Dumiseke Perkebunan: Ciptakan Lapangan Pekerjaan Sektor Perkebunan

 

Merdekapost.com - Program Dumisake Perkebunan di masa kepemimpinan Gubernur Jambi Al Haris dan Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani terus dilaksanakan dengan prioritas menciptakan lapangan pekerjaan sektor perkebunan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Hal ini sebagai wujud partisipasi untuk mengurangi tingkat pengangguran sebagai upaya pengejawantahan penekanan laju kemiskinan di sektor perkebunan, dengan memberikan bantuan berupa alat-alat untuk pengelolaan kebun dan kemitraan kelompok jasa pengelolaan kebun dengan pengguna jasa.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Agusrizal mengatakan, sasaran pada program ini adalah para buruh kebun, pekebun dan pekerja lepas yang dikategorikan pra sejahtera sesuai data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dan dikolaborasikan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Ia menjelaskan, kelompok jasa pengelolaan kebun dibentuk sebagai kelompok jasa untuk merespon kebutuhan masyarakat pemilik kebun kelapa sawit akan tenaga kerja untuk mengelola kebun yang selama ini masih terbatas. 

"Melalui kelompok jasa ini masih diperlukan pelatihan budidaya, teknis dan administrasi keuangan sehingga tenaga kerja menjadi professional dan dapat bermitra dengan perusahaan perkebunan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja lepas sesuai UU Cipta Kerja. Dengan adanya kelompok tenaga kerja ini, bila berkembang bisa menjadi perusahaan jasa tenaga kerja," jelasnya.

Tahun 2023 dikatakan Agusrizal, adalah tahun pertama Dinas Perkebunan Provinsi Jambi melaksanakan program Dumisake dalam pembentukan kelompok dan pemberian bantuan alat pengelolaan kebun kepada kelompok jasa tersebut.  

"Tahun 2023 terbentuk kelompok Jasa dengan total 25 kelompok di 8 Kabupaten, yang masing-masing kelompok terdiri dari 20 orang. Adapun calon anggota kelompok diusulkan oleh desa berdasarkan data P3KE dan atau DTKS dan atau usulan kepala desa dan diverifikasi oleh tim verifikasi terpadu antara Dinas Perkebunan Provinsi Jambi bersama dinas yang membidangi Perkebunan kabupaten serta dinas yang membidangi sosial di kabupaten," ujarnya.

"Jika.calon yang diusulkan tidak termasuk kriteria masyarakat pra sejahtera di beri rekomendasi kepada Kepala Desa untuk mencari pengganti yang sesuai dari indikator kemiskinan," tambahnya.

Ia menambahkan, untuk tahap berikutnya anggota yang telah diverifikasi dan sesuai dengan indikator kemiskinan akan ditetapkan melalui SK Kepala Desa. SK tersebut Bersama proposal diajukan ke Dinas Perkebunan Provinsi Jambi melalui Dinas Perkebunan Kabupaten yang selanjutkan akan di tetapkan sebagai kelompok penerima bantuan alat pengelolaan kebun oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi.

Kelompok yang dibentuk adalah kelompok jasa untuk komoditi kelapa sawit, kelapa dalam dan pinang. Adapun kelompok yang ditetapkan sebagai kelompok jasa pengelolaan kebun tahun 2023 sebagai berikut:

1. Usaha Bersamo (Kabupaten Merangin)

2. Maju Serentak (Kabupaten Merangin)

3. Maju Bersama (Kabupaten Merangin)

4. Jaya Bersama (Kabupaten Merangin)

5. Sepadan Jaya 1 (Kabupaten Bungo)

6. Sepadan Jaya 2 (Kabupaten Bungo)

7. Maju Bersama  (Kabupaten Bungo)

8. Tebing Tinggi Jaya (Kabupaten Bungo)

9. Sri Rezeki 1 (Kabupaten Tanjab Barat)

10. Sri Rezeki 2 (Kabupaten Tanjab Barat)

11. Teluk Kecibung Mandiri 1 (Sarolangun)

12. Teluk Kecibung Mandiri 2 (Sarolangun)

13. Berkah 1 (Sarolangun)

14. Teluk Kecibung Mandiri 1 (Sarolangun)

15. Jaya Makmur (Tebo)

16. Sekintang Dayo (Tebo)

17. Tembikar 1 (Tanjab Timur)

18. Tembikar 2 (Tanjab Timur)

19. Makmur 1 (Tanjab Timur)

20. Makmur 2 (Tanjab Timur)

21. Sumber Rezeki ( Muaro Jambi)

22. Maju Bersama (Muaro Jambi)

23. Jaya Bersatu (Muaro Jambi)

24. Maju Bersama T (Muaro Jambi

25. Suka Jaya Makmur (Batanghari)

Adapun paket bantuan setiap kelompok tersebut berupa sebanyak 7 unit dodos manual, 2 unit dodos (egrek), 1 unit mesin dodos elektrik, 5 unit angkong, 1 unit kendaraan roda 3, 4 unit mesin potong rumput, 6 unit alat semprot elektrik, 1 unit chinsaw, 1 unit mesin pengupas kelapa dan 1 unit mesin pengupas pinang. 

"Bantuan alat kerja tersebut telah diserahkan secara simbolik oleh Gubernur Provinsi Jambi tepat pada tanggal 2 Desember 2023, di Kantor Desa Talang Kerinci Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi. Pada kesempatan tersebut Gubernur Jambi juga mempraktekan alat panen berupa dodos elektrik," tukasnya. (*)

Sumber: Jernih.id

Wagub Sani: Dumisake Pendidikan, Program Percepatan dan Pemerataan Pendidikan

Merdekapost.com - Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., menghadiri Haflah Miladiyah ke-13 dan Akhirussanah Pondok Pesantren (Ponpes) Ummul Masakin, Desa Kampung Pulau, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari, Selasa (28/05/2024).

Dalam sambutan dan arahannya Wagub Sani mengucapkan rasa syukur karena dapat hadir secara langsung pada acara tersebut. “Alhamdulillah, hari ini kita dapat berkumpul bersama pimpinan Ponpes, majelis guru, orang tua, serta tokoh agama dan para santri yang saya cintai, semoga kegiatan ini selalu di ridhoi Allah,” ucap Wagub Sani.

“Akhirussanah Ponpes ini merupakan kebahagiaan bagi orang tua, karena sudah satu tahapan yang dilalui dalam proses belajar mengajar di pesantren. Semoga hal baik dan ilmu yang diterima dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat,” tambah Wagub Sani.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Sani juga mengajak para santri untuk tidak berhenti menuntut ilmu dan mengamalkannya. “Ada tiga perkara yang tidak terputus amalnya apabila meninggal dunia, salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat,” ajak Wagub Jambi tersebut.

“Karena ilmu yang bermanfaat bukanlah yang membuatmu tersohor, bukan yang membuatmu dipuja dan dihormati, tetapi ilmu yang membuatmu menjadi rendah hati, dicintai oleh langit dan dikenang dibumi,” sambungnya.

Orang nomor dua di Provinsi Jambi tersebut juga mengungkapkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi sangat mendukung perkembangan dan pemerataan dunia pendidikan melalui program Dumisake. “Dumisake Pendidikan merupakan salah satu upaya Pemprov Jambi dalam mengembangkan dan melakukan pemerataan pendidikan di Provinsi Jambi,” ungkap Wagub Sani.

“Dumisake Pendidikan adalah program percepatan dan pemerataan pembangunan khususnya bidang keagamaan yaitu Jambi Agamis, salah satunya memberikan bantuan operasional bagi pesantren, sehingga kualitas dan mutu pendidikan dapat terus ditingkatkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Ponpes Ummul Masakin Nizomudin menuturkan, berdirinya Ponpes ini dengan tujuan untuk membantu anak-anak yang ingin bersekolah namun tidak memiliki cukup biaya. “Berdirinya Ummul Masakin ini kita berharap dapat membantu anak-anak yatim piatu dan yang kurang mampu, dan mereka sekolah secara gratis disini. Saat ini, santri kita berjumlah 565 orang dan 125 orang yang kita sekolahkan secara gratis,” tutur Ustadz Nizomudin.

“Alhamdulillah, sampai hari ini Allah membantu dan mewujudkannya. Namun, perjalanan Ponpes ini tidak terlepas dari bantuan serta perhatian dari Pemprov Jambi dan Pemerintah Kabupaten Batang Hari,” pungkasnya. (*)

Dumisake Pendidikan Gubernur Al Haris Menyentuh Orang-orang yang Membutuhkan

  

Penyerahan Dumisake Pendidikan Gubernur Jambi. Foto: Ist

Merdekapost.com - Dumisake bantuan pendidikan Gubernur Jambi Al Haris berupa berupa seragam sekolah, buku, pena, tas, sepatu, kaos kaki, alat bantu dengar, kursi roda, reglet, dan tongkat tuna netra ternyata benar-benar menyentuh orang-orang yang membutuhkan.

Bagi orang tua siswa kurang mampu secara ekonomi mendapatkan bantuan pendidikan dari program Gubernur Jambi Al Haris benar-benar suatu berkah.

Seperti yang dirasakan Siti Aisyah yang tidak mampu membendung rasa harunya saat melihat anaknya Alfi Khoiri dipasangkan alat bantu dengar ditelinganya oleh Gubernur Al Haris. 

Saat itu Siti Aisyah tengah mendampingi putranya Alfi Khoiri menerima bantuan pendidikan program Dumisake dari Gubernur Al Haris di Batanghari beberapa waktu lalu.

“Terima kasih Pak” suara serak bahagia dari Siti Aisyah menyaksikan anaknya mendapat alat dengar yang diserahkan Gubernur Jambi, Al Haris.

Alfi Khoiri adalah salah satu dari 461 siswa SMA, SMK dan SLB keluarga tidak mampu mendapatkan bantuan pendidikan program Dumisake di Kabupaten Batanghari 2023 lalu.

Siti Aisyah mengaku merasa bersyukur sekali karena mendapatkan bantuan alat dengar untuk anaknya. Siti Aisyah mengaku alat dengar itu sulit ia dapatkan, jika ia harus membeli sendiri karena katerbatasan ekonomi.

“Alhamdulillah bersyukur (Gubernur Al Haris) membantu anak saya, kita membeli alat ini susah. Saya orang tidak mampu untuk membeli alat untuk mendengar,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Radiah warga Tanjung Jabung Timur, ia mengatakan perlengkapan sekolah bantuan Gubernur Al Haris benar-benar sangat membantu. Apa lagi mengingat ia memiliki tiga orang anak yang masih sekolah, tentu membeli alat perlengkapan sekolah bersamaan untuk tiga orang anaknya cukup memberatkan.

"Alhamdulillah, anak kami dapat perlengkapan sekolah baru. Kami sudah untuk membeli perlengkapan sekolah baru, karena anak kami tiga yang sekolah, ada yang SMA, SMP dan SD. Terima kasih Pak Gubernur," kata Radiah.

Gubernur Jambi, Al Haris mengatakan bantuan pendidikan yang diserahkan sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat tidak mampu agar tetap mendapatkan perlengkapan sekolah yang layak.

Al Haris berharap bantuan tersebut dapat menjadi motivasi bagi anak-anak tidak mampu, dan orang tua tetap semangat untuk kelangsungan pendidikan anaknya.

“Ini kita serahkan bantuan pendidikan berdasarkan data usulan dari sekolah dan kita peruntukkan untuk anak-anak yang berhak menerimanya,”

“Kita pemerintah hadir di tengah masyarakat dan menjamin anak-anak (tidak mampu) untuk Sekolah, meski belum banyak yang dapat kita bantu. Ini jangan diukur nilainya, ini motivasi dan semangat bagi anak-anak dan orang tua bahwa pemerintah hadir untuk mereka,” kata Al Haris.

Data Dinas Pendidikan Provinsi Jambi sejak 2022 hingga 2024 ini bantuan pendidikan berupa seragam sekolah, buku, pena, tas, sepatu, kaos kaki, alat bantu dengar, kursi roda, reglet, dan tongkat tuna netra telah menyasar 15.368 siwa. 

Jumlah tersebut tersebar di semua Kabupaten dan Kota di Provinsi Jambi dengan rincian tahun 2022 terealisasi 4.701 siswa, 2023 menyasar 5.435 siswa dan tahun 2024 ini menyasar 5.232 siswa.

Perlengkapan pendidikan tersebut paling banyak diterima siswa SMA yakni 9.043 orang, siswa SMK 5.096 orang dan siswa SLB 1.229 orang.

Tak hanya siswa sekolah negeri, Gubernur Al Haris melalui program bantuan pendidikan juga membantu biaya untuk siswa tidak mampu di sekolah swasta. Bantuan pendidikan SPP untuk siswa sekolah swasta ini dianggarkan sejak 2023 dan 2024.

Al Haris melalui program bantuan pendidikan jika dirincikan telah membantu 1.656 biaya pendidikan siswa tidak mampu baik sekolah negeri maupun siswa sekolah swasta, dengan rincian tahun 2023 sebanyak 910 siswa dan tahun 2024 sebanyak 746 orang siswa. (*)

Dumisake Pendidikan, Gubernur Jambi Al Haris Bantu Biaya SPP Ribuan Siswa Tak Mampu di Sekolah Swasta

 

Gubernur Al Haris saat penyerahan bantuan Dumisake Pendidikan. Foto: Ist

Merdekapost.com  - Program Dua Miliar Satu Kecamatan (Dumisake), telah disalurkan ke ribuan siswa  SMA atau SMK swasta tak mampu. Bantuan ini berupa Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). 

"Jadi tidak perlu takut sekolah di sekolah swasta jika tidak lulus di sekolah negeri, Pemerintah Provinsi melalui program bantuan pendidikan Pak Gubernur punya anggaran untuk membantu biaya SPP untuk siswa kurang mampu yang sekolah di sekolah swasta," kata Umar Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

Data Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi, melalui program bantuan pendidikan Gubernur Jambi Al Haris telah membantu biaya pendidikan atas SPP 1.656 siswa tidak mampu di sekolah swasta.

Bantuan pendidikan berupa perlengkapan sekolah dan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) ini sudah berjalan sejak 2023 lalu dan tahun 2024 ini merupakan tahun yang kedua. Rinciannya tahun 2023 membantu SPP sebanyak 910 siswa dan tahun 2024 sebanyak 746 orang siswa.

Sementara itu, selama tiga tahun memimpin Jambi, Al Haris dan Abdullah Sani melalui program bantuan pendidikan Dumisake telah membantu 15.368 siswa tidak mampu di bumi sepucuk Jambi sembilan lurah.

Program bantuan pendidikan ini memang sengaja dirancang oleh Al Haris untuk siswa tidak mampu, sebagai bentuk kehadiran pemerintah untuk memberikan jaminan pendidikan bagi anak-anak dengan ekonomi kurang mampu.

"Kita berharap bantuan pendidikan ini terus berlanjut setiap tahun kita berikan, mudahan ini memberikan semangat bagi anak-anak kita, dan dapat meringankan beban bagi orang tua siswa kurang mampu,” kata Al Haris.

Bantuan pendidikan yang diberikan berupa seragam sekolah, buku, pena, tas, sepatu, kaos kaki, alat bantu dengar, kursi roda, reglet, dan tongkat tuna netra telah menyasar 15.368 siswa di Provinsi Jambi.

Jumlah tersebut tersebar di semua Kabupaten dan Kota di Provinsi Jambi dengan rincian tahun 2022 terealisasi 4.701 siswa, 2023 menyasar 5.435 siswa dan tahun 2024 ini menyasar 5.232 siswa.

Perlengkapan pendidikan tersebut paling banyak diterima siswa SMA yakni 9.043 orang, siswa SMK 5.096 orang dan siswa SLB 1.229 orang.

"Data penerima bantuan pendidikan dan SPP siswa tidak mampu di sekolah swasta itu termasuk dalam 15.368 siswa penerima manfaat," sebut Umar.(*)

3 Tahun Memimpin Jambi, Haris-Sani Telah Bantu 15.368 Siswa Tidak Mampu

 

Penyerahan bantuan Dumisake Pendidikan. Foto: Ist

Merdekapost.com - Gubernur Jambi Al Haris selalu menganggarkan bantuan pendidikan sejak tahun anggaran 2022, 2023 dan 2024 bagi siswa tidak mampu di Provinsi Jambi. Selama tiga tahun memimpin Jambi, Al Haris dan Abdullah Sani melalui program bantuan pendidikan Dumisake telah membantu 15.368 siswa tidak mampu.

Program bantuan pendidikan ini memang sengaja dirancang oleh Al Haris untuk siswa tidak mampu, sebagai bentuk kehadiran pemerintah untuk memberikan jaminan pendidikan bagi anak-anak dengan ekonomi kurang mampu.

"Kita berharap bantuan pendidikan ini terus berlanjut setiap tahun kita berikan, mudahan ini memberikan semangat bagi anak-anak kita, dan dapat meringankan beban bagi orang tua siswa kurang mampu,” kata Al Haris.

Data Dinas Pendidikan Provinsi Jambi sejak 2022 hingga 2024 ini bantuan pendidikan berupa seragam sekolah, buku, pena, tas, sepatu, kaos kaki, alat bantu dengar, kursi roda, reglet, dan tongkat tuna netra telah menyasar 15.368 siwa. 

Jumlah tersebut tersebar di semua Kabupaten dan Kota di Provinsi Jambi dengan rincian tahun 2022 terealisasi 4.701 siswa, 2023 menyasar 5.435 siswa dan tahun 2024 ini menyasar 5.232 siswa.

Perlengkapan pendidikan tersebut paling banyak diterima siswa SMA yakni 9.043 orang, siswa SMK 5.096 orang dan siswa SLB 1.229 orang.

Tak hanya siswa sekolah negeri, Gubernur Al Haris melalui program bantuan pendidikan juga membantu biaya untuk siswa tidak mampu di sekolah swasta. Bantuan pendidikan SPP untuk siswa sekolah swasta ini dianggarkan sejak 2023 dan 2024.

Al Haris melalui program bantuan pendidikan jika dirincikan telah membantu 1.656 biaya pendidikan siswa tidak mampu baik sekolah negeri maupun siswa sekolah swasta, dengan rincian tahun 2023 sebanyak 910 siswa dan tahun 2024 sebanyak 746 orang siswa.(*)

Warga Miskin Terbantu oleh Al Haris Lewat Program Dumisake Kesehatan

 

Al Haris-Abdullah Sani. Foto: Ist

Merdekapost.com - Kehadiran program unggulan Gubernur Jambi Al Haris dan Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani telah membantu keluarga besar almarhum Syafni, 69 tahun.

Warga Simpang Rimbo, Kota Jambi ini awalnya mengaku sempat pasrah untuk membawa sang ayah berobat karena tidak memiliki biaya.

"Saya bersyukur saat itu ada yang memberi tahu untuk dibawa saja ke rumah sakit umum Raden Mattaher," ujar Donni Dasa Putra, Sabtu, 18 Mei 2024.

Selama menjalani semua perawatan tersebut tidak mengeluarkan satu rupiah pun duit karena ditanggung penuh oleh Pemerintah Provinsi Jambi melalui program Dumisake.

Ia mengaku bahwa sang ayah dalam kurun waktu sebulan dua kali jalani perawatan di rumah sakit itu. Sampai ke perawatan intensif masuk ke ruang ICU selama enam hari. Hingga pada akhirnya sang ayah dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu siang lalu, 11 Mei 2024.

Selama penanganan sang ayah, pihaknya mengaku cukup puas. Tidak merasakan perbedaan maupun pelayanan rumah sakit yang diterimanya tetap berkualitas.

Bahkan saat jenazah akan dibawa pulang, yang membuat dia dan keluarga semakin terharu adalah ketika rumah sakit mengutama rasa kemanusiaan. Berkas adminitrasi menyusul. Ia tak membayangkan jika seadainya program jaminan kesehatan itu sudah tidak ada lagi. Ntah berapa puluh juta biaya.

"Ntah kemana kami untuk mencari uang," katanya.

Ia berharap program jaminan kesehatan Haris-Sani terus dilanjutkan karena manfatnya sangat dirasakan warga tidak mampu di provinsi Jambi. (*)

Sumber: Akaipost.com

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs