Tawuran Bujang Madesu di Depan WTC Batanghari Berujung Korban Jiwa, Kapolda Jambi Tegaskan Proses Hukum Jalan

JAMBI – Tawuran antarkelompok bujang madesu di kawasan depan Mall WTC Batanghari, Kota Jambi, Sabtu 15 Agustus 2026, meninggalkan duka mendalam.

Aksi kekerasan yang sempat menghebohkan masyarakat itu dilaporkan berujung pada timbulnya korban jiwa.

Pasca kejadian tersebut, jajaran kepolisian langsung melakukan penanganan perkara dan berbagai langkah lanjutan.

Tidak hanya memastikan proses hukum berjalan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat, Polresta Jambi juga menunjukkan kepedulian dengan mendatangi keluarga korban.

Personel Polsek Pasar Polresta Jambi melaksanakan takziah dan silaturahmi ke kediaman orang tua korban di Jalan Bahagia RT 17, Kelurahan Sriwijaya, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjab Barat, Senin 17 Agustus 2026.

Kehadiran polisi di rumah duka menjadi bentuk empati sekaligus upaya membangun komunikasi dengan keluarga yang tengah kehilangan anggota keluarganya akibat peristiwa tawuran tersebut.

Dalam kegiatan itu, personel Polsek Pasar yang hadir, Ipda Irwan Kurniawan dan Bripka K Handoko, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Mereka juga memberikan perhatian kepada keluarga sekaligus memastikan komunikasi antara keluarga korban dan pihak kepolisian tetap berjalan dengan baik selama proses penanganan perkara berlangsung.

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol Erlan Munaji menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut.

Menurutnya, kepolisian memastikan penanganan hukum dilakukan secara profesional terhadap setiap pihak yang terbukti terlibat.

Kata dia, Polda Jambi dan jajaran menyampaikan turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga korban.

"Kami memastikan proses hukum terhadap setiap pihak yang terbukti terlibat akan dilakukan secara tegas, profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Kombes Pol Erlan Munaji menyampaikan pesan Kapolda Jambi.

Erlan mengatakan, kehadiran personel kepolisian di kediaman keluarga korban bukan hanya untuk menyampaikan belasungkawa.

Kegiatan tersebut juga dilakukan untuk mempererat komunikasi serta memastikan situasi tetap kondusif setelah peristiwa tawuran yang menimbulkan korban jiwa tersebut.

“Kami juga mengajak keluarga dan seluruh masyarakat untuk tetap tenang serta mempercayakan penanganan perkara kepada kepolisian. Kami membutuhkan dukungan masyarakat agar setiap proses dapat berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan persoalan baru,” lanjutnya.

Dalam silaturahmi tersebut, keluarga korban menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan jajaran Polresta Jambi.

Pihak keluarga juga menyatakan menyerahkan sepenuhnya proses hukum terkait peristiwa tawuran di depan Mall WTC Batanghari kepada pihak kepolisian.

Peristiwa ini kembali menjadi perhatian serius aparat karena aksi tawuran yang melibatkan kelompok bujang madesu bukan hanya mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dapat berujung pada konsekuensi fatal.

Polda Jambi bersama jajaran pun menegaskan akan terus melakukan langkah pencegahan dan penegakan hukum terhadap aksi kekerasan yang meresahkan masyarakat.

“Tidak ada ruang bagi aksi kekerasan dan tawuran yang meresahkan masyarakat. Polri akan terus hadir memberikan perlindungan, pelayanan dan penegakan hukum, namun tetap mengedepankan pendekatan yang humanis kepada masyarakat,” pungkas Kombes Pol Erlan Munaji.

Polisi mengajak masyarakat, khususnya kalangan generasi muda, untuk tidak terlibat dalam aksi tawuran dan kekerasan.

Setiap persoalan, menurut kepolisian, harus diselesaikan melalui cara-cara yang tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.*

Momen HUT RI ke-81, Aksi Pembersihan Sampah Jalur Pendakian Gunung Tujuh, 580 Kilogram Sampah Terkumpulkan

KERINCI — Pada Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kerinci di isi dengan kegiatan peduli lingkungan. Sebanyak 150 peserta terlibat dalam aksi bersih-bersih di kawasan pendakian Danau Gunung Tujuh.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Aksi Bersih di 81 Kawasan Konservasi yang di gelar Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BB TNKS), Minggu (16/8/2026).

Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari relawan, mahasiswa hingga anggota Pramuka. Mereka menyusuri jalur pendakian untuk mengumpulkan sampah yang ditemukan di kawasan konservasi tersebut.

Aksi bersih lingkungan itu mencakup area sepanjang sekitar 41,3 kilometer. Dari kegiatan tersebut, peserta berhasil mengumpulkan dan mengangkut sekitar 580 kilogram sampah.

Dari total sampah yang terkumpul, sekitar 30 kilogram di antaranya masih memiliki nilai daur ulang. Sampah tersebut kemudian diserahkan kepada pemulung lokal agar dapat dimanfaatkan kembali.

Penelaah Teknis Kebijakan BB TNKS, Meri Deswita, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya menjaga kebersihan kawasan wisata alam sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menciptakan kawasan wisata alam yang bersih sekaligus mengajak masyarakat mencintai lingkungan,” ujar Meri, Senin (17/8/2026).

Sampah Di bawa Turun dari Jalur Pendakian

Meri menjelaskan, sampah yang di kumpulkan peserta di bawa turun dari kawasan pendakian. Selanjutnya, sampah ditimbang dan di pilah sebelum di bawa ke tempat pembuangan akhir.

Dalam kegiatan tersebut, tim juga menemukan sedikitnya delapan kantong plastik berukuran besar yang berisi sampah dari sepanjang jalur pendakian Danau Gunung Tujuh.

Menurut Meri, kegiatan bersih-bersih tidak hanya bertujuan mengurangi sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan wisatawan agar lebih bertanggung jawab ketika berada di kawasan konservasi.

Ia mengimbau pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan serta membawa kembali sampah yang di hasilkan selama melakukan aktivitas di kawasan wisata.

“Ini juga menjadi edukasi bagi masyarakat agar mencintai alam dan tidak membuang sampah sembarangan. Dengan begitu, kawasan tetap bersih dan indah,” katanya.

Momentum Kemerdekaan untuk Menjaga Lingkungan

Aksi bersih di kawasan Danau Gunung Tujuh menjadi salah satu cara memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI melalui kegiatan nyata dan semangat gotong royong.(*)

Inilah 4 Pejabat Utama di Jajaran Kejaksaan Tinggi Jambi yang Dilantik

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi, Sugeng Hariadi, melantik empat pejabat utama di jajaran Kejaksaan Tinggi Jambi, Selasa (18/8/2026)

JAMBI - Sebanyak empat pejabat utama di jajaran Kejaksaan Tinggi Jambi dilantik pada Selasa (18/8/2026).

Pelantikan dan pengambilan sumpah itu langsung dipimpin Kepala Kejati Jambi, Sugeng Hariadi.

Pelantikan tersebut berlangsung di Aula Kejaksaan Tinggi Jambi.

Kamin resmi menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jambi setelah dilantik oleh Kajati Jambi.

Sebelumnya, Kamin menjabat sebagai Asisten Pemulihan Aset Kejati Jambi. 

Dalam kesempatan yang sama, Sugeng Hariadi juga melantik sejumlah pejabat utama di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi.

Sugeng mengatakan, rotasi dan pelantikan pejabat tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi.

Langkah ini sekaligus untuk memperkuat jajaran pimpinan dalam meningkatkan pelaksanaan tugas dan fungsi kejaksaan.

"Khususnya dalam memberikan pelayanan hukum dan penegakan hukum yang profesional, berintegritas, serta berorientasi pada keadilan dan kemanfaatan bagi masyarakat," ujarnya.

Selain Kamin, terdapat tiga pejabat lainnya yang turut dilantik.

Daftar 4 Pejabat Utama di Jajaran Kejati yang Dilantik

Berikut daftar pejabat utama di jajaran Kejaksaan Tinggi Jambi yang dilantik hari ini:

- Mia Banulita sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Jambi.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Koordinator pada Kejaksaan Agung RI.

Mia Banulita menggantikan Bima Suprayoga yang mendapat tugas baru sebagai Direktur V pada Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI.

- Kamin sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jambi.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Asisten Pemulihan Aset Kejati Jambi.

- Romi Arizyanto sebagai Asisten Pemulihan Aset Kejati Jambi.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Bagian Keuangan pada Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejaksaan Agung RI.

- Alfian Bombing sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebo.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kajari Timor Tengah Selatan.

Alfian menggantikan Abdurahman yang mendapat tugas sebagai Kajari Karanganyar.

Kajati Jambi Ingatkan Pentingnya Integritas

Amanat Kajati

Dalam amanatnya, Kajati Jambi Sugeng Hariadi menyampaikan pesan Jaksa Agung RI kepada seluruh insan Adhyaksa.

Ia meminta jajaran kejaksaan mampu menunjukkan jati diri sebagai abdi negara yang tangguh, profesional, dan berintegritas.

Hal tersebut dinilai penting di tengah perkembangan era digital dan globalisasi yang membuat tantangan penegakan hukum semakin kompleks.

“Kita harus berani menjadi pelopor perubahan penegakan hukum dengan nurani, menolak penyimpangan, dan berpegang teguh pada nilai kejujuran serta keadilan.

"Kita harus berani berkata benar di tengah tekanan, harus tetap jujur meski dihadapkan dengan godaan jabatan dan materi, serta harus bijak dalam setiap tindakan,” kata Sugeng Hariadi.

Menurut Sugeng, tugas kejaksaan tidak hanya berkaitan dengan proses penuntutan.

Kejaksaan juga harus mampu hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa.

Penegakan hukum, kata dia, harus dilakukan secara humanis dengan tetap menjaga keseimbangan antara kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan.

Karena itu, Sugeng meminta seluruh jajaran Kejati Jambi terus meningkatkan kemampuan, kapasitas, dan integritas dalam menjalankan tugas sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Ia juga mendorong percepatan penegakan hukum untuk mendukung berbagai program pemerintah.

“Jadilah pemimpin perubahan. Jangan hanya mengikuti, tetapi berani membawa ide dan gagasan baru yang membangun.

"Pegang teguh integritas, sekali kepercayaan hilang, sulit untuk dikembalikan. Dan bekerjalah dengan hati. Karena keadilan yang sejati lahir dari keikhlasan dalam pengabdian,” tegasnya.

Selain itu, Kajati Jambi memberikan perhatian khusus terhadap penanganan perkara tindak pidana khusus.

Ia meminta perkara tindak pidana khusus ditangani secara profesional, akuntabel, efektif, dan efisien dengan tetap berpedoman pada prinsip hukum serta ketentuan yang berlaku.

“Tingkatkan penanganan perkara tindak pidana khusus secara profesional, akuntabel, efektif, efisien, dan taat asas,” ujar Kajati.

(Adz)

Pawai Pembangunan HUT RI ke-81 Batang Hari Meriah, Pelajar dan Masyarakat Tumpah Ruah

 

Merdekapost.com – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Batang Hari semakin meriah dengan digelarnya Pawai Pembangunan, Selasa (18/8/2026).

Ribuan peserta dari berbagai kalangan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Pelajar, organisasi, komunitas, hingga masyarakat umum tampil dengan beragam kostum, atribut, serta kreasi yang menggambarkan semangat kemerdekaan dan keberagaman budaya.

Suasana semakin semarak ketika para peserta melintas di hadapan masyarakat. Kibaran bendera Merah Putih, yel-yel, serta berbagai penampilan atraktif membuat sepanjang jalur pawai dipenuhi antusiasme warga yang datang untuk menyaksikan perayaan tersebut.

Bupati Batang Hari, Mhd. Fadhil Arief, turut hadir dan menyaksikan langsung kemeriahan pawai. Ia terlihat berbaur bersama peserta dan memberikan semangat kepada masyarakat serta para pelajar yang mengikuti kegiatan.

Salah satu yang menarik perhatian dalam pawai tersebut adalah keterlibatan kelompok pelajar yang menampilkan serenade dengan penuh kekompakan. Para peserta tampil mengenakan busana bernuansa hijau dan putih, lengkap dengan atribut kelompok, sehingga menambah warna dalam rangkaian Pawai Pembangunan.

Tidak hanya menampilkan kreativitas, pawai juga menjadi momentum untuk memperkenalkan keberagaman budaya dan potensi masyarakat Batang Hari. Peserta dari berbagai kelompok menunjukkan bahwa semangat pembangunan dapat diwujudkan melalui kebersamaan, kreativitas, dan partisipasi masyarakat.

Kemeriahan Pawai Pembangunan menjadi gambaran antusiasme masyarakat Batang Hari dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan dengan penuh kegembiraan, persatuan, dan semangat membangun daerah.

Melalui kegiatan ini, semangat kemerdekaan diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga mampu memperkuat rasa kebersamaan serta mendorong seluruh elemen masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Batang Hari. (*)

Edi Purwanto: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kerja Nyata untuk Rakyat

 

Oleh: Edi Purwanto *

Memasuki peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, saya mengajak seluruh masyarakat untuk kembali memaknai arti kemerdekaan secara lebih luas. Para pendahulu kita telah mengorbankan tenaga, pikiran, harta, bahkan nyawa untuk membawa bangsa ini keluar dari penjajahan. Tugas kita hari ini adalah memastikan perjuangan tersebut menghasilkan kehidupan yang semakin baik bagi generasi sekarang dan generasi yang akan datang.

Bagi saya, kemerdekaan harus menghadirkan manfaat yang nyata. Rakyat harus semakin sejahtera, pembangunan harus semakin merata, kesempatan harus semakin terbuka, dan tidak boleh ada masyarakat yang merasa tertinggal dalam menikmati kemajuan bangsa.

Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kerja Nyata

Setiap generasi memiliki tugasnya masing-masing dalam mengisi kemerdekaan. Kalau para pahlawan dahulu berjuang dengan mengangkat senjata dan mempertaruhkan kehidupan mereka, maka perjuangan kita hari ini dilakukan melalui kerja, pengabdian, gotong royong, dan upaya membangun bangsa.

Sebagai bagian dari lembaga legislatif, saya memandang kerja nyata untuk rakyat harus menjadi bagian utama dari semangat kemerdekaan. Kita tidak boleh hanya berbicara mengenai cita-cita besar, tetapi harus menerjemahkannya menjadi kebijakan dan program yang benar-benar memberikan manfaat.

Rakyat membutuhkan lapangan pekerjaan, pendidikan yang berkualitas, pelayanan kesehatan yang baik, infrastruktur yang memadai, serta kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup. Semua itu merupakan bagian dari pekerjaan besar yang harus terus kita perjuangkan.

Kemerdekaan tidak boleh berhenti sebagai simbol. Merah putih yang kita kibarkan harus menjadi pengingat bahwa masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan bersama.

Indonesia Harus Semakin Kuat

Di usia 81 tahun, saya berharap Indonesia semakin kuat menghadapi berbagai tantangan. Dunia terus berubah dan persaingan antarnegara semakin ketat. Kita harus memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, ekonomi yang kuat, serta masyarakat yang mampu berdiri di atas kemampuan sendiri.

Kekuatan Indonesia bukan hanya ditentukan oleh pemerintah. Kekuatan bangsa ini berada pada seluruh rakyatnya.

Karena itu, persatuan menjadi modal yang sangat penting. Perbedaan pilihan, latar belakang, daerah, maupun pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.

Kita boleh berbeda pendapat, tetapi tujuan kita harus tetap sama, yaitu membangun Indonesia yang lebih baik.

Kesejahteraan Rakyat Harus Menjadi Tujuan

Kemerdekaan akan semakin bermakna ketika rakyat merasakan peningkatan kesejahteraan dalam kehidupan sehari-hari.

Saya berharap pembangunan nasional terus memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk tumbuh. Petani harus semakin produktif, nelayan semakin sejahtera, pekerja mendapatkan perlindungan dan kesempatan yang baik, pelaku UMKM mampu mengembangkan usaha, dan generasi muda mendapatkan peluang untuk membangun masa depan.

Pembangunan juga harus dirasakan secara merata.

Jangan sampai kemajuan hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu, sementara masyarakat di daerah lain masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan akses terhadap berbagai layanan dasar.

Pemerataan pembangunan merupakan bagian penting dari cita-cita kemerdekaan.

Gotong Royong Adalah Kekuatan Bangsa

Salah satu kekuatan Indonesia yang harus terus kita pertahankan adalah semangat gotong royong.

Gotong royong mengajarkan kita bahwa persoalan bangsa tidak mungkin diselesaikan oleh satu pihak saja. Pemerintah, DPR, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat harus berjalan bersama.

Saya percaya bahwa ketika seluruh komponen bangsa bersatu, berbagai persoalan yang berat sekalipun akan lebih mudah dihadapi.

Semangat gotong royong juga menjadi pengingat bahwa pembangunan bukan hanya tugas pemerintah. Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan, menjaga persatuan, mendukung pembangunan, serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

Menjaga Persatuan Indonesia

HUT ke-81 Republik Indonesia juga harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan.

Kita telah belajar dari sejarah bahwa bangsa Indonesia bisa meraih kemerdekaan karena memiliki semangat persatuan. Para pahlawan datang dari berbagai daerah dan latar belakang, tetapi mereka memiliki satu tujuan: Indonesia merdeka.

Semangat tersebut harus terus kita jaga.

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, masyarakat harus semakin bijak. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah. Perbedaan pilihan politik juga jangan sampai merusak hubungan persaudaraan.

Setelah kontestasi politik selesai, kita semua kembali menjadi satu keluarga besar Indonesia.

Yang harus kita bangun adalah masa depan bersama.

Generasi Muda Adalah Masa Depan Bangsa

Saya juga memberikan perhatian besar kepada generasi muda. Mereka adalah penerus perjuangan bangsa yang akan menentukan seperti apa Indonesia pada masa mendatang.

Generasi muda harus mendapatkan ruang untuk berkembang, berkreasi, berinovasi, dan menyampaikan gagasan.

Kita tidak boleh hanya meminta anak muda menjadi penerus, tetapi juga harus memberikan mereka kesempatan untuk menjadi bagian dari proses pembangunan sejak sekarang.

Pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, dan kreativitas harus terus didorong.

Saya percaya Indonesia memiliki potensi besar karena memiliki generasi muda yang jumlahnya sangat besar. Jika potensi tersebut dikelola dengan baik, generasi muda dapat menjadi kekuatan utama Indonesia untuk bersaing di tingkat global.

* Edi Purwanto, Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PDI Perjuangan dapil Provinsi Jambi 

SELENGKAPNYA BACA DI JAMBISERU.COM

Profil Nuzran Joher Putra Sungai Penuh Jambi, Ketua Ombudsman RI Periode 2026-2031

Jakarta - Nuzran Joher resmi ditetapkan sebagai ketua Ombudsman Republik Indonesia untuk masa jabatan 2026-2031 setelah mendapat persetujuan seluruh fraksi dalam rapat paripurna DPR, Selasa (18/8/2026).

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan, usulan penetapan Ketua Ombudsman tersebut telah disampaikan kepada pimpinan DPR pada akhir Juli 2026. Setelah itu, usulan diteruskan kepada Komisi II DPR untuk dibahas.

Hasil pembahasan Komisi II kemudian disampaikan kepada pimpinan DPR sebagai bahan untuk memperoleh persetujuan dalam rapat paripurna.

"Sehubungan dengan hal tersebut, pimpinan Komisi II telah menyampaikan hasil pembahasan pemilihan dan penetapan ketua Ombudsman masa jabatan 2026-2031," kata Dasco.

Selanjutnya, Dasco menyampaikan hasil rapat konsultasi pengganti rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR yang berlangsung pada Selasa (18/8/2026).

"Pada rapat konsultasi pengganti rapat Bamus DPR tanggal 18 Agustus 2026 atas nama saudara Nuzran Joher sebagai ketua Ombudsman Republik Indonesia masa jabatan 2026-2031," katanya.

Dalam rapat paripurna tersebut, Dasco meminta persetujuan seluruh fraksi DPR atas penetapan Nuzran sebagai Ketua Ombudsman RI.

"Sekarang kami meminta persetujuan fraksi-fraksi apakah penetapan ketua Ombudsman tersebut dapat disetujui?" kata Dasco.

Seluruh fraksi yang hadir kemudian menyatakan persetujuan. Dengan keputusan tersebut, Nuzran Joher ditetapkan sebagai Ketua Ombudsman Republik Indonesia untuk periode 2026-2031.

Proses penetapan itu sebelumnya telah melalui pembahasan di Komisi II DPR sebelum akhirnya dibawa ke forum rapat paripurna.

Mengutip laman Ombudsman RI, Nuzran Joher lahir di Kerinci pada 28 Oktober 1973. Data yang diberikan juga menyebut Maliki Air sebagai tempat kelahirannya.

Nuzran merupakan putra keempat dari enam bersaudara. Pendidikan dasarnya ditempuh di SD N 16/III Koto Beringin Rawang, Kerinci, pada 1980-1986.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia melanjutkan sekolah di MTsN Sungai Penuh, Kerinci, pada 1986-1989. Pendidikan berikutnya ditempuh di PGAN Sungai Penuh, Kerinci, pada 1989-1992.

Nuzran kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di IAIN Imam Bonjol, Padang, dan menyelesaikan pendidikan sarjananya pada 1997. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan magister di Universitas Pramita Indonesia dan menyelesaikannya pada 2009

Perjalanan Nuzran di dunia organisasi dimulai sejak masih menjadi mahasiswa. Ia aktif dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan pernah memimpin senat mahasiswa IAIN Padang pada 1997-1998.

Keterlibatannya di HMI kemudian berlanjut ke tingkat nasional. Nuzran dipercaya menduduki posisi Sekretaris Jenderal Pengurus Besar HMI pada 2002-2004.

Pengalaman organisasi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Nuzran sebelum masuk lebih jauh ke dunia politik dan ketatanegaraan.

Selain aktivitas organisasi, Nuzran juga disebut aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Ia membina pendidikan Al-Qur'an serta terlibat dalam berbagai kegiatan sosial di Jambi dan Jakarta.

Karier Nuzran di dunia politik dan legislatif telah berlangsung cukup panjang. Setelah aktif dalam organisasi, ia memasuki arena politik nasional dan meraih kursi sebagai anggota DPD RI periode 2004-2009 dari daerah pemilihan Jambi.

Selama berada di lembaga legislatif, Nuzran terlibat dalam perjuangan yang berkaitan dengan pembangunan daerah, pendidikan, serta kesejahteraan masyarakat.

Pengalamannya tidak berhenti setelah menyelesaikan masa jabatan sebagai anggota DPD RI. Nuzran juga pernah menjadi pimpinan dan anggota alat kelengkapan di DPD RI serta menjalankan tugas sebagai Staf Ahli Ketua DPR RI.

Keterlibatannya dalam bidang ketatanegaraan kemudian berlanjut melalui Komisi Kajian Ketatanegaraan (KKK) MPR RI. Ia tercatat menjadi anggota KKK MPR RI selama dua periode, yakni 2015-2019 dan 2019-2024.

Rangkaian pengalaman tersebut membuat kiprah Nuzran tidak hanya berkaitan dengan politik praktis, tetapi juga dengan pembahasan mengenai sistem ketatanegaraan dan tata kelola pemerintahan.

Pengalaman Nuzran juga mencakup politik di tingkat daerah. Ia pernah menjadi calon wakil wali kota Sungai Penuh untuk periode 2016-2021.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan politik Nuzran di daerah setelah sebelumnya berkiprah pada tingkat nasional sebagai anggota DPD RI.

Dengan pengalaman di tingkat pusat dan daerah, perjalanan politik Nuzran mencakup berbagai ruang, mulai dari lembaga legislatif hingga kontestasi pemerintahan daerah.

Perjalanan Nuzran kemudian memasuki fase baru pada awal 2026. Ia terpilih sebagai satu dari sembilan pimpinan dan anggota Ombudsman Republik Indonesia.

Sebelum menduduki posisi ketua Ombudsman, Nuzran telah memiliki pengalaman panjang dalam bidang legislatif dan ketatanegaraan. Pengalaman tersebut mencakup kiprahnya sebagai anggota DPD RI, keterlibatannya dalam Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI, serta pengalamannya sebagai Staf Ahli Ketua DPR RI.

Perjalanan tersebut kemudian berlanjut ketika Nuzran dipercaya menjadi bagian dari jajaran pimpinan dan anggota Ombudsman RI pada awal 2026.

Beberapa bulan setelah terpilih sebagai bagian dari sembilan pimpinan dan anggota Ombudsman RI, Nuzran mendapat kepercayaan untuk memimpin lembaga tersebut. DPR menyetujui penetapannya sebagai Ketua Ombudsman RI periode 2026-2031 melalui rapat paripurna pada 18 Agustus 2026.(*)

Bermodal PNS, Petani Padi Ditipu, Oknum ASN Setwan DPRD Kota Sungai Penuh Kini Dilaporkan ke Polisi

Oknum ASN Setwan DPRD Kota SUngai Penuh diduga melakukan penipuan penggelapan hasil panen para petani.(Adz)

Kerinci, Merdekapost.com - Dugaan perbuatan curang dan penggelapan hasil panen padi yang menyeret seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Sungai Penuh memasuki babak baru.

Persoalan tersebut kini tidak lagi sebatas keluhan para petani. Sejumlah korban mengaku telah melaporkan dugaan perbuatan tersebut kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Salah seorang korban, Ayah Abid, warga Kecamatan Danau Kerinci Barat, mengatakan dirinya telah membuat laporan ke Polsek Danau Kerinci terkait dugaan tersebut.

Hal serupa disampaikan Eti Efranida, warga Kecamatan Air Hangat Timur. Kepada media ini, ia mengaku juga telah melaporkan persoalan tersebut ke Polsek Air Hangat Timur.

Kasat Reskrim Polres Kerinci AKP Very Prasetyawan, Senin (17/8/2026), membenarkan bahwa laporan dari para korban telah diterima pihak kepolisian.

“Saat ini laporan sudah kami terima dan sedang proses,” ujar AKP Very Prasetyawan.

Dalam persoalan ini, para petani mengaku memberikan kepercayaan kepada oknum ASN tersebut karena statusnya sebagai seorang pegawai negeri sipil (PNS).

Bahkan, menurut keterangan korban, untuk meyakinkan para petani, oknum tersebut disebut pernah memberikan fotokopi Surat Keputusan (SK) PNS kepada petani.

Status sebagai aparatur negara tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang membuat para korban percaya dan menyerahkan hasil panen mereka untuk dikelola atau dijual.

Namun, setelah persoalan muncul, para korban merasa dirugikan dan akhirnya memilih menempuh jalur hukum.

Kini, laporan tersebut berada dalam proses penanganan kepolisian. Publik menunggu sejauh mana proses penyelidikan akan mengungkap fakta sebenarnya.

Di sisi lain, status ASN yang disandang terlapor juga menjadi perhatian. Jika nantinya dugaan tersebut terbukti melalui proses hukum, persoalan tersebut berpotensi tidak hanya berdampak pada aspek pidana, tetapi juga dapat menjadi persoalan etik dan disiplin sebagai aparatur sipil negara.

Media ini akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan memberikan ruang kepada seluruh pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi maupun hak jawab.

(Adz/ Source: Explore News)

Nindya Eltsani, Siswi Sungai Penuh Pembawa Bendera Pusaka di Kirab Monas HUT RI ke-81

Nindya Eltsani Pembawa Bendera Pusaka di Kirab MonasNindya Eltsani Fawwaz, saat bertugas membawa bendera pusaka Merah Putih menaiki Kereta Kencana Garuda Prabayaksa. (Tangkapan Layar) 

SUNGAI PENUH – Suasana peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Jakarta berlangsung penuh khidmat dan meriah pada Senin (17/8/2026). Salah satu momen paling menarik perhatian publik adalah prosesi Kirab Merah Putih dari Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka dan sebaliknya.

Dua purna Paskibraka Duta Pancasila 2025 tampil memukau mengemban amanah besar tersebut.

Nindya Eltsani Fawwaz, siswi SMAN 2 Kota Sungai Penuh asal Provinsi Jambi, bertugas membawa bendera pusaka Merah Putih. Nindya merupakan siswi SMAN 2 Kota Sungai Penuh, kelahiran Padang, 27 Juni 2009.

Sementara itu, Bianca Alessia Christabella Lantang dari Sulawesi Utara bertugas membawa naskah proklamasi. Bianca merupakan siswi SMA Lentera Harapan Tomohon dan lahir di Manado pada 28 Februari 2009.

Nindya dan Bianca menaiki Kereta Kencana Garuda Prabayaksa sepanjang rute kirab. Kereta istimewa buatan Sleman, Yogyakarta ini membawa makna mendalam. Nama “Garuda Prabayaksa” mengandungi arti cahaya besar atau cahaya terang yang memancar.

Perjalanan kereta kencana ini juga menghadirkan pemandangan megah. Pasukan pengawal mengiringi sepanjang jalan, terdiri dari: 45 pasukan motor kawal Polisi Militer, Drum Corps Pelopor Cendrawasih Akademi Kepolisian, 114 Resimen Kavaleri Berkuda Ronggolawe, dan 78 pasukan Kerajaan Nusantara.

Rangkaian kirab ini terbagi dalam dua tahap utama. Sebelum upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi mulai, Sultana Najwa (DKI Jakarta) dan Aliah Sakira (Sulawesi Selatan) lebih dahulu menyerahkan bendera serta teks proklamasi menuju Istana Merdeka.

Setelah seluruh upacara usai, giliran Nindya dan Bianca yang mengembalikan kedua benda bersejarah tersebut kembali ke Monas. Penampilan anggun dan disiplin para purna Paskibraka ini tidak hanya menyempurnakan prosesi HUT RI ke-81, tetapi juga menginspirasi generasi muda di seluruh penjuru negeri. (**)

HUT RI ke-81, Kerinci Teguhkan Semangat Persatuan dan Pengabdian

Kerinci - Khidmat dan penuh nasionalisme, Bupati Kerinci Monadi memimpin langsung Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati Kerinci, Bukit Tengah, Siulak, Minggu (17/8/2026).

Dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat tekad bersama dalam membangun Kerinci yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan.

Suksesnya Paskibraka menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih menjadi salah satu momen penuh kebanggaan dalam upacara tahun ini.

Bupati Monadi mengajak seluruh masyarakat Kerinci untuk terus menjaga persatuan, mempererat persaudaraan, serta mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata dan kontribusi terbaik bagi daerah.

Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia

Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.

Kerinci Bersatu, Kerinci Maju

(Adz)

Profil dan Biodata Achmad Fachri M, Putra Jambi Komandan Kelompok 8 Paskibraka Nasional

PASKIBRAKA NASIONAL - Achmad Fachri Mubarok, siswa SMK Negeri 1 Kota Jambi, saat menjalankan tugas sebagai Paskibraka di Istana Negara, Senin (17/8/2026). 

JAMBI - Putra asal Jambi, Achmad Fachri Mubarok, mendapat kepercayaan menjadi Komandan Kelompok 8 dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Siswa SMK Negeri 1 Kota Jambi tersebut tergabung dalam tim Paskibraka Nasional dengan tema "Indonesia Berdaulat" di Istana Negara setelah melewati rangkaian seleksi dari tingkat daerah hingga nasional.

Di balik perannya dalam upacara kenegaraan tersebut, Fachri dikenal sebagai remaja yang sederhana dan mudah bergaul.

Lalu, bagaimana sosok Fachri? 

Profil dan Biodata Achmad Fachri Mubarok

Berikut profil dan biodata singkat Achmad Fachri Mubarok, Paskibraka asal Jambi.

Nama Lengkap: Achmad Fachri Mubarok

Tempat dan Tanggal Lahir: Kota Jambi, 29 Agustus 2009 (16 tahun)

Nama Orang Tua: Selamet Riyadi (ayah), Sukma Dewi (ibu)

Tinggi Badan: 177 cm

Berat Badan: 68 kg

Golongan Darah: AB

Asal Sekolah: SMK Negeri 1 Kota Jambi

Sosok yang Sederhana

Di lingkungan sekolah, Fachri disebut tidak pernah menunjukkan sikap berbeda meski telah meraih prestasi hingga tingkat nasional.

Ia justru dikenal sebagai siswa yang sopan, tidak sombong, serta peduli terhadap teman-temannya.

Kepala SMK Negeri 1 Kota Jambi, Repreanis, mengatakan Fachri memiliki kepribadian yang baik dan sederhana.

"Dia memiliki kepribadian yang baik dan sangat sederhana. Selain itu, dia juga sangat peduli dengan teman-temannya," ujar Repreanis Senin (17/8/2026).

Salah satu hal yang masih diingat pihak sekolah adalah kebiasaan Fachri ketika mendapat rezeki lebih.

Ia pernah membelikan es krim untuk teman-teman satu kelasnya.

Bagi pihak sekolah, hal sederhana tersebut menunjukkan kedekatan Fachri dengan teman-temannya.

Fachri juga dikenal memiliki sikap sopan ketika berkomunikasi dengan guru maupun teman sebaya.

"Orangnya baik sekali, tingkah lakunya cukup sopan. Sikapnya juga sopan. Kalau berbicara dengan saya, seperti orang dewasa," katanya.

Prestasi Fachri dari Bela Diri Karate

Dalam bidang akademik, Fachri disebut bukan siswa yang terlalu menonjol. Namun, ia tetap mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

Prestasi Fachri justru berkembang melalui kegiatan di luar akademik, salah satunya bela diri karate.

Perjalanan Fachri untuk menjadi anggota Paskibraka Nasional juga tidak mudah.

Ia sempat berada dalam kondisi hampir tersingkir saat mengikuti proses seleksi.

Namun, kesempatan tersebut berhasil dipertahankan hingga akhirnya Fachri terpilih mewakili Jambi sebagai anggota Paskibraka Nasional.

Pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026), Fachri dipercaya menjalankan tugas sebagai Komandan Kelompok 8.

Kepercayaan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Fachri yang kini duduk di kelas X SMK Negeri 1 Kota Jambi.

Di sekolah, Fachri mengambil jurusan Teknik Komputer dan Jaringan.

Menurut pihak sekolah, jurusan tersebut memang telah menjadi minatnya sejak awal masuk SMK.

Meski berasal dari keluarga sederhana, kondisi tersebut tidak membuat Fachri minder ketika bergaul dengan teman-temannya.

"Dia pintar bergaul dan tidak sombong," ujar Repreanis.

Achmad Fachri Mubarok lahir di Kota Jambi pada 29 Agustus 2009. Ia merupakan putra pasangan Selamet Riyadi dan Sukma Dewi.

Remaja berusia 16 tahun tersebut memiliki tinggi badan 177 sentimeter, berat badan 68 kilogram, dan golongan darah AB.

Sekolah Siapkan Kejutan untuk Fachri

Pihak SMK Negeri 1 Kota Jambi kini menantikan kepulangan Fachri setelah menyelesaikan tugas sebagai Paskibraka Nasional.

Sekolah tidak hanya ingin menyambut Fachri sebagai siswa yang telah mengharumkan nama sekolah, tetapi juga memberikan apresiasi atas perjuangan dan kerja keras yang telah dilaluinya.

Repreanis mengatakan pihak sekolah telah menyiapkan rencana untuk memberikan kejutan saat Fachri kembali ke sekolah.

"Kami sudah bicarakan dengan tim manajemen sekolah. Nanti akan ada kejutan ketika Fachri pulang sebagai bentuk penghargaan," katanya.

Pihak sekolah berharap pencapaian Fachri di tingkat nasional dapat menjadi awal bagi prestasi-prestasi berikutnya.

Repreanis juga berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi Fachri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

"Mudah-mudahan dengan prestasi dia ini, Fachri bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan mendapat prestasi yang lebih lagi," harapnya.

Momen Istimewa bagi Kota Jambi

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momen istimewa bagi Kota Jambi.

Pada tahun ini, dua putra-putri asal Kota Jambi dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka Nasional yang bertugas dalam upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta.

Selain Achmad Fachri Mubarok, terdapat Rizkia Putri yang juga menjadi anggota Paskibraka Nasional dalam upacara tersebut.

Namun, pencapaian Fachri menjadi semakin istimewa karena ia mendapat kepercayaan sebagai Komandan Kelompok 8.

Penampilan Fachri saat menjalankan tugasnya di Istana Merdeka juga mendapat sorotan dalam siaran langsung upacara HUT ke-81 RI.

Di Kota Jambi, pelaksanaan upacara tersebut turut disaksikan Wali Kota Jambi Maulana bersama jajaran Pemerintah Kota Jambi dan Forkopimda dari lobi utama Kantor Wali Kota Jambi.

Saat kamera menyorot Fachri ketika menjalankan tugas, suasana di lokasi dipenuhi rasa bangga.

Bagi Pemkot Jambi, penampilan Fachri menunjukkan bahwa putra-putri daerah mampu tampil di panggung nasional dan dipercaya menjalankan tugas penting dalam upacara kenegaraan.

"Ini satu kebanggaan untuk Kota Jambi, apalagi tahun ini dua perwakilan Kota Jambi ikut Paskibraka Nasional," ujar Wali Kota Jambi Maulana, Senin (17/8).

Maulana mengaku semakin bangga ketika Fachri mendapat sorotan kamera dalam siaran langsung upacara dari Istana Merdeka.

"Apa lagi tadi Fachri di-zoom langsung," tambahnya.

Di usianya yang baru 16 tahun, Fachri berhasil membawa nama Kota Jambi dalam upacara kemerdekaan yang disaksikan masyarakat Indonesia.

Pencapaian tersebut menjadi bagian dari catatan penting Kota Jambi pada HUT ke-81 RI.

Bukan hanya karena dua perwakilan Kota Jambi berhasil menembus Paskibraka Nasional, tetapi salah satunya juga dipercaya memegang peran sebagai Komandan Kelompok 8.

Bagi Wali Kota Jambi Maulana, pencapaian Fachri merupakan kebanggaan bersama.

Di balik barisan Paskibraka yang berdiri tegap di Istana Merdeka, terdapat putra Jambi yang membawa nama daerahnya dalam perayaan kemerdekaan Indonesia.

Pada 17 Agustus 2026, nama Achmad Fachri Mubarok pun menjadi salah satu putra Jambi yang mencatatkan prestasi dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.(Red)

Malam Resepsi Kenegaraan, Gubernur Al Haris Tekankan Peranan Generasi Muda Kader Pewaris Bangsa

 

Merdekapost.com - Rangkaian Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia RI ke-81 Pemerintah Provinsi Jambi menggelar Malam Resepsi Kenegaraan yang berlangsung meriah, dengan menampilkan karya seni anak bangsa dari Bumi Sepucuk Jambi untuk Indonesia yang mengisahkan perjuangan para pahlawan dan rakyat Jambi dalam melawan penjajah untuk mempertahankan tanah air, adat dan budaya,   acara berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (17/08/2026) malam.

Resepsi Kenegaraan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH., Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, Ketua TP-PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, unsur Forkopimda Provinsi Jambi, jajaran Pimpinan OPD Provinsi Jambi, Pimpinan Instansi Vertikal, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menyatakan bahwa di usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia sudah banyak perjuangan para pendahulu untuk meraih kemerdekaan dan juga membangun negara ini. “Sudah 81 tahun usia kemerdekaan kita dari tahun 45 sampai 2026 ini tentu sudah banyak yang telah dilakukan oleh pemimpin kita. Khususnya untuk bangsa dan alhamdulillah Indonesia sudah sangat luar biasa diperhitungkan oleh negara-negara luar, tinggal lagi kita mau bekerja dengan baik dan tentunya kami pemerintah ini bersinergi, bekerja dengan baik, tentunya membangun kolaborasi, orkestrasi dengan baik sehingga apa yang diharapkan masyarakat yang menjadi tujuan kemerdekaan bisa diwujudkan dengan semangat menjadi negara Indonesia berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Gubernur Al Haris.

Pada kesempatan ini Gubernur Al Haris menekankan peranan dari generasi muda dalam membangun bangsa dan negara. Ia menaruh harapan besar kepada anggota Paskibraka untuk turut menyampaikan pesan tentang karakter dan mental yang baik kepada anak muda lainnya. “Tentu PR kita banyak, ini saya khusus berpesan pada anak khususnya yang sekolah. Anak-anak yang sudah dikukuh kemarin ada janji yang saya pantau. Saya lihat itu janji luar biasa, anak-anak bantu pemerintah dan anak-anak ini duta-duta untuk menyampaikan pesan moral,” katanya.

Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa saat ini pemerintah beserta jajaran Forkopimda sangat fokus bagaimana membina mental generasi muda. “Kami sudah keliling kemarin, berapa daerah kami lakukan kampanye kemarin di Kota Jambi, anak sekolah sudah kita kumpulkan semua kemarin juga di Bungo. Kita fokus mengajak masyarakat, anak-anak sekolah untuk anti narkoba. Kami minta tolong kepada anak-anak semua pahlawan-pahlawan kita di masyarakat. Dan fokus berikutnya adalah geng motor dimana geng motor ini banyak anak-anak yang usianya masih anak sekolah, anak SMP/SMA ini. Kemudian juga judi online juga masih banyak anak kita yang main judi online dan termasuk juga hari ini ada paham-paham radikalisme,” ungkap Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris menambahkan, hal penting lain yang menjadi perhatian juga adalah pembullyan. “Dan ini juga penting. Saya kira termasuk juga di sekolah itu masih ada bullying. Dan untuk itu kepada anakku semuanya karena anak-anak ini adalah orang yang sudah punya ikatan janji tolong kampanyekan dengan teman-temanmu di sekolah, bantu pemerintah. Pemerintah ini tangannya luar biasa, tapi ada yang tidak mungkin dijangkau oleh kami, tolong tangan anak-anakku yang mungkin kami tidak bisa menjangkau itu karena ada mungkin di sekolah, grup-grup, komunitas lalu media sosial seperti IG dan Tiktok juga anak-anak kampanye kan,” jelas Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris juga menyampaikan bahwa saat ini banyak tantangan untuk mengisi kemerdekaan, masih banyak hal yang memprihatikan. "Tugas kita masih banyak, mengisi kemerdekaan ini tidaklah mudah. Kita perlu mendidik, membimbing anak-anak ini agak mentalnya punya karakter bela negara, cinta tanah air dan berjuang untuk Indonesia yang makin maju ke depannya ini. Mengisi kemerdekaan ini yang paling berat, kita bukan lagi perang di medan perang tapi untuk disini kita berjuang bagaimana kita menciptakan kader-kader bangsa dan generasi muda yang memang akan mewarisi negara kita ini, itu yang kita harapkan,” pungkasnya. (*)

Nazwarifa Ilmira Fahmi Kembali Terpilih sebagai Pembawa Kirab Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Tanjung Jabung Barat

Nazwarifa Ilmira Fahmi Kembali Terpilih sebagai Pembawa Kirab Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Tanjung Jabung Barat

Merdekapost.com | Tanjung Jabung Barat - Suasana haru menyelimuti upacara penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Alun-Alun Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Senin (17/8/2026).

Di tengah khidmatnya prosesi penurunan bendera, sosok Nazwarifa Ilmira Fahmi, siswi kelas XII SMA Negeri 1 Tanjung Jabung Barat, kembali mendapat kepercayaan untuk menjadi pembawa kirab pada upacara penurunan Bendera Merah Putih.

Kepercayaan tersebut menjadi momen yang sangat berarti bagi Nazwarifa. Di balik langkah tegap dan sikap penuh tanggung jawabnya menjalankan tugas negara, tersimpan kisah perjuangan seorang anak yatim yang terus mengejar cita-cita tanpa kehadiran sang ayah di sisinya.

Nazwarifa merupakan putri dari almarhum Bapak M. Zulfahmi Syarif, S.T. dan Ibu Adv. Era Herawati, S.H., M.H. Meski telah kehilangan sosok ayah tercinta, Nazwarifa tetap tumbuh sebagai seorang anak yang memiliki semangat dan cita-cita tinggi.

Salah satu cita-cita terbesar Nazwarifa adalah melanjutkan pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Kini, ia masih duduk di bangku kelas XII SMA Negeri 1 Tanjung Jabung Barat dan terus berusaha mempersiapkan diri untuk mewujudkan impiannya tersebut.

Bagi Nazwarifa, menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka bukan sekadar tugas seremonial. Kepercayaan membawa kirab pada penurunan bendera menjadi sebuah kehormatan sekaligus pembuktian bahwa keterbatasan dan kehilangan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Momen haru semakin terasa ketika prosesi selesai. Bendera Merah Putih kemudian diantar langsung ke Rumah Dinas Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., sebagai bagian dari rangkaian kegiatan setelah upacara.

Dalam suasana penuh penghormatan tersebut, perjalanan Nazwarifa menjadi cerita tersendiri. Seorang anak yang kehilangan ayahnya justru mampu berdiri tegap membawa lambang kebanggaan bangsa di hadapan masyarakat dan para pejabat daerah.

Air mata dan rasa bangga seakan bercampur dalam satu momen. Sang ayah, almarhum M. Zulfahmi Syarif, S.T., mungkin tidak lagi dapat menyaksikan secara langsung putrinya menjalankan tugas mulia tersebut. Namun, perjuangan dan keberhasilan Nazwarifa hari ini menjadi bagian dari cerita yang akan selalu dikenang keluarga.

“Menjadi pembawa kirab penurunan Bendera Merah Putih merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan besar bagi saya. Amanah ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar, berjuang, dan memberikan yang terbaik demi membanggakan keluarga. Saya ingin menjadikan setiap pengalaman sebagai langkah untuk meraih cita-cita. Ke depan, saya bercita-cita melanjutkan pendidikan di IPDN dan mengabdikan diri bagi bangsa dan negara,” ujar Nazwarifa penuh semangat. Cita-cita tersebut menjadi semangat yang terus ia bawa dalam menatap masa depan dengan tekad, ketekunan, dan doa.

Kisah Nazwarifa menjadi inspirasi bagi generasi muda Tanjung Jabung Barat. Di usia yang masih belia, ia telah menunjukkan bahwa kehilangan bukan akhir dari perjuangan. Justru dari sebuah kehilangan, dapat tumbuh kekuatan untuk melangkah lebih jauh.

Kini, di penghujung masa SMA, Nazwarifa berdiri di persimpangan menuju masa depan. Dari lapangan upacara, tempat ia dengan penuh khidmat membawa kirab Merah Putih, terpatri sebuah cita-cita besar di dalam dirinya: melanjutkan pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan mengabdikan diri bagi bangsa dan negara.

Semoga langkah Nazwarifa selalu dimudahkan, cita-citanya untuk melanjutkan pendidikan di IPDN dapat terwujud, dan perjuangannya menjadi kebanggaan bagi almarhum ayah, ibunda tercinta, keluarga, sekolah, serta masyarakat Tanjung Jabung Barat.

Selamat dan sukses Nazwarifa Ilmira Fahmi. Teruslah melangkah dan jangan pernah berhenti bermimpi. (rdp)

Bupati Fadhil Ajak Masyarakat Jadikan Semangat Pahlawan sebagai Teladan

 

Merdekapost.com – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Batang Hari menjadi momentum untuk kembali mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun daerah.

Upacara peringatan kemerdekaan yang berlangsung di Lapangan Garuda Muara Bulian, Senin (17/8/2026), dipimpin langsung Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief, SE. Kegiatan tersebut diikuti Wakil Bupati H. Bakhtiar, SP, jajaran Forkopimda, kepala OPD, camat dan lurah, ASN, TNI-Polri, pelajar serta tamu undangan.

Usai upacara, Bupati Fadhil mengingatkan masyarakat agar tidak hanya menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai seremoni tahunan. Menurutnya, perjuangan para pahlawan harus diteruskan melalui pengabdian dan kontribusi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para ASN di Kabupaten Batang Hari yang dinilai tetap menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat meskipun pemerintah daerah tengah menghadapi tantangan fiskal.

Bupati berharap seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat dapat menghadapi berbagai tantangan secara bersama-sama dengan semangat gotong royong dan pengabdian.

Selain itu, Fadhil mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kedamaian dan kerukunan di tengah keberagaman suku, agama maupun lingkungan keluarga. Menurutnya, suasana yang aman dan harmonis merupakan modal penting untuk melanjutkan pembangunan daerah.

“Semangat para pahlawan harus kita lanjutkan dengan menjaga kebersamaan dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat serta daerah,” menjadi pesan yang ditekankan dalam momentum peringatan kemerdekaan tersebut.

Rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Batang Hari kemudian dilanjutkan dengan penyerahan remisi kepada anak binaan Lapas Kelas II B Muara Bulian oleh Bupati Batang Hari serta sesi foto bersama. (*)

Apel Kehormatan dan Renungan Suci Digelar di TMP Batang Hari, Kenang Jasa Para Pahlawan

 

Merdekapost.com – Suasana khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Kabupaten Batang Hari saat Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026) tepat pukul 00.00 WIB.

Apel tersebut dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri Batang Hari, Muhammad Irwan, S.H., M.H. Kegiatan turut dihadiri Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, kepala OPD, pejabat struktural, ASN, ulama, anggota Pramuka serta sejumlah tamu undangan.

Rangkaian renungan suci berlangsung dengan penuh keheningan sebagai wujud penghormatan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Para peserta juga memberikan penghormatan kepada para pejuang yang dimakamkan di TMP Kabupaten Batang Hari serta seluruh pahlawan bangsa yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini tidak diperoleh dengan mudah. Pengorbanan dan perjuangan para pahlawan menjadi amanah bagi generasi penerus untuk menjaga persatuan serta melanjutkan pembangunan bangsa.

Melalui peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemerintah Kabupaten Batang Hari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai kemerdekaan dengan semangat berkarya, memberikan kontribusi positif, serta bersama-sama membangun daerah menuju Batang Hari yang semakin maju dan SuPer Tangguh. (*)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs