5 Hari Dicari, Janal Pemancing yang Hanyut Di Sungai Dalam Sangir Akhirnya Ditemukan

EVAKUASI: Setelah 5 Hari Dicari, Janal Pemancing yang Hanyut Di Sungai Dalam Sangir Akhirnya Ditemukan.(Ist)

Solok Selatan, Merdekapost.com - Operasi pencarian pemancing yang hanyut di Sungai Dalam, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, akhirnya resmi ditutup hari ini, Jumat (6/11/2026).

Korban atas nama Pak Janal (48) adalah warga Pelompek Pasar Baru Gunung Tujuh yang sudah dilaporkan hilang sejak Senin (2/11) lalu, berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan sejauh kurang lebih 4,36 kilometer dari lokasi awal kejadian. 

Begitu ditemukan, jenazah almarhum langsung dievakuasi dan diserahkan ke pihak keluarga di rumah duka.

Baca Juga: Sudah 3 Orang Korban Hanyut di Air Terjun Sungai Dalam Sangir, Janal Korban yang Ketiga

Lima hari pencarian ini benar-benar jadi bukti solidaritas yang luar biasa dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, hingga warga setempat yang ikutan bahu-membahu menyisir pinggiran sungai. 

Informasi yang diterima media ini, Jenazah Janal di evakuasi dan diantar  kerumah duka dan diserahkan kepada keluarga, dan tidak menunggu lama korban langsung dimakamkan.

Ucapan duka dari warga mengalir deras di media sosial, terjatuh dan hanyutnya Pak Janal telah menjadi perhatian warga dikarenakan proses pencarian yang berlangsung cukup lama yaitu sampai 5 hari

Sementara itu, pihak keluarga mengucapkan ribuan terima kasih kepada Basarnas Solok Selatan, BPBD Kerinci, TNKS, Kepolisian dan seluruh masyarakat yang telah ikut turun langsung dalam proses pencarian yang cukup panjang selama 5 hari. 

Selain itu, keluarga juga mengharapkan do'a dari seluruh masyarakat untuk almarhum serta memaafkan seandainya Almarhum pernah berbuat salah dan khilaf semasa hidup

Baca Juga: 

Pergi Mancing, Warga Pelompek Kerinci Dikabarkan Hanyut di Sungai Sangir Solok Selatan

Hari Ke-4 Pencarian Janal Warga yang Hanyut di Sungai Sangir, Basarnas: Masih Nihil

Segenap keluarga besar Merdekapost.com turut berdukacita yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan almarhum husnul khatimah.

Buat warga sekalian sekalian, selalu stay safe dan ekstra hati-hati ya kalau lagi beraktivitas di dekat arus sungai yang deras! (Adz)

WNA Asal Australia Ditemukan Meninggal Dunia di Homestay Kayu Aro Barat, Diduga Akibat Serangan Jantung

Proses pemakaman jenazah Eric Philip Van Druten (67) yang ditemukan meninggal dunia di Homestay salah satu Homstay di Desa Giri Mulyo, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci, pada Senin (2/11/2026).(Ist) 

​KERINCI — Warga Negara Asing (WNA) asal Australia bernama Eric Philip Van Druten (67) ditemukan meninggal dunia di Homestay Pelangi, Desa Giri Mulyo, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci, pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

​Kapolres Kerinci melalui jajaran kepolisian setempat menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya sendiri bersama seorang saksi setelah curiga korban tidak merespons panggilan telepon untuk mengantarkan sekolah.

​"Korban ditemukan di dalam kamar homestay dengan posisi miring ke kiri. Setelah dilakukan pengecekan oleh saksi dan tim medis, korban dipastikan telah meninggal dunia," ujar pihak kepolisian.

​Kronologis Kejadian

​Peristiwa tersebut bermula pada Senin pagi sekira pukul 08.00 WIB, saat saksi sekaligus anak kandung korban, Pelangi (14), mencoba menghubungi korban via telepon untuk meminta diantar ke sekolah. Karena panggilan tidak dijawab, saksi mendatangi kamar korban di Homestay Pelangi.

​Mendapati pintu kamar terkunci dan tidak ada jawaban saat diketuk, saksi memanggil saksi lainnya, Edi Basuki. Dengan bantuan tersebut, pintu kamar didorong secara paksa. Korban ditemukan sudah terbaring dengan kondisi wajah kebiruan, dan saat nadinya diperiksa, korban sudah tidak bernyawa.

​Pemeriksaan Medis dan Penolakan Otopsi Oleh Keluarga

​Tim medis dari Puskesmas Gunung Labu yang dipimpin oleh dr. Maifren Setia Royes langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.

​Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Ditemukan tanda kebiruan pada bibir, kekakuan mayat, suhu tubuh yang menurun, serta bibir kering. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, dokter mendiagnosa sementara bahwa korban meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung mendadak.

​Pihak keluarga dan anak kandung korban menyatakan ikhlas atas kepergian korban serta tidak bersedia dilakukan otopsi maupun visum, yang diperkuat dengan penandatanganan surat pernyataan resmi.

Pihak Kepolisian melakukan ​Koordinasi bersama Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kerinci dan pemerintah desa setempat guna menindaklanjuti peristiwa yang melibatkan warga negara asing tersebut.

Berdasarkan informasi terakhir yang diterima redaksi, jenazah korban telah dimakamkan di lingkungan Homestay Pelangi, Desa Giri Mulyo, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci.(Adz)

Terseret Arus Sungai Batang Asai, Setelah 2 Hari Dicari Kakek Bawi Ditemukan Meninggal

Tim SAR bersama warga mengevakuasi jenazah Bawi (66), Minggu (1/11/2026). Lansia itu dilaporkan hanyut di Sungai Batang Asai Sarolangun pada Jum'at (30/10) lalu. (Ist)

MERDEKAPOST.COM | SAROLANGUN – Setelah dua hari pencarian, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Bawi (66), lansia yang dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Batang Asai, Kabupaten Sarolangun.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 09.10 WIB.

Bawi merupakan warga RT 07 Desa Pulau Salak Baru, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun.

Kepala Pos SAR Bungo, M Andri, mengatakan korban ditemukan sekitar tiga kilometer dari lokasi awal kejadian ke arah hilir sungai.

"Alhamdulilah, pada hari Minggu pagi ini sekitar pukul 09.10 WIB korban Bawi berhasil ditemukan oleh Tim Gabungan.

"Korban ditemukan dari TKP tenggelam itu berjarak kurang lebih 3 kilometer ke arah hilir sungai," tutur M Andri.

Setelah ditemukan, jasad korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.

Kronologi Kejadian

Sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (30/10/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.

Saat itu, korban hendak menyeberangi Sungai Batang Asai menggunakan perahu di Desa Pulau Salak Baru.

Namun, ketika berada di tengah perjalanan, air sungai tiba-tiba meluap deras.

Arus yang kuat kemudian menyeret perahu yang dinaiki korban hingga Bawi tenggelam.

Tim SAR gabungan mulai melakukan pencarian pada Sabtu (31/10/2026) pagi.

Pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran sungai ke arah hilir hingga sejauh enam kilometer.

Petugas juga melakukan manuver di sejumlah titik lubuk sungai yang dicurigai menjadi lokasi korban tersangkut.

Pencarian Hari Kedua

Pada hari kedua, Minggu (1/11/2026), pencarian kembali dilanjutkan dengan menyisir sejumlah titik di sepanjang aliran Sungai Batang Asai hingga akhirnya korban ditemukan.

Operasi pencarian melibatkan SAR Bungo, BPBD Sarolangun, personel Polsek Batang Asai, Bhabinkamtibmas, Babinsa, SAR MTA, serta masyarakat setempat.

Pihak keluarga korban bersama warga Desa Pulau Salak Baru menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim gabungan yang telah membantu proses pencarian hingga Bawi ditemukan.

M Andri juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Sungai Batang Asai agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan mulai berlangsung.

Ia mengingatkan, hujan di wilayah hulu dapat menyebabkan volume air sungai meningkat dan meluap secara tiba-tiba di bagian hilir.(adz)

Ricemilling Milik Mantan Anggota DPRD Kerinci Di Tanjung Pauh Hilir Terbakar

KERINCI | MERDEKAPOST.COM – Kebakaran kembali terjadi di kabupaten Kerinci, Kali Ini Rice Milling milik mantan anggota DPRD Kerinci, Asril di desa Tanjung Pauh Hilir, Kecamatan Danau Kerinci Barat,Ludes Terbakar.Demografi

Informasi yang diperoleh kebakaran kejadian terjadi pada Kamis malam, pada sekira pukul 19.00 Wib, warga mengetahui api sudah membesar.

Baca Juga: Kejari Sungai Penuh Musnahkan Barang Bukti Inkracht, Sabu, Ganja hingga Sajam

“Ya, kebakaran ini Heler atau Rice Miling Ngah Asril mantan anggota DPRD Kerinci,”ungkap Hengki salah seorang Warga.

Dia mengatakan, pada saat kebakaran warga tidak bisa berbuat banyak karena, sumber air sulit di dapatkan disebabkan musim kemarau.

“Warga tidak bisa berbuat banyak karena tidak ado sumber air,”sebutnya.

Baca Juga: Begini Pengakuan Istri di Bungo yang Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Suaminya, Baru 2 Minggu Menikah Sudah KDRT

Api berhasil dipadamkan setelah Empat Unit Mobil Pemadam Kebakaran yang sampai di Lokasi untuk memadapkan api. “Ado sekitar 4 Buah mobil datang memadamkan api,”bebernya.

Namun belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. Kerugian ditaksirkan mencapai ratusan jutarupiah.(Adz)

RS (47) Seorang Pria Ditemukan Sudah Meninggal di Kebun Sawit, Tak Ada Tanda-Tanda Kekerasan

Seorang pria berinisial RS (47) ditemukan meninggal dunia di kebun sawit miliknya di RT 04, Kelurahan Merlung, Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat).(Doc/Ist) 

MERDEKAPOST.COM | KUALATUNGKAL - Seorang pria berinisial RS (47) ditemukan meninggal dunia di kebun sawit miliknya di RT 04, Kelurahan Merlung, Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat).

Korban ditemukan setelah sebelumnya pergi ke kebun sawit pada Rabu (2/9/2026) sore. Namun, hingga Kamis (3/9/2026), korban belum juga kembali ke rumah.

Kapolsek Merlung, Iptu Hendro Gusfian, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan seorang pria meninggal dunia di kebun sawit pada Kamis (3/9/2026).

Hal tersebut disampaikan Hendro saat dikonfirmasi Tribun Jambi, Jumat (4/9/2026).

Setelah menerima laporan, personel Polsek Merlung mendatangi lokasi untuk melakukan identifikasi dan mengevakuasi korban.

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Surya Khairuddin untuk dilakukan pemeriksaan medis guna mengetahui penyebab kematiannya.

“Berdasarkan hasil visum di Rumah Sakit Umum Surya Khairuddin, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujar Hendro.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Hingga kini, berdasarkan hasil pemeriksaan visum tersebut, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. (Adz/Source: Tribun Jambi)

Bupati Monadi Didampingi Camat AHT Hadir Jenguk Korban Kebakaran di Kemantan dan Salurkan Bantuan

Bupati Monadi Didampingi Camat AHT, Dinas Sosial  Hadir Jenguk Korban Kebakaran di Kemantan dan Salurkan Bantuan.(Ist) 

Kerinci, Merdekapost.com — Pemerintah Kabupaten Kerinci hadir dan tunjukkan empati serta rasa kepedulian mendalam terhadap warga yang sedang dilanda musibah

Bupati Monadi didampingi Camat Air Hangat Timur Widya Mayasari, S.STP menjenguk warga yang ditimpa musibah kebakaran di Desa Kemantan Tinggi sekaligus menyerahkan bantuan (03/09/2026)..

Bantuan yang diberikan Bupati Kerinci tersebut berupa semen, atap, serta sejumlah perlengkapan kebutuhan warga, di antaranya kasur, tikar, dan terpal.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kerinci juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena Pemerintah Daerah baru dapat hadir setelah beberapa saat pasca kejadian. 

Dirinya menyebut keterlambatan tersebut bukanlah disengaja akan tetapi disebabkan karena adanya satu dan lain hal.

Menurutnya, kehadiran Pemda di tengah masyarakat merupakan salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah untuk membantu warga yang sedang mengalami musibah.

Baca Juga: Kebakaran Hebat di Kemantan Kerinci, Rumah dan Harta Benda Habis Terbakar, GP Ansor dan IKA PMII Kerinci Sungai Penuh Gelar Open Donasi

Bupati juga berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kerinci agar lebih waspada dan tidak lalai terhadap potensi kebakaran. Masyarakat diminta memperhatikan kondisi rumah serta berbagai sumber yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

“Jangan sampai kita lalai. Mari sama-sama meningkatkan kewaspadaan agar kejadian kebakaran tidak kembali terjadi,” pesannya.

Bupati Kerinci berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga dan membantu memenuhi kebutuhan mereka pascamusibah. 

Bupati Monadi dan Toby Arif Munandar selaku anak dari korban (Pemilik Rumah).(ist)

Sementara itu Toby Arif Munandar selaku anak dari Pemilik Rumah atas nama keluarga mengucpkan Terima kasih kepada Bupati Kerinci Bapak Monadi, Ibu Camat Air Hangat Timur, Dinas Sosial, serta Kades Kemantan Tinggi yang telah hadir dan memberikan support kepada keluarganya dalam menghadapi musibah kebakaran yang telah meluluhlantakkan Rumah dan harta benda keluarganya, 

"Terima kasih juga untuk keluarga, sahabat, dan seluruh masyarakat yang telah hadir, membantu, serta mendoakan keluarga kami.

Di tengah kehilangan yang begitu besar, kepedulian tersebut menjadi kekuatan bagi kami untuk bangkit". Ujar Toby

"Kami kehilangan banyak hal, tetapi kami masih memiliki keluarga, doa, dan orang-orang baik yang berdiri bersama kami". Pungkas Toby dengan nada terbata-bata. (Adz)

2 Korban Hilang Perahu Karam di Sungai Batanghari Tebo Ditemukan

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) atas musibah perahu karam yang menimpa tiga warga di aliran Sungai Batanghari, Desa Sungai Aro, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, berakhir duka. Seluruh pemancing yang dilaporkan tenggelam pada Sabtu (15/8/2026) berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.(Ist)

JAMBI - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) atas musibah perahu karam yang menimpa tiga warga di aliran Sungai Batanghari, Desa Sungai Aro, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, berakhir duka. 

Seluruh pemancing yang dilaporkan tenggelam pada Sabtu (15/8/2026) berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Awalnya, korban pertama bernama M. Egi Firmansyah (17) ditemukan lebih dahulu oleh warga masyarakat sekitar lokasi kejadian tak lama setelah perahu karam.

Baca Juga: Perahu Pemancing Karam, 1 Remaja Tewas, 2 Masih Dicari di Sungai Batanghari Tebo

Pascalaporan darurat dari BPBD Kabupaten Tebo diterima pihak Basarnas, sebanyak tujuh personel rescuer dari Pos SAR Bungo langsung diterjunkan menuju Last Known Position (LKP). 

Tim SAR Gabungan bersama warga lokal bergerak menyisir arus sungai yang berarus deras dan dipenuhi rintangan alami.

Penyisiran intensif hingga Sabtu malam membuahkan hasil bertahap. 

Pada pukul 18.00 WIB, korban kedua atas nama Rendra (16) ditemukan mengapung sekitar 10 meter dari titik LKP dalam kondisi tak bernyawa. 

Tak berselang lama, sekitar pukul 20.05 WIB, korban terakhir bernama Ariel Saputra (21) ditemukan sekitar 30 meter dari LKP.

"Seluruh korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka Desa Sungai Aro," tulis laporan keterangan resmi unggahan akun Instagram @dottcom.id.

Proses Evakuasi

Penggalan momen krusial pencarian hingga proses evakuasi korban terekam lengkap dalam dua bagian klip video unggahan akun Instagram @dottcom.id:

Penyisiran Gelap Gulita dan Evakuasi Jenazah 

Suasana gelap malam mewarnai tepi Sungai Batanghari. 

Terlihat Petugas Basarnas berseragam oranye dan warga bergotong-royong memapah/mengangkat tubuh korban menyusuri semak belukar dan pepohonan di tepi perairan. 

Penerangan hanya mengandalkan senter kepala (headlamp) dan lampu sorot.

Evakuasi ke Mobil Ambulans 

Puluhan warga berkumpul di sekitar mobil ambulans dengan sirine menyala merah. 

Tim SAR dan warga berdesakan memindahkan kantong jenazah korban masuk ke pintu belakang ambulans diiringi isak tangis histeris warga serta sanak keluarga yang menanti.

Suara riuh isak tangis dan teriakan warga di sekitar ambulans.

Semua jenazah kini telah disemayamkan di rumah duka Desa Sungai Aro untuk proses pemakaman oleh pihak keluarga.

| Editor: Aldie Prasetya | Sourcw: TribunJambi |

Update Gempa M7,7 NTT: 47 Orang Tewas dan 346 Rumah Rusak

Sebanyak 47 orang tewas akibat gempa M7,7 di wilayah Provinsi NTT. Jumlah korban ini berdasarkan data sementera BNPB pada Sabtu (15/8/2026), pukul 18.48 WIB

KUPANG - Sebanyak 47 orang tewas akibat gempa M7,7 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Update ini berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu (15/8/2026), pukul 18.48 WIB. “Total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang.

 Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang. Selain korban ini, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, Berton melaporkan bahwa total rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit dan rusak ringan 148 unit. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit, kantor 6 unit dan sejumlah fasilitas umum lain.

“Merespons gempa di NTT, BNPB mengirimkan bantuan pangan dan non-pangan ke wilayah bencana. Sejumlah bantuan dikerahkan melalui gudang logistik yang berada di Kabupaten Flores Timur, NTT,” ujarnya. 

Sedangkan dari Jakarta, BNPB juga mengirimkan bantuan melalui baseops TNI AU Halim Perdanakusuma. Total bantuan sebanyak 50 ribu paket dengan berat 275 ton. 

Saat ini, bantuan yang baru tiba di baseops sebanyak 10.500 paket, yang berasal dari Sekretaris Kabinet.

Sementara itu, guncangan gempa juga dirasakan warga Kabupaten dan Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. 

“Kondisi masyarakat di Kabupaten dan Kota Bima secara umum kondusif. BPBD Kota Bima melakukan pendataan dan verifikasi situasi di lapangan. Pusat Pengendalian Operasi BNPB mendapatkan laporan di Kepulauan Selayar, BPBD setempat mendirikan pos pengungsian di tiga titik.

Sebaran pengungsian berada di Kecamatan Pasirmarannu, Pasilambena dan Takabonerate,” pungkasnya.

Jambi Kehilangan Putra Terbaik, Pembahasan PAW H. Bakri Dinilai Tidak Etis di Tengah Suasana Duka

Jambi Kehilangan Putra Terbaik, Pembahasan PAW H. Bakri Dinilai Tidak Etis di Tengah Suasana Duka.(Foto: Kolase/Ilustrasi AI)

Jambi – Provinsi Jambi berduka sedalam-dalamnya atas wafatnya H. A. Bakri HM, SE, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jambi, pada Selasa (28/7/2026) malam. Kepergian anggota DPR RI empat periode yang selama hampir dua dekade menjadi salah satu wajah Jambi di Senayan itu meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat. H. Bakri dikenal sebagai putra terbaik daerah yang sangat konsisten memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat Jambi di tingkat nasional. Lahir di Pulau Kijang, Riau, pada 15 Mei 1968.

Namun, di tengah suasana duka yang masih menyelimuti keluarga dan masyarakat, mulai bermunculan berbagai pembahasan mengenai Pergantian Antar Waktu (PAW) kursi DPR RI yang ditinggalkan almarhum. Di berbagai media sosial bahkan beredar spekulasi mengenai siapa yang akan menggantikan posisi tersebut, hingga muncul narasi yang menyebut adanya pihak yang "mendapat durian runtuh".

Aktivis Jambi, Ego Salman, menilai pembahasan tersebut belum tepat untuk dilakukan pada saat ini.

"Saya sangat menyayangkan. Belum genap sepekan beliau berpulang, tetapi ruang publik sudah dipenuhi pembahasan mengenai PAW. Bahkan ada yang menyebut seseorang mendapat durian runtuh. Menurut saya, ini tidak etis dan kurang menghormati suasana duka yang masih dirasakan keluarga besar almarhum maupun masyarakat Jambi," ujar Ego Salman.

Menurutnya, proses demokrasi memang memiliki mekanisme yang harus dijalankan. Namun demikian, nilai-nilai kemanusiaan dan penghormatan kepada sosok yang telah mengabdi selama hampir dua dekade di Senayan juga perlu dikedepankan.

"Persoalan PAW tentu akan berjalan sesuai aturan. Tidak perlu terburu-buru membahasnya ketika keluarga masih berduka," tambahnya.

Senada dengan itu, Sekretaris DPW PAN Provinsi Jambi, Madian, saat dikonfirmasikan lewat WhatsApp menegaskan bahwa keluarga besar PAN saat ini masih berada dalam suasana duka atas berpulangnya salah satu kader terbaik partai.

"PAN Jambi masih dalam suasana berduka. Kami belum akan menjawab berita-berita ataupun pertanyaan mengenai PAW saat ini. Mari kita bersama-sama mendoakan saudara kita H. Bakri, semoga beliau husnul khatimah," ujar Madian.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa DPW PAN Provinsi Jambi saat ini memilih untuk memprioritaskan penghormatan dan doa bagi almarhum dibandingkan membahas proses politik yang akan berjalan sesuai ketentuan.

Mekanisme PAW Sesuai Ketentuan

Secara hukum, proses Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR RI telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum serta Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Apabila seorang anggota DPR RI meninggal dunia, partai politik pengusung akan mengusulkan nama calon pengganti kepada pimpinan DPR RI. Selanjutnya, DPR meneruskan usulan tersebut kepada KPU untuk dilakukan proses verifikasi.

Dalam proses tersebut, KPU menetapkan calon pengganti berdasarkan peraih suara sah terbanyak berikutnya dari partai politik yang sama dan dari daerah pemilihan yang sama pada Pemilu terakhir, sepanjang yang bersangkutan masih memenuhi seluruh persyaratan sebagai calon anggota DPR RI.

Berdasarkan hasil Pemilu Legislatif terakhir di Daerah Pemilihan Jambi, peraih suara terbanyak berikutnya dari PAN adalah Dr. H. Adirozal, M.Si dengan perolehan 26.060 suara. Namun demikian, penetapan sebagai anggota DPR RI pengganti tidak berlangsung secara otomatis karena seluruh tahapan administrasi, verifikasi, dan penetapan oleh KPU harus dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ego Salman berharap seluruh elemen masyarakat dapat menahan diri dan memberikan ruang kepada keluarga besar almarhum untuk melewati masa berkabung.

"Politik bisa menunggu, tetapi rasa hormat kepada orang yang telah mengabdi untuk daerah harus menjadi prioritas. Mari kita doakan almarhum, mengenang dedikasinya, dan menjaga etika dalam menyikapi situasi ini. Urusan PAW akan berjalan sesuai mekanisme hukum yang telah diatur negara," tutupnya.(Ali)

Dr H Adirozal Mantan Bupati Kerinci 2 Periode, Calon PAW H.A Bakri di DPR RI dari PAN Dapil Jambi

Dr H Adirozal Mantan Bupati Kerinci 2 Periode, Calon PAW H.A Bakri di DPR RI dari PAN Dapil Jambi. (Foto: Ilustrasi)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Kursi DPR RI Dapil Jambi yang ditinggalkan almarhum H Bakri dipastikan akan diisi melalui mekanisme Penggantian Antarwaktu (PAW). Berdasarkan hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, posisi legislator Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut akan ditempati oleh Dr. Drs. H. Adirozal, M.Si.

Masuknya Adirozal ke Senayan menjadi babak baru bagi representasi masyarakat Provinsi Jambi di parlemen. 

Dengan pengalaman panjang di pemerintahan dan latar belakang akademik yang kuat, mantan Bupati Kerinci dua periode itu diharapkan mampu melanjutkan perjuangan aspirasi masyarakat serta mengawal pembangunan daerah di tingkat nasional.

BACA JUGA:

Jambi Berduka! Anggota DPR RI Asal Jambi H. A. Bakri Meninggal Dunia

Adirozal dikenal sebagai salah satu tokoh senior yang memiliki rekam jejak lengkap, mulai dari birokrasi, pemerintahan daerah hingga dunia pendidikan. 

Bekal tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai Anggota DPR RI mewakili Dapil Jambi.

Rekam Jejak Adirozal, Calon Pengganti H Bakri di DPR RI

Lahir di Kerinci pada 23 Oktober 1961, Adirozal bukan sosok baru di dunia pemerintahan. Ia dipercaya memimpin Kabupaten Kerinci sebagai Bupati Kerinci selama dua periode berturut-turut, yakni 2014–2019 dan 2019–2024.

Keberhasilannya kembali terpilih untuk periode kedua mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinannya selama memimpin daerah berjuluk Sakti Alam Kerinci tersebut.

Baca Juga:

Bupati Sarolangun H Hurmin melaksanakan Shalat Jenazah almarhum H. A. Bakri Hingga antar ke Pemakaman

Edi Purwanto: Selamat Jalan Abangda H Bakri, Politisi Senior yang Sangat Baik, Terima kasih arahannya selama ini

Sebelum menjabat Bupati Kerinci, alumnus LEMHANNAS RI Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) ini juga pernah mengemban amanah sebagai Wakil Wali Kota Padang Panjang, Sumatra Barat, pada periode 2003–2008.

Tak hanya berkarier di pemerintahan, Adirozal juga memiliki perjalanan panjang di dunia akademik. Ia mengawali pengabdian sebagai dosen sebelum dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis di Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, mulai dari Pembantu Direktur III hingga Direktur Pascasarjana.

Baca Juga:

Zahya Pelajar Asal Desa Baru Air Hangat Dikabarkan Hilang, Pamit Hendak Dekorasi ke Sekolah Sejak Senin

Dedikasinya di bidang pendidikan dan pemerintahan mengantarkannya meraih berbagai penghargaan bergengsi. Di antaranya Dosen Teladan Nasional pada 1994 serta Penghargaan Pengabdian 20 Tahun dari Presiden RI pada 2005.

Selama berkiprah sebagai kepala daerah, Adirozal juga berhasil membawa daerah meraih sejumlah penghargaan nasional, termasuk Piala Adipura dan Wahana Tata Nugraha.

Dengan pengalaman birokrasi, kepemimpinan daerah, serta rekam jejak akademik yang panjang, Adirozal diharapkan mampu melanjutkan estafet perjuangan almarhum H Bakri dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Jambi di DPR RI. (Adz)

Hardizal: Jambi Kehilangan Salah Satu Putra Terbaik, Anggota DPR RI H. A. Bakri Tutup Usia

Ucapan belasungkawa juga datang dari Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sungai Penuh yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hardizal. Ia menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya H. A. Bakri.(Istimewa/Ilustrasi AI)

JAMBI – Kabar duka menyelimuti Provinsi Jambi. Anggota DPR RI Fraksi PAN, H. A. Bakri,Bin  M Musa yang juga pernah menjabat sebagai Ketua DPW PAN Provinsi Jambi, tutup usia pada Selasa malam, 28 Juli 2026, sekitar pukul 20.30 WIB di RS Siloam Lippo Village, Karawaci, Tangerang.

Kabar duka tersebut dibenarkan oleh Sekretaris DPW PAN Provinsi Jambi, Madian Siswadi. Ia menyampaikan bahwa jenazah almarhum diberangkatkan dari RS Siloam menuju San Diego Funeral House Lippo Karawaci sebelum diterbangkan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu pagi pukul 08.00 WIB menuju Jambi.

almarhum akan dimakamkan di pemakaman keluarga Daeng Magguna, Jalan Mekar Jaya, Sungai Gelam, Kabupaten Muaro JambiAlmarhum meninggalkan seorang istri, Sri Uleng Z. Bakri, serta tiga orang putra

Ucapan belasungkawa juga datang dari Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sungai Penuh yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hardizal. Ia menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya H. A. Bakri.

"Atas nama pribadi, keluarga, serta segenap jajaran DPC PDI Perjuangan Kota Sungai Penuh, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak H. A. Bakri. Beliau merupakan salah satu putra terbaik Jambi yang telah mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan kepentingan rakyat dan kemajuan daerah. Kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi masyarakat dan Provinsi Jambi."

Baca Juga:

Jambi Berduka! Anggota DPR RI Asal Jambi H. A. Bakri Meninggal Dunia

Edi Purwanto: Selamat Jalan Abangda H Bakri, Politisi Senior yang Sangat Baik, Terima kasih arahannya selama ini

Hardizal juga mendoakan agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.Manajemen

"Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan alam kuburnya, menempatkannya di surga terbaik di sisi-Nya, serta memberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan kepada keluarga yang ditinggalkan dalam menghadapi musibah ini," ungkapnya.

Kepergian H. A. Bakri meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Jambi. Sosoknya dikenal sebagai figur yang konsisten memperjuangkan aspirasi daerah di tingkat nasional. Dedikasi, integritas, dan pengabdiannya akan selalu dikenang sebagai bagian dari perjalanan pembangunan dan kemajuan Provinsi Jambi.

Selamat jalan, H. A. Bakri. Terima kasih atas segala pengabdian dan perjuangan yang telah dipersembahkan untuk masyarakat Jambi. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.(Adz)

Edi Purwanto: Selamat Jalan Abangda H Bakri, Politisi Senior yang Sangat Baik, Terima kasih arahannya selama ini

Edi Purwanto anggota DPR RI FPDIP ungkapkan rasa duka mendalam.(Ist)

Jambi - Rekan satu profesi sebagai anggota DPR RI Edi Purwanto mengucapkan rasa duka mendalam, kehilangan sosok senior yang selama ini dianggapnya sebagai kakak sekaligus tempat dirinya meminta arahan dan bimbingan

Edi Purwanto dalam unggahannya di facebook @Edi Purwanto, menuliskan ungkapan duka mendalam: 

Selamat Jalan Abangda H Bakri, Politisi Senior yang Sangat Baik, Terima kasih arahannya selama ini

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un. 

Selamat Jalan Abangda H. A. Bakri Bin HM. Musa. Abangda adalah politisi Senior yg sangat baik. Terimakasih atas arahan dan bimbingannya selama ini, baik Aktifitas Partai maupun Sebagai sesama Anggota Komisi V DPR RI. 

In Sya Allah Abangda Husnul Khatimah dan semoga Keluarga yg ditinggalkan diberikan Kesabaran, Keihlasan serta Ketabahan. Aamiin

Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu 'anhu Al fatihah...🙏🙏🙏 

Berita Terkait: Jambi Berduka! Anggota DPR RI Asal Jambi H. A. Bakri Meninggal Dunia

(Adz)

Jambi Berduka! Anggota DPR RI Asal Jambi H. A. Bakri Meninggal Dunia

Anggota DPR RI yang juga mantan Ketua DPW PAN Provinsi Jambi H. A. Bakri tutup usia, Selasa (28/6/2026).(Istimewa)

JAMBI - Kabar duka datang dari Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Jambi. Anggota DPR RI yang juga mantan Ketua DPW PAN Provinsi Jambi H. A. Bakri tutup usia, Selasa (28/6/2026).

Almarhum H. A. Bakri mengembuskan napas terakhir pada pukul 20.30 WIB, di RS Siloam Lippo Village, Karawaci, Tangerang, setelah menjalani perawatan.

Kepergian almarhum membawa duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat yang mengenalnya. Sosok H. A. Bakri dikenal sebagai pribadi yang bersahaja, mengayomi keluarga, serta memiliki hubungan yang baik dengan lingkungan sekitarnya.

Sekretaris DPW PAN Provinsi Jambi, Madian Siswadi membenarkan kabar duka tersebut. Ia menyebut jenazah akan diberangkatkan dari RS Siloam menuju San Diego Funeral House, Lippo Karawaci, sebelum diterbangkan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu pagi. 

"Almarhum akan dikebumikan di pemakaman keluarga di Jalan Mekar Jaya, Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi," katanya.

Madian menyebutkan bahwa pihak keluarga mengajak seluruh kerabat, sahabat, dan masyarakat untuk mendoakan almarhum. Keluarga juga memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan beliau semasa hidup, seraya berharap Allah SWT mengampuni segala dosa-dosanya, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

"Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, dan memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan." pungkasnya. (*)

Kronologi Calon Mahasiswa Universitas Jambi Kecelakaan di Sibolangit, 2 Orangtua Meninggal

KECELAKAAN DI SIBOLANGIT - Kecelakaan beruntun di Jalan Jamin Ginting, tepatnya di depan Green Hill Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (17/7/2026). Kecelakaan yang melibatkan delapan unit mobil ini, disebabkan truk bermuatan air mineral kemasan mengalami rem blong. (TRIBUN MEDAN)

"Jam 9 masih teleponan sama si Gabe. Masih bercanda sama bapak waktu mereka di perjalanan dalam mobil"

Roma Sitinjak (21) Keluarga Korban Kecelakaan

MEDAN, MERDEKAPOST.COM - Seorang calon mahasiswa Universitas Jambi dan keluarganya menjadi korban kecelakaan di Sibolangit, Sumatera Utara. Dia mengalami luka-luka, sementara kedua orang tuanya meninggal dunia.

Perjalanan seorang calon mahasiswa Universitas Jambi menuju kampus berubah menjadi duka. 

Gabe Roida Sitinjak (18), yang hendak berangkat kuliah ke Jambi, menjadi korban kecelakaan beruntun di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (17/7/2026). 

Dalam insiden itu, kedua orang tuanya meninggal dunia.

Korban meninggal masing-masing Heppi Sitinjak (60), Dinaria Manik (60), dan Samsir Sitinjak (30), yang merupakan orang tua dan sepupu Gabe. 

Sementara Gabe bersama adiknya, Five Sitinjak (11), serta Rinto Sitinjak (23), selamat namun mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan.

Kakak Gabe, Roma Sitinjak (21), mengaku baru mengetahui keluarganya menjadi korban setelah melihat video kecelakaan yang beredar di media sosial.

Saat ditemui di RSUP H Adam Malik Medan, Jumat malam, Roma mengatakan awalnya mendapat informasi adanya kecelakaan dari rekan kerjanya di kawasan Hill Park sekitar pukul 11.00 WIB.

"Saya dapat informasi kecelakaan dari kawan. Dia bilang, ada kecelakaan di sini, parah sekali," ujar Roma.

Awalnya, ia tidak mengira mobil yang mengalami kecelakaan adalah kendaraan yang ditumpangi keluarganya.

Namun setelah melihat rekaman video yang beredar, Roma mengenali sopir mobil, Pebrianto Siburian, yang saat itu mengantar keluarganya dari Sidikalang menuju Medan.

Ia pun langsung menghubungi kerabat untuk memastikan kondisi orang tua, adik, abang, dan sepupunya.

Abang kandung Roma kemudian bergegas menuju lokasi kejadian dan mengabarkan bahwa kedua orang tua mereka telah meninggal dunia.

"Bang Raden bilang mamak dan bapak sudah enggak ada," kata Roma.

Kecelakaan beruntun di Jalan Jamin Ginting, tepatnya di depan Green Hill Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (17/7/2026). Kecelakaan yang melibatkan delapan unit mobil ini, disebabkan truk bermuatan air mineral kemasan mengalami rem blong. (ANT) 

Roma mengungkapkan, keluarganya berangkat dari Kabupaten Dairi menuju Medan untuk mengantar Gabe ke loket Bus RAPI sebelum melanjutkan perjalanan ke Jambi sebagai mahasiswa baru Universitas Jambi.

Dia sebenarnya berencana ikut mengantar sang adik. 

Namun, karena sedang mengambil cuti kerja, Roma menunggu rombongan keluarganya menjemput di Kecamatan Namorambe.

Sekitar pukul 09.00 WIB atau satu jam sebelum kecelakaan terjadi, Roma masih sempat melakukan panggilan video dengan keluarganya.

Saat itu, kedua orang tuanya tampak tersenyum dan bercanda di dalam mobil.

"Jam 9 masih teleponan sama si Gabe. Masih bercanda sama bapak waktu mereka di perjalanan dalam mobil," kenangnya.

Tak lama kemudian, perjalanan yang semula dipenuhi harapan itu berubah menjadi tragedi.

Kepolisian mencatat sebanyak 12 orang menjadi korban dalam kecelakaan beruntun di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Sibolangit.

Empat orang meninggal dunia, sedangkan delapan lainnya mengalami luka-luka.

Ada 12 korban dalam kecelakaan tersebut

Identitas korban meninggal dunia:

- Heppi Sitinjak (60)

- Dinaria Manik (60)

- Samsir Sitinjak (30)

- Anton Simorangkir

Identitas korban luka-luka:

- Siti Mawan (51)

- Pebrianto Siburian (31)

- Rafika Lince (41)

- Harta Ulina (50)

- Seventri Amandasari Manihuruk (27)

- Five Sitinjak (11)

- Gabe Roida Sitinjak (18)

- Rinto Sitinjak (23)

Jenazah Dibawa ke Kampung Halaman

Jenazah Heppi Sitinjak, Dinaria Manik, dan Samsir Sitinjak disemayamkan di RSUP H Adam Malik Medan sebelum dibawa ke kampung halaman di Desa Bakal Julu, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, untuk dimakamkan.

Kronologi Kecelakaan

Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Achmad Fauzi Dalimunthe mengatakan kecelakaan beruntun terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di Jalan Jamin Ginting Kilometer 44, Kecamatan Sibolangit.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan rekaman CCTV di sekitar lokasi, truk tronton bermuatan air mineral melaju dari arah Berastagi menuju Medan dengan kecepatan tinggi.

Saat melintasi jalan menurun, pengemudi diduga berusaha mengerem. Namun sistem pengereman diduga tidak berfungsi sehingga truk mengalami rem blong.

Truk kemudian menabrak kendaraan yang berada di depannya, mengalami pecah ban, kehilangan kendali, lalu terguling dan menghantam sejumlah kendaraan lain.

Akibat kecelakaan tersebut, empat orang meninggal dunia dan delapan lainnya mengalami luka-luka.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan sopir truk telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Peristiwa itu melibatkan delapan mobil dan satu sepeda motor.

(Aldie Prasetya / Sumber: Tribun Medan)

5 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Pengamat Sebut Konsepnya Sudah Salah Sejak Awal

LATSARMIL - Peti jenazah peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih 

MERDEKAPOST.COM - Lima calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang mengikuti Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dilaporkan meninggal dunia saat menjalani Latihan Dasar Militer (Latsarmil).

Peristiwa tersebut memicu sorotan terhadap desain pelatihan dalam program SPPI. 

Sejumlah pihak mempertanyakan relevansi latihan militer bagi calon pengelola koperasi, sementara Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan seluruh proses seleksi kesehatan telah dilakukan sesuai prosedur.

Pengamat koperasi Suroto menilai kematian lima peserta merupakan persoalan serius yang harus diusut secara menyeluruh.

Menurut Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) itu, peserta SPPI sejak awal tidak dipersiapkan untuk mengikuti pendidikan dengan standar latihan militer.

"Ini tidak dapat ditoleransi. Harus ada investigasi independen untuk menyelidiki desain diklat, pelaksanaannya, panitia, hingga penanggung jawabnya. Kementerian Pertahanan juga harus memberikan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran," kata Suroto melansir Tribunnews.com, Sabtu (27/6/2026).

Ia meminta hasil investigasi nantinya dibuka kepada publik sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan program.

Menurut Suroto, materi pelatihan seharusnya lebih banyak berfokus pada pengelolaan koperasi, mulai dari ideologi koperasi, tata kelola organisasi, manajemen strategis, hingga kemampuan teknis.

Sementara materi mengenai nasionalisme dan kedisiplinan dinilai cukup diberikan sebagai pelengkap melalui kerja sama dengan Kementerian Pertahanan.

"Dari awal konsepnya sudah keliru. Training center koperasi seharusnya lebih banyak membahas materi perkoperasian, bukan justru materi koperasi menjadi pelengkap," ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar proses rekrutmen calon manajer Kopdes Merah Putih melibatkan Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Kementerian Koperasi, serta PT Agrinas Pangan Nusantara agar materi pelatihan lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Kemenhan Bantah ada Kelalaian

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan membantah adanya kelalaian dalam proses pemeriksaan kesehatan peserta.

Tim Kesehatan Pusat Kesehatan (Puskes) TNI, Letkol dr Ikhsan, mengatakan seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan fisik, rontgen, hingga ultrasonografi (USG).

"Semua pemeriksaan awal sudah dilaksanakan sesuai SOP, termasuk pemeriksaan laboratorium, fisik, rontgen, dan USG," kata Ikhsan.

Ia menjelaskan kondisi kesehatan seseorang dapat berubah karena dipengaruhi daya tahan tubuh, cuaca, maupun faktor fisik lainnya. Karena itu, peserta yang dinyatakan sehat saat seleksi tetap berpotensi mengalami gangguan kesehatan ketika mengikuti pelatihan.

Sementara itu, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan panitia seleksi nasional telah menjalankan seluruh prosedur yang berlaku.

Meski demikian, ia mengakui ada beberapa jenis penyakit yang tidak terdeteksi saat pemeriksaan awal.

"Proses seleksi sudah dilakukan sesuai ketentuan. Namun memang ada penyakit-penyakit tertentu yang tidak terdeteksi saat pemeriksaan awal," ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Kemhan membentuk satuan tugas untuk melakukan pelacakan ulang kondisi kesehatan peserta yang masih menjalani pendidikan.

Pelacakan tersebut dilakukan bersama Kementerian Kesehatan sebagai upaya memastikan kondisi peserta sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya penyakit yang belum terdeteksi.

Kasus meninggalnya lima peserta SPPI kini menjadi perhatian publik dan memunculkan desakan agar pemerintah mengevaluasi desain pelatihan, sistem pengawasan kesehatan, serta mekanisme pelaksanaan program secara menyeluruh.(*)

Ringkasan Berita:

  • Kematian lima peserta Program SPPI saat mengikuti Latihan Dasar Militer memicu sorotan terhadap desain pelatihan calon Manajer Kopdes Merah Putih.
  • Pengamat koperasi meminta investigasi independen dan menilai materi pelatihan seharusnya lebih berfokus pada perkoperasian, bukan latihan militer.
  • Kementerian Pertahanan menegaskan seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai SOP dan kini membentuk satgas untuk melakukan pelacakan kesehatan lanjutan.

Ketua DPD Partai Nasdem Kota Sungai Penuh Dahkir Yahya Tutup Usia

Anggota DPRD Kota Sungai Penuh dari Fraksi NasDem, Dahkir Yahya, S.Pd., MM, meninggal dunia pada Rabu (10/6/2026) pukul 23.30 WIB di RS Melati Sungai Penuh dalam usia 62 tahun.

SUNGAI PENUH – Kabar duka menyelimuti keluarga besar DPRD Kota Sungai Penuh dan masyarakat Kota Sungai Penuh. Anggota DPRD Kota Sungai Penuh dari Fraksi NasDem, Dahkir Yahya, S.Pd., MM, meninggal dunia pada Rabu (10/6/2026) pukul 23.30 WIB di RS Melati Sungai Penuh dalam usia 62 tahun.

Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi dunia politik dan pemerintahan di Kota Sungai Penuh. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok yang santun, sederhana, serta memiliki dedikasi tinggi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Komitmennya dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat membuat almarhum dihormati oleh berbagai kalangan, baik di lingkungan legislatif maupun masyarakat luas.

Ucapan Duka

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sungai Penuh yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hardizal, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Atas nama pribadi, keluarga besar PDI Perjuangan Kota Sungai Penuh, pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Sungai Penuh, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya saudara sekaligus rekan kami, Bapak Dahkir Yahya. Kepergian beliau merupakan kehilangan yang sangat mendalam bagi kami semua,” ujar Hardizal.

Menurut Hardizal, almarhum merupakan sosok legislator yang memiliki integritas, loyalitas, dan kepedulian tinggi terhadap kepentingan masyarakat. Dalam setiap kesempatan, Dahkir Yahya selalu berupaya menjalankan amanah rakyat dengan penuh tanggung jawab serta mengedepankan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

“Beliau adalah pribadi yang baik, rendah hati, mudah bergaul, dan selalu membangun komunikasi yang harmonis dengan siapa saja. Selama bertugas di DPRD, beliau aktif memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” katanya.

Hardizal menambahkan, kepergian Dahkir Yahya bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga besar DPRD, tetapi juga bagi masyarakat yang selama ini mengenal dan merasakan langsung pengabdiannya. Banyak jejak pengabdian yang telah ditorehkan almarhum selama menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

“Kami sangat kehilangan sosok beliau. Almarhum adalah sahabat, rekan kerja, dan tokoh masyarakat yang selalu mengedepankan semangat kebersamaan. Dedikasi serta pengabdian beliau kepada masyarakat akan selalu menjadi teladan dan dikenang oleh kita semua,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hardizal mengajak seluruh masyarakat Kota Sungai Penuh untuk bersama-sama mendoakan almarhum agar diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan khilafnya, serta diterima seluruh amal ibadah yang telah dilakukannya selama hidup.

Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan tersebut.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Setiap yang bernyawa pasti akan kembali kepada Allah SWT. Semoga almarhum husnul khatimah, dilapangkan kuburnya, diterima segala amal ibadahnya, serta ditempatkan di tempat yang mulia di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran dan keteguhan hati dalam menghadapi musibah ini,” tutup Hardizal.

Wafatnya Dahkir Yahya menjadi duka bagi seluruh elemen masyarakat Kota Sungai Penuh. Pengabdian, dedikasi, serta kontribusi yang telah beliau berikan selama hidup akan selalu dikenang sebagai bagian dari perjalanan pembangunan daerah dan perjuangan untuk kepentingan masyarakat. Semoga segala amal baik almarhum menjadi ladang pahala dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT.(*) 

Gunakan Ambulance HKKN Riau Jenazah Korban Ke-7 Kecelakaan Travel di Pekanbaru di Berangkatkan Ke Kerinci

 

Dengan menggunakan mobil Ambulance HKKN Riau Jenazah Korban Ke-7 Kecelakaan Travel di Pekanbaru-Dumai di Berangkatkan Ke Kerinci.(Facebook/Ist)

Merdekapost.com  - Innalillahi wainna ilaihirajiun, Rafles Warga Jujun Kerinci dinyatakan meninggal dunia dan menjadi korban ke-7 lakalantas tol pekan baru - dumai

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Almarhum sebelumnya sempat mendapat perawatan intensif di RS Awal Bros Pekanbaru. 

Informasi yang berhasil dirangkum Jenazah sudah diberangkatkan dan dilepas oleh Pengurus HKKN Riau

Melalui video yang diunggah oleh akun Facebook @Phelnie Bonafita yang menayangkan pelepasan jenazah oleh HKKn Riau

Baca Juga: 

Pasutri Korban Kecelakaan Travel Kerinci Wisata Express di Tol Pekanbaru-Dumai Dimakamkan Berdampingan

Duka Mendalam, 5 Orang Meninggal pada Lakalantas di Tol Pekanbaru–Dumai, Bupati Kerinci Sampaikan Belasungkawa

5 Warga Kerinci Meninggal, Kecelakaan Tragis di Tol Pekanbaru-Dumai Travel Hiace dan Dump Truk

dalam video tersebut nampak keluarga besar HKKN Riau melepas keberangkatan jenazah Pak Rafles

"Assalamualaikum ww, pada malam hari ini kita melakukan pemberangkatan jenazah, jam 9 (21.00) kita berangkatkan dari Pekanbaru menuju kerinci, jenazah yang ketujuh korban lakalantas di tol kandis"

"pada malam ini kita berangkatkan beliau pak Rafles untuk menuju Kerinci dengan menggunakan mobil ambulance HKKN Riau"

"Pemberangkatan jenazah dilepas oleh Ketua dan tokoh-tokoh HKKN Riau, kami mendoakan jenazah sampai ketujuan, terima kasih assalamualaikum ww" Pungkas perwakilan dari HKKN Riau

Untuk diketahui almarhum menghembuskan nafas terakhir di RS Awal Bros dan diberangkatkan dari Pekanbaru sekira pukul 21.00 WIB Minggu malam

semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan, Alfatihah... (Adz)

Pasutri Korban Kecelakaan Travel Kerinci Wisata Express di Tol Pekanbaru-Dumai Dimakamkan Berdampingan

Prosesi Pemakaman Tabrani (60) dan Nuraini (55), warga Kerinci korban kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, Dua liang kubur berdampingan di Desa Tanjung Tanah, Kecamatan Danau Kerinci, Sabtu (6/5/2026).(iST)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Dua liang kubur berdampingan yang ada di Desa Tanjung Tanah, Kecamatan Danau Kerinci, menjadi saksi bisu perjalanan yang merenggut nyawa Tabrani (60) dan Nuraini (55), Minggu (7/5/2026).

Pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Tanjung Tanah itu tak pernah tiba di tujuan. 

Mereka berpulang bersama, seusai mobil Travel Kerinci Wisata Express yang ditumpangi, kecelakaan maut di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, Provinsi Riau, pada Sabtu (6/6/2026) dini hari.

Baca Juga:

Duka Mendalam, 5 Orang Meninggal pada Lakalantas di Tol Pekanbaru–Dumai, Bupati Kerinci Sampaikan Belasungkawa

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di KM 46+200 Jalur A, wilayah Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. 

Mobil toyota hiace bernomor polisi BH 70** RU yang membawa penumpang asal Kabupaten Kerinci itu menabrak bagian belakang dump truk Hino BM 90** VU yang melaju searah di depannya. 

Benturan keras membuat bagian depan kendaraan ringsek parah, menjebak sejumlah penumpang di dalam kabin.

Lima orang warga Kerinci meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

Bagi keluarga di kampung halaman, kabar duka itu datang tanpa aba-aba. 

Pasutri Sederhana

Tabrani dan Nuraini dikenal sebagai pasangan sederhana yang kerap bepergian bersama. 

Tak ada firasat, tak ada pesan terakhir. 

"Kami sangat kaget. Perjalanan itu seharusnya biasa saja," ujar salah seorang anggota keluarga dengan suara tertahan, Minggu (7/6/2026).

Jenazah keduanya dipulangkan ke Kerinci dan dimakamkan pada hari yang sama, Sabtu (6/6/2026, sekitar pukul 10.00 WIB. 

Liang kubur yang berdampingan menjadi simbol perpisahan terakhir pasangan yang telah menghabiskan hidup bersama, meninggalkan dua orang anak dan dua cucu. 

Tangis keluarga dan pelayat mengiringi prosesi pemakaman, membungkus desa dalam suasana duka yang pekat.

Belum Bahas Santunan Asuransi

Di tengah kehilangan mendalam, keluarga memilih menunda pembahasan soal santunan maupun asuransi. 

Fokus mereka masih pada prosesi pemakaman dan doa bagi almarhum dan almarhumah. 

"Soal asuransi belum kami bicarakan. Saat ini kami hanya ingin menenangkan keluarga," kata perwakilan keluarga.

Dugaan Microsleep di Jam Rawan

Sementara itu, polisi menyebut kecelakaan diduga dipicu pengemudi travel yang mengalami microsleep atau tertidur sesaat. 

Kasat PJR Ditlantas Polda Riau AKBP Eko Baskara menjelaskan, kendaraan melaju dari arah Pekanbaru menuju Dumai melalui lajur kiri. 

Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi diduga kehilangan konsentrasi akibat mengantuk.

Akibat kecelakaan itu, lima orang meninggal dunia. Empat korban, termasuk sopir dan pasangan suami istri Tabrani-Nuraini, meninggal di tempat kejadian, sementara satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis. 

Lima penumpang lain mengalami luka-luka dan dirawat di fasilitas kesehatan terdekat.

Evakuasi dan Penyelidikan

Pascakecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, personel Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Riau bergerak cepat melakukan evakuasi, mengamankan lokasi, serta mengatur arus lalu lintas. 

Tim Traffic Accident Analysis (TAA) bersama Satlantas Polres Siak dan Jasa Raharja melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab kecelakaan.

Direktorat Lalu Lintas Polda Riau menegaskan, kelelahan dan mengantuk masih menjadi faktor dominan kecelakaan di jalan tol, terutama pada jam-jam rawan dini hari. 

Polisi berkoordinasi dengan pengelola tol untuk mengaktifkan sistem peringatan keselamatan, termasuk public address di gerbang tol dan pemasangan pita kejut di titik rawan.

"Kami imbau pengendara tidak memaksakan diri saat mengantuk. Manfaatkan rest area untuk beristirahat. Keselamatan jauh lebih penting daripada kecepatan,” tegas AKBP Eko Baskara.

Di Kerinci, 620 Km dari lokasi kejadian, peringatan itu mungkin terasa terlambat. 

Bagi keluarga Tabrani dan Nuraini, Tol Pekanbaru-Dumai menyisakan kesedihan dan duka mendalam, meninggalnya pasangan suami-istri yang sederhana. (*)

Duka Mendalam, 5 Orang Meninggal pada Lakalantas di Tol Pekanbaru–Dumai, Bupati Kerinci Sampaikan Belasungkawa

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kabupaten Kerinci setelah sebuah mobil travel Kerinci Wisata Ekspress jenis Toyota Hiace bernomor polisi BH 7013 RU mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Pekanbaru–Dumai KM 46+200 Jalur A, wilayah Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Kecelakaan tragis tersebut melibatkan Toyota Hiace yang membawa sejumlah penumpang asal Kerinci dan sebuah dump truk Hino BM 9064 VU yang melaju di jalur yang sama.

Akibat insiden tersebut, lima orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah penumpang lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan diduga terjadi setelah pengemudi Toyota Hiace mengalami kelelahan atau microsleep saat perjalanan menuju Dumai.

Baca Juga: 5 Warga Kerinci Meninggal, Kecelakaan Tragis di Tol Pekanbaru-Dumai Travel Hiace dan Dump Truk

Kendaraan yang dikemudikannya kemudian menabrak bagian belakang dump truk yang berada di depannya.

Korban meninggal dunia di lokasi kejadian adalah pengemudi Toyota Hiace, Roka Munanda (30), warga Desa Pondok Agung, serta tiga penumpang yakni Tabrani (60) dan Nuraini (55), warga Simpang Empat Tanjung Tanah, Kecamatan Danau Kerinci, serta Maiza. Sementara seorang penumpang lainnya, Rasmida (57), warga Pasir Tamiai, Kecamatan Danau Kerinci, meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis di klinik setempat.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban maupun masyarakat Kerinci. Sebagian besar korban diketahui merupakan warga Kabupaten Kerinci yang sedang melakukan perjalanan menggunakan jasa travel menuju Riau.

Selain korban meninggal dunia, beberapa penumpang lainnya mengalami luka-luka. Di antaranya Roplis yang mengalami luka cukup serius dan dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru.

Kemudian Suci Sepdika Sari (17), pelajar asal Desa Lolo Kecil, dilaporkan mengalami luka-luka dalam kondisi sadar. Korban lainnya, Sabil Pratama Putra (17), warga Talang Lindung, Kecamatan Danau Kerinci, juga mengalami luka-luka akibat benturan keras saat kecelakaan.

Sementara itu, identitas beberapa penumpang lainnya masih terus didata oleh pihak berwenang untuk memastikan kondisi dan penanganan lebih lanjut.

Aparat kepolisian dari Ditlantas Polda Riau masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Bupati Kerinci Ucapkan Belasungkawa

Pemerintah Kabupaten Kerinci menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa warganya.

Bupati Kerinci, Monadi, mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para korban yang telah meninggal dunia serta memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kerinci dan seluruh masyarakat Kerinci, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga para korban husnul khatimah, diampuni segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan menghadapi cobaan ini," ungkapnya.

Musibah ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kondisi fisik saat berkendara, terutama dalam perjalanan jarak jauh yang membutuhkan

Masyarakat diimbau untuk beristirahat cukup dan tidak memaksakan diri mengemudikan kendaraan saat merasa lelah demi menghindari terjadinya kecelakaan serupa.

Identitas Korban

Data Korban Meninggal Dunia:

1. Roka Munanda (30) – Pengemudi Toyota Hiace – Meninggal di TKP.

2. Tabrani (60) – Penumpang – Meninggal di TKP.

3. Nuraini (55) – Penumpang – Meninggal di TKP.

4. Maiza – Penumpang – Meninggal di TKP.

5. Rasmida (57) – Penumpang – Meninggal saat menjalani perawatan di klinik.

Korban Luka-Luka:

Roplis – Dirujuk ke Rumah Sakit Pekanbaru.

Suci Sepdika Sari (17) – Luka-luka, kondisi sadar.

Sabil Pratama Putra (17) – Luka-luka.

Dona – Dalam pendataan.

Satu penumpang perempuan (Ms. X) – Dalam pendataan.

Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan lalu lintas paling memilukan yang menimpa warga Kerinci sepanjang tahun 2026. Doa dan harapan terus mengalir agar seluruh korban luka dapat segera pulih dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan menghadapi musibah tersebut.(Adz)

Tiga Hari Dicari, Remaja yang Hanyut di Sungai Batang Merangin Ditemukan sudah Meninggal Dunia

Setelah Tiga Hari Dicari, Akhirnya Faqih (15) Remaja yang Hanyut di Sungai Batang Merangin Ditemukan sudah Meninggal Dunia, Minggu 24/05. (Ist)

MERANGIN – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Fakih (15), remaja yang sebelumnya dilaporkan hanyut saat mandi di Sungai Batang Merangin, Desa Pulau Rengas, Kecamatan Bangko Barat, Kabupaten Merangin, Jambi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu pagi setelah tiga hari pencarian intensif.

Komandan Pos SAR Bungo, M. Andri, mengatakan proses pencarian dilakukan dengan memperluas area penyisiran. Tim gabungan dibagi menjadi dua kelompok untuk menyusuri aliran sungai dari lokasi awal korban tenggelam.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 10.00 WIB. Jenazah korban ditemukan sejauh kurang lebih 10 kilometer dari titik awal kejadian sebelum langsung dievakuasi menuju rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca Juga: Warga Kerinci dan Sungai Penuh Keluhkan Pemadaman Bergilir Tanpa Jadwal Pasti

“Korban berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi oleh tim gabungan ke rumah duka,” ujar Andri.

Setelah proses evakuasi selesai, operasi pencarian resmi ditutup. Seluruh personel yang terlibat kemudian dikembalikan ke instansi masing-masing.

Andri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang ikut membantu proses pencarian korban, mulai dari Basarnas, BPBD, aparat keamanan, hingga masyarakat setempat.

Baca Juga: PLTA Batang Merangin Berkapasitas Besar, Kenapa Kerinci-Sungai Penuh Masih Padam? Ini Kata PLN

Operasi SAR tersebut melibatkan berbagai perlengkapan pendukung seperti rescue car, perahu karet, alat komunikasi, perlengkapan medis, alat evakuasi, hingga drone pemantau udara. Sebanyak 7 personel Basarnas dan 6 personel BPBD Merangin diterjunkan dalam operasi, dibantu Babinsa, Bhabinkamtibmas, warga, dan keluarga korban.

Sebelumnya, Fakih dilaporkan hanyut saat mandi bersama rekannya di Sungai Batang Merangin pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban diduga terseret arus sungai yang cukup deras.

Humas Kantor SAR Jambi, Lutfi Mulyawan, mengatakan warga sempat melakukan pencarian secara mandiri dengan peralatan seadanya. Namun korban belum berhasil ditemukan hingga akhirnya tim SAR turun melakukan operasi pencarian.(Adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs