Nindya Eltsani, Siswi Sungai Penuh Pembawa Bendera Pusaka di Kirab Monas HUT RI ke-81

Nindya Eltsani Pembawa Bendera Pusaka di Kirab MonasNindya Eltsani Fawwaz, saat bertugas membawa bendera pusaka Merah Putih menaiki Kereta Kencana Garuda Prabayaksa. (Tangkapan Layar) 

SUNGAI PENUH – Suasana peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Jakarta berlangsung penuh khidmat dan meriah pada Senin (17/8/2026). Salah satu momen paling menarik perhatian publik adalah prosesi Kirab Merah Putih dari Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka dan sebaliknya.

Dua purna Paskibraka Duta Pancasila 2025 tampil memukau mengemban amanah besar tersebut.

Nindya Eltsani Fawwaz, siswi SMAN 2 Kota Sungai Penuh asal Provinsi Jambi, bertugas membawa bendera pusaka Merah Putih. Nindya merupakan siswi SMAN 2 Kota Sungai Penuh, kelahiran Padang, 27 Juni 2009.

Sementara itu, Bianca Alessia Christabella Lantang dari Sulawesi Utara bertugas membawa naskah proklamasi. Bianca merupakan siswi SMA Lentera Harapan Tomohon dan lahir di Manado pada 28 Februari 2009.

Nindya dan Bianca menaiki Kereta Kencana Garuda Prabayaksa sepanjang rute kirab. Kereta istimewa buatan Sleman, Yogyakarta ini membawa makna mendalam. Nama “Garuda Prabayaksa” mengandungi arti cahaya besar atau cahaya terang yang memancar.

Perjalanan kereta kencana ini juga menghadirkan pemandangan megah. Pasukan pengawal mengiringi sepanjang jalan, terdiri dari: 45 pasukan motor kawal Polisi Militer, Drum Corps Pelopor Cendrawasih Akademi Kepolisian, 114 Resimen Kavaleri Berkuda Ronggolawe, dan 78 pasukan Kerajaan Nusantara.

Rangkaian kirab ini terbagi dalam dua tahap utama. Sebelum upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi mulai, Sultana Najwa (DKI Jakarta) dan Aliah Sakira (Sulawesi Selatan) lebih dahulu menyerahkan bendera serta teks proklamasi menuju Istana Merdeka.

Setelah seluruh upacara usai, giliran Nindya dan Bianca yang mengembalikan kedua benda bersejarah tersebut kembali ke Monas. Penampilan anggun dan disiplin para purna Paskibraka ini tidak hanya menyempurnakan prosesi HUT RI ke-81, tetapi juga menginspirasi generasi muda di seluruh penjuru negeri. (**)

HUT RI ke-81, Kerinci Teguhkan Semangat Persatuan dan Pengabdian

Kerinci - Khidmat dan penuh nasionalisme, Bupati Kerinci Monadi memimpin langsung Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati Kerinci, Bukit Tengah, Siulak, Minggu (17/8/2026).

Dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat tekad bersama dalam membangun Kerinci yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan.

Suksesnya Paskibraka menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih menjadi salah satu momen penuh kebanggaan dalam upacara tahun ini.

Bupati Monadi mengajak seluruh masyarakat Kerinci untuk terus menjaga persatuan, mempererat persaudaraan, serta mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata dan kontribusi terbaik bagi daerah.

Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia

Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.

Kerinci Bersatu, Kerinci Maju

(Adz)

Profil dan Biodata Achmad Fachri M, Putra Jambi Komandan Kelompok 8 Paskibraka Nasional

PASKIBRAKA NASIONAL - Achmad Fachri Mubarok, siswa SMK Negeri 1 Kota Jambi, saat menjalankan tugas sebagai Paskibraka di Istana Negara, Senin (17/8/2026). 

JAMBI - Putra asal Jambi, Achmad Fachri Mubarok, mendapat kepercayaan menjadi Komandan Kelompok 8 dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Siswa SMK Negeri 1 Kota Jambi tersebut tergabung dalam tim Paskibraka Nasional dengan tema "Indonesia Berdaulat" di Istana Negara setelah melewati rangkaian seleksi dari tingkat daerah hingga nasional.

Di balik perannya dalam upacara kenegaraan tersebut, Fachri dikenal sebagai remaja yang sederhana dan mudah bergaul.

Lalu, bagaimana sosok Fachri? 

Profil dan Biodata Achmad Fachri Mubarok

Berikut profil dan biodata singkat Achmad Fachri Mubarok, Paskibraka asal Jambi.

Nama Lengkap: Achmad Fachri Mubarok

Tempat dan Tanggal Lahir: Kota Jambi, 29 Agustus 2009 (16 tahun)

Nama Orang Tua: Selamet Riyadi (ayah), Sukma Dewi (ibu)

Tinggi Badan: 177 cm

Berat Badan: 68 kg

Golongan Darah: AB

Asal Sekolah: SMK Negeri 1 Kota Jambi

Sosok yang Sederhana

Di lingkungan sekolah, Fachri disebut tidak pernah menunjukkan sikap berbeda meski telah meraih prestasi hingga tingkat nasional.

Ia justru dikenal sebagai siswa yang sopan, tidak sombong, serta peduli terhadap teman-temannya.

Kepala SMK Negeri 1 Kota Jambi, Repreanis, mengatakan Fachri memiliki kepribadian yang baik dan sederhana.

"Dia memiliki kepribadian yang baik dan sangat sederhana. Selain itu, dia juga sangat peduli dengan teman-temannya," ujar Repreanis Senin (17/8/2026).

Salah satu hal yang masih diingat pihak sekolah adalah kebiasaan Fachri ketika mendapat rezeki lebih.

Ia pernah membelikan es krim untuk teman-teman satu kelasnya.

Bagi pihak sekolah, hal sederhana tersebut menunjukkan kedekatan Fachri dengan teman-temannya.

Fachri juga dikenal memiliki sikap sopan ketika berkomunikasi dengan guru maupun teman sebaya.

"Orangnya baik sekali, tingkah lakunya cukup sopan. Sikapnya juga sopan. Kalau berbicara dengan saya, seperti orang dewasa," katanya.

Prestasi Fachri dari Bela Diri Karate

Dalam bidang akademik, Fachri disebut bukan siswa yang terlalu menonjol. Namun, ia tetap mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

Prestasi Fachri justru berkembang melalui kegiatan di luar akademik, salah satunya bela diri karate.

Perjalanan Fachri untuk menjadi anggota Paskibraka Nasional juga tidak mudah.

Ia sempat berada dalam kondisi hampir tersingkir saat mengikuti proses seleksi.

Namun, kesempatan tersebut berhasil dipertahankan hingga akhirnya Fachri terpilih mewakili Jambi sebagai anggota Paskibraka Nasional.

Pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026), Fachri dipercaya menjalankan tugas sebagai Komandan Kelompok 8.

Kepercayaan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Fachri yang kini duduk di kelas X SMK Negeri 1 Kota Jambi.

Di sekolah, Fachri mengambil jurusan Teknik Komputer dan Jaringan.

Menurut pihak sekolah, jurusan tersebut memang telah menjadi minatnya sejak awal masuk SMK.

Meski berasal dari keluarga sederhana, kondisi tersebut tidak membuat Fachri minder ketika bergaul dengan teman-temannya.

"Dia pintar bergaul dan tidak sombong," ujar Repreanis.

Achmad Fachri Mubarok lahir di Kota Jambi pada 29 Agustus 2009. Ia merupakan putra pasangan Selamet Riyadi dan Sukma Dewi.

Remaja berusia 16 tahun tersebut memiliki tinggi badan 177 sentimeter, berat badan 68 kilogram, dan golongan darah AB.

Sekolah Siapkan Kejutan untuk Fachri

Pihak SMK Negeri 1 Kota Jambi kini menantikan kepulangan Fachri setelah menyelesaikan tugas sebagai Paskibraka Nasional.

Sekolah tidak hanya ingin menyambut Fachri sebagai siswa yang telah mengharumkan nama sekolah, tetapi juga memberikan apresiasi atas perjuangan dan kerja keras yang telah dilaluinya.

Repreanis mengatakan pihak sekolah telah menyiapkan rencana untuk memberikan kejutan saat Fachri kembali ke sekolah.

"Kami sudah bicarakan dengan tim manajemen sekolah. Nanti akan ada kejutan ketika Fachri pulang sebagai bentuk penghargaan," katanya.

Pihak sekolah berharap pencapaian Fachri di tingkat nasional dapat menjadi awal bagi prestasi-prestasi berikutnya.

Repreanis juga berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi Fachri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

"Mudah-mudahan dengan prestasi dia ini, Fachri bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan mendapat prestasi yang lebih lagi," harapnya.

Momen Istimewa bagi Kota Jambi

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momen istimewa bagi Kota Jambi.

Pada tahun ini, dua putra-putri asal Kota Jambi dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka Nasional yang bertugas dalam upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta.

Selain Achmad Fachri Mubarok, terdapat Rizkia Putri yang juga menjadi anggota Paskibraka Nasional dalam upacara tersebut.

Namun, pencapaian Fachri menjadi semakin istimewa karena ia mendapat kepercayaan sebagai Komandan Kelompok 8.

Penampilan Fachri saat menjalankan tugasnya di Istana Merdeka juga mendapat sorotan dalam siaran langsung upacara HUT ke-81 RI.

Di Kota Jambi, pelaksanaan upacara tersebut turut disaksikan Wali Kota Jambi Maulana bersama jajaran Pemerintah Kota Jambi dan Forkopimda dari lobi utama Kantor Wali Kota Jambi.

Saat kamera menyorot Fachri ketika menjalankan tugas, suasana di lokasi dipenuhi rasa bangga.

Bagi Pemkot Jambi, penampilan Fachri menunjukkan bahwa putra-putri daerah mampu tampil di panggung nasional dan dipercaya menjalankan tugas penting dalam upacara kenegaraan.

"Ini satu kebanggaan untuk Kota Jambi, apalagi tahun ini dua perwakilan Kota Jambi ikut Paskibraka Nasional," ujar Wali Kota Jambi Maulana, Senin (17/8).

Maulana mengaku semakin bangga ketika Fachri mendapat sorotan kamera dalam siaran langsung upacara dari Istana Merdeka.

"Apa lagi tadi Fachri di-zoom langsung," tambahnya.

Di usianya yang baru 16 tahun, Fachri berhasil membawa nama Kota Jambi dalam upacara kemerdekaan yang disaksikan masyarakat Indonesia.

Pencapaian tersebut menjadi bagian dari catatan penting Kota Jambi pada HUT ke-81 RI.

Bukan hanya karena dua perwakilan Kota Jambi berhasil menembus Paskibraka Nasional, tetapi salah satunya juga dipercaya memegang peran sebagai Komandan Kelompok 8.

Bagi Wali Kota Jambi Maulana, pencapaian Fachri merupakan kebanggaan bersama.

Di balik barisan Paskibraka yang berdiri tegap di Istana Merdeka, terdapat putra Jambi yang membawa nama daerahnya dalam perayaan kemerdekaan Indonesia.

Pada 17 Agustus 2026, nama Achmad Fachri Mubarok pun menjadi salah satu putra Jambi yang mencatatkan prestasi dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.(Red)

Nazwarifa Ilmira Fahmi Kembali Terpilih sebagai Pembawa Kirab Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Tanjung Jabung Barat

Nazwarifa Ilmira Fahmi Kembali Terpilih sebagai Pembawa Kirab Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Tanjung Jabung Barat

Merdekapost.com | Tanjung Jabung Barat - Suasana haru menyelimuti upacara penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Alun-Alun Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Senin (17/8/2026).

Di tengah khidmatnya prosesi penurunan bendera, sosok Nazwarifa Ilmira Fahmi, siswi kelas XII SMA Negeri 1 Tanjung Jabung Barat, kembali mendapat kepercayaan untuk menjadi pembawa kirab pada upacara penurunan Bendera Merah Putih.

Kepercayaan tersebut menjadi momen yang sangat berarti bagi Nazwarifa. Di balik langkah tegap dan sikap penuh tanggung jawabnya menjalankan tugas negara, tersimpan kisah perjuangan seorang anak yatim yang terus mengejar cita-cita tanpa kehadiran sang ayah di sisinya.

Nazwarifa merupakan putri dari almarhum Bapak M. Zulfahmi Syarif, S.T. dan Ibu Adv. Era Herawati, S.H., M.H. Meski telah kehilangan sosok ayah tercinta, Nazwarifa tetap tumbuh sebagai seorang anak yang memiliki semangat dan cita-cita tinggi.

Salah satu cita-cita terbesar Nazwarifa adalah melanjutkan pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Kini, ia masih duduk di bangku kelas XII SMA Negeri 1 Tanjung Jabung Barat dan terus berusaha mempersiapkan diri untuk mewujudkan impiannya tersebut.

Bagi Nazwarifa, menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka bukan sekadar tugas seremonial. Kepercayaan membawa kirab pada penurunan bendera menjadi sebuah kehormatan sekaligus pembuktian bahwa keterbatasan dan kehilangan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Momen haru semakin terasa ketika prosesi selesai. Bendera Merah Putih kemudian diantar langsung ke Rumah Dinas Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., sebagai bagian dari rangkaian kegiatan setelah upacara.

Dalam suasana penuh penghormatan tersebut, perjalanan Nazwarifa menjadi cerita tersendiri. Seorang anak yang kehilangan ayahnya justru mampu berdiri tegap membawa lambang kebanggaan bangsa di hadapan masyarakat dan para pejabat daerah.

Air mata dan rasa bangga seakan bercampur dalam satu momen. Sang ayah, almarhum M. Zulfahmi Syarif, S.T., mungkin tidak lagi dapat menyaksikan secara langsung putrinya menjalankan tugas mulia tersebut. Namun, perjuangan dan keberhasilan Nazwarifa hari ini menjadi bagian dari cerita yang akan selalu dikenang keluarga.

“Menjadi pembawa kirab penurunan Bendera Merah Putih merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan besar bagi saya. Amanah ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar, berjuang, dan memberikan yang terbaik demi membanggakan keluarga. Saya ingin menjadikan setiap pengalaman sebagai langkah untuk meraih cita-cita. Ke depan, saya bercita-cita melanjutkan pendidikan di IPDN dan mengabdikan diri bagi bangsa dan negara,” ujar Nazwarifa penuh semangat. Cita-cita tersebut menjadi semangat yang terus ia bawa dalam menatap masa depan dengan tekad, ketekunan, dan doa.

Kisah Nazwarifa menjadi inspirasi bagi generasi muda Tanjung Jabung Barat. Di usia yang masih belia, ia telah menunjukkan bahwa kehilangan bukan akhir dari perjuangan. Justru dari sebuah kehilangan, dapat tumbuh kekuatan untuk melangkah lebih jauh.

Kini, di penghujung masa SMA, Nazwarifa berdiri di persimpangan menuju masa depan. Dari lapangan upacara, tempat ia dengan penuh khidmat membawa kirab Merah Putih, terpatri sebuah cita-cita besar di dalam dirinya: melanjutkan pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan mengabdikan diri bagi bangsa dan negara.

Semoga langkah Nazwarifa selalu dimudahkan, cita-citanya untuk melanjutkan pendidikan di IPDN dapat terwujud, dan perjuangannya menjadi kebanggaan bagi almarhum ayah, ibunda tercinta, keluarga, sekolah, serta masyarakat Tanjung Jabung Barat.

Selamat dan sukses Nazwarifa Ilmira Fahmi. Teruslah melangkah dan jangan pernah berhenti bermimpi. (rdp)

Siap Kibarkan Bendera Merah Putih, 30 Paskibraka Sungai Penuh Dikukuhkan Walikota Alfin

SUNGAIPENUH– Sebanyak 30 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Sungai Penuh Tahun 2026 yang akan mengibarkan bendera merah putih pada HUT RI ke-81 di kukuhkan pada Sabtu (15/08/2026) di Gedung Nasional Kota Sungai Penuh.

Puluhan pelajar tersebut siap menjalankan tugas pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Sebanyak 30 anggota Paskibraka terdiri dari 16 putra dan 14 putri. Mereka akan mengibarkan dan menurunkan Bendera Merah Putih pada upacara tingkat Kota Sungai Penuh di Lapangan Merdeka.

Wali Kota Alfin mengukuhkan seluruh anggota setelah mereka mengikuti rangkaian seleksi, pembinaan, pendidikan, serta latihan fisik dan mental.

Baca Juga: UPDATE Gempa M7,7 NTT: Korban Jiwa 51 Orang, 64 Luka Berat, Status Darurat Berlaku

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat. Seluruh anggota mengucapkan Ikrar Putera Indonesia. Wali Kota Alfin kemudian membacakan pernyataan pengukuhan.

Alfin bersama perwakilan anggota Paskibraka melanjutkan prosesi dengan pemasangan kendit dan penyematan lencana tanda pengukuhan.

Wali Kota Alfin mengapresiasi perjuangan para anggota Paskibraka selama mengikuti seluruh tahapan persiapan.

Baca Juga: 2 Korban Hilang Perahu Karam di Sungai Batanghari Tebo Ditemukan

Ia meminta mereka menjalankan tugas dengan disiplin, tanggung jawab, dan semangat patriotisme.

«“Saudara-saudara adalah putra-putri pilihan Kota Sungai Penuh yang akan mengemban tugas mulia pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan jiwa patriotisme. Kibarkan Bendera Merah Putih dengan penuh kebanggaan dan kehormatan,” ujar Alfin.»

Alfin juga meminta para anggota menjaga nama baik diri, keluarga, dan Kota Sungai Penuh selama menjalankan tugas.

Baca Juga: 2 Korban Hilang Perahu Karam di Sungai Batanghari Tebo Ditemukan

Pada Senin, 17 Agustus 2026, seluruh anggota Paskibraka akan menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Merdeka Kota Sungai Penuh.

Acara pengukuhan berakhir dengan doa bersama. Para pejabat dan orang tua kemudian memberikan ucapan selamat kepada seluruh anggota Paskibraka.

Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, Ketua DPRD Hutri Randa, S.Sos., M.M., Sekda Alpian, S.E., M.M., unsur Forkopimda, anggota DPRD, kepala OPD, Ketua TP PKK, Ketua GOW, Ketua DWP, Ketua PIAD, serta para orang tua turut menghadiri acara tersebut. (Adz)

Tanpa Bantuan Pemdes, Warga Pinggir Air Hilir Swadaya Gelar Peringatan HUT RI

MERDEKAPOST.COM - DESA PINGGIR AIR, Semangat nasionalisme warga Desa Pinggir Air, khususnya wilayah Pinggir Air Hilir, tetap membara meski diduga tak mendapat perhatian dari pemerintah desa setempat. 

Diduga selama dua tahun terakhir, Kepala Desa Pinggir Air, M. Nasir, tidak pernah menyelenggarakan kegiatan atau acara resmi untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tak ingin suasana peringatan HUT RI berlalu sepi tanpa ada sebentuk kegiatan memeriahkan, maka kelompok ibu-ibu Pinggir Air Hilir berinisiatif mengambil alih memeriahkan momen HUT RI dengan menggelar berbagai kegiatan secara swadaya. 

Seluruh pendanaan acara ini murni berasal dari dana pribadi dan sumbangan masyarakat, tanpa ada bantuan anggaran dari Pemerintah Desa (Pemdes).

Rangkaian Acara Kemerdekaan Swadaya Warga

Pelaksanaan Lomba: Hari Senin hingga Selasa, berlokasi di tanah kosong sebelah.

Malam Puncak & Hiburan: Hiburan orgen tunggal pada Selasa malam (malam Rabu).

Sasaran Partisipasi: Seluruh pemuda-pemudi serta warga Desa Pinggir Air diundang untuk meramaikan dan berpartisipasi aktif.

Inisiatif mandiri ini menjadi bukti nyata kekompakan warga Pinggir Air Hilir dalam merayakan Kemerdekaan RI, sekaligus menjadi sorotan atas minimnya peran Pemdes dalam memfasilitasi kegiatan kemasyarakatan di tingkat desa selama dua tahun terakhir.(Red)

Kapolsek Danau Kerinci Beri Motivasi Personel: "Jadikan Tugas sebagai Ibadah dan Bentuk Pengabdian Tulus"


KERINCI — Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Kapolsek Danau Kerinci, IPTU Arisman, S.H., M.H., memberikan arahan dan motivasi mendalam kepada seluruh personel Polres Kerinci, khususnya jajaran Polsek Danau Kerinci.

​Dalam penyampaiannya, IPTU Arisman menekankan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, serta semangat pengabdian tanpa pamrih dalam menjalankan tugas kepolisian sehari-hari.

​Menjaga Integritas dan Dedikasi: IPTU Arisman mengingatkan bahwa seragam Polri yang dikenakan merupakan amanah besar dari masyarakat. Setiap personel diharapkan terus memelihara kepercayaan publik melalui pelayanan yang ramah, cepat, dan berkeadilan.

​Tugas Sebagai Ladang Ibadah: Beliau mengajak seluruh anggota untuk memaknai setiap tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan sekadar rutinitas, melainkan sebagai sarana berbuat kebaikan dan beribadah.

​Kekompakan dan Soliditas: Sinergi antara jajaran Polres Kerinci dan Polsek Danau Kerinci harus terus diperkuat. Soliditas internal menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan wilayah.

​Semangat Kemerdekaan: Mengambil momentum HUT RI ke-81, personel diharapkan meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan dengan memberikan yang terbaik bagi bangsa, negara, dan masyarakat Kerinci.

​IPTU Arisman menutup arahannya dengan optimisme bahwa dengan niat yang tulus dan kerja keras, jajaran Polri di wilayah hukum Kerinci akan selalu dicintai dan menjadi pelindung handal bagi masyarakat.(Adz)


Satu Barisan Menuju Kesejahteraan: Tani Merdeka Indonesia Siapkan Langkah Nyata Bangkitkan Petani Nusantara


MERDEKAPOST.COM - Semangat perjuangan mewujudkan kemandirian pangan dan kesejahteraan petani kian menggelora di seluruh pelosok Republik Indonesia. Momentum HUT Ke-81 Republik Indonesia menjadi pijakan krusial bagi jajaran pengurus Tani Merdeka Indonesia untuk memperkuat komitmen, menyatukan barisan, serta mengawal visi besar pertanian nasional dari pusat hingga ke daerah.

Sinergi kepemimpinan menjadi fondasi utama gerakan ini:
Sudaryono (Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia) menegaskan pentingnya pengawalan kebijakan strategis dan penyediaan akses sarana pertanian yang berkeadilan agar setiap jengkal tanah subur di Indonesia memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan para petani.

Don Muzakir (Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia) menyerukan konsolidasi total bagi seluruh pengurus di tingkat DPP, DPW, DPD, hingga ranting. Beliau menekankan bahwa perjuangan Tani Merdeka adalah perjuangan nyata di lapangan untuk memastikan petani tidak berjalan sendirian.

Candra Andika (Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi) turut menyuarakan semangat dari daerah, siap menggerakkan roda organisasi lokal demi mewujudkan kedaulatan pangan regional yang tangguh dan berdampak langsung pada ekonomi warga.

Melalui kerja keras dan kolaborasi lintas wilayah, Tani Merdeka Indonesia optimistis dapat menjawab tantangan sektor pertanian modern, mulai dari peningkatan produktivitas hingga kepastian harga di tingkat petani.

Tani Merdeka, Indonesia Berjaya! Pertanian Maju, Rakyat Sejahtera.

(Adz/Merdekapost.com)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs