam operasi, dibantu Babinsa, Bhabinkamtibmas, warga, dan keluarga korban.

Sebelumnya, Fakih dilaporkan hanyut saat mandi bersama rekannya di Sungai Batang Merangin pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban diduga terseret arus sungai yang cukup deras.

Humas Kantor SAR Jambi, Lutfi Mulyawan, mengatakan warga sempat melakukan pencarian secara mandiri dengan peralatan seadanya. Namun korban belum berhasil ditemukan hingga akhirnya tim SAR turun melakukan operasi pencarian.(Adz)

Bocah Hanyut Terseret Arus Hingga 2,5 KM di Drainase Kota Jambi, Ditemukan Meninggal

JAMBI, MERDEKAPOST.COM – Rafa (7), bocah yang dilaporkan hanyut di aliran drainase saat mandi hujan di kawasan Kota Jambi, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (21/5/2026) pagi.

Humas Kantor SAR Jambi, Lutfi Mulyawan, mengatakan korban ditemukan sekitar 2,5 kilometer dari lokasi awal kejadian.

“Korban ditemukan sekitar pukul 07.19 WIB,” ujar Lutfi.

Menurutnya, jasad korban ditemukan di area semak-semak di pinggir saluran parit. Diduga tubuh korban tersangkut setelah terbawa derasnya arus drainase menuju hilir akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut.

Baca Juga: 

Wujud Nyata Perang Melawan Narkoba, Polda Jambi Musnahkan 20 Kg Sabu, 20 Ribu Butir Ekstasi dan Ribuan Cartridge Etomidate

Gerak Cepat Dirut Baru RSUD M.H.A. Thalib Kini Hadirkan Pelayanan Prioritas untuk Ibu Hamil hingga Disabilitas

“Korban ditemukan di pinggiran parit kawasan semak-semak karena debit air cukup deras,” katanya.

Setelah ditemukan, Tim SAR langsung mengevakuasi jenazah korban dan menyerahkannya kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan resmi diusulkan ditutup pada pukul 08.00 WIB. Seluruh personel dan peralatan yang terlibat dalam proses pencarian juga telah dikembalikan ke masing-masing satuan.

Lutfi turut mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat cuaca ekstrem dan hujan deras.

Baca Juga:

Desak Kades Diberhentikan, Ratusan Warga Semerah Geruduk Kantor Bupati Kerinci

Baru Dilantik, Belasan Kepala Sekolah di Muaro Jambi Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya

“Kami mengimbau agar orang tua lebih waspada dan tidak membiarkan anak bermain di sekitar saluran air ketika hujan deras,” ujarnya.

Sebelumnya, Rafa dilaporkan hanyut saat bermain dan mandi hujan di sekitar saluran drainase di Lorong Mustika, RT 24, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Jambi, pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 16.35 WIB.

Kasi Ops Kantor SAR Jambi, Fadli, menjelaskan bahwa korban saat itu sedang bermain di atas saluran drainase. Namun derasnya arus air membuat korban kehilangan keseimbangan hingga terjatuh dan terseret arus.

“Korban terbawa arus saat mandi hujan di saluran drainase kawasan Paal Merah,” jelas Fadli.(*)

Pedagang Berhamburan Saat Pasar Teluk Nilau Terbakar, Kerugian Ditaksir Milyaran Rupiah

Pedagang Pasar Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mencoba menyelamatkan barang. Puluhan kios hangus akibat kebakaran, Jumat (1/5/2026) sore.(iST) 

Kuala Tungkal, Merdekapost.com - Kepanikan pedagang terjadi saat kebakaran hebat melanda Pasar Tradisional Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung, Jumat (1/5/2026).

Pedagang berhamburan menyelamatkan diri, meninggalkan kios-kios mereka yang mulai dilalap api.

Di tengah kepulan asap tebal dan kobaran api yang membesar, para pedagang berusaha menyelamatkan barang dagangan seadanya. 

Beberapa terlihat mengangkut barang dengan tergesa, sementara yang lain hanya bisa pasrah menyaksikan api menghanguskan sumber penghidupan mereka. 

Warga sekitar turut membantu, bahu-membahu mengevakuasi barang yang masih bisa diselamatkan.

BACA JUGA: 2 Pria dan 4 Ton Solar Diamankan di Jambi, BBM Subsidi Dijual Harga Solar Industri

Namun, upaya tersebut terhambat oleh tiupan angin kencang yang membuat api cepat menjalar. Kobaran api membumbung tinggi ke langit, melahap kios demi kios yang ada disana.

Suasana berubah menjadi pilu ketika sejumlah pemilik kios tak kuasa menahan tangis. 

Jerit histeris terdengar di antara kerumunan, menyaksikan harta benda mereka ludes dalam hitungan menit.

Informasi sementara menyebutkan sekitar 20 kios terbakar, meski jumlah pasti masih dalam pendataan pihak pemadam kebakaran yang kini berada di lokasi.

Hingga saat ini, petugas terus berupaya memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas ke area lainnya.

Camat Pengabuan Ismail menyebut, belum diketahui pasti penyebab kebakaran hingga saat ini tim masih fokus memadamkan api.

"Belum diketahui penyebabnya, nanti kita sampaikan," ujarnya.

Ia memprediksi kebakaran tersebut lebih dari 20 kios, namun pihak nya masih melakukan pendataan. 

Kerugian Ditaksir hingga Miliaran Rupiah

Kondisi lokasi kebakaran di kawasan Pasar Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jumat (1/5/2026). Camat Pengabuan memperkirakan kerugian mencapai miliaran rupiah. 

Kerugian akibat kebakaran di kawasan Pasar Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jumat (1/5/2026) sore, mencapai miliaran rupiah.

Camat Pengabuan, Ismail, mengatakan hingga malam ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

"Untuk penyebabnya belum diketahui. Kalau kerugian diperkirakan miliaran rupiah,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara, sekitar 10 kios dilaporkan telah hangus terbakar.

Untuk data pastinya, pihak kecamatan masih melakukan pendataan lanjutan di lokasi kejadian.

“Data sementara sekitar 10 kios terbakar. Kami masih mendata, nanti informasi lengkap akan kami sampaikan,” kata Ismail.

Kronologi 

Kebakaran terjadi begitu cepat dengan kobaran api yang membesar dan membubung tinggi.

Kondisi tersebut diperparah oleh embusan angin kencang di lokasi.

Akibatnya, sejumlah kios di kawasan pasar tidak sempat diselamatkan.

Hingga pukul 18.20 WIB, api dilaporkan belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

“Saat ini masih proses pemadaman,” ujar Ismail.

Petugas pemadam kebakaran bersama warga setempat terus berjibaku menjinakkan api.

Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar pasar.

Proses pemadaman berlangsung hingga sore hari.

Sementara itu, warga berbondong-bondong memadati lokasi kejadian.

Mereka menyaksikan langsung kebakaran yang melanda pusat aktivitas ekonomi tersebut.

Pendataan kerugian dan penyebab kejadian masih terus dilakukan oleh pihak terkait. (Red)

Jenazah Nur Alimatun Tiba di Rumah Duka, Mahasiswi STMA Trisakti Asal Jambi Korban Kecelakaan KRL Bekasi

Nur Alimatun, Mahasiswi Cerdas STMA Trisakti Asal Jambi salah satu Korban Kecelakaan KRL Bekasi (Ist/Instagram STMA Trisakti)

JAMBI - Seorang mahasiswi asal Jambi bernama Nur Alimatun Citra Lestari, menjadi korban tewas dalam kecelakaan kereta api di Bekasi.

Kecelakaan kereta api itu melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) malam.

Data terbaru, ada 15 orang meninggal dunia dalam kecelakaan ini, puluhan orang mengalami luka-luka.

Nur Alimatun Citra Lestari (19), merupakan seorang mahasiswi asal Kota Jambi.

Ia di lahirkan 2007 silam di Jalan Camar II Nomor 38, RT. 13, RW.02 Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi.

Lokasi rumahnya di kawasan belakang SMP 2 Kota Jambi, tempat tinggal orang tuanya saat ini.

Nur merupakan bungsu tiga dari tiga bersaudara.

Kakak pertamanya perempuan tinggal di Jambi dan belum menikah, saat ini bekerja di Bapas Jambi 

Kakak keduanya tinggal di Bekasi dan telah berkeluarga.

Sosok yang Cerdas

Pendidikan awal Nur Alimatun dimulai dari SDN 6 Kota Jambi.

Setelah itu, Nur melanjutkan ke SMPN 2 Kota Jambi. Sekolah seragam abu-abu putihnya diselesaikan di SMAN 10 Kota Jambi.

Nur merupakan sosok rajin dan cerdas.

Dia mendapatkan beasiswa dari perusahaan asuransi untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti (STMA Trisakti).

Kampus STMA Trisakti berada di Jakarta.

Untuk kuliah di sana, Nur Alimatun Citra Lestasi tinggal Bekasi, bersama kakak keduanya.

Dalam aktivitas keseharian, Nur mengunakan trasportasi umum termasuk KRL yang mengalami kecelakaan tersebut.

Orang tua Nur Alimatun bernama Ruslan. Sebelumnya bapak Nur bertugas di Lapas Jambi. 

Arpan, tetangga korban, menceritakan orang tua korban sudah pensiun lima tahun lalu dari lapas.

Arpan juga menceritakan, awalnya korban engan mengambil beasiswa di Jakarta karena dianggap jauh dari rumah.

Namun, karena ada pertimbangan kakaknya yang tinggal di Jabodetabek akhirnya tawaran tersebut diambil.

"Almarhum ini dapat beasiswa, karena kakaknya tinggal di sana, maka dia berangkat juga," ujarnya. 

Jenazah Tiba di Jambi

Jenazah almarhumah tiba di rumah duka di Jalan Camar II Nomor 33, Kelurahan Sei Asam, Kecamatan Pasar, Kota Jambi, pada pukul 08.15 Wib, Rabu (29/4). Tangis haru pecah saat kedatangan peti jenazah si bungsu itu.

Ayah korban, Ruslan mengatakan, kabar duka tersebut diterima keluarga pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Informasi itu ia peroleh dari anak kedua yang tinggal di Bekasi.

“Informasi kami terima setengah lima sore dari kakaknya yang di Bekasi,” ujar Ruslan.

Nur Alimatun Citra merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Ia dikenal sebagai pribadi yang tekun menempuh pendidikan. Saat ini, almarhumah tercatat sebagai mahasiswi semester IV di Sekolah Tinggi Manajemen Administrasi Trisakti.(*)

Kecelakaan Maut di Depan UNJA Mendalo, Pelajar SMK Tewas

Kecelakaan maut di Mendalo depan Kampus Universitas Jambi. Seorang pelajar SMK tewas di lokasi.(screenshoot/Instagram)

MUAROJAMBI - Peristiwa kecelakaan maut kembali terjadi di kawasan Mendalo, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (22/4/2026) sore.

Seorang pelajar SMK tewas di lokasi akibat kecelakaan lalu lintas di depan gerbang kampus Universitas Jambi di Mendalo, Kabupaten Muaro Jambi.

Kejadian sekitar pukul 17.00 WIB itu melibatkan sepeda motor yang dikendarai korban. 

Warga yang berada di lokasi mengatakan kecelakaan terjadi saat arus lalu lintas sedang ramai.

Korban Wildan merupakan pelajar salah satu SMK di wilayah itu dan merupakan warga Desa Pematang Gajah, Kabupaten Muaro Jambi.

Dia mengalami luka parah usai terjatuh dari sepeda motornya. 

Nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia .

“Saat itu kondisinya ramai, dan tiba-tiba ia saja sudah tergeletak di jalan,” kata seorang warga.

Tim kepolisian dari Polres Muaro Jambi yang datang ke tempat kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengatur arus lalu lintas yang sempat terganggu akibat kecelakaan.

Sepanjang 2025 10 Kecelakaan di Jalur ini

Kawasan di depan kampus Universitas Jambi di Mendalo dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas. 

Sepanjang 2025, tercatat lebih dari 10 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur ini.

Sebagian besar melibatkan pengendara motor yang kehilangan kendali saat melintas di tengah meningkatnya volume kendaraan terutama di sore hingga malam hari.

Sebelumnya, pada September 2025, seorang mahasiswa juga mengalami kecelakaan serupa di persimpangan yang sama dan mengalami luka serius. 

Lokasi yang berada di jalur utama menuju pusat pendidikan dan permukiman ini sering dikritik warga karena minimnya rambu peringatan dan marka jalan yang kurang jelas.

Selain itu, pada November 2025, sebuah truk pengangkut bahan bangunan mengalami rem blong dan menabrak pagar pembatas jalan di titik yang tidak jauh dari lokasi kejadian kali ini. 

Insiden tersebut menyebabkan beberapa pengendara lain terjatuh dan mengalami luka. (Red)

Anak 12 Tahun di Tebo Terseret Arus saat Mandi di Sungai Batanghari

ILUSTRASI - Seorang anak berusia 12 tahun dilaporkan hanyut saat mandi di Sungai Batanghari di Kabupaten Tebo, sejak Sabtu (18/4/2026).

MUARA TEBO - Seorang anak laki-laki dilaporkan hanyut di aliran Sungai Batanghari, Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, sejak Sabtu (18/4/2026) sore.

Kantor SAR Jambi membenarkan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 19.00 WIB dari warga setempat.

Korban diketahui merupakan anak laki-laki berinisial ABW (12).

Menindaklanjuti laporan itu, satu tim Search and Rescue Unit (SRU) yang terdiri dari tujuh personel Pos SAR Bungo langsung diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 19.18 WIB.

Berdasarkan laporan TIM SAR terima, kejadian bermula pada pukul 17.00 WIB.

Saat itu korban sedang mandi di sungai bersama teman-temannya.

Diduga kuat korban terseret arus sungai yang deras hingga akhirnya tenggelam.

Warga setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri setelah kejadian, namun hingga laporan diterima tim SAR, korban belum berhasil ditemukan.

Dalam operasi pencarian ini, tim gabungan yang terdiri dari Pos SAR Bungo, BPBD Kabupaten Tebo, Polsek Tebo Ulu, serta masyarakat setempat mengerahkan sejumlah peralatan pendukung.

Selain menggunakan perahu karet atau Landing Craft Rubber (LCR), tim juga memanfaatkan teknologi untuk memperluas area pencarian.

Tim di lapangan menggunakan Rescue Car, LCR, peralatan medis, serta drone thermal untuk memantau area dari udara guna membantu proses pencarian agar lebih efektif.

Hingga Minggu (19/4/2026) sore, pencarian korban masih dilakukan.

Tim SAR gabungan masih memfokuskan pencarian dengan menyisir area di sekitar titik awal korban dilaporkan tenggelam.(*)

Kebakaran Hebat di Semurup Kerinci, Api Melalap Tiga Rumah Warga

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Desa Koto Datuk, Semurup, Kecamatan Air Hangat Barat, Kabupaten Kerinci, Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kebakaran melanda tiga unit rumah semi permanen. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp350 juta.

Api pertama kali diketahui sekitar pukul 15.15 WIB oleh seorang warga, Yura Sartika, yang melihat kepulan asap tebal disertai teriakan “api” dari arah rumah korban. Warga yang panik segera berhamburan menuju lokasi untuk memastikan kondisi.

Setibanya di tempat kejadian, api sudah membesar dan melahap bagian lantai dua rumah milik Jamali dan Raunah. Warga berupaya memadamkan api secara manual sembari menunggu bantuan datang, khawatir kobaran merembet ke bangunan lain yang berdekatan.

"Saat kejadian, seluruh pemilik rumah tidak berada di lokasi. Jamali dan Raunah diketahui sedang berada di sawah, sedangkan Don Porgatmi menghadiri acara syukuran," jelas Kapolsek Air Hangat Iptu Julisman kepada wartawan

Sekitar 10 menit kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Air Hangat tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Upaya tersebut diperkuat dengan kedatangan tiga unit mobil tambahan pada pukul 16.00 WIB.

Api baru berhasil dijinakkan sekitar pukul 16.50 WIB setelah petugas pemadam dibantu personel Polsek Air Hangat dan warga melakukan pemadaman intensif.

Akibat kebakaran itu, tiga rumah mengalami kerusakan berat. Bangunan semi permanen yang sebagian besar berbahan mudah terbakar diduga mempercepat penyebaran api.

Diketahui, saat kejadian berlangsung para pemilik rumah tidak berada di tempat. Jamali dan Raunah sedang berada di sawah, sementara Don Porgetmi (48), pemilik rumah lainnya, tengah menghadiri acara syukuran.

Kepolisian telah melakukan pengamanan lokasi, memasang garis polisi, serta melakukan olah tempat kejadian perkara. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.

Dari hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Dugaan ini diperkuat oleh tidak adanya aktivitas penghuni di dalam rumah saat api mulai muncul.

Pasca kejadian, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Aparat kepolisian bersama pemerintah setempat kini melakukan pendataan korban serta menyiapkan langkah bantuan sosial bagi warga terdampak.(*)

Warga Temukan Mayat di Pinggir Jalan Sengeti Muarojambi

MUARO JAMBI – Warga Kelurahan Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, dikejutkan oleh penemuan jasad seorang pria di area semak-semak pinggir jalan pada Kamis (26/3/2026) pagi. 

Hingga kini, pihak kepolisian masih berupaya mengungkap identitas serta penyebab pasti kematian korban.

Peristiwa yang terjadi di wilayah RT 16, Kecamatan Sekernan ini mendadak viral setelah video amatirnya beredar luas di media sosial. 

Berdasarkan rekaman yang beredar, korban ditemukan dalam posisi tergeletak dengan pakaian terakhir bagian atasan baju berwarna biru dan bawahan celana berwarna putih.

Penemuan ini pertama kali dilaporkan oleh warga setempat yang melintas, yang kemudian langsung melaporkannya ke pihak berwajib.

Baca Juga: Usai Cari Ikan, Seorang Pemuda Malah Temukan Tengkorak di Pesisir Tanjabtim Jambi

Kapolsek Sekernan, AKP Taroni Zebua, mengonfirmasi bahwa personelnya telah diterjunkan ke lokasi sesaat setelah menerima laporan untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Benar, saat ini tim masih melakukan olah TKP dan lokasi sudah dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan," ujar AKP Taroni Zebua saat dikonfirmasi media.

Untuk mengungkap tabir di balik kematian pria tersebut, jasad korban telah dievakuasi ke RSUD Bhayangkara Kota Jambi. Tim medis dan forensik akan melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui apakah terdapat tanda-tanda kekerasan atau penyebab medis lainnya.

Baca Juga: 

Ini Petunjuk Fisik Temuan Kerangka di Pesisir Tanjabtim, Polisi: Jika ada yang kehilangan Keluarga, Harap Melapor!

Heboh Uang Palsu Rp50 Ribu dan Rp100 Ribu Beredar di Balai Hiang Kerinci

Pihak kepolisian memastikan proses evakuasi berjalan lancar dengan pengamanan ketat. Namun, hingga berita ini diturunkan, identitas resmi korban belum diketahui.

Pihak Kepolisian Sektor Sekernan meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi liar di media sosial, serta melapor ke kantor polisi terdekat jika merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri pakaian tersebut, dan menunggu hasil rilis resmi dari tim identifikasi Polri.

Kasus ini kini menjadi atensi kepolisian setempat guna memastikan apakah kejadian ini murni musibah atau terdapat indikasi tindak pidana. (adz)

Ini Petunjuk Fisik Temuan Kerangka di Pesisir Tanjabtim, Polisi: Jika ada yang kehilangan Keluarga, Harap Melapor!

Ini Petunjuk Fisik Temuan Kerangka di Pesisir Tanjab Timur, Polisi meminta Jika ada yang kehilangan Keluarga dengan ciri-ciri itu agar segera melapor.(Ist)

TANJABTIM – Warga Desa Sungai Sayang, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Timur, Jambi, mendadak gempar. Sesosok kerangka manusia tanpa identitas ditemukan tergeletak di area pesisir pantai pada Rabu (25/3/2026) sore sekitar pukul 15.30 WIB.

Penemuan kerangka manusia ini bermula saat seorang warga setempat tengah mencari kepiting di sekitar lokasi. Aroma tidak sedap yang menyengat menuntun saksi menemukan tulang-belulang yang masih terbalut pakaian lengkap.

Kapolres Tanjab Timur, AKBP Ade Candra, melalui Kasat Reskrim AKP Ahmad Soekani Daulay, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari Polsek Sadu.

"Saksi awalnya mencium bau bangkai saat mencari kepiting. Setelah ditelusuri, ternyata bersumber dari kerangka manusia yang berada sekitar 2 kilometer dari pemukiman warga," ujar AKP Ahmad Soekani.

Akan Dilakukan Otopsi

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan beberapa petunjuk fisik, di antaranya korban mengenakan baju lengan panjang berwarna abu-abu dengan kombinasi warna ungu pada bagian lengan, diperkirakan tinggi sekitar 154 cm, dan sudah menjadi kerangka, sehingga jenis kelamin serta wajah tidak lagi dapat dikenali secara visual.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menerima laporan adanya warga hilang di sekitar Desa Sungai Sayang. Untuk mengungkap tabir kematian korban, kerangka tersebut telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Jambi.

Baca Juga: 

Usai Cari Ikan, Seorang Pemuda Malah Temukan Tengkorak di Pesisir Tanjabtim Jambi

Heboh Uang Palsu Rp50 Ribu dan Rp100 Ribu Beredar di Balai Hiang Kerinci

"Pihak medis akan melakukan otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian, serta mencari tahu apakah ada indikasi tindakan kekerasan atau kriminal sebelum korban meninggal dunia," tambah Kasat Reskrim.

Polres Tanjab Timur meminta masyarakat, baik di dalam maupun di luar Provinsi Jambi, yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri pakaian tersebut untuk segera melapor.

Masyarakat dapat menghubungi Call Center: 110, Polres Tanjab Timur 0822-8215-9776 (Kasat Reskrim), dan atau unit identifikasi 0813-6085-603.

Polisi berharap kerja sama masyarakat dapat mempercepat proses identifikasi kerangka yang kini dijuluki sebagai "Mr. X" tersebut agar dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga. (***)

Sungai Batanghari Kembali Makan Korban, Kali ini Remaja 19 Tahun

Sungai Batanghari tepatnya didesa Muara Ketalo Tebo ilir Kembali memakan Korban, Kali ini Remaja 19 Tahun terpeleset dan terseret arus sungai.(ist)

Tebo | Merdekapost.com - Sungai Batanghari Desa Muaro Ketalo Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo kembali makan korban. Senin (23/03/2026).

Kali ini Abdul Hafiz (19) remaja laki laki warga Desa Muaro Ketalo Kecamatan Tebo Ilir menjadi korban tengelam di Sungai Batanghari Kabupaten Tebo.

Baca Juga: Polres Kerinci Tertibkan Pungli Parkir di Objek Wisata Air Terjun Telun Berasap

Keterangan saksi di lokasi kejadian diketahui sekitar pukul 13:00 Wib saat korban sedang menunggu perahu penyeberangan ia terpeleset dan terbawa arus sungai.

"saat menunggu perahu untuk nyebrang dia terpeleset dan terseret arus sungai". ujar saksi mata

Baca Juga: Bupati Batang Hari Tunaikan Salat Idul Fitri Bersama Warga, Pererat Kebersamaan di Hari Kemenangan

“Terdengar suara benda jatuh ke dalam sungai, warga langsung melakukan pencarian di temukan sepeda motor korban di tepi sungai, namun hingga saat ini korban belum di temukan” Sebut saksi.

Saat ini pihak Kepolisian, Karomil bersama-sama warga setempat hingga saat ini terus melakukan upaya pencarian terhadap korban.(Red)

Kabar Duka, Penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia dalam Usia 35 Tahun

Penyanyi Vidi Aldiano. (Instagram @vidialdiano)

Jakarta - Penyanyi dan penulis lagu Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (7/3). Kabar duka tersebut disampaikan keluarga dan sejumlah rekan musisi melalui media sosial.

Unggahan pembawa acara dan kreator konten Deddy Corbuzier di media sosial menuliskan pesan emosional yang ditujukan kepada penyanyi Vidi Aldiano.

elalui akun Instagram pribadinya @mastercorbuzier, Deddy mengunggah ilustrasi hati yang retak dengan latar hitam disertai tulisan, “My heart is broken. Badly broken. You gone too soon… Beautiful soul… Vidi Aldiano".

Dalam keterangan unggahannya, Deddy juga menuliskan pesan bernada penyesalan.

“I hate my self for not knowing you longer than I should,” tulisnya.

Unggahan tersebut langsung menarik perhatian warganet dan menuai ribuan komentar dalam waktu singkat.

Pelantun lagu “Nuansa Bening” itu meninggal dunia pada Sabtu sore setelah menjalani perawatan terkait penyakit kanker ginjal yang telah dideritanya dalam beberapa tahun terakhir.

Informasi mengenai wafatnya Vidi Aldiano pertama kali beredar di media sosial setelah sejumlah tokoh dan musisi menyampaikan ucapan belasungkawa, di antaranya komposer Andi Rianto, Adib Hidayat serta beberapa figur publik lain.

Kabar tersebut kemudian dikonfirmasi oleh pihak keluarga yang menyatakan bahwa Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

Sebelumnya, penyanyi kelahiran Jakarta itu diketahui mengidap kanker ginjal sejak 2019 dan sempat menjalani operasi serta perawatan medis di luar negeri.

Dalam beberapa bulan terakhir, aktivitasnya di dunia hiburan juga berkurang karena fokus pada pemulihan kesehatan.

Vidi Aldiano dikenal sebagai salah satu penyanyi pop Indonesia yang memulai karier sejak akhir 2000-an.

Ia meraih popularitas melalui sejumlah lagu seperti “Nuansa Bening”, “Status Palsu”, dan “Cinta Jangan Kau Pergi”.(Adz/ANTARA)

Rusli Korban Kebakaran Sungai Batu Gantih Menangis Haru, Pemkab Kerinci dan Anggota DPRD Provinsi Jambi Hadir Beri Bantuan

Rusli Korban Kebakaran Sungai Batu Gantih Menangis Haru, Pemda Kerinci dan Anggota DPRD Provinsi Jambi Turun Langsung Beri Bantuan.(adz/ist)

Kerinci | Merdekapost.com – Musibah kebakaran yang terjadi pada 16 Februari 2026 lalu menyisakan duka mendalam bagi Rusli (61), warga Desa Sungai Batu Gantih, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci. Namun di balik cobaan tersebut, Rusli tak kuasa menahan tetesan air mata haru saat menerima kunjungan dan bantuan dari berbagai pihak.

Sejak Selasa pagi (17/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB hingga sore hari, jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci hadir langsung ke lokasi kebakaran untuk menyerahkan bantuan. Bantuan tersebut berupa material bahan bangunan seperti seng untuk penutup atap, semen, serta bantuan sembako guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan.

Bantuan diserahkan langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Efrawadi yang mewakili Bupati Kerinci, Monadi, bersama BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Kerinci.

“Saya sebagai korban kebakaran mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran pemerintah daerah dalam rangka memberi bantuan. Bantuan ini sangat besar manfaatnya bagi kami,” ujar Rusli dengan mata berkaca-kaca.

Di hari yang sama pada Selasa sore, Rusli kembali menangis haru saat dikunjungi Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Komisi III Fraksi Golkar, Amrizal. Dalam kunjungannya, Amrizal turut menyerahkan bantuan sembilan bahan pokok untuk membantu kebutuhan sehari-hari korban.

Tak hanya itu, tokoh masyarakat Desa Sungai Batu Gantih sekaligus praktisi hukum, Hasan Basri, juga menyempatkan diri menjenguk Rusli. Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci dalam merespons musibah tersebut.

“Kunjungan beliau sebagai Anggota DPRD Jambi di tengah situasi bencana yang dialami masyarakat Desa Sungai Batu Gantih menunjukkan sosok politisi yang cukup merakyat saat dibutuhkan. Kehadiran ini memiliki nilai kemanusiaan antar sesama hamba Allah SWT. Semoga semua ini menjadi keberkahan untuk kita semua,” ungkapnya.

Musibah kebakaran ini menjadi pengingat akan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial. Kehadiran pemerintah dan wakil rakyat di tengah masyarakat yang tertimpa bencana menjadi wujud nyata sinergi dan empati dalam membangun kebersamaan.(Adz)

Tim SAR Gabungan Tutup Operasi Lapangan, H+7 Asmadi Korban Terseret Arus Sungai Belum Ditemukan, Keluarga dan Masyarakat Masih Terus Berupaya

Setelah seminggu melakukan pencarian Asmadi Korban Terseret Arus Sungai Pulau Lebar Belum Ditemukan, Tim SAR Gabungan Tutup Operasi Lapangan, Keluarga bersama Masyarakat Masih Terus Berupaya

SOLSEL, MERDEKAPOST.COM – Upaya pencarian terhadap Asmadi (45), warga Lubuk Pauh, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, yang dilaporkan hilang setelah terseret arus sungai, memasuki hari ketujuh pada Minggu (8/2/2026) lalu. Hingga operasi hari terakhir, korban belum berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Korban diketahui hilang sejak 2 Februari 2026. Saat itu, Asmadi bersama empat rekannya baru pulang dari kegiatan memancing di kawasan Pulau Lebar, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Dalam perjalanan pulang, korban dilaporkan tergelincir dari atas batu dan jatuh ke sungai sebelum akhirnya terseret arus deras.

Baca Juga: Sudah 3 Hari, Asmadi Warga Kerinci yang Terpeleset Ke Sungai dan Hanyut Terseret Arus Saat Memancing Hingga Kini Belum ditemukan

Sejak kejadian, operasi pencarian dilakukan oleh Basarnas bersama Tim SAR gabungan dari Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Kerinci. Tim tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD, TNI/Polri, Dinas Sosial, Damkar, RAPI, ORARI, TAGANA, Gerakan Muda Peduli, perangkat desa, serta masyarakat dari sejumlah wilayah seperti Lubuk Pauh, Jernih Jaya, Pelompek Pasar Baru, dan Siulak.

Proses pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai dari lokasi awal kejadian hingga ke bagian hilir. Selain itu, tim juga memeriksa sejumlah titik yang diperkirakan berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban. Namun hingga hari ketujuh, hasil pencarian masih belum membuahkan hasil.

Koordinator Unit Siaga SAR Solok Selatan, Vivien Hans Prima, menyampaikan bahwa operasi pencarian di lapangan resmi dihentikan mulai hari kedelapan. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan dengan menyebarkan informasi kepada pemerintah daerah serta masyarakat yang berada di sepanjang aliran sungai.

Apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, bersama Kepala Seksi Operasi Hendri, akan segera memerintahkan Unit Siaga SAR Solok Selatan untuk melaksanakan proses evakuasi.

Tim SAR juga menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam kepada keluarga korban serta masyarakat Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci. Seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian turut diapresiasi atas kerja sama dan dedikasi selama proses pencarian berlangsung.

Pihak SAR berharap adanya informasi baru dari masyarakat yang dapat membantu proses penemuan korban.

Keluarga dan Warga Desa Masih Terus Berupaya

Sementara itu, Meskipun Tim Basarnas secara resmi telah mengakiri operasi lapangan pencarian korban, namun pihak keluarga bersama masyarakat masih terus berupaya melakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai

Mereka menyusuri titik-titik yang dicurigai sebagai tempat korban dan kemungkinan tersangkut atau tenggelamnya korban

"kami masih terus berusaha untuk menemukan korban (asmadi) apapun kondisinya, kepada seluruh masyarakat Kerinci mohon do'anya agar Asmadi bisa segera ditemukan". Ujar salah seorang warga yang ikut dalam pencarian

Dirumah korban di Lubuk pauh, juga terus dilakukan pengajian dan do'a-do'a bermohon kepada yang maha kuasa agar Asmadi atau biasa dipanggil Pak Ema bisa diberikan petunjuk oleh Allah SWT.(*)

Prajurit TNI AL Asal Kerinci Praka Mar. M. Genta Al Akbar Dimakamkan; Penuh Haru Mulai dari Pelepasan Jenazah oleh Pangkormar Hingga Pemakaman Militer Dipimpin oleh Dandim 0417/ Kerinci

Prajurit TNI AL Asal Kerinci Praka Mar. M. Genta Al Akbar Dimakamkan; Penuh Haru dan duka mendalam mulai dari Pelepasan Jenazah oleh Pangkormar Hingga Pemakaman Secara Militer Dipimpin oleh Dandim 0417/ Kerinci.(mpc)

Merdekapost.com - Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi memimpin secara langsung upacara persemayaman dan pelepasan jenazah almarhum Praka Marinir (Anumerta) Muhammad Dirwa Alfalah dan Praka Marinir (Anumerta) Muhammad Genta Al Akbar. Keduanya merupakan prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang gugur dalam penugasan akibat bencana tanah longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Upacara tersebut dilaksanakan di Lanudal Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pada Jumat (6/2/2026), sebagai bentuk penghormatan terakhir institusi kepada prajurit yang telah mengorbankan jiwa raga dalam menjalankan tugas negara.

TNI AL melaksanakan upacara pelepasan jenazah almarhum Praka Marinir (Anumerta) Muhammad Dirwa Alfalah dan Praka Marinir (Anumerta) Muhammad Genta Al Akbar

Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan jenazah di Lanudal Pondok Cabe menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara jenis CN-295. Setibanya di apron, jenazah diturunkan dari pesawat dan dipindahkan ke kereta merta guna persiapan prosesi selanjutnya.

Usai prosesi penerimaan, dilaksanakan salat jenazah yang diikuti oleh keluarga almarhum, pejabat TNI Angkatan Laut, serta prajurit Korps Marinir. Selanjutnya, upacara persemayaman dan pelepasan jenazah secara militer dipimpin langsung oleh Pangkormar dan berlangsung dengan khidmat serta tertib.

Berita Terkait: Tragedi Longsor di Cisarua, 23 Marinir Tertimbun Longsor, Satu diantaranya Putra Hiang Kerinci Pratu Mar. M. Genta Al Akbar

Kegiatan ini menjadi wujud penghormatan dan penghargaan Korps Marinir TNI AL kepada prajurit yang gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan di daerah bencana. Setelah upacara pelepasan, jenazah diberangkatkan menggunakan pesawat TNI Angkatan Laut menuju daerah asal masing-masing untuk dimakamkan.

Selanjutnya Jenazah diterbangkan menuju Bandara Internasional Minang Kabau Padang Sumatera Barat. Mengingat jarak tempuh yang relatif lebih singkat (6-7 jam) menuju Kabupaten Kerinci tepatnya Desa Hiang Lestari Kecamatan Sitinjau Laut sebagai tempat peristirahatan terakhir sang Prajurit.

Ribuan warga terlihat ikut menyambut kedatangan jenazah Muhammad Genta saat tiba di Desa Hiang Kabupaten Kerinci  

Dandim 0417/Kerinci Pimpin Pemakaman Secara Militer Praka M. Genta Al Akbar di Desa Hiang Lestari

Komandan Kodim 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P., memimpin langsung pemakaman militer almarhum Praka Marinir (Anm) Muhammad Genta Al Akbar di Desa Hiang Lestari, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Sabtu (07/02/2026).(mpc)

Komandan Kodim 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P., memimpin langsung pemakaman militer almarhum Praka Marinir (Anm) Muhammad Genta Al Akbar di Desa Hiang Lestari, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Sabtu (07/02/2026). 

Upacara persemayaman berlangsung khidmat di rumah duka sebelum dilanjutkan di pemakaman.

Upacara militer di lakukan sebagai penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara. Dandim 0417/Kerinci bertindak sebagai Inspektur Upacara dan memimpin seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh rasa hormat dan duka cita.

Dalam sambutannya, Dandim menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. “Kepergian almarhum merupakan duka mendalam bagi keluarga, satuan, dan seluruh prajurit TNI. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Pemakaman militer di tandai penghormatan pasukan, tembakan salvo, serta penyerahan Bendera Merah Putih kepada keluarga sebagai simbol penghormatan negara atas jasa almarhum. Seluruh prosesi berjalan tertib dan khidmat, penuh suasana haru.

Hadir dalam upacara jajaran TNI, aparat pemerintah setempat, tokoh masyarakat, serta keluarga dan kerabat almarhum. Kehadiran mereka menjadi bukti penghormatan dan rasa kehilangan yang mendalam terhadap pengabdian sang prajurit.

23 Prajurit yang Gugur dalam Tragedi Longsor Cisarua Bandung, 17 Jenazah sudah dimakamkan, 6 masih proses Pencarian:

1. Serka Mar Afriansyah S. (NRP. 118630)

2. Serda Mar Sidiq H. (NRP. 108833)

3. Serda Mar Anthoni Tahara Putra (NRP. 137926)

4. Serda Mar Rein Pasau (NRP. 139570)

5. Serda Mar Riswan Aradia (NRP. 143310)

6. Koptu Mar Choni Chorniawan (NRP. 108799)

7. Pratu Mar Febry Bramantio (NRP. 129926)

8. Pratu Mar Andiko Affiari Rahmat (NRP. 132530)

9. Prada Mar Muhammad Dirwa A. (NRP. 136379)

10. Pratu Mar Muhammad Genta Al Akbar (NRP. 136464)

11. Prada Mar Erik Rinaldi (NRP. 140504)

12. Pratu Mar B. C. Silitonga (NRP. 142635)

13. Pratu Mar Dicky Yogha P. (NRP. 129056)

14. Pratu Mar Heru Susanto (NRP. 128953)

15. Pratu Mar Hamid Dwi Ismail (NRP. 126679)

16. Praka Mar Ari Kurniawan (NRP. 125191)

17. Praka Mar Anton Kharisma (NRP. 124579)

18. Praka Mar Randa Pratama (NRP. 123972)

19. Praka Mar Andre Nicky Olga S. (NRP. 123213)

20. Praka Mar Ulil Amri (NRP. 123157)

21. Praka Mar Muhammad Kori (NRP. 122334)

22. Praka Mar Muhamad Mahfudi (NRP. 121461)

23. Koptu Mar Edi Haryono (NRP. 111964)

Informasi yang dihimpun, Hingga Jum'at (6/2/2026) atau hari ke-13 pascakejadian, Korps Marinir TNI Angkatan Laut secara bertahap telah melaksanakan pelepasan terhadap 17 jenazah prajurit. Sementara itu, enam prajurit lainnya masih dalam proses pencarian.

Untuk mempercepat upaya evakuasi, Tim SAR gabungan TNI–Polri hingga saat ini terus melakukan pencarian secara intensif dan maksimal di lokasi-lokasi yang telah ditentukan.(adz)

BREAKING NEWS : Diduga Gantung Diri, Warga Kumun Debai Ditemukan Meninggal Dunia

 

Diduga Gantung Diri, Warga Kumun Debai Ditemukan Meninggal Dunia.(ist)

SUNGAl PENUH – Warga RT 05 Komplek Nusantara, Desa Air Teluh, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh, digemparkan dengan penemuan seorang warga yang meninggal dunia di rumahnya, Kamis malam (5/2/2026).

Korban diketahui berinisial D, diduga meninggal dunia akibat gantung diri. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Ketua RT 05 Desa Air Teluh, Helmi, membenarkan peristiwa tersebut.

Baca Juga:

Gerakan Indonesia Asri, Langkah Bersama Polres Kerinci Jaga Lingkungan

Bupati Monadi Lantik Enam Pejabat Eselon II Pemkab Kerinci, Ini Nama-namanya

Ia mengatakan kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 21.00 WIB, saat sejumlah tetangga mendatangi rumah korban.

“Iya benar, sekitar jam 21.00 WIB tetangga datang ke rumah korban dan mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung menggunakan tali berwarna hijau,” ujar Helmi saat dikonfirmasi, dikutip dari media Indojatipost.

Saat ditemukan, korban mengenakan kaos berwarna biru dan celana panjang. Peristiwa ini sontak membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi kejadian.

Pantauan di RSUD MH Thalib Kota Sungai Penuh, jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. 

Terlihat aparat kepolisian dari Polres Kerinci berada di lokasi guna melakukan pemeriksaan serta mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti dan motif di balik peristiwa tersebut. Polisi belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan awal.(*)

Seniman Kerinci-Sungai Penuh Kembali Berduka, Hendrayadi Musisi Senior, Aranger dan Pencipta lagu Kerinci Meninggal Dunia

Seniman Kerinci-Sungai Penuh Kembali Berduka, Hendrayadi Musisi Aranger dan Pencipta lagu Kerinci Dipanggil yang maha Kuasa.(adz/mpc)

Kerinci, Merdekapost.com - Innalillahiwainna ilaihi rodjiu'un, Seniman Kerinci kembali berduka, atas meninggalnya Bang Hendra (Hendrayadi) atau biasa dipanggil Hen Suling. 

Almarhum dikenal sebagai semiman senior, musisi/arranger dan pencipta lagu kerinci

Informasi sementara yang beredar, Almarhum Hendra mengalami kecelakan lalu lintas di jalan perbatasan seleman dengan simpang empat Tanjung tanah kecamatan Danau Kerinci

Ucapan duka memenuhi halaman media sosial baik Facebook maupun Instagram yang berdatangan dari kolega, handai taulan dan rekannya sesama seniman 

Seperti ditulis akun @Riky Qincay, Innalillahi..

Selamat jalan senior ku,guru ku.wo orang baik..😭😭 

Semoga ibadan wo di terima di sisi Allah..amin🙏🙏

Semoga Khusnul khotimah...

Al-fatihah

kemudian, @Andri Kanik  merasa sedih bersama Joni Saswanto dan Let Dharma Valens di Sungaipenuh.

"Selamat Jalan Bang Hendrayadi Hen Dra Yadi 

Kerinci sungai penuh kehilangan salah satu Musisi Senior 😭😭

Saya bersaksi Abang orang Baik dan ramah.

Banyak kenangan bersama Almarhum.

Moga Almarhum ditempat kan di sorga NYA Allah SWT.

Moga Husnul khatimah" 🤲 

@Renima : Innalillah wainnailhirojiun 

Ndeh BG hen ndk nyangko da hen lah pegi.

@Yandisa Noveri (Vazio Prosund)

Innalillahiwainnailaihirrojiun, saya pribadi dan keluarga besar Vazio Prosound, turut berduka cita atas meninggalnya bg senior  Hendrayadi salah seorang rekan musisi/arranger, dan pencipta lagu kerinci, saya bersaksi bahwa beliau orang baik, semoga husnul khatimah amin....

@Hengki Mandhor bersama Rony Nofrianto dan 

Innalillahi wainnailaihi rojiun telah meninggal senior kami BG Hendrdra keyboard semoga amal ibadah beliyau di terima di sisi Allah SWT 🤲🤲

@Lisa Jihan:

Innalillaahiwainnailaihirooji'uun...

Insan seni / Musisi kab.kerinci, Kota Sungai penuh berduka🥹

Telah berpulang ke rahmatullaah.. 

Salah satu Arranger senior di kab.kerinci & Sungai penuh,. Bang Hendrayadi 

Semoga beliau Husnul khotimah

Semoga klrga yg di tinggalkan di beri kesabaran dan ketabahan.. Aamiin..🤲

Alfatihah buat bang hen🤲🥹

@Bang Adzan Merdekapost: Semoga Alm. mendapat tempat yang layak disisi-nya

diampuni segala dosa semasa hidup, diterima amal ibadahnya

Beliau orang baik, tempatkanlah dia di surgaMu ya Allah...

Amin ya Robbal alamin

(adz/merdekapost.com)

Sudah 3 Hari, Asmadi Warga Kerinci yang Terpeleset Ke Sungai dan Hanyut Terseret Arus Saat Memancing Hingga Kini Belum ditemukan

Memasuki Hari Ke-3 Proses Pencarian, Asmadi Korban yang Terpeleset Ke Sungai Saat Memancing dan hilang terbawa arus hingga kini Belum ditemukan; Basarnas Terkendala Cuaca dan wilayah blank spot.(ist)

Solok Selatan, Merdekapost.com – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih terus dilakukan terhadap seorang warga Kabupaten Kerinci yang dilaporkan terjatuh dan hanyut di aliran Sungai Pulau Lebar, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

Korban diketahui bernama Asmadi (45), warga Desa Lubuk Pauh, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci. Hingga berita ini diturunkan, korban masih berstatus dalam pencarian (DP).

Kepala Unit Basarnas Solok Selatan, Vivien Handprima, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata, Alias (40), warga Kecamatan Gunung Tujuh, saat kejadian korban sedang memancing ikan bersama empat rekannya di sekitar aliran Sungai Pulau Lebar.

“Korban diduga tergelincir saat hendak berpindah posisi memancing di tepian sungai yang licin, lalu terjatuh dan terseret arus sungai yang saat itu cukup deras,” ujarnya.

Menindaklanjuti laporan kejadian tersebut, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI/Polri, Pemerintah Daerah Kabupaten Solok Selatan, Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci, perangkat Desa Gunung Tujuh, serta masyarakat setempat langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

Namun hingga kini, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Proses evakuasi dan pencarian menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi sungai yang curam dan sempit, medan yang cukup sulit dijangkau, serta lokasi kejadian yang berada di wilayah blank spot, sehingga menyulitkan komunikasi dan koordinasi di lapangan.

Selain itu, cuaca hujan disertai kecepatan angin sekitar 5 knot turut memengaruhi optimalisasi operasi SAR di lokasi.

“Meski terkendala cuaca dan medan, tim SAR gabungan tetap melanjutkan pencarian dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel,” tambah Vivien.

Pihak Basarnas memastikan operasi pencarian akan terus dilakukan dengan menyesuaikan perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan, sembari berharap korban dapat segera ditemukan.(adz)

Tragedi Longsor di Cisarua, 23 Marinir Tertimbun Longsor, Satu diantaranya Putra Hiang Kerinci Pratu Mar. M. Genta Al Akbar

Tragedi Longsor di Cisarua, 23 Marinir Tertimbun Longsor, Satu diantaranya Putra Hiang Kerinci Pratu Mar M. Genta.(adz/mpc) 

KSAL Ungkap 23 Prajurit Marinir Tertimbun Longsor di Cisarua Bandung Barat

MERDEKAPOST.COM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengonfirmasi 23 prajurit marinir yang tertimbun longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Kabar tersebut sebelumnya beredar di media sosial.

"Memang terdapat 23 anggota marinir yang tertimbun longsor," ujar Ali usai menghadiri rapat bersama Komisi I DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Ali melaporkan, saat ini sudah ditemukan empat personel dalam kondisi meninggal dunia. Sementara, selebihnya hingga saat ini belum ditemukan dan masih terus dilakukan pencarian.

"Alat berat memang belum bisa masuk, karena kondisi cuaca dan jalan yang kecil. Tapi ini akan kita laksanakan pencarian dengan teknologi dengan drone  thermal dan anjing pelacak," katanya.

Pratu Marinir MUHAMMAD GENTA AL AKBAR

Kabar duka ini juga disampaikan Salah satu keluarga genta, melalui postingan di akun Facebook miliknya, “ Imel Attariq ” yang diketahui merupakan kakak kandung dari genta.

“Innalillahiwainnailaihirojiun 

Adikku genta, kakak iklas gen. 

Balek lah gen kk tunggu drmah gen.. 

mohon doanya temen2 smua ”..

Ungkapan duka juga disampaikan oleh Akun Mamuk Habib Kades Hiang Lestari

Innalillahwainnailaihirojiun...

Kami Pemerintah Desa Hiang Lestari ikut berduka cita atas meninggalnya Putra Terbaik Desa Hiang Lestari yaitu Pratu Marinir MUHAMMAD GENTA AL AKBAR di  Cisarua Bandung Barat, semoga Almarhum Husnul Khotimah serta keluarga yg di tinggalkan  sabar dan tabah menghadapi cobaan yg sangat berat ini. Aamiin..YRA

Sumber : iNews.id

Sempat Mau Kabur, Pelaku Penganiayaan Maut di Air Hangat Timur Diringkus di Danau Kerinci, Ini Tampangnya!

Sempat Mau Kabur, SS terduga Pelaku Penganiayaan Maut di Air Hangat Timur Diringkus Tim Opsnal Satreskrim Polres Kerinci di Danau Kerinci.(adz/mpc) 

Kerinci, Merdekapost.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kerinci kembali menunjukkan respons cepat dalam penegakan hukum. Terduga pelaku penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya seorang pemuda di Kecamatan Air Hangat Timur berhasil diringkus hanya dalam hitungan jam, Minggu malam (25/01/2026).

Pengungkapan kasus ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/7/I/2026/SPKT/Polres Kerinci/Polda Jambi, tertanggal 25 Januari 2026. Korban diketahui bernama Rafi (18), yang meninggal dunia saat dievakuasi menuju RS M. Thalib Sungai Penuh.

Terduga pelaku berinisial SS (21), warga Desa Koto Tebat, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci. Pelaku diduga kuat melakukan penganiayaan terhadap korban hingga mengakibatkan korban kehilangan nyawa.

Berita Terkait: Seorang Pemuda Koto Tebat Kerinci Tewas Dianiaya, Pelaku Berhasil Dibekuk Polisi Kurang dari 5 jam

Penangkapan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Very Prasetiawan. Setelah menerima laporan kejadian sekitar pukul 17.00 WIB, Tim Opsnal Satreskrim segera bergerak melakukan penyelidikan intensif dan pelacakan terhadap terduga pelaku.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pelaku melarikan diri ke arah wilayah Danau Kerinci. Sekitar pukul 21.30 WIB, tim berhasil mengamankan SS saat berada di tepi jalan Desa Sanggaran Agung, Kecamatan Danau Kerinci. Selanjutnya, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Kerinci untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, terduga pelaku dijerat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Baru Pasal 466 ayat (3). Selain itu, penyidik juga menerapkan Pasal 80 ayat (3) jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, mengingat korban dan sejumlah saksi masih di bawah umur.

Bacaan Lainnya:

Mutasi Kejaksaan Agung: Kasi Pidsus Sungai Penuh Yogi Purnomo Bergeser ke Kejari Majalengka

Sidang Korupsi PJU Kerinci, Saksi Ahli BPKP Bongkar Aliran Dana 'Panas' Rp 530 Juta ke 13 Anggota Dewan Kerinci

Gubernur Jambi Tegas Pindahkan Guru Agus yang Dikeroyok Siswa, Minta Segera Dilakukan Tes Kejiwaan

Terkait penyebab pasti kematian korban, pihak kepolisian memastikan akan melakukan otopsi. 

Meski pemeriksaan luar tidak menemukan luka terbuka yang mencolok, langkah tersebut dilakukan untuk kepastian hukum.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban dan mereka menyetujui dilakukan otopsi. Untuk pelaksanaannya, kami juga berkoordinasi dengan dokter forensik dari RSUP M. Jamil Padang,” ujar AKP Very Prasetiawan.

Polres Kerinci juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Saat ini, terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Kerinci dan proses penyidikan terus berlanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, motif penganiayaan maut tersebut belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan kepolisian.(Adz)

Lakukan Olah TKP Penemuan Warga Meninggal Dunia di Desa Semumu, Ini Keterangan Resmi Polres Kerinci

Pasca dilakukan Olah TKP Penemuan Warga Meninggal Dunia di Desa Semumu, Polres Kerinci sebut  Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. Jenazah.(Ali/mpc) 
KERINCI – Jajaran Satreskrim Polres Kerinci bersama Polsek Air Hangat Timur (AHT) melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait penemuan mayat seorang laki-laki yang diduga meninggal dunia akibat gantung diri di Desa Semumu, Kecamatan Depati VII, Kabupaten Kerinci, pada Sabtu malam (17/01/2026).

​Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim mengonfirmasi bahwa korban berinisial NA (40), seorang warga setempat, pertama kali ditemukan oleh kerabatnya, Rengki Afdal, sekira pukul 21.00 WIB.

​"Saksi merasa curiga karena korban tidak kunjung keluar dari kamar sejak waktu Magrib. Saat saksi mengecek ke dalam kamar, korban ditemukan sudah dalam keadaan tergantung di pintu kamar mandi dengan menggunakan kain gorden," ujar Kasat Reskrim dalam keterangannya.

Bacaan Lainnya:

Warga Semumu Kerinci Geger, Seorang Pria NA (41) Ditemukan Tak Bernyawa Sabtu Malam

Zarzani Nekat Terjun di Sungai Batanghari, Damkartan Evakuasi Cepat

Setelah 3 Hari, Perempuan yang Lompat dari Jembatan Aurduri I Ditemukan Tewas 20 KM dari Lokasi Kejadian

Saksikan, Laga Hidup Mati Grup B, PS Kota Sungai Penuh Vs Tanjabbar, Ini Jadwalnya!

​Mendapat laporan tersebut, Personil Unit Identifikasi Inafis Sat Reskrim Polres Kerinci langsung bergerak cepat mendatangi lokasi untuk mengamankan TKP dan melakukan identifikasi awal. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan dan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan mental atau depresi.

​"Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. Jenazah saat ini telah diserahkan kepada pihak keluarga dan sudah dilakukan proses pemakaman," tambahnya.

​Atas kejadian ini, Polres Kerinci mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih peka dan peduli terhadap anggota keluarga maupun lingkungan sekitar, terutama bagi mereka yang sedang mengalami permasalahan psikis atau depresi, guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.(*)

​(Ali/Sumber: Humas Polres Kerinci)


Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs